23.5 C
Bogor
Thursday, April 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 631

Mau Tahu WOM Finance Kantor Cabang Cibinong Pindah Kemana? Ini Alamat Barunya

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Guna meningkatkan dan memaksimalkan potensi bisnis di wilayah Cibinong Raya, Kantor Cabang WOM Finance Cibinong merelokasi ke tempat yang lebih strategis, yang belum lama ini diresmikan berlokasi di Komplek Ruko Cibinong City Center Blok A No.31, Kel. Pakansari, Kec. Cibinong, Kab. Bogor pada Rabu (12/4), kemarin.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance ini, meresmikan Kantor barunya dengan ditandai pengguntingan pita oleh Business Unit Head WOM Finance Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek), Audi Pramadita Putra didampingi oleh Branch Head Kantor Cabang Cibinong, Pardis Hitler Nababan dengan disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat dan tamu undangan yang hadir.

“Selain kondisi kantor cabang yang semakin membesar, kami harap langkah ini dapat meningkatkan peran serta WOM Finance dalam menunjang perekonomian pusat pemerintahan Kabupaten Bogor, di samping tentunya memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi konsumen, maupun mitra WOM Finance lainnya dan meningkatkan kontribusi dalam pertumbuhan bisnis WOM Finance secara umum,” ujar Business Unit Head WOM Finance Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek), Audi Pramadita Putra kepada media.

Dalam kedudukannya, wilayah Cibinong memiliki beragam keunggulan dari sisi bisnis, yaitu Cibinong merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor, jalur persimpangan ekonomi, memiliki beragam budaya, situasi masyarakatnya yang kondusif, sarana transportasi yang cukup lengkap (terminal, stasiun dan jalan tol) hingga memiliki kawasan industri.

“Kami meyakini langkah ini akan memberikan kontribusi positif dan akan lebih jauh meningkatkan kenyamanan konsumen melalui kondisi kantor cabang yang semakin besar,” katanya.

Sementara itu Kepala Cabang Cibinong, Pardis Hitler Nababan menuturkan, perpindahan dari tempat sebelum memang merupakan inisiatif dari manajement WOM Finance untuk merelokasi cabang – cabang yang dianggap kurang strategis.

“Kita memilih tempat ini berharap bahwa dengan pindahnya lokasi WOM Finance ke lokasi yang sekarang ini dapat membuat branding WOM Finance lebih terkenal lagi di lingkungan masyarakat juga di rekan rekan mitra kita. Karena lokasi yang kita pilih ini cukup strategis percis di jalan Raya,” katanya.

Ia berharap, kedepannya WOM Finance Cibinong dapat berkontribusi posisi untuk lingkungan sekitar. Pihaknya akan merangkul karyawan karyawan yang berada di lingkungan sekitar juga berkontribusi positif di regional Jabodebek.

“Artinya kita bisa berkontribusi positif. Karena tagline nya WOM Finance itu “Tumbuh Bersama”,” tandasnya.

Handy Mehonk | **

Bahan Petasan yang Ditimbun Jadi Penasaran Warga Mekarjaya Diberi Police Line

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Bahan peledak jenis petasan ditemukan ditimbun tanah di wilayah Desa Mekarjaya, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Saat ini tempat tersebut digaris police line oleh pihak kepolisian Polsek Cigudeg, Polres Bogor. 

“Warga setempat mendatangi Polsek memberitahukan penemuan kembang api yang sudah ditimbun dalam tanah,” kata Kapolsek Cigudeg Kompol Wagiman, Kamis (13/04/2023).

Di menjelaskan, awalnya banyak warga sedang berupaya untuk mengambil petasan tersebut pada Senin, 10 April 2023 sekitar pukul 21.00 WIB di tanah milik PT Prayoga. 

“Kita pada Selasa ke tempat kejadian, saat sampai di lokasi,  mendapati banyak warga sedang berupaya untuk menggali kembang api yang tertimbun dalam tanah itu,” katanya.

Jadi kata dia, pihaknya kemudian melakukan tindakan dengan menghimbau bahaya yang bisa terjadi serta membubarkan warga yang berusaha mengambil kembang api tersebut.

“Selain itu, pihak kami juga melakukan penyelidikan di lokasi dan memasang garis police line agar tidak ada yang memasuki area tersebut tanpa seizin pihak kepolisian.” ucap dia.

Kata dia, hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya pelanggaran undang-undang yang bisa berujung pada tindakan pidana.

“Setelah melakukan koordinasi dengan para pihak terkait, termasuk dengan pemilik tanah yaitu PT Prayoga dan pengangkut kembang api dari PT MAA, diketahui bahwa kembang api tersebut sudah tidak layak pakai dan harus dimusnahkan,” jelasnya.

Dia membeberkan, petasan tersebut milik PT Panca Buana Global Kharisma, yang  sudah mengajukan surat resmi pada 13 Maret 2023 untuk melakukan pemusnahan ke Mabes Polri.

“Jadi pada Sabtu 8 April 2023, kembang api itu dibawa dari Jakarta ke lokasi Cigudeg dan pada 9 April 2023 baru dilakukan pemusnahan dengan cara ditimbun dalam tanah dan disiram dengan air,” jelasnya.

Seluruh proses pemusnahan tersebut sudah sesuai dengan aturan resmi dan sudah mendapatkan izin langsung dari Mabes Polri.

“Lobang yang digunakan untuk menimbun kembang api tersebut sudah diisi air, kemudian kembang api dimasukkan dan terus disiram air. Setelah selesai, lobang ditimbun dengan tanah dan sudah tidak layak digunakan kembali,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mencoba untuk mengambil kembang api yang sudah ditimbun dalam tanah tersebut.

“Selain membahayakan diri sendiri, hal tersebut juga bisa berujung pada tindakan pidana,” pungkasnya.

** Andres

Gorong-gorong yang Ambles Diperbaiki

0

Sukajaya | Jurnal Bogor 

Ramai di komplain warga, gorong-gorong yang ambles di jalan penghubung Sukajaya-Bogor dan Lebak-Banten, akhirnya diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (PUPR) Kabupaten Bogor. Sebelumnya masyarakat Cileuksa mengeluhkan lambannya perbaikan dan perawatan dari Pemkab Bogor.

Menurut warga Cileuksa Ramdhani, gorong-gorong yang jebol itu disinyalir semakin tambah besar menimbulkan longsor di bahu jalan yang membuat pengendara yang melalui jalan tersebut harus ekstra hati-hati apalagi dalam keadaan malam hari.

“Kalau saja dibiarkan terus menerus, bisa jadi terputus jalan penghubung kami, akses jalan itu kan penghubung alternatif pemudik atau aktivitas warga Jabar Banten,” kata Arif kepada wartawan, Kamis (13/4/2023).

Sementara itu, Kepala Desa Cileuksa Ujang Ruhyadi juga mengatakan adanya bahu jalan yang sudah lama longsor tersebut, dia menyampaikan pemeliharaan dari UPT Jalan Jembatan Wilayah Cigudeg Sukajaya Nanggung dinilai kurang proaktif dalam merespons perbaikan dan perawatan jalan tersebut.

“Jalan sebelum ke Cileuksa pas gorong-gorong itukan sudah lama jebolnya, sekarang makin parah lagi harus ditambah pondasi di bahu jalan itu,” kata Apih Ujang

Namun setelah satu hari di komplain akhirnya gorong-gorong langsung diperbaiki.

** Andres

Pemdes Ciangsana Bagikan Beras yang Diterima Ratusan KPM 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sebanyak 392 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor bergembira karena mendapatkan bantuan 10 kg beras dari Program Ketahanan Pangan Nasional bersama BKPN dan Bulog yang disalurkan langsung PT.Pos Indonesia di Kantor Desa Ciangsana, Rabu (12/4/23).

Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra mengatakan, suatu kebetulan yang sangat dinanti oleh warga adanya bantuan dari BKPN dan Bulog berupa beras ini karena bisa sedikit meringankan beban mereka.

” Alhamdulilah, warga saya bisa mendapatkan bantuan di sela menjelang hari raya. Bantuan ini berupa beras yang diterima oleh masing-masing KPM sebanyak 10 kg,” ujar Udin Saputra kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, bantuan ini hanya untuk bulan Maret 2023 ini saja, untuk selanjutnya belum bisa dipastikan apa akan turun kembali atau tidak. Dan untuk KPM-pun datanya dari kementerian yang mengatur, dan besar kemungkinan diambil dari data-data bantuan yang sudah-sudah.

“Data dari Kementerian, penyaluran sendiri oleh PT.Pos Indonesia. Pemdes hanya sebagai fasilitator saja, yang penting warga bisa menerima bantuan dan bermanfaat untuk mereka. Saya ucapkan terima kasih untuk warga yang sudah mau tertib dalam menerima bantuan ini sehingga membuat suasana tenang dan aman, apalagi ini di bulan Ramadhan,” pungkasnya.

Sementara salah satu KPM, Isah (50) mengucapkan terimakasih kepada kepala desa yang sudah susah-susah mendata warganya sehingga bisa mendapatkan bantuan.

“Makasih pak kades, kalo bukan dari pak kades yang nyampein ke Presiden kita gak dapet beras ini,” ucap Nenek Isah.

** Nay Nur’ain

Bagikan Gas Subsidi pada warga Kedep, Achmad Fathoni: PKS Tidak Hanya Berucap, Tapi Bertindak

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni kembali membantu meringankan beban masyarakat menengah kebawah bersama Bacaleg DPR RI Ahmad Zakky dengan memberikan isi ulang gas subsidi secara gratis kepada warga Kp.Kedep, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (12/4/23).

Fathoni sapaan akrabnya menyampaikan, kegiatan tersebut bagian dari melayani rakyat. Menurutnya, PKS tidak hanya berucap tapi juga bertindak.

“Program subsidi gas ini sudah ke-6 kalinya saya selenggarakan. Program ini pertama kali lahir sebagai respons terhadap pencabutan beberapa subsidi pemerintah untuk rakyat baik BBM maupun gas,” ujar politisi PKS tersebut kepada Jurnal Bogor.

Pada saat itu, sambung Fathoni, rekan-rekan di DPR RI dari Fraksi PKS serentak menolak kenaikan BBM dan gas. Dan sebagai bagian penolakan tersebut, PKS tidak hanya berteriak, tapi ikut menyampaikan kepedulian melalui subsidi gas dan juga subsidi BBM.

“Untuk BBM gratis bahkan sudah periode ke-30, dan program subsidi pengisian gas ke-6 ini kami selenggarakan di Kp Kedep, Desa  Tlajung Udik dan kita melayani sebanyak 103 tabung untuk rakyat. Ini bagian tugas kami sebagai pejabat publik PKS untuk bersama melayani rakyat,” papar Aleg yang berasal dari dapil 2 tersebut.

Fathoni yang juga Anggota DPRD Komisi 3 itu menyebut, pada program ini Ahmad Zakky yang merupakan Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) DPR RI Bogor dapil 5 ikut serta hadir dan berkontribusi. Terlihat, masyarakat antusias dan senang dengan program ini. Mereka turut  mendoakan PKS dan para alegnya bisa terus melayani rakyat salah satunya dengan program semacam ini.

“Salah satunya yaitu Pak Usman selaku tokoh masyarakat serta Pak Nanang yang rumahnya ketempatan kegiatan, mereka sangat antusias dengan program ini. In Syaa Allah kami akan terus berusaha peduli dan melayani rakyat terutama dengan mendorong program-program pemerintah untuk rakyat serta berusaha membantu kesulitan mereka sesuai kemampuan kami,” pungkas Achmad Fathoni.

Sementara warga Kp. Kedep Nanang menyampaikan ucapan terimakasih dengan program yang dicanangkan oleh PKS. Karena, bukan hanya sekedar celoteh, tapi langsung merealisasikan dengan tindakan.

“Subsidi gas dan BBM itu sangat membantu kami sebagai warga menengah kebawah, di tengah naiknya semua bahan pokok yang tidak dibarengi dengan kenaikan gaji. Satu doa kami, agar semua Aleg PKS masih bisa tetap duduk di jabatannya dan terus bersama rakyat,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Jelang Mudik, UPT Dishub Cileungsi Perbaiki PJU yang Mati

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Menjelang musim mudik Lebaran Idul Fitri 1444 H. UPT Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor mulai memperbaiki Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati.

Kepala UPT Dishub Cileungsi, Jaya mengatakan, telah memperbaiki beberapa titik PJU di sepanjang jalan Jonggol yang sudah tidak berfungsi. Mengingat, sudah mendekati waktu lebaran sudah pasti jalan ini akan dilintasi pemudik untuk sampai ke kampung halaman.

“Untuk jalur Jonggol sendiri, biasanya pemudik didominasi oleh kendaraan roda dua dan kendaraan umum. Maka, untuk mengurangi angka kecelakaan karena penerangan jalan yang minim, kita perbaiki  PJU di sepanjang jalur Jonggol ini,” ujar jaya kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/4/23).

Selain jalan yang menjadi faktor utama, sambung Jaya, penerangan tidak kalah pentingnya bagi keselamatan pengendara. Maka dari itu, sebisa mungkin memberikan fasilitas yang terbaik untuk masyarakat dan memang untuk perbaikan PJU ini sudah menjadi kewajiban Pemerintah Daerah khususnya Dinas Perhubungan.

“Hari ini kami memperbaiki 10 PJU untuk wilayah Jonggol, besok akan kami lanjutkan kembali di titik yang lain. Sesuai dengan motto Kabupaten Bogor yaitu Bogor Caang, kami berupaya untuk menerangkan jalan di wilayah Kabupaten Bogor,” cetus Jaya.

“Tapi yang paling penting, bukan jalan dan penerangan tapi memastikan kondisi badan sehat dan kendaraan layak jalan jauh, untuk menghindari kecelakan selama perjalanan mudik. Tetap hati-hati dalam berkendara dan jangan lupa berdoa,” sambungnya. 

Sementara, warga sekitar Jonggol, Taslim (46) mengucapkan terimakasih kepada Dishub yang sudah memperbaiki penerangan jalan umum di wilayahnya. Karena memang PJU yang ada sudah lama mati, dan hanya tertolong dari sorot lampu kendaraan yang melintas.

“Saya ucapkan terimakasih dulu untuk pemerintah karena sudah baik kepada masyarakat dengan memperbaiki penerangan jalan. Tapi saya berharap adanya gerak cepat dalam menangani penerangan jalan tidak hanya saat di musim mudik aja, melainkan di bulan biasa pun jika ada lampu yang mati tolong untuk segera diperbaiki. Ini terkadang lama dan alasannya gak ada anggaran dari sana,” pungkas Taslim.

** Nay Nur’ain 

Ngabuburit Sambil Main Kolecer Khas Warga Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Warga Desa Cibadak, Sukamakmur, Kabupaten Bogor memiliki kebiasaan tersendiri dalam menghabiskan waktu sore jelang buka puasa atau ngabuburit saat Ramadhan. Kontur wilayah yang merupakan dataran tinggi dan berbukit tersebut membuat warga memilih memainkan Kolecer (baling-baling) di beberapa titik puncak bukit. 

Kolecer merupakan baling-baling yang ditancapkan ke tanah dengan ketinggian tertentu yang dapat mengeluarkan suara pada saat tertiup angin kencang pegunungan.

“Kalau ngabuburit disini ada beberapa lokasi yang memang dijadikan tempat berkumpul untuk melihat atau memainkan kolecer,” kata salah satu warga Sukamakmur, Ismet kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/4/23).

Menurut dia, selain kolecer, ngabuburit dilakukan warga sekaligus untuk melihat pemandangan pegunungan di wilayah Sukamakmur yang memang sangat indah. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang berkumpul di area puncak bukit untuk menikmati pemandangan alam yang masih asri.

“Tidak hanya anak remaja, banyak pula orang tua yang membawa anaknya untuk menikmati suasana sore di wilayah perbukitan yang sebagian besar masih kosong dari pembangunan ini. Hembusan angin yang jauh dari polusi di kawasan ini juga menambah suasana sehingga membuat pengunjung betah,” kata Ismet.

Kencangnya angin pegunungan inilah yang dimanfaatkan oleh para penghobi baling-baling bambu atau disebut kolecer untuk memainkan kolecer. Hal itu pun menjadikan ngabuburit di wilayah Sukamakmur memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan wilayah lain di Bogor Timur.

Ismet mengaku hampir setiap hari bersama putranya memainkan dan melihat kolecer di puncak bukit. Kolecer tersebut dipasang di puncak bukit dengan menggunakan bambu.

Bahkan sesekali Ismet juga menyerut bagian kolecer buatannya itu menggunakan pisau yang ia bawa. Setelah mendekati waktu maghrib, Ismet kembali membawa kolecer tersebut ke rumahnya. 

“Biasanya saya lihat tergantung kondisi anginnya. Kalau bagus, besok kesini lagi,”  tandasnya.

** Taufik /Nay 

Rumah Sakit Cemas Pasokan Air Galon Langka Pas Musim Lebaran

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Ribuan Rumah Sakit di seluruh Indonesia menggantungkan sumber air minum dari produk air kemasan galon. Mereka khawatir pembatasan truk pengangkut air kemasan galon akan menimbulkan gangguan pasokan air minum ke rumah sakit-rumah sakit dan ini sangat membahayakan kesehatan pasien serta kondisi sanitasi dan higienis layanan rumah sakit.

Ada ratusan rumah sakit di Jabodetabek yang bisa terdampak dari kebijakan pembatasan operasi truk sumbu 3 pengangkut air kemasan galon pada musim mudik lebaran di akhir April hingga awal Mei. Pembatasan ini dilakukan Kemenhub di tengah himbauan presiden untuk memperbaiki manajemen mudik yang seharusnya tidak mengganggu pasokan bahan makanan minuman termasuk air kemasan.

“Setiap hari kami menghabiskan 300 galon air kemasan untuk kebutuhan layanan rumah sakit. Bagaimana jika nanti tidak ada pasokan? bisa kacau layanan kami dan membahayakan kesehatan pasien,” kata Yani, Kepala Purchasing Rumah Sakit Tugu Ibu Depok.

Dia mengatakan air galon ini digunakan untuk air minum para pasien dan para pegawai rumah sakit, dan juga untuk memasak makanan para pasien. Karenanya, dia berharap suplai air dari agen tidak terhambat pada saat lebaran nanti yang dikarenakan adanya pelarangan dari transportasi yang mengangkut air galon ini. “Saya berharap tidak terjadi kelangkaan air galon ini pada saat lebaran nanti ya. Sebab kalau sampai terjadi kelangkaan bagaimana dengan nasib para pasien kami nantinya,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan pihak Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Menurut salah satu staf instalasi gizi RSUI, setiap hari dibutuhkan sekitar 100 air galon untuk keperluan air minum para pasien dan pegawai serta untuk memasak makanan pasien. “Setiap hari pihak agen air galon harus mengirimkannya kepada kami,” tuturnya.

Ditanya perihal adanya potensi kelangkaan air galon karena adanya pelarangan pemerintah terhadap beroperasinya transportasi utama air galon ini, dia berharap hal tersebut tidak terjadi. “Sebab, kalau terjadi kelangkaan air galon, kami juga akan bingung untuk menyediakan air minum bagi para pasien di sini. Apalagi air galon itu kan juga dibutuhkan untuk memasak makanan bagi para pasien,” tukasnya.

Rumah Sakit Hermina Depok juga membutuhkan air galon ini untuk kebutuhan para pasiennya. “Pasokan dari agen datangnya tiga kali sehari,” ujar salah seorang pegawai di rumah sakit ini.

Sementara, di Rumah Sakit Sentra Medika Depok, air galon ini dibutuhkan untuk pasien-pasien yang dirawat di ruang VIP. Menurut Agung dari staf logistik Rumah Sakit Sentra Medika, pasien-pasien di ruang VIP tidak mau kalau air galon itu tidak ada brand-nya. “Sedang untuk pasien lainnya, kami menyuling sendiri dari air sumur,” katanya.

Praktisi Kesehatan dr. Hartati B Bangsa mengatakan saat ini air minum itu sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Hal itu disebabkan sekitar 70 persen kebutuhan air dalam tubuh itu digunakan untuk menunjang metabolisme tubuh. “Konsumsi air yang cukup itu untuk membantu efektifitas metabolisme kita bekerja dengan baik. Jadi, sudah menjadi bahan utamalah bagi tubuh kita sehingga tidak bisa disepelekan keberadaannya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Pakar Pangan dan Gizi dari Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ASAGI), Nazhif Gifari. Menurutnya, orang yang kekurangan minum bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. “Orang yang kekurangan air dalam tubuhnya biasanya akan lemas dan bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan ginjal dan saluran pencernaan,” katanya.

Jadi, menurutnya, pendistribusian terhadap air minum itu tidak boleh dilarang dalam kondisi apapun karena merupakan nutrisi penting dalam tubuh.  Dia menjelaskan bahwa tubuh manusia itu 70 persennya adalah air. “Bayangkan kalau kita kekurangan cairan karena kurang minum, itu akan beresiko bagi kesehatan,” ucapnya.

Guru besar ilmu gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Hardinsyah, menegaskan bahwa air minum itu sendiri adalah zat gizi bagi tubuh manusia. Jadi, katanya, jika tubuh manusia itu kekurangan air karena kurang minum, itu sama saja dengan kekurangan gizi.

Guru Besar IPB lainnya, Ahmad Sulaeman, menambahkan dampak dari kekurangan air minum itu bisa juga mengganggu metabolisme tubuh. Dehidrasi juga menimbulkan berbagai penyakit lainnya seperti darah tinggi, pusing, mual, darah menjadi kental, dan lain-lain. “Jadi sangat beresiko untuk kesehatan kita,” ucapnya.

**ass/rls

Pertama Kali Akreditasi, PPMKP Kementan Komitmen Tingkatkan Kualitas dan Akuntabilitas Penyelenggaraan PKN Tingkat II

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementerian Pertanian sebagai lembaga penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II terus berkomitmen meningkatkan kualitas, efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pelatihan, salah satunya melalui akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Proses akreditasi yang kini tengah dilakukan PPMKP memasuki tahap verifikasi dokumen, dimana Tim Assesor melakukan verifikasi on site atau pencocokan data/dokumen pendukung di sistem dengan kondisi “lapangan” yang sebenarnya dan wawancara terhadap penyelenggara pelatihan beberapa hari lalu.

Akreditasi merupakan langkah untuk menjamin dan memberikan keyakinan pada publik bahwa pelatihan PKN Tingkat II yang diselenggarakan oleh PPMKP sesuai dengan tata cara penyelenggaraan pelatihan PKN Tingkat II dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai lembaga pemerintah yang berwenang menentukan kebijakan penyelenggaran pelatihan bagi ASN.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa peningkatan kapasitas ASN yang andal menjadi agenda penting dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, karenanya peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas SDM-nya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengungkapkan kunci faktor produktivitas yang tinggi dan murah tetapi efektif, cepat dan tepat. Teknologi informasi sangat penting mengurangi input atau biaya produksi, sehingga untuk meningkatkan produktivitas diperlukan peningkatan kompetensi SDM Pertanian melalui lembaga pelatihan pertanian yang kredibel dan terakreditasi.

Hadir sebagai Tim Assesor, Hartoto mengatakan bahwa proses verifikasi on site dilakukan untuk memvalidasi dokumen pendukung dengan fakta yang sebenarnya.

“Kita akan cocokkan, faktanya seperti apa yang kita lihat dengan dokumen/data yang telah diupload di sistem”, jelas Hartoto.

Kepala PPMKP, Yusral Tahir dalam arahannya mendukung penuh komitmen peningkatan kualitas penyelenggaraan PKN Tingkat II dan berharap hasil yang terbaik

“ini adalah kali pertama PKN Tingkat II diakreditaso, kami berharap hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Kami akan terus melakukan perbaikan penyelenggaraan PKN Tingkat II”, tutur Yusral.

** Nita/PPMKP

Validasi Data Kepala Dusun Tanggung Jawab Siapa?

0

Oleh: Nay Nurain

Profesi menjadi perangkat desa tidak kalah menarik dengan profesi lain saat ini, hingga tak aneh masyarakat yang dulunya enggan untuk menduduki jabatan sebagai perangkat desa kini justeru seolah main lobi untuk mendapatkan posisi yang ‘indah’ itu.

Seperti salah satunya ialah menduduki jabatan sebagai Kepala Dusun (Kadus). Apalagi sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2015 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Dimana dalam PP tersebut mengubah Pasal 81 bahwasannya Bupati/Kota menetapkan besaran penghasilan untuk perangkat desa paling sedikit 2,2 juta atau setara dengan PNS eselon 2A.

Sehingga tak aneh posisi kedudukan menjadi kepala dusun juga merupakan kursi panas yang diperebutkan, walaupun tak jarang masih banyak kadus yang tidak paham akan tupoksinya dan ada pula yang tidak memenuhi kualifikasi menjadi kepala dusun tapi dipaksakan untuk menduduki jabatan sebagai kadus.

Seperti baru-baru ini, sebuah keluhan yang disampaikan langsung oleh salah satu kepala dusun yang bertugas di wilayah Jonggol. Dimana dirinya tidak pernah dilibatkan dalam hal musyawarah desa, program-program yang ada di desa, bahkan kartu ATM dan buku tabungan pun yang seharusnya dipegang oleh dirinya justeru dipegang oleh istri kepala desa.

Tidak bisa dipungkiri, posisi-posisi strategis di desa sudah menjadi pesanan tim sukses kades pemenang. Hingga tak jarang jika tidak memenuhi kualifikasi pun seolah dipaksakan bahkan yang lebih fatalnya ialah mengarah kepada delik pidana yaitu pemalsuan data.

Karena pada dasarnya menjadi perangkat desa itu memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku dan itu sudah terverifikasi oleh Kementerian Desa. Namun dalam hal ini, Kementerian Desa kecolongan karena masih ada data yang tak valid dengan yang ada di lapangan, dan tak jarang Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan seolah menutupi dan sudah mengetahui akan ketidaksinkronan data yang diserahkan dengan siapa yang menduduki posisi.

Hal serupa pun pernah terjadi di Tanjungsari yang merupakan ujung Kabupaten Bogor. Dimana nama yang disetorkan tidak sesuai dengan nama yang menduduki jabatan di desa tersebut. Karena syarat menjadi kadus bukan hanya syarat usia yakni 20-45 tahun, melainkan juga harus berijazah SMA atau kesetaraan.

Dan yang lebih ngerinya lagi, nama yang didaftarkan menjadi kadus di salah satu desa di Kecamatan Tanjungsari adalah seorang karyawan swasta yang bekerja di Jakarta, karena masih famili dia tak segan memberikan data lengkapnya untuk didaftarkan menjadi kadus dan terdaftar di Kementerian Desa padahal yang menjadi kadus adalah orang lain.

Pertanyaannya, mampukah Pemdes dan Pemcam membenahi nama-nama yang tidak sinkron tersebut tanpa harus menempelkan dalih tim sukses dan yang dituakan, mengingat KUHP Pasal 93 berbunyi ” Setiap penduduk yang dengan sengaja memalsukan surat dan/atau dokumen kepada instansi pelaksana dalam melaporkan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 50 juta”.

**