30.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 693

Soal Akses Jalan Menuju SMPN 04 Gunung Putri, Ini Keluhan Ismail Latif

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kepala Sekolah SMPN 4 Gunung Putri Ismail Latif meminta kepada Pemerintah Kabupaten  Bogor, agar akses jalan menuju sekolah segera dibangun. Menurutnya, lokasi sekolah yang terletak di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor itu, untuk saat ini jika dalam kondisi hujan, para siswa harus melepas sepatunya agar tidak kotor dan basah akibat banjir dan jeblok.

“Untuk saat ini baik guru maupun murid, jika mau ke sekolah masih lewat jalan tikus atau jalan yang sudah ada saja. Seperti lewat jalan Perumahan GBJ, Kazama dan perkampungan sini saja,” katanya kepada Jurnal Bogor, Rabu (1/2/23).

“Cuma memang aksesnya kalau hujan tidak bisa dibayangkan, pasti becek dan jeblok. Sebetulnya bukan hanya jalan, untuk saluran air pembuangan pun belum ada. Makannya kami meratakan halaman, agar daya serapnya cepat. Sebelumnya kan kalau hujan, genangan airnya pasti membanjiri halaman” tambahnya.

Namun begitu, lanjut Ismail, untuk kegiatan belajar mengajar tetap seperti biasa. Untuk menyiasatinya jalan diurug pakai limestone yang dibangun oleh tokoh masyarakat. Gunanya agar saat hujan guru dan siswa tidak lewat jalan tanah yang pasti akan jeblok dan kotor.

” Kalau sekolah itu seperti biasa, tapi balik lagi ke jaman dulu, jadi sekolahnya lepas sepatu. Karena kalau hujan pasti jeblok, terus sampai ke sekolah pasti kotor, makannya harus dilepas sepatunya,” keluhnya.

“Lalu dihalaman sekolah juga kita urug pakai sirdam, jadi guru dan murid yang pakai kendaraan bisa parkir disini untuk sementara. Cuma tetap kalau hujan kita tidak bisa mengendalikan air, kadang – kadang tergenang juga,” bebernya.

Ia menjelaskan, persoalan jalan menuju SMPN 04 Gunung Putri, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Aset Daerah, dan intansi terkait. Nantinya akses masuk jalan yakni dari Pemakaman Perum Groya Bukit Jaya lalu lewat belakang PT Kazama.

“Nah itu jalan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Cuma saya tidak tahu kapan akan dilaksanakannya, menurut mereka akan dibangun di awal tahun 2023,” ucapnya.

Jadi, sambung dia, nantinya jalan yang akan dibangun Pemkab Bogor bukan hanya untuk ke sekolah saja, melainkan ke Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Gunung Putri dan beberapa fasilitas yang akan dibangun disini juga.

“Cuma kita tidak tahu kalau anggarannya atau dilelangnya bulan apa. Mungkin di semester awal 2023 masih masuk awal tahun juga, kalau kami dari pihak sekolah hanya mengetahui sejauh itu saja,” cetusnya.

“Nah untuk jalan yang ada saat ini, itu dibangun oleh tokoh masyarakat sekitar untuk SMPN 04 Gunung Putri. Nanti kalau sudah selesai surat menyuratnya, maka akan dilimpahkan ke Disdik Kabupaten Bogor,” tambahnya lagi.

Dirinya berharap, agar Pemkab Bogor segera merealisasikan pembangunan akses jalan dan ruang kelas yang masih kurang. Dengan begitu, nantinya siswa dan guru serta masyarakat yang akan menggunakan fasilitas di kawasan itu bisa lebih nyaman lagi.

“Harapannya agar Pemkab Bogor dan tokoh masyarakat mempercepat pembangunan, baik akses jalan ke sekolah maupun ruang belajar. Karena saat ini kita sekolah masih pagi – sore, kita ada 14 rombel dengan 577 Siswa, tapi ruang kelas baru ada enam,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Audiensi dengan Polres Bogor, Kompol Wisnu Dukung Perhelatan HPN PWI Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) Panitia Hari Pers Nasional (HPN) ke-77, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, menggelar audiensi bersama jajaran Polres Bogor, di ruangan Wakapolres Bogor, Polres Bogor,  Rabu (1/2/23).

Hadir dalam audiensi tersebut, Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana Putra, Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana dan KBO Intel Polres Bogor Iptu Anu Junaedi yang mewakili Kapolres Bogor, AKBP Imam Imannudin.

Kompol Wisnu Perdana Putra menyambut baik perhelatan HPN yang akan diadakan oleh PWI Kabupaten Bogor. Menurutnya, PWI sendiri merupakan organisasi tertua untuk insan pers itu sendiri.

“Kami sangat menyambut baik gelaran HPN yang akan diadakan oleh PWI Kabupaten Bogor. Apalagi PWI adalah organisasi terdepan untuk soal media atau wartawan. Jadi secara langsung pak Kapolres tadi mengucapkan selamat HPN yang ke-77 untun insan pers dan PWI,” ucapnya kepada wartawan di sela – sela audiensi bersama Panitia HPN PWI Kabupaten Bogor, Rabu (1/2/23).

Di HPN ini, lanjut Kompol Wisnu, ia berpesan agar Insan Pers harus semakin maju, semakin modern dan humanis. Karena saat ini masyarakat juga membutuhkan informasi yang sangat cepat.

“Bukan hanya cepat tapi juga terupdate dan terkini. Lalu yang paling penting lagi ialah akurat, karena perkembangan opini menjadi hal yang krusial. Opini inilah yang menentukan bagaimana maju atau tidaknya pers di suatu negara,” katanya.

Menurutnya, pers di suatu negara itu menentukan haluan di negara itu sendiri. Karena bagaimana pun, keterbukaan informasi itu sangat penting.
“Itu sangat diakui, karena untuk polisi seperti saya ini untuk keterbukaan informasi memang sangat penting, karena didalamnya ada satu sistem yang sangat bermanfaat,” bebernya.

Idealnya, pers itu menyambungkan dari satu titik ke titik lain. Dari situlah pers ini menjadi penting untuk menentukan haluan negaranya itu sendiri.

“Jangankan di kepolisian, di lembaga atau perusahaan lain dapat dipastikan mereka memiliki humas atau pers,” terangnya.

Dengan begitu, Kompol Wisnu berharap di HPN ini, pers lebih maju dan lebih mengedepankan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jadi harapan kita khususnya dari jajaran Polres Bogor berharap di HPN ini, pers kita bisa semakin maju khususnya PWI Kabupaten Bogor. Hayu kita sama – sama modern dan humanis, untuk mengedepankan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan pemberitaan yang fakta, faktual dan terkini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua HPN PWI Kabupaten Bogor Effendi Tobing melalui Ketua Bidang Acara, Saiful Kurnia menyambut baik respon positif dari jajaran Polres Bogor dalam perayaan HPN yang akan digelar pada 9 Februari 2023 nanti.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Bogor yang sudah menerima audiensi Panitia HPN PWI Kabupaten Bogor. Dengan begitu, penyelenggaraan HPN nanti diharapkan dapat berjalan dengan maksimal,” ujarnya.

Selain itu, dengan adanya respons positif tersebut, ia berharap Polres Bogor dan PWI Kabupaten Bogor dapat terus bersinergi baik dari segi pemberitaan atau kegiatan lainnya.

“Saya juga berharap dengan audiensi ini, PWI dan Polres Bogor dapat terus bersinergi dari segala hal, baik pemberitaan atau kegiatan yang sifatnya untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Miris, Oknum Guru Honorer Lecehkan Siswi Saat Kegiatan Ekskul

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Lagi-lagi dunia pendidikan dicoreng oleh perlakuan oknum tenaga pendidik kepada siswinya. Kali ini terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dimana seorang guru honorer berinisial TS diduga melakukan pelecehan terhadap siswinya, dan kejadian tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun saat TS mengajar di sekolah tersebut.

Hal tersebut turut dibenarkan Kepala Sekolah SMP tersebut. Menurutnya setelah mendapatkan informasi dari beberapa pihak, dirinya langsung melakukan pemanggilan terhadap guru tersebut. Mengingat, dia baru mengetahui informasi baru-baru ini, setelah 10 bulan menjabat sebagai kepala sekolah.

“Saya baru tahu informasinya, dan setelah mendapatkan informasi tersebut saya langsung melakukan tindakan peneguran dan membuat surat pernyataan untuk guru tersebut, ” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (01/02/23).

Walaupun statusnya adalah guru honorer, sambung dia, dirinya tetap menjalankan sesuai prosedur yaitu peneguran dan pernyataan secara tertulis terlebih dahulu. Walaupun informasi yang masuk itu sudah dilakukannya sejak lama kepada siswi, tapi dirinya baru mengetahui kejadian tersebut baru-baru ini.

” Mudah memang untuk memberhentikan guru honorer, tapi kami minta dia (guru) untuk membuat surat pernyataan, jika dalam satu bulan kedepan masih ada pengaduan tentang dia, maka akan saya berhentikan secara tidak hormat,” cetusnya.

Dengan memberikan waktu, sambung dia, bukan berarti memberikan toleransi untuk pelaku pelecehan, karena bahasa pelecehan tingkat anak dan dewasa atau secara hukum itu ada kategorinya.

” Saya sudah tegaskan, jika dia (guru) berani colek-colek siswi lagi akan saya pecat, apalagi anak tingkat SMP itukan sedang dalam masa pertumbuhan reproduksi, sangat sensitif sekali. Pengaduannya adalah memegang atau mencolek di bagian sensitif wanita, dan memang tidak sampai ada yang buka pakaian. Tapi dimata kami hal tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang tenaga pendidik,” paparnya.

Dirinya pun menghimbau kepada seluruh siswa dan siswi, apabila melihat atau mengalami perlakuan tidak senonoh, baik dari teman sendiri maupun guru atau siapapun, untuk berani bicara dan jangan takut untuk menyampaikanya, baik kepada orang tua maupun wali kelas di sekolah.

“Untuk saat ini, dia (guru) hanya kami berikan waktu untuk mengajar saja, yang sebelumnya dia memegang beberapa ekskul di sekolah, karena menurut pengaduan pelecehan atau insiden colek-colek dilakukannya saat mengajar ekskul,” pungkasnya.

“Saya akan bertindak tegas, dan jika dalam waktu satu bulan kedepan masih ada pengaduan, kami akan melakukan pemecatan, dan terkait orang tua yang tidak terima akan tindakannya jika ingin membuat laporan kepada pihak kepolisian kami persilakan,” tegasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Kades Cikeas Udik Optimistis UMKM di Desanya Bisa Berkembang

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Memiliki keragaman produk UMKM yang beredar di masyarakatnya, Kades Cikeas Udik Miftahul Falah siap mendorong produk UMKM warganya agar bisa berkembang, sehingga mampu mendongkrak ekonomi yang sempat terpuruk pascapandemi.

“UMKM ini memang sedang digencarkan Pemdes Cikeas Udik, bukan karena himbauan dari pemerintah pusat, melainkan memang bagian dari program saya untuk meningkatkan ekonomi warga,” kata Miftah sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (01/02/23).

Menurutnya, sudah banyak produk olahan yang menjadi produk turunan yang dihasilkan oleh warganya. Dia menjelaskan, berdagang adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah, apalagi dengan kemajuan zaman saa ini, produk jenis apapun bisa dipasarkan melalui aplikasi online yang bisa dilihat dan dipesan oleh seluruh warga.

“Maka dari itu, saat Muspika ingin mengadakan Gebyar UMKM, kami sangat antusias. Karena dengan adanya kegiatan tersebut bisa membantu kami untuk memasarkan produk secara cuma-cuma di masyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambung Miftah, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan produk UMKM yang dihasilkan warga dan menjaga agar jangan sampai bangkrut. Pihaknya akan melakukan binaan kepada para pegiat UMKM agar nantinya bisa saling sharing, baik terkait olahan maupun target pemasaran.

“Kendala yang dialami mereka adalah market, banyak jenis olahan hasil karya ibu-ibu di Desa Cikeas Udik, namun ya terkendala market. Maka dari itu, dengan adanya pembinaan nanti kami akan mengundang entrepreneur untuk mengajarkan dalam pengembangan UMKM. Kita mulai dari hal kecil supaya warga bisa jadi pengusaha besar,” pungkasnya.

Sementara, Murni (35) salah satu pegiat UMKM Desa Cikeas Udik mengatakan, selama ini dirinya membuat olahan dari hasil bumi menjadi bahan makanan untuk cemilan.

“Saya buat keripik singkong, keripik ubi, keripik pisang, teman cemilan disaat iseng. Untuk pemasaran sendiri masih dari mulut ke mulut dan warga sekitar saja, belum bisa online. Selain gak ngerti caranya juga katanya harus punya merek sendiri,” terangnya.

” Kalo desa mau ngadain pembinaan buat jualan online ya seneng banget, bisa nambah wawasan dan juga berharap jualan saya bisa lebih laris karena dilihat semua orang,” lanjut Murni.

** Nay Nur’ain

Pengrajin Gelang Akar Bahar Sebut Saat Ini Banyak Peminat 

0

Tamansari | Jurnal Bogor 

Gelang akar bahar saat ini banyak peminatnya, baik dari kalangan pemuda maupun orang tua. 

Hal itu diutarakan oleh pengrajin gelang akar bahar, Marno. Dia telah menggeluti kerajinan tangan yang konon gelang tersebut berkhasiat jika digunakan.

Pria warga Kampung Sukamaju, Desa Sukamantri, Tamansari, Kabupaten Bogor itu sudah empat tahun menggeluti kerajinan dari akar yang berasal dari tanaman laut yang merambat di atas karang. 

“Meski belum banyak penelitian dan riset komprehensif terkait manfaat yang bisa diambil dari pengguna akar bahar laut yang termasuk dalam jenis hewan laut keluarga Anthozoa, hewan yang tidak memiliki tulang belakang,” jelasnya.

Jadi kata dia, dari informasi yang didapat, bahar diyakini bukan tumbuhan biasa. Karena memiliki kegunaan dan fungsi bagi yang menggunakan.

“Banyak cerita tumbuhan akar bahar ini mampu menjaga kesehatan dan menimbulkan kekuatan tubuh untuk penggunanya,” katanya.

Diakuinya, membuat dan memasarkan gelang bahar disesuaikan permintaan.

“Gelang akar bahar ini terus diminati tidak hanya orang dewasa atau orang tua saja, tapi kini muda-mudi juga memakainya. Makanya saya buat minimalis dan Fashionable sehingga bisa mengikuti permintaan pembeli,” ucap Marno.

Dirinyapun memberikan pesan terhadap Persaudaraan Bahar Indonesia (PBI) agar terus berkarya.

“Teruslah berkarya selagi kita bisa karena untuk saat ini ekonomi sedang mulai sulit, khususnya para penjual atau pun pengrajin semangat terus jangan putus asa karena Allah selalu memberi rejeki kepada hambanya,” tukasnya.

** Andres

Melihat Dari Dekat GOM Manunggal

0

Konsep Sportainment, Ramah Anak dan Lansia

Warga Bogor menyambut antusias kehadiran  gelanggang olahraga masyarakat (GOM) Manunggal. Tak hanya tempat olahraga, GOM yang terletak di di Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat ini juga menjadi tempat kulineran dan tempat healing.
==============
Iyan Sopyan (47) begitu menikmati udara pagi di areal GOM Manunggal. Warga Cilendek Barat , Kecamatan Bogor Barat ini tak harus jauh-jauh ke Lapangan Sempur untuk jogging setiap pagi. Sambil mendengarkan musik, Iyan berjalan mengelilingi taman seluas seluas 9700 meter persegi ini. ‘’Saya akui Pemkot Bogor sudah memperhatikan aspirasi warganya, selain alun-alun, lapangan sempur dan area pejalan kaki di sekitar jalur SSA (sistem satu arah) di Kebun Raya Bogor, sekarang terdapat GOM Manunggal yang sudah cantik,’’ jelas Iyan.

Iyan bersama delapan rekannya, selalu menyempatkan diri berolahraga setiap pagi. Usai salat Subuh biasanya jogging mengeliling komplek perumahannya. Namun dengan kehadiran GOM Manunggal, dirinya merasakan suasana baru yang lebih menyenangkan jogging selama satu jam lebih. ‘’Sebelum jam tujuh pagi saya sudah keringatan dan segera pulang untuk siap-siap berangkat kerja. Kebetulan GOM Manunggal dengan rumah saya jaraknya cukup dekat jadi cukup efektif untuk berolahraga pagi,’’ tegasnya.
Hal sama juga diungkapkan Anas S. Warga Bubulak Kecamatan Bogor Barat ini pun senang dengan fasilitas di GOM Manunggal yang baru.Selain fasilitas lapangan mini soccer yang cukup megah karena menggunakan rumput sintetis berwarna hijau terang dan gelap serta bisa untuk bermain 18 sampai 22 orang. ‘’Lapangan cukup luas, panjang 75 meter dan lebar 45 meter pas untuk berlatih tim sepakbola saya,’’tegasnya.

Dirinya berharap fasilitas ini tidak gratis karena warga Bogor pasti berebut untuk menggunakan lapangan ini. Bila berbayar dengan harga terjangkau pastinya ada perawatan agar GOM ini tetap bagus dan layak untuk digunakan bermain sepakbola atau futsal. ‘’Harus ada pengelolanya, entah itu Pemkot atau pihak ketiga. Pastinya ada aturan main agar GOM ini tetap bagus dan nyaman untuk dipakai warga Bogor,’’ tegasnya.
Bila berbayar, dirinya berpesan harus lebih murah atau sama dengan tarif di lapangan futsal indoor. Alasannya, karena GOM Manunggal ini merupakan milik Pemkot Bogor dan pembangunannya untuk warga Bogor. ‘’Tujuannya kan untuk warga Bogor, jadi  pengelolaannya jangan mencari keuntungan. Bayar itu untuk biaya operasional dan perawatan saja,’’tegasnya.

Lain halnya dengan Shintawati (36). Warga Yasmin Sektor 6 ini menyukai konsep GOM Manunggal yang tidak hanya untuk olahragawan saja. Dirinya sengaja datang ke GOM Manunggal setiap akhir pekan karena terdapat wahanya bermain untuk anak-anak. ‘’Selain udaranya sejuk, cocok juga untuk healing sambil ngasuh anak-anak dan jajan di food courtnya,’’ katanya sambil tersenyum. 
Ya, di area sekeliling lapangan Taman Manunggal juga dilengkapi dengan jalur pedestrian selebar 1,5 meter yang bisa digunakan sebagai jogging track. Di GOM ini juga terdapat fasilitas kamar mandi, ruang ganti baju, dan parkir dengan kapasitas lumayan luas untuk 30-35 mobil dan 50 motor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih  mengatakan pembangunan Taman Manunggal  dari APBD tahun 2022 sebesar Rp4,5 miliar. Setelah dibangun selama 5 bulan, taman ini rampung tepat waktu pada akhir November 2022 lalu. Sedangkan peresmian GOM ini oleh Wali Kota Bogor Bima Arya pada, Rabu (22/12/2022). ‘’ Taman Manunggal juga terdapat  tribun penonton di sisi selatan dan utara, toilet dan ruang ganti, jalur pedestrian, sekaligus mini jogging trek, area taman dan plaza, serta pos keamanan,’’ kata Esti sapaan akrab Juniarti Estiningsih. 

Di lapangan mini soccer ini juga  lengkap dengan lampu penerangan sehingga dapat digunakan meski di malam hari. Konsep GOM Manunggal ini hampir sama dengan GOM Bogor Selatan dan Utara yakni  lapangan olahraga dalam satu kawasan, yakni sepak bola, basket, voli, bulutangkis, dan jogging track.  Hanya saja di GOM Manunggal ini belum ada lapangan indoor untuk bulutangkis, basket dan voli.

‘’Konsep sportainment, ramah keluarga, mulai dari anak-anak, hingga lansia. Jadi orang ke sini tak hanya untuk olahraga, tapi juga untuk bermain, nongkrong, dan kulineran. Harapannya selain dapat aspek kesehatan, juga untuk aspek kota cerdas, dan sehat,” paparnya.
Dirinya berharap agar masyarakat ikut menjaga dan merawat keberadaan fasilitas publik ini. Kedepan pengelolaan, Taman Manunggal dikelola secara profesional dengan melibatkan warga sekitar. (*/ded/unt)

Kapolsek dan Camat Caringin Imbau Warga tak Termakan Isu Hoaks

0

Caringin | Jurnal Bogor

Maraknya isu penculikan anak di Kabupaten Bogor menjadi perhatian khusus Polsek, Koramil, camat, kepala sekolah dan kepala desa. Rapat tersebut digelar di ruang aula kantor kecamatan. Kapolsek dan Camat meminta agar kepala desa dan kepala sekolah untuk melaksanakan sosialisasi ke masyarakat agar waspada dan juga tetap tenang tidak termakan isu hoaks yang beredar.

“Pada hari ini kita mengadakan rapat bersama Camat, Danramil, dan kepala sekolah, serta Kades se-Kecamatan Caringin untuk menangkal isu hoaks dan peningkatan kewaspadaan maraknya isu penculikan anak di wilayah hukum Polres Bogor, khususnya di Kecamatan Caringin,”papar AKP Waluyo,Kapolsek Caringin seusai rapat.

“Kami meminta agar baik kepala sekolah maupun Kades untuk memberikan imbauan kepada masyarakat terutama yang memiliki anak agar hati-hati. Awasi atau jemput anak ketika sekolah, atau bermain diluar rumah, pesan ini harus disampaikan kepada masyarakat melalui ketua RT, masing-masing dan kepala sekolah kepada orang tua muridnya.

Dirinya meminta juga agar masyarakat tidak main hakim sendiri, ketika ada masyarkat atau pendatang yang dicurigai, lebih baik segera lapor ke kepolisian untuk segera ditindak lanjuti. Hal ini menjaga agar warga masyarakat yang tidak bersalah menjadi korban akibat isu yang semakin marak.

“Saya minta dan imbau kepada masyarakat, waspada dan hati-hati untuk menjaga buah hatinya, namun patut diperhatikan dalam kasus ini, warga pun tidak boleh main hakim sendiri untuk mencegah warga yang tidak bersalah menjadi korban. Curiga boleh tapi alangkah baiknya untuk menangkap dan menyerahkan warga yang dicurigai  ke pihak keamanan,” ucapnya.

Camat Caringin Endi Rustandi juga meminta masyarakat mewaspadai atau antisipasi aksi kriminal penculikan anak yang semakin marak isunya di Kabupaten Bogor, termasuk di Kecamatan Caringin. Oleh sebab itu, Forkompimcam akan terus berkordinasi dengan semua pihak agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.

“Saya bersama Kapolsek, Danramil, kepala sekolah, serta ketua MUI, ingin Kecamatan Caringin kondusif, tidak ada aksi penculikan anak. Maka dari itu saya minta seluruh masyarakat tetap menjaga anaknya dengan baik, waspada dan tetap menjaga keamanan di keluarganya. Kalo ada yang meresahkan warga masyarkat sebaiknya segera melaporkan ke pihak berwajib, jangan main hakim sendiri dan berharap tidak ada kejadian apapun di Kecamatan Caringin, termasuk jangan sampai terjadi ada anak yang diculik,” ujarnya.  

** Deny

Soal Blok Balukbuk, H.Ansori: Bukan 50 Bidang, Hanya 3 Bidang yang Bermasalah

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Menanggapi persoalan lahan milik warga yang tak bisa mengikuti program PTSL di Blok Balukbuk, Desa Sukamakmur, Sukamakmur, Kabupaten Bogor akibat menggantung dan masuk plotingan atas nama Tjong Lianty Tedjakusuma, anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 H. Ansori Setiawan yang disebut sebagai yang menandatangani segel jual beli saat dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Sukamakmur menjelaskan, untuk lahan H.Halimah memang pihaknya tidak pernah membeli lahan tersebut.

“Memang saya tidak pernah membeli lahan milik H.Halimah, dan itu sudah saya jelaskan. Lalu, untuk 50 bidang yang disebut, jumlahnya tidak sebanyak itu, untuk saat ini dari hasil laporan orang BPN yang juga menjadi ketua PTSL bahwa hanya ada 3 bidang milik warga yang memang sedang berurusan dengan lahan milik bos saya, ” kata H.Ansori saat ditemui di ruangannya, Selasa (31/01/23).

Menurutnya, pihak Tjong Lianty Tedjakusuma sudah membuat surat pembatalan atas NIB yang diajukannya di lahan H.Halimah, dan itu sudah ada kesepakatan antara dirinya dengan warga yang lahannya masuk kedalam plotingan tanahnya.

“Betul total lahan 20.000 meter itu masuk kedalam plotingan, namun kami sudah membatalkan sejak tahun 2019. Mungkin warga saja yang tidak tanggap menanyakan persoalan tersebut kepada BPN Cibinong,” paparnya.

Menurutnya, untuk meluruskan persoalan ini dengan warga pihaknya akan mengambil jalur musyawarah, dengan Kepala Desa Sukamakmur, warga yang bersangkutan, dan pihak BPN. Dirinya memastikan jika tidak ada sejengkalpun lahan warga yang masuk kedalam plotingan lahan Tjong Lianty Tedjakusuma.

“Bukan saya membela akan bos saya, tapi dari awal adanya program PTSL di Sukamakmur, saya sudah menyuruh warga untuk mengukur mana lahannya, dan jika ada yang masuk kedalam plotingan lahan milik bos saya, saya pasti akan mengembalikan surat seperti semula,” tandasnya.

Jika dirinya egois, sambung H.Ansori, hal yang sangat mudah saja, karena warga hanya memegang SPPT yang dianggapnya adalah sebagai surat tanah. Tapi dia tidak melakukan itu, dan dirinya malah meminta warga mengukur lahannya sendiri.

“Saya pastikan untuk persoalan ini akan segera diselesaikan secepatnya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Agum Gumelar Resmikan Kantor Inkoppabri di Karanggan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor  

Kantor Inkoppabri yang berada di Desa Karanggan, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dibuka peresmiannya langsung oleh Ketua Umum DPP Pepabri, Jendral TNI Purn Dr. H. Agum Gumelar, Selasa, (31/01/23).

Dalam sambutannya, Agum Gumelar berharap dengan adanya gedung baru bisa menjadi pemicu semangat baru dan dapat meningkatkan prestasi yang lebih baik.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada aparatur Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Muspika atas kerjasamanya sehingga dapat terbangun kantor Inkoppabri ini, ” ujarnya.

Sementara, Kabid Usaha Inkoppabri Hersoebeno menyampaikan, hadirnya Inkoppabri untuk mengembangkan perkoperasian dan untuk lebih mendekati kepada masyarakat sekitarnya. agar masyarakat mengetahui jika Inkoppabri ini tidak hanya ada di Jakarta saja, tapi ada di daerah-daerah juga.

“Inkoppabri adalah koperasi purnawirawan dan warakawuri TNI dan Polri, untuk kesejahteraan anggota purnawirawan sampai jajarannya se-Indonesia, orang yang sudah tua, orang gak punya apa-apa itu yang jadi sasaran sementara,” paparnya.

Akan tetapi, sambung dia, untuk hal-hal tertentu di lingkungan, Inkoppabri akan berupaya membantu, dan memperhatikan.

“Inkoppabri sendiri, hari ini lebih baik dari kemarin, dan kemarin lebih baik dari hari ini,” tandasnya.

Sementara, Camat Gunung Putri, Didin Wahidin mengucapkan selamat atas diresmikannya kantor Inkoppabri. “Saya berharap dengan adanya kantor Inkoppabri di wilayah Kecamatan Gunung Putri dapat memajukan kesejahteraan dalam hal pembinaan dan UMKM,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum Inkoppabri H. Djoko Matropo S.H, Ketua Umum DPP Pepabri Jendral TNI PURN Dr.H.Agum Gumelar, Wakil Ketua Umum DPP Pepabri Laksamana TNI PURN Achmad Soetjipto, Anggota Kehormatan DPP Pepabri Harry Tanoesoedibjo, Plt Bupati yang diwakili Camat Gunung Putri Drs. Didin Wahidin, Kapolres Bogor yang diwakili Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat, dan tamu undangan.

** Nay Nur’ain

Forum Musrenbang Kecamatan Cigudeg Jadi Wadah Keluh Kesah Masyarakat 

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Kecamatan Cigudeg yang sempat digadang-gadang akan menjadi pusat ibu kota pemerintahan Kabupaten Bogor Barat. Namun hingga kini warga masih berkeluh kesah. Pasalnya, selain dari sisi ekonomi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor minim insfratruktur.

Hal tersebut mencuat pada forum Musrenbang Kecamatan Cigudeg di aula kecamatan, Selasa (31/01/23), perihal Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor tahun 2024.

Ragam keluh kesah tersebut diantaranya terkait tunjangan perangkat desa, irigasi Seuweu Cikalong, sampai dengan keluh kesah maraknya praktik ‘Bank Keliling’ maupun ‘Bank Emok’.

“Tolonglah diperhatikan, jangan sampai Desa Mekarjaya dianaktirikan. Sudah dihimpit sawit, pendapatan desa kecil, bangunan pun memperihatinkan,” kata Kepala desa Mekarjaya, Ismail Abraham.

Sementara Ketua BPD Desa Bunar menyatakan, bahwa di wilayahnya banyak permasalahan sosial. Bahkan akibat maraknya ‘Bank Emok’ sampai masyarakat ada yang menjual rumah.

“Jangan terus dibiarkan permasalahan sosial terkait masalah ini, kasian pak masyarakat gara-gara itu ada yang jadi gembel lantaran rumahnya dijual,” ucapnya. 

Bahkan, terkait kepastian status perangkat desa pun turut mewarnai dinamika Musrenbang. Hal yang mencolok keluh kesah yang tumpah pada sesi tanya jawab  ialah terkait CSR perusahaan yang ada di wilayah tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Rengasjajar Hapidin mengatakan, sulitnya perusahaan-perusahaan yang 

beroperasi di wilayah Kecamatan  Cigudeg mau membantu persoalan tersebut.

“Terkait CSR daerah kami itu daerah tambang pak, banyak perusahaan yang sangat susah kalau dimintai bantuan kita sudah seperti pengemis,” ungkap Hapidin. 

“Dengan itu, kami mohon ada regulasi dimana CSR-nya sendiri untuk desa setempat pak. Karena yang kita dengar, entah itu benar atau tidak, itu ditarik pihak pemda tapi kami tidak tahu,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cigudeg Pardi memaparkan, bahwa problematika Musrenbang hampir tejadi di semua desa.

“Karena pagu indikatif yang diterima oleh pemerintah kecamatan ini terbatas sehingga antara usulan dengan realisasi pasti tidak akan berbanding lurus,” tukasnya.

** Andres