28.5 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 692

Remaja 16 Tahun Tiba-Tiba Loncat dari Lantai 3 BTM

0

Bogor | Jurnal Bogor

Remaja berusia 16 tahun diduga meloncat dari lantai 3 Bogor Trade Mall (BTM), Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (3/2). Alhasil, ratusan pengunjung mall pun dikagetkan dengan aksi nekat tersebut.

Beruntung, korban tak meregang nyawa lantaran jatuh ke dalam rak baju tenant.

Salah seorang saksi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ketika kejadian remaja tersebut terlihat sendirian. Namun, secara tiba-tiba ia lari dari arah lorong, kemudian membuka sandalnya dan langsung meloncat.

“Nggak meninggal, hanya patah tulang saja,” ujarnya.

Saksi mata lainnya yang juga mempunyai di tenant Bogor Trade Mall (BTM) membenarkan peristiwa itu. Bahkan, kini korban telah dibawa ke RS PMI untuk dirawat intensif.

“Memang ada kejadian itu, hanya saya tidak melihat persis karena lagi melayani pembeli,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola mall dan kepolisian.* Fredy Kristianto

Apdesi Gunung Putri Apresiasi Keberadaan Sekretariat PWI Wilayah Bogor Timur

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

PWI Kabupaten Bogor, Sekretariat PWI Bogor Timur mengadakan audiensi dan bincang santai bersama Apdesi Gunung Putri. Kegiatan bincang santai berlangsung di Aula Kantor Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor berlangsung hangat, Kamis (02/02/23).

Turut hadir dalam kegiatan bincang-bincang tersebut, Ketua Apdesi Gunung Putri yang juga Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra, Sekjen Apdesi Gunung Putri yang juga Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad, Kepala Desa Gunung Putri Daamanhuri, Kepala Desa Wanaherang Heri Sadewo, Penasehat Sekretariat PWI Bogor Timur Piyarso Hadi, Ketua Sekretariat PWI Bogor Timur Nay Nur’ain beserta pengurus dan anggota Sekretariat PWI Bogor Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Apdesi Gunung Putri Udin Saputra mengapresiasi akan keberadaan Sekretariat PWI Bogor Timur. Menurutnya, memang sangat diperlukan adanya wadah untuk wartawan yang ada diwilayah Bogor Timur khususnya, apalagi kini Botim akan menghadapi pemekaran.

“Saat adanya permintaan audiensi dari Sekretariat PWI Bogor Timur, kami langsung merespon dan memang ini pertama kalinya ada wartawan yang mengajak audiensi dan bincang santai,” papar Udin kepada Jurnal Bogor, Kamis (02’02/23).

Menurutnya, bincang -bincang ini bisa menimbulkan nilai positif dan sinergi antara PWI Bogor Timur dengan Apdesi Gunung Putri. Karena pada dasarnya, kami memang sangat membutuhkan peran pers dalam setiap program pemerintahan yang kami jalankan, apalagi adanya keterbukaan publik peran pers sangatlah penting untuk itu.

” Intinya kami akan selalu mendukung dan support penuh, setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh PWI Bogor Timur, semoga setelah audiensi ini ada kerjasama berkepanjangan dengan Apdesi Gunung Putri. Dan saya berharap Sekretariat PWI Bogor Timur yang dikomandoi Teh Nay dan kawan-kawan bisa memberikan informasi yang positif dan berimbang kepada masyarakat ditengah maraknya pemberitaan hoax” ungkap Udin.

Sementara, Ketua Sekretariat PWI Bogor Timur Nay Nur’ain mengatakan jika kegiatan hari ini adalah audiensi untuk memperkenalkan anggota PWI yang ada di wilayah Bogor Timur, sekaligus memaparkan program-program Sekret PWI Botim yang mungkin bisa dikerjasamakan dengan Apdesi Gunung Putri.

” Saya ucapkan terimakasih atas respon baik Apdesi Gunung Putri yang sudah menerima Sekretariat PWI Bogor Timur, semoga pertemuan kali ini menjadi awal sinergi antara PWI Sekret Botim dengan Pemerintahan yang ada di Bogor Timur, “ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk saat ini anggota PWI Kabupaten Bogor yang ada di Bogor Timur hanya ada 7 orang, dan tidak menutup kemungkinan dengan Sekretariat PWI Botim bisa menambah anggota untuk PWI Kabupaten Bogor.

” Ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk menjadi anggota PWI Kabupaten Bogor dan itu bersifat mutlak, adanya mandat dari Ketua PWI Kabupaten Bogor H.Subagiyo untuk menggaungkan PWI di wilayah Bogor Timur, maka kami membuka pintu untuk rekan-rekan yang ingin bergabung menjadi anggota PWI Kabupaten Bogor. Harapan saya anggota PWI Kabupaten Bogor yang ada di Bogor Timur selalu kompak,” pungkasnya mengakhiri.

Berikut nama-nama anggota PWI Kabupaten Bogor yang ada di wilayah Bogor Timur.

1.Nay Nur’ain, Koran Jurnal Bogor

2.Ajis Maulana, Bogorupdate.com

3.Agus Chandra, Bogorupdate.com

4.Saiful, Bogorupdate.com

5.Irawan, Bogorupdate.com

6.Ade Suryadi (Omen) Kabarindoraya.com

7.M.Yusuf, Medikom

Kantor Pelayanan Kecamatan Cibungbulang Digeruduk Ratusan Massa

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Kantor Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor digeruduk ratusan massa, Rabu (1/02/2023). Hal itu buntut dari ketidakpuasan beberapa bakal calon (Balon) terhadap panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Cimanggu II.

Aksi saling dorong pun sempat terjadi dengan Satpol PP yang melarang massa mendesak masuk. Puluhan massa aksi yang didominasi beratribut Laskar Anti Korupsi pejuang 45 (Laki-P 45), LSM GMBI, Genpar dan Awalindo membentangkan sejumlah poster yang berisi kecaman terhadap panitia Pilkades.

“Ada bukti-bukti yang kami punya, intinya saya minta panitia dibubarkan dan diganti dengan yang baru, yang profesional, jujur dan terbuka,” kata kuasa hukum salah satu calon yang gugur dalam tahap tes tambahan tertulis seleksi Calon Kepala Desa (Cakades) Saipul Iskandar Zulkarnain.

Dia menyatakan, dalam kejadian itu pihaknya akan menempuh jalur hukum terhadap panitia pilkades Cimanggu II. Pasalnya diduga panitia pilkades tingkat desa dan kecamatan tidak terbuka dan ada indikasi kecurangan.

“Langkah kedepannya, kita negara hukum artinya dalam konteks ini tidak menjustifikasi siapa yang benar atau salah, semua kita dalam porsi menduga-duga, pembuktiannya nanti dalam persidangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Cimanggu II tingkat Kecamatan Cibungbulang Agung Surachman Ali menyatakan, bahwa semua tudingan sudah diklarifikasi langsung oleh Ketua Panitia Pilkades tingkat desa dan sudah sesuai tahapan Perbup Nomor 66.

“Yang pertama tentu itu hak dari bakal calon kepala desa memberikan pendapat, tadi juga sudah kita lakukan mediasi, klarifikasi di Aula Kantor Kecamatan. Alhamdulillah sudah selesai, yang mereka tuntut kaitan dengan tahapan harus sesuai dengan peraturan,” katanya. 

“Kaitan dengan surat pernyataan, lanjut Agung, itu sudah diklarifikasi langsung oleh Ketua Panitia Pilkades tingkat desa, seperti yang saya sampaikan di forum mediasi yang pertama perlu digaris bawahi, setelah saya meminta keterangan dari Ketua Panitia tingkat Desa Cimanggu II serta jajarannya dan juga berdasarkan hasil monitoring. Kaitan Pemilihan Kepala Desa, Alhamdulilah sudah sesuai tahapan Perbup,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang langkah yang akan diambil Panitia Pilkades Cimanggu II, Agung menegaskan, melanjutkan semua tahapan sesuai dengan Peraturan yang ada. 

“Tahapan selanjutnya yang berkaitan dengan Pilkades Cimanggu II akan tetap berjalan, sebagaimana jadwal yang sudah ditentukan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Terkait langkah hukum yang akan diambil Tim Kuasa Hukum Jaenal Arifin, dirinya akan melihat perkembangan situasi yang berlanjut. “Kita lihat perkembangannya, seperti apa saja nanti kedepannya, artinya siap gak siap harus siap menghadapi itu,” katanya.

Agung menegaskan, tahapan akan tetap berjalan. Selama sesuai tahapan didalam Perbup. “Selama sesuai tahapan kita lanjutkan. Dan, untuk penetapan balon ke calon kita sudah tetapkan itu dihari Senin kemarin, tanggal 30 Januari 2023,” pungkasnya.

** Andres 

Jembatan Cibarengkok Jadi Prioritas Perbaikan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Harapan warga Klapanunggal yang menginginkan Jembatan Cibarengkok segera diperbaiki mendapat respons dari Pemerintah Kecamatan Klapanunggal dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Hal itu terungkap dalam kegiatan Musrembang Kecamatan Klapanunggal yang salah satunya memprioritaskan perbaikan Jembatan Cibarengkok.

“Tadi juga dibahas terkait Jembatan Cibarengkok. Dan pihak UPT mengatakan akan segera dilakukan perbaikan,” kata Camat Klapanunggal, Ahmad Kosasih kepada Jurnal Bogor, Kamis (02/02/23).

Menurutnya, Jembatan Cibarengkok selain perlu dilakukan perbaikan, kondisi sungai yang sudah mengalami pendangkalan juga akan dilakukan pengerukan agar debit air tidak meluap dan masuk ke badan jalan.

“Memang selain perlu diperbaiki, sungai juga perlu dilakukan pengerukan agar mampu menampung menampung debit air, apalagi kalau sedang musim hujan,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu tokoh masyarakat Klapanunggal, mengeluhkan kondisi jembatan Sungai Cibarengkok yang mengalami penyempitan sungai dan dipenuhi dengan sampah. Akibatnya, setiap hujan air meluap ke jalan dan sulit dilintasi, apalagi kondisi jalannya sudah rusak parah.

“Setiap hujan pasti banjir dan sulit dilintasi serta menimbulkan kemacetan cukup panjang. Akibatnya macet bias sampai Jalan Raya Narogong. Ini sudah sangat merugikan warga yang tinggal di daerah Klapanunggal,” ujar Samin.

Ia menegaskan, permasalahan kemacetan, banjir dan ruas jalan rusak tersebut hanya bisa ditangani dengan segera melakukan perbaikan. Karena jika tidak, persoalan itu tidak akan pernah selesai. Terlebih saat ini, di Klapanunggal curah hujan masih tinggi.

“Warga hanya minta segera diperbaiki. Siapa pun itu yang bertanggungjawab untuk
melakukan perbaikan itu urusan pemerintah,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

UPT Puskeswan Fokus Program Vaksinasi

0

Jonggol | Jurnal Bogor

UPT Puskeswan III Jonggol saat ini masih terus fokus untuk melayani masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan dan ikan. Selain itu, UPT juga menerima pengaduan mengenai kasus peternakan atau perikanan yang terjadi di wilayah kerja UPT yang meliputi Kecamatan Jonggol, Sukamakmur, Cariu, Tanjungsari, Cileungsi, Klapanunggal dan Gunung Putri yang umumnya kasus penyakit hewan atau ikan, pencemaran akibat usaha peternakan dan perikanan, pemalsuan bahan pangan asal hewan seperti ayam tiren, daging oplosan atau sejenisnya.

“Sejauh ini kami masih fokus pada pelayanan dalam bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit pada hewan dan ikan. Selain itu, kami juga melakukan proses vaksinasi bagi hewan ternak di wilayah UPT,” kata Kepala UPT Puskeswan III, Toif kepada Jurnal Bogor, Kamis (02/02/23).

Menurut dia, selain vaksinasi, UPT juga berusaha membantu para peternak dengan melakukan Inseminasi untuk hewan ternak. Hal itu agar hewan ternak menjadi lebih produktif dan berkualitas.

“Banyak para peneliti yang berlomba-lomba meneliti, serta mencari variasi teknik inseminasi. Tujuannya agar dunia peternakan semakin maju dan berkembang. Diamana inseminasi sendiri bertujuan untuk memperbaiki mutu genetika ternak, meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur serta menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan,” ujarnya.

Menurutnya, potensi peternakan di wilayah kerja UPT Puskeswan III, khususnya sapi potong dan ayam masih cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para kelompok ternak untuk meningkatkan produktifitas ternak dan pencegahan terhadap berbagai jenis penyakit.

“Memang karakter kelompok ternak di tiap kecamatan berbeda-beda dan menyesuaikan dengan perkembangan kecamatan. Seperti di Cileungsi, Klapanunggal dan Gunung Putri yang identik dengan peternakan ikan karena memang masih bisa mendukung. Tapi kalau untuk Jonggol, Sukamakmur, Cariu dan Tanjungsari masih sangat memungkinkan untuk peternakan sapi atau kambing,” ujarnya.

Terkait program bantuan bagi para kelompok ternak, Toif mengatakan, seluruh bantuan terhadap kelompok ternak baik itu dari pemerintah maupun aspirasi dari anggota dewan semuanya melalui dinas. Karena, pihak UPT hanya melaksanakan pada bagian teknis pelaksanaan sesuai dengan keputusan dari Dinas.

“Dalam hal bantuan dari pemerintah atau aspirasi dewan kami hanya melaksanakan saja apa yang sudah ditetapkan oleh dinas. Biasanya kami hanya melakukan verifikasi terhadap kelompok peternak/pembudidaya ikan saja,” tandasnya.

** Taufik / Nay

Bina Rojali Ala Pemdes Gunung Putri

0

Gunung Putri |Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Gunung Putri membina Rombongan Jamaah Liar (Rojali) yang sempat viral akibat ulahnya menghentikan truk yang sedang melaju kencang di exit tol Gunung Putri, hingga mengakibatkan satu orang dari remaja yang melakukan penyetopan truk tersebut tewas terlindas. Hal tersebut dilakukan oleh para remaja hanya sekedar untuk  membuat konten agar menjadi viral.

Daman Huri

Guna meminimalisir penyimpangan remaja tersebut, Pemdes Gunung Putri mengubah arti nama Rojali menjadi Remaja Peduli Lingkungan (Rojali). Kepala Desa Gunung Putri  Daman Huri menuturkan, kepanjangan kata tersebut digagas langsung oleh Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat. Dengan tujuan untuk memberi pemahaman, karena apa yang mereka lakukan bukan hanya membahayakan diri sendiri tapi juga menyusahkan orang lain.

“Program ini akan berkelanjutan, sehingga anak-anak ini bisa beradaptasi dengan lingkungan dan  bisa berprilaku  baik. Pemerintah Desa Gunung Putri sangat mengapresiasi atas gagasan dan pelaksanaan kegiatan ini, yang dikomandoi oleh Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu serta Danramil Gunung Putri Kapten Rocky,“ ujar A Heri sapaan akrabnya.

“Pemdes akan terus berusaha semaksimal mungkin memberikan program-program terbaik terhadap anak-anak jalanan seperti ini, agar mereka kembali kepada jalan yang benar dan kembali kepada masyarakat. Dengan perhatian yang diberikan kepada mereka, kami berharap mereka mendapatkan  sesuatu hal yang baru, untuk menyongsong hidup baru, “ sambungnya kepada Jurnal Bogor, Kamis ( 02/02/23).

Untuk program-program yang sudah direncanakan, sambung A Heri, ialah membersihkan  sungai, dan  yang kedua adalah bersih-bersih rumah ibadah. Selain itu,  anak-anak  ini juga  sedang diusahakan untuk masuk sekolah Pendidikan Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), dimana menurut ketua PKBM, pendaftaran dibuka Agustus 2023 mendatang, dan untuk mengisi waktu sampai menunggu bulan  tersebut  akan membuat program lain untuk mereka.

“Untuk mengisi waktu tersebut  anak-anak ini akan diberi pelatihan  budidaya tanaman  Maggot, mudah-mudahan dengan diajarkan budidaya Maggot, bisa menambah ilmu pengetahuan mereka. Nantinya, kami akan mempersiapkan  rumah Maggot khusus yang akan diberi nama Rumah Maggot Rojali, “ ungkapnya.

Lebih lanjut A Heri menjelaskan, tim perpustakaan digital desa pun telah membuat rencana  untuk menarik mereka bergabung ke perpustakaan.  Sehingga,  mereka akan  diedukasi lewat buku- buku digital yang ada di Desa Gunung putri, mudah- mudahan ikhtiar ini akan berjalan terus. Selain ilmu pengetahuan, juga akan memberikan siraman rohaninya kepada mereka.

“Saya sudah berkomunikasi dengan  Ketua Samaduha (satu masjid dua hafiz), untuk merangkul mereka masuk kedalam didikan menjadi  santri – santri Samaduha. Semoga  kedepannya anak – anak ini bisa baik, bisa diterima dimasyarakat, dan  mampu mengaplikasikan kemampuan dirinya di bidang  yang  mereka senangi,” paparnya

“ Agar semua program tersebut berjalan lancar, didalam 1 bulan ini kita akan  awasi langsung oleh Binmas, Babinsa, Kapolsek, Danramil dan Kepala Desa Gunung Putri. Mudah –  mudahan satu bulan ini menemukan potensi – potensi  yang ada didalam diri mereka masing masing,  sehingga kami dapat mengarahkan unutk program – program yang sesuai dengan bakat atau kemampuannya, “ pungkas A Heri.

** Nay Nur’ain

Gernas Penanaman 1000 Pohon UPT BPPSDMP Kementan Kompak Tanam Bibit Durian

0

Caringin | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Balai Besar Pelatihan Pertanian Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melakukan penanaman bibit pohon, di areal BBPKH Cinagara Caringin Bogor, Rabu (1/2).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Penanaman 1000 Pohon yang digelar bersama di 34 provinsi dan dipimpin langsung Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) dari Kawasan Candi Borobudur Magelang yang digelar secara hybrid. Hal tersebut juga sebagai wujud dari kepedulian dan kontribusi Kementerian Pertanian untuk turut serta dalam mendukung program Indonesia Hijau.

Pohon yang ditanam adalah pohon durian varietas matahari, sunan, musang king dan bawor yang merupakan varietas – varietas unggulan Indonesia.
Kepala Puslatan Muhammad Amin mengatakan makna penanaman pohon bagi pertanian selain untuk melestarikan komoditas – komoditas pertanian juga sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kualitas SDM.

“ Penanaman pohon merupakan program yang diinisiasi Presiden melalui Ibu Negara bermakna luar biasa bagi pertanian yaitu untuk meningkatkan penanaman sebagai upaya melestarikan komoditas unggulan kita, ” ujar Amin didampingi Kepala BBPKH Cinagara Wasis Sarjono dan Kepala PPMKP Yusral Tahir.

Muhammad Amin juga menyampaikan peran pelatihan dalam penanaman pohon ini adalah mendorong masyarakat agar mereka turut serta menanam dan memahami bagaimana cara menanam pohon yang baik, berkualitas dengan inovasi – inovasi tehnologi yang ada.

Sementara itu Kepala PPMKP Yusral Tahir menuturkan kegiatan penanaman 1000 pohon sangat baik dalam menghadapi Climate Change yang tengah dihadapi dunia saat ini.

” Dunia saat ini menghadapi Climate Change. Indonesia memiliki 34 propinsi, jika kegiatan ini dilakukan serentak, maka 34.000 pohon tertanam. Diharapkan gerakan ini secara hirarki dilakukan sampai ke level desa, dengan jumlah 81.616 desa, maka kurang lebih 81.616.000 pohon akan ditanam oleh masyarakat Indonesia untuk dunia menghadapi Climate Change, ” tuturnya.

Secara terpisah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menegaskan menanam pohon selain dapat memperbaiki lingkungan, juga dapat memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian pangan.

Dalam sebuah kesempatan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan melalui penanaman pohon diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai instrumental revolusi mental yakni etos kerja, gotong royong, dan integritas.

“ Melalui proses menanam, diharapkan nilai integritas yaitu gotong royong, tanggung jawab, dan harmoni antara pemikiran dan tindakan tertanam. Kegiatan ini tidak hanya selesai sampai di sini, selanjutnya pohon-pohon ini tetap harus dirawat dan dipelihara dengan baik,” kata Dedi Nursyamsi.

** Regi/PPMKP

Satu dari Tiga Anak Balita di Indonesia Alami Anemia

0

Peringatan Hari Gizi Nasional

Jakarta | Jurnal Bogor

Satu dari tiga anak di bawah usia lima tahun (Balita) di Indonesia, mengalami anemia. Gejala anemia pada anak ini tak boleh dibiarkan, pasalnya anemia menjadi salah satu faktor risiko terjadinya gangguan pertumbuhan (faltering growth) awal terjadinya stunting.

Sebagai informasi, faktor penyebab utama anemia yang paling utama adalah kekurangan zat besi, dimana zat besi salah satu nutrisi penting dalam asupan makanan harian anak. Ketika asupan Zat besi tidak tercukupi dalam makanan harian, maka dapat terjadi gangguan perkembangan fungsi kognitif dan pertumbuhan anak.

Makanya, penting bagi orang tua memastikan si kecil bisa memenuhi kebutuhan gizi harian dengan optimal, termasuk zat besi yang dikombinasikan dengan vitamin C untuk dukung meningkatnya penyerapan zat besi hingga dua kali lipat sehingga tumbuh kembangnya maksimal.

Presiden Indonesian Nutrition Association Dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengatakan, zat besi memiliki peran penting pada tubuh anak, terutama untuk mendukung tumbuh kembang maksimalnya.

Asupan zat besi yang tidak adekuat atau memenuhu, kata Lucian, dapat berdampak dalam jangka pendek pada menurunnya kecerdasan, fungsi otak, fungsi motorik anak seperti mudah kelelahan, nafsu makan buruk, serta menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.

“Jika tidak ditangani dengan tepat dapat mempengaruhi performa anak di sekolah, perubahan atensi dan sosial, serta perubahan perilaku pada anak. Pada anak di atas satu tahun, pencegahan anemia dapat dilakukan dengan memberikan makanan gizi seimbang termasuk pangan makanan dan minuman yang mengandung sumber protein hewani yang kaya zat Besi maupun mikronutrien,” kata Luciana, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (01/02).

Lebih lanjut Dr Lucy, biasa sang dokter dipanggil mengatakan, intervensi melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi, secara menyeluruh pentingnya memenuhi kombinasi unik zat besi dan vitamin C.

“Ini merupakan salah satu dari sekian upaya yang dapat dilakukan dalam memutus mata rantai anemia baik di lingkup individu, keluarga, kelompok, maupun masyarakat,” ujarnya.

Melihat kondisi banyaknya anak Balita Indonesia kekurangan zat besi, bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional 2023, SGM Eksplor melakukan berbagai inisiatif edukasi dengan menggandeng 200 bunda Mombassador untuk menjangkau 2. 000 Bunda secara langsung (offline), dan 8. 000 bunda secara online, di berbagai daerah di Indonesia untuk ikut meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kombinasi unik zat besi dan vitamin C untuk dukung penyerapan nutrisi penting yang maksimal sehingga dapat bantu tumbuh kembang optimal anak.

Marketing Manager SGM Eksplor Anggi Morika Septie mengatakan, sebagai produk susu pertumbuhan SGM Ekplor telah majukan lebih dari 75 juta anak Indonesia sejak 1954. SGM Eksplor, sambung Anggi, meyakini kolaborasi bersama merupakan hal penting yang harus terus dilakukan berbagai pihak untuk menghadapi berbagai tantangan pemenuhan gizi seimbang yang masih dihadapi anak di Indonesia.

“Makanya momentum Hari Gizi Nasional kami berkolaborasi dengan 200 Bunda Mombassador tersebar di berbagai daerah di Indonesia, serta berbagai pihak seperti Elina Community dan Indonesian Nutrition Association (INA) SGM Ekplor menyebarkan informasi edukatif tentang pentingnya kombinasi unik zat besi dan vitamin C untuk mendukung tumbuh kembang maksimal anak,” katanya.

Sekedar diketahui, Mombassador merupakan komunitas pengguna produk SGM Eksplor dengan usia anak diatas satu tahun. Seorang Mombassador yang ikut mengedukasi para Bunda, Fanni Abriyanti menyambut baik upaya kolaborasi edukasi yang diinisiasi SGM Eksplor dalam rangka Hari Gizi Nasional.

“Saya sebagai seorang Bunda sangat menyadari pentingnya edukasi, terutama dalam hal pemenuhan gizi seimbang bagi anak. Saya senang Bunda-bunda lainnya antusias mengikuti kegiatan edukasi. Semoga kami dapat menerapkan semua informasi dalam keseharian di rumah dan terus dukung kebutuhan nutrisi anak-anak agar mereka bisa jadi generasi maju,” harap Fanni.

Anggi, pada kesempatan itu menambahkan, SGM Eksplor akan terus berkomitmen dan berkolaborasi dengan berbagai pihak menghadirkan inovasi produk bernutrisi agar dapat mendukung lebih banyak lagi anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.

“Dukungan SGM Eksplor ini agar target Generasi Emas Indonesia 2045 terealisasi, karena pencapaian target itu ditentukan kualitas anak-anak saat ini,” kata Anggi menutupi. *

** Mochamad Yusuf

Taman Safari Lepas Liarkan Sepasang Elang Jawa

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sepasang Elang Jawa, Parama dan Jelita telah dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP), Kabupaten Bogor, Senin (30/01).

Menurut Wasja, Kepala Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), di Taman Safari Bogor, Elang Jawa yang dilepasliarkan merupakan hasil penakaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) dan Taman Safari Bogor dengan dukungan penuh PT. Smelting.

“Jelita merupakan hasil indukan Elang Jawa bernama Rizka dan Hanum yang menetaskan telur di Taman Safari Bogor pada 14 Oktober 2020. Bobot pertama Jelita saat menetas kala itu adalah 49,4 gram dan usianya saat ini sudah menginjak 2 tahun 4 bulan,” kata Wasja sebelum pelepasan Elang Jawa di Taman Safari Bogor.

Sementara, kata Wasja, Parama hasil indukan Elang Jawa bernama Rama dan Dygtha yang menetas di Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) pada 8 Juli 2020.

“Usia Parama saat dilepasliarkan saat ini sudah menginjak 2 tahun 7 bulan. Jadi kedua Elang Jawa yang dilepasliarkan bersama ke habitat alamnya di bentang TNGGP sudah menjalani proses habituasi di TSI,” ucapnya.

Wasja juga mengatakan, upaya dalam rangka pelepasliaran dua Elang Jawa itu sangat penting. Sebab, untuk pertama kalinya di Indonesia Elang Jawa yang dilepasliarkan merupakan hasil breeding dalam upaya konservasi Eksitu to Insitu.

“Eksitu adalah usaha pelestarian alam yang dilakukan di luar habitat aslinya. Sedangkan Insitu adalah usaha pelestarian alam yang dilakukan dalam habitat aslinya,” terang Wasja.

Wasja juga menjelaskan, kedua Elang Jawa yang dilepasliarkan tersebut telah dipasangi alat transmiter atau GPS. Hal itu dilakukan untuk mengetahui posisinya secara realtime di alam bebas (liar).

Elang Jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa dan salah satu burung pemangsa atau raptor yang mempunyai peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Elang jenis ini dilindungi oleh Undang-Undang dan telah ditetapkan sebagai simbol satwa nasional melalui Keppres Nomor 4 Tahun 1993 karena kelangkaan dan kemiripanya dengan garuda, lambang negara Indonesia,” ungkapnya.
 
Ditempat yang sama, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Eksploitasia Semiawan mengatakan, dalam studi, populasi Elang Jawa hanya sekitar 700 ekor atau 300 pasang. Sejauh ini, pihaknya sudah melepasliarkan sekitar 30 ekor elang yang dilindungi, termasuk Elang Jawa.

“Dalam tahun ini baru pertama. Tapi untuk 2020-2022 sudah ada sekitar 30 elang yang telah dilepasliarkan, baik dari hasil konflik satwa maupun yang hasil breeding. Lokasi TNGGP sengaja dipilih untuk pelepasliaran kedua Elang Jawa karena sudah melalui kajian habitat. Selain itu, TNGGP merupakan habitat alami dari Elang Jawa,” ucap Indra.

Direktur Taman Safari Indonesia Jansen Manangsang menambahkan, saat ini pihaknya masih memiliki 8 ekor Elang Jawa yang sedang dirawat.

“Ke depan, tidak hanya Elang Jawa, Taman Safari Indonesia juga akan melepasliarkan hewan lainnya seperti Komodo. Ada 6 ekor komodo, kita akan lepaskan ditempat alam asli liar di Nusa Tenggara Timur (NTT),” tutur Jansen.

Handy Mehonk | **

Panitia Pilkades Kranggan Tetapkan Lima Calon Kades

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Panitia Pemilihan Kepala Desa Kranggan, Gunung Putri, Kabupaten Bogor menetapkan lima orang calon kepala desa yang akan mengikuti Pilkades Kranggan pada Maret mendatang.

Keputusan tersebut diambil usai panitia menggelar penetapan calon kepala desa yang dilaksanakan di aula Kantor Desa Kranggan, Rabu (1/02/2023).

Selain panitia dan calon kepala desa, acara penetapan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Muspika Kecamatan Gunung Putri.

“Hari ini panitia pilkades Sukajaya menggelar acara penetapan calon. Dimana calon yang ditetapkan ada lima orang yakni Asdi, Jaya Sukma Satria, Muhidin, Biyah Firmansyah dan Adang,” kata Ketua Panitia Pilkades Kranggan, Mardi kepada Jurnal Bogor, Rabu (1/02/2023).

Menurutnya, kelima calon tersebut ditetapkan karena panitia telah melakukan proses kroscek dan verifikasi terkait persyaratan untuk maju sebagai calon kepala desa. Dari proses tersebut, calon yang telah ditetapkan semuanya memenuhi persyaratan.

“Awalnya ada 6 orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti Pilkades. Tapi karena satu orang mengundurkan diri maka calon yang akan maju di Pilkades Kranggan ada 5 calon,” ujarnya.

Mardi berharap, kelima calon kepala desa tersebut harus mampu menjaga kondusifitas pada saat awal, pelaksanaan hingga usai pelaksanaan pilkades. Karena, kelima calon ini merupakan figur yang nantinya akan menjadi pemimpin di Desa Kranggan dan harus dapat menjadi panutan bagi masyarakat.

“Langkah selanjutnya adalah kami akan tetapkan daftar pemilih tetap dari data pemilih sementara sebanyak 17.128 pemilih. Adapun untuk pengundian nomor urut calaon akan dilaksanakan pada 1 Maret 2023,” pungkasnya.

** Taufik/Nay