29.9 C
Bogor
Saturday, May 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 732

Forkopimda Ajak ASN Aktif Tangkal Masuknya Paham Radikalisme

0

Cisarua |Jurnal Bogor

Mencegah dan meminimalisir masuknya paham radikalisme, Pemkab Bogor kolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bersinergi. Hal itu dilakukan Pemkab Bogor, melalui rapat koordinasi pencegahan paham radikalisme terorisme yang dilaksanakan di Citra Cikopo Hotel dan Family Cottages, Kecamatan Cisarua, Kamis (8/12/22).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, jumlah penduduk di Kabupaten Bogor yang banyak, berpotensi menjadi satu masalah dan tantangan yang harus disikapi dengan bijak. Terlebih di tahun 2023, Kabupaten Bogor sudah mulai memasuki tahun politik, baik itu tahapan Pilpres, Pemilu, Pilkada hingga Pilkades.

“Besarnya jumlah penduduk yang kita miliki bisa menjadi potensi, bahkan masalah bagi Pemkab Bogor jika tidak dibina dengan optimal melalui pendidikan agama dan bela negara yang benar,” ujar Burhanudin.

Menurutnya, penduduk Kabupaten Bogor sudah sangat heterogen, sebagai ASN atau pelayan masyarakat, ASN harus bisa menjadi pemersatu antara penduduk pendatang dengan warga pribumi Kabupaten Bogor, agar selalu menjadi daerah yang kondusif, nyaman serta harmonis.

“Kuncinya keterikatan, keterkaitan dan kebersamaan semua pihak, bagaimana mengelola wilayah dan masyarakat secara bersama-sama. Tidak hanya meningkatkan koordinasi, tapi juga kolaborasi semua subsistem harus berjalan. Ketika diantara kita sudah tidak ada kebersamaan mudah bagi orang ingin menghancurkan republik ini,” tegas Sekda Kabupaten Bogor tersebut.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, dalam beberapa dekade belakangan ini, paham radikalisme dengan berbagai upaya salah satunya melalui upaya teror.

“Ketakutan dan rasa takut merupakan upaya mereka supaya masyarakat ikut kedalam golongannya,” ungkapnya.

Iman menerangkan, bahwa Negara Indonesia sudah memiliki perangkat hukum, baik hukum positif maupun organ penegakannya, mulai dari Detasemen 88 anti teror, BNPT dan TNI juga memiliki satuan anti teror.

Artinya, lanjut Kapolres Bogor, negara secara nyata sudah menyiapkan penegakan hukum apabila terjadi terorisme yang menggangu dan meresahkan, atau sejauh ini mengancam keselamatan nyawa WNI.

“Kita sebagai WNI harus melakukan upaya pencegahan, kegiatan ini salah satunya. Untuk melakukan upaya pencegahan menyebarnya atau membesarnya paham radikal, salah satunya melalui pendidikan. Investasi jangka panjang bangsa kita adalah dunia pendidikan, baik pendidikan kebangsaan maupun keagamaan,” jelas AKBP Iman Imanuddin.

Kehadiran pemerintah, kata Kapolres Bogor, menjadi benteng bagi mereka masuknya paham radikalisme atau terorisme. AKBP Iman Imanuddin menghimbau, tingkatkan kembali akses masuk ke lingkungan pemerintahan, kantor polisi ataupun kantor kecamatan, apalagi di kecamatan terbuka sama halnya di Polsek.

“Karena kita melakukan pelayanan publik, tolong diberdayakan betul pangdal kita, tim pengamanan kantor kita untuk selalu waspada jangan anggap semua orang baik, karena dibalik tampilan kebaikan tersimpan kejahatan yang lebih kejam. Kita harus mereduksi perpecahan, bangun bahwa kita satu keluarga, kalaupun ada hal yang tidak sejalan dan seiring, itu bagian dari keadaan yang sedang mengajari kita untuk lebih dewasa,” paparnya.

Sementara, Dandim 0621, Letkol Kav. Gan Gan Rusgandara menuturkan, paham radikalisme yang terjadi di masyarakat bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri, tapi tanggung jawab semua termasuk masyarakat.

 “Ini tugas kita semua untuk menyampaikan kepada masyarakat, pembinaan mental adalah tugas dari pimpinan, perkuat di internal baik perangkat daerah, kecamatan hingga kelurahan dan desa, kolaborasi dengan TNI dan Polri, berikan arahan, berikan pelatihan dari tokoh dari berbagai lintas agama, untuk menangkal paham radikal masuk ke masyarakat,” terangnya.

Dandim minta untuk aktifkan kembali ronda atau siskamling yang melibatkan seluruh masyarakat di setiap wilayah di Kabupaten Bogor. Untuk deteksi dini, lapor cepat dan pencegahan dini.

“Sehingga kita bisa mengetahui apa yang terjadi di wilayah kita, harus sama-sama bangkitkan kembali semangat ronda keliling wilayah,” tukasnya.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kajari Cibinong diwakili oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cibinong.

** Dede Suhendar

Warga Tolak Relokasi Pemakaman Cohak ke Lahan Kota Wisata

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Warga dan para ahli waris yang keluarganya dimakamkan di tempat pemakaman Cohak Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor menolak rencana relokasi makam yang diusulkan oleh tim P2T maupun yang terlibat dalam proyek pembangunan jalan tol Cimanggis Cibitung.

Pasalnya, lahan yang ditawarkan yakni di lahan area Kota Wisata tidak sesuai dengan kesepakatan hasil musyawarah di desa. Ironisnya lagi, lahan yang ditunjuk oleh P2T merupakan lahan yang tidak layak untuk dijadikan pemakaman karena letaknya yang berdekatan dengan sungai.

“Bukan saya tidak setuju jika lahan pemakaman dipindahkan ke Blok Cibodas, saya menolak karena, pertama lokasi yang menjadi tempat relokasi itu nempel dengan bibir kali. Menurut peraturan pengairan dua pertiga dari permukaan kali itu tidak bisa dibangun. Jadi lokasi yang dijadikan relokasi tidak layak,” kata salah satu tokoh masyarakat Desa Nagrak H. Sanusi kepada Jurnal Bogor, Kamis (08/12).

Selain itu, akses menuju lokasi juga tidak memiliki jalan masuk, apabila harus membuat jalan alternatif pasti harga tanahnya juga sangat tinggi. H. Sanusi juga menegaskan, warga lingkungan sudah bermusyawarah dan menyatakan tidak sepakat jika Pemakaman Cohak dipindah ke lokasi Blok Cibodas Kampung Nanggewer.

“Apalagi saat ini surat-surat dari tempat relokasi makam juga tidak jelas. Apakah itu tanah Kota Wisata atau tanah pengairan, walaupun memang letaknya di area Kota Wisata,” jelasnya.

Sanusi menyatakan, jika memang proses relokasi makam tersebut tetap dipaksakan di Blok Cibodas, maka warga dan para ahli waris akan tetap bertahan dan terus melakukan penolakan. 

“Kalau dipindahkan ke lokasi H.Naih atau H.Amin yang jauh dari sungai dan memang dekat dengan pemakaman yang sudah ada maka kami setuju. Karena itu lebih layak daripada yang ditawarkan sekarang,” tukasnya.

Ia menegaskan, penunjukan lahan relokasi diatas lahan milik H Naih dan H Amin sebenarnya sudah melalui proses musyawarah dan kesepakatan warga disaksikan oleh Pemerintah Desa Nagrak. Namun, warga merasa heran mengapa tiba-tiba ada perubahan dan ada rencana lain dari yang sudah disepakati.

“Ini kenapa tiba-tiba kesepakatan yang sudah ada jadi berubah. Padahal semua kesepakatan tersebut sudah melalui proses pengukuran, dialog dan musyawarah warga dan ahli waris. Pasti ada apa-apa dibalik ini semua oleh karena itu warga akan tetap melakukan penolakan jika pihak P2T bertindak tanpa ada persetujuan dari warga dan ahli waris,” tegasnya.

Sementara itu, Abas salah satu tokoh pemuda Nanggewer RT 01/07 Gang Cibodas juga menyatakan sikap penolakan terhadap relokasi pemakaman Cohak ke Gang Cibodas. Menurutnya, selama ini tidak ada komunikasi ataupun meminta persetujuan dari warga terkait rencana relokasi tersebut. 

“Kembalikan saja semua pada kesepakatan awal yang sudah disetujui warga, ahli waris dan Pemerintah Desa. Jangan merubah lokasi seenaknya, karena ini urusan pemakaman para orang tua dan keluarga besar warga Nanggewer tidak bisa buat main pindahkan saja seenaknya,” ujar Abas.

** Taufik/Nay

Pemdes Hambaro Terima dengan Baik Pelaksanaan PPM Pesantren Darul Muttaqien

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Pesantren Darul Muttaqien melaksanakan Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM) untuk santri kelas enam di Desa Hambaro, Nanggung, Kabupaten Bogor. 

Acara yang akan dilaksanakan selama sepuluh hari pada 8-18 Desember 2022 tersebut diterima baik oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Hambaro. Pasalnya, hal itu juga merupakan salah satu program pemdes. 

Kepala Desa Hambaro Firdaus mengatakan, Pesantren Darul Muttaqien sudah yang kedua kalinya melaksanakan hal yang serupa seperti pada tahun 2019. Kali ini dalam melaksanakan PPM puluhan santri tersebar di 8 RW.

“Alhamdulillah selama kegiatan ini masyarakat sangat menerima terutama dalam hal kegiatan islami, sehingga kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat buat masyarakat maupun santri itu sendiri,” katanya.

 Sementara itu, Kepala Wali Kelas Asrama Darul Muttaqien Akhmad Suardi menjelaskan, PPM dilakukan agar para santri bisa belajar bermasyarakat secara langsung. Sebab, selama ini santri diajar di dalam pesantren.

“Mereka akan melihat langsung, belajar di masyarakat sehingga nanti mereka setelah akan kembali ke masyarakat dengan banyak pelajaran seperti mengaji dan praktik keterampilan lainnya,” jelasnya.

Jadi kata dia, kegiatan tersebut adalah santri akhir yang telah dibekali sebelum mereka lulus.

“Sebanyak 83 santriwati di Desa Hambaro merupakan kelas 3 Aliyah, dengan pembimbing ada 8 orang dan dua ustazah panitia,” paparnya.

Sementara untuk putra ditempatkan di Desa Bantarkaret. Dia berharap, kegiatan pokok itu dituntaskan dengan baik oleh seluruh santri kelas 6 tersebut.

 “Saya berharap mereka bisa melihat kehidupan masyarakat yang riil supaya mereka tahu nanti sebelum mereka lulus dari pesantren kembali ke masyarakat sehingga mereka sudah tahu ilmu-ilmu di masyarakat,” tukasnya.

** Andres

Tim Senam Kecamatan Jonggol Siap Ukir Prestasi di Festival Senam Pancakarsa

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Tim senam dari Kecamatan Jonggol saat ini  tengah melakukan persiapan menjelang digelarnya pelaksanaan Festival Senam Pancakarsa tingkat Kabupaten Bogor yang akan berlangsung pada Sabtu (10/12 ) mendatang.

“Kami siap mensukseskan Festival Senam Pancakarsa tahun ini,” ujar Pelatih Tim Senam Kecamatan Jonggol Endang Purwanti kepada Jurnal Bogor, Kamis (8/12).

Dia menambahkan, anggota senam dari  Kecamatan Jonggol yang terdiri dari kader dan perangkat desa tengah berlatih secara maksimal agar Kecamatan Jonggol dapat mengukir prestasi  yang membanggakan dan mengharumkan Kecamatan Jonggol  di event yang digelar Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Bogor tersebut.

“Sebetulnya menjadi juara bukanlah tujuan utama. Karena yang terpenting adalah mendukung program FORMI dalam memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, agar masyarakat Kabupaten Bogor bisa lebih sehat, bugar, gembira dan luar biasa sesuai jargon atau tagline FORMI,”paparnya.

Menurutnya, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kegiatan itu, ia tak sembarangan memilih peserta yang akan diikutsertakan dalam lomba tersebut. Mulai dari memilih warna kostum hingga atribut atau kelengkapan lomba yang dipersiapkan secara totalitas.

“Harus kita dukung dengan sepenuh hati. Makanya kami mempersiapkan semuanya secara totalitas demi mengharumkan nama kecamatan, Jonggol ” tuturnya.

Meski demikian, ia pun tak menampik jika Kecamatan Jonggol  sudah melakukan persiapan dan menurutnya rata-rata memiliki anggota senam yang handal.

“Pada intinya siapapun yang menjadi juara di kegiatan nanti, pastinya akan menjadi kebanggaan. Tapi untuk menjadi juara kami tetap berusaha dan berharap,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Melalui Samisade, Desa Sukanegara Benahi Akses Jalan Menuju Wisata 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Desa Sukanegara, Jonggol, Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran Samisade untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) guna meningkatkan sektor pariwisata dan sektor ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani  mengatakan, bantuan anggaran infrastruktur dari Program Samisade tahun 2022 ini  diperuntukan untuk pembangunan di Jalan Dayeuh Kp Cipamingkis RT 01 RW 04 dan TPT.

“Samisade tahap pertama sudah 60% di Jalan Dayeuh Kampung Cipamingkis RT 01 RW 04 dan TPT dengan volume panjang 72 meter, lebar 3 meter dan tinggi 50 meter, yang mengarah ke lokasi wisata alam Seureuh Hejo, titik kedua di Kampung Cipamingkis,” jelas Ahmad Yani kepada Jurnal Bogor, Kamis (08/12).

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di kampung terdiri dari pembukaan akses jalan, betonisasi jalan, dan pembangunan TPT.

“Pertimbangannya, sesuai dengan program Pancakarsa salah satunya yaitu Karsa Wisata jadi kami ingin membuat satu Desa Wisata yang memang bisa dinikmati oleh masyarakat, khususnya Desa Sukanegara agar menjadi salah satu ikon Desa Wisata untuk Kecamatan Jonggol  dan umumnya untuk Kabupaten Bogor,” paparnya.

Dengan adanya Program Samisade ini, sambung dia, mempercepat pembangunan jalan menuju lokasi wisata dan meningkatkan sektor ekonomi masyarakat ketika akses jalan tersebut sudah selesai dibangun dengan betonisasi

“Dengan dibangunnya jalan wisata ini, berharap dapat mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Sehingga bisa menjadikan wisata alam salah satu ikon Desa Wisata yang baik di Desa Sukanegara ,” katanya.

“Saya berharap dengan dibenahinya jalan menuju lokasi wisata ini, bisa menarik wisatawan. Karena, dengan banyaknya wisatawan yang hadir, otomatis bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, ” sambung Ahmad Yani.

** Ramses/Nay 

Warga Terpaksa Jalan Kaki Akibat Truk Tronton Melintang di Jalan Raya Paku  

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Truk tronton bernomor polisi B 9454 UYY bermuatan asbes malang melintang di Jalan Raya Paku, Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Kamis (8/12/22) pagi. 

Akibatnya, kemacetan mengular puluhan kilometer dari dua arah dan tak sedikit masyarakat mengeluhkan dengan kejadian itu.

Terlihat di lokasi kejadian, truk besar tersebut roda belakangnya mengalami amblas dan selip hingga terjadi melintang hampir menutup jalan raya.

Seperti dituturkan oleh warga yang hendak ke Pasar Titin, dirinya harus berjalan kaki untuk melewati truk melintang itu.

“Ini dari jam 7 tadi pagi keadaan sudah macet, terpaksa jalan kaki dan naik angkot lagi setelah melewati truk amblas itu,” katanya.

Bus dan kendaraan roda 4 baik dari arah Leuwiliang ke Cigudeg atau sebaliknya, mengaku sudah terjebak macet. Mereka harus menunggu giliran untuk melintas selama hampir 2 jam.

Sementara menurut ketua RW Hari Mulyana, truk tersebut saat hendak kirim material asbes di gudang penyimpanannya. 

“Jadi mobil itu mau mundur saat hendak ngirim material asbes tapi ban belakang sebelah kirinya amblas,” katanya.

Ditempat yang sama anggota Lalu Lintas Polsek Leuwiliang, Bripka Aris Sudiawan dan juga anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten bogor dibantu warga bahu membahu mengatur arus lalu lintas.

Bahkan petugas di lapangan membantu salah satu kendaraan minibus berwarna merah bernomor polisi F 1719 BP yang saat itu tengah membawa seorang ibu yang hendak melahirkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang.

“Iya betul, petugas juga membantu tadi ada seseorang yang hendak melahirkan ke RSUD Leuwiliang,” tukasnya.

** Andres

Elly Rachmat Yasin Yakin KCJB Jadi Lokomotif Pertumbuhan Perekonomian Nasional

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menggunakan kereta api dengan kecepatan mencapai 350 kilometer per jam, DPR RI apresiasi pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung (KCJB).

Anggota DPR RI, Elly Rachmat Yasin mengatakan, adanya proyek infrastruktur yang dilakukan pemerintah tersebut sudah bermanfaat bagi masyarakat.

“Tercipta banyak lapangan kerja. Proses konstruksi infrastruktur kereta cepat telah menyerap tenaga kerja hingga 15 ribuan orang. Pada saat beroperasi nanti, kereta cepat ini juga memerlukan banyak tenaga kerja. Pembangunan di daerah sekitarnya pun akan banyak menyerap tenaga kerja,” ujar Elly kepada Wartawan, kemarin.

Anggota DPR RI dari Fraksi PPP itu menerangkan, pembangunan KCJB dapat menjadi lokomotif perekonomian secara nasional.

“Kami berharap, pembangunan kereta cepat yang diperkirakan selesai Maret 2023 nanti akan mendorong terciptanya titik-titik ekonomi baru sehingga mengangkat dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya,” terangnya.

Anggota Komisi VI DPR RI itu menambahkan, pembangunan jalur moda transportasi massal baru itu juga akan berdampak terhadap sektor lain.

“Juga akan mendorong sektor pariwisata baru. Akan muncul juga kota-kota baru, seperti di perkebunan Walini Kecamatan Cikalonyang, yang menjadi salah satu stasiun antar jemput penumpang sebagai kota penyangga dan kawasan ekonomi modern,” katanya

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor itu menerangkan, jalur KCJB tersebut pastinya memangkas waktu perjalanan dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknta

“Bandung dan sekitarny yang selama ini menyimpan daya tarik wisata, fesyen dan sejarah juga kuliner akan lebih mudah dijangkau oleh pengunjung. Bagi pebisnis, menjangkau Jakarta juga tidak butuh waktu lama. Begitu pun penggemar moda kereta api dapat menikmati sarana transportasi yang ideal dan fleksibel, serta mudah mengaksesnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa tak sedikit perusahaan plat merah skala nasional yang dapat berkontribusi atas adanya KCJB tersebut.

“Terdapat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Wijaya Karya sebagai perusahaan konstruksi, PT Perkebunan Nusantara VIII sebagai pemilik mayoritas lahan, Jasa Marga yang berpengalaman mengelola jasa asuransi perjalanan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang saat ini menjadi pimpinan proyek. Mereka semua berinvestasi, jadi bukan program bantuan, tapi murni bisnis dengan skema B2B (business to business),” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Elly, sektor pertanian juga berpotensi subur atas terbangunnya akses kerata api cepat yang masih dalam pengerjaan.

“Terdapat BUMN yang bergerak di bidang Pangan dan Pertanian. Mereka membentuk holding Pangan atau disebut ID FOOD bergerak dalam bidang lertanian dan agroindustri, peternakan dan perikanan, serta perdagangan dan logistik. Kami mengharapkan kemajuan teknologi dan transportasi di Indonesia, khususnya dengan adanya kereta cepat juga mendorong kemajuan di sektor pertanian,” tandasnya.

** Noverando H

Peduli Korban Gempa Cianjur, Polsek Citeureup Salurkan Bantuan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Polsek Citeureup menyalurkan bantuan berupa sembako kepada korban bencana gempa bumi di Desa Pasiripis, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Rabu (07/12).

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandra Mulyana, S.H, S.Ik, M.H menuturkan, bantuan tersebut demi meringankan dan sebagai bentuk kepedulian kepada seluruh saudara di Cianjur yang sedang terkena musibah bencana.

“Alhamdulillah, saya bersama 6 anggota Polsek Citeureup melakukan kegiatan kemanusiaan dengan membawa bantuan sosial ke warga pengungsi di daerah Desa Pasiripis Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur,” ujar Kompol Eka kepada Jurnal Bogor, Rabu (07/12).

Menurutnya, bantuan sosial yang dikirimkan kepada para korban yang terdampak bencana berupa sembako yang dibutuhkan oleh warga pengungsi, dan merupakan kebutuhan pokok yang pasti sangat banyak dibutuhkan.

“Semoga apa yang kita berikan bisa memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban para korban bencana gempa bumi di Cianjur,” paparnya.

Kompol Eka berharap seluruh masyarakat di Kabupaten Cianjur yang terkena musibah gempa bumi dapat diberikan ketabahan dan kesabaran.

** Nay Nur’ain

Pemdes Sukamaju Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sukamaju, Jonggol, Kabupaten Bogor, bersama warga kembali memberi bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Selasa (07/12).

Pemberian bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sukamaju  H.Mochammad Holil yang didampingi istri, Bimaspol Desa Sukamaju, BPD Desa Sukamaju, beberapa Staf Desa, Tim Desa Tanggap Bencana (Destana), kader Posyandu dan sebagian warga yang turut serta mengumpulkan donasi untuk korban gempa.

“Dengan berkonvoi kendaraan mobil pick-up serta mobil pribadi, dan beberapa kendaraan roda dua. Turut ikut mengawal memberikan bantuan logistik berupa sembako, mie instan, air mineral, beras selimut, terpal, pempers, obat obatan, baju layak pakai dan cemilan anak,” papar H.Holil kepada Jurnal Bogor, Rabu (07/12).

Menurutnya, bantuan ini adalah bentuk kekompakan dan kepedulian warga Desa Sukamaju terhadap saudara kita yang terkena bencana gempa bumi di sebagian wilayah Cianjur.

“Alhamdulillah, bantuan ini adalah bentuk perhatian warga masyarakat Desa Sukamaju yang tergerak jiwa sosialnya untuk meringankan beban yang terkena musibah gempa bumi di wilayah Cianjur, ” papar Holil.

Dia berharap bantuan ini dapat sedikit membantu dan meringankan beban yang terkena musibah bencana alam gempa bumi di Cianjur, baik korban jiwa maupun hartanya.

“Bantuan ini dari donasi warga masyarakat Desa Sukamaju dan disalurkan melalui Pemerintah Desa Sukamaju untuk korban gempa di Cianjur,” tutupnya.

** Ramses / Nay 

Desa Gunung Putri Kembali Mendapat Kunjungan Studi Banding 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Gunung Putri kembali dilirik oleh desa dari luar Bogor Timur dengan mendapatkan kunjungan lagi. Kali ini kunjungan masih dari tetangga seberang Kabupaten Bogor sebelah barat yaitu Pemerintah Desa se-Kecamatan Jasinga.

“Hari ini kami kembali mendapatkan kunjungan studi banding dari desa lain, hanya saja kunjungan kali ini masih dari saudara sekandung yaitu Pemerintahan Desa se-Kecamatan Jasinga,” ujar Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri kepada Jurnal Bogor, Rabu (07/12).

Menurutnya, kunjungan kali ini dari 16 Sekretaris Desa se-Kecamatan Jasinga beserta perangkat desa dan Camat Jasinga pun ikut mengawal kegiatan studi banding tersebut.

“Studi banding ini terkait dengan BUMDes, KRL, UMKM, dan kami perlihatkan lokasi percontohan di RT 02 RW 11,” papar A Heri.

Selain itu, dia memaparkan beberapa program yang memang sudah berjalan di Desa Gunung Putri kepada Camat dan Sekdes se-Kecamatan Jasing yang mungkin nanti bisa diaplikasikan untuk kemajuan desa mereka disana.

“Kita semua tahu, letak Kecamatan Jasinga berada di ujungnya Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Jakarta dan Tangerang. Sudah pasti persaingan disana sangat keras, oleh karena itu sangat dibutuhkan kemajuan di berbagai bidang agar kita Kabupaten Bogor tidak hanya menonton kemajuan daerah tetangga,” ujarnya.

“Saya ucapakan terimakasih atas kunjungan dan kepercayaannya kepada Desa Gunung Putri. Semoga apa yang didapat di desa kami bisa diaplikasikan oleh saudara kita sendiri,” ucapnya.

Dia berharap kegiatan studi banding seperti ini baiknya memang dilakukan untuk daerah terdekat dahulu. Selain menghemat pengeluaran, juga bisa saling sharing untuk mencari jalan keluar dari kekurangan yang di miliki desa masing-masing untuk saling belajar agar yang kurang bisa sempurna.

“Dengan banyaknya kunjungan studi banding ini, semakin memicu Desa Gunung Putri untuk menjadi lebih baik lagi. Bukan untuk sekedar di kagumi, tapi kami hanya ingin berbagi ilmu, karena sejatinya apapun yang betul-betul kita niatkan pasti akan terlaksana terutama dalam menggunakan anggaran yang sudah disediakan oleh pemerintah. Saya berharap desa-desa yang ada di Kabupaten Bogor bisa maju dan mandiri seluruhnya, tak ada lagi desa tertinggal karena kita hanya berjarak kurang dari 50 kilo ke Ibu Kota,” pungkas A Heri.

** Nay Nur’ain