30.8 C
Bogor
Thursday, August 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 767

Video Curanmor di Gunung Putri Viral, Pihak Kepolisian Lakukan Penyelidikan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Video aksi pencurian kendaraan bermotor viral beredar di media sosial, yang mana kejadian pencurian tersebut terjadi di Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin pagi (12/12).

Dalam rekaman CCTV yang berada di rumah warga tersebut memperlihatkan aksi dua kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor menggasak satu unit sepeda motor.

Menindaklanjuti kejadian tersebut pihak kepolisian dari Polsek Gunung Putri Polres Bogor pun datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan pihaknya sudah melakukan gelar olah TKP dan memintai keterangan para saksi serta korban.

“Proses penyelidikan hingga saat ini pun masih terus kami lakukan,” ungkapnya.

** Nay Nur’ain

KRL Cinta Desa Ciangsana Dikunjungi Dosen dan Mahasiswa Trisakti 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Dosen dan mahasiswa Universitas Trisakti mengunjungi Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Cinta 21 Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Mereka melaksanakan peninjauan bank sampah yang dikelola oleh KRL Cinta RW 21, dari sampah masyarakat yang dibawa ke bank sampah sampai dengan penimbangan. 

Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra mengatakan, Universitas Trisakti melihat tata cara pengelolaan sampah yang dikelola oleh Bank Sampah KRL Cinta 21.

“Kunjungan yang dilakukan oleh dosen dan para mahasiswa Trisakti di Bank Sampah KRL Cinta ini untuk melihat sistem tata cara pengelolaan sampah,” ucap Udin Saputra kepada Jurnal Bogor, Senin (12/12). 

Kebetulan, sambung dia, KRL Cinta 21 melaksanakan kegiatan penimbangan sampah yang dibawa oleh warga RW 21 ke Bank sampah milik KRL Cinta. 

“Penimbangan sampah yang dilakukan oleh Bank Sampah KRL Cinta 21, berasal dari sampah lingkungan di RW 21. Sampah dikumpulkan oleh masyarakat yang ada di rumahnya, dipilah, dan selanjutnya dibawa ke Bank Sampah KRL Cinta,” jelas Udin sapaan akrabnya.

Dengan adanya program Pemerintah Desa Ciangsana untuk mengatasi sampah, dia berharap lingkungan menjadi sehat dan bersih sehingga warga desa pun menjadi nyaman. 

“Tentunya saya sangat mengapresiasi terhadap warga RW 21, khususnya bagi pengurus KRL Cinta 21 yang sudah mendirikan bank sampah untuk warga sekitar. Dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menjaga lingkungan kita bersih nyaman dan aman,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Pemdes Wanaherang Alokasikan Dana Desa untuk Sayuran Hidroponik

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, merealisasikan program ketahanan pangan dengan penanaman sayuran hidroponik di lahan tanah desa seluas 1000 meter. 

Upaya tersebut dalam rangka mewujudkan kecukupan pangan bagi seluruh warga, dan pencapaian kemandirian pangan, serta memastikan desa terlepas dari kerawanan pangan. Maka penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan bisa dianggarkan mencapai 20 persen. 

Kepala Desa Wanaherang Heri Sudewo mengatakan, Pemdes sudah merealisasikan program ketahanan pangan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 104 Tahun 2021 bahwa 20% Dana Desa digunakan untuk program ketahanan pangan dan hewani. 

“Alhamdulillah ketahanan pangan kita dengan penanaman sayur-sayuran yang menggunakan hidroponik sudah bisa terealisasikan, dan anggaran yang kita gunakan 20 persen dari Dana Desa, sekitar 239 juta untuk biaya ketahanan pangan Desa Wanaherang,” ucap Hari Sadewo kepada Jurnal Bogor, Senin (11/12). 

“Anggaran 239 juta itu untuk persiapan dari nol sampai terealisasinya ketahanan pangan ini, kita melaksanakannya di tanah desa kurang lebih 1000 meter, dan kita merangkai tempat penanaman hidroponik memakan biaya sekitar 163 juta,” sambungnya. 

Dia berharap program ketahanan pangan ini bisa berkelanjutan, dan bisa menghasilkan manfaat untuk masyarakat Desa Wanaherang. 

“Harapan saya kedepan semoga ketahanan pangan yang memakai hidroponik ini bisa berkembang ke setiap wilayah RT maupun RW, yang nantinya bisa menghasilkan nilai usaha baru untuk masyarakat,” ujarnya.

Selebihnya ia juga menyampaikan, untuk penanaman yang baru dimulai ini sudah ada 4 jenis sayuran yang ditanam mengunakan cara hidroponik, dan untuk pemasarannya sudah ada. 

“Kita sudah menanam 4 jenis sayuran disini diantaranya, kangkung, cesim, pakcoy, dan selada, kemungkinan kedepannya kita juga akan menambahkan jenis sayuran lain. Sedangkan untuk pemasarannya, kita sudah bekerjasama dengan beberapa penyalur sayuran,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Rampung Dibangun, Kantor Kecamatan Dramaga Disayangkan Sejumlah OKP

0

Dramaga | Jurnal Bogor 

Kantor Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor telah rampung dibangun. Namun disayangkan oleh sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP).

Hal itu karena tidak adanya ruangan kepemudaan. Padahal, ruang kepemudaan merupakan tempat untuk berkumpulnya para pemuda untuk menumpahkan ide dan gagasan demi kemajuan wilayahnya.  

Seperti diutarakan Wakil Ketua Antar Lembaga KNPI Kecamatan Dramaga Taufik Nurahman. Dia menyayangkan tidak adanya ruang kepemudaan di kantor Kecamatan Dramaga. 

Sebelumnya, pemuda diajak berdiskusi akan adanya rencana pembangunan Kantor Kecamatan Dramaga dan bakal menyiapkan ruang untuk organisasi kepemudaan. Namun, ketika pembangunan kantor rampung dibangun, tidak ada fasilitas ruang kepemudaan. 

“Secara otomatis, dibunuhnya peran pemuda untuk tidak produktif secara pemikiran dan gerakan. Terlihat bagaimana ketidakpeduliannya birokrat sebagai decision maker salah satunya untuk tidak peduli ruang fasilitas pemuda sebagai ruang diskusi dan koordinasi antarlembaga dalam konteks kepemudaan yang harusnya dibangun bersamaan dengan kantornya sebagai bentuk sinergitas,” ujarnya, kemarin.

Senada, Ketua PAC GP Ansor Dramaga, Ahmad Ghazali meminta pihak kecamatan untuk peka terhadap kebutuhan para pemuda di wilayahnya.  Tak seperti kecamatan lain, Kecamatan Dramaga dinilai tidak peka akan pentingnya peran pemuda di kecamatannya. 

Pasalnya, Kecamatan Dramaga tidak memberikan ruang atau tempat untuk berkumpulnya para pemuda untuk menumpahkan ide dan gagasan demi kemajuan wilayahnya.  

“Ini bukti tidak pedulinya pemerintah kecamatan terhadap ruang gerak pemuda,” ujarnya. 

Menurutnya, sektor kepemudaan mestinya harus terlebih dulu diutamakan. Sebab, pemuda hari ini lah yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang. 

“Bonus demografi tidak mungkin  kita pandang sebelah mata, gelombang banyaknya usia produktif sudah pasti bakal terjadi. Tapi, sejauh mana persiapan kita, jika fasilitas tempat diskusi saja mereka acuhkan,” paparnya. 

Oleh karenanya, ia meminta pihak kecamatan untuk kembali berpikir lebih dalam terhadap kebutuhan  mendasar para pemuda, salah satunya ruang tempat diskusi mereka. 

“Kita tidak meminta apa-apa, hanya tempat untuk diskusi, menyatukan persepsi dan gagasan untuk menciptakan pemuda di Dramaga yang peka terhadap lingkungan,” tutupnya.

Menanggapi persoalan tidak adanya ruangan khusus kepemudaan di gedung baru Kecamatan Dramaga,  Pengawasan Pembangunan Kantor Kecamatan Dramaga, Jayadi membenarkan tidak adanya ruang untuk kepemudaan. 

Saat ini pembangunan kantor kecamatan sudah rampung dikerjakan dari mulai pagar gedung, mushola, rumah dinas, ruang jaga dan Kantor Kecamatan.  Kantor Kecamatan Dramaga dibangun dua lantai. Lantai pertama, ruang panten, ruangan Kasi-kasi. Sedangkan, lantai dua yakni ruangan Camat dan Sekcam. 

“Nantinya, kecamatan bisa mengusulkan tambahan akan adanya gedung kepemudaan. Untuk lokasinya bisa depan kantor kecamatan, ” tukasnya. 

** Andres 

Korsleting Listrik dari Hape yang Dicas, Ponpes Bainatul Amsor Terbakar

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Kebakaran akibat korsleting listrik kembali terjadi. Kali ini api menghanguskan bangunan Pondok Pesantren Bainatul Amsor semi permanen yang terletak di Kampung Sinarjaya RT 04 RW 04, Desa Sibanteng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, (11/12/22) pukul 19.00 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik dari handphone milik santri yang sedang dicas di lantai dua pondok pesantren tersebut. Beruntung, api tidak merambat ke bangunan lain.

“Api diduga berasal dari hp milik santri lagi dicas di lantai atas,” ungkap saksi mata Ahmad Nur Murtako.

Saat kejadian itu terjadi, Ahmad Nur Murtako mengatakan, hanya ada 4 orang santri yang ada di pondok pesantren tersebut. Namun, ke-4 orang santri itu sedang tidak berada di lokasi kejadian.

“Saat itu santri itu sedang berada di rumah warga karena ada yang tahlilan,” katanya.

Sementara itu Komandan Regu (Danru) Damkar Sektor Leuwiliang Refgie Raullian membenarkan kebakaran tersebut terjadi diduga akibat adanya hubungan pendek arus listrik.

“Dari keterangan tiga orang santri di pondok pesantren itu ada hp yang sedang dicas kemudian terjadi korsleting listrik,” katanya.

Refgie Raullian mengatakan, pihaknya menerjunkan 2 mobil pemadam kebakaran dan 12 orang personil dari sektor Leuwiliang untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.

“Api kemudian dapat dipadamkan sekitar 1 jam kemudian,” katanya.

Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, satu bangunan pondok pesantren beserta isinya hangus terbakar.

“Karena sebagian santri saat itu sedang tahlilan di rumah warga,” katanya.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi kejadian, Kepala Desa Sibanteng, Didin Hapidudin langsung mengumpulkan warga untuk melakukan musyawarah dihadiri para tokoh masyarakat dan juga dua orang personil Satpol PP Kecamatan Leuwisadeng.

“Besok kita harus segera melakukan perbaikan pondok pesantren ini,” ungkap Didin Hapidudin 

Akibat kejadian tersebut, dia menyampaikan total kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

“Total kerugaian ditaksir mencapai Rp 100 juta. Saya juga mengimbau kepada masyarakat agat lebih berhati-hati saat melakukan pengecasan hp jangan sampai ditinggal agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tukasnya.

** Andres

Maling Beraksi di Puskesmas Cigudeg, Empat Hape Milik Pasien Hilang

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Sebanyak 4 buah handphone (hape) milik pasien rawat inap di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dikabarkan hilang diduga diambil pencuri.

Kepala Puskesmas Dr. Arvid Suhanda menjelaskan bahwa kronologi kejadian hilangnya hape itu terjadi pada Jumat pagi (09/12/22) pukul 03.00 WIB.

“Jadi, pasien itu laporan bahwa hapenya hilang dan memang saat itu kondisinya keluarga pasien sedang ramai,” ungkap Arvid saat dihubungi wartawan, Senin (12/12).

Dr. Arvid Suhanda menduga bahwa pelaku pencurian tersebut memanfaatkan situasi dan masuk ke area puskesmas seperti keluarga pasien. “Karena pada saat kejadian keluarganya pasien lagi banyak,” katanya.

Dr. Arvid Suhanda mengatakan, peristiwa itu terjadi di ruang perawatan pasien. “Laporan yang saya terima empat handphone itu saja,” katanya.

Hingga saat ini pihak Puskesmas juga belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Pihak puskesmas atau pun korban tidak dapat melihat pelaku karena kamera CCTV yang berada di lokasi kejadian juga tidak berfungsi.

“Kalau untuk keluarga pasien kemungkinan sudah laporan. CCTV itu juga rusak disambar petir, CCTV itu saat ini sedang dalam tahap pengajuan,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Arvid Suhanda mengatakan, kejadian kehilangan baru pertama kali terjadi di Puskesmas Cigudeg. “Sebelum-sebelumnya kan nggak. Jadi, ini juga menjadi intropeksi kami,” paparnya.

Dia menambahkan, kejadian tersebut bisa menjadi bahan perhatian warga ataupun pengunjung Puskesmas Cigudeg untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga barang-barang berharga. Pihak Puskesmas Cigudeg juga berjanji akan meningkatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terutama dalam pelayanan terhadap kunjungan pasien.

“Jadi, kami imbau bahwa dimanapun, kapanpun tetap untuk meningkatkan keamanan dalam menjaga barang-barang pribadi itu adalah dari kita untuk kita. Jadi, waspada dimanapun kita berada terutama tempat-tempat umum,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cigudeg Kompol Wagiman mengatakan, sampai dengan Sabtu, 10 Desember 2022 pihaknya belum menerima laporan terkait kehilangan telepon genggam di Puskesmas Cigudeg.

“Saya akan coba berkoordinasi dengan kepala puskesmas. Jadi, untuk menghindari kejadian serupa akan saya usulkan dipasang CCTV agar apabila ada pencurian lagi,” tukasnya.

** Andres

Angkot dan Truk Bikin Jalanan Leuwiliang Macet

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Kemacetan panjang kerap terjadi di Leuwiliang, khususnya di kawasan Cibatok hingga Cemplang. Kemacetan ini akibat banyaknya angkutan umum perkotaan (angkot) dan keluar masuknya kendaraan besar seperti truk.

Pantauan di Jalan Raya Cemplang, pukul 09.14 WIB terlihat kemacetan parah, baik dari arah Leuwiliang menuju Bogor maupun dari arah sebaliknya.

Tampak angkot menurunkan dan menaikkan penumpang, serta keluar masuknya kendaraan besar di pertigaan Cemplang dan Cibatok. Kemacetan diperparah saat anak-anak SD dan SMP bubar sekolah.

Meskipun adanya kemacetan yang mengular, namun tidak ada petugas kepolisian atau Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menangani arus lalu lintas di Leuwiliang.

“Biasa ini, sudah terjadi hampir setiap hari,” kata Gondrong, sopir angkot Jasinga Leuwiliang Bogor.

Kemacetan ini membuat sejumlah kendaraan pribadi menjadi kesal karena tersendatnya arus jalan ini sehingga memperlambat waktu perjalanan.

** Ocha Lubianti/js-uika

Ramzi Berikan Donasi Hingga Puluhan Juta Rupiah untuk Masjid di Cilebut

0

Sukaraja | Jurnal Bogor

Perbaikan Masjid Darussa’adah membuat Ramzi tergugah memberikan donasi hingga puluhan juta rupiah. Niat baik tersebut disampaikan Ramzi saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Kp. Babakan Masjid, Desa Cilebut Barat, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (11/12/22).

Ramzi berharap harta yang dikeluarkan dapat menjadi amal jariyah. “Untuk masjid yang sedang dibangun, itu betul ya bu masjid warga disini. Waktu itu lewat kang Agus saya sudah pernah memberikan sedikit bantuan dan hari ini mewakili ibu-ibu semua saya akan menyumbang lagi. Insya Allah mudah-mudahan biar cepat kelar dan bisa sholat lagi disana. Saya ikhlas tujuan saya mau dapet pahala, udah itu aja,”ujarnya.

Sementara pimpinan majelis ta’lim Nurul Hidayah Ustadz Sudrajat menyampaikan keterlibatan Ramzi sebagai donatur. “Alhamdulillah abi Ramzi termasuk donatur masjid Jami Darussa’adah. Abi Ramzi sudah nyumbangin shadaqahnya, dia lihat oh iya bener ini masjid lagi dibangun, dia bilang menaranya jangan diubah dan memang tidak diubah, alhamdulillah sebagai simbol karena kita rehab bukan bangunan awal,”ujarnya.

Dengan kedermawanan Ramzi, diharapkan dapat menjadi motivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, dan menggunakan harta dengan bijak dijalan Allah SWT.

** Maria Ulfah/js-uika

HIMPAUDI Kota Bogor dan Bihunku Dorong Kreativitas Anak

0

Bogor | Jurnal Bogor
Ribuan anak-anak di Kota Bogor mengikuti kegiatan Gebyar Lukis Layang-layang Kolaborasi Ibu dan Anak yang berlangsung di Lapangan Sepakbola luar (outdoor-red) GOR Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (10/12/2022).

Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Bogor dan PT FKS Food Sejahtera Tbk sebagai produsen Bihunku, bertajuk ‘Indahnya Lukisan Layang-layangku’.

“Kegiatan hari ini diinisiasi HIMPAUDI Kota Bogor dalam rangka meningkatkan kreativitas anak yang disuport Bihunku, ini sangat bagus untuk meningkatkan hubungan kedekatan antara ibu dan anak,” kata Bunda PAUD Kota Bogor Yane Ardian.

Yane menyampaikan latar belakangnya menyelesaikan pendidikan magister (S2) pada Program Studi Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak pada Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB.

Juga dalam tesisnya, Yane melakukan penelitian terhadap remaja-remaja di Kota Bogor dengan judul tesis ‘Pengaruh Interaksi Suami Istri, Interaksi Orangtua Anak dan Interaksi Teman Sebaya Terhadap Resiliensi Remaja. Dimana, hasilnya banyak anak remaja yang melakukan tindakan yang tidak diharapkan atau melanggar.

“Dan itu berawal dari ketidak dekatan ibu dan anak sejak usia dini. Makanya saya senang acara ini, kegiatan sangat positif bagaimana membangun dan menyadarkan orang tua bagaimana anak usia dini harga mati,” jelas istri Wali Kota Bogor Bima Arya ini.

Oleh karenanya, Yane meminta agar setiap orang tua harus membangun kedekatan yang terus dilakukan dan dibina agar memuliki hubungan yang harmonis.

“Diharapkan orang tua memiliki kesadaran yang tinggi, dan anak adalah investasi, aset, dan generasi yang mengangkat negara juga mengangkat derajat keluarga,” paparnya.

Sementara itu, dilokasi yang sama, Chief Marketing Officer FKS Food Sejahtera, Vienno Monintja memaparkan, kerjasama ini merupakan komitmen bersama untuk menciptakan generasi yang lebih baik sejak dini dengan edukasi masyarakat akan pentingnya sarapan bagi perkembangan anak-anak usia dini.

“Komitmen FKS Food untuk terus berinovasi dalam menyediakan makanan sehat dan praktis sejalan dengan upaya kami mendukung pemerintah untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik. Untuk itu Bihunku Seduh hadir memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin makanan instan kaya manfaat,” paparnya.

Setidaknya ada 1.500 anak dan 1.500 oang tua yang hadir dari sekolah TK dan PAUD yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor.

“Ini kota pertama di Indonesia, kedepannya ada di kota lain dan minggu depan di Bandung. Kegiatan diawali deklarasi dari Bunda PAUD tentang gerakan sarapan kaya manfaat bagi anak-anak usia dini. Kemudian melukis di layang-layang tapi tidak dilombakan, ada juga lomba masak ibu PAUD juga,” tukasnya.

** Handy Mehonk 
 

Ramzi Antusias Hadiri Peringatan Maulid Cilebut Barat

0

Sukaraja | Jurnal Bogor

Peringatan maulid yang diselenggarakan majelis ta’lim Nurul Hidayah pada Minggu, (11/12/22) tepatnya di Kp. Babakan Masjid, Desa Cilebut Barat, Sukaraja, Kabupaten Bogor, kembali dihadiri Ramzi untuk kedua kalinya. Ramzi mengaku memiliki kedekatan dengan Bogor sehingga antusias hadiri undangan.

Ramzi foto:mtnurulhidayah

“Ini tahun kedua saya datang ke tempat ini. Tahun lalu saya cerita abah saya kakek saya semuanya memang dari Bogor di Empang sana, jadi saya memiliki kedekatan dengan Bogor,”ujarnya

Peringatan maulid juga dihadiri Ustadz Maulana  Bashil Arsalan yang kerap dipanggil Ustadz Jaka Cinta. Materi tausiah menekankan pentingnya mensyukuri nikmat. “Tidak akan dapat dirasakan nikmat waktu muda kalau sudah tua, tidak akan dapat dirasakan nikmat sehat kalau sudah sakit, tidak akan dapat dirasakan nikmat keselamatan dari Allah kalau sudah datang bala atau musibah.”

Selanjutnya, Ustadz Jaka Cinta menyampaikan tausiah perihal tiga perkara yang manusia lupa. “yang pertama, kalau zina sudah dianggap biasa. Di perkotaan, pedesaan perzinaan sudah dianggap biasa, para pemimpin dan rakyat-rakyatnya berzina, maka siap-siap Allah SWT akan berikan bala dan musibah. Yang kedua Kalau minuman khamr dianggap sebagai minuman biasa. Pejabatnya, rakyatnya, nimum-minuman keras, orang  tuanya, pemudanya minum khamr, maka siap-siap Allah berikan bala dan musibah, naudzubillah. Yang ketiga kalau musik-musik dunia sudah melalaikan manusia, lupa untuk berdzikir kepada Allah dan bersholawat kepada Rasulullah, maka siap-siap Allah turunkan bala dan musibah.”

Dengan antusias Ramzi menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, diharapkan dapat menjadi motivasi untuk seluruh umat muslim untuk mencintai dan meneladani Rasulullah SAW, apapun jabatan dan profesinya.

** Maria Ulfah/js-uika