26.5 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 766

Perenang Perairan Terbuka Kabupaten Bogor Sabet Medali Perak

0

Pangandaran | Jurnal Bogor

Atlet Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Bogor, atas nama Fadhil Ayman Hanif, berhasil meraih medali perak di nomor 2000 meter renang perairan terbuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022, yang berlangsung, di Danau Embung, Kabupaten Pangandaran, Kamis (3/11/2022).

“Alhamdulilah hari ini di nomor 2000 meter mampu meraih perak, meskipun ada kendala mungkin ketika akan memutar kerap dempet-dempetan dengan bann, atapi hasil ini sudah sangat maksimal,” kata Fadhil Ayman Hanif ketika ditemui wartawan usai pertandingan.

Fadhil mengaku untuk venue pertandingan kadang dingin kadang juga panas dan suhunya sering berubah setiap tempat tapi harus bisa adaptasi.

“Target minimal tiga besar sudah cukup dan terima kasih kepada semua pihak yang mendoakan selama jalannya pertandingan, sehat terus semuanya,” kata Fadhil.

Sementara Manajer Tim Cabang Olahraga Renang Pedri Haryanto mengungkapkan, pihaknya bersyukur atas raihan prestasi yang ditampilkan atletnya di nomor 2000 meter.

“Alhamdulilah untuk Kabupaten Bogor bagi fadil walaupun tidak mendapat emas tapi hasilnya sudah maksimal di medali perak,” kata Perdri.

Selain itu ia menambahkan, dipertandingan ini berat juga lawannya dan sudah terukur untuk 2000 meter ini, tapi atlet berusaha maksimal diurutan kedua.

“Dipertandingan besok dua emas kita targetkan di nomor 5000 meter putra dan putri doakan saja,” tutupnya.

Sementara urutan pertama pertandingan nomor 2000 meter diraih Kabupaten Cirebon atas nama Muhamad Samudera, posisi kedua Kabupaten Bogor, Fadhil Ayman Hanif dan podium ketiga ketiga diraih atlet Kota Bandung Rafid Noval Kusnadi.

** asep syahmid

Tim Equstrian Kabupaten Bogor Sabet Emas Dressage Individu U-21

0

Bandung | Jurnal Bogor

Tim Berkuda Kabupaten Bogor kembali meraih emas kedua di nomor Dressage Individu U-21 atas nama Rafi Fatinaya yang berlangsung
di Denkavkud, Parongpong Kabupaten Bandung Barat, Kamis (03/11/2022).

“Alhamdulilah tim berkuda kembali mempersembahkan emas kedua di nomo Dressage Individu U-21 dan sore ini masih ada satu pertandingan semoga emas lagi,” ungkap Ketua KONI Kabupaten Bogor Junaedi Samsudin ketika mengunjungi atletnya usai pertandingan.

Ia menjelaskan, tambahan medali emas tentu menambahkan motivasi atlet lain untuk lebih memberikan hasil yang maksimal karena masih banyak pundi media yang akan diraih.

“Kami mengucapkan selamat kepada atlet yang sudah berjuang maksimal, dan pesan saya jadikan motivasi dari cabor berkuda karena mereka telah meraih dua emas dan satu perak,” jelasnya.

Senada dikatakan, Atlet peraih emas Rafi menuturkan sangat bersyukur mampu meraih medali emas dan ini hasil latihan dari tim yang selalu kompak.

“Kalau kendala ada tapi pas pemanasan kuda tidak relaks, namun ketika bertanding menjadi santai dan bisa membukukan nilai maksimal,” ucapnya.

Selain itu ia juga sudah menduga bisa mendapatkan medali emas di nomor individu meskipun sempat tegang ketika awal pertandingan.

“Yang terpenting banyak doa dan latihan, serta percaya proses, dan selanjutnya fokus latihan lagi jumping agar bisa kembali menyumbangkan emas sebanyak-banyaknya,” kata Rafi.

Sementara Ketua Pordasi Bibit Sucipto mengungkapkan, ini adalah medali kedua, dan kemarin melalui tim U21, dan memang semuanya terukur sehingga atlet bisa komitmen.

“Porda selanjutnya menjadi tantangan sangat berat tapi kami bersyukur strategi sesuai dengan harapan atlet, hanya satu meleset kelas open tapi masih ada satu nomor pertandingan di sore nanti semoga dapat emas lagi,” ungkapnya.

Bibit menuturkan hari ini pertandingan terkahir dan mulai tanding kembali hari Sabtu di nomor berikutnya yakni jumping.

“Target 4 emas kalau hari ini meraih lagi artinya bisa melampaui kalau tuhan mengizinkan raihan atlet di nomor selanjutnya,” katanya.

Pertandingan tadi tim Dressage Individu U-21 Kabupaten Bogor meraih emas dengan hasil point perolehan 68,525 persen, medali perak diraih Kabupaten Bekasi nilai 68,083 persen dan perunggu dari Kabupaten Bekasi dengan nilai 65,483 persen.

** Asep Syahmid

Sukseskan Ketahanan Pangan, Kelompok Tani di Desa Ciawi Ikut Bimtek

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Sebanyak 30 warga Desa Ciawi, Ciawi, Kabupaten Bogor, mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) ketahanan pangan. Kegiatan edukasi terhadap warga itu, merupakan upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Ciawi untuk mensukseskan program ketahanan pangan dan hewani di wilayahnya.

Kepala Desa (Kades) Ciawi, Nana Sumarna mengatakan, program ketahanan pangan dan hewani yang digagas pemerintah pusat ini, harus didukung oleh semua desa. Sehingga, program yang anggarannya dialokasikan didalam Dana Desa (DD) sebesar 20 persen, dapat terlaksana dengan sukses sesuai yang diinginkan pemerintah.

“Makanya warga yang masuk kedalam kelompok tani harus mengikuti kegiatan bimtek ini,” ujarnya kepada Jurnal Bogor melalui pesan WhatsApp usai kegiatan Bimtek di lokasi SH Farm didepan Amaliah, Ciawi, Kamis (3/11).

Nana menjelaskan, pentingnya Bimtek diberikan kepada warga yang merupakan para kelompok tani ini. Pasalnya, tidak semua kelompok tani yang akan mendapatkan bantuan dari program ketahanan pangan dan hewani tersebut, menguasai bidang pertanian.

“Melalui Bimtek sekarang, para kelompok tani dapat melaksanakan program pemerintah dengan baik dan berkelanjutan,” paparnya.
Nana pun menjelaskan terkait kegiatan Bimtek di lokasi SH Farm. Alasannya, karena di Desa Ciawi, kebanyakan yang mendapatkan bantuan ketahanan pangan itu, para kelompok wanita tani (KWT).

“Nantinya KWT ini akan melaksanakan program ketahanan pangan dan hewani dengan menanam sayuran atau pertanian berbasis Hidroponik seperti SH Farm,” jelasnya.

Untuk itu, sambung Nana, yang menjadi narasumber dalam Bimtek dan sekaligus launching program ketahanan pangan di desanya, yakni pendamping desa, penyuluh pertanian serta Direktur atau pemilik SH Farm.

“Kami undang semuanya dan sekalian menjadi narasumber untuk peserta Bimtek,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan Bimtek dan juga launching program ketahanan pangan tersebut, dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciawi, serta Ketua BPD Desa Ciawi.

“Harapan saya dengan kegiatan ini, program ketahanan pangan dan hewani di Desa Ciawi, berdampak positif terhadap warga dalam hal perekonomian,” imbuhnya.

Sementara, Ketua KWT Hidroponik Almina Desa Ciawi, Erty Budiarty mengapresiasi kegiatan Bimtek yang dilakukan Pemdes Ciawi kepada warga penerima bantuan program ketahanan pangan dan hewani.

Erty mengaku, melalui kegiatan yang dilaksanakan di lokasi SH Farm, warga menjadi lebih tahu cara bercocok tanam atau bertani sayuran yang sehat dan cepat panen tanpa harus menghabiskan lahan luas.

“Bertani sayuran dengan cara Hidroponik ternyata lebih cepat panen, tanpa harus menunggu waktu lama. Makanya bertani dengan cara Hidroponik akan kami lakukan agar program ketahanan pangan yang kami terima, bisa berkembang di Desa Ciawi,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

Tanah Perhutani Digaruk Penggali Ilegal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

PT. Prima Maju Jaya (PMJ) meminta dinas terkait segera menutup galian ilegal di kawasan Perhutani di Blok Pasir Saga, Kampung Cibunut RT 12 RW 06, Desa Lingarmukti, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Pihak PT PMJ sendiri mengklaim telah memiliki izin garap di blok tersebut.

Pihak dari PT PMJ Yadi mengatakan, galian liar itu sudah berjalan hampir satu minggu  diatas tanah garapan yang izinnya punya PT PMJ. “Ya, galian liar itu berada di areal kawasan Perhutani, sekaligus diatas tanah garapan kita, dan juga yang digali juga itu disurat pertek izinnya perusahaan PT. PMJ. Masuknya pengusaha galian tersebut tidak ada komunikasi dengan PT. PMJ,” ucap Yadi kepada Jurnal Bogor, Kamis (03/11).

Ia juga menyampaikan, sebelumnya kondisi area disana tidak ada jalan tembus sama sekali, dan akhirnya PT PMJ membuat jalan hingga pemadatan. 

“Perlu juga diketahui, dulu itu disana tidak ada jalan namun kita pindah kesini, sekaligus kita yang bentuk sampai bisa padat, tujuannya menghubungkan Kampung Sodong dengan Klapanunggal, alhamdulillah masyarakat tidak perlu mutar lagi,” jelasnya

Pembebasan lahan untuk jalan waktu itu, kata Yadi, PT. PMJ membebaskan tanah warga untuk pembuatan jalan dan membelinya kepada warga yang memiliki lahan disitu. 

“Nah dengan adanya sekarang pengusaha masuk disana tentunya itu juga harus dipikirkan, dan perlu diketahui juga waktu itu jalan kita yang bebasin ke warga, kita bayar puluhan juta baru kita bisa buat jalan itu hanya demi kepentingan umum,” cetusnya

“Dengan adanya pengusaha galian diatas itu, yang jelas secara undang-undang udah pidana, karena menggali di kawasan Perhutani sekaligus di sana areal pertek perizinannya PMJ dan tiap bulannya itu PMJ bayar pajak,” jelasnya.

Sementara Kasitrantib Pol PP Kecamatan Klapanunggal Atma mengatakan, belum ada peninjauan lokasi, karena sedang sakit, tapi sudah ada informasi terkait galian tersebut, dan sudah membuatkan surat untuk penutupan. 

“Saya juga belum meninjau kesana, hampir dua bulan saya tidak ngantor lagi sakit, tapi kemarin sudah kirim anggota untuk buat surat penghentian kegiatan, saya dapat informasi melalui WA aja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pengusaha galian tersebut akan datang ke kantor Kecamatan Klapanunggal untuk bertemu. 

“Rencananya besok pengusaha galian akan datang ke kecamatan ketemu dengan saya juga dengan pak camat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Belum Juga Ada Jalan Keluar, Soal Tanah Makam Digelar Musdes Lagi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) membahas penyelesaian tanah wakaf makam yang diklaim salah satu ahli waris di aula Kantor Desa Nagrak, Rabu (2/11/22).

Akibat digusurnya pemakaman umum di Kampung Cohak, Desa Nagrak oleh pihak jalan tol kini menjadi polemic. Pasalnya salah satu warga yang menjadi ahli waris mengakui bahwa tanah tersebut milik keluarganya sesuai berkas yang dimilikinya.

Ketua BPD Desa Nagrak Amad Sugiana mengatakan, musyawarah ini terkait penjelasan status tanah makam, apakah itu sejarahnya tanah hak milik atau tanah kas desa. 

“Berkumpulnya kami di kantor desa ini untuk menyelesaikan permasalahan tanah makam, dan kami juga membutuhkan keterangan para tokoh agar tidak salah dalam administrasi tanah makam tersebut,” ucap Amad Sugiana kepada Jurnal Bogor, Kamis (03/11).

Ia juga menjelaskan, permasalahan tanah makam ini sudah lama terjadi, bahkan sudah 4 kali dimusyawarahkan belum juga ada titik temu.

“Kami sudah menempuh musyawarah kepada pihak-pihak yang terlibat, karena memang selalu ada perselisihan pendapat, maka hari ini saya adakan musyawarah khusus terkait permasalahan makam ini,” paparnya.

Adanya lokasi pemakaman yang baru, kata Amad, sejauh ini baru 3 lokasi yang ditawarkan, tapi semua itu harus persetujuan kedua belah pihak. 

“Ada dua titik yang ditawarkan untuk pemakaman yang baru oleh ahli waris maupun oleh lingkungan, tapi kami juga menunggu hasil musyawarah ini kejelasannya seperti apa, tapi sudah disurvei sudah ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju, masalah pro kontra kan itu wajar-wajar aja,” ujarnya.

“Dalam hal ini desa atau BPD yang jelas menyerahkan semua kepada masyarakat, apa yang diputuskan masyarakat itulah keputusan desa,” jelasnya

Ia juga memaparkan keputusan musyawarah kali ini sudah mengerucut, karena intinya apa yang disampaikan meminta keterangan tokoh masyarakat dan intinya untuk kepentingan umum 

“Artinya kami tinggal memanggil orang-orang tertentu untuk melengkapi admnistrasi, jalan mana yang kami tempuh. Karena kami juga tidak mau salah dalam hal ini, apakah kami maju dengan yang punya hak milik atau kas desa terkait admnistrasi, jadi selanjutnya kami akan adakan musyawarah lagi,” bebernya.

Amad Sugiana berharap musyawarah yang kedua ini adalah musyawarah yang terakhir karena semua tujuannya sama untuk kepentingan masyarakat. 

“Saya berharap semuanya bisa kondisif, apalagi ketika permasalahan ini terjadi dengan permasalahan yang sifatnya umum,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Jalan Provinsi Jabar tak Kunjung Diperbaiki

0

Cariu | Jurnal Bogor 

Jalan rusak di Jalur Cariu – Loji Desa Sukajadi, Cariu, Kabupaten Bogor  yang masih  dibawah wewenang Pemprov  Jawa Barat  hingga saat ini belum juga mendapatkan perhatian.

Padahal, keberadaan jalan tersebut begitu besar manfaatnya bagi masyarakat ataupun pengunjung yang datang dari luar daerah seperti Karawang selalu melintas di jalan tersebut.

Joni Castaro, warga sekitar mengaku geram melihat jalan yang setiap hari mereka lewati rusak, namun sampai sekarang tidak mendapatkan tanggapan positif karena jalan tersebut tetap saja saat hujan akan digenangi air dan jalan akan berlubang membuat kubangan besar.

“Tak jarang, ada saja kendaraan yang kandas di tengah jalan yang memang berlubang, ada kubangan di beberapa titik, bagaimana kendaraan mau lewat dengan baik?, seharusnya memang ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Jabar, mengingat kami sudah lama berharap jalan ini diperbaiki,” papar Joni Castaro kepada Jurnal Bogor Kamis (3/11).

Jalan itu kata dia begitu dibutuhkan karena jalan ini dapat tembus ke Kabupaten Karawang. “Kalau lewat jalan sini seperti ada gelombang daratnya tapi mau bagaimana lagi, kami beraktivitas setiap hari melalui jalan ini, suka tidak suka harus dilalui hanya berharap Pemerintah Provinsi Jabar mau fokus, membuka mata, memperhatikan kebutuhan masyarakat , terutama dalam hal akses jalan,” paparnya.

Ia menilai, jika saja jalan ini jatuh wewenangnya ke tangan Pemerintah Daerah, mungkin sudah lama jalanan ini mulus maksimal, jalan sekitar 2 Km ini sangat rawan dilalui saat malam hari, sebab minim penerangan jalan yang memadai, hanya berharap penerangan dari pemukiman masyarakat yang ada di sekitarnya saja.

Kasubag TU UPT PUPR Jonggol Sunarip saat dikonfirmasi mengatakan, Jalan Cariu Desa Sukajadi bukan termasuk dalam wewenang ranah Dinas PUPR Kabupaten Bogor, melainkan wewenang dari Provinsi Jawa Barat.

“Memang jalan Cariu – Loji Desa Sukajadi menuju Kabupaten Karawang itu masuk wewenang Pemprov, dan kami tidak bisa berbuat banyak meski jalannya rusak dan dikeluhkan masyarakat, tapi kami akan upayakan untuk melaporkan akses jalan yang dibutuhkan agar segera dibenahi,” pungkasnya.

** Ramses/Nay 

Pemdes Cileungsi Launching Program Ketahanan Pangan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Ketersediaan pangan yang dapat dijangkau berbagai pihak mampu ikut menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global. Maka dari itu, ketahanan pangan perlu menjadi fokus untuk ditingkatkan dengan mewujudkan pangan yang berdaulat (food sovereignty) dan mandiri (food resilience). Program ketahanan pangan inilah yang menjadi salahsatu fokus Pemerintah Desa Cileungsi untuk tahun 2022. 

“Setelah kemarin kita selesai mengerjakan Greenhouse dan media untuk hidroponik, saatnya kita berkumpul untuk melaksanakan pelatihan dan sekaligus launching semai hidroponik,” kata Sekretaris Desa Cileungsi, Supendi kepada Jurnal Bogor, Kamis (03/11).

Menurutnya, untuk tahun ini Pemerintah Desa Cileungsi memfokuskan empat kelompok dari empat titik lokasi untuk menyukseskan program ketahanan pangan hidroponik.

“Untuk program hidroponik ada empat kelompok yang kita sampaikan kepada KRL di Desa Cileungsi. Satu KRL Sekar Harum yang ada di Grand Harmoni, dua KRL Sahabat Pelangi yang ada di Kampung Pelangi, tiga KRL Taman Asri di Kampung Tengah RW 03 dan yang keempat KRL Hijau Berseri ada di Perumahan Cileungsi Hijau,” paparnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Pemerintah Desa Cileungsi menganggarkan untuk ketahan pangan ini bukan hanya untuk ketahanan pangan nabati, namun termasuk ketahanan pangan dengan hewani.

“Program ini, program dari Pemerintah Pusat terkait Ketahanan Pangan tingkat desa anggaran tahun dua ribu dua dua. Kami Pemerintah Desa Cileungsi menganggarkan untuk Ketahan Pangan ini untuk enam kelompok, empat kelompok untuk di Nabati, dua kelompok di Hewani. Hewani kita mengalokasikan untuk budidaya ikan tawar, dimana dikelola oleh teman-teman Karang Taruna Desa yang kesatu, yang kedua oleh rekan-rekan yang ada di Kampung Cikalagan,” ujarnya.

Supendi berharap program ketahanan pangan ini bisa menjadi program yang berkelanjutan dan terus dikembangkan guna menciptakan kemandirian pangan dan membangkitkan potensi perekonomian di masyarakat.

“Artinya program ini kita sampaikan kepada masyarakat dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Artinya juga ini adalah awal dari program ketahanan pangan, mudah-mudahan tahun depan dapat dianggarkan kembali oleh pemerintahan pusat melalui Dana Desa,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

PMI Jasinga Gelar Aksi Donor Darah, Kegiatannya Tiga Bulan Sekali

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor menggelar aksi donor darah. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ponpes Asaefurohi menggandeng Yayasan Asaefurohim Sulaimaniyah.

Ketua PMI Jasinga, Esa Asmarina mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap 3 bulan sekali. Bahkan animo masyarakat pada  kegiatan tersebut cukup antusias.

“Alhamdulillah kegiatannya diminati masyarakat, dan sebenarnya ini program kerja PMI Kecamatan Jasinga per 3 bulan sekali,” katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, kerjasama yang dilakukan antara PMI Jasinga dan Pondok Pesantren Asaefurohim dilihat dari kondisi dan situasi, yang mana fasilitas tempat serbaguna sangat memadai.

“Karena kondisi tempat yang mendukung adalah di aula serbaguna Asaefurohim,” sebut Rini sapaan akrab.

Kata dia, bahwa target yang dicapai PMI Kecamatan Jasinga sangat memuaskan. Karena, kata dia. terlihat dari antusiasnya masyarakat. Terlebih donor darah tersebut sudah terfasilitasi.

“Targetnya dari setiap kegiatan dapat 100 kantong darah, dan sudah 4 kali kegiatan tercapai terus, mudah-mudahan hari ini tercapai,” paparnya.

“Sekarang mulai terlihat antusiasnya masyarakat yang mulai bertanya dengan kegiatan ini. Sekarang sudah terfasilitasi, masyarakat sudah tau dan mulai mau mendonor darah,” tukasnya.

** Andres

Dua Sertifikat Nasabah Dipindah Tangan, BRI Terancam Dilaporkan ke Polda Jabar

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Nasabah Cepi Supriatna akan melaporkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pembantu Leuwiliang dan BRI Unit Jasinga terkait dugaan penggelapan sertifikat agunan pinjaman. 

Pasalnya, dua lembar sertifikat yang sebelumnya digunakan sebagai agunan itu, kini telah berpindah tangan tanpa pemberitahuan dan seizin pihak nasabah.

Cepi Supriatna mengaku memiliki utang di BRI Cabang Pembantu Leuwiliang dan Unit Jasinga senilai Rp 500 juta pada KCP BRI Leuwiliang tertanggal tambahan plafon pada 17 Januari 2018.

Dia mengaku menjadi nasabah BRI KCP Leuwiliang sejak 18 Januari 2017 silam. Namun, sebelum dilunasi kredit tersebut macet pada saat Covid-19 melanda. Dia melakukan pelunasa di BRI Leuwiliang pada 22 Desember 2021 dengan nilai sebesar Rp 251.491.210. Lalu pada 10 Januari 2022 dengan nilai sebesar Rp 298.008.790 dan juga pada 10 Januari 2022 sebesar Rp 77.114.220.

“Sampai detik ini belum lunas juga, dan masih tersisa utang sebesar Rp. 32.447.258 di Bank BRI Cabang Pembantu Leuwiliang,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (03/11/22).

Ia mengaku tidak pernah menerima surat tagihan atau pemberitahuan apapun dari pihak bank. Ia pernah menanyakan sisa utang yang ada di BRI Cabang Pembantu Leuwiliang. Pihak bank mengatakan sisa utang masih sekitar Rp 32 jutaan.

Namun pada Juni 2022, pihak Nasabah Cepi Supriatna dibuat kaget karena ternyata dua sertifikat yang ada sudah berpindah tangan. Pihak bank memberitahukan seseorang telah melunasi utang tersebut pada Juni 2022.

“Kami kaget karena pihak bank tidak pernah memberi surat atau pemberitahuan apapun. Tetapi tahu-tahu sertifikat agunan sudah berpindah tangan. Kami juga tidak tahu maksud dari pihak Bank BRI yang telah memindah tangankan agunan dua sertifikat saya,” ujar Cepi.

Saat ini, kasus dugaan penggelapan sertifikat itu akan dia laporkan ke Polda Jabar. Pihaknya berharap sertifikat tersebut dapat kembali ke tangannya. Ia juga sudah melakukan konfirmasi kepada pihak bank namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Ia berharap mendapatkan penjelasan yang jelas karena pihaknya tidak pernah mengambil atau belum melunasi pinjaman bank tersebut. Cepi menerangkan dia tidak pernah melakukan tanda tangan apapun terkait lelang atau perpindahan nama agunannya kepada pihak lain.

“Kami selaku nasabah merasa tidak tahu apa yang dilakukan oleh pihak BRI, dan kami merasakan adanya kejanggalan dalam melakukan proses lelang agunan saya. Bank BRI diduga telah melakukan penggelapan nama sertifikat tanpa persetujuan dari pemilik sertifikat. Jika ditotal, nilai sertifkat itu mencapai sekitar Rp 3 miliar,” katanya.

Dia mengaku, selaku nasabah BRI Unit Jasinga dengan nomer rekening pinjaman 48000101017XXXX, dengan kategori menurut saya Lancar. Dan nasabah BRI KCP Leuwiliang dengan nomor rekening pinjaman 2274100005XXXX dengan kategori tidak lancar.

“Namun kenapa dua buah SHM saya yang dijaminkan ke BRI telah berubah dan berganti nama ke atas nama Rizwan Sugihartono tanpa seizin atau pemberitahuan baik dari pihak unit KCP dan Rizwan Sugihartono,” ucapnya.

“Ini sangat mengejutkan sekali bagi saya, apa lagi sampe saat ini utang saya di BRI KCP Leuwiliang belum lunas, dua SHM yang saya jaminkan itu ke Bank BRI sudah beralih nama orang, dan saat ini dalam penguasaan orang lain. Kenapa belum  lunas dan masih berutang tetapi jaminan saya bisa berpindah dan berganti nama ke orang lain,” tambahnya.

Terpisah Kepala Cabang Pembantu BRI Leuwiliang Agus Ringgo saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon enggan memberikan penjelasan. “Maaf, urusan tersebut tidak ada hubungannya dengan bapak, coba bapak tanya langsung ke Pak Cepi saja,” tukasnya.

** Andres

Seorang Ayah di Depok Tega Bunuh Istri dan Anaknya

0

Bogor | Jurnal Bogor

Cekcok urusan rumah tangga seorang ayah tega membunuh istri dan anaknya berusia 12 tahun, Kayla di rumahnya di Cluster Pondok Jatijajar RT 03 RW 08 kelurahan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, Rabu (02/11/2022).

“Awalnya itu sekitar jam 05.15 cekcok tuh,  akhirnya kejadian leher anaknya digorok terus jarinya di bacokin sampe putus pake golok. Istrinya juga dibacokin sampe urat tangannya putus, terus belakang kepalanya juga dibacok,” kata Roy Al, petugas keamanan perumahan tersebut.

“Terus pas abis ngebacokin itu dia keluar duduk di teras ngopi sambil megang golok berlumuran darah,” lanjutnya.

Dia mendatangi rumah tersebut pada pukul 06.00 WIB si anak sudah tidak bernyawa dan ibunya masih  hidup memanggil-manggil meminta tolong. Roy membawa korban ke rumah sakit terdekat, namun tidak sanggup menangani karena kondisi korban penuh luka dan akhirnya Roy membawanya ke RS Sentra Medika dalam keadaan si korban kritis.

“Padahal sebelum kejadian itu dia sempat shalat berjamaah di masjid terus kelihatan ngebuang sabu tapi akhirnya ada yang nemuin itu,” ungkap Roy.

Polisi yang mendapat laporan segera berdatangan dan langsung membawa pelaku ke Polres Depok. Pelaku yang diketahui bernama Rizky ini tidak memberi keterangan apapun selain berbicara menyesal atas apa yang sudah ia lakukan.

Warga setempat menyebutkan kondisi Rizky syaraf otaknya sudah terganggu kecanduan narkoba jenis sabu-sabu, sampai ia bisa berbuat tega membunuh sadis seperti itu.

Rizky saat konferensi pers yang dilansir dari Republika mengaku mengkonsumsi sabu dan sakit hati dengan istrinya.

“Kalau sama istri misalkan, saya kasih penghasilan saya, berapapun jumlahnya, berapapun nilainya tidak pernah dihargai. Saya kerja karyawan swasta. Jadi berapapun saya kasih, berapapun perjuangan saya tidak berharga,” jelas Rizky.

**Ananda Syiva Fauzia/cj-jb