28.1 C
Bogor
Monday, May 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 659

Jelang Ramadhan, Polsek Rumpin Diskusikan Antisipasi Gangguan Keamanan

0

Rumpin l Jurnal Bogor 

Menjelang Ramadhan yang tinggal beberapa pekan lagi, Polsek Rumpin Polres Bogor menggelar kegiatan tatap muka dan diskusi mencari langkah mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan lingkungan.

Dalam kegiatan yang berlangsung di aula kantor Desa Sukamulya tersebut, tampak dihadiri Kapolsek Rumpin, Kompol Sumijo, Kepala Desa Sukamulya Ichwan Nur Arifin, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan seluruh Ketua Dusun, Ketua RW dan Ketua RT serta tokoh pemuda.

“Dalam pertemuan ini, kami diskusikan berbagai langkah guna mengantisipasi adanya kegiatan masyarakat yang dapat mengganggu suasana kondusif. Diantaranya tawuran, pawai sahur di jalanan dan lainnya. Kita ingin suasana Ramadhan nanti bisa kondusif dan khidmat,” ungkap Kompol Sumijo.

Sumijo menegaskan, akan melakukan tindakan tegas yang diperlukan jika ada kegiatan yang dinilai dapat berpotensi merusak ketentraman serta ketertiban masyarakat di dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

“Kami juga nanti akan pasang beberapa spanduk imbauan di tempat – tempat strategis. Intinya, kami dari Kepolisian mengajak semua aparatur pemerintah dan warga masyarakat untuk ikut serta menciptakan suasana kondusif,” tegas Sumijo, Senin (6/3)

Sumijo menjelaskan, pihaknya juga antisipasi adanya perang sahur selama ramadan. “Anak tidak boleh nongkrong,” tegas dia.

Kepala Desa Sukamulya, Ichwan Nur Arifin meminta, semua aparatur desa dan lingkungan bisa terus bersinergi dan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda guna menjaga kondisi wilayah yang kondusif.

“Jika nanti ditemukan hal – hal yang dapat mengganggu nuansa khidmat di bulan Ramadhan, segera diselesaikan dengan langkah persuasif. Jika tidak bisa diingatkan secara baik – baik, maka laporkan ke pihak berwajib yaitu petugas keamanan,” ujar dia.

Ketua Karang Taruna Desa Sukamulya, Endang Bahri Komara meminta, agar semua generasi muda di desa dapat ikut menjaga dan menciptakan suasana bulan suci Ramadhan yang khidmat.

“Di wilayah Desa Sukamulya ini banyak sekali jumlah pemuda dan pemudi, maka diharapkan agar semuanya bisa bersama – sama dengan pemerintah menciptakan bukan suci Ramadhan yang tenang dan khidmat,” ujar Enduy.

** Arip Ekon

Bantu PMI, Katar Cibungbulang Donor Darah

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Minimnya ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor membuat Karang Taruna (Katar) Kecamatan Cibungbulang, melakukan kegiatan donor darah di aula Kantor Kecamatan Cibungbulang, Senin (6/3/2023).

Sebanyak 200 orang secara sukarela mendonorkan darah bagi masyarakat yang membutuhkan nantinya. 

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibungbulang Sofian Sauri mengatakan, dalam kegiatan donor darah tersebut diikuti antusias masyarakat. Sebelum mendonorkan darah, mereka dicek dulu kesehatannya dan tidak langsung bisa mendonorkan.

“Total yang mendonorkan darahnya ada  200 orang. Kegiatan Donor darah dibantu dua orang dokter dan tenaga medis dari  PMI Kabupaten Bogor,” ujarnya 

Ia menjelaskan, karena sudah hampir minim stok darah di PMI kabupaten Bogor sehingga kegiatan ini di selenggarakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor. Apalagi jelang bulan Ramadhan ini, sangat pentingnya stok darah dan donor di Kecamatan Cibungbulang merupakan kegiatan rutin enam bulan sekali.

“Kalau untuk sekarang mungkin stok darah sudah minim. Mangkanya kita melakukan kegiatan donor darah untuk seluruh Kecamatan di Kebupaten Bogor sedang melakukan kegiatan donor darah,” jelasnya.

Tentunya ia berharap, dengan hasil yang didapatkan di Kecamatan Cibungbulang bisa membantu seluruh masyarakat Kabupaten Bogor jika membutuhkan darah.

“Harapan saya hasil yang di dapat di Kecamatan Cibungbulang bisa membantu masyarakat Kabupaten Bogor lainnya. ini ikhtiar Katar bekerjasama dengan kecamatan  dan unsur lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Cibungbulang, Agung mengaku berterima kasih dan mengapresiasi adanya kegiatan donor darah yang digelar oleh Katar Kecamatan Cibungbulang yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Bogor. Sebab, tetes darah yang didonorkan sangat berharga bagi mereka yang membutuhkan.

Ia mengajak seluruh masyarakat Cibungbulang agar mau mendonorkan darah untuk orang yang membutuhkan. Semakin banyak yang mendonor semakin banyak pula yang mendonasikan darah, sebab donasi bukan hanya sebatas materi saja dan donasi darah pun sama saja.

“Kita berharap kegiatan positif ini terus berlangsung dan Kecamatan Cibungbulang terus bersinergi dengan Katar Cibungbulang. Tidak hanya kegiatan donor darah, kegiatan pemberdaya untuk kepemudaan di Kecamatan Cibungbulang terus berjalan hingga saat ini,” tukasnya. 

** Andres

Lama Vakum, Temu Member NewTIK Penuhi Bluefin Resto

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Pecinta Tembang Indonesia Kenangan alias NewTIK kembali mengadakan temu member untuk semua pecinta lagu tembang kenangan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan peserta pecinta lagu tembang kenangan se-Nusantara dengan tema “Majulah Terus Musik Indonesia” pada acara yang digelar meriah di Bluefin Resto Bogor, Minggu (05/03/23).

Ketua Kordinator Nasional NewTIK Yunita Rumiris mengatakan, kegiatan temu member pecinta Tembang Kenangan Indonesia yang tergabung dalam komunitas menjadi agenda rutin yang dilakukan sebulan sekali dan kebetulan pertemuan kali ini, Bogor menjadi tuan rumah.

“Alhamdulilah silaturahmi ini berjalan dengan meriah, dengan dihadiri oleh sahabat pecinta Tembang Kenangan Indonesia dari berbagai daerah ada dari Bekasi, Tangerang, DKI, juga Bogor,” papar Yunita Rumiris di kediamannya kepada Jurnal Bogor, Senin (06/03/23).

Menurutnya, kegiatan seperti ini dirutinkan selain untuk menambah keakraban sesama anggota juga untuk mempererat silaturahmi. Mengingat, anggota NewTIK tersebar di Indonesia dengan jumlah anggota ribuan jika itu dikumpulkan dalam satu tempat, dan dirata-ratakan usia pecinta NewTIK itu antara 40 – 75 tahun. Moto memajukan musik Indonesia inilah yang membuatnya merutinkan kegiatan silaturahmi ini.

“Kegiatan diisi dengan bernyanyi bersama pastinya, juga pembagian doorprize berupa voucher belanja senilai 500 ribu rupiah. Intinya, kebersamaannya yang terjalin untuk hadiah hanya sebagai pemanis saja,” papar Yunita Rumiris.

Dan hal lain yang menjadi rutinitas NewTIK juga ialah, sambung Yunita, dari sisi sosial rutin melakukan donasi yang tersebar di setiap daerah untuk santunan ke rumah yatim piatu dan panti jompo.

“Kami juga memperhatikan para penyanyi-penyanyi senior, yang pernah memajukan dan meramaikan musik Indonesia. Kalau bukan kita yang memajukan musik Indonesia siapa lagi. Berharap kedepan semakin kompak dan bersatu untuk musik Indonesia,” cetusnya.

Sementara, Ketua Panitia Jeffri Lawakabessy berharap acara di Bogor ini bisa lebih sering diadakan agar bisa menyatukan sahabat NewTIK yang sudah lama vakum karena pandemi Covid 19. Hasil dari silaturahmi ini berharap bisa menjaring member – member yang baru, dari member yang sudah ada dan tersebar didalam dan luar negeri.

” Pesannya maju terus, kompak, dan bisa lebih sering lagi diadakan pertemuanya, serta ditambah doorprize yang lebih menarik lagi. Intinya pecinta Tembang Indonesia Kenangan kompak kompak kompak terus, ” imbuhnya.

** Nay Nuráin

Soal Banjir Menahun 7 Perumahan di Cileungsi, Ini Solusi dari DPKPP

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Menyikapi persoalan 7 perumahan yang rentan banjir yang terletak di dua desa yang ada di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Ir.Dede Armansyah menjelaskan perihal kewenangan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor terhadap DPKPP.

Menurutnya, dinas hanya diberikan sebatas pembuatan siteplant untuk kawasan perumahan tersebut, tanpa diberikan kewenangan untuk merancang kemungkinan wilayah yang dibangun perumahan saat ini akan ada perumahan lain di sebelahnya. Itulah yang mengakibatkan pihaknya tidak mengetahui kemungkinan suatu wilayah ini akan ada perumahan lain.

“Kita tidak diberikan kewenangan merancang gambar diluar perumahan, hanya sebatas lokasi perumahan itu saja. Jadi untuk persoalan 7 perumahan yang menjadi banjir langganan di Desa Situsari ini harus dibicarakan bersama antara pemerintah dan pihak developer perumahan, ” papar Dede Armansyah kepada Jurnal Bogor, Senin (06/03/23).

Dalam persoalan ini, sambung Dede, harus ada perubahan regulasi di Pemerintah Kabupaten Bogor. Yang diawali dari tata ruang, sehingga diketahui lokasi ini peruntukannya untuk apa. Apakah ada kemungkinan akan ada perubahan tata ruang dalam waktu dekat atau tidak?. Kemudian, jika kawasan pemukiman untuk perumahan nantinya aliran air ini kemana?. Semua itu harus diperhitungkan mulai dari saat ini sehingga masalah seperti ini tidak terjadi lagi.

“Kebanyakan yang mengalami kendala adalah perumahan subsidi, sehingga jika kita bebankan sepenuhnya kepada pihak developer pasti mereka juga akan teriak karena anggaran yang dikeluarkan untuk membuat saluran sambungan dari perumahan yang satu ke yang lain cukup besar. Maka dari itu kami disini atas nama Pemda hadir untuk kita sama-sama mencarikan jalan keluar agar warga yang tinggal di perumahan tersebut tak lagi kebanjiran, ” pungkasnya.

Kita semua tahu, Lanjut Dede, untuk pengusaha properti perumahan subsidi semuanya serba diatur oleh regulasi pemerintah, mulai dari jalan, saluran, dan fasos fasumnya. Dalam hal ini, Pemda hanya memfasilitasi saluran yang berada diluar perumahan, mengingat 7 perumahan itu belum satupun yang menyerahkan fasos fasumnya ke Pemda Bogor.

“Jadi, kewajiban kami hanya saluran yang ada diluar perumahan saja, untuk lingkungan perumahan itu masih kewenangan penuh developer,” cetusnya. 

Intinya, sambung dia, solusi yang ditawarkan ialah duduk bersama dan harus ada pembenahan saluran dari lingkungan perumahan terlebih dahulu, dan untuk saluran diluar perumahan Pemda akan ikut andil.  

** Nay Nuráin

Warga Keluhkan Rusaknya Jalan Transyogi

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Sejumlah pengguna Jalan Transyogi dari arah Kecamatan Jonggol hingga Kecamatan Cariu mengeluhkan kondisi rusaknya jalan provinsi itu. Hal itu terlihat dari banyaknya lubang dan rusaknya aspal yang berada di tengah jalan. Selain membahayakan jalan rusak tersebut juga membuat kendaraan mengurangi laju dan mengakibatkan kemacetan.

“Kalau akhir pekan pasti macet. Karena di jalan yang rusak kendaraan pada jalan pelan. Banyaknya mobil pribadi dan truk yang melintas membuat kondisi lalu lintas di ruas jalan yang rusak menjadi macet,” kata salah satu warga Jonggol, Andre kepada Jurnal Bogor, Senin (06/03/23).

Menurut dia, rusaknya jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Padahal, warga dan pengguna jalan sudah seringkali mengeluh dan mengadukan kondisi jalan rusak tersebut kepada instansi terkait.

“Kalau laporan ke desa, kecamatan, UPT sampai anggota dewan sudah sering dilakukan oleh warga dan para pengguna jalan. Namun sampai saat ini belum juga ada tanggapan. Buktinya sampai sekarang kondisi jalan yang rusak masih ada bahkan semakin bertambah,” ujarnya.

Andre mengatakan, pada saat akhir pekan, arus kepadatan lalu lintas di jalan Transyogi semakin bertambah, mengingat banyak warga dari Jakarta yang ingin berlibur ke wilayah Jonggol dan sekitarnya. Hal itu membuat, kemacetan menjadi salahsatu rutinitas di ruas jalan Transyogi, khususnya dari arah Pomad sampai kantor Desa Sirnagalih.

“Ada beberapa titik yang kondisi kerusakannya sudah cukup parah. Salahsatunya dari kantor Desa Sirnagalih sampai Pomad. Itu sudah pasti macet kalau akhir pekan. Kalau hari biasa kemacetannya tidak terlalu parah,” kata dia.

Ia berharap, pemerintah segera memberikan perhatian terkait kerusakan Jalan Transyogi dengan segera melakukan perbaikan. Karena ruas Jalan Transyogi merupakan salahsatu ruas jalan vital diwilayah Bogor Timur.

“Ya berharapnya segera diperbaiki saja. Karena jalan ini sudah ramai dan banyak dilintasi para pengguna jalan dari Jakarta maupun Cianjur,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Prasetyawati mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki anggaran kurang lebih Rp 1 triliun guna perbaikan infrastruktur jalan. Salah Satunya, kata dia adalah ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kesiapan anggaran ini merupakan atensi dari pemerintah guna meningkatkan pelayanan dan pembangunan infrastruktur yang layak guna menunjang aktivtitas masyarakat,” singkatnya.

** Taufik / Nay

Garda Pasundan Bogor Bentuk Kepengurusan Baru

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Garda Pasundan Kabupaten Bogor membentuk kepengurusan baru periode 2023-2026. Hal tersebut berdasarkan keputusan DPP Garda Pasundan yang menonaktifkan kepengurusan Garda Pasundan Kabupaten Bogor sebelumnya. Kini Garda Pasundan Kabupaten Bogor dipimpin oleh Saepudin Juhri yang dianggap oleh DPP Garda Pasundan mampu membawa perubahan dan meningkatkan kinerja organisasi di Kabupaten Bogor.

“Sesuai dengan Surat Keputusan DPP, saya diamanahkan untuk memimpin Garda Pasundan Kabupaten Bogor untuk periode 2023-2026. Oleh karena itu, saya mengharapkan kerjasama dan dukungan dari rekan-rekan di Garda Pasundan Bogor, untuk sama-sama memajukan organisasi ini dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata Ketua DPD Garda Pasundan Kabupaten Bogor, Saepudin Juhri kepada Jurnal Bogor, Senin (06/03/23).

Menurut dia, fokus utama kepemimpinannya untuk tahun pertama adalah merapikan
kepengurusan organisasi Garda Pasundan, khususnya pembentukan cabang di tiap kecamatan. Selain itu, untuk merapikan administrasi organisasi, dirinya juga akan fokus untuk pembangunan sekretariat DPD Garda Pasundan Kabupaten Bogor.

“Langkah awal kita tentunya adalah pembenahan dan perapian organisasi. Karena struktur
organisasi harus terpenuhi sampai tingkat desa. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan bersama agar Garda Pasundan ini menjadi organisasi yang besar dan kuat,” tukasnya.

Pria yang akrab disapa Tigor ini mengatakan, Garda Pasundan Kabupaten Bogor ke depan harus menjadi organisasi yang besar dan mandiri. Oleh karena itu, pengembangan potensi dan sumber daya manusia di internal organisasi harus dimaksimalkan untuk kepentingan organisasi. Sehingga Garda Pasundan menjadi organisasi yang mapan dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Ya ini tentunya tantangan bagi seluruh jajaran pengurus untuk bersama-sama bekerja dan
bersinergi dalam rangka membesarkan Garda Pasunda Kabupaten Bogor. Tahap awal, kami tentunya akan memaksimalkan dan menggali potensi dari internal organisasi dan sumber daya manusia yang ada dengan menggelar program-program yang positif bagi masyarakat,” kata dia.

Terkait isu perpecahan di Garda Pasundan Kabupaten Bogor karena adanya susunan kepengurusan baru, Tigor mengatakan, tidak ada perpecahan di internal Garda Pasundan Kabupaten Bogor. Persoalan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari dinamika organisasi agar ke depan dapat menjadi organisasi yang lebih baik.

“Saya selalu membuka diri untuk berkomunikasi dan berdiskusi agar Garda Pasundan Kabupaten Bogor dapat lebih baik kepada siapa pun itu. Jadi tidak ada perpecahan atau kubu-kubuan. Yang jelas mari kita duduk bersama dan berdiskusi bersama untuk kemajuan Garda Pasundan dan warga Kabupaten Bogor,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Sanggar Seni Megagama Gelar Evaluasi yang Pertama

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Perdana, Sanggar Seni dan Kebudayaan Megagama menggelar Evaluasi Diklat Tari & Musik yabg berlangsung di Bogor Trade World (BTW), Jalan Panaragan, Sabtu (04/03/23).

Dalam kegiatan itu, dihadiri langsung oleh Dewan Pembina Sanggar Megagama, H Shahlan Rasyidi dan Uci Sanusi yang mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor.

Yulia, selaku Ketua Panitia serta Pendiri Sanggar Megagama menjelaskan, Tujuan diadakannya Evaluasi Diklat Tari yakni untuk barometer atau tolak ukur pencapaian siswa selama pembelajaran di sanggar Megagama.

“Jadi evaluasi ini adalah ujian penilaian untuk kelas musik dan tari yakni gitar, keyboard, vocal, tari pra pemula, pemula, mahir dan remaja, total ada 7 katagori. Juara satunya, kami berikan reward free iuran selama 3 bulan, kemudian raport pencapaian kompetensinya kemudian ada juga sertifikat serta piala,” ujarnya, kepada wwb.co.id.

Yulia, menuturkan, bahwa saat sekarang Sanggar Megagama sudah mendapatkan legalitas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

“Alhamdulillah evaluasi pertama ini kita mendapatkan legalitas dari Disparbud Kota Bogor, karena selama ini kan legalitasnya belum keluar, alhamdulilah sekarang sudah keluar legalitasnya. Insyaallah kedepannya akan lebih baik lagi, lebih meriah lagi atas masukan dan arahan serta bimbingan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor,” katanya.

Sementara itu Dewan Pembina Sanggar Megagama, H Shahlan Rasyidi mengatakan, dirinya mendukung Sanggar Megagama yang mencintai kebudayaan sunda

Mantan Kadisparbud Kota Bogor itu, meminta agar Sanggar Megagama bisa bekerjasama dengan sekolah sekolah di Kota Bogor agar murid murid sekolah bisa mencintai Kesenian Sunda.

“Jadi sekolah sekolah itu dirangkul, minimal sekolah yang berada di Bogor Tengah itu murid murid sekolah mencintai kesenian Sunda,” katanya.

Yang kedua, kata Shahlan Rasyidi, harus mempunya inovasi dan harus ada keinginan untuk mengkolaborasikan kesenian sunda dengan kesenian dari luar daerah.

“Dan harus ada keinginan membuka Senin tari dan seni musik dikolaborasikan dengan kesenian luar, Seni Kalimantan, Seni Sulawesi, Seni Bali, NTT juga harus diajarkan di Sanggar Megagama, karena Bogor itu Heterogen banyak penduduk dari berbagai daerah. Jadi jika ada orang luar tinggal dibogor, terus ingin belajar kesenian dari luar bisa ke Sanggar Megagama,” pungkasnya.

Handy Mehonk

Perusahaan Jepang Tertarik Realisasikan Stoplet Sukaresmi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Rencana penataan transportasi di Kota Bogor, yang mengintegrasikan antara Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), trem, dan kereta api, rupanya mengundang ketertarikan salah satu perusahaan infrastruktu asal Jepang, Chodai.

Bahkan, beberapa waktu lalu Chodai sempat melakukan ekspose untuk membantu penataan transportasi di ‘Kota Hujan’. Termasuk ingin mendorong Pemkot Bogor merealisasikan Stoplet Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudi Mashudi mengatakan bahwa pembangunan Stoplet Sukaresmi harus direalisasikan untuk menekan mobilisasi warga yang menggunakan commuter line menuju Jakarta dan sebaliknya.

Sebab, kata Rudi, berdasarkan data dari PT KAI, pada hari kerja sedikitnya ada 68 ribu penumpang yang menggunakan commuter line untuk berpergian ke Jakarta dan sebaliknya. Sementara pada weekend, jumlah penumpang bisa mencapai 86 ribu.

“Dapat dibayangkan kalau kemudian ada aktivasi kereta Sukabumi frekuensi yang ditambah jadi enam kali lipat, maka pusat kota akan semakin padat,” ujar Rudi kepada wartawan, Senin (6/3).

Dengan demikian, sambung dia, dibutuhkan solusi untuk memecah pergerakan penumpang. Salah satunya dengan membangun Stoplet Sukaresmi, sehingga penumpang kereta yang berasal dari Tanah Sareal, Bogor Utara, Barat dapat turun di stoplet itu.

“Nantinya Stoplet Sukaresmi akan dihubungkan dengan Biskita,” tegas pria yang gemar bermain bulutangkis itu.

Menurut dia, Pemkot Bogor sudah membebaskan lahan untuk stoplet, termasuk akses jalan. “Sepertinya Chodai tertarik membantu, sebab akses menuju stoplet terhubung dengan Jalan KH Sholeh Iskandar. Rencananya bulan depan mereka akan datang lagi,” jelasnya.

Rudi menuturkan bahwa ada beberapa hal yang membuat Chodai tertarik membantu Kota Bogor. Pertama, pengembangan angkutan umum massal, dengan mengubah m angkutan kota ke BRT. “Itu sudah dijalankan selama dua tahun,” katanya.

Kedua, sambung dia, Kota Bogor juga mengembangkan non motorize transportation dengan membangun banyak pedestrian dan jalur sepeda.

Sedangkan ketiga, Pemkot Bogor tengah berupaya membangun alat transportasi berbasis rel atau trem untuk mendukung keberadaan LRT di Kota Bogor. “Selain itu, proyek double track kereta api jurusan Bogor – Yogyakarta juga sudah selesai dan akan dioperasikan Juli 2023.n Fredy Kristianto

Taman Safari Bogor, Smelting dan KLHK Siapkan Pelepasliaran Komodo ke Cagar Alam Wae Wuul

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Taman Safari Bogor bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia serta PT. Smelting berencana akan melakukan habituasi dan pelespasliaran satwa Biawak Komodo (Varanus Komodoensis) ke habitat aslinya yakni Kawasan Cagar Alam Wae Wuul, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara sosialisasi pelepasliaran salah satu satwa kebanggaan Indonesia ini mulai dilakukan Rabu, 8 Maret 2023.

“Komodo merupakan salah satu satwa yang masuk dalam perlindungan UU di Indonesia. Taman Safari Bogor sejauh ini dipercaya KLHK untuk melakukan pengembangan populasi dan konservasi kelestariannya. Ini adalah hasil dukungan semua pihak, tidak hanya ikhtiar Taman Safari Bogor saja,” ungkap Head of Medical Animal Taman Safari Bogor, dr. Bongot Huaso Mulia M.Sc, Sabtu (4/3/2023).

Bongot mengatakan, rencananya akan ada 6 ekor Komodo dari Taman Safari Bogor yang akan dilepasliarkan oleh KLHK bersama PT. Smelting ke Cagar Alam Wae Wuul.

“Rencananya acara utama dilaksanakan sekitar Juli 2023. Tapi sosialisasi kita geber dari Maret 2023. Kami meminta dukungan semua pihak, khususnya dari masyarakat dan media massa untuk mengampanyekan gerakan cinta satwa Komodo,” ungkap Bongot.

Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, dan dikatagorikan sebagai spesies Rentan dalam daftar IUCN Red List.

Sekitar 4.000–5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam liar. Populasi ini terbatas menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor).

Meski demikian, ada keprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan dari semuanya itu hanya tinggal 350 ekor betina yang produktif dan dapat berbiak. Karena kekhawatiran ini, pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komidi untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau termasuk Komodo, Rinca dan Padar. Belakangan, ditetapkan pula Cagar Alam Wae Wuul dan Wolo Tado di Pulau Flores untuk membantu pelestarian Komodo.

“Kami tidak henti-hentinya menggalang dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintahan dan masyarakat serta kalangan-kalangan intelektual untuk turut menjaga dan melestarikan satwa Komodo. Dukungan besar PT. Smelting kepada Taman Safari Bogor dalam proses pelestarian dan pengembangbiakan harus menjadi motor penggerak entitas lain agar lebih cinta terhadap Komodo,” tandas General Manager Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan. (HONK| Humas TSI Bogor/*)

Taman Safari Bogor dan Safari Resort Buka Promo Tiket Diskon Sampai Mei, Buruan Serbu Stand Pamerannya di Botani Square!

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Taman Safari Bogor dan Safari Resort membuka promo diskon tiket menginap dan masuk besar-besaran di Maret hingga Mei 2023. Untuk tiket masuk Taman Safari Bogor hanya Rp200 ribu dari harga normal Rp255 ribu. Sementara untuk tiket menginap Safari Resort didiskon 20% hingga Mei 2023.

“Tiket bisa dipesan di stand booth Taman Safari Bogor yang kami sediakan di Ground Floor Botani Square Bogor mulai 6-19 Maret 2023. Tiket promo ini berlaku dan bisa digunakan dari 7 Maret hingga 31 Mei,” ungkap Sales Assistant Manager Taman Safari Bogor, Anastasya Theodora, Minggu (5/3/2023).

Tasya menjelaskan, dengan harga diskon sebesar Rp200 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati Safari Journey, visit Istana Panda, berendam di Curug Jaksa, berkeliling 7 exhibits satwa hingga menikmati wahana permainan.

“Mohon dicatat masa berlakunya. Tiket promo ini hanya bisa dipesan di stand kami yang ada di Botani Square Bogor,” kata Tasya.

Sementara itu, untuk promo Safari Resort juga bisa dipesan di stand Botani Square Bogor dengan diskon 20%.

“Periode bookingnya 7-16 Maret 2023. Tiketnya berlaku hingga 31 Mei 2023 kecuali hight session 21-30 April 2023. Untuk informasi lebih lanjut bisa kunjungi stand kita di Botani Square Bogor,” ungkap Sales Manager Assistant Safari Resort Taman Safari Bogor, Rahmatullah, Minggu (5/3/2023).

Terpisah, General Manager (GM) Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan menginformasikan, menyambut Ramadan 2023 ini beragam promo disediakan Taman Safari Bogor. Salah satu paket menarik yang bisa dinikmati adalah suguhan menu promo buka bersama dengan harga Rp99 ribu per orang.

“Untuk cucurak harganya hanya Rp75 ribu per orang. Sementara bukber Rp99 ribu per orang. Dengan harga ini pengunjung bisa langsung masuk ke Rainforest Restaurant di Taman Safari Bogor,” tandasnya.

(honk | Humas TSI Bogor/*)