31.8 C
Bogor
Sunday, August 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 707

Jelang Puasa, Kementan Pastikan Ketersediaan dan Harga Pangan di Kabupaten Bandung Aman

0

Soreang | Jurnal Bogor

Sebagai garda terdepan pembangunan pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mencukupi kebutuhan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan 1.444 H yang akan datang dalam hitungan hari.

Karenanya, Kementan terus memastikan harga dan ketersediaan 12 komoditas pangan strategis meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, daging sapi, cabai merah, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, bawang putih, dan kedelai aman.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjamin stok komoditas pangan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional menjelang tren peningkatan permintaan pada hari besar keagamaan seperti momen Ramadhan dan Lebaran tahun 2023. “Sejauh ini, dalam hitungan neraca kita, semua (komoditas pangan) aman,” tutur SYL.

Menindaklanjuti arahan Mentan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengerahkan jajarannya untuk terjun langsung memantau harga dan stok pangan.

Pemantauan dilaksanakan di Pasar Sehat Soreang, yang merupakan salah satu pasar sentra di Kabupaten Bandung pada Minggu (26/02/2023).

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, Pengawas Harga Pangan UPTD Pasar Sehat Soreang, Lukman Nulhakim, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Acep Rohana, dan Enumerator Panel Harga Pangan/Pasokan Harga Pangan, Aris, berkeliling menemui pedagang pasar yang menjual 12 komoditas pangan strategis.

“Setelah memantau harga dan ketersediaan 12 komoditas pangan pokok dan berbincang langsung dengan para pedagang, dapat dipastikan harga dan pasokan komoditas pangan di Kabupaten Bandung semuanya aman,” tutur Dedi.

“Secara keseluruhan, harga 12 komoditas pangan stabil. Bahkan beberapa komoditas terdapat penurunan harga, seperti beras, bawang merah, dan telur,” imbuhnya.

Dedi mengungkapkan penurunan harga komoditas tersebut salah satunya karena adanya panen raya.

Ia juga memantau sumber pasokan bahan pokok masing-masing pedagang. Diakui para pedagang, tidak ada kesulitan dari pemasok bahan pokok tersebut.

Meskipun terdapat komoditas yang mengalami kenaikan, namun harga masih dalam kategori stabil, seperti daging ayam yang kini berada di harga Rp32.500,-/kg.

“Saat ini kami melihat ada beberapa komoditas yang naik, namun kenaikannya tidak banyak dan tidak ada lonjakan harga,” ucapnya lagi.

Berdasarkan pantauan saat berkeliling dan berkomunikasi dengan pedagang sembako dan sayuran serta daging di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, harga beras Rp10.500/kg, jagung Rp8.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, bawang putih Rp 31.000/kg, cabai besar Rp40.000/kg, cabai rawit Rp70.000/kg, daging sapi Rp130.000/kg, daging ayam Rp32.000/kg, telur ayam Rp25.500/kg, gula pasir Rp14.000/kg, minyak goreng Rp16.000/kg, dan kedelai Rp16.000/kg.

**Kementan-ppmkp

Tak Pernah Pinjam Uang, Warga Kebon Kopi Dapat Ancaman Pinjol

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Diduga telah terjadi penyalahgunaan data pribadi, korban warga Kampung Kebon Kopi, Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor mendapat ancaman dari pihak yang mengatasnamakan pinjaman online (Pinjol).

Korban yang merupakan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) Mahpudin mengaku, dirinya telah menjadi korban penyalahgunaan data pribadi oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Awalnya, korban menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal mengirim sebuah link, setelah itu korban pada Rabu, 22 Februari 2023 mendapat penagihan terkait dengan pinjaman online, padahal dia tidak merasa meminjam uang sama sekali. 

“Awalnya ada undangan untuk mendownload sebuah link yang dikirim oleh nomor tidak dikenal. Setelah kita unduh link itu tiba-tiba banyak yang nagih dengan berbagai ancaman,” kata  Mahpudin saat dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (26/02/23).

Dia menjelaskan, tagihan pinjaman online itu mencapai Rp40 juta korban pun merasa bingung dengan secara berulang-ulang pihak yang mengatasnamakan dari beberapa aplikasi pinjol menagih dengan ancaman akan menyebar data pribadinya.

Dirinya yang mencoba menghubungi kembali nomor tersebut akan tetapi tidak direspon dengan dalih harus tetap melunasi, karena tidak senang dengan tindakan penyalahgunaan data milik korban.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Pancoran Mas Resor Metro Depok.

“Iya kita sudah laporkan ke Polsek Pancoran Mas dari arahan Polsek,” ucapnya.

Jadi kata dia, kepada masyarakat agar tidak merespons atau mengabaikan saja bila ada orang yang mengatas namakan dengan dalih tagihan pinjol.

“Buat rekan kerja dan saudara yang ada dikontak saya, jika ada yang dihubungi dari aplikasi pinjol yang mengatasnamakan saya tolong untuk diabaikan,” pungkasnya.

** Andres

Boling Plt Bupati Bawa Berkah, Pelaksana Seksi Pemas Kecamatan Dramaga Dapat Motor

0

Dramaga | Jurnal Bogor

Kegiatan rebo keliling atau Boling, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Iwan Setiawan, di Kecamatan Dramaga, Rabu (22/02) lalu membawa berkah bagi Ade Mulyana. Pasalnya, Ade yang bertugas sebagai pelaksana di Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Dramaga, berhasil mendapatkan hadiah kejutan berupa sepeda motor jenis skuter dari dua unit yang disedikan Camat Dramaga.

Ade, dapat motor baru yang diimpikannya tersebut, yakni sepulang PLT Bupati Bogor Iwan Setiawan,  berkeliling Desa Sukadamai dan Purwasari, untuk meninjau langsung hasil pekerjaan yang dibiayai dana satu miliar satu desa (Samisade) tahun 2022 lalu.

Sebelum dapat motor, Ade yang saat itu sedang sibuk mengepel lantai teras kantor Kecamatan Dramaga yang kotor akibat hujan dan hilir mudiknya orang – orang yang hadir di acara Plt Bupati, begitu mendengar nomor kuponnya disebut Ketua Tim Penggerak PKK Halimatu Sadiah Istri PLT Bupati Bogor, spontan, Ade pun berlari kencang menuju podium untuk menerima secara simbolik kunci motor merk Yamaha Mio.

“Alhamdulilah saya tidak pernah bermimpi apalagi berharap untuk mendapatkan hadiah motor. Hadiah motor ini rejeki dari Allah SWT,” kata Ade.

Saat ditanya oleh para awak media, apakah sebelum mendapat doorprize motor baru tersebut, Ade sempat bermimpi kejatuhan bulan?, dengan singkat Ade menjawab, memang benar jika sehari sebelum dapat hadiah motor, Ade malah bermimpi kelelahan. “Saya ingat, dimana satu hari sebelumnya, saya bermimpi rasanya badan saya pada cape lelah pisan, Eh rupanya saya dapat hadiah motor baru,”ujarnya menutupi.

** Andres

Sukses Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Bogor, Taman Safari Bogor Terima Piala Panca Karsa Pariwisata 2022

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Taman Safari Bogor secara resmi menerima piala Lifetime Achievement Award Panca Karsa Pariwisata 2022 dari Pemkab Bogor, Jumat (24/2/2023). Lifetime Achievement Award ini diberikan kepada Taman Safari Bogor atas dedikasi dan kontribusi TSI Bogor terhadap pengembangan daya tarik destinasi pariwisata di Kabupaten Bogor.  

Piala Panca Karsa ini diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Deni Humaedi kepada General Manager (GM) Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan di Ruang VVIP Taman Safari Bogor.

“Kami mengapresiasi eksistensi Taman Safari Bogor dalam pengembangan wisata di Kabupaten Bogor selama puluhan tahun. Berkat TSI Bogor, Kabupaten Bogor dikenal secara luas sebagai kawasan wisata favorit di Dunia,” ungkap Kadisbudpar Taman Safari Bogor, Deni Humaedi, saat menyerahkan Piala Panca Karsa ke Manajemen Taman Safari Bogor, Jumat (24/2/2023).

Deni juga mengatakan, Piala Panca Karsa Wisata 2022 ini juga merupakan penghormatan Pemkab Bogor kepada Taman Safari Bogor atas dedikasi dalam pengembangan wisata berbasis edukasi.

“Taman Safari Bogor bukan saja tempat wisata. Tapi juga menjadi wahan edukasi bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal satwa-satwa Nusantara. Tidak hanya menghibur masyarakat, Taman Safari Bogor juga telah memberikan sumbangsih besar bagi pendapatan daerah Kabupaten Bogor. TSI Bogor juga berkontribusi bagi penghidupan ekonomi kerakyatan Kawasan Puncak. Ini sangat membanggakan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, General Manager (GM) Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan, mengaku sangat berterima kasih atas awarding yang diberikan Pemkab Bogor.

“Eksistensi Taman Safari Bogor yang terus-menerus melakukan perbaikan tentunya tidak terlepas dari dukungan pemerintah, khususnya Pemkab Bogor. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus memberi dukungan agar kami tetap profesional memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Emeraldo.

Taman Safari Bogor yang berlokasi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dibangun pada tahun 1986 pada sebuah perkebunan kina yang sudah tidak produktif lagi seluas 50 hektare dan memperluas areanya hingga 168 hektare.
Taman Safari Indonesia Bogor ditetapkan sebagai Objek Wisata Nasional oleh Bapak Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada 1988 dan diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Bapak Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada tanggal 16 Maret 1990. 

Pada tahun 1979, bermula dari langkah kecil mendirikan hotel yang di lengkapi taman satwa dengan tujuan agar masyarakat bisa mencintai satwa dan memberikan edukasi terhadap konservasi. Dilanjutkan dengan mendirikan Pusat Pelatihan Gajah di Indonesia pada Tahun 1982, yang bertujuan untuk melindungi populasi gajah dari kepunahan.

Taman Safari Bogor adalah Taman hiburan edukasi berbasis konservasi satwa yang terdepan di dunia dan menginspirasi pelestarian alam yang memiliki 4 pilar utama yaitu Conservation, Education, Reaserch, and Recreation. Membuktikan kontribusi di bidang reaserch dengan mendirikan Rumah sakit satwa terbesar di Asia dan menjadi pusat ilmu penemuan utamnya satwa endemik Indonesia, salah satunya adalah bank sperma harimau sumatera yang sudah terancam punah.

Taman Safari Bogor sebagai pelopor dalam konservasi dan taman rekreasi yang berkonsep Modern Zoo dan mampu membawa Indonesia di akui Dunia. Serta menjadi lembaga konservasi ex-situ dan objek wisata nasional yang terkenal di Mancanegara. Atas keberhasilnya Taman Safari Bogor memperoleh akreditasi nasional dan internasional sebagai lembaga konservasi ex-situ terbaik di Indonesia untuk pengelolaan satwa liar dan infrastruktur pendukungnya. Saat ini, Taman Safari Indonesia Bogor bertekad untuk melanjutkan upayanya untuk terus menjadi lembaga konservasi, pendidikan dan rekreasi yang telah diakui dunia.

Penghargaan Nasional yang berhasil diraih Taman Safari Indonesia :

  1. 1989 – Obyek Wisata Nasional
  2. 1990 – Lembaga Konservasi Ex-Situ
  3. 1990 – Pusat Penangkaran Satwa Liar
  4. 2002 – Kalpataru
  5. 2004 – Inovasi Kepariwisataan Indonesia
  6. 2006 – Satya Lancana Pembangunan
  7. 2008 – Bintang Jasa Utama
  8. 2011 – Satya Lancana Pembangunan
  9. 2017 – Anugerah Kawistara
     
    Penghargaan Internasional yang berhasil diraih Taman Safari Indonesia  :
  10. 2017 GIANT PANDA GLOBAL AWARD (Kategori Penggerak Program Konservasi Panda Dunia dan Favorite Panda Outside of china)
     
  11. 2018 GIANT PANDA GLOBAL AWARD (Kategori Most Educational Panda Zoo Enclouser, Favorite Panda Zoo Restaurant, Favorite Panda oustside of china).

    ** mehonk

Terpilih pada Musran Pramuka Cibinong, Apip Junaedi Dihadapkan Banyak Tantangan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Apip Junaedi, Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Cibinong, periode 2022-2025, terpilih pada musyawarah ranting (Musran) ke XIV dibebani banyak tugas berat untuk mengembangkan gerakan Pramuka, di pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor itu.

“Selamat mengembang tugas Pak Apip, semoga ditangan pengurus baru, Pramuka Cibinong, makin maju dan makin disenangi para pelajar di semua tingkatan sekolah,”kata Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Bogor, Agus Ridallah, dalam keterangan tertulisnya yang disebar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Minggu (26/02).

Agus berharap, program-program Kwartir Cibinong itu selalu terdepan dibandingkan kecamatan lainnya. Salah satunya, Kwartir Cibinong membentuk Pemuda Garuda.

“Pemuda Garuda dari Kwaran Cibinong memiliki semangat tinggi untuk membumikan gerakan Pramuka kepada semua generasi zilenial dari mulai tingkat SD hingga SMA/SMK dan Madrasah Aliyah, terima kasih atas semua dedikasi para pengurus sebelumnya,”ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) itu.

Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Rusliadi mengungkapkan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, menjadi tantangan tersendiri bagi gerakan Pramuka khususnya Kwaran Cibinong.

“Ketergantungan anak terhadap gadget, juga tantangan fenomena yang tidak terjadi adalah perkelahian, konflik antar pelajar dan lainnya. Ini jadi tugas Pak Apip, sebagai ketua Kwaran sekaligus Sekretaris Kecamatan Cibinong,”kata Rusliandi.

Maka itu, kata Rusliandi, gerakan Pramuka ini harus ditingkatkan terutama di sekolah-sekolah. Peningkatan gerakannya bukan sekedar kuantitas juga harus berkualitasnya. Namun, dengan cara mengupgrade kualitas para pengurus dan anggota pramuka yang ada di lingkungan kita semua.

“Kalau kita ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas tentunya perlu adanya partisipasi dari kita semua, termasuk anggota pengurus Pramuka itu sendiri, mulai dari Kwarcab, Kwaran, sampai Gugus Depan (Gudep). Kami juga berterima kasih kepada Kwaran Cibinong yang selama ini sudah mengabdikan diri Kak Irwan dan Kak Agus beserta jajaran,” pungkas Rusliandi.

** Mochamad Yusuf

Diungkap Saat Sosialisasi Empat Pilar, Diah Singgung Soal Krisis Identitas pada Anak Muda

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, kembali digelar Diah Pitaloka, Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR-RI. Dalam pemaparannya di Gedung PPIB, Baranangsiang, Kota Bogor, Diah yang menjadi anggota DPR/MPR dari daerah pemilihan Kota Bogor dengan Kabupaten Cianjur itu menyoroti soal krisis identitas atau kebangsaan disebagian kalangan anak muda Indonesia.

“Maksud dari krisis identitas itu masih banyak anak muda yang belum tahu jati dirinya ke depan arahnya mau kemana, mau seperti apa dan inilah tantangan kita ke depan,” kata Diah, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/02).

Selain krisis identitas, lanjut Diah, anak-anak muda di Indonesia juga masih banyak yang belum paham arti dari pancasila. Padahal, menurut, pengertian Pancasila itu sangat dalam tetapi sederhana, dan bisa menyentuh semua kehidupan, misalnya budaya.

“Tapi kita jarang mengeksplornya. Dan tadi juga yang dikhawatirkan ada pertanyaan tentang krisis identitas bangsa Indonesia. Sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana kita berbicara pancasila tidak hanya menjadi satu kata, tapi sebagai filosofi sebagai sesuatu yang membuat bangsa Indonesia yang punya gambaran untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia lebih maju,” jelasnya.

Diah mengungkapkan, identitas kebangsaan dan Pancasila itu harus ada di jiwa anak muda, namun sampai hari ini masih krisis identitas tentang nilai kebangsaan.

“Saya rasa ini harus mengedepankan nilai-nilai Pancasila melalui program-program rencana pemerintah,” ucapnya.

Bahkan, menurut Dian, penyebaran nilai-nilai luhur Pancasila itu bisa juga melalui penyiaran maupun konten-konten, agar nilai-nilai yang terkandung dari setiap sila dari 1 sampai 5 bisa diterjemahkan dan dimengeti semua generasi muda.

“Kami berharap nilai-nilai pancasila bisa disosialisasikan oleh teman-teman yang ada di DPRD dan juga eksekutif, agar masyarakat paham tentang nilai-nilai kebangsaan itu,” pungkasnya

** Mochamad Yusuf

Ingin Tidur Nyenyak, Udin Saputra Minta Pekerjaan Samisade Segera Diperiksa Inspektorat 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Penggunaan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) belum bisa tidur nyenyak jika belum diaudit Inspektorat Pemkab Bogor. Demikian diungkapkan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kecamatan Gunung Putri, Udih Saputra, SH.

“Karena semua pada akhirnya ada pertanggungjawaban dan itu ada di kepala desa. Sehingga kalau saya tidak tahu banyak soal proyek mending aktif minta Inspektorat untuk audit, agar semua terang, saya bisa tidur nyenyak,” imbuh Udin yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Ciangsana, Gunung Putri dalam bincang santainya, Jumat (24/2/23).

Udih Saputra pun mengajak seluruh kepala desa se-Kabupaten Bogor untuk berperan aktif melaporkan kegiatannya kepada Inspektorat Pemkab Bogor agar penggunaan anggaran yang digelontorkan pemerintah berjalan sesuai aturan.

Apalagi, program Samisade inisiasi Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin, saat ini terus digulirkan. Agar penggunaannya tepat dan sesuai dengan spek yang diajukan, maka berperan aktif meminta untuk diaudit oleh lembaga pemeriksa keuangan seperti Inspektorat Kabupaten Bogor, merupakan langkah yang tepat.

Selain untuk mengetahui adanya kesalahan atau tidak, sambung Udin,  juga dapat meminimalisasi temuan yang dapat mencelakakan kepala desa kedepannya. “Bersikap aktif bahkan dalam posisi meminta untuk diaudit adalah cara yang lebih bijaksana untuk semua proyek di desa termasuk Samisade,” ungkap Udin,

Menurut dia, tidak semua kepala desa paham dengan tehnik pekerjaan infrastruktur. Dengan begitu perlu ada pendampingan dan pengawasan yang lebih maksimal, salah satu nya dari kecamatan. Apalagi seluruh pendanaan proyek di desa disalurkan atas sepengetahuan kecamatan. 

” Saya pikir semua kepala desa setuju, sebab basis pembangunan itu adanya di desa dan kalau pembangunan didesa bisa berjalan sebagaimana mestinya akan sangat besar kontribusinya kepada Pemerintah Kabupaten  Bogor,” jelasnya. 

” Namun begitu, tidak semua proyek didesa harus dikerjakan melalui perusahaan seperti PT atau CV, sebab kalau proyek bisa dikerjakan secara mandiri oleh pemerintah desa lebih efisien, karena akan membantu memberdayakan masyarakat sekitar,” sambungnya lagi.

Karena, Lanjut dia, jika dilakukan secara mandiri, pengerjaan proyek akan memberdayakan penjual material di sekitar desa. Sehingga ada putaran ekonomi yang bisa bergulir selain pada ujungnya akan ada infrastruktur yang baru dan bisa dinikmati masyarakat desa secara keseluruhan. Yang penting semua pekerjaan harus sesuai spek.

Karena itu, pinta Udin, dirinya lebih bersikap aktif untuk bisa mendapatkan audit dari pihak berwenang agar ada kejelasan soal jumlah uang dan peruntukan uangnya. 

“Usulan saya ke Bupati atau Inspektorat agar semua desa di Kabupaten Bogor sebanyak 416 desa setiap tahunnya diperiksa oleh Inspektorat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Wanita Korban Pembunuhan Tergeletak di Depan Warung dengan Luka Gorokan di Leher

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Warga Desa Limus Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan sosok mayat perempuan, yang awalnya diduga laki-laki, tergelatak bersimbah darah didepan warung dijalan raya Narogong pada Sabtu dini hari (25/2/23). 

Diduga kuat korban telah dibunuh lantaran ditemukan luka gorokan dileher, selain itu, kendaraan korban juga masih berada di lokasi kejadian. Polisi yang datang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa jasad tersebut ke rumah sakit. 

Menurut pemilik warung, Sumintro, korban sempat membeli kopi saat warung sudah tutup. Namun selang beberapa jam kemudian, terdengar tangisan dari luar, dan dilihat ada yang tergeletak bersimbah darah. 

“Kejadiannya sekitar jam setengah 11, korban sempat minta kopi pas warung saya sudah tutup. Terus, sekitar jam 2 saya mendengar ada yang nangis, jam 3 saya  buka pintu, melihat ada yang tergeletak didepan warung dengan bersimbah darah,” bebernya.

Sementara, Linmas Desa Limus Nunggal, Sabo memaparkan, dirinya mendapatkan laporan dari warga bahwa ada korban yang tergeletak bersimbah darah didepan warung. 

” Saat hendak pulang saya ditelepon oleh warga, katanya ada korban pembunuhan. Sampai di lokasi sekitar pukul 02.30 dinihari, saya melihat ada 1 orang tergeletak bersimbah darah, ” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Cileungsi, Kompol Zulkarnaen memastikan peristiwa itu adalah pembunuhan, namun penyebabnya masih dalam penyelidikan. 

” Kita masih mendalami penyelidikan kasus pembunuhan ini,” jelasnya kepada Jurnal Bogor.

** Nay Nur’ain

Tiga Pegawai Meninggal di Lokasi Kerja, Manajem PPLI Beri Santunan dan Penyelidikan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Manajemen PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) menyebut kasus tewasnya pegawai atau karyawan perusahaan yang tercebur limbah kontainer limbah di pengeboran minyak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di kawasan Blok Rokan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Jumát (24/02/2023) lalu, saat ini masih dalam proses investigasi dari PPLI, PHR, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas dan para pemangku kepentingan lainnya.

Perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, berkomitmen untuk menjamin semua hak-hak ketiga pegawainya itu dari mulai pemulangan jenazah di daerah asalnya hingga memberikan santunan kepada ahli waris ketiga pegawai itu.

“Berdasarkan keterangan awal yang kami peroleh, kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggalnya tiga pegawai kami itu terjadi saat istirahat, sesuai aturan seharusnya tidak ada jadwal kegiatan dalam area kegiatan. Makanya, kami sedang melakukan investigasi ketiga pegawai ada di lokasi kejadian perkara yang menyebabkan insiden itu terjadi,”kata Public Relation and Legal Manager PPLI Arum Tri Pusposari, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/02/2023).

Arum mengungkapkan, direksi dan seluruh manajemen perusahaan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga tiga pegawai tersebut. Perusahaan, sambung Arum, terus melakukan pendampingan terhadap keluarga dan telah menyiapkan santunan kepada keluarga almarhum. “Perusahaan pun akan memperhatikan anak-anak dari almarhum ketiga pegawai, seperti untuk biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa,” ujar Arum.

Arum menegaskan, peristiwa tewasnya tiga pegawai belum pernah terjadi dalam sejarah PPLI, sekama hampir 30 tahun sejak hadir di Indonesia. Bahkan, beberapa kali perusahaan kami meraih predikat Zero Accident dalam hal kecelakaan kerja dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

“Untuk melindungi para pegawai, kami sangat berkomitmen untuk mencegah risiko kecelakaan kerja tersebut, diantaranya dengan mewajibkan semua pegawai mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat berada di lokasi kegiatan,” jelasnya.

Arum mengatakan, insiden tak diinginkan yang terjadi di Balam, Kelurahan Bangko Bakti, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau itu merupakan peristiwa yang menyedihkan dan membuat duka, tak hanya bagi keluarga ketiga karyawan, namun seluruh direksi, manajemen dan karyawan PPLI.

“Investigasi ini penting bagi kami, agar bisa menjadi evaluasi dan perbaikan bila ada kesalahan yang timbul dalam prosedur maupun kekurangan kehati-hatian karyawan dalam aktivitas kerja. Kami mendukung upaya investigasi yang dilakukan,”kata Arum menuntupi. N Mochamad Yusuf

Melalui Program YRC 2023, Ekotifa Cetak Pelajar Unggul Yang Berkarakter Riset, Inovatif dan Solutif

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sebanyak 223 siswa kelas II SMA Plus YPHB Kota Bogor mengikuti Youth Research Camp (YRC) di kawasan Dieng, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Program tersebut digagas oleh salah satu perusahaan konsultan jasa berbasis sosial Ekowisata Kreatif Indonesia (Ekotifa) yang bergerak di bidang wisata.

Dalam program kerja sama Ekotifa dengan SMA Plus YPHB Kota Bogor tersebut, para siswa yang terbagi ke dalam 44 kelompok itu melakukan riset di kawasan Dieng. Dari jumlah yang telah dikurasi ada sebanyak 8 kelompok, kini mereka tengah diuji oleh para penguji dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta akademisi di Aula YPHB pada Sabtu (25/02/2023) siang.

Co-Founder ekotifa, Afro Indayana mengatakan, YRC adalah sebuah program edukasi berbasis wisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung program SDG’S 4 yaitu berkaitan dengan Pendidikan Berkualitas.

“Program ini diselenggarkan melalui hasil kerjasama Ekotifa dan SMA YPHB Bogor untuk menerapkan konsep learning by research and traveling dan pendidikan berbasis project (Project based learning),” ujar Afro.

Afro yang juga penggagas program Bike Heritage ini menuturkan, program YRC ini juga untuk dapat diimplementasikan dari beberapa kurikulum. Diantaranya, kurikulum abad21 mengenai 4C (critical thinking, Creativity, Communication, Collaboration), kurikulum HOTS (High Order Thinking Skills) yang terdiri dari Analyzing, Evaluating, creating dan Pendidikan berkarakter serta literasi.

“Program ini bertujuan untuk memicu dan memacu peserta agar dapat memiliki aktifitas kontruktif ketika liburan, dengan aktifitas riset di suatu kawasan, dengan luaran Project Research berbasis solusi aplikatif,” ungkapnya.

Masih dikatakan Afro, peserta YRC tersebut didampingi oleh tutor dari berbagai latar belakang pendidikan perguruan tinggi dengan profil luar biasa.
Kali ini, Ekotifa berhasil memicu dan memacu peserta YRC 2023 memiliki luaran yang solutif dan aplikatif yang terdiri dari 26 project riset IPA dan 18 project riset IPS.

“Yang kemudian akan ditentukan 4 project terbaik dari IPA dan IPS, yang nantinya akan diuji oleh Bapak Dr. Sukma Surya Kusumah, S.Hut, M.Si selaku
Peneliti Ahli Utama, Bidang kepakaran Komposit lignoselulosa dan Bio-adhesive, Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN dan juga Ibu Anggun Pesona, S.Psi., M.M Selaku Dosen Manajemen dan Kewirausahaan PPM School of Management, Co-Founder Yayasan Terminal Hujan dan Expert Associate di Platform Usaha Sosial,” ujarnya.

Setelah pengujian oleh para ahli tersebut diharapkan peserta telah memiliki karakter riset yang solutif dan aplikatif sehingga dapat berkontribusi nyata untuk sekitarnya.

Dilokasi yang sama, Kepala Sekolah SMA Plus YPHB Kota Bogor, Joko Pitoyo mengatakan, YRC merupakan program unggulan yang sudah menjadi rutinitas SMA Plus YPHB Kota Bogor dengan menggandeng Ekotifa.

“Program ini sesuai dengan visi SMA Plus YPHB menghadapi era global, anak-anak harus berpikir kritis untuk menemukan sesuatu yang bisa diinovasi untuk kebutuhan masyarakat sekitar Bogor,” katanya.

Joko mengutarakan, proyek riset ini tentunya harus ada tindak lanjutnya, sehingga inovasi dari para siswa ini dapat memberikan kontribusi untuk kepentingan masyarakat.

“Tindak lanjut produknya harus kita diciptakan produk untuk kepentingan masyarakat Bogor atau tempat risetnya di Dieng,” harapnya.

Sementara, peneliti BRIN, Dr. Sukma Surya Kusumah, S.Hut, M.Si mengapresiasi atas diselenggarakannya YRC. Menurutnya, program ini dapat mentrigger pelajar SMA dari sejak dini sudah diterapkan rasa keingintahuan dan hal tersebut modal untuk menjadi peneliti yang handal.

“Jadi mulai dari berpikir logis, kritis dan pentingnya penelitian untuk menyelesaikan masalah yang ada di lapangan sudah terpikirkan sejak dini. Jadi tidak ada kata terlambat, mudah-mudahan Indonesia di tahun 2045 bisa memperoleh generasi emas dengan program seperti ini,” ucap Sukma.

** Handy Mehonk