28.5 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 709

Mandiri Utama Finance Tarik Mobil Nasabah dan Minta Uang Tarik 30 Juta

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor  

Nasabah leasing Mandiri Utama Finance (MUF) Cibubur, Asep Muhidin mengeluh lantaran harus menebus mobil miliknya yang disita oleh pihak bank dengan jumlah uang senilai Rp 30 juta.

Warga Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini menjelaskan, mobil jenis Fortuner miliknya yang disita oleh pihak MUF memang dalam kondisi menunggak angsuran kredit selama 3 bulan. 

“Ya memang saya sudah nunggak 3 bulan karena kondisi keuangan lagi kurang baik. Saya menjanjikan memang pada bulan Januari ini mau dibayar angsurannya. Tapi malah ditarik oleh pihak leasing,” keluh Asep kepada wartawan, Rabu (11/01/23).

Setelah mobil disita, lanjut Asep, kemudian ia datang ke kantor MUF Cibubur yang terletak di Desa Nagrak, Gunung Putri,  Kabupaten Bogor. Namun yang mencengangkan, pegawai leasing tersebut meminta tebusan sebesar Rp 30 juta jika mobil ingin diambil.

“Pas waktu disita, saya disuruh datang ke kantor leasing. Ketika mau bayar angsuran 3 bulan ke bank sekalian mau ambil mobilnya, kok malah disuruh bayar uang tebusan Rp 30 juta. Saya pikir gak akan sampe segitu,” katanya.

Kemudian, lanjut Asep, saat ditawar agar jumlah tebusannya tidak terlalu tinggi, pihak leasing mengklaim jika uang tersebut untuk membayar pihak ke-3 yang sudah menyita mobil miliknya dan tidak bisa ditawa lagi.

“Kata orang leasing gak bisa ditawar lagi, kalau mau ambil mobil harus bayar dulu yang dibicarakan, karena untuk membayar pihak ke-3 yang menyita mobil saya,” jelasnya.

Sementara itu, Dani, salah satu pegawai leasing MUF saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan, biaya tarik yang dikenakan terhadap kreditur bernama Asep Muhidin, sudah fix dan tidak bisa ditawar lagi.

“Gak bisa ditawar, itu kan untuk bayar pihak ketiga yang narik mobilnya. Kalo kurang dari Rp 30 juta nanti yang nombokin siapa,” dalihnya.

** Nay Nur’ain

Warga Nanggung Tuntut Jalan Ace Tabrani Segera Dibangun

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Warga Kecamatan Nanggung menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor untuk segera merealisasikan pembangunan Jalan Raya Ace Tabrani. 

Pasalnya, keberadaan jalan milik Pemkab Bogor di Desa Parakanmuncang, Nanggung itu kondisinya rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. 

“Dilihat dari kondisi saat ini banyak sekali jalan yang sudah rusak sampai membahayakan pengguna jalan terutama pengendara roda dua,” kata Aktivis Sosial yang merupakan warga Nanggung, Misbahudin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jurnal Bogor.  

Padahal, kata Misbah, dirinya sempat melihat ada perbaikan dari dinas, namun dia menilai perbaikannya tidak maksimal, sehingga menyisakan tanya bagi masyarakat.

“Dari beberapa bulan yang lalu saya lihat ada beberapa perbaikan jalan rusak itu dilakukan Dinas PUPR, tetapi perbaikannya tidak maksimal. Karena hanya beberapa titik jalan yang rusak parah terutama bekas penggalian yang dilakukan kontraktor sebelumnya, namun itu ada di beberapa titik aspalnya sudah mulai terkelupas kembali,” katanya. 

Dia menjelaskan, bahwa dalam papan  pemberitahuan mengenai peningkatan Jalan Panjaungan Nanggung-Curug Bitung tersebut anggaranya mencapai sekitar Rp1.957.506.500 dengan penyedia jasa kontruksi CV Nusantara Sentosa  yang sampai saat ini belum ada kejelasan pengerjaanya.

“Ini sangat disayangkan sekali saya mendengar, bahwa peningkatan jalan ini dibatalkan. Karena ada pemutusan kontrak dengan pihak penyedia, saya harapkan hal seperti ini tidak terjadi kembali karena yang dirugikan adalah masyarakat,” jelasnya.

“Saya harap pembangunan jalan segera dilaksanakan dikarenakan sangat membahayakan pengguna jalan dan demi kenyamanan masyarakat Kecamatan Nanggung,” tambahnya. 

Sebelumnya diberitakan, Jalan Raya Ace Tabrani di ruas Panjaungan Curugbitung dimana proyek itu telah diputus kontraknya dan diperkirakan berlanjut lagi pada tahun ini.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin mengaku sudah pernah memanggil pelaksana proyek tersebut. Awalnya, pihak pemborong mengusulkan perubahan gambar supaya ada progres. Namun, tidak dipenuhi karena memang di lokasi tidak ada pekerjaan seperti Tembok Penahan Tanah (TPT).

“Harusnya pemborong bisa kerjakan dahulu lapisan awal, agar keliatan kesulitannya tapi sampai saat ini tidak ada progres,” jelasnya.

Pria yang disapa Jaro Peloy ini mengatakan, pihak pemborong tidak bisa melakukan perpanjangan karena tidak menunjukkan progres.

“Sudah diputus kontrak karena tidak ada solusi, kalau dipaksakan malah ada temuan dan untuk anggaran kembali ke kas negara paling nanti jadi luncuran di 2023,” tukasnya.

** Andres

Kinerja CV Srikandi Disoal, Pengamat UPT DPUPR: Pelaksana Gak Bisa Dibilangin

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Peningkatan Jalan Mengker – Gunung Batu berbatasan dengan Kabupaten Cianjur yang berada di Desa Sukaharja, Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang dikerjakan oleh CV Srikandi dengan PT Bina Index Consult sebagai Konsultan Pengawas dengan memakan anggaran APBD sebesar Rp.3,9 miliar disoal warga.

Warga sekitar Culeng, menyayangkan dengan anggaran APBD yang digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor untuk Peningkatan Jalan Mengker-Gunung Batu dan sangat dirindukan warga akan pembenahannya justeru menelan kecewa. Pasalnya, anggaran yang begitu besar namun pekerjaan seolah dikerjakan asal-asalan.

“Di dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) pengerjaan jembatannya harus memakai besi, namun nyatanya tidak, dan anehnya juga pihak-pihak terkait pada diam, seolah-olah tidak tahu. Saya sangat miris biaya yang diberikan sangat besar namun yang disajikan untuk masyarakat kualitas murahan,” papar Culeng kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/01/23).

Selain itu, sambung dia, ada beberapa bagian yang diduga tidak dipasang besi penyambung, serta ada titik yang tidak digelar Lean Concrete (LC) dan penyempitan lebar jalan di atas jembatan.

“Hal lain yang membuat warga kesal ialah jalan warga yang dilintasi oleh mobil beton justeru kini rusak, dan katanya pihak penyedia jasa mau memperbaikinya tapi ternyata hanya bualan semata,” kesalnya lagi.

Sementara, Pengamat UPT DPUPR Jonggol Hermawan menyesalkan sikap pelaksana kegiatan yang sulit diberi pemahaman dan seolah pengamat dari UPT tidak dianggap. Padahal, setiap ada permasalahan di lapangan yang pasti ditegur dan ditanya oleh masyarakat adalah pihak dinas terkait, namun fungsi dan keberadaannya seolah tidak dianggap oleh penyedia jasa dan konsultan pengawas.

“Satu hal yang mungkin tidak diketahui masyarakat, jika UPT itu hanya berperan sebagai pengamat, dan tugasnya hanya melaporkan kepada konsultan pengawas dan kepada Kepala UPT, serta kepada PPK Dinas PUPR, selebihnya kami tidak punya kewenangan apa-apa,” jelas Hermawan.

Semua hasil pengamatannya, sambung Hermawan, sudah dilaporkan kepada yang lebih tinggi. Adapun keluhan masyarakat yang disampaikan perihal tidak adanya penggunaa LC pada pengecoran pertama itu bisa dibilang benar, karena saat itu hujan dan LC yang sudah digelar hilang tergerus air hujan.

“Saya sudah mengingatkan penyedia jasa untuk menggelar ulang LC yang hilang tergerus air hujan, namun tidak diindahkan sehinnga langsung ditimpa badan beton. Dan untuk pemakaian besi saya tidak bias berkomentar karena saya tidak setiap hari datang kesini, tapi konsultan pengawaslah yang seharusnya mengawasi pekerjaan ini,” bebernya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada penyedia jasa, karena keberadaan UPT seolah tidak dianggap. Padahal UPT yang berjuang mati-matian agar jalan ini dibenahi untuk memudahkan mobilitas masyarakat.

“Jalan Mengker-Gunung Batu ini kami usulkan dari tahun 2019 dan baru sekarang bisa terealisasi, tapi sangat disayangkan jatuh ketangan penyedia jasa yang kurang bertanggung jawab, apalagi pekerjaan ini sudah molor lebih dari satu bulan dari jadwal kontrak yang sudah ditentukan,” geramnya.

Terpisah, Pelaksana CV Srikandi Agus Prayitno saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, pekerjaan sudah selesai dan dikebut semalam untuk kekurangan bagian jalan yang belum dibeton.

“Ya memang pekerjaan ini telat, tapi sudah kami kebut semalam untuk pengecorannya. Sebentar ya saya tutup dulu ini ada kades dan babinmas datang,” singkatnya sambil menutup pembicaraan.

** Nay Nur’ain

Mengajukan Bantuan ke Baznas Kabupaten Bogor, Warga Miskin Ini Merasa Dilecehkan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kecewa, itulah yang dirasakan oleh warga miskin di Kp.Sindanglengo, Desa Klapanungal, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Dia harus gigit jari karena mengajukan bantuan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor untuk biaya pascaoperasi dan rawat inap hanya dicairkan sebesar Rp300 ribu rupiah.

Salah satu anak pasien Entin, Samsul mengatakan, dirinya mengajukan bantuan ke Baznas Kabupaten Bogor untuk biaya perawatan dan pascaoperasi ibunya. Menurut informasi yang pernah didengar olehnya, jika mengajukan ke Baznas bisa diangka 5 – 7 juta rupiah asalkan dilampirkan semua biaya yang sudah dikeluarkan.

“Sebelumnya kami mendapat bantuan dari Bogor Timur Jurnalis dan Katar Kedep sebesar 5 juta rupiah, itu kami pakai bayar hutang pascapengobatan ibu saat dirawat di rumah sakit swasta, dan biaya makan untuk menunggu di rumah sakit serta membeli obat yang tidak dikaver oleh BPJS, karena BPJS ibu saat itu belum dibayarkan pihak perusahaan,” paparnya.

Dia menjelaskan, atas saran rekan jurnalis dan dibantu oleh Biro Jurnal Bogor untuk mengajukan bantuan ke Baznas, karena memang masih sangat banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli obat pascaoperasi ibu saat ini. Sedangkan penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Saya kaget saat mendapat bantuan besaran hanya 300 ribu, ongkos yang saya pinjam dari tetangga untuk bensin mondar-mandir dari Klapanunngal ke Cibinong saja sudah lebih dari 300 ribu, padahal sebelumnya diminta macem-macem, bahkan kwitansi bekas berobat yang sudah diberikan ke pabrik untuk laporan saya ambil lagi, karena diminta sama pihak Baznas. Bukan tidak bersyukur, mungkin karena kesalahan saya saja yang terlalu berharap bantuan kepada pemerintah, ditambah lagi Ketua Baznas K.H Lesmana adalah orang Klapanunngal, mungkin saya terlalu berharap kepada beliau untuk bisa membantu meringankan kami,” ujar Samsul.

“ Ibu saya sudah hampir satu bulan dirawat di RSUD Cileungsi, untuk biaya makan sehari-hari nunggu ibu juga kami harus berhutang, untungnya kemarin ada bantuan dari BTJ sehingga kami bisa sedikit menutup hutang dan beli obat untuk ibu yang tidak dikaver BPJS. Jujur saya sedih, mengajukan ke Baznas dengan syarat yang begitu banyak dan biaya ongkos yang tidak sedikit tapi hanya diberikan bantuan sebesar Rp300 rupiah, sebagai orang miskin salahkah saya, jika saya merasa dilecehkan, apakah karena si miskin ini bodoh, dan bodohnya saya terlalu berharap kepada pemerintah. Sekarang uang 300 ini hanya bisa saya pakai untuk ganti uang tetangga yang saya pakai untuk ongkos mondar-mandir dari Klapanunggal ke Cibinong,” sambung Samsul, sambai menyeka air mata.

Sementara, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor, Drs.K.H Lesmana M.Pd saat di konfirmasi via pesan singkat Whatapp akan aturan yang dipakai Baznas terkait pemberian bantuan kepada warga miskin dan untuk dana bantuan kesehatan, mengatakan tidak tahu dan melempar kepada 4 wakil kepala dan Suleman yang menangani persoalan tersebut.

“Belum tau, coba hubungi pak Suleman. Itu biasanya para waka, kan ada 4 waka. Suleman sepri saya,” singkatnya.

** Nay Nur’ain

Bangun Jalan Desa, Irigasi dan TPT, Samisade di Sadengkolot Rampung

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2022 di Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor kini telah rampung.

Penggunaan anggaran bantuan keuangan insfratruktur desa yang dicairkan dua tahap itu digunakan untuk 4 item pengerjaan di satu titik lokasi kegiatan yakni pembangunan jalan desa di Kampung Pabuaran Dua, RW 07 dan RW 08 dengan pengaspalan sepanjang 1.250 meter dan lebar 3 meter ditambah pelebaran jalan, drainase dan Tembok Penahanan Tanah  (TPT).

“Realisasi anggaran bantuan keuangan infrastruktur desa Samisade untuk mendorong transparansi penyelenggaraan pembangunan. Alhamdulillah yang sekarang 40 persen tahap kedua sudah selesai,” kata Sekretaris Desa Sadengkolot Sadiman, kemarin.

Kini, masyarakat pun turut gembira dengan jalan tersebut yang sudah rampung. Tak hanya pengguna jalan, bahkan para petani pun merasakan. Sebab  ada drainase yang dibangun untuk mengairi pesawahan masyarakat di dua RW.

“Titik tersebut adalah sektor yang utama sangat dibutuhkan, yang awalnya kurang lebar kita lebarkan agar kendaraan roda empat tidak lagi bergantian,” ucapnya.

“Sementara untuk irigasi itu bisa bermanfaat terhadap sektor pertanian yang mana airnya dibuang langsung ke irigasi pertanian manfaatnya untuk masyarakat pengguna air di dua RW termasuk TPT penahan jalan,” tambahnya.

Bahkan masyarakat sekitar pun menyambut Samisade ini sangat antusias yang mana mereka bersyukur ada perubahan di lingkungan tersebut yang bisa menopang perekonomian. 

Pasalnya, di wilayah tersebut mayoritas masyarakat selain petani dan ada juga produksi anyaman bambu sehingga dengan infrastruktur jalan bagus, memobilisasi masyarakat untuk sektor ekonomi bisa meningkat.

“Dengan adanya bantuan infrastruktur desa ini masyarakat cukup antusias. Bahkan seperti pedagang dan para petani merasa bersyukur,” tukasnya.

** Andres 

Bogor Timur Sentra Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi akan mengarah pada peningkatan kebutuhan pangan, energi dan air. Untuk memenuhi tuntutan tersebut juga membutuhkan perhatian dan kolaborasi bersama, oleh karena itu ketahanan pangan, energi, dan air menjadi suatu misi utama pemerintah.

Sebagai salah satu peran terpenting dalam berlangsungnya kehidupan manusia, ketahanan pangan merupakan kebutuhan utama manusia dalam kehidupan.

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan gizi rumah tangga yang dihasilkan dari ketersediaan pangan yang cukup, mulai dari jumlah maupun mutunya tetap aman, merata, dan mudah dijangkau. Pangan adalah kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi setiap saat.

Pemerintah telah memasukkan program ketahanan pangan dalam Agenda Pembangunan Nasional ditahun 2022-2024 dengan mengutamakan program peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan.

Di Kabupaten Bogor, Program Ketahanan Pangan terus digulirkan di seluruh wilayah, salah satunya wilayah Bogor Timur yang nantinya akan menjadi salah satu sentra ketahanan pangan di Kabupaten Bogor. Hal itu ditandai dengan diresmikannya lumbung pangan di wilayah Bogor Timur.

“Untuk 2022, Dinas Ketahanan pangan sudah memenuhi pencapaian program ketahanan pangan yang menyangkut pengadaan cadangan pangan sebagai salahsatu sarana untuk menekan inflasi. Dan Wilayah Bogor Timur akan menjadi wilayah yang nantinya akan difokuskan dalam berbagai program ketahanan pangan,” kata Kepala Sub Kordinator Konsumsi Pangan Kabupaten Bogor, Wulan kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/01/23).

Menurutnya, program Ketahanan Pangan berfokus pada mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana prasarana dan penggunaan teknologi. Pengadaan cadangan pangan dan peningkatan penyediaan cadangan pangan.

“Jadi kami fokus pada pola penganekaragaman konsumsi pangan non beras dan terigu, salah satunya dengan pemanfaatan perkarangan,” ujarnya.

Wulan mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi indikator ketahanan pangan diantaranya, ketersediaan pangan dari hasil produksi masyarakat, ketersediaan pangan dari lumbung pangan, dan ketersediaan Pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis potensi sumber daya lokal.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, meresmikan sembilan Lumbung Pangan Masyarakat dan sarana pendukung lain yang terdiri 4 unit bersumber dari DAK dan 5 unit bersumber Dana dari APBD Kabupaten Bogor.

** Taufik/Nay

Darya-Varia Konsisten Wujudkan Desa Sehat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) Gunung Putri, menggelar perayaan Desa Sehat, yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah berjalan sejak 2019.

Desa Sehat merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Darya-Varia sebagai komitmen untuk menjawab isu yang terjadi di sekitar daerah operasi perusahaan, utamanya untuk membangun kesadaran hidup sehat termasuk lingkungan sehat, sekaligus memberdayakan komunitas untuk peningkatan kondisi ekonomi.

Vice President PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Ian Kloer mengatakan, Desa Sehat merupakan salah satu program implementasi misi Perusahaan yaitu membangun Indonesia yang lebih sehat setiap orang di setiap waktu. Menurutnya, sejak 2019, program Desa Sehat telah digelar di beberapa kawasan produksi Perusahaan, di antaranya di Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini.

“Kami percaya, bahwa kesehatan masyarakat juga harus dimulai dari komunitas atau elemen masyarakat yang terkecil, untuk membentuk pola hidup yang sehat. Oleh karena itu, melalui program ini Darya-Varia bergerak dan melakukan kontribusi nyata dengan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui serangkaian program pelatihan, penyuluhan, dan juga edukasi yang membantu meningkatkan kesehatan sekaligus mendukung kesejahteraan mereka terutama dalam hal ketahanan pangan ,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/01/23).

Ian mengatakan, wujud kongret dari program Desa Sehat adalah dengan memberikan bantuan kepada beberapa posyandu di Desa Cicadas. Bantuan-bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kualitas kesehatan balita di Desa Cicadas.

“Untuk bidang kesehatan, kami konsisten dalam membantu Posyandu dan memberikan bantuan makanan tambahan. Sementara untuk bidang kesejahteraan, kami bekerjasama dengan kelompok tani untuk mewujudkan pertanian berbasis hidroponik,” jelasnya.

Sementara itu, Head of Plant Darya-Varia Gunung Putri Yeri Krisbianto, menjelaskan sebelum program Desa Sehat digulirkan, pihaknya telah melakukan survei dan interaksi dengan masyarakat sekitar terkait kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, program Desa Sehat yang digulirkan dalam beberapa bentuk, seperti posyandu, pertanian dan hidroponik dan peternakan lele adalah aspirasi dari masyarakat.

“Keterbatasan lahan untuk bercocok tanam membuat kami sepakat untuk membuat Vertical Garden sayuran organik, budidaya ikan lele dalam ember, dan juga pemberian makanan tambahan bagi Balita melalui Posyandu,” tuturnya.

Melalui program pelatihan pembuatan Vertical Garden untuk sayuran organik, Desa Sehat telah berhasil membantu ketahanan pangan, khususnya pemenuhan kebutuhan sayuran untuk kecukupan gizi terhadap yang tersebar di 5 RT di wilayah pabrik Gunung Putri.

Selain Vertical Garden, kegiatan pembudidayaan ikan lele dalam ember juga memberikan kontribusi dan dampak ekonomi bagi masyarakat penerima manfaat Desa Sehat. Panensayuran organik dan juga ikan lele dapat diserap oleh pedagang-pedagang makanan disekitar daerah penerima manfaat, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang cukup baik.

Sedangkan Corporate Secretary PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Widya Olivia Tobing, menekankan kembali bahwa program Desa Sehat merupakan kegiatan CSR yang bertujuan untuk memastikan program-program peningkatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat disekitar lokasi operasional Perusahaan berjalan secara berkelanjutan dan akan terus berlangsung.

“Melalui program Desa Sehat, Darya- Varia ingin mengajak seluruh komponen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan komunitas, sehingga dapat tercapai pola hidup yang sinergis antara kesehatan, pemberdayaan, dan juga aspek ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi misi perusahaan yaitu membangun Indonesia yang lebih sehat dan pilar CSR kami yaitu sehat,” pungkasnya. Taufik/Nay

Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Rumah Makan dan Warkop

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Truk Tronton Isuzu Giga bernopol B 9890 GYU menabrak dua kios rumah makan dan warung kopi milik warga di Kampung Bunar, Desa Bunar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rabu (11/01/23) sekitar pukul 15.00 WIB.

Truk tronton tak bermuatan ini oleng ketika mengalami rem blong, lalu menghindari beberapa kendaraan didepannya, sehingga dibuang ke arah kanan jalan dan menabrak dua kios rumah makan dan satu sepeda motor Honda Supra milik warga hingga hancur.

Sopir tronton Pakih (35) mengatakan, kejadian berawal dari arah Bogor menuju Jasinga kendaraan baik-baik saja tidak ada kendala rem blong. Namun setelah sampai Pertigaan Kadaka, Desa Bunar persis di depan Polsek, tiba – tiba kendaraan tersebut remnya blong sehingga spontan sopir langsung membuang ke arah kanan jalan dan menabrak dua kios dan satu sepeda motor milik warga sekitar.

“Ketika mendekati Pertigaan Kadaka rem mobil ini blong dan di depannya ada beberapa kendaraan yang berhenti, karena panik saya langsung membuang kendaraan tersebut ke sebelah kanan dan menabrakan ke kios milik warga, karena menghindari korban jiwa yang ada didepannya. Spontan saya banting setir ke kanan untuk menghindari beberapa kendaraan didepannya,” kata Pakih yang merupakan warga Rancabungur, Desa Bangunan Jaya, kepada wartawan.

Kecelakaan ini juga mengakibatkan 2 kios milik warga hancur, satu sepeda motor tergilas dan satu orang warga korban terluka akibat tertimpa reruntuhan kios saat tertabrak tronton tersebut.

Pantauan di lokasi kejadian saat ini sopir truk diamankan polisi lalu lintas Polsek Cigudeg guna mempertanggung jawabkan kerusakan dua kios milik warga dan satu sepeda motor merek Supra, dalam peristiwa kecelakaan tersebut. 

** Andres

Assessment Akreditasi, Langkah PPMKP Kementan Tingkatkan Kualitas Penyelenggaraan PBJ

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementerian Pertanian sebagai salah satu penyelenggara pelatihan pengadaan barang dan jasa pemerintah terus melakukan upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan salah satunya melalui proses akreditasi.

Akreditasi merupakan langkah untuk menjamin dan memberikan keyakinan pada publik bahwa pelatihan PBJ yang diselenggarakan oleh PPMKP sesuai dengan tata cara penyelenggaraan pelatihan PBJ dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sehingga menghasilkan kualitas alumni atau peserta yang andal. Sebelumnya, PBJ PPMKP telah meraih predikat B untuk akreditasinya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa  peningkatan kapasitas ASN yang andal menjadi agenda penting dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, karenanya peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas SDM-nya.

Proses akreditasi PPMKP dilakukan melalui beberapa tahapan pelaksanaan diantaranya pengajuan akreditasi/surveillance, pemeriksaan berkas awal, desk assessment, visitasi onsite, serta rapat komite penjaminan mutu pelatihan dan sertifikasi PBJ. Saat ini tengah berlangsung tahap desk assessment dan visitasi onsite.

Dalam kesempatan menerima visitasi onsite, Rabu (11/01), kepala PPMKP, Yusral tahir mengatakan harapan kedepannya PPMKP dapat memperoleh informasi strategis atau metode-metode pengelolaan pengadaan barang dan jasa dari LKPP. Ia pun menginginkan agar semua pegawai menguasai pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah demi mengoptimalkan pemanfaatan BMN.

“Arahan dari pimpinan kami semua pegawai harus menguasai PBJ agar akuntabilitas pemanfaatan BMN ini dapat dioptimalkan sehingga kedepannya target-target tercapai ”, kata Yusral.

Hadir sebagai assessor, Harry Sri Kahartan Kusuma Wijaya mengungkapkan beberapa unsur komponen instrument akreditasi Lembaga Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBBJ), yaitu 75% unsur organisasi dan 25% unsur program dan pengelolaan program. Namun, yang paling inti dalam unsur organisasi yaitu sub unsur tenaga kediklatan.

Harry pun menyarankan agar PPMKP juga mengajukan akreditasi untuk Tempat Uji Kompetensi pengadaan barang dan jasa.

“Kami menyarankan PPMKP mengajukan akreditasi untuk penyelenggara TUK, hal-hal yang perlu disipakan yaitu sarana prasarana seperti computer dan pelaksanaa operator atau penyelenggara sistem informasi”, ungkap Harry.

** Nita/PPMKP

Pemdes Gunung Putri Launching Pojok Baca Digital, Damanhuri: Kami Sedang Persiapkan SDM yang Siap Bersaing

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pemerintahan Desa Gunung Putri melakukan launching Perpustakaan Desa dan Pojok Baca Digital di Aula Desa Gunung Purti, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (10/01/23).

Launching Perpustakaan Desa dan Pojok Desa Digital  tersebut langsung dihadiri oleh Kordinator Bidang Perpustakaan Umum Indonesia Nurhadi Saputra S.Sos, M.Si; Kepala Pustakaan Kementerian Pertanian Gunawan SP, M.Si; Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Amin Sugandi, SE.MM; Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor Drs.Nana Mulyana,M.Si; Sekretaris Camat Gunung Putri Wawan Suryana,S.Sos dan Ketua BPD Desa Gunung Putri Ir.Djaenudin, serta para undangan dari OKP, kepala sekolah dan organisasi masyarakat.

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri mengatakan tujuan diadakannya Perpustakaan Desa dan Pojok Baca Digital ini untuk kembali memicu minat baca masyarakat, terutama kalangan milenial. Mengingat, semakin hari minat baca di kalangan anak sekolah maupun masyarakat sangat menurun.

”Pada dasarnya kami menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada instansi yang sudah memberikan bantuan terhadap  Pojok Baca Digital Desa Gunung Putri. Saya berharap dengan adanya Perpustakaan dan Pojok Baca Digital ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, khusunya bagi warga Desa Gunung Putri. Selain buku-buku ruang Pojok dilengkapi oleh Komputer dan ber AC, dengan tujuan semua yang datang bisa merasa nyaman dan betah berlama-lama di perpustakaan,” ujar Damanhuri kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, selain untuk memicu minat baca di masyarakat, adanya Perpustakaan dan Pojok Baca Digital ini  untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)  kedepan agar nanti bisa menghasilkan generasi-genersi yang siap bersaing, dan siap  menerima estafet kepemimpinan, baik di dalam [emerintahan maupun di lembaga lain.

“Atas nama Pemerintah Gunung Putri, saya juga ber terimakasih atas kinerja Ketua RT dan Ketua RW yang terus bekerja, serta mensupport kegiatan pemerintahan desa, baik untuk kegiatan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat . Hal tersebut sudah dibuktikan dengan berdirinya 17 titik pojok baca di 14 RW, terus semangat dan yakin Desa Gunung Putri bisa melahirkan generasi yang berkompeten untuk masa depan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain