28 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 707

Dua Oknum Wartawan Terancam Pidana 9 Tahun Penjara

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Dua orang yang mengaku wartawan berinisial AY (37) dari perusahaan Swaradesaku.com dan Z dari perusahaan Metro Media melakukan tindakan pemerasan terhadap aparatur desa di Desa Sibanteng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Keduanya telah melanggar kode etik jurnalistik dengan melakukan tindak pidana pemerasan yang merugikan orang lain.

“Jika nanti hasil penyelidikan dan penyidikan keduanya terbukti, maka bisa dikenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 9 tahun penjara,” ujar Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto, Minggu (15/1/2023).

Sebelumnya pada Kamis (12/1/2023), Polsek Leuwiliang menangkap keduanya karena meminta paksa uang sebesar Rp 50 juta kepada perangkat desa yang terdiri dari sejumlah ketua RT dan RW di Desa Sibanteng.

Uang tersebut dimaksudkan agar kedua orang yang mengaku wartawan tersebut tidak mempublis video yang menurut mereka adalah intimidasi terhadap wartawan.

“Keduanya meminta sejumlah uang agar tidak ditayangkan video yang menurut mereka itu pengancaman terhadap dua oknum yang mengaku wartawan ini, saat pembagian bansos di Desa Sibanteng. Kebetulan anggota kami sedang makan di sana, karena kenal dengan RT tersebut, maka ditegur lah yang bersangkutan sedang apa, dan cerita pak RT disitu, ada barang bukti maka langsung diamankan,” katanya.

Dari tangan terduga pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa identitas, id card wartawan dan uang senilai Rp 10 juta.

“Keduanya sempat melakukan nego, awalnya minta Rp 50 juta kemudian turun Rp 32 juta, turun Rp 15 juta, akhirnya disepakati Rp 15 juta, namun dibayar dulu Rp 10 juta dulu dan Rp 5 juta lagi minggu depan, jika yang sisanya itu dalam satu minggu tidak dibayar, dia minta jadi Rp 7 juta,” katanya.

Sementara Kepala Desa Sibanteng, Didin Hapidudin juga menjelaskan bahwa aparatur desanya dimintai sejumlah uang oleh dua orang pria yang mengaku sebagai wartawan.

“Diminta uang senilai 50 juta oleh oknum yang mengaku wartawan dengan dalih ada pemberitaan yang terkait dengan RT, RW dan ternyata pemberitaannya itu bohong,” kata Didin.

** Andres

Bertahun-tahun Banjir, Jembatan Cibarengkok Luput dari Perhatian Pemerintah

0

Warga Kritik Kinerja Pemdes Klapanunggal dan Cikahuripan

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Warga yang biasa melintas di Jalan Raya Klapanunggal-Bojong, khususnya pelintas Jembatan Cibarengkok yang merupakan batas antara Desa Klapanunggal dan Desa Cikahuripan selalu mengeluhkan kondisi kemacetan dan rusaknya jembatan.

Meski sudah berlangsung cukup lama, namun sampai kini tidak ada tindakan kongret dari Pemerintah Desa Klapanunggal atau Pemerintah Desa Cikahuripan untuk melakukan perbaikan.

Padahal, di lokasi dekat Jembatan Cibarengkok yang notabene bagian dari kewajiban Pemerintah Kabupaten Bogor tersebu sering mendapat perbaikan, seperti tahun ini adanya perbaikan drainase di dekat area Jembatan Cibarengkok tersebut. Namun sangat diherankan, justeru untuk Jembatan yang menjadi pusat permasalahan tak jua dilirik untuk diperbaiki.

“Kalau hujan air sungai meluap, kondisi jalan sudah rusak dan macet bisa sampai 10 Km. ini sudah sangat mengganggu dan menghambat aktivitas warga. Tapi sampai kini tidak ada tindakan dari Pemerintah Desa, Kecamatan Klapanunggal atau Kabupaten,” ucap salah satu tokoh masyarakat Desa Klapanunggal, Samin Bahtiar kepada Jurnal Bogor, Minggu (15/01/23).

Menurut dia, keadaan jembatan Sungai Cibarengkok yang merupakan perbatasan Desa Klapanunggal dan Desa Cikahuripan sangat memprihatinkan. Selain penyempitan sungai, kondisi sungai juga dipenuhi dengan sampah yang menghambat aliran air. Akibatnya, setiap hujan air meluap ke jalan dan sulit dilintasi, apalagi kondisi jalannya sudah rusak parah.

“Setiap hujan pasti banjir dan sulit dilintasi. Akibatnya macet bias sampai Jalan Raya Narogong. Ini sudah sangat merugikan warga yang tinggal di daerah Klapanunggal,” ujar Samin.

Samin mengaku, Pemerintah Desa Klapanunggal, Desa Cikahuripan dan Kecamatan Klapanunggal pasti sudah mengetahui kondisi ini. Mengingat aduan warga sudah sangat sering disampaikna, terlebih aparatur yang bekerja di Pemerintahan Desa dan Kecamatan setiap hari melintasi jalan tersebut. Namun, warga merasa kecewa lantaran sampai saat ini tidak ada tindakan apapun dari pemerintah guna mengatasi hal tersebut.

“Gak mungkin pemerintah gak tahu. Karena sudah banyak warga yang mengeluh tapi pemerintahnya yang diam saja tidak segera melakukan tindakan perbaikan,” tegas Samin.

Ia menegaskan, permasalahan kemacetan, banjir dan ruas jalan rusak tersebut hanya bisa ditangani dengan segera melakukan perbaikan. Karena jika tidak, persoalan itu tidak akan pernah selesai. Terlebih saat ini, di Klapanunggal curah hujan masih tinggi.

“Warga hanya minta segera diperbaiki. Siapa pun itu yang bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan itu urusan pemerintah,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

HUT ke-50, PDI Perjuangan Tanam 300 Pohon Hingga Tebar Paket Sembako

0

Bogor | Jurnal Bogor

Memperingati HUT PDI Perjuangan ke-50, DPC PDI Perjuangan Kota Bogor menyelenggarakan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon serentak yang diikuti seluruh pengurus DPC, PAC dan bakal calon legislatif (bacaleg) se-‘Kota Hujan’.

“Kami melakukan penanaman pohon buah-buahan seperti durian, nangka, rambutan, lengkeng juga petai,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata (DID).kepada wartawan, Minggu (15/1).

Selain menanam pohon, kata DID, pihaknya juga melakukan kerjabakti bersama warga membersihkan jalanan, saluran air, makam, sungai, dan juga fogging.

“Kami juga membagikan 300 paket sembako untuk warga di enam lokasi. Yakni, Kelurahan Cipaku, Balumbang Jaya, Sukadamai, Sindangrasa, Sempur dan Tanahbaru,” ucap pria yang juga Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor itu.

DID juga menegaskan, agar lebih mempererat silaturahmi dengan warga, PDI Perjuangan menyelenggarakan ngaliwet bareng warga.

“Kegiatan tanam pohon dan kerjabakti ini sudah yang kesekian kali diadakan sebagai bentuk kepedulian PDI Perjuangan terhadap lingkungan dan masyarakat,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Perkuat SDM, Mentan Syahrul Minta Jajaran BPPSDMP Perkuat Konsolidasi dan Harmonisasi

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menutup rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang digelar di Makassar, Sabtu (14/1).

Pada arahannya, Mentan Syahrul meminta jajaran BPPSDMP untuk menjadikan rapat pimpinan ini sebagai momentum untuk bekerja lebih giat dan cerdas dalam mewujudkan pertanian yang makin maju, makin mandiri, dan makin modern.

“Bulan pertama adalah bulan konsolidasi, bulan kedua memantapkan konsepsi, dan bulan ketiga mulai implementasi semua program. Harus ada aksi jangan hanya menjadi ilusi,” kata Mentan Syahrul.

Selanjutnya, Mentan Syahrul mengingatkan bahwa tahun 2023 akan lebih berat dari tiga tahun terakhir. Hal itu karena dampak perubahan iklim, pandemi COVID-19, dan perang Rusia dan Ukrania yang masih terus belanjut.

“Tahun 2023, ancaman krisis ekonomi, ancaman krisis pangan dunia, dan gempa ada di mana-mana. Perubahan alam tidak dapat kita lawan, tetapi kita bisa beradaptasi dengan teknologi,” kata Mentan Syahrul.

Oleh karena itu, dia meminta kepada penyuluh dan petani untuk berjuang membela negara dengan menyediakan pangan. Menyediakan pangan untuk 273 juta jiwa Indonesia, kata dia, adalah tugas mulia.

“Mindset kita semua harus sama, harus punya visi yang sama, tidak hanya pejabat saja, tapi seluruh pelaku pertanian. Ingat kekompakan adalah kunci dari keberhasilan kerja bersama kita,” imbuh dia.

Pada acara yang sama, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyatakan senang atas kehadiran Mentan Syahrul memberikan semangat dan motivasi.

Dedi menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui tiga program utama, yakni di bidang penyuluhan, bidang pendidikan, dan bidang pelatihan.

“Di bidang penyuluhan, kita akan bangun terus kostratani dengan kata lain pemberdayaan Balai Penyuluhan Pertanian. Di bidang pelatihan, kita akan melakukan pelatihan vokasi untuk aparatur dan nonaparatur, P4S, dan petani milenial,” kata Dedi.

“Terakhir di bidang pendidikan, kita akan melakukan pendidikan vokasi untuk menciptakan SDM yang qualified job seeker, reformasi birokrasi, dan penerapan nilai-nilai BerAhlak,” sambung dia.

Tahun ini, lanjut Dedi, BPPSDMP akan fokus pada empat program yang terbukti tahun lalu mendapatkan hasil baik, yakni Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh. Kedua Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakayat (TANIAKUR).

“Dua lagi yakni program yang diluncurkan akhir tahun lalu, yakni Genta Organik (Gerakan Tani Pro Organik) sebagai solusi mahalnya pupuk dan Low Cost Precision Farming pertanian presisi berbiaya rendah,” ucap Dedi.

Dedi pun menekankan bahwa semua program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan peningkatan SDM pertanian. Untuk itulah, lanjut dia, BPPSDMP melakukan konsolidasi internal.

“Dengan adanya konsolidasi diharapkan ada sinergi, harmonisasi, dan simponi di lingkup BPPSDMP. Simponi yang Indah hanya dapat di capai dengan harmonisasi,” imbuh Dedi.

Hadir pada acara ini, Bupati Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Gubernur Sulawesi Selatan yang di wakili Kepala BPSDM Sulawesi Selatan, Muh Jufri, Pangdam XIV Hasanudin, May Jend TNI Totok Imam Santoso, Kapolda Sulawesi Selatan, Irpol Nana Sujana.

Hadir juga Pejabat Eselon 1 dan 2 lingkup Kementan, Staf Ahli Menteri Pertanian, Koordinator dan Subkordinator lingkup BPPSDMP, penyuluh pertanian wilayah Makassar, Wakil Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) dan Petani Milenial.

** Kementan

Lantik Pejabat Tinggi Pratama , Mentan : Siap Kerja Keras untuk Pertanian yang Makin Maju Mandiri Modern

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Sebanyak 31 Pejabat Tinggi Pratama di lingkup Kementerian Pertanian dilantik Jumat (12/01) oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Rotasi dan promosi dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan mempertahankan prestasi yang telah dicapai.

Dalam sambutanya, Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap pejabat yang baru dilantik mampu beradaptasi dengan cepat serta memberikan solusi kongkrit terhadap setiap persoalan yang ada. Dia ingin, jabatan baru yang diemban bisa menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan semakin modern.

“Saya minta tingkatkan terus kompetensi dan profesionalnisme saudara serta manfaatkan perkembangan teknologi untuk mendapatkan informasi yang valid agar mampu beradaptasi mengikuti dinamika perubahan nasional dan global. Adaptasi lebih cepat dan pecahkan setiap persolan yang ada. Saya percaya saudara akan menjalankan amanah sebaik baiknya,” kata Mentan Syahrul.

Akselarasi program yang telah di tentukan menyangkut pemenuhan pangan masyarakat
Mentan Syahrul juga berharap dengan rotasi dan promosi jabatan dapat meningkatkan kinerja Kementan dan mempertahankan pencapaian yang telah di raih.

Mentan Syahrul berpesan “Jadi pejabat di kementan harus siap bekerja tanpa jeda tidak ada libur, menurut saya ,untuk dapat mewujudkan pertanian yang makin maju makin mandiri dan makin modern” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru di lantik, dan berharap dapat segera beradaptasi dan langsung berkerja maksimal di tempat tugas yang baru

“Promosi dan Rotasi mutlak dilakukan sesuai kebutuhan organisasi, saya ucapkan selamat kepada pejabat baru, selamat berkerja dan bersinergi satu sama lain di lingkup BPPSDMP. Untuk mencapai target, kita harus bersinergi dan berkolaborasi dengan hal itu akan tercipta harmoni tandas Dedi.

Diantara 31 Pejabat Tinggi Pratama yang di lantik 5 diantaranya berasal dari BPPSDMP. Pejabat tersebut antara lain:
Muhammad Amin dilantik sebagai Kepala Pusat Pelatihan Pertanian mengantikan, Lely Nuryati yang menempati jabatan baru, sebagai Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.

Syaifudin yang sebelumnya menjabat Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa dilantik menjadi Direktur Polbangtan Bogor. Detia Tri Yunandar dilantik sebagai Direktur Polbangtan Gowa.

Bambang Haryanto dilantik menjadi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang dan Yulia Asni Kurniawati dilantik sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang.

Pelantikan dilakukan secara daring di sela agenda rapat pimpinan lingkup BPPSDMP yang berlangung 12 s.d 15 Januari 2023 di Makassar.

Pelantikan disaksikan langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan Pertanian, Dedi Nursyamsi, Sekretaris Badan, Siti Munifah, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti dan Kepala UPT, Direktur Polbangtan, dan Kepala SMKPPN lingkup BPPSDMP.

** Esapt / Kementan

STIA Menarasiswa Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik

0

Studium General Masa Depan Ilmu Administrasi Negara di Indonesia

Kemang | Jurnal Bogor

STIA Menarasiswa menggelar Studium General Masa Depan Ilmu Administrasi Negara di Indonesia menghadirkan pakar politik dan ekonomi Prof.Dr.Ichsanuddin Noorsy, B.Sc, SH., M.Si di Aula Prof.Dr.H.Koswara, Sabtu (14/1/2023). Kegiatan ini untuk mendorong mahasiswanya bisa menjadi pelayan masyarakat dalam upaya good public service.

“Administrasi ini memiliki peran penting dalam perubahan paradigma sekarang karena menyentuh hampir semua aspek kehidupan seperti sosial, pemerintahan, hukum dan lain sebagainya. Karena pelayanan publik yang baik telah menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Ketua STIA Menarasiswa, Dr. Saprudin M.Si dalam keterangannya usai acara.

Untuk itu, tertib administrasi, baik publik maupun private atau sektor bisnis akan menjadi tolak ukur seberapa baik sistem pelayanan. Di pemerintahan misalnya, tertib administrasi yang melahirkan sistem pelayanan yang baik hingga menciptakan good governance dan clean government.

“Operasional suatu bisnis (perusahaan) pun tak akan berjalan maksimal manakala administrasinya tidak bagus,” jelas Dr. Saprudin.

Pelayanan publik yang baik dijelaskannya akan memberikan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, transportasi publik, air bersih dan lain sebagainya yang bersifat untuk kebutuhan publik diperlukan tata kelola yang baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebab pelayanan publik yang berbentuk segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik di era sekarang ini menjadi kebutuhan. “Ilmu administrasi ini tak akan lekang ditelan zaman karena terus mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman,” tandas Dr. Saprudin.

Studium general kata dia masih akan terus dilakukan untuk memberikan ilmu dan wawasan serta diharapkan bisa diterapkan di pemerintahan dan masyarakat. Pada Studium General Masa Depan Ilmu Administrasi Negara di Indonesia kali ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa S2,S1 dan D3.

Sementara Prof.Dr.Ichsanuddin Noorsy, B.Sc, SH., M.Si juga menyinggung perlunya melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.

“Berbagai permasalahan atau hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak akan berjalan dengan baik harus ditata ulang atau diperbaharui,” jelasnya.

Unutk itu kata dia harus segera diambil langkah-langkah yang bersifat mendasar, komprehensif, dan sistematik, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. “Perlu proses pembaharuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” kata dia.

** Asep S.Sayyev

Perkuat SDM Pertanian, BPPSDMP Kementan Lakukan Harmonisasi

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat program pengembangan SDM di tahun 2023.

Di beberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya pengembangan SDM pertanian dalam mengoptimalisasi pembangunan sektor pertanian.

“Bicara pertanian adalah sumber daya yang paling pasti,” kata Mentan Syahrul. “Sebab semua potensinya sudah terbuka lebar dan sangat menjanjikan.”

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa tantangan tahun ini tidak ringan akibat perubahan iklim, dampak pandemi COVID-19, dan perang Rusia dan Ukrania yang masih terus belanjut.

Untuk itu, pihaknya terus menerus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui tiga program utama yakni di bidang penyuluhan, bidang pendidikan, dan bidang pelatihan.

“Di bidang penyuluhan, kita akan bangun terus kostratani dengan kata lain pemberdayaan Balai Pelatihan Pertanian. Di bidang pelatihan, kita akan melakukan pelatihan vokasi untuk aparatur dan nonaparatur, P4S, dan petani milenial,” kata Dedi pada Rapat Pimpinan Lingkup BPPSDMP, Makassar, Kamis (12/1).

“Terakhir di bidang pendidikan, kita akan melakukan pendidikan vokasi untuk menciptakan SDM yang qualified job seeker, reformasi birokrasi, dan penerapan nilai-nilai BerAhlak,” sambung dia.

Tahun ini, lanjut Dedi, BPPSDMP akan fokus pada empat program yang terbukti tahun lalu mendapatkan hasil baik, yakni Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh. Kedua Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakayat (TANIAKUR).

“Dua lagi yakni program yang diluncurkan akhir tahun lalu, yakni Genta Organik (Gerakan Tani Pro Organik) sebagai solusi mahalnya pupuk dan Low Cost Precision Farming pertanian presisi berbiaya rendah,” ucap Dedi.

Dedi pun menekankan bahwa semua program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan peningkatan SDM pertanian. Untuk itulah, lanjut dia, BPPSDMP melakukan konsolidasi internal.

“Dengan adanya konsolidasi diharapkan ada sinergi, harmonisasi, dan simponi di lingkup BPPSDMP. Simponi yang Indah hanya dapat di capai dengan harmonisasi,” imbuh Dedi.

** BBPSDMP/Kementan

Jumat Curhat Bersama Kapolsek Citeureup

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Candra Mulyana SH,SIK,MM menampung curhatan masyarakat yang berlangsung di depan Kantor PPK Citereup, Jum’at (13/01/23).

Kegiatan Curhat bareng Kapolsek Citeureup ini berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan selesai. Curhat bareng Kapolsek tersebut turut dihadiri Wakapolsek AKP Agus S ,S.H, Kanit Reskrim AKP Yayan S,S.Ag, Panit Intelkam Iptu Lilik, Panit Binmas IPDA Azis H, Kasihumas Polsek Citeureup, perwakilan dari kecamatan dan lima orang tokoh masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat Citeureup menyampaikan aspirasinya terkait adanya antisipasi permasalahan Pemilihan Calon Kepala Desa di wilayah Desa Karang Asem Timur dan Desa Tangkil serta dukungan pengamanan baik yang melekat maupun di TPS serta proses Pilkades sampai selesai.

” Saat ini sudah memasuki masa Pilkades, yang kita tau tak jarang keos di lapangan atau gesekan kecil itu pasti ada saja, dan dengan adanya sesi curhat ini kami berharap Polsek Citeureup sigap menangani persoalan menjelang Pilkades ini, ” ucapnya.

Sementara, Kapolsek Citeureup Kompol Eka Candra menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati lagi dalam menyeleksi anggota tim Panitia Seleksi Calon Kepala Desa.

” Jangan main-main dengan proses Pilkades saat ini, warga sudah kritis dan sangat militan dalam membela calonnya,” tegasnya.

Sementara agar tidak terjadi kejadian gesekan yang melibatkan antarsimpatisan, sambung Kompol Eka, pilih panitia yang berwawasan dalam mengelola proses Pilkades, dari mulai persiapan sampai ke penghitungan terakhir. Semua harus benar-benar berpedoman dengan aturan mekanisme Pilkades secara sungguh – sungguh.

” Polsek akan menurunkan personil 1/3 jumlah yang ada untuk Pam Internal dan TPS serta meminta bantuan kepada Kapolres guna memback up Pam tersebut,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Selain itu dirinya meminta agar Panwaslu selalu berkoordinasi dengan Polsek bilamana ada gesekan antarsimpatisan. Dan apabila saat menjalankan proses Pemilihan Calon Kepala Desa tersebut diatas ada masalah dengan calon dan atau simpatisan.

** Nay Nur’ain

Danone-AQUA Kembangkan Kopi Konservasi di Cupunagara, Subang: Menanam Kopi, Merawat Bumi

0

Subang | Jurnal Bogor

Memperingati Hari Sejuta Pohon tim dari 9 pabrik Danone-AQUA di Jawa Barat melakukan penanaman pohon kopi di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang pada 11 Januari 2023.

Sebanyak 1000 pohon kopi jenis Arabica Sigararuntang ditanam Danone-AQUA di Cupunagara yang merupakan dataran tertinggi di Kabupaten Subang, bekerjasama dengan kelompok tani, pemerintah desa Cupunagara dan mitra.

“Selama ini Pabrik AQUA Subang serta pabrik-pabrik AQUA lainnya di Jawa Barat khususnya dan di Indonesia pada umumnya terus menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat di sekitar lokasi tempat kami beroperasi. Penanaman 1000 pohon kopi di Cupunagara ini merupakan suatu bentuk kolaborasi dengan masyarakat setempat. Dengan demikian kita dapat terus tumbuh dan berkembang bersama,” ungkap Kepala Pabrik AQUA Subang Dwi Nofriyadi.

Kopi merupakan salah satu produk unggulan dari desa Cupunagara yang berada di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut. Danone-AQUA kini ikut mendukung desa Cipunagara dengan mengembangkan kopi berbasis konservasi.

Kepala Desa Cupunagara Wahidin Hidayat mangatakan, “Kami menyediakan lahan luas di Cipunagara untuk ditanam berbagai tanaman produktif. Alhamdulillah, Danone-AQUA berinisiatif menanam 1000 pohon kopi di Cupunagara sambil mengelola konservasi di sekitarnya. Selanjutanya para petani di Cipunagara akan merawat pohon-pohon yang ditanam ini. Diharapkan dua tahun mendatang masyarakat dapat.menikmati hasilnya.”

Ditambahkan oleh Wahidin, “Penanaman pohon kopi berbasis konservasi ini penting untuk Cupunagara yang terletak di dataran tinggi. Kita perlu mengupayakan agar konservasi di Cupunagara dapat berjalan baik, sehingga air dapat meresap kembali ke dalam tanah dan tidak luber ke dataran rendah yang dapat menyebabkan banjir. Kita perlu bersama-sama menjaga lingkungan demi kebaikan bersama.”
Cupunagara bukan hanya menyajikan alam indah nan sejuk. Ternyata kopi Cupunagara diminati banyak penggemar kopi. Banyak permintaan kopi Cupunagara datang dari berbagai daerah.

Menurut Sustainable Integration & Economic Development Senior Manager Danone Indonesia Arif Wahyudin, “Program penanaman kopi di Cupunagara ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan petani sekaligus mendukung upaya konservasi, sejalan dengan cara kerja Danone untuk senantiasa menjaga lingkungan dimanapun Danone beroperasi. Program tidak hanya berhenti sampai pada pananaman pohon, namun juga dilanjutkan dengan pendampingan pasca panen sehingga mendapatkan biji kopi berkualitas sampai aspek pemasaran produk kopi melalui brand KOPI TIRTO”

Arif juga menjelaskan, “Program ini mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas, untuk menjangkau pasar yang terbuka luas yang dapat langsung menyerap produk kopi unggulan Cupunagara. Hal ini jelas memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat Cupunagara.”

Kolaborasi Danone-AQUA bersama para pihak terkait untuk mengembangkan kopi berbasis konservasi di Cupunagara diharapkan mampu membawa dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi. Masyarakat sejahtera dan bumi pun terawat baik.

**ass/rls-jb

Ciki Ngebul Bisa Sebabkan Keracunan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Kementerian Kesehatan telah merilis bahaya jajanan Ciki Ngebul yang baru-baru ini menjadi sorotan. Meskipun jajanan ini banyak disukai terutama oleh anak-anak, namun ternyata bahayanya cukup besar.

Kepala Puskesmas Cigudeg Dr. Muhammad Arvid Suhada juga mengakui akhir akhir ini publik dihebohkan dengan fenomena keracunan akibat jajanan Ciki Ngebul tersebut.

“Yang perlu dipahami adalah penggunaan nitrogen cair pada makanan, menyebabkan keracunan,” ungkap dr. Muhammad Arvid Suhada kepada wartawan, Rabu (11/22/23).

Dr. Arvid menyampaikan bahwa nitrogen cair seyogyanya merupakan cairan kimia yang biasa digunakan tenaga medis dengan cara disemprot pada kulit untuk mengobati pasien-pasien yang menderita cidera pada saat olah raga akibat benturan dan nyeri otot ringan saat berolah raga.

“Efek yang ditimbulkan adalah sensasi dingin yang sangat, membeku dan mengakibatkan efek baal, sehingga nyeri untuk sementara waktu dapat ditahan, dan atlet dapat melanjutkan olahraga kembali,” katanya.

Menurut, dr. Arvid, penggunaan nitrogen cair ini tidak dianjurkan untuk makanan. “Sehingga ketika konsumen memakan makanan yang mengandung nitrogen cair, maka hasilnya akan menyebabkan luka bakar akibat sensasi dingin yang ditimbulkan terutama untuk alat pencernaan yang dilewatinya,” katanya.

Kasus yang terjadi menurut dr. Arvid, mengindikasikan akibat yang ditimbulkan setelah makan makanan yang mengandung nitrogen cair adalah menyebabkan mual, muntah, perut kembung dan nyeri perut yang hebat.

“Bahkan dapat menyebabkan perforasi atau usus bolong yang mengharuskan penderita dilakukan tindakan operasi,” katanya.

Oleh karena itu, dr. Arvid mengatakan saat ini Kementrian Kesehatan bersama jajarannya di Dinas Kesehatan, menggandeng seluruh lapisan masyarakat agar mewaspadai gejala keracunan akibat konsumsi Ciki Ngebul atau smoke food tersebut.

“Hindari mengkonsumsi jenis makanan ini dan laporkan jika kasus ditemukan,” tukasnya.

** Andres