Forkopimda Ajak ASN Aktif Tangkal Masuknya Paham Radikalisme

0

Cisarua |Jurnal Bogor

Mencegah dan meminimalisir masuknya paham radikalisme, Pemkab Bogor kolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bersinergi. Hal itu dilakukan Pemkab Bogor, melalui rapat koordinasi pencegahan paham radikalisme terorisme yang dilaksanakan di Citra Cikopo Hotel dan Family Cottages, Kecamatan Cisarua, Kamis (8/12/22).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, jumlah penduduk di Kabupaten Bogor yang banyak, berpotensi menjadi satu masalah dan tantangan yang harus disikapi dengan bijak. Terlebih di tahun 2023, Kabupaten Bogor sudah mulai memasuki tahun politik, baik itu tahapan Pilpres, Pemilu, Pilkada hingga Pilkades.

“Besarnya jumlah penduduk yang kita miliki bisa menjadi potensi, bahkan masalah bagi Pemkab Bogor jika tidak dibina dengan optimal melalui pendidikan agama dan bela negara yang benar,” ujar Burhanudin.

Menurutnya, penduduk Kabupaten Bogor sudah sangat heterogen, sebagai ASN atau pelayan masyarakat, ASN harus bisa menjadi pemersatu antara penduduk pendatang dengan warga pribumi Kabupaten Bogor, agar selalu menjadi daerah yang kondusif, nyaman serta harmonis.

“Kuncinya keterikatan, keterkaitan dan kebersamaan semua pihak, bagaimana mengelola wilayah dan masyarakat secara bersama-sama. Tidak hanya meningkatkan koordinasi, tapi juga kolaborasi semua subsistem harus berjalan. Ketika diantara kita sudah tidak ada kebersamaan mudah bagi orang ingin menghancurkan republik ini,” tegas Sekda Kabupaten Bogor tersebut.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, dalam beberapa dekade belakangan ini, paham radikalisme dengan berbagai upaya salah satunya melalui upaya teror.

“Ketakutan dan rasa takut merupakan upaya mereka supaya masyarakat ikut kedalam golongannya,” ungkapnya.

Iman menerangkan, bahwa Negara Indonesia sudah memiliki perangkat hukum, baik hukum positif maupun organ penegakannya, mulai dari Detasemen 88 anti teror, BNPT dan TNI juga memiliki satuan anti teror.

Artinya, lanjut Kapolres Bogor, negara secara nyata sudah menyiapkan penegakan hukum apabila terjadi terorisme yang menggangu dan meresahkan, atau sejauh ini mengancam keselamatan nyawa WNI.

“Kita sebagai WNI harus melakukan upaya pencegahan, kegiatan ini salah satunya. Untuk melakukan upaya pencegahan menyebarnya atau membesarnya paham radikal, salah satunya melalui pendidikan. Investasi jangka panjang bangsa kita adalah dunia pendidikan, baik pendidikan kebangsaan maupun keagamaan,” jelas AKBP Iman Imanuddin.

Kehadiran pemerintah, kata Kapolres Bogor, menjadi benteng bagi mereka masuknya paham radikalisme atau terorisme. AKBP Iman Imanuddin menghimbau, tingkatkan kembali akses masuk ke lingkungan pemerintahan, kantor polisi ataupun kantor kecamatan, apalagi di kecamatan terbuka sama halnya di Polsek.

“Karena kita melakukan pelayanan publik, tolong diberdayakan betul pangdal kita, tim pengamanan kantor kita untuk selalu waspada jangan anggap semua orang baik, karena dibalik tampilan kebaikan tersimpan kejahatan yang lebih kejam. Kita harus mereduksi perpecahan, bangun bahwa kita satu keluarga, kalaupun ada hal yang tidak sejalan dan seiring, itu bagian dari keadaan yang sedang mengajari kita untuk lebih dewasa,” paparnya.

Sementara, Dandim 0621, Letkol Kav. Gan Gan Rusgandara menuturkan, paham radikalisme yang terjadi di masyarakat bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri, tapi tanggung jawab semua termasuk masyarakat.

 “Ini tugas kita semua untuk menyampaikan kepada masyarakat, pembinaan mental adalah tugas dari pimpinan, perkuat di internal baik perangkat daerah, kecamatan hingga kelurahan dan desa, kolaborasi dengan TNI dan Polri, berikan arahan, berikan pelatihan dari tokoh dari berbagai lintas agama, untuk menangkal paham radikal masuk ke masyarakat,” terangnya.

Dandim minta untuk aktifkan kembali ronda atau siskamling yang melibatkan seluruh masyarakat di setiap wilayah di Kabupaten Bogor. Untuk deteksi dini, lapor cepat dan pencegahan dini.

“Sehingga kita bisa mengetahui apa yang terjadi di wilayah kita, harus sama-sama bangkitkan kembali semangat ronda keliling wilayah,” tukasnya.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kajari Cibinong diwakili oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cibinong.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here