29.9 C
Bogor
Saturday, May 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 733

Ujian Tambahan, 1 Bakal Calon Gugur 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Pemerintah Kecamatan Babakan Madang mengadakan ujian tambahan untuk 4 bakal calon Kepala Desa Cipambuan yang diadakan di aula Kantor Kecamatan Babakan Madang, Rabu (07/12).

Dalam tes ujian tambahan tersebut turut dihadiri Kasie Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Daerah (DPMD) Kabupaten Bogor Rudi Hermawan, Sekretaris Camat Babakan Madang Iskandar, Kapolsek Babakan Madang, Danramil Babakan Madang Kapten Yuki, serta saksi dari para bakal calon Kepala Desa Cipambuan.

Iskandar menjelaskan, poin-poin hal yang menjadi penilaian dari 4 bakal calon tersebut, mulai dari tingkat pendidikan, pengalaman berkecimpung di pemerintahan, pengalaman berkecimpung di organisasi, dan ujian tambahan wawasan pengetahuan Pancasila dan soal pemerintahan.

“Semua hal ada poin-poin yang akan diberikan, dan apapun hasilnya nanti diharapkan semua legowo sesuai dengan pakta integritas yang dibacakan sebelum dimulainya kegiatan ujian tambahan ini,” jelas Iskandar.

Sementara Camat Babakan Madang Aden mengucapkan selamat berkompetisi untuk yang lolos seleksi pada ujian kali ini. “Dan untuk yang belum lolos diharapkan legowo, dan apa yang menjadi kekurangan ketidaklolosan kali ini bisa menjadi pembelajaran untuk disempurnakan lagi jika ingin mengikuti pemilihan Pilkades serentak nanti,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil ujian tambahan yang diikuti oleh 4 bakal calon meliputi tes UUD 1945 dan Pancasila, tentang pemerintahan dan pembangunan desa dan Bahasa Indonesia. Adapun nilai yang di peroleh para bakal calon ialah : 

1.Adi Nugroho dengan nilai 410
2. Dadang Darajat dengan nilai 380
3. Karni S Koto dengan nilai 210
4.Burdah dengan nilai 130

Dari hasil perolehan tersebut, Burdah tidak bisa lanjut untuk mengikuti pemilihan Kepala Desa Antar Waktu yang akan diselenggarakan pada 18 Desember 2022 mendatang.

** Nay Nur’ain

Dewan Minta MI Nurul Huda Skala Prioritas

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi menyoroti  bangunan rusak sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda yang terletak di Kampung Citempuan RT 01 RW 09, Desa Banyuresmi, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Menurut Ridwan, pembangunan sekolah tersebut harus menjadi skala prioritas.

“Kewenangannya memang ada di Kemenag. Tetapi, pemerintah daerah tidak juga membiarkan hal ini karena memang kapasitas anggarannya tidak memadai kalau tidak salah itu ada dana hibah sebesar Rp 50 juta, memang harus dipahami bagaimana sekolah yang kondisinya rusak berat itu diajukan kepada pemerintah melalui Kemenag melalui Disdik,” ungkap Ridwan Muhibi saat dihubungi wartawan beberapa waktu lalu.

Politisi partai Golkar itu mengatakan, kondisi sekolah MI di Kabupaten Bogor sangat memprihatinkan.

“Terkait MI kan banyaknya di wilayah Bogor Barat termasuk dapil IV, dapil V dan di berbagai dapil juga banyaklah dari dapil I sampai dengan dapil VI ini. Dari 40 kecamatan ini memang ada data yang rusak ringan, sedang dan rusak berat ini data kita tidak berubah-ubah karena cuaca yang memang ekstrem hari ini, banyak juga yang bocor dan lain sebagainya,” katanya.

Ridwan Muhibi mengingatkan kepada Kepala Sekolah MI Nurul Huda untuk segera meminta Kasie Pendidikan dan Kesehatan, Kecamatan Cigudeg untuk segera didaftarkan ke Sistem Informasi Perangkat Daerah (SIPD), setelah itu pihaknya akan membantu mendorong agar sekolah tersebut menjadi skala prioritas.

“Setelah itu nanti kasih ke kita nanti kami akan kirim ke Disdik untuk menjadi skala prioritas,” katanya.

Ridwan Muhibi menjelaskan, terkait pembangunan pondok pesantren dan prasarana ibadah merupakan visi misi Bupati Bogor.

“Tetapi, itu harus menjadi sekala prioritas jangan sampai itu kegiatan belajar mengajar di luar sekolah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah siswa MI Nurul Huda terpaksa menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) di teras atau pekarangan rumah warga.

Pasalnya, gedung sekolah yang memiliki 4 lokal ruang kelas yang terletak di Kampung Citempuan RT 01 RW 09  Desa Banyuresmi, Cigudeg, Kabupaten Bogor kondisinya rusak. 

Ada 232 siswa dari empat kelas, dua kelas diantaranya oleh pihak sekolah dijadikan satu ruang karena mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut sudah berangsur belasan tahun, padahal sekolah itu satu-satunya sekolah yang banyak diminati. Bahkan masyarakat desa tetangga pun mendidik anaknya ke sekolah tersebut.

** Andres

Kerahkan Alat Berat, Tumpukan Sampah di Terminal Leuwiliang Dibersihkan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor 

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam menjaga kebersihan lingkungan, Satuan Pelayanan (Satpel) Terminal Tipe B Leuwiliang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UPT Jalan dan Jembatan  wilayah V serta UPT Dinas Perhubungan berikut petugas pemadam kebakaran (Damkar) di wilayah Leuwiliang, serta Paguyuban Pedagang Kecil (PPK) terlibat aksi membersihkan sampah yang sudah lama menumpuk.

Kepala Terminal Leuwiliang tipe B Wahyu Hidayat mengatakan, sengaja membersihkan sampah di kawasan terminal yang selama ini dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang kini dibersihkan menggunakan alat berat.

“Tentu saja menjaga kebersihan di area Terminal Leuwiliang salah satu bagian tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Bersih-bersih ini dilakukan, salah satu aspek penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat serta calon penumpang,” ujar Wahyu kepada Jurnal Bogor, Rabu (7/12).

Tidak sampai disitu, termasuk saluran air yang tersendat menjadi sasaran dalam upaya pembenahan Terminal Leuwiliang.

Terlihat belasan dump truck pengangkut sampah hilir mudik yang kemudian dibuang ke TPA Galuga. Momentum ini diharapkan bisa berjalan selaras dan berkesinambungan dalam upaya mengingatkan masyarakat, sebab pentingnya menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah di sembarang tempat

“Karena menjaga kebersihan lingkungan tentu tanggung jawab bersama. Kami berterimakasih atas kontribusi pihak terkait yang telah bekerjasama untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut,” tandasnya.

** Andres

Kobong Pesantren di Jasinga Hangus Terbakar

0

Hampir Tiga Jam Api Baru Padam

Jasinga | Jurnal Bogor 

Sebuah bangunan kobong Pesantren Darul Pikar yang terletak di Kampung Pasirnangka RT 01 RW 06 Desa Cikopomayak, Jasinga, Kabupaten Bogor hangus terbakar si jago merah. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (06/12/2022) sekitar pukul 23:30 Wib. Diduga si jago merah timbul dari korsleting listrik sehingga menghanguskan bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu itu.

Pemilik pesantren Ibnu Maliki mengatakan, untuk memadamkan kobaran api itu dirinya dibantu masyarakat dan pemadam kebakaran (Damkar). Sementara dia menduga api berasal dari korsleting listrik 

“Kejadiannya sekitar pukul 23:30 api secara tiba-tiba membesar dari kamar kobong yang berada di lantai atas, alhamdulillah tadi kerjasama masyarakat sekitar dan Damkar yang sigap membantu dalam upaya memadamkan api hingga dapat di padamkan,” katanya.

Dia menjelaskan, beruntung dalam peristiwa itu tidak menelan korban jiwa. Kendati pemilik pesantren mengaku kerugian mencapai puluhan juta rupiah. “Total kerugian dalam kejadian kebakaran ini sekitar 50 jutaan. Namun musibah ini tidak sampai menelan korban jiwa,” jelasnya.

Dia berharap dalam musibah tersebut ada yang membantu dalam perbaikan merenovasi kembali. Agar kegiatan belajar mengajar para santri berjalan seperti sedia kala.

“Mudah-mudahan atas dasar kemanusiaan dimana pun saudara berada dapat menyalurkan tangan untuk membantu merenovasi pesantren ini kembali. Karena agar kegiatan belajar mengajar dalam bidang agama Islam bisa berjalan seperti sediakala,” paparnya.

Sementara itu, komandan regu dari sektor Damkar Parungpanjang Sigit Bangun Novanda, dalam keterangan tertulisnya melaporkan, sekitar hampir 3 jam pihaknya menjinakkan si jago merah itu.

“Kita mendapatkan laporan dari warga, sekitar pukul 24:00 wib tiba di lokasi, selesai pemadaman pukul 2:52 wib. Selama pemadam tidak ada hambatan,” katanya.

Sebanyak 3 unit mobil damkar yang menangani, kata dia, regu  1 Parungpanjang, 2 unit merapi dan dibantu 1 unit merapi dari Leuwiliang.

** Andres

Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat, Polsek Nanggung Bakal Gelar Simulasi Mitigasi Bencana

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggung, Polres Bogor bakal menggelar pelatihan siaga bencana untuk mengantisipasi mitigasi bencana.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi kejadian bencana alam dan sekaligus untuk menyiapkan personil serta seluruh sarana prasarana yang akan digunakan dalam penanggulangan bersama. Demikian diungkapkan Kapolsek Nanggung AKP Achamd Budi Santoso, kemarin.

Pelatihan tersebut dilakukan bagi para linmas, Babinsa dan bhabinkamtibmas. Untuk antisipasi itu dari bulan Desember hingga Januari 2023. Tak sendiri pihaknya bekerja sama dengan stakeholder Kecamatan Nanggung. 

“Untuk instruktur sendiri kita minta bantuan dari PT Antam yang sudah memiliki kualifikasi di bidang kebencanaan dengan tarap internasional,” jelasnya.

Budi menjelaskan, pelatihan tersebut diberikan, baik secara teori maupun praktik. Dalam hal ini pihaknya  sudah memberikan pengarahan kepada guru PAUD se-Kecamatan Nanggung yang belum lama ini  dilaksanakan di Hotel Arga Mulya Puncak.

“Jadi mana kala ada bencana, apa yang harus mereka lakukan. Kemudian bagi sekolah – sekolah PAUD yang sudah meminta kita sebagai pemateri untuk membuat jalur evakuasi dan lokasi titik kumpul bagi anak-anak sekolah,” katanya.

Pihaknya juga menyampaikan, anak-anak jangan sampai mendekati tempat-tempat yang berbahaya seperti tempat banyak kaca. Juga diharapkan paud baik sekolah sekolah ada lokasi terbuka untuk titik kumpul untuk memudahkan pengecekan para siswa.

“Nanti pelatihan simulasi kita akan menggunakan zonasi jadi untuk di kecamatan Nanggung ini ada lima zonasi sekolah nanti per zona kita akan adakan pelatihan,” paparnya.

Saat ini, kata dia,  untuk lebih lanjut masih menunggu dinas dari pengawas pendidikan di Kecamatan Nanggung.

Secara umum, kata dia ada sebelas desa yang zona merah, tetapi tidak berarti desa yang pernah mengalami bencana itu adalah zona merah. “Tetapi kita tetap melihat peta yang dikeluarkan dalam hal ini oleh dinas BMKG,” tukasnya.

** Arip Ekon

Bersama Dinkes, STPI Penabulu-IU Komitmen Perangi TBC

0

Bogor | Jurnal Bogor
Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan angka penderita Tuberkulosis (TBC) yang tinggi di Indonesia. Merespons kondisi ini Penabulu-Stop TB Partnership Indonesia (STPI) Implement Unit (IU) Kota Bogor mengoptimalkan jejaring District Based Public Private Mix (DPPM).

Kegiatan ini menyatukan sinergi antara Penabulu-STPI dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pihak legislatif yakni DPRD Kota Bogor Komisi IV. Pertemuan tersebut berlangsung di Bogor Valley, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (6/12).

Program Staf IU Kota Bogor, Sarah Anggiani menjelaskan bahwa Penabulu-STPI merupakan Organisasi Non Pemerintah (NGO) yang berperan melakukan penyuluhan, eliminasi, pengecekkan, dan pelayanan lain pada penyakit TBC.

Menurut dia, Penabuluh-STPI IU Kota Bogor bergerak bersama Dinkes melakukan penyuluhan dan pengecekkan spesimen dahak di seluruh kelurahan yang ada di Kota Bogor. Selain pemeriksaan kader juga berperan aktif mengajak pasien ke puskesmas dan melakukan investigasi kontak pada pihak keluarga pasien.

“Agenda kita banyak sekali di tahun ini. Hari ini kita optimalisasi jejaring DPPM untuk peningkatan notifikasi kasus TBC dan mengoptimalkan dukungan pemerintah daerah melalui pengesahan Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC,” tuturnya.

Strategi mendorong keterlibatan lintas sektor ini diharapkan memunculkan kebijakan dan dukungan dalam eliminasi TBC. Selain Dinkes dan DPRD, IU Kota Bogor juga menggaet 4 rumah sakit swasta dan milik pemerintah daerah.

“Besok (hari ini, red) kami juga akan melakukan pemberian motivasi tentang Terapi Penanganan TB (TPT) dan pemberian obat kepada keluarga pasien sebanyak 25 Puskesmas di Kota Bogor,” imbuh Sarah.

Sementara itu, Wakil Supervisor TBC Dinkes Kota Bogor, Ella Nurmala mengatakan bahwa kehadiran Penabulu-STPI sangat membantu pihaknya. Sebab diakuinya Dinkes tidak bisa bergerak sendiri untuk menangani dan menurunkan angka TB.

“Target bersama Penabulu-STPI bisa meningkatkan pelacakan dan penemuan kasus. Karena fokus kami sekarang adalah menemukan kasus agar penurunannya bisa lebih teratasi,” jelas Ella.

Kata Ella, jumlah kasus TB tiap tahunnya selalu meningkat. Jumlah tersebut turun hanya saat pandemi saja. “Sedangkan di tahun 2022 penemuannya cukup tinggi di atas 100 sekira 6 ribu kasus. Rata-rata diusia produktif 15-45 tahun,” timpalnya.

Anggota DPRD Kota Bogor, Muaz Hade mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan untuk menekan jumlah penderita kasus TB. Sebab menurutnya hal itu penting dilakukan karena jika tidak akan menimbulkan turunnya produktifitas masyarakat.

“Kalau masalah itu menibulkan korban yang terus meluas maka perlu jadi perhatian. Karena jika sudah berpengaruh pada turunnya produktifitas maka akan menurunkan kesejahteraan keluarga apalagi jika menjangkit sang kepala keluarga,” pungkasnya.n Fredy Kristianto

Pemberian Bantuan Ortrad Harus Terus Berlanjut

0

Tenjo | Jurnal Bogor

Mulai punahnya kegiatan olahraga tradisional di kalangan generasi muda di Kabupaten Bogor lambat laun bisa diatasi dengan program Bimtek dan pemberian alat ortrad yang dilakukan Dispora Kabupaten Bogor.

Tak heran, jika banyak kepala sekolah SD di Kabupaten Bogor berharap program Bimtek dan pemberian alat Ortrad ini bisa terus dilanjutkan sampai semua SD di Kabupaten Bogor mendapatkannya

Deni Hari Muhti Setiawan, kepala sekolah SDI Tunas Harapan Islami, Kecamatan Tenjo mengaku program Bimtek dan Pemberian Alat Ortrad ini sangat bagus dan punya dampak pada kelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Bogor.

Tak bisa dipungkiri, kata Deni, saat ini generasi muda di Kabupaten Bogor terutama anak anak usia SD sudah banyak yang lebih memilih gadget ketimbang melakukan permainan Ortrad

Untuk itu, sambung Deni, bimtek dan pemberian alat ortrad akan jadi solusi yang tepat bagi pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Bogor

Deni melanjutkan, idealnya, program ini bisa terus berlanjut sampai semua sekolah SD di Kabupaten Bogor mendapatkan program bimtek dan bantuan alat orttadnya.

Setelah itu, Deni berharap Dispora Kabupaten Bogor juga bisa menggelar festival Ortrad tingkat Kabupaten Bogor yang tentunya akan merangsang semua generasi muda di Kabupaten Bogor kembali tetarik melestarikan Ortrad.

” Festival Ortrad akan jadi pemicu motivais generasi muda di Kabupaten Bogor terutama siswa SD untuk lebih menggeluti dan akhirnya mereka akan jadi agen pelestari olahraga tradisional di Kabupaten Bogor,” ujar Deni Hari Murti Setiawan disela sela menerima bantuan alat Orttad di Wilayah Barat yang terpusat di Gedung PGRI, Kecamatan Tenjo , Senin, 5 Desember 2022

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengaku senang dengan adanya respon positif dari pihak sekolah penerima bantuan alat ortrad

Asnan AP juga sangat setuju dengan adanya usulan soal Festival Ortrad tingkat SD se Kabupaten Bogor.

” Insya Allah kami akan membahas soal usulan Festival Ortrad ini untuk dijadikan agenda pada tahun berikutnya,” ucap Asnan AP

Asnan AP Optimis, kelestarian Ortrad di Kabupaten Bogor akan sangat terjaga dengan adanya dukungan dari semua elemen masyarakat termasuk pihak sekolah yang sangat antusias untuk ikut dalam program Bimtek Ortrad kedepan serta usulan untuk menggelar Festival Ortrad ini. ( asep syahmid)

100 Persen Peserta Bimtek Sudah Mendapatkan Bantuan Alat Ortrad

0

Tenjo | Jurnal Bogor

Terobosan Dispora Kabupaten Bogor dalam menggelar Bimtek Ortrad dan pemberian alat Ortrad kepada SD di Kabupaten Bogor harus terus berlanjut pada tahun berikutnya.

Pasalnya, Bimtek dan Pemberian Alat Ortrad ke SD ini akan punya dampak positif pada pelestarian olahraga tradisional di Bumi Tegar Beriman.

Subkoord Ortrad dan Layanan Khusus Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi mengatakan, semua peserta Bimtek sudah 100 persen mendapatkan bantuan alat Ortrad.

Menurutnya, syarat utama sekolah yang.mendapatkan bantuan alat Ortrad adalah sekolah yang sudah mengirimkan perwakilannya pada kegiatan Bimtek Ortrad.

” Hari ini pembagian alat Ortrad merupakan yang terakhir di tahun 2022 dan semua peserta perwakilan SD di Kabuoaten Bogor sudah mendapatkan semua bantuan alat Ortrad,” ujar Subkoord Ortrad dan Layanan Khusus, Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi disela sela pembagian alat Ortrad di Wilayah Barat yang terpusat di Gedung PGRI Kecamatan Tenjo, Senin, 5 Desember 2022

Jadi, kata Dedi, sebelum mendapatkan bantuan alat Ortrad, maka semua sekolah harus mengikuti program Bimtek Ortrad.

Saat ini, tambahnya, semua sekolah yang sudah ikut BImtek Ortrad telah mendapatkan bantuan alat Ortrad

Untuk bantuan kali ini, kata Dedi, masih pada pembagian sumpitan dan tarompah panjang yang dilakukan di empat wilayah yang ada di Kabupaten Bogor.

” Mudah mudahan tahun berikutnya Bimtek Ortad akan kembali bergulir. Karena masih banyak SD di Kabupaten Bogor yang sangat antusias ikut dalam program Bimtek Ortrad ini,” ucap Dedi Supriadi. ( asep syahmid)

Dispora Kabupaten Bogor Kembali Salurkan Bantuan Alat Ortrad

0

Tenjo | Jurnal Bogor

Perhatian Pemkab Bogor melalui Dispora Kabupaten Bogor terhadap pelestarian dan pengembangan olahraga Tradisional ( Ortrad ) di Kabupaten Bogor sangat tinggi.

Hal itu terlihat dari intensnya SKPD yang punya leading sector keolahragaan di Pemkab Bogor menyalurkan bantuan alat Ortrad ke sekolah SD sederajat yang ada di Kabupaten Bogor.

Bahkan pada hari ini, Senin, 5 Desember 2022, Dispora Kabupaten Bogor kembali membagikan bantuan alat Ortrad kepada semua SD di Kabupaten Bogor yang sebelumnya sudah mengikuti Bimtek Ortrad yang dilakukan Bidang Pembudayaan Olagraga melalui SubKor Ortrad dan Layanan Khusus.

” Hari ini kami ( Dispora) Kabupaten Bogor kembali membagikan bantuan alat Ortrad ke SD yang sudah mengikuti Bimtek Ortrad,” ujar Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, disela sela pembagian alat Ortrad di Wilayah Barat yang dilakukan di Gedung PGRI Kecamatan Tenjo, Senin, 5 Desember 2022

Asnan AP menambahkan, program pembagian alat Ortrad ini sebagai bentuk nyata kalau Dispora dan Pemkab Bogor punya peran nyata dalam pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Bogor.

Ia melanjutkan, pembagian alat otrtad kali ini dilakukan di empat wilayah yakni di Gedung PGRI Tenjo, Stadion Mini Citeureup, Padepokan Judo Ciawi dan GOM Jonggol.

Saat ini, lanjut Asnan AP,, jumlah sekolah yang sudah mengikuti Bimtek Ortrad baru 307 sekolah dari jumlah 1861 SD yang ada di Kabupaten Bogor.

” Kalau di persentasekan baru sekitar 16,5 persen sekolah yang baru menerima bantuan alat Ortrad dari Dispora Kabupaten Bogor. Mudah mudahan tahun depan kami akan terus melanjutkan program ini,” beber Asnan AP

Disamping memberikan alat bantuan Ortad di Wilayah Barat, Asnan AP juga kembali mengingatkan pentingnya semua elemen masyarakat untuk ambil bagian dalam menggelorakan program Bogor Bugar yang memang sesuai dan selaras dengan tagline Pancakarsa

Pemberian alat Ortrad di Wilayah Barat, Asanan AP didampingi Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor, Elwi Sulistianto dan Kasie Ortrad dan Layanan Khusus, Dedi Supriyadi.

Sementara itu, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor, Elwi Sulistianto menambahkan, jenis barang atau nama barang bantuan Ortrad yang diberikan kali ini diantaranya Sumpitan ( 2 Buah) yang terdiri dari Mata Sumpitan ( Fiber Glass/ 20 Buah) Standing Frame ( Kayu/ 2 Buah), Sasaran Tembak (Bahan Fleksi / 2 Buah), Bantalan Sasaran Tembak ( Stereofoam / 2 buah).

Selain memberikan Sumpitan, kata Elwi, diberikan juga alat ortrad berupa Tarompah Panjang yang terbuat dari Kayu seoanjang 1,5 M dan Karet untuk kaki.

Elwi berharap, pemberian alat Ortad ini akan berdampak positif kepada pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Bogor.

Mudah mudahan, sambung Elwi, kedepannya Dispora Kabupaten Bogor akan terus melanjutkan program Bimtek Ortrad yang dilanjutkan pemberian alat Ortrad kepada semua sekolah yang telah mengirimkan pesertanya dalam Bimtek Ortrad. ( asep syahmid)

Brand Jewelry Pertama di Indonesia, The Palace Jeweler Jadi Mitra Kemenparekraf

0

Surabaya | Jurnal Bogor

The Palace Jeweler, brand perhiasan ternama di bawah bendera PT Central Mega Kencana (CMK), disahkan menjadi brand perhiasan pertama di Indonesia, sekaligus mitra co branding Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Penetapan sebagai mitra dari kementerian yang dipimpin Sandiaga Salahuddin Uno itu direalisasikan dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kota Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/11/2022) lalu, berbarengan dengan peresmian gerai ke 100 Central Mega Kencana (CMK) The Palace Jelewer Pakuwon Mall.

Sebagai informasi, selain memiliki brand perhiasan The Palace Jeweler, PT CMK merupakan pemilik sekaligus menaungi merek-merek tersohor, seperti Mondial, Frank & co. Pembukaan gerai CMK ke -100 itu merupakan tonggak paling penting pencapaian operasional ritel CMK, sekaligus mengabsahkan eksistensi The Palace Jelewer, sebagai produsen dan penyedia perhiasan berkualitas.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bidang Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf, Dedi Ahmad Kurnia mengapresiasi penandatangan PKS antara The Palace Jeweler, sebagai co branding produk perhiasan dengan Kemenparekraf.

“Kerja sama The Palace Jeweler dan Kemenparekraf, co-branding Wonderful Indonesia akan semakin menggaung dan menjadikan produk perhiasan tanah air tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus mendukung gerakan #belikreatiflokal sekaligus menunjukkan kepada dunia internasional, the Wonderful Indonesia Jeweller,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (06/12).

COO CMK, Petronella Soan mengatakan, kemitraan co-branding antara Kemeparekraf dengan The Palace Jeweler, tujuannya mempromosikan ke-Indonesia-an di kancah internasional melalui fine jewelry.
“Kerja sama ini sebuah upaya kolektif yang berusaha mengedukasi masyarakat Indonesia,khususnya dalam hal kreasi perhiasan sebagai kekayaan bangsa, histori, budaya, dan negara,”ujarnya.

Bagian lain yang paling penting kata Petronelle, industri perhiasan Indonesia layak untuk berada sejajar dengan industri perhiasan atau merek-merek ritel perhiasan yang ada di negara-negara lain. “Kami dan Kemenperekraf akan merealisasikannya melalui program-program edukasi yang direncanakan dan dieksekusi bersama,”katanya.

Sementara itu, terkait gerai CMK ke 100 di Pakuwon Mall Surabaya, mengusung konsep megastore khas The Palace Jeweler. Konsep megastore ini untuk memberikan pengalaman berbelanja perhiasan yang unik dan tak terlupakan bagi para pelanggan.

“Sama seperti pada gerai-gerai sebelumnya, The Palace Jeweler juga menjadikan gerai terbaru ini sebagai sebuah “one stop shopping destination”. Artinya, konsumen tidak perlu berpindah-pindah gerai untuk bisa menemukan perhiasan yang diinginkan,” jelas Petronella.

Petronella menyebut, konsep megastore ditunjang dengan layanan terbaik dari The Palace Jeweler. Di mana seluruh staf yang bertugas sudah lolos proses training agar mereka bisa memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi para pelanggan.
“Di samping itu, interior gerai juga didesain agar membuat konsumen merasa nyaman selama berbelanja perhiasan di gerai perhiasan The Palace Jeweler Pakuwon Mall Surabaya,”tutupnya.

** m.yusuf