28.8 C
Bogor
Saturday, August 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 658

Kontur Berbukit, Jalan Sukamakmur Rawan Kecelakaan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kondisi ruas jalan di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang curam dan menanjak menjadikan ruas jalan raya Sukamakmur rawan terjadi kecelakaan. Hal itu diperparah dengan kondisi jalan yang sempit dan banyak mengalami kerusakan. Oleh karena itu, para pengendara, khususnya kendaraan barang agar lebih hati-hati untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Rawannya ruas jalan raya Sukamakmur ini dirasakan oleh pemilik kendaraan pick up bernomor polisi B-9771-EAF yang tidak kuat menanjak hingga mundur dan terbalik saat melintasi tanjakan raya Rasa

Mala, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur.

“Tanjakannya sangat curam makanya tidak heran banyak kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan melintasi tanjakan itu, malah banyak laporan dari warga setempat kalau tanjakan tersebut seringkali membuat kendaraan mobil mengalami jalan mundur karena tidak kuat untuk menanjak,” kata Kepala Desa Cibadak, H. Suri Suryana.

Menurut dia, jika tanjakan curam tersebut sering kali menyulitkan pengendaraan baik roda dua hingga roda empat saat akan melintas. Maka dari itu, karena tanjakan tersebut kerap kali menyulitkan kendaraan yang melintas, pihaknya pun mengajukan usulan untuk peningkatan

infrastruktur jalan melalui usulan Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) hingga Reses DPRD.

“Sudah berulang kali kami mengajukan untuk perbaikan lewat Musrenbang dan Reses DPRD tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut lebih dinas terkait,” keluhnya.

Sementara itu salah satu warga, Udin mengatakan kalau kejadian kendaraan pick up yang mengalami kecelakan lantaran tidak mampu melintasi tanjakan. “Kendaraan pickup tersebut mengangkut padi

hasil panen masyarakat setempat dan saat akan melewati tanjakan mobil tersebut tidak kuat menanjak lalu mundur dan terbalik,” ucapnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor segera memperbaiki infrastruktur jalan di Cibadak – Sukamakmur yang sudah banyak mengalami kerusakan dan curam.

“Jalan raya disini banyak sekali tanjakan yang curam, makanya kita masyarakat berharap agar Pemerintah lebih memprihatinkan kondisi fisik jalan disini agar tidak ada korban akibat kecelakaan,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Antam Akan Prioritaskan Bantuan ke SDN Parakan Muncang 01

0

Nanggung | Jurnal Bogor

PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Pongkor menyatakan akan memprioritaskan  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakan Muncang 01, Desa Parakan Muncang, Nanggung, Kabupaten Bogor setelah pihak sekolah melayangkan surat permohonan bantuan paving block ke perusahaan BUMN tersebut.

Atas usulan itu PT Antam Tbk, langsung menerimanya, melalui Kepala Bidang Corporate Social Responsibility (CSR) Arif S Rahman mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan usulan sekolah yang membutuhkan paving blok tersebut.

“Untuk bantuan yang kedua ini, kita tetap prioritaskan,untuk selanjutnya akan kita berikan, kita masih menunggu stock produksi paving nya dulu,” katanya.

Dia menjelaskan, realisasi proposal usulan pertama telah direalisasikan pihaknya, dari yang dimohonkan sebanyak 15.000 Paving Block.

“Kita sudah  pernah bantu, kalau enggak salah sekitar 8000 paving block dari lima belas ribu yang diusulkan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, pihak SDN Parakanmuncang 01, meminta bantuan ke Antam perihal pemasangan paving block  halaman sekolah.

Kepala Sekolah Parakanmuncang 01 Ondeng Sofwanudin mengatakan, saat ini sekolah yang dipimpinnya itu masih membutuhkan ribuan paving block untuk halaman sekolah.

“Pada awalnya saat kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan, namun saat ini masih ada kekurangan sekitar 5000 paving blok lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, halaman sekolah yang belum terpasang paving block ini jika terjadi hujan sering terjadi becek dan menimbulkan debu di saat musim kemarau.

Untuk mengatasi halaman becek serta menambah kerapihan lingkungan, pihak sekolah meminta perusahaan Antam untuk memberikan bantuan paving block.

“Karena, halaman sekolah ini banyak manfaatnya selain sebagai area pembelajaran formal maupun non formal,” jelasnya.

Kata dia, memiliki lingkungan fisik dan non fisik yang lebih mendukung dalam pembelajaran dan pembentukan kepribadian siswa sehingga sangat diharapkan bantuan tersebut dapat terwujud.

“Besar harapan kami ajuan untuk kekurangan ribuan paving block untuk halaman sekolah ini dapat terwujud,” pungkasnya. Andres

Ditinggal Istri ke Pasar, Pria di Gunung Sindur Gantung Diri

0

Gunung Sindur | Jurnal Bogor

Seorang pria nekat gantung diri di sebuah palang pintu kamarnya yang berlokasi di Kampung Pondok Kemiri RT 01/03 Desa Rawa Kalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (10/5). Korban sebelum kejadian ditinggal istri ke pasar.

“Kronologi kejadian sekitar pukul 09. 30 WIB, saksi (istri korban) usai pulang belanja sudah mendapati korban (suami) dalam keadaan tergantung pada kusen pintu ruang tengah,” kata Kapolsek Gunung Sindur Kompol Budi Santoso kepada wartawan.

Ketika ditemukan korban masih tergantung menggunakan tambang kecil warna biru dengan kondisi leher terjerat.

“Istri korban berteriak meminta tolong kemudian datang penghuni rumahnya yang tak lain anak kandungnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, korban sempat dievakuasi dengan membaringkan di tempat tidur untuk mengecek kondisi tubuhnya.

“Anak korban memeriksa denyut nadi korban namun diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia,” pungkasnya.

** Andres

Dinsos Salurkan Bantuan di Nanggung, Sukajaya dan Jasinga

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan logistik bagi korban terdampak bencana alam yang menerjang beberapa wilayah salah satunya di wilayah Kecamatan Nanggung.

Staf Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Dinsos Kabupaten Bogor, Suhandri mengatakan, bahwa saat ini Dinas Sosial  sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mengirim bantuan logistik untuk para korban dari dampak terjadi bencana

“Berdasarkan SK Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Bogor itu ada 11 kecamatan dan 11 kecamatan ini yang masuk di BTT itu kurang lebih ada 10 kecamatan, dan untuk hari ini kami akan distribusikan (bantuan) ke tiga kecamatan diantaranya Nanggung, Sukajaya dan Jasinga. Untuk wilayah Leuwisadeng, Sukamakmur dan Tamansari itu sudah kami distribusikan,” ungkap Suhandri kepada wartawan, Rabu (10/5).

Suhandri menyebut, bantuan logistik tersebut disalurkan sesuai dengan pengajuan yang diajukan oleh pemerintah desa maupun pihak kecamatan.

“Paket bantuan itu terdiri dari 10 item dimulai dari  beras, minyak goreng, biskuit, susu, sarden, kornet terus abon dan lain sebagainya totalnya ada 10 item,” katanya.

Suhandri mengatakan, pihaknya mendistribusikan bantuan tersebut melalui kantor kecamatan yang nantinya pihak kecamatan akan membantu mendistribusikan ke tiap desa dan kepada warga penerima bantuan.

“Langsung karena kami mendapat data by name by address dari desa dan kecamatan, untuk saat ini di Kecamatan Nanggung sesuai dengan ajuan dari kecamatan ada 81 paket sembako,” katanya.

Sementara itu, Camat Nanggung, Ae Saepuloh menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Bantuan paket sembako tersebut kemudian langsung didistribusikan ke beberapa wilayah di Kecamatan Nanggung diantaranya Desa Batutulis untuk 4 Kepala Keluarga (KK), Pangkaljaya 10 KK, Cisarua 1 KK, Nanggung 10 KK  Kalongliud 48 KK, dan Malasari 8 KK.

“Kita akan langsung cepat disampaikan kepada masyarakat, karena ini tanggap darurat sehingga sembako ini cukup membantu masyarakat korban bencana,” pungkasnya.

** Andres

Waduh, GOM Utara Nunggak Air Rp30 Juta Lebih

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kabar tak sedap datang dari GOM Bogor Utara. Hal itu lantaran fasilitas olahraga tersebut menunggak air sejak Agustus hingga Desember 2022.

Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Rivelino Rizki mengatakan bahwa tunggakan sebenarnya Rp22,7 juta. Namun, apabila ditotal beserta denda jumlahnya mencapai Rp30.919.200.

Menurut dia, GOM Utara terdaftar sebagai sport center Dispora Kota Bogor. “Sebab itu golongan tarifbya juga masuk kategori Instansi Pemerintah,” jelasnya.

Diketahui, setelah diresmikan, ternyata GOM Bogor Utara menyisakan permasalahan.Tidak adanya air di toilet membuat pengguna sarana olahraga serta warga yang beraktifitas di sana menjadi terganggu. Salah satunya adalah mereka kesulitan saat ingin buang air atau untuk sekadar berwudhu.

Ya, keluhan ini muncul setelah seorang pengguna GOM Bogor Utara, mengatakan jika, tak adanya air membuat toilet tidak bisa digunakan. Tak hanya itu, kondisi toilet juga kotor dan tampak kumuh, ditambah fasilitas lain seperti kran dan wastafel tidak berfungsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Herry Karnadi menegaskan, tak berfungsinya toilet itu disebabkan belum dibayarnya tagihan air ke Perumda Tirta Pakuan.

“Pembayaran air itu ya masih tanggung jawab kontraktor selaku pelaksana pembangunan GOM Bogor Utara. Dinas sudah sampaikan ke pihak kontraktor dan kata mereka akan segera dibereskan ke Tirta Pakuan,” tegas Herry.

Kata dia, tunggakan itu seharusnya sudah dibayarkan saat pembangunan GOM Bogor Utara. “Ya, tapi, nanti kami cek lagi ke pihak kontraktor,” pungkasnya.n Fredy Kristianto

Diiringi Barongsai dan Hadroh, PDI Perjuangan Daftar ke KPU

0

Bogor | Jurnal Bogor

DPC PDI Perjuangan Kota Bogor menyambangi Kantor KPU di Jalan Senam, Kecamatan Tanah Sareal, sambil diiringi kesenian Barongsai dan Hadroh, Kamis (11/5).

Kedatangan partai berlambang Banteng Moncong Putih itu tak lain untuk mendaftarkan 50 bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk mengikuti kontestasi Pemilu 2024.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata (DID) mengatakan bahwa pada setiap dapil, PDI Perjuangan dihuni oleh 30 persen perempuan.

“Mereka yang menjadi bacaleg bukan kader bajakan, tapi sudah mengikuti kaderisasi Pratama, mempunyai KTA, dan telah diberi penugasan selama setahun di dapil masing-masing sebagai pengampun,” ujar DID kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan menargetkan sebanyak 12 kursi sesuai dengan yang diinginkan DPP. “Kami ingin merebut kemenangan. Berdasarkan hitungan di dapil Timur-Tengah bisa mendapatkan tiga kursi, selatan3 kursi, Tanah Sareal dua kursi, Utara dua kursi, dan Barat tiga kursi,” jelasnya.

“Di Tanah Sareal ada Erik Suganda, Banu Bagaskara, dan Iqbal anak dari mantan wapres Hamzah Haz. Sedangkan di Utara ada Sarip Sastra, Yuno, dan Fernando Silalahi yang diharapkan dapat meraih suara non muslim serta dari Pemuda Batal Bersatu (PBB),” tambah DID.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor ini menegaskan bahwa pada Pemilu 2024 pihaknya menargetkan untuk meraih 130 hingga 150 ribu suara di ‘Kota Hujan’.

“Pada Pemilu 2019, kami meraih 98 ribu suara. Tapi dengan susunan caleg saat ini, kita optimistis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, dalam pendaftaran bacaleg, pihaknya mengusung tema ‘Budaga Berkepribadian’. “Barongsai dan Hadroh adalah budaya yang sering dimainkan di Kota Bogor, walaupun itu budaya akulturasi. Ini menunjukan PDI Perjuangan mendukung budaya lokal serta tak anti Islam. Sebab, saat berjalan ke KPU kami pun bershalawat,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Tukul, Pelaku Pembacokan Siswa SMK Ditangkap

0

Bogor | Jurnal Bogor

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota akhirnya menangkap ASR alias Tukul, aktor utama pembacokan siswa SMK Bina Warga yang buron selama dua bulan.

Kapolresta Bogor Kota Kombe Pol Bismo Teguh Prakoso mengaku, bahwa pihaknya menangkap tersangka di Jogja. Dan saat ini sedang perjalan membawa tersangka ke Kota Bogor.

“Kita sudah menangkap tersangka DPO pembacokan Pomad inisial ASR alias Tukul, saat ini tersangka dalam perjalanan dari Jogja menuju Bogor Kota,” kata Bismo, Kamis (11/5).

Sebelumnya, Polresta Bogor Kota telah menangkap ketiga orang yang diamankan adalah MA (17), SA (18) dan SA, Selasa (14/3).

Pertama, MA (17) sebagai pemilik kendaraan roda dua sekaligus pengendara yang digunakan saat beraksi, dia juga pemilik sajam jenis gobang yang digunakan untuk menebas leher korban hingga tewas.

Kemudian, SA (18) berperan membuang sajam usai digunakan untuk menghilangkan nyawa korban. Saat itu SA posisinya berada di tengah. “Terakhir, satu orang berinisial S turut diamankan lantaran menyembunyikan pelaku,” jelas Kapolresta.

Para tersangka diamankan di tempat berbeda, yang satu ditangkap di Lebak, Banten. Sedangkan yang satunya ditangkap di Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (3) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp3 miliar.

Peristiwa itu terjadi di lampu merah Simpang Pomad, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara pada Jumat (10/3), saat korban AS keluar sekolah usai melaksanakan ujian sekolah dan hendak pulang ke rumah.

Namun saat korban berada di bahu jalan, pelaku yang berjumlah tiga orang mengendarai motor dari arah Cibinong ke Kota Bogor menebas korban dengan menggunakan sajam hingga korban ambruk dan tewas saat perjalanan ke rumah sakit.* Fredy Kristianto

Warga Sinar Harapan Tagih Janji Presiden

0

Bakal Datangi Istana, Bencana 2020 Lalu Huntap tak Kunjung Dibangun

Sukajaya | Jurnal Bogor

Warga Kampung Sinar Harapan, Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor akan mendatangi Istana Presiden menuntut hunian tetap (Huntap) korban bencana longsor di tahun 2020 lalu yang tak kunjung dibangun.

Pasalnya, sudah dua tahun lebih relokasi untuk warga Sinar Harapan korban bencana longsor yang menelan 7 orang tertimbun dan 3 orang lainnya belum ditemukan hingga saat ini, terkesan dipermainkan oleh pemerintah.

Tokoh masyarakat Kampung Sinar Harapan H.Uci mengatakan, pihaknya menuntut janji Presiden Jokowi yang sempat datang ke area korban longsor di Kampung tersebut yang menyatakan kampung Sinar Harapan harus diprioritaskan. Akan tetapi pada kenyataannya, hingga saat ini huntap yang dijanjikan belum juga kunjung selesai.

Selain itu, masyarakat juga dijanjikan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), bahwa pada April, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menempati huntap, namun pada kenyataannya hingga saat ini huntap tersebut belum selesai bahkan terkesan mangkrak.

“Saya menuntut pemerintah. Presiden kan sempat ke kampung Sinar Harapan ini. Tapi kenapa bangunan huntap tahap pertama yang dibangun itu malah warga Desa Sukaraksa yang tidak kena bencana. Saat ini warga Sinar Harapan akan menuntut datang ke istana presiden agar segera memberikan hunian tetap,” katanya, Kamis (11/05/2023).

Dia menjelaskan, ratusan warga Kampung Sinar Harapan, sebelumnya terpaksa kembali ke rumahnya masing-masing.

Pasalnya, hunian sementara (huntara) yang diberikan oleh pemerintah di Kampung Parigi,  yang sempat mereka tempati dirasa sudah tak layak huni.

“Masyarakat disini jumlahnya 98 yang direlokasi.  Mereka kembali lagi ke rumahnya masing-masing karena tempat Huntara tidak layak untuk dihuni, ada beberapa warga yang bertahan karena tempat tinggalnya sudah rata dengan tanah,” katanya. 

Tidak berhenti disitu, saat mereka kembali ke rumahnya yang dinyatakan zona merah itu, warga harus berswadaya untuk memasang kabel listrik, hal itu mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan meski sampai saat ini belum dapat diberikan izin oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Pada awal kita kembali lagi ke rumah disini tidak ada aliran listrik, kita gelap-gelapan. Sehingga kita berswadaya menyambung kan kembali aliran listrik dengan kesepakatan bersama masyarakat disini,” pungkasnya.

Sementara, Ketua RW 07 Kampung Sinar Harapan Yanto Haryanto mengatakan, pihaknya sejauh ini selalu menanyakan kejelasan pembangunan huntap tersebut.

“Jadi warga selalu menanyakan mau kapan huntap yang dijanjikan oleh pemerintah bisa ditempati. Kondisi huntap yang saat ini mungkin baru 50 persen,” katanya.

** Andres

Bertarung di Pemilu, Hanura Daftarkan Bacaleg Terbaik

0

Bogor | Jurnal Bogor

DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Bogor resmi menyerahkan berkas pengajuan bakal calon legislatif (bacaleg) ke KPU Kota Bogor jelang Pemilu 2024.

Kepada wartawan, Ketua DPC Hanura Kota Bogor, Sendhy Pratama mengatakan bahwa dirinya hari ini mengantarkan berkas bacaleg ke KPU secara lengkap, tinggal proses verifikasi administratif yang akan dilakukan KPU Kota Bogor dengan batas waktu maksimal sampai 9 Juli 2023.

“Kami mendaftarkan sebanyak 50 nama bacaleg ke KPU meliputi 29 laki-laki dan 21 perempuan dengan rentan usia variatif yakni usia paling muda 21 tahun dan paling tua 72 tahun, serta berbagai latar belakang yang warna warni di Hanura Kota Bogor,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/5).

Bacaleg yang didaftarkan, kata dia, telah melewati proses penjaringan dan propered test di internal mulai dari persyaratan usia, administratif, profiling bahwa semua bacaleg di Hanura tidak terkait pada kasus tindak pidana.

“Termasuk bacaleg kami ini berkelakuan baik dari pengadilan, serta semua sudah melalui tes kesehatan jasmani dan rohani, serta dapat dipastikan bacaleg Hanura bebas tidak terkena narkoba,” paparnya.

Ia menargetkan dalam kontestasi Pemilu 2024, Hanura Kota Bogor bisa meraih 6 kursi dewan. Hal ini, sambungnya, dinilai realistis lantaran Hanura memiliki sejarah pernah mempunyai satu fraksi di parlemen pada tahun 2014-2019 sebanyak 4 anggota DPRD dengan nomor urut 10.

“Insya Allah dengan kembalinya partai Hanura di nomor 10, kami yakin optimis kedepannya dengan menambah lagi kursi yakni 2 menjadi 6 kursi, itu menjadi target yang rasional. Intinya kita punya misi yakni membangun daerah Kota Bogor dengan hati nurani yang baik,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Rekrut Potensi Atlet NPCI Lakukan Program Jemput Bola

0

Meskipun pelaksanaan Event Peparda Jabar baru akan berlangsung 2026 mendatang di Kota Bogor.

Namun, jajaran pengurus NPCI Kabupaten Bogor telah membuat rencana besar untuk persiapan dan regenerasi atlet buat event Peparda Jabar 2026 mendatang.

Salah satu program yang akan dilakukan saat ini adalah program jemput bola atau sosialiasi soal olahraga bagi para penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor.

” Kami akan melakukan program jemput bola mencari potensi para atlet disabilitas yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Sekum NPCI Kabupaten Bogor, Rifin Sembiring Kembaren, Kamis, 11 Mei 2023.

Rifin menambahkan, NPCI Kabupaten Bogor akan turun langsung ke tiap kecamatan atau ke desa desa mencari potensi atlet yang akan jadi atlet binaan.

” Saya optimis dengan program jemput bola ini akan muncul potensi atlet atlet baru yang selama ini belum terdeteksi oleh kami,” paparnya

Rifin menambahkan, pada pelaksanaan Peparda Jabar 2026 mendatang akan banyak atlet baru dan lokal Kabupaten Bogor yang akan jadi bagian skuad atau Kontingen Kabupaten Bogor. ( asep syahmid)