27.1 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 708

Disebut Langgar Tatib Sekolah, Pulang Study Tour dari Bali, 7 Siswa Kelas 3 Diminta Mengundurkan Diri

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Miris nian nasib siswa ini, usai study tour ke Bali, 7 siswa SMAN 01 Cileungsi, Desa Cileungsi, Cileungsi, Kabupaten Bogor, diminta pihak sekolah untuk mengundurkan diri, lantaran kedapatan melanggar tata tertib sekolah saat melakukan kegiatan study tour tersebut.

Salah satu orang tua siswa HA mengeluhkan keputusan pihak sekolah yang meminta 7 siswa tersebut untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri. Menurutnya, setelah anaknya pulang dari study tour ke Bali, pihak dari sekolah melakukan pemanggilan kepada para orang tua murid dan menyampaikan jika anaknya terlibat minum-minuman keras.

“Saat anak saya ikut Study Tour ke Bali pada bulan Januari 2023, oleh pihak sekolah, dengan membayar uang Rp 2,1 juta, setelah pulang saya mendapatkan laporan, anak saya bersama teman-temannya telah minum-minuman keras disana,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/01/23).

Setelah dipanggil, sambung dia, para orang tua murid diminta oleh pihak SMAN 01 Cileungsi untuk membuat surat pengunduran diri. Karena sudah kelas 3 menjelang ujian, mereka akhirnya menolak permintaan sekolah.

“Saat dipanggil oleh pihak sekolah, saya diminta oleh pihak sekolah untuk membuat surat pengunduran diri dan pindah sekolah ke tempat lain. Tetapi saya menolaknya, karena anak saya ini sudah kelas 3 sebentar lagi akan mengikuti ujian,” jelasnya.

Bahkan, sampai hari ini anaknya tidak diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Padahal pihaknya belum membuat surat pernyataan atau menandatangani surat pengunduran diri.

“ Anak saya sudah 3 hari tidak boleh masuk sekolah, dianggap sudah keluar dari sekolah tersebut. Anak saya padahal belum membuat surat pernyataan pengundurkan diri, dengan adanya keputusan dari pihak sekolah ini, sangat membuat saya kecewa,” cetusnya.

Sementara, Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Cileungsi, Etty mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak pernah mengeluarkan siswa, jadi yang sekarang terjadi adalah pelanggan terhadap tata tertib, yang sebelumnya sudah diingatkan.

“Jadi batas pelanggaran sekolah SMAN 1 ini dibatasi merokok, rokok itu sudah termasuk pelanggaran berat. Kemudian saat di Bali ada siswa yang melanggar aturan sekolah, sampai minum-minuman keras,” ucapnya.

“Jadi intinya, kalau tata tertib sekolah itu dibatasi sampai rokok. Tapi, karena pelanggaran itu dilakukan saat kegaiatn study tour di Bali, maka  kami amankan,” sambungnya.

Ia menjelaskan, di Bali itu banyak pedagang minum-minuman keras, bahkan tersedia di mini market hingga di emperan.

“Saya kasih tau ya,  di Bali itu Indomaret pun jual minuman keras, emper-emperan jual arak, itulah Bali, tapi kalau kita ke Bali bukan berarti kita jadi orang Bali, jadi orang bule yang minum-minuman alkohol,” jelasnya.

Saat akan berangkat ke Bali ia juga sudah memberikan pengarahan kepada murid-muridnya, berkunjung ke Bali bukan berarti ikut budaya sana.

“Jadi jangan salahkan Balinya, memang Bali seperti itu, polisi Bali juga tidak melarang menjual minuman, yang melarang adalah tata tertib sekolah SMAN 1 Cileungsi, maka saat kunjungan ke Bali yang dipakai tata tertib sekolah,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Penertiban Lokasi Prostitusi Tunggu Permintaan Camat

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Semakin maraknya lokasi prostitusi di Desa Limusnunggal, Cileungsi mendapat respons dari Pol PP Kabupaten Bogor. Pihak Pol PP akan segera melakukan tindakan penertiban setelah adanya surat permohonan dari Camat Cileungsi.

“Kami akan berkordinasi di internal dan Pemerintah Kecamatan Cileungsi. Adapun langkah lanjutan akan kami lakukan setelah menerima surat resmi dari Camat Cileungsi,” kata Kasi Ops Pol PP Kabupaten Bogor, Rhama Khadara.

Menurut dia, penertiban terhadap prostitusi dan bangunan ilegal yang kerap disalahgunakan menjadi lokasi maksiat merupakan salah satu prioritas Satpol PP Kabupaten Bogor. Namun dalam prosesnya, pihak Satpol PP harus berkordinasi dengan pihak kecamatan dan desa guna
melakukan penertiban.

“Pemberantasan prostitusi dan penyalahgunaan bangunan adalah salahsatu prioritas kami, jadi kami akan tindaklanjuti,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, praktik prostitusi dan peredaran minuman keras di Kawasan Desa Limusnunggal, Cileungsi bagaikan jamur di musim hujan. Bukannya semakin berkurang, namun lokasi yang menyediakan jasa prostitusi dan miras tersebut justeru semakin banyak. Tidak adanya tindakan tegas dari Pemerintah Desa Limusnunggal dan Kabupaten Bogor disinyalir menjadi penyebab utama maraknya kembali prostitusi di Desa Limusnunggal.

** Taufik/Nay

Fraksi PDIP Dukung Genpar Laporkan Dugaan Mark-up ANBK

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bogor, Halim Yohanes mendukung  LSM Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar) untuk melaporkan dugaan kecurangan pengadaan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) jenis laptop.

Menurut Halim, kalau memang komputer itu tidak sesuai spek dan diduga adanya kecurangan atau mark-up, pihaknya mendukung masalah tersebut untuk dilaporkan.

“Kami sangat mendukung, kalau benar adanya agar dugaan kecurangan pengadaan komputer tersebut bisa diusut,” tegas Halim kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/1).

Halim Yohanes yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Bogor meminta pihak Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera memberikan klarifikasi  permasalahan pengadaan komputer tersebut. “Wartawan sudah meminta konfirmasi, pihak Disdik tinggal dijawab saja. Tentu, Disdik harus cepat merespons dan menjelaskan apa yang sebenarnya. Harus dijawab jelaskan speknya komputernya bagaimana. Dari pada tidak dijawab orang kan bertanya-tanya ada apa?,” kata Halim.

Jurnal Bogor sudah berupaya mengkonfirmasi perihal tersebut, namun Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Yanto Pradipta tak kunjung merespons.

Diberitakan sebelumnya, pengadaan  ANBK 1 receiver 9 unit laptop untuk 65 Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor diduga tidak sesuai spesifikasi.

Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah menuding pengadaan fasilitas belajar dari Disdik Kabupaten Bogor yang tembus belasan miliar itu diduga dimark up dan diduga jadi ajang korupsi oknum pejabat Disdik.

Informasi yang dirangkum LSM Genpar berawal dari uji petik di beberapa SDN yang mendapatkan bantuan pengadaan alat penunjang seperangkat komputer dan 10 buah laptop dengan total harga yang fantastis Rp.172.825.000 dengan rincian harga 1 unit CPU Rp 46 .125.000 dan laptop Rp12.670.000.

Sehingga spek komputer dan laptop dialokasikan ke setiap sekolah SD itu komponennya dari China yang dirakit oleh vendor Plaza Pendidikan Indonesia atau build up dinilai meragukan karena melebihi banderol merek ternama.

“Setelah diperiksa dan dibongkar isi komponen komputer tersebut, kami menyimpulkan adanya dugaan mark up hingga mencapai 200 persen,” kata Sambas Alamsyah kepada Jurnal Bogor, Senin (9/1).

Sambas menanggap program ini  hanya menghambur-hamburkan anggaran negara dan sangat tidak efektif. Padahal instansi yang harus membuka mata lebar-lebar di wilayah pendidikan Kabupaten Bogor adalah Dinas Pendidikan ini adalah bagian tugas fungsi dan tanggung jawabnya. 

“Lalu bagaimana dengan para wakil rakyat konon kabarnya dipilih bukan dilotere yang memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan,” kritiknya.

Belasan miliar untuk pengadaan ANBK diduga adanya permainan lantaran produk komputer yang dialokasikan ke setiap sekolah SD tidak sebanding dengan anggaran yang begitu fantastis. “Atas temuan ini kami akan adukan ke KPK serta menyerahkan fakta hukum tersebut,” janjinya.  

** Arip Ekon

SMKN 1 Gunungputri Kabupaten Bogor Gelar Festival Karir 2023 Selama 2 hari

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
SMK Negeri 1 Gunungputri, yang berada di Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan perdana diawal tahun yaitu Festival Karir 2023 yang berlangsung selama 2 hari yakni Senin dan Selasa, 09-10  Januari 2023, dengan tema “Percik Api Karir Gemilang” yang dipusatkan di Lapangan Tiga Roda dan Aula Sekolah.

Kegiatan festival ini diawali opening speech dari Ketua Panitia Festival Karir, Hafidz Djayalaksana, ST, dan dibuka oleh penampilan Pentas Seni dan marawis dari rohis SMKN 1 Gunungputri.

Kepala Sekolah SMKN 1 Gunungputri Juniartini, S.Pd menjelaskan, hari pertama Festival Karir ini meliputi seminar bedah jurusan yang disampaikan oleh alumni SMKN 1 Gunung Putri dari PTN yaitu UNJ, Unibraw, PNJ, Unsika, IPB, UIN Bandung, dan UPN Veteran Jakarta.
Selanjutnya kegiatan seminar career planning oleh Putri Ria Angelina, M.Pd, Kons, lalu ada sharing usaha bisnis digital dengan alumni Hidayanti yang sukses  membangun wirausaha sambal bekerja, lalu dilanjutkan dengan seminar strategi pemasaran digital (pembuatan video iklan) oleh Muhammad Luthfi Ghozali, SE., MM.

“Kegiatan hari kedua diawali oleh kegiatan sholat Dhuha bersama, dilanjutkan penampilan teater oleh ekskul Kabita, dan kegiatan inti yaitu Seminar Ketenagakerjaan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor Zaenal Ashari, S,Sos, MM, lalu presentasi kegiatan magang ke Jepang oleh PT Jiaec dan LPK Prodigi, presentasi magang ke Jerman oleh Rudi Russel, dan WorkShop Pembuatan CV dan Surat Lamaran Kerja oleh Dody Ari Kurniawan dari PT VIP,” beber Juniartini kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/01/23).

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat, SH., turut memberikan materi tentang bimbingan teknis mengurus legalitas wirausaha kepada kelas XII, yang memilih jalur wirausaha dalam pilihan karirnya. Kegiatan lain dalam Festival Karir yaitu pelatihan jurnalistik dan pelatihan kehumasan dengan sasaran bapak ibu guru SMKN 1 Gunungputri.

“Festival Karir diisi juga oleh kegiatan stand kampus PTS meliputi UHAMKA, Universitas IPWIJA, Universitas Mercu Buana, UIKA Bogor, STT Bandung, `IBI Kesatuan dan LP2TK Gatot Koco, selain itu ada stand dari UMKM kecamatan Gunungputri dan Market Day dari peserta didik SMKN 1 Gunungputri,” ujarnya.

Dan hari terakhir, sambung Juniartini, diisi oleh stand Job Fair dari PT.Alfamart, PT.BTPN Syariah, PT. Prima Food dan PT Lucky Light Globalindo yang melaksanakan rekrutmen pegawai dari alumni SMKN 1 Gunung Putri dan masyarakat umum, yang dihadiri oleh peserta job fair melamar sekitar 900 orang, demikian juga PT.Jiaec dan LPK Prodigi juga turut mengisi stand pelayanan untuk siswa dan alumni atau masyarakat yang ingin mendaftar program magang ke Jepang.

“Saya berharap, Festival Karir ini mewujudkan kompetensi lulusan SMK yaitu bekerja, melanjutkan studi dan wirausaha. Dan adanya kegiatan Festival Karir 2023 SMKN 1 Gunung Putri ini bisa menjadi pemantik untuk lulusan SMK dalam menentukan karirnya, ” tandasnya.

Sementara, Wakasek Hubinmas SMKN 1 Gunung Putri Karyadi menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan penuh sekolah, instansi pemerintah daerah, kampus, dunia industri dan dunia usaha serta masyarakat umum yang turut mensukseskan pelaksanaan Festival Karir 2023.

“Alhamdulih kegiatan Festival Karir 2023 ini diikuti oleh seluruh peserta didik SMKN 1 Gunung Putri sebanyak 1.317 siswa, alumni dan masyarakat sekitar kurang lebih 800 orang, dari wilayah Kecamatan Gunung Putri dan sekitarnya, “ pungkas Karyadi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat Carlab, M.Pd, serta dipandu oleh MC Trian Fitriani, S.Pd dan Eman Sulaeman, S.Pd.

** Nay Nur’ain

Turap di Seuseupan Diperbaiki Pakai Samisade

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pascamusibah yang terjadi pada 2020 silam di Kampung Seuseupan RW 10, Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor, kini diperbaiki menggunakan anggaran program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Sebelumnya, kondisi setelah terkena musibah di wilayah tersebut jalan lingkungan dan turap mengalami retak-retak dan pecah karena tanah itu labil.

Selain kepala desa, masyarakat Pangkaljaya merasa bersyukur dengan  program unggulan yang dapat membangkitkan perekonomian dan semangat masyarakat.

“Samisade tahun 2022 ini di masing-masing dua lokasi, dua kegiatan diantaranya peningkatan hotmix jalan lingkungan dan pembangunan TPT,” kata  Kepala Desa Pangkaljaya Topik Sumarna.

Jadi kata dia, dengan adanya bantuan pemerintah dari program unggulan itu masyarakat sangat antusias dan bersyukur karena jalan yang dilaluinya saat ini sudah maksimal.

“Dari yang awalnya sempit kita perlebar supaya perjalanannya enak. Bahkan masyarakat bergotong royong salah satunya memberikan olahan makanan kepada para pekerja hal itu bentuk rasa syukur mereka,” katanya.

Dia berharap, program unggulan Kabupaten Bogor itu terus berlanjut. Pasalnya, di desa anggaran untuk peningkatan pembangunan terbatas. Kendati masih banyak PR yang perlu dilakukan pembangunan.  

“Kalau untuk jalan lingkungan mungkin sekitar 20 persen lagi untuk peningkatan. Sementara, kedepannya kita akan bangun fasilitas-fasilitas umum, seperti pasilitas olah raga dan wisata agar peningkatan ekonomi meningkatkan,” tukasnya.

** Andres

Gelar Patroli, Polsek Cileungsi Amankan Terduga Pelaku Pencurian Besi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Dua orang pemuda berinisial DS (37) dan WH (40) diamankan di Polsek Cileungsi, usai menggelar patroli gabungan dengan Resmob Polres Bogor. Keduanya diamankan lantaran kedapatan menyimpan besi di dalam bagasi motor yang diduga hasil pencurian di perusahaan.

“Keduanya kami amankan lantaran kedapatan menyimpan lempengan besi yang diduga hasil curian saat kami melakukan patroli rutin di sekitaran Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Rabu (11/01),” kata Kapolsek Cilengsi, Kompol Zulkarnaen.

Menurut dia, penangkapan terhadap dua orang terduga pelaku pencurian tersebut berawal saat tim Resmob dan Polsek Cileungsi menggelar patroli sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kejahatan jalanan.

”Saat itu, sekitar pukul 01 .00 WIB tepat di dekat SPBU yang berada di Jalan Raya Narogong personel kami mendapati adanya dua orang yang mencurigakan dan melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Zulkarnaen orang tersebut didapati adanya lempengan besi yang di ketahui merupakan hasil dari curian, yang mana hal itu didapat dari pengakuan kedua orang terduga pelaku tersebut yang mengatakan jika besi tersebut dicuri dari salah satu
pabrik wilayah Cileungsi.

“Atas temuan tersebut kedua orang pelaku pun langsung kami bawa ke Mapolsek Cileungsi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Belum Diresmikan, Pegawai Kecamatan Caringin Tidak Sabar Tempati Kantor Megah

0

Caringin | Jurnal Bogor

Meski belum diresmikan secara langsung oleh Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, namun para pegawai di Kecamatan Caringin sepertinya sudah tidak sabar untuk menempati kantor yang baru selesai dibangun dengan menelan anggaran mencapai 10 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2022. 

Secara bertahap, semua perlengkapan kerja pegawai kecamatan di tiap seksi, sudah mulai dipindahkan dari kantor pelayanan sementara ke gedung dua lantai yang baru dibangun tersebut.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Caringin, Irvan Rivaldi bersyukur pembangunan kantor kecamatan yang dilaksanakan pihak ketiga selesai tepat waktu, yakni sebelum akhir Desember 2022.

“Kalau peletakan batu prasasti sudah dipasang dan telah ditandatangani Plt Bupati Bogor saat kegiatan refleksi akhir tahun,” akunya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi di kantor Kecamatan Caringin sementara, di gedung eks kantor UPT Pajak di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kamis (12/1).

Terkait rencana peresmian secara langsung dilakukan Plt Bupati Bogor, Irvan mengungkapkan, dari informasi yang didapat, jadwal peresmian kantor kecamatan akan dilakukan berbarengan dengan kegiatan Bogor Keliling (Boling).

“Informasinya akhir bulan ini atau awal Februari, jadwal Boling Plt Bupati Bogor ke wilayah Caringin,” ungkapnya.

Mantan Sekcam Kemang itu pun merasa puas dengan kondisi fisik bangunan kantor kecamatan yang terlihat megah serta kokoh, sehingga membuat semua para pegawai kecamatan ingin segera menempatinya.

 “Makanya secara bertahap semua peralatan kantor, baik itu yang ada di ruangan camat dan para seksi sudah mulai dipindahkan,” ujar Irvan.

Irvan menyatakan, setiap hari peralatan kantor terutama yang bersifat pelayanan terhadap masyarakat, sudah dipindahkan ke kantor yang baru dibangun, seperti komputer dan alat perekaman e-KTP. 

“Mudah-mudahan hari Senin (16/1) nanti, untuk pelayanan sudah bisa dilakukan di gedung kecamatan yang kondisinya sudah bagus,” paparnya.

Irvan berharap, setelah gedung kantor kecamatan dibangun dan terlihat bagus serta megah, menjadikan motivasi bagi para pegawai kecamatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya berharap pelayanan kepada masyarakat lebih optimal lagi. Masyarakat yang datang ke kantor kecamatan juga akan merasa nyaman dengan kondisi sekarang,” imbuhnya.

** Deni Pratama

Darya Varia Ajak Perusahaan di Cicadas Berdayakan Lingkungan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Sebagai perusahaan industri farmasi di Kabupaten Bogor, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk merupakan salah satu perusahaan yang concern dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Melalui program Corporate social responsibility (CSR), Darya Varia terus berusaha membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan program peningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya adalah dengan meluncurkan program Desa Sehat.

“ Membangun Indonesia yang lebih sehat setiap orang di setiap waktu adalah visi dan misi perusahaan yang terus kami implementasikan dalam menjalankan perusahaan dan hubungan dengan lingkungan di sekitar perusahaan,” kata Corporate Secretary PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Widya Olivia Tobing kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/01/23).

Menurut dia, program Desa Sehat sudah dilaksanakan oleh Darya Varia sejak 2019 dan menjadi salah satu program CSR yang berkesinambungan. Awalnya, lanjut Widya, fokus perusahaan adalah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dilingkungan pabrik dengan berbagai program sanitasi dan kebersihan lingkungan.

“Namun sejalan dengan kebutuhan di lingkungan, program Desa Sehat terus kami kembangkan mulai dari bantuan terhadap peningkatkan kualitas Balita dengan membantu Posyandu, hingga program vertical garden sebagai bagian dari program ketahanan pangan,” ujarnya.

Widya berharap, langkah Darya Varia tersebut dapat diikuti oleh perusahaan lain, khususnya perusahaan di Desa Cicadas Kecamatan Gunung Putri. Bahkan, ia berharap perusahaan lain dapat memberikan kontribusi lebih terhadap masyarakat dari program program yang sudah digulirkan oleh Darya Varia.

“Kami mengajak kepada perusahaan lain agar sama-sama membangun kualitas kehidupan masyarakat di Desa Cicadas, baik pada aspek kesejahteraan maupun kesehatan. Sehingga program ini bisa menjadi salahsatu prioritas perusahaan guna menjalin harmonisasi dengan pemerintah dan lingkungan perusahaan,” tukasnya.

Widya juga menekankan jika program Desa Sehat yang digulirkan Darya Varia merupakan kegiatan CSR yang bertujuan untuk memastikan program-program peningkatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi operasional Perusahaan berjalan secara berkelanjutan dan akan terus berlangsung dalam mewujudkan misi perusahaan.

“Melalui program Desa Sehat, Darya Varia ingin mengajak seluruh komponen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan komunitas, sehingga dapat tercapai pola hidup yang sinergis antara kesehatan, pemberdayaan, dan juga aspek ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi misi perusahaan yaitu membangun Indonesia yang lebih sehat dan pilar CSR kami yaitu Sehat Indonesiaku,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Polemik GOM Selatan, CV Emasindo Somasi PD Makmur

0

Bogor | Jurnal Bogor

CV Emasindo selaku pemenang tender pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Kecamatan Bogor Selatan akhirnya melayangkan somasi kepada penyedia bahan material PD Makmur lantaran diduga telah mencemarkan nama baik perusahaan.

Project Manager CV Emasindo, Harry Budiman mengatakan bahwa dengan adanya peristiwa pemasangan flyer di GOM berisi narasi yang mendiskriditkan sangat merugikan Emasindo. Apalagi sampai muncul di media sosial (medsos).

“Atas dasar itu, kami mensomasi H Makmur selaku pemilik PD Makmur, karena telah merusak nama baik perusahaan seolah-olah Emasindo tak ingin membayar, padahal kami tak ada kaitan kerjasama dengan dia. Bahkan yang bersangkytan sampai mau membongkar GOM,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (12/1).

Kata dia, CV Emasindo memberikan jangka waktu tiga hari kepada PD Makmur untuk meminta maaf dan membersihkan nama baik perusahaan.

“Kalau tak dilakukan juga, kami akan menempuh jalur hukum,” ungkap Harry.

Harry menegaskan bahwa sejak awal pembangunan GOM, CV Emasindo tidak pernah berhubungan dengan PD Makmur. “Kami hanya berurusan dengan Arfi selaku leveransir (pemasok) bahan material. Perjanjian kerjasama kami pun hanya dengan Arfi. Kalau di pertengahan jalan tidak dibayarkan oleh yang bersangkutan ke PD Makmur, itu menjadi urusan internal Arfi dan PD Makmur,” jelasnya.

Menurut Harry, CV Emasindo telah melunasi seluruh pembayaran bahan material melalui leveransir sebesar Rp1 miliar lebih. “Sudah kami lunasi ke Ardi (leveransir). Bahan material yang dipasoknya berupa material alam, pipa u ditch, dan lain-lain.

“Kami juga tidak mengetahui kalau ternyata leveransir punya tunggakan Rp235 juta ke PD Makmur. Sebab, sekali lagi kami membeli bahan material melalui Arfi,” tegasnya.

Ia menuturkan, ketika permasalahan mencuat, CV Emasindo sempat menemui H Makmur dan memberikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk meringankan beban toko material.

“Kalau ingin fair, sebenarnya permasalahan tunggakan bukan urudan kami. Tapi perusahaan punya itikad baik untuk membantu H Makmur, pemberian uang itu pun dilakukan dengan sepengetahuan Arfi sebagai leveransir,” paparnya.

Sebenarnya, sambung Harry, kunci permasalahan hutang piutang bahan material ada di leveransir. “Kami nggak tahu sebelunnya siapa H Makmur, kita tahunya pas pernasalahan internal mereka mencuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini GOM masih dalam tahap pemeliharaan hingga enam bulan ke depan atau sampai Juni 2023. “Dan kami menuntaskan pekerjaan sesuai schedule, yakni 4 Desember 2022,” imbuhnya.

Harry juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini sudah kehilangan kontak dengan Arfi sejak Senin (9/1).

Saat disinggung keterlibatan Ketua KONI Kota Bogor, Benninu Argoebie dalam permasalahan GOM. Harry menegaskan bahwa Benninu hanya dimintai saran mengenai standarisadi lapangan sepakbola dan fasilitas pendukung olahraga lain seperti fitness outdoor.

“Kami hanya meminta saran saja ke beliau (Benninu) soal harus seperti apa lapangan sepakbola dan fasilitas lainnya, mengingat Kota Bogor akan menjadi tuan rumah Porprov 2026,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Heri Karnadi mengatakan bahwa Dispora sudah berupaya menyambungkan komunikasi antara PD Makmur dan Arfi sebagai leveransir. “Sudah dilakukan dan telah ada komunikasi. Bahkan, CV Emasindo telah mencairkan uang pemeliharaan untuk membantu PD Makmur,” paparnya.

Mantan Kepala Satpol PP Kota Bogor ini juga menyatakan bahwa polemik di GOM Bogor Selatan sebenarnya masalah antara leveransir dan PD Makmur. “Harusnya H Makmur nagihnya ke Arfi bukan ke CV Emasindo. Kontraktor itu ada itikad baik, buktinya sudah membantu PD Makmur, salah kalau H Makmur kejar-kejar kontraktor,” paparnya.

Ketika disinggung mengenai adanya ancaman pembongkaran GOM. Heri menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkonsultasi dengan Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, mengingat GOM telah menjadi aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“GOM itu sudah diserahterimakan ke pemkot, otomatis menjadi aset. Dan apalabila pembongkaran dilakukan oleh mereka, otomatis akan berimplikasi kepada pidana lantaran merusak fasilitas publik,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Pedati Harus Steril PKL, Pemkot Takkan Beri Toleransi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor takkan memberikan toleransi bagi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah. Hal itu langsung ditegaskan oleh Wali Kota Bima Arya.

“Tidak akan menjadi pasar (Jalan Pedati). Saya akan terbitkan Perwali disitu terkait jualan barang apa saja yang ada disana. Toko saja diatur, otomatis PKL tak bisa disitu,” ucap Bima kepada wartawan, Rabu (11/1).

Ia menegaskan bahwa permasalahan Pedati bukan menjadi urusan Satpol PP saja, melainkan UMKM, camat, dan lurah.

“Konsep destinasi wisata komersial. Kalau berjalan, Pemkot Bogor akan memprioritaskan warga untuk berjualan di areal Pedati dengan konsep komersil. Kami akan bicarakan dengan warga konsepnya disitu. Tapi, tidak bisa kembali dengan konsep lama. Disitu bukan pasar,” ungkapnya.

Kata dia, dalam sisa satu tahun jabatannya sebagai wali kota, pengawasan akan selalu dilakukan di Jalan Pedati, dan mematangkan konsep.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan instruksi wali kota untuk tetap mensterilkan Jalan Pedati dari PKL, dengan cara menempatkan anggota sejak pagi hingga sore hari.

“Intinya kami tegak lurus, takkan ada lagi PKL di Jalan Pedati,” ucap dia.

Saat disinggung mengapa penjagaan tidak dilakukan hingga malam hari. Pria yang akrab disapa Demak ini menyatakan bahwa hal itu belum bisa dilakukan lantaran keterbatasan personil. “Anggota terbatas, sementara tugas kami banyak,” jelasnya.

Kendati demikian, sambung dia, pihaknya tengah mematangkan agar penjagaan di Jalan Pedati bisa dilakukan selama 24 jam seperti saat mensterilkan PKL dari Jalan MA Salmun.

“Nanti akan mengarah seperti saat MA Salmun, saat ini kami sedang carikan solusinya,” tandasnya.* Fredy Kristianto