28.5 C
Bogor
Sunday, August 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 694

Saat Presiden Jokowi Panen Bersama Menteri Pertanian di Kebumen

0

Kebumen | Jurnal Bogor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertanian dan sejumlah pejabat negara termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melaksanakan panen raya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Presiden dan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan nasional. Dalam statment Presiden Jokowi menyampaikan panen raya dimulai bulan Maret ini dan puncak panen raya akan terjadi pada April 2023 mendatang.

Ditemui di lokasi panen Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurut dia, peningkatan produksi memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan petani. Baginya, capaian tersebut tak lepas dari kerja keras jajaran Kementan dalam melakukan pendampingan maupun memberikan bantuan. Tercatat, Kebumen sendiri memiliki angka panen sebanyak 428.000 ton gabah dan memiliki surplus beras sebanyak 176.000.

“Ini adalah satu hal yang baik untuk Indonesia, tentunya juga untuk pangan kita. Dalam hal ini masyarakat dari petani mendapatkan bantuan peralatan alsintan yang cukup banyak dari Kementan baik itu traktor, combain harvest maupun power traktor,” ujar Arif bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) usai mendampingi Presiden Jokowi dalam gelaran panen raya nusantara, Kamis, 9 Maret 2023.

Arif mengatakan, berbagai bantuan tersebut mampu memudahkan petani dalam meningkatkan produksi. Terlebih kabupaten Kebumen memiliki potensi padi yang luar biasa serta akses distribusi pangan yang luas untuk kebutuhan masyarakat Jawa Timur maupun kota lainya di Indonesia.

“Tentunya ini menjadikan satu hal yang memudahkan petani untuk produksi hingga panen. Insyaallah akan ada panen raya serentak untuk Indonesia yang dimulai dari Kabupaten Kebumen,” katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan kebutuhan beras secara nasional dalam posisi aman. Kepastian ini menurut Mentan terjadi usai panen raya petani di seluruh Indonesia. Bahkan, SYL mengaku sudah melakukan validasi melalui data BPS, satelit standing crop, laporan daerah dan tinjauan langsung di lapangan. Semua data sama dan hasilnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia selama beberapa bulan ke depan.

“Panen Raya seluruh Indonesia hari ini secara masif telah dimulai oleh bapak presiden. Dan data yang paling tinggi akan masuk pada April mendatang. Kita berharap kurang lebih 10 juta hektar penanaman itu secara serentak akan kita panen bersama dalam waktu yang sangat singkat ini. Kita juga sudah validasi datanya melalui data BPS, kemudian satelit, laporan daerah dan tinjauan langsung di lapangan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, produksi padi nasional tahun 2022 mencapai 54,75 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 333,68 ribu ton atau 0,61 persen apabila dibandingkan produksi 2021 yang hanya 54,42 juta ton GKG. Sedangkan luas panen pada 2022 mencapai 10,45 juta hektar, mengalami kenaikan sebanyak 40,87 ribu hektar atau naik 0,39 persen apabila dibandingkan dengan luas panen 2021 sebesar 10,41 juta hektar.

Adapun potensi produksi padi Kabupaten Kebumen sendiri pada bulan Maret 2023 ini mencapai 115 ribu Ton GKG dengan luas panen Maret tahun 2023 seluas 19 ribu Ha (M1: 5.745 Ha, M2 : 5.342 Ha, M3 3.241 Ha dan M4: 4.720 Ha.). Lokasi panen paling besar terjadi di dlDesa Lajer, Kecamatan Ambal. Untuk varietas yang digunakan adalah Ciherang, Inpari 42, Inpari 32. Indeks pertanaman IP-300. Potensi produktivitas 7-8 Ton/Ha dengan harga GKP Rp. 4.300/kg.

** kementan/ppmkp

Jelang Ramadhan Pasokan Barang di Pasar Cileungsi Masih Aman

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Pasokan sejumlah komoditi di Pasar Cileungsi beberapa pekan jelang Ramadhan relatif aman. Hal itu terlihat dari pasokan yang masih mencukupi dan belum adanya kenaikan harga yang signifikan untuk sejumlah bahan pokok. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok diprediksi akan mengalami kenaikan beberapa hari menjelang Ramadhan.

“Untuk pasokan dan ketersediaan bahan pokok masih aman dan tidak ada kendala. Hanya untuk minyak goreng saja yang harganya masih fluktuatif,” kata Kepala Pasar Cileungsi, Aldi kepada Jurnal Bogor, Kamis (09/03/23).

Menurut dia, peningkatan harga biasanya baru akan terjadi satu pekan atau beberapa hari menjelang puasa. Biasanya, kenaikan harga yang paling signifikan adalah kenaikan harga daging dan ayam. Sementara untuk harga kebutuhan pokok yang lainnya tidak terlalu signifikan.

“Kalau untuk ketersediaan sejauh ini aman. Sampai jelang puasa juga masih aman. Jadi tidak akan ada kendala stok kebutan pokok,” ujarnya.

Aldi mengatakan, pengelola Pasar Cileungsi akan terus melakukan komunikasi dengan para pedagang agar ketersediaan kebutuhan pokok dapat terus ada dan tidak kekurangan. Hal itu untuk
menghindari lonjakan kenaikan harga pada saat moment tertentu.

“Kalau pedagang umumnya tergantung dari supplier. Kalau memang ketersediaan barang aman, maka harga akan relatif stabil,” kata dia.

Sementara itu, salah satu pedagang daging di Pasar Cileungsi, Junaedi mengatakan, jika penjualan daging sejauh ini masih normal. Begitu pun harga jual daging masih belum mengalami kenaikan. Karena menurut dia, harga daging sapi relatif stabil, jika ada kenaikan itu pun tidak akan terlalu melonjak.

“Kalau seminggu jelang puasa atau hari raya ada kenaikan ya sudah biasa. Tapi kalau masih jauh hari seperti sekarang belum ada kenaikan. Harga masih stabil,” singkatnya.

** Taufik / Nay

Dua Remaja Duel, Satu Tewas

0

Rancabungur | Jurnal Bogor 

Dua remaja berkelahi menggunakan senjata tajam (sajam) di wilayah Perum Griya Asri RT 04 RW 01 Desa Bantarjaya, Rancabungur, Kabupaten Bogor, Rabu (08/03/2023) sekitar pukul 17.30 wib.

Akibatnya satu diantaranya berinisial YV (16), warga Rancabungur harus tewas ditangan remaja berinisial MT (17) warga Kota Bogor.

Dari informasi yang dihimpun, perkelahian dua remaja itu sebelumnya telah berjanjian untuk melakukan duel menggunakan sajam.

“Telah terjadi perkelahian (duel) dengan menggunakan senjata tajam yang berakhir satu diantaranya meninggal dunia. Dimana para remaja ini, sudah berjanjian sebelumnya untuk melakukan tos-tosan menggunakan senjata tajam celurit,” kata Kapolsek Rancabungur Iptu Hartanto.

Jadi kata dia, kedua pelaku mengalami luka bacokan senjata tajam. Nahasnya, YV meninggal dunia sementara MT selamat dan harus mendapat perawatan di RSUD Kota Bogor.

“Korban MT kondisinya tangan kiri mengalami patah tulang dan luka robek dengan sembilan jahitan,” jelas Hartanto.

Polisi yang mendapat laporan tersebut sudah mengamankan barang bukti sebilah celurit. Saat ini, kasusnya ditangani lebih lanjut oleh Polres Bogor.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan. Untuk Perkara dilimpahkan dan ditangani Polres Bogor,” pungkasnya.

** Andres 

Masih Minim, DPMD Sebut Baru 10 Persen Desa yang Mampu Berinovasi dan Berprestasi 

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Subkor Kewilayahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Fetty Yuniawati mengakui masih minimnya desa yang ada di Kabupaten Bogor yang meraih prestasi dan berinovasi untuk menggali potensi yang ada di wilayahnya.

Menurutnya, jika dipersentasekan baru 10 persen desa yang mampu berinovasi dan berprestasi di Kabupaten Bogor. Hal itu pun yang menjadi pekerjaan rumah DPMD untuk mendorong para kepala desa agar terus menggali potensi-potensi yang ada di wilayahnya.

“Kemarin saya diundang oleh Kepala Desa Gunung Putri karena adanya kunjungan dari Kepulauan Belitung Timur, dan ini sudah yang kesekian kalinya saya mendapatkan undangan dari desa tersebut,” ungkap Fetty kepada Jurnal Bogor, Kamis (08/03/23).

Melihat perkembangan Desa Gunung Putri, sambung dia, sangat wajar sekali desa tersebut mendapatkan predikat terbaik dari Kabupaten Bogor. Apalagi Desa Gunung Putri sudah meraih prestasi bukan hanya di kabupaten bahkan sampai tingkat nasional.

“Berkat inovai-inovasi yang dilakukannya kini desa tersebut selalu menjadi sasaran percontohan dari kabupaten lain. Sebagai aparat pemerintah yang menaungi soal desa, saya sangat bangga dan berterimakasih kepada Kepala Desa Gunung Putri yang sudah mengharumkan nama Kabupaten Bogor,” ujar Fetty.

Dia berharap untuk desa lain yang ada di Kabupaten Bogor agar bangun dari tidurnya, karena tidak kita pungkiri ada kepala desa yang hanya mengandalkan anggaran yang masuk ke desa, sehingga tidak bisa membangkitkan semangat masyarakat. Padahal, sejatinya warga itu jika digerakkan oleh pemimpinnya pasti bersedia untuk ikut berpartisipasi apalagi ini untuk kebaikan desanya sendiri.

“Sikap seperti itulah yang belum sepenuhnya dimiliki oleh kepala desa, itu terbukti dengan banyaknya BUMDes yang sudah terdaftar di DMPD. Bahkan bisa dibilang semua desa mengklaim punya BUMDes. Tapi jika kita survei ke lapangan BUMDes itu hanya namanya saja,” bebernya.

Inilah yang harusnya jadi pekerjaan rumah kepala desa, lanjut Fetty, banyak sekali jenis usaha yang bisa digerakkan, apalagi usaha BUMDes itu sangat luas sekali, tidak harus di desanya sendiri. Jika tidak ada inovasi yang menarik didesa tersebut, kades bisa mengalihkan usaha BUMDes itu ditempat lain dan itu sah dan diperbolehkan.

“Jadi kuncinya adalah kemauan, jika kepala desa tersebut mau desanya berkembang dan berkeadaban serta maju dan mandiri, anggaran tidak akan menjadi alasan untuk sebuah desa meraih prestasi, contohnya Desa Gunung Putri ini mampu berinovasi ditengah keterbatasan anggaran,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Camat Gunung Putri Apresiasi Desa yang Berprestasi dan Terus Berinovasi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Keberasilan sejumlah inovasi yang dicapai oleh 10 desa yang ada di Kecamatan Gunung Putri, Camat Didin Wahidin menyebut baru mencapai 40 persen dari 100 persen. Meski demikian, dia mengapresiasi inovasi tersebut.

“Kemajuan desa itu tergantung pandangan dan pola pikir dari kepala desa itu sendiri, kita semua tahu anggaran yang didapat desa memang sangat terbatas dan sudah diatur pula untuk peruntukannya. Tapi jika kepala desa hanya terpaku terhadap anggaran yang diserap, desa tidak akan bisa berinovasi dan perkembangan kemajuannya pun pasti lamban,” ujar Camat Didin kepada Jurnal Bogor, Kamis (08/03/23).

Menurutnya, ada beberapa desa di Kecamatan Gunung Putri yang selalu menjadi sasaran percontohan bahkan kunjungan dari luar daerah. Harusnya, prestasi yang diraih desa tetangga ini bisa dicontoh untuk desa tetangganya. Kita harus legowo dan mengakui kelebihan desa tetangga kita jika mampu berinovasi dan bisa meraih sederet prestasi.

“Jika kendalanya ada dipersoalan anggaran, kenapa desa ini bisa dan desa lain tidak bisa. Kenapa kepala desa ini bisa tapi kepala desa lain bilang sulit, nah persoalannya berarti bukan hanya dianggaran melainkan dikemauan. Mau atau tidak kepala desa tersebut mendongkrak dan membangun inovasi di desanya,” paparnya.

Sekarang kita lihat, sambung Didin, sudah berapa tahun desa mendapatkan kucuran dana dari APBN. Sekarang ditambah dari APBD, mengapa hanya terfokus diinfrastruktur saja, padahal jika dicermati, spesifikasi uji beton itu bisa mencapai umur 10 sampai 15 tahun, dan untuk aspal 5 tahun.

“Tapi faktanya masih ada kepala desa yang hanya berkutat saja diinfrastruktur, itu lagi dan itu lagi yang dibenahi. Ayo dong inovasi warganya agar berkembang, siap bertarung dengan dunia dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Lambat laun, mungkin dana dari pemerintah akan dihilangkan. Jadi, mari mulai inovasi dan gali potensi dari sekarang,” cetusnya.

Lebih lanjut Camat Didin mengatakan jika di Kecamatan Gunung Putri ini ada beberapa desa yang sering mendapatkan kunjungan dari luar akan inovasi-inovasinya. Jangan jauh-jauh untuk studi banding, tetangga kita berprestasi , bisa dicontoh dan diaplikasikan.

“Masa desa dari luar pulau saja mengakui kehebatan desa di Kecamatan Gunung Putri, tapi kita desa yang tetanggaan gak mau belajar. Berinovasi didesa tetangga anggaran bisa terjangkau ilmu bisa didapat secara gratis, mari berpikir cerdas dan realistis,” tandasnya.

Dirinya juga mengucapkan juga terimakasih kepada desa-desa yang sudah membawa nama Kecamatan Gunung Putri jadi terkenal, terimakasih sudah berprestasi dan berinovasi karena dengan prestasi yang diraih bukan hanya nama desanya yang dikenal orang, melainkan nama Kecamatan Gunung Putri dan Kabupaten Bogor juga turut disebut dengan prestasi yang diraih oleh para kepala desa.

“Pesan saya, jangan bosan untuk menggali inovasi di desa masing-masing. Siapkan bibit-bibit unggul untuk menjadi penerus dimasa depan kelak,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektare, Kementan Panen 1.227 Ha di Pandeglang

0

Pandeglang | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian melakukan panen raya nusantara sejuta hektare serentak diberbagai lokasi  sentra padi di 30 propinsi, 131 kabupaten dan kota tersebar dari Aceh hingga Papua.

Di Kabupaten Pandeglang Banten, panen raya digelar di Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang  dilahan seluas 1,227 ha milik kelompok tani Tani Mukti, Kamis (9/3).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kinerja petani Indonesia. Berkat kerja kerasnya, seluruh capaian pertanian menunjukan hasil yang positif.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja petani Indonesia. Ditengah segala kondisi, kita tidak pernah ragu menghadapinya karena ada sector pertanian yang terus bekerja maksimal, “ ucap Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan positifnya kinerja petani tidak lepas dari peran penyuluh pertanian lapangan. Ia mengajak kepada Penyuluh dan Petani untuk membuktikannya dengan terus meningkatkan produksi.

“Petani akan tersenyum bahagia, didukung penyuluh yang kreatif dan cerdas mengakomodir kepenyingan petani, penyuluh sampaikan kepentingan petani pada pemerintah pusat dan daerah, serta pihak swasta  selaku mitra bisnis, tuturnya.

Panen raya di Kecamatan Panimbang  merupakan rangkaian panen MT II 2023 varietas inpari 32. Dari hasil ubinan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata produksi padi yang dipanen di Mekarsari mencapai 7,8  ton per ha, sehingga dari luasan 1.227 ha diperoleh gabah 9,571 ton.

Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban menegaskan Pandeglang adalah lumbung padi nomor satu di Provinsi Banten diatas Kabupaten Lebak. Beda tipis, Pandeglang 52.000 ha, Lebak 51,000. Untuk menjaga tetap menjadi nomor satu Ia menekankankepada OPD setempat untuk berhati – hati untuk menjaga lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan.

“Makanya ini hati – hati, untuk zona – zona yang diperuntukan untuk persawahan tidak boleh digusur tidak boleh dialihfungsikan,  Pandeglang harus tetap menjadi nomor satu lumbung pangan di propinsi Banten“ tegasnya.

Saat ini provinsi Banten berada di peringkat ke 8 penghasil beras nasional., 34 persen angkanya disumbangkan Kabupaten Pandeglang. Tingginya produktivitas di wilayah Banten merupakan bukti bahwa kondisi beras saat ini dalam keadaan melimpah.

Tanto mengapresiasi Kementerian Pertanian yang tiada henti memberikan semangat kepada seluruh petani

“Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih karena berkat bantuan dan perhatian kementan petani selalu semangat dan produktivitas di wilayah Pandeglangpun terus meningkat,” katanya.

Untuk diketahui hingga akhir Maret Pandeglang memanen padi di lahan seluas 20, 447 ha bahkan hingga April Pandeglang masih akan panen seluas 7,600 ha.

Selain Wakil Bupati, Panen Padi Nusantara Sejuta hektar di kecamatan Panimbang dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor Yusral Tahir, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Nasir MD, Kapolresta Pandeglang, Badan Pusat Statistik, Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Dandim 06/01 Pandeglang, Camat Kecamatan Panimbang dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pandeglang.

** Kementan/PPMKP

Panen Raya Nusantara Satu Juta Hektare, Kementan Apresiasi Petani Modern Serang

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kegiatan Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektare secara serentak pada Kamis (09/03).

Panen berlangsung di Kabupaten Serang Banten, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi Jawa Timur dan di 10 provinsi serta 66 kabupaten utama.

Pelaksanaan panen raya di Provinsi Banten tersebar di empat kabupaten yaitu Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang dan Tangerang. Lokasi Pelaksanaan panen raya padi Kabupaten Serang terletak di Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang dengan luasan hamparan 353 hektare.

“Panen raya satu juta hektar dimulai di Kebumen. Saya koordinasi dengan Bupati Kebumen, dan melihat memang yang siap untuk melakukan panen raya pada bulan Februari-Maret itu di Kebumen,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul mengatakan berdasarkan prognosa atau perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) luas panen padi pada Februari 2023 mencapai 1,4 juta hektare dan puncak panen berlangsung pada bulan Maret-April.

“Berarti, jika produktivitas 6 ton per hektare, ada produksi padi lebih kurang 4 juta ton, sehingga ini membuktikan adanya panen raya padi dengan produksi atau ketersediaan

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM), Dedi Nursyamsi mengapresiasi kinerja Petani, Poktan, Gapoktan, Penyuluh, Penggilingan Padi dan semua pelaku Usaha Perberasan Nasional karena telah berhasil meningkatkan produktivitas padi di wilayah Kabupaten Serang.

“Pencapaian ini tidak hanya atas kerja jajaran Kementan semata  tetapi merupakan Keberhasilan Petani, Poktan, Gapoktan, Penyuluh, Penggilingan Padi dan semua pelaku Usaha Perberasan Nasional dari hulu hingga hilir yang telah berhasil meningkatkan produksi.

Dedi juga menerangkan bahwa Panen raya padi ini juga merupakan pembuktian bagi para petani sebagai petani modern.

“Panen raya padi ini juga merupakan pembuktian petani Indonesia mampu memanfaatkan dan mengoperasikan peralatan modern pertanian seperti combine harvester,” tutur Dedi

Dalam pesannya, Dedi menyampaikan agar para petani dapat bahu membahu untuk menciptakan pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern. “Akhir kata, mari kita bahu membahu untuk menciptakan Pertanian yang makin Maju, Mandiri dan Modern,” ujar Dedi sesaat setelah melakukan panen di Kabupaten Serang.

** Kementan/PPMKP

Jelang Ramadhan Dispora Kabupaten Bogor Kembali Gelar Bimtek Imtaq Kepemudaan

0

Cipayung | Jurnal Bogor

Dua pekan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, Dispora Kabupaten Bogor melalui Bidang Kepemudaan menggelar Bimtek Pembinaan dan Penyadaran Pemuda dalam Iman dan Taqwa.

Rencananya, kegiatan Bimtek tersebut akan dilangsungkan dalam dua angkatan dan dilangsungkan di salah satu hotel yang ada di Cipayung, Kabupaten Bogor.

Angkatan pertama akan dilangsungkan pada tanggal 8 sampai 10 Maret 2023 dengan peserta dari organisasi Islam yang ada di Kabupaten Bogor.

Sedangkan angkatan kedua akan dilangsungkan pada tanggal 13 sampai 15 Maret 2023 dan pesertanya perwakilan dari Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

” Kegiatan Bimtek Bidang Kepemudaan yang ada kaitan dengan Imtaq ini merupakan kegiatan tahun ketiga,” ujar Kabid Pemuda Dispora Kabupaten Bogor, Nina Nurmasari, Rabu, 8 Maret 2023.

Nina menambahkan, narasumber yang akan mengisi kegiatan Bimtek kali ini adalah perwakilan dari Universitas Ibnu Khaldun, Tim Percepatan Pembangunan dan PCNU Kabupaten Bogor.

Menurutnya, kegiatan BImtek yang ada kaitan dengan Imtaq para pemuda ini memang sudah jadi agenda dan program kerja Bidang Kepemudaan Dispora Kabupaten Bogor.

Laili Fikriyah, SE, MM selaku Sub Koordinator Pemberdayaan Pemuda Dispora Kabupaten Bogor mengatakan, tiap tahun Dispora Kabupaten Bogor melalui Bidang Layanan Kepemudaan selalu melakukan kegiatan Bimtek yang berkaitan dengan IMTAQ kepemudaan.

Pada bulan ini, kata Laili, ada dua angkatan yang akan mengikuti kegiatan IMTAQ kepemudaan ini.

Tiap angkatan yang mengikuti Bimtek IMTAQ yang dilakukan Bidang Layanan Kepemudaan Dispora Kabupaten Bogor ini berjumlah 40 peserta.

Menurutnya, peserta yang ikut kegiatan ini semuanya berasal dari perwakilan organisasi Islam yang ada di Kahupaten Bogor.

” Alhamdulilah semua peserta yang mengikuti kegiatan ini selalu antusias dan benar benar mengikuti semua materi dengan baik,” pungkas Laili.

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP memberikan apresiasi positif lkepaca Bidang Layanan Kepemudaan dalam menggelar kegiatan yang berkaitan dengan IMTAQ

Menurutnya, perkembangan zaman dan derasnya teknologo informasi dewasa ini harus disikapi dan diimbangi juga dengan peningkatan IMTAQ kepada kalangan generasi muda .

” Perkembangan zaman begitu pesat dan ini jadi tantangan bagi kita semua untuk membentengi generasi muda dari hal hal yang kurang bagus. Makanya Dispora Kabupaten Bogor akan terus menggelar kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan IMTAQ,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Asnan AP Tegaskan Dispora Komitmen Lestarikan Olahraga Tradisional

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP menegaskan SKPD yang dipimpinya terus berkomitmen dalam pelestarian olahraga tradisional kepada masyarakat Bumi Tegar Beriman.

Salah satu bentuk komitmen Dispora dalam pelestarian olahraga tradisional ini adalah dengan menggelar kegiatan pelatihan olahraga tradisional.

Asnan berharap, kegiatan pelatihan ini akan jadi media yang tepat untuk kembali memasyarakatkan olahraga tradisional di Kalangan masyarakat Kabupaten Bogor terutama kalangan generasi muda dan pelajar.

” Saya optimis dengan pelatihan maka olahraga tradisional yang jadi budaya bangsa akan tetap bisa dilestarikan di Bumi Tegar Beriman,” ujar Asnan AP, saat membuka acara pelatihan olahraga tradisonal yang berlangsung di salah satu hotel di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu, 8 Maret 2023.

Disamping itu, Ketua Umum Pertina Kabupaten Bogor ini berharap semua peserta yang ikut pelatihan kali ini harus bisa jadi ” agen” dalam mensosialisasikan kembali olahraga tradisional dalam lingkungan tempat tinggal atau sekolahnya.

Sementara itu, Dedi Supriadi, S.Sos, Msi selaku Sub Koord Otrad dan Layanan
Khusus mengatakan, Dispora Kabupaten Bogor melalui Bidang Pembudayaan Olahraga kembali menggelar Kegiatan Pelatihan Olahraga Tradisional tingkat Kabupaten Bogor tahun 2023.

Menurutnya, pelaksanaan pelatihan olahraga tradisional yang dilakukan Dispora Kabupaten Bogor ini diikuti 40 peserta perwakilan dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor

Kegiatan tersebut akan berlangsung di salah satu hotel di kawasan Megamendung dari tanggal 8 sampai 10 Maret 2023.

Lebih lanjut, kata Dedi, pada kegiatan pelatihan olahraga tradisional kali ini pihak Dispora mengundang perwakilan Portina Jabar, KORMI Kabupaten Bogor dan Unsika Karawang sebagai narasumber atau pemateri

” Disamping mendapatkan teori pelatihan olahraga tradisional, para peserta juga akan melakukan praktek olahraga sumpitan, egrang, dagongan dan hadang yang semuanya masuk dalam rumpun olahraga tradisional,” ujar Dedi Supriadi, S.Sos, Msi yang akrab disapa Ewocx ini

Ewocx menambahkan, semua peserta tampak antusias mengikuti pelaltihan olahraga tradisional.

Selanjutnya, kata Ewocx, semua peserta yang ikut pelatihan kali ini pada awalnya memang belum pernah mengikuti kegiatan serupa yang dilakukan Dispora Kabupaten Bogor. ( asep syahmid)

BNN Kabupaten Bogor Lantik Tim Bersinar Desa Cileungsi Kidul

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor melantik Unit Intervensi Berbasis Masyarakat Desa guna pencegahan peredaran narkoba. Kegiatan pelantikan dilaksanakan di aula Desa Cileungsi Kidul, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (8/3/23).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Desa Cileungsi Kidul Peltu Edi Nuryo, Bhabinmas H. Uman, Pol PP Diki Nurfikri, Ketua MUI desa, Ketua TP PKK Desa Cileungsi Kidul, Tokoh Masyarakat, dan para Ketua Dusun.

Kepala Desa Cileungsi Kidul Rudi Sukarya mengatakan, program ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan upaya pencegahan peredaran narkoba di lingkungan Desa Cileungsi Kidul.

“Mudah-mudahan melalui Desa Bersih Narkoba (Bersinar) ini, Desa Cileungsi Kidul bisa bebas dari bahaya penyalahgunaan peredaran Narkoba,” ucap Rudi Sukarya kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, sangat penting meningkatkan kewaspadaan seluruh komponen masyarakat, yang didalamnya ada anak usia pelajar yang sangat rentan sekali untuk terjerumus kedalam peredaran narkoba.

“Mengingat narkoba merambah ke wilayah tanpa batas, tidak mengenal status sosial. Untuk itulah dibutuhkan deteksi dini penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

“Mari sama – sama kita perangi narkoba, untuk menyelamatkan generasi anak bangsa kita, hingga bisa meraih cita-cita yang cemerlang dihari depan,” harapnya.

Sementara, salah satu anggota Bersinar Chandra mengatakan, dirinya sangat bersemanagat saat diikutsertakan menjadi anggota Bersinar. Mengingat, kenakalan remaja saat ini memang harus ekstra hati-hati, apalagi penjahat narkoba ini tak pandang bulu dalam mencekoki korbannya yang penting barang dagangannya laku.

“Ibarat dagang, penjahat narkoba ini yang penting barangnya laku, jadi sebisa mungkin mereka menjual tanpa melihat usia dan status sosial. dan harapan kami pun, BNN yang sudah membuat program yang sangat bagus ini dengan membentuk unit-unit anti narkoba tingkat desa, harus didukung dengan profesinalisme kerja, sehingga siapapun yang menjadi pengedar dan merusak harus ditindak tanpa pandang bulu. Dan untuk yang menjadi korban atau pemakai sebisa mungkin direhabilitasi jangan dipenjara karena penjara bukan solusi untuk pemakai yang notabene korban,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain