26.1 C
Bogor
Friday, August 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 777

Pekerjaan Jalan Sumakamur-Sukawangi Mangkrak, Pengawas Pada Kemana?

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Pekerjaan jalan Sukamakmur-Sukawangi yang dilaksanakan oleh CV.Quila Elektrindo dengan memakan anggaran sebesar Rp3,8 miliar mangkrak. Tampak pasir dan udit yang bergeletakan di pinggir jalan yang juga merupakan Pasar Sukamakmur.

Ketua HMBT Kecamatan Sukamakmur Culeng menyayangkan sikap cuek pemerintah akan proyek mangkrak yang ada di pelosok Kabupaten Bogor tersebut.

“Saya sebagai ketua HMBT sangat miris melihat pengerjaan jalan depan Pasar Sukamakmur, dengan anggaran besar kok bisa mangkrak begitu dan tidak ada tanda-tanda akan dilanjutkan,” papar Culeng kepada Jurnal Bogor, Selasa (29/11).

Padahal letak pekerjaan tersebut persis di depan mata Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, ditambah lagi hampir tiap hari di lokasi tersebut macet karena Pasar Sukamakmur itu urat nadinya warga r.

“Kami mohon juga, kepada Dinas PUPR untuk melakukan teguran dengan keras kepada kontraktor/penyedia jasa, serta konsultan pengawasnya, jika perlu sekalian dengan pejabat terkait di UPT Jalan dan Jembatan Jonggol yang juga turut ikut andil dalam setiap proyek, ” keluhnya.

Sementara Pengamat UPT Jalan dan Jembatan Jonggol Aji mengatakan, pekerjaan sedang berjalan dimulai dari titik akhir sebelum kantor Desa Warganya.

“Untuk pekerjaan yang didepan pasar itu titik nolnya, memang belum sampai kesana, coba kroscek ke lapangan pekerjaannya, pengawasnya konsultan pihak ketiga bukan saya,” singkatnya via pesan singkat whaatap. 

Untuk diketahui, pekerjaan jalan Sukamakmur – Sukawangi yang di kerjaan oleh CV.Quila Elektrindo dengan PT.Bina Index Konsul sebagai konsultan pengawas, dan memakan anggaran sebesar Rp.3,8 miliar dengan nomor kontrak : 620/A.150-08.0918/TING-JLN/PPJJ.1/SPMK/DPUPR,Tgl 17 Juni 2022. Sudah melewati batas waktu yang ditentukan oleh DPUPR, sudah memasuki masa tenggang/penalti 50 hari, dan sudah dijalani selama kurang lebih 2 minggu.

** Taufik/Nay 

Warga Cibucil Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Warga Kp.Cibucil Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke Kp.Warung Kiara Derek, Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur, Selasa ( 29/11).

Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan kepedulian warga Kp.Cibucil yang dihimpun selama beberapa hari terakhir. Penerima bantuan merupakan warga yang terdampak dimana datanya didapatkan dari pihak yang diutus melakukan peninjauan ke lokasi tempat pengungsian

“Kami menyalurkan bantuan ke lokasi bencana di Kp.Warung Kiara Derek, sesuai kebutuhan mendesak yang masuk ke grup kami. Bantuan yang kami kirim merupakan kebutuhan pokok seperti mie instant, biskuit, air minum kemasan, dan lain-lain,” ujarnya Entis kepada Jurnal Bogor, Selasa (29/11)

Selain bahan pokok, sambung dia, ada juga obatan-obatan ringan dan kebutuhan lainnya seperti sabun mandi, pasta gigi, dan lain-lain.

“Sampai hari ini masih sering terjadi gempa susulan, meski dengan skala lebih kecil. Wajar bila kemudian warga memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Di sinilah sebetulnya selimut dan alas tidur dibutuhkan,” ungkapnya.

Menurutnya, dari laporan yang ia terima, sebagian  dari warga mulai ada yang menderita sakit akibat terpapar langsung angin dan cuaca kurang bersahabat.

“Atas nama koordinator peduli bencana mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada warga Kp.Cibucil yang telah berkenan menyisihkan rejekinya untuk membantu saudara-saudara kita di Cianjur. Kepada para korban, kami menyampaikan simpati mendalam seraya berdoa semoga tetap tabah dan segera bangkit dari keterpurukan ini,” tutupnya.

** Ramses/ Nay

Bantuan BLT BBM dan BPNT untuk Warga Desa Singajaya Diberikan Sekaligus

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebanyak 1.213 warga Desa Singajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor menerima bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) yang penyalurannya bersamaan dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

“Penerima BLT BBM ini sama dengan mereka yang terdaftar di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kemensos, yang juga penerima BPNT. Sehingga proses pencairan dapat dilaksanakan bersamaan,” ujar Kepala Desa Singajaya Hj.Lili kepada Jurnal Bogor, Selasa (29/11).

“Pendistribusian BLT BBM dan BPNT  yang dibagikan oleh pihak Kantor Pos, dan warga datang langsung ke Kantor Desa Singajaya ,” papar Lili biasa disapa.

Ia menyebutkan, bantuan yang diterima warga untuk BLT BBM yakni untuk Oktober hingga Desember 2022 dengan total Rp900.000/KPM.

“Jadi dua sumber bantuan yang diterima, ada BLT BBM dan BPNT. Total yang diterima Rp 900 ribu  mudah-mudahan semua bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga,” tutup Hj Lili.

** Ramses/Nay 

Camp dan Tadabur Alam Versi HMBT Promosikan Wisata Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Menutup rangkaian akhir tahun Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) mengadakan camping ground di Desa Sukawangi, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/11) lalu.

Mahar Aulia

Nuansa camping di alam terbuka yang ada di wilayah Bogor timur tersebut  bertemakan Camping dan Tadabur Alam. HMBT yang dimotori oleh Mahar Aulia menjelaskan pelaksanaa dan kegiatan camping di alam terbuka ini untuk merenungi ciptaan Illahi.

“Agar kita selalu bersyukur akan nikmat yang diberikan Allah SWT, sekaligus berdoa untuk saudara-saudara kita yang saat ini sedang tertimpa musibah gempa di Kabupaten Cianjur, ” papar Mahar kepada Jurnal Bogor, Selasa (29/11).

Menurutnya, kegiatan camping tersebut  segaligus pengumpulan donasi untuk korban gempa, yang nantinya akan langsung diantarkan ke lokasi bencana setelah akhir kegiatan camping.

 Acara yang berlangsung dua hari pada 26-27 November dihadiri langsung oleh Ketua Presidium Bogor Timur Navizul Al hafiz Rana yang mengapresiasi kegiatan HMBT.

“Mereka  selalu hadir di dalam setiap kegiatan kemanusiaan. Dan tak lupa pula kami juga mengingatkan bahwa ormas atau pun LSM mana pun harus punya link dan jaringan agar kita bisa kolaborasi dengan pihak manapun,” ujar Al Hafiz biasa disapa.

Sementara disampaikan Edo peserta camping asal Cileungsi yang berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut. “Kita menikmati alam terbuka seperti ini yang minimal satu tahun itu dua kali, sekalian juga kita promosikan bahwa di Botim ini banyak sekali tempat wisata yang belum terjamah atau terkenal,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Katar Cigudeg Gelar Pertemuan Tingkatkan Eksistensi

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Organisasi kepemudaan (OKP) karang taruna tingkat desa se- Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menggelar pertemuan guna meningkatkan eksistensinya.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cigudeg Madropi menjelaskan agenda pertemuan selain koordinasi  sekaligus persiapan bakti sosial (baksos)  bagi warga Cianjur yang terdampak gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Senin (21/11) lalu.

Rapat koordinasi yang berlangsung di tempat wisata Seureuh Hejo, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng dihadiri Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Bogor Irfan Darajat, Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Cigudeg Titin Sumartini.

Madropi yang akrab disapa Opik menerangkan, pertemuan ini sekaligus pembahasan  capaian hasil pengumpulan donasi yang digagas karang taruna tingkat desa.

“Kondisi ini, karang taruna terus berupaya dalam meningkatkan aksi sosial dimasyarakat,” kata Opik kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dengan begitu, kata dia, apapun bentuk kegiatan tak lepas koordinasi serta  berkolaborasi,  baik unsur pemerintah maupun pihak lainnya.

Pertemuan berbagi ide serta gagasan jaringan kerjasama mendukung penyelenggaran  program  salah satu pembangunan pendidikan yang tak layak.

Sebelumnya, siswa sekolah MI Nurul Huda yang berlokasi di Kampung Citempuan RT 01 RW 09  Desa Banyuresmi, Cigudeg, Kabupaten Bogor melangsungkan kegiatan belajar di teras rumah warga.

“Hari gini masih adanya kegiatan belajar mengajar terdapat di halaman rumah warga,” paparnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor Irfan Darajat kehdirannya sebagai bentuk dukungan agar karang taruna terus hadir  terutama dalam  mendukung aksi kemanusiaan.

“Salah satu musibah  yang menimpa saudara saudara kita dampak bencana alam di Cianjur, tentu karang taruna  hadir sebagai relawan untuk membantu kesulitan di tengah  dimasyarakat,” tukasnya.

** Arip Ekon

Duh, PTSL R3 Terbit 2019

0

Bogor | Jurnal Bogor

Polemik terbitnya PTSL terhadap tiga bidang tanah di area penetapan lokasi (penlok) Jalan Regional Ring Road (R3), Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, membuat Lurah Katulampa, Eka Dheri angkat bicara. Menurutnya, PTSL tersebut diterbitkan oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) pada 2019 lalu.

Hal itu, sambung dia, terkuak setelah pihaknya melakukan rapat dengan pemilik tanah pada beberapa waktu lalu.

“Saat rapat saya tanya kepada warga pemegang sertifikat PTSL, kenapa itu masuk dalam penlok R3 tapi diajukan PTSL, mereka tidak menjawab. Tetapi yang pasti PTSL mereka dapatkan di 2019,” ujar Eka kepada wartawan, Selasa (29/11).

Kata dia, keberadaan PTSL pada tiga bidang tanah di penlok R3 telah disampaikan oleh Dinas PUPR kepada BPN. “Sudah disampaikan, sekarang tinggal bagaimana tindakan BPN. Kelurahan, sambung Eka, hanya bertugas untuk menjembatani antara Dinas PUPR dengan pemegang PTSL,” jelas Eka.

Disinggung mengenai pengajuan pembuatan PTSL. Eka menegaskan bahwa pembuatan PTSL harus didahului dengan adanya permohonan dari warga yang merasa sebagai pemilik tanah, kemudian mendapat rekom RT, RW, pokmas, dan dilanjutkan verifikasi oleh kelurahan.

“Nah setelah diverifikasi, yang memliki kewenangan menerbitkannya adalah BPN,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan bahwa pihaknya akan melayangkan surat permohonan pembatalan PTSL setelah rapat dengan BPN dilaksanakan pada Selasa (29/11).

“Setelah kami meminta klarifikasi dari BPN soall terbitnya PTSL, kita akan layangkan surat permohonan pembatalan,” ungkapnya saat dihubungi via Whatsapp.

Lebih lanjut, kata Chusnul, dalam penlok Jalan R3 terdapat tiga bidanng tanah yang diterbitkan PTSL. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci berapa luasan lahan tersebut.

“Belum tahu berapa harus ditanya ke staf dulu,” tandas Chusnul.n Fredy Kristianto

Koridor Biskita Ditambah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengembangkan skema transportasi berbasis Buy The Service (BTS). Rencana tambahan dua koridor, yakni koridor 3 dan 4 pun terus dipercepat realisasinya.

Niatan itu kembali dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) lanjutan antara Pemkot Bogor dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal ini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di Kantor BPTJ, Jakarta, Senin (28/11).

Rapat dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Direktur Prasarana yang juga merangkap sebagai Plh Kepala BPTJ, Zamrides. Dedie juga didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dan Ketua Kodjari.

Percepatan koridor 3 dan 4 pada skema BTS Biskita dianggap penting. Dimana trayek yang dilayani pada koridor 3 adalah Terminal Bubulak – Sukasari/Lawang Gintung. Sedangkan koridor 4 melayani Ciawi – Pomad/Ciparigi.

Koridor 3 memiliki panjang koridor sebesar 25,4 kilometer, dan koridor 4 sepanjang 36,0 kilometer.

“BTS Kota Bogor menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Bahkan load factor penumpang di BTS Kota Bogor sudah mencapai 154 persen dengan rata – rata jumlah penumpang per hari mencapai 20.412 orang perhari,” jelas Dedie dalam rapat.

Bis Kita, sambung Dedie, kini sudah menjadi moda transportasi alternatif yang begitu diminati masyarakat. Sehingga Pemkot Bogor masih memerlukan dukungan untuk menambah koridor. Total penumpang sampai dengan saat ini adalah 4.728.484 orang.

Soal sistem dua koridor tambahan itu, akan dilaksanakan melalui lelang dengan mengikutsertakan badan hukum dalam satu konsorsium melalui program konversi 3 : 1. Namun tidak menutup kemungkinan melalui program lain, yaitu mengganti angkot konvensional dengan angkot listrik. Tergantung kepada nilai satu angkot listrik yang dapat mengkonversi lebih dari tiga angkot.

Jika melihat dari harga angkot listrik dibanding harga angkot kondisi saat ini, konsep lain adalah mengkonversi angkot konvensional melalui konversi atau retrovit atau membangun angkot eksisting bertenaga BBM menjadi bertenaga listrik, namun demikian tetap harus mendapat dukungan pemerintah.

“Lalu terkait dengan penerapan tarif Bis Kita, sudah ada kajiannya. Yang pasti harus kita lihat dulu apakah akan diterapkan Januari 2023, tetapi tentu ada kaitan dengan rerouting dan sebagainya. Besaran atau kisaran tarifnya juga harus realistis, tetap mengakomodir kepentingan masyarakat,” urai Dedie.

Di tempat yang sama, Plh Kepala BPTJ, Zamrides saat ini BTS Kota Bogor sedang dalam proses menyiapkan aturan dengan melakukan survey Ability to Pay dan
Willingness to Pay yang dapat dijadikan dasar pengambilan tarif. Saat ini prosesnya sedang menyiapkan SK Wali Kota mengenai tarif Angkutan Kota.

SK dimaksud akan disampaikan kepada Kementerian Perhubungan dalam hal ini BPTJ untuk diusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai besaran tarif yang akan diberlakukan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Dua koridor yang belum beroperasi kami merekomendasikan agar pembiayaan subsidi BTS dapat direalisasikan oleh Pemerintah Kota Bogor dengan APBD. Sebagai komitmen Kota Bogor dalam melanjutkan program stimulus berupa subsidi Angkutan umum oleh Kementerian Perhubungan,” ungkap Zamrides.

Rapat Wali Kota Bogor dengan Menteri Perhubungan belum lama ini juga mendorong swasta untuk turut bersedia memberikan pelayanan di dua koridor yang belum terlayani oleh BisKita Trans Pakuan secara mandiri. Dengan nilai biaya pokok rata-rata sebesar Rp 5.852 per penumpang.

Sambung Zamrides, hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat yang menggunakan transportasi Bis Kita merasa sudah sesuai terhadap standar pelayanan yang diberikan oleh Bis Kita. Standar layanan meliputi keamanan, kenyamanan, keselamatan, keterjangkauan, keteraturan dan kesetaraan.

Selain itu, data menunjukkan bahwa masyarakat yang menggunakan transportasi Bis Kita merasa sesuai terhadap rute yang diberikan oleh BisKita dengan nilai persentase rata – rata 70 persen. Rute yang diterapkan oleh BisKita dapat menjangkau dan mengintegrasikan penumpang untuk dapat bergerak ke tempat tujuan, hal ini menunjukkan angka
kenaikan dari waktu ke waktu.

“Masyarakat yang menggunakan transportasi Bis Kita merasa sangat terbantu dengan adanya layanan pelanggan pada Bis Kita, karena dapat melaporkan dan juga memberi masukan terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Bogor demi memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat Kota Bogor,” katanya.n Fredy Kristianto

Jalan Sholis Amblas, Pengendara Diminta Waspada

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pengemudi kendaraan roda empat dan dua yang akan melintasi Jalan KH. Sholeh Iskandar (Sholis) Kecamatan Tanah Sareal, harus lebih berhati-hati. Hal itu lantaran jalan di dekat Kampus Universitas Ibnu Kholdun (UIKA) amblas.

Diketahui, jalan tersebut am
Tak tanggung jalan yang amblas yang terjadi cukup dalam. Bahkan, di sekitar lubang sudah ditutupi terpal putih dan sudah diberikan tanda peringatan untuk pengendara dengan papan pemberitahuan serta traffic cone.

Warga sekitar Jamaludin (38) mengatakan, jalan tersebut amblas pada Senin (28/11) malam. Sebelum amblas, jalan di lokasi sudah membuat cekungan cukup dalam yang membahayakan pengendara.

“Legoknya udah lama sekitar dua minggu, tapi kalu amblasnya ini baru ,” ujar Jamaludin, Selasa (29/11).

Sejak itu, langsung dipasangi penanda agar pengendara berhati-hati ketika melintas. Menurutnya sudah ada yang sempat menambal dengan aspal agar jalan rata kembali.

“Banyak yang jatuh karena motornya loncat, sekarang sudah dikasih tanda,” katanya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Tanah Sareal, Ipda Supriyo mengatakan, kondisi jalan sebelum amblas sekitar dua minggu lalu sudah mengalami cekungan cukup dalam, bahkan menyebabkan beberapa kali kecelakaan tunggal pada pengendara roda dua.

“Amblas terjadi pada saat malam hari, tidak ada korban karena sudah kita antisipasi dengan ditutup pakai water barrier dan traffic cone yang dilakukan unit lantas Polsek Tanah Sareal dan petugas dishub,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut langsung ke Kementerian PUPR dan Dinas PUPR Kota Bogor. “Rencana awal dari pihak PUPR pusat bahwa malam ini akan dilakukan perbaikan menunggu alat berat dan bong saluran air,” ungkapnya.

Adapun upaya untuk mengurai kemacetan di Jalan Solis, lanjut Supriyo, pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas dengan penutupan satu jalur dan menutup putaran di depan Mitra 10.

“Rekayasa lalu lintas yang dilaksanakan oleh unit lantas Polsek Tansa yakni putaran Mitra 10 kami tutup untuk roda empat, agar tidak terjadi crossing yang mengakibatkan kemacetan lebih parah, roda dua tetap diperbolehkan karena tidak terlalu mengganggu crossingan yang menambah kemacetan,” paparnya.

Terpisah, perwakilan Kementerian PUPR, Unang Perwita menyatakan, sudah menerima laporan sejak dua pekan lalu dan langsung mengantisipasi dengan pemberian rambu-rambu peringatan.

Kemudian, sambung Unang, pihaknya juga akan mulai mengerjakan perbaikan nanti malam menggunakan alat berat untuk menggali jalan yang amblas dan akan ada penggantian gorong-gorong atau saluran air.

“Malam ini penggalian, jadi harus kita bongkar kan gorong-gorong itu mesti di bawa lagi untuk kita ganti yang jebol. Pengerjaan sekiranya semingguan karena kita ganti sekalian seruas jalan. Selama pengerjaan jalan pasti ditutup sebelah,” jelasnya.

Menurut Unang, terjadinya jalan amblas dikarenakan dibawah jalan tersebut terdapat gorong-gorong yang sudah lama, selain itu jalan juga aktif dilalui kendaraan.

“Yang amblas itu ada saluran airnya. Sebelumnya sempat mengalami cekungan kedalam, kita tambal aspal dulu, supaya ga terjadi kecelakaan. Sekarang kondisi kedalamam lubang sekitar 2 meter, karena kalau dilihat gorong-gorong itu 2 meter di bawah tanah,” pungkasnya.n Fredy Kristianto

Bapopsi Gelar Pelatihan Olahraga Tradisional Bagi Guru se-Kecamatan Nanggung 

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. melakukan kegiatan pelatihan olahraga tradisional bagi guru sekolah dasar.

Pelatihan olahraga tradisional itu berlangsung di gedung PGRI Nanggung dengan diikuti hampir seluruh guru  sekolah dasar se-Kecamatan Nanggung. Olahraga tradisonal yang dilaksanakan seperti sumpit, bakiak, egrang, dagongan dan galasin.

Pelatihan olahraga tradisional tersebut tentu selain untuk menyehatkan, juga menjadi sarana penguat ikatan sosial masyarakat. 

Wakil Ketua Bapopsi Kecamatan Nanggung Sukadir mengatakan, pelatihan olahraga tradisional ini untuk melestarikan agar olahraga tersebut bisa akrab dengan generasi muda.

“Dengan olahraga tradisional ini mereka tidak terpaku kepada permainan game yang ada di gadget sehingga pasif anak-anak itu tidak mempunyai gerak yang dinamis,” katanya.

Menurutnya, dengan pelatihan terhadap guru, agar nantinya dapat disalurkan kepada masyarakat maupun anak didik sekolah. 

Selain itu, setiap tahunnya baik tingkat provinsi dan kabupaten kerap mengadakan event, sehingga nanti ada perwakilannya untuk ikut dalam event tersebut.

“Kita dari Bapopsi saat ini mengadakan pelatihan bagi guru sekolah dasar agar guru juga dapat memperkenalkan olahraga tradisional ini kepada anak- anak sekolah,” ucapnya.

Dia berharap, olahraga tradisional ini bisa berkembang dan dikenal oleh masyarakat Kabupaten Bogor maupun dunia. 

“Mudah-mudahan masyarakat dapat kesehatan dan kebugaran meningkat sekaligus budaya bangsa lestari,” tutupnya.

** Andres

Keroncong ASEAN Hibur Pengunjung Mal di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Masyarakat yang tengah menikmati akhir pekan di Mal Botani Square mendapat suguhan hiburan lain dari biasanya, yakni pagelaran seni musik keroncong yang menghadirkan para penyanyi keroncong dari tanah air serta negara-negara ASEAN, diantaranya Malaysia dan Singapura.

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB, Minggu (27/11) digagas oleh Suyitno. Ia merupakan pimpinan grup musik keroncong Kemala Pustika yang mengiringi para seniman yang hadir.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat sambutan mengatakan, muhibah keroncong ASEAN merupakan embrio dari ‘lebaran’ seni musik keroncong Indonesia dan ASEAN.

“Kalau bisa muhibah musik keroncong jangan hanya satu hari tapi satu minggu, karena ini bisa menjadi alternatif destinasi wisata di Kota Bogor. Selain itu kalau bisa musik keroncong harus punya hari besar atau lebaran yang suatu saat harus dibuat bahkan harus ada ‘ibu kotanya’. Kalau perlu, Kota Bogor siap jadi ibu kota keroncong dan bisa menyelenggarakan lebaran keroncong ASEAN agar ramai dan meriah,” kata Dedie.

Media sosial dan promosi menjadi hal yang ditekankan Dedie, agar masyarakat luas menjadi tahu, paham dan mengenal mengingat musik keroncong bagian dari budaya asli bangsa Indonesia.

Bersama dengan seniman keroncong dari negara-negara ASEAN, ia mengajak untuk mempromosikan dan menyosialisasikan musik keroncong ke dunia.

Dewan Pembina Rumpun Budaya ASEAN, Mayor Jenderal TNI (Purn), Herwin Suparjo menjelaskan, musik keroncong memiliki nilai yang strategis karena fungsi dan dimensinya akan mengarah kepada ketahanan nasional.

Fungsi pertama adalah pendidikan, melalui syair bisa mempengaruhi dan mengajak moral etika bangsa, kemudian ada nilai hiburannya dan ketiga adalah nilai ekonomi.

“Nilai lainnya adalah memiliki nilai-nilai sosial dengan menggalang dan menyemangati orang-orang. Musik keroncong adalah seni yang harus kita banggakan dan optimalisasikan implementasinya agar kualitasnya lebih meningkat,” jelasnya.

Diharapkan semua berjuang untuk kredibilitas dan kualitas musik keroncong dalam rangka tujuan utamanya, yaitu persaudaraan dan persatuan.

Ketua Panitia, Sidik Jaelani menyebutkan, pagelaran ini adalah ketiga dan menjadi wadah silaturahmi sesama seniman keroncong. Dua gelaran sebelumnya dilaksanakan sebelum pandemi. Muhibah keroncong ASEAN tidak hanya di Indonesia, namun juga dilakukan di negara ASEAN lainnya secara bergantian berdasarkan undangan.

Selain Staf Ahli Pemkot Bogor Shahlan Rasyidi hadir bersama perwakilan Disparbud Kota Bogor.

Muhibah Keroncong ASEAN dihadiri juga Pembina Rumpun Budaya ASEAN, Gunadi, Syahrin Nizam bin Abdurrahim dari Johor Malaysia dan para musisi, seniman senior keroncong dan lawas serta komunitas keroncong Jabodetabek.

Kurang lebih ada 20 lagu keroncong yang dibawakan para musisi keroncong dari negara ASEAN, diantaranya Daniel Simbolon, Ika Sugiono, Mohamed Fahmi, Osman, Nurul Farahin, Iwan, Amri, Rasmi Sekar Asih dan Mohamed Basri.n Fredy Kristianto