22.4 C
Bogor
Wednesday, April 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 615

Kepala Terminal Leuwiliang Instruksikan Berikan Pelayanan Maksimal

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Unit Pelayanan Teknis Daerah  (UPTD) Pengelolaan Prasarana Perhubungan wilayah 1 Provinsi Jawa barat melalui Kepala Terminal Leuwiliang Wahyu Hidayat  menginstruksikan jajarannya agar selalu  memberikan pelayanan maksimal bagi warga dan penumpang.

“Memang kita belum sempurna tetapi kita terus berusaha,” ujar Wahyu Hidayat usai apel pagi di halaman terminal, Selasa (16/5/2023).

Sebagai bentuk tanggung jawab, kata Wahyu agar jajarannya bisa memahami tugas  dan fungsi sebagai pelayanan  publik.

Selain itu dituntur selalu siap memberikan arahan bagi  para sopir trayek angkutan kendaraan antarprovinsi dan angkutan kendaraan dalam provinsi.

“Agar para sopir terus mengikuti sesuai ketentuan, seperti tidak ugal-ugalan di jalan,” paparnya. 

“Terminal Leuwiliang memiliki luas 1,6 hekatare, ini juga perlu kita tata agar kendaraan di dalam terminal tertata rapi sesuai dengan jumlah 3 implacement dan melayani 1 trayek Akap dan 3 trayek Akdp,” terang Wahyu lagi.

Sementara operasional pelayanan Terminal Leuwiliang dimulai pukul 03.30 sampai dengan 18 00 WIB. Sedangkan personil satuan pelayanan terminal ada 19 orang anggota dengan pembagian kerja dibagi dua regu kerja, dimana satu regu dibagi dua shif kerja, dari jam 7.30 pagi sampai dengan jam 16.00 dan dari jam 16.00 – 7.30 pagi.

“Upaya ini untuk memenuhi standar pelayanan, minimal sesuai SOP,” jelasnya.  

** Arip Ekon

Cacat Sejak Lahir, Nasywa Butuh Bantuan Kursi Roda

0

Kemang | Jurnal Bogor

Nasywa Sutria Zakiroh (17) mengalami cacat sejak lahir, dan kondisinya kini tidak bisa berjalan. Perempuan kelahiran 2006 itu tidak banyak yang bisa dia lakukan selain berbaring.

Anak pertama dari Ibu Suyanti yang tinggal di Kampung Patambran RT 02 RW 04, Desa Semplak Barat, Kemang, Kabupaten Bogor ini membutuhkan kursi roda untuk aktivitas sehari-hari.

Dikatakan tetangganya Sahrul, bahwa Nasywa sangat membutuhkan kursi roda yang bisa untuk bersandar. Sebelumnya pernah diberikan kursi roda oleh pemerintah desa. Namun, diberikan kembali kepada orang lain.

“Jadi anak ini sangat membutuhkan kursi roda yang bisa bersandar. Sempat dikasih oleh pemdes tapi tidak bisa untuk bersandar, sehingga tidak terpakai oleh anak ini dengan kondisi fisik Nasywa,” katanya, Selasa (16/05/2023).

Nasywa yang sudah tidak tinggal dengan ayahnya itu rampak tetap semangat, ceria bahkan tanpa ragu tersenyum kepada siapa saja yang datang dan mendekatinya.

“Ibunya hanya pengurus rumah tangga, tidak memiliki penghasilan tetap. Sekarang ini dia sangat membutuhkan bantuan kursi roda untuk Nasywa. Karena ibunya belum mampu membelinya,” kata dia.

Kursi roda untuk kondisi fisik yang tidak bisa jalan ini sangat dibutuhkan mereka. Selain Nasywa juga di butuhkan oleh seorang nenek Rapiah yang baru beberapa hari ini tidak bisa berjalan.

Rapiah

Nenek Rapiah yang tinggal satu desa, namun beda Kampung dengan Nasywa membutuhkan hal yang sama.

“Iya nenek Rapiah juga sangat membutuhkan kursi roda,” pungkasnya.

** Andres

Idealnya Tujuh Pemain Bogor Perkuat Persikabo 1973

0

Mantan Manager RANS U18, Gautama Bayu mengatakan sangat bangga dengan adanya promosi empat pemain Persikabo U20 yang masuk dalam skuad Persikabo 1973.

Ia mengatakan, kehadiran para pemain Persikabo U 20 dalam skuad Persikabo 1973 akan menambah positif bagi perkembangan pembinaan sepakbola di Kabupaten Bogor.

” Saya yakin dengan adanya para pemain muda Bogor masuk atau promosi tim senior maka ini akan menambah persaingan semua klub di Bogor untuk mencetak para pemain berkualitas,” tegas Gautama Bayu, Senin, 15 Mei 2023.

Namun, kata Bayu, idealnya skuad Persikabo 1973 bisa memberikan peluang 6 sampai 7 pemain muda untuk gabung dengan skuad senior.

Disamping itu, kata Bayu, adanya pemain Bogor lebih dari 5 atau bisa mencapai 7 orang akan membakar gairah atau motivasi masyarakat Kabupaten Bogor datang dan mendukung Persikabo 1973 saat main di Pakansari.

Mudah mudahan, sambung Bayu, dalam proses seleksi yang masih berjalan ini tidak menutup kemungkinan akan ada lagi para pemain muda Bogor yang bisa dilirik jajaran tim pelatih Persikabo 1973.

Ia berpesan, semua pemain asli Bogor yang akan gabung dengan Persikabo 1973 bisa menunjukan kualitas dan mental yang bagus baik di lapangan dan luar lapangan. ( asep syahmid)

Damkar Leuwiliang Evakuasi Biawak dari Plafon Rumah Warga

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Seekor biawak yang masuk ke plafon rumah warga berhasil dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sektor Leuwiliang. Biawak gegerkan warga Komplek Amanah Asri, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (15/05/2023).

Komandan Sektor (Damsek) Damkar Leuwiliang, Ade Sukmayadi menyatakan, kesulitan yang dihadapi oleh petugas adalah posisi Biawak berada diatas plafon rumah.

“Akses untuk mengevakuasi terletak diatas plafon rumah warga, sangat sempit sehingga menyulitkan untuk mengevakuasinya. Setelah ditangkap rencananya, akan dilepaskan kembali kehabitat aslinya di Sungai Cianten, biar tetap lestari,” katanya.

Ade mengharapkan, keterlibatan semua masyarakat, untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya sebuah peristiwa, yang bisa membahayakan.

“Kita telah banyak melakukan evakuasi hewan liar seperti, ular, tawon vespa, atau hewan peliharaan yang mungkin bisa meresahkan bagi masyarakat lainnya,” ucap dia.

Untuk aduan masyarakat bisa ke nomor 112 bagi yang jauh jangkauannya, nanti oleh pusat diarahkan ke sektor damkar terdekat karena kita punya WhatsApp Group.

“Kami ucapkan terimakasih kepada warga yang telah melaporkan, daripada mereka ada tapi diam, setelah terjadi baru melaporkan,” terangnya.

Dalam keterangan Oca Holisoh (35), seekor biawak terlihat diatas rumahnya yang awalnya mengira itu adalah kucing.

“Ketika diperhatikan lebih seksama, lidahnya menjulur panjang banget, saya foto eh ternyata biawak. Saya kaget dan langsung menghubungi damkar Leuwiliang. Pertamanya kita lihat dari dapur, saya kira kucing tapi kok lidahnya panjang, kemudian terakhir terlihat di atas pintu masuk bagian depan,” terangnya.

Senada dengan Oca, tetangga samping rumahnya Toha mengaku, pernah melihat hal yang serupa.

“Sebelumnya pernah melihatnya di area tersebut, emang ukurannya cukup besar, sebesar paha orang dewasa,” pungkasnya.

** Andres

Kantor Desa Curug Dibuat Keren Mirip Istana Presiden

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Curug, Jasinga, Kabupaten Bogor merenovasi kantor desanya dengan gaya modern dan unik. Bahkan warga kerap swafoto di depan halaman kantor desa karena unik mirip dengan Istana Presiden RI yang berada di Jakarta. 

Kepala Desa Curug Aton menjelaskan, gedung desa yang  dibangun untuk memberikan rasa nyaman kepada warga dalam memberikan pelayanan. 

“Ini rumah warga sekaligus untuk mengeluarkan aspirasinya, tentunya gedung dibuat bukan untuk menyaingi gedung Presiden, tapi ingin memberikan pelayanan terbaik,” kata Aton ketika ditemui wartawan. 

Aton mengaku meskipun disebut mirip gedung kepresidenan tentunya dirinya sangat bangga, dengan penilaian masyarakat bahkan sering melihat warganya untuk swafoto. 

“Banyak yang foto-foto dari masyarakat katanya mirip dengan istana, kalau istana kan lebih besar dan megah tapi gedung Desa Curug kecil,” ucapnya.

Selain menjadi kebanggaan masyarakat Curug, ia menambahkan untuk pembangunan gedung berasal dari alokasi bantuan provinsi dan BPHRD tahun 2022.

“Anggarannya berasal dari keuangan Bantuan Provinsi Jawa Barat dan BPHRD tahun 2022, dan pembangunan cukup cepat karena gedung lama dibongkar supaya lebih luas sebagai area pelayanan,” kata dia.

Alasannya untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat ketika dilayani kebutuhan adminitrasi.

“Saat ini area diupayakan dan halaman lebih luas karena melihat kebutuhan masyarakat ke desa sangat banyak, intinya memberikan yang terbaik,” katanya.

Aton menuturkan pembangunan kantor desa curug telah selesai dikerjakan ini semata-mata bukan keberhasilan kepala desa tapi berkat kerja sama, do’a dan dukungan semua pihak.

“Dalam hal ini punya andil dari lembaga kemasyarakatan, para RT, RW, BPD. Semoga dengan terwujudnya gedung baru dan lebih luas mampu memberikan pelayanan terhadap masyarakat Desa Curug lebih maksimal lagi,” pungkasnya. Andres

Menuju 2 Periode, Ferry Roveo Chechanova Siap Tingkatkan Suara

0

Babakan Madang  | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Chechanova kembali dicalonkan sebagai Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor di Pileg 2024 mendatang. Fio sapaan akrabnya menargetkan raihan suara tembus diangka 20.000.

“Untuk periode Pileg 2024 mendatang saya optimis dan akan berusaha untuk meningkatkan suara, berupaya tembus di 20.000 suara. Untuk perolehan suara di Dapil Satu,” kata Fio kepada Jurnal Bogor, Senin (15/5/23). 

Fio yang kini masih duduk di Komisi 3 yakin bahwa masyarakat sudah bisa menilai dengan baik akan siapa yang menjadi wakilnya di dewan nanti.

“Apalagi untuk pencalegan tahun 2024 mendatang, PPP memiliki banyak Caleg milenial yang pastinya bisa mewujudkan Kabupaten Bogor lebih maju lagi. Saya percaya suara milenial ini bisa mendongkrak suara partai nantinya,” ungkap Fio.

Fio menyebut, selama menjadi anggota dewan, dirinya sudah berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Merespons setiap keluhan masyarakat, dan menyampaikan untuk mewujudkannya.

“Alhamdulilah saat pendaftaran kemarin berjalan lancar, dan semua Caleg di setiap dapil terisi penuh. Terkait terget suara, Ibu Ketua DPC PPP Ely Rachmat Yasin sudah menyampaikan optimis PPP menduduki 10 kursi,” jelas Fio.

Dirinya berharap, dengan semua Caleg bekerja secara maksimal Insya Allah bisa mencapai target yang di inginkan. Dan untuk dirinya sendiri, selama periode pertama kemarin sebagai bentuk pembelajaran memahami sistem birokrasi.

“Hingga kedepan, jika menduduki kembali untuk periode ke-2, dan Insya Allah saya masih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, kedepan bisa mewujudkan satu persatu yang menjadi harapan warga Dapil Satu khususnya,” cetus Fio.

Karena pada dasarnya, sambung Fio, Dewan itu bukan hanya fokus kepada dapilnya saja, walaupun perolehan suara hanya bersumber dari dapilnya. 

“Tapi jika sudah duduk, harus menyentuh lini sesuai dengan poksi komisi yang diduduki, dan itu bukan bicara dapil lagi, melainkan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Cegah Tebingan Terkikis, Pemdes Pangkaljaya Bangun TPT 

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Tebingan yang berlokasi di Kampung Tapos RT 01 RW 13, Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor kini dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT).  Pembangunan TPT tersebut dari anggaran dana desa untuk mengantisipasi terjadinya longsor akibat terkikisnya tebingan.

“Agar memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna kepada Jurnal Bogor, Senin (15/5).

Di wilayah  itu diakuinya kerap dilanda tanah longsor, meski longsornya tidak begitu besar dengan bangunan TPT itu untuk  mencegah terjadinya bencana alam. Apalagi tebingan itu berbatasan tanah masyarakat dengan lingkungan sekolah.

“Maka itu bangunan TPT sebagai pemberdayaan dalam rangka mendukung program pendidikan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, diatas tebingan ada gedung SDN Tapos, dan sering terkikisnya tebingan  ketika hujan berdampak  jalanan menjadi licin.

Sementara Kepsek SDN Tapos, Sukadir mengaku keberadaan  bangunan TPT yang tengah dibangun itu, menurutnya  sangat membantu pihak sekolah.

“Sangat terbantu Karena bangunan TPT itu tepat berada perbatasan tanah masyarakat dengan bangunan sekolah. Tentu bangunan TPT itu selain memberikan manfaat masyarakat sekitar tentu saja SDN Tapos juga sangat diuntungkan tidak khawatir longsor,” tandasnya. Arip Ekon

Tower Seluler tak Berizin di Desa Dayeuh, Jamhali Sebut Surat Belum Dia Tandatangani 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Sejumlah warga Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor menyatakan penolakan terkait pembangunan salah satu menara seluler di RT 02/02 yang sudah mulai dikerjakan oleh pihak kontraktor. 

Pasalnya, warga menilai pihak pemilik menara sejauh ini belum melakukan sosialisasi kepada warga, terkait izin pembangunan menara seluler maupun dampak dari keberadaan menara tersebut.

Warga mendesak agar pihak Pol PP Kecamatan Cileungsi segera melakukan tindakan tegas dan menghentikan pembangunan menara yang diduga belum memiliki izin tersebut.

“Sejauh ini kami belum diundang atau disosialisasikan dari pihak pemilik menara atau pihak desa terkait pembangunan menara ini. Mungkin izin lingkungan juga hanya beberapa warga saja, karena umumnya warga tidak mau adanya menara disini. Apalagi pihak pemilik tower tidak menjelaskan kepada warga terkait dampak pembangunan menara yang berada di tengah pemukiman ini,” kata salah satu warga Desa Dayeuh, Ahmad kepada Jurnal Bogor.

Menurut dia, saat ini proses pembangunan tower tersebut sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor. Ketika warga bertanya terkait izin, lanjut Nasir, pihak kontraktor tidak dapat menunjukan izin mendirikan tower dari Pemkab Bogor dan hanya mengatakan tidak tahu menahu mengenai proses perizinan.

“Inikan namanya tidak sinkron antara pemilik tower dengan pihak kontraktor. Harusnya kalau memang sudah berizin ya pihak kontraktor diberitahu. Sehingga kalau ada permasalahan di lapangan dapat ditunjukan kepada warga,” jelasnya.

Ahmad meminta kepada pihak desa maupun aparat di Kecamatan Cileungsi untuk segera menindak dan menghentikan proyek pembangunan menara tersebut sampai semua persoalan jelas dan tidak ada peraturan yang dilanggar oleh pihak pemilik tower.

Sementara itu, Penanggungjawab proyek pembangunan tower, Triono mengatakan dirinya tidak tahu terkait izin pembangunan tower. Ia mengaku, pihaknya hanya bertanggungjawab untuk pembangunan tower tersebut sesuai dengan kesepakatan pihak pemilik tower.

“Kalau untuk izin saya kurang paham. Karena saya hanya ditugasi untuk membangun tower ini,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dayeuh, Jamhali yang dikonfirmasi terkait izin lingkungan pembangunan tower tersebut mengatakan, pihak pemilik tower memang sudah mengajukan izin lingkungan untuk pembangunan tower tersebut. Namun, lanjutnya pihak desa belum memberikan persetujuan. 

“Sudah di saya tapi belum saya tanda tangan,” singkatnya. 

** Taufik/Nay 

Pemkab Bogor Sorot Tambang Emas Ilegal Buanajaya

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan berkoordinasi dengan Polres Bogor mengecek keberadaan tambang emas ilegal di Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang sudah lama beroperasi.

Pasalnya, sempat beredar kabar jika aktivitas tambang ilegal di kawasan Gunung Sanggabuana tersebut disiinyalir menjadi penyebab terjadinya bencana longsor di Desa Buanajaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait kabar tambang ilegal tersebut. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pemeriksaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

“Kami belum bisa menganalisa sebab kejadian, mungkin di beberapa media juga ada, tapi masih simpang siur. Memang di situ katanya ada info galian Gunung Sanggabuana ada sumber emas katanya, nanti kita cek dulu,” kata Iwan kepada wartawan, Senin (15/5/23).

Lebih lanjut, Iwan mengatakan, saat ini hal terpenting yang dilakukan ialah melakukan penanganan pascabencana serta menangani warga yang terdampak. Menurutnya, ada sekitar 300 warga Kampung Cibeureum, Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang sempat mengungsi akibat kejadian longsor pada awal pekan lalu.

“Saya akan klarifikasi ke BPBD asesmennya apa, yang penting kita untuk pascabencana aja dulu kita sudah tangani. Kita juga koordinasi dengan Kapolres Bogor, segera beliau akan tindak lanjut, akan turun mungkin akan ditutup kalau itu ilegal,” tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan kabar beredar menyebutkan longsor yang terjadi di kawasan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, pada awal pekan ini disebabkan karena aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Sanggabuana. Setelah ditelusuri, polisi mengatakan lokasi longsor dengan tambang emas ilegal itu cukup jauh.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Rustami, menjelaskan longsor yang terjadi pada Senin (8/5/2023) itu terjadi karena faktor alam. Dimana terdapat pergeseran tanah dan curah hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut, dan jauh dari lokasi yang selama ini disebutkan sebagai tambang galian ilegal atau liar.

“Jarak antara longsor dengan adanya galian tambang emas ilegal atau liar tersebut jaraknya bisa diperkirakan memakan waktu perjalanan sekitar dua jam lebih. Dan harus ditempuh melalui jalan darat dengan berjalan kaki dan tidak mudah untuk bisa cepat sampai ke lokasi galian liar tersebut,” kata Rustami.

** Taufik/Nay

Achmad Fathoni Kembali Dicalonkan PKS untuk Maju ke Legislatif 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Achmad Fathoni dicalonkan kembali sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai PKS Kabupaten Bogor di Pemilu 2024 mendatang. Fathoni menargetkan raihan suara empat kali lebih banyak dari tahun sebelumnya. 

“Dengan modal 6.500 suara di 2019, saya ingin meningkatkan minimal 3 sampai 4 kali lipat dari raihan suara sebelumnya jadi sekitar 20.000. Khusus untuk Gunung Putri hitungan kita meraih suara 10.000 kalau per desa itu dapat 1.000 suara,” katanya kepada Jurnal Bogor saat menghadiri Halal Bihalal Akbar DPC PKS Gunung Putri, di GOM Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (14/5/23). 

Fathoni yang kini masih duduk di Komisi 3 mengaku optimistis, bakal duduk lagi di kursi DPRD Kabupaten Bogor. Karena masyarakat Bogor Timur atau Daerah Pemilihan (Dapil) dua, sudah memiliki kesadaran dalam menentukan pilihan wakil rakyatnya. 

“Saya optimis, karena kesadaran masyarakat khususnya Gunung Putri dan Cileungsi yang sudah bagus dari segi pendidikan dan komunikasinya. Saya yakin mereka punya penilaian yang obyektif dalam memilih Caleg,” ungkapnya.

Fathoni menyebut, selama menjadi anggota dewan sudah memenuhi janji kepada masyarakat. Namun tidak mendefinitifkan dan menentukan point janji yang sudah terealisasi. Tapi sebagai seorang dewan tugasnya sudah jelas, penganggaran, pengawasan dan menyusun perda. 

“Setiap tahunnya saya mengusulkan 300 program. Begitupun untuk pengawasan, bisa dilihat siapa diantara anggota dewan yang selalu turun langsung dan merespons keluhan masyarakat. Kemudian soal Perda, saya juga menjadi anggota Bapem Perda, jadi terlibat langsung menginisiasi Perda pendidikan maupun Perda lain yang diinisiasi oleh eksekutif,” bebernya. 

Lebih lanjut Fathoni menyampaikan, jika untuk periode pertama dirinya menjabat untuk belajar, dan harus mencoba semua tugas di komisi lain. Dengan begitu, bisa lebih paham apa yang dibutuhkan masyarakat, dan apa yang menjadi penyebab proyek pembangunan bisa terhambat. 

“Jadi, di periode pertama inilah saya bisa lebih paham, kalau namanya jalan terlambat dibangun apa penyebabnya, kualitas jelek juga apa permasalahannya. Kemudian juga masyarakat punya keluhan harus apa solusinya, itu sudah banyak informasi dan pengalaman. Maka dari situ insya Allah periode kedua nanti akan lebih efektif saya dalam merencanakan maupun menyusun perda,” cetusnya.

Meski selalu turun menanggapi keluhan masyarakat walaupun bukan di bidangnya, sambung Fathoni, dirinya tetap punya etika agar semua masyarakat yang membutuhkan peran dewan dalam menyelesaikan persoalan dapat diperjuangkan. 

“Jadi saya punya dua etika. Pertama, untuk  dapil saya, warga harus saya wakili, semua bidang walau bukan komisi saya, harus saya perjuangkan. Begitu juga sebaliknya, saya ada di Komisi 3, semua masyarakat se-Kabupaten Bogor harus saya perjuangkan di bidang saya. Makanya saya bisa lintas dapil saat mengurusi urusan komisi 3,” paparnya.

Menurutnya, secara umum keseluruhan dalam pelaksanaan Perda, dirinya juga merupakan anggota Bapem Perda dan untuk  pelaksanaan APBD itu bagian dari bagian pelaksanaan Perda. 

“Saya juga bertugas untuk mengawasi pelaksanaannya, mengevaluasi termasuk menyerap aspirasi apakah perda yang sudah ada harus diperbaiki atau kita ubah,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain