28.6 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 614

Bogor Kembali Dihantui Bencana

0

jurnalinspirasi.co.id – Ancaman benacana alam kembali menghantui Kota Bogor. Diketahui, sejak hujan deras mengguyur ‘Kota Hujan’ pada Senin (19/6) sedikitnya terjadi tiga bencana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, bencana tersebut adalah banjir lintasan terjadi di lima titik yang berada di di Kecamatan Bogor Utara, yakni di wilayah RW 04 dan RW 06 Kelurahan Cibuluh, lalu di wilayah RT 06/06 Kelurahan Cibuluh, lalu di beberapa RT di Kelurahan Tanah Baru, dan di wilayah TPU Pakuan Jalan Tegal Lega, RT.03/06, Kelurahan Tegallega.

Sementara longsor terjadi di wilayah RT 03/07, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. Bencana didominasi tanah longsor dan banjir.

“Bencana tersebut terjadi pada pukul 01.00 WIB, dimana saat itu terjadi hujan dengan intensitas tinggi terjadi dibeberapa wilayah Kota Bogor khususnya di Kecamatan Bogor Utara yang menyebabkan dari hujan deras ini terjadinya banjir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas, Senin (19/6).

Akibat peristiwa banjir itu, salah satu tanggul penahan air sungai jebol dan melimbas ke pemukiman warga setinggi kurang lebih 20 cm dan merendam beberapa rumah warga diwilayah Kelurahan Tanah Baru.

Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di Ciheuleut Cibenda RT 004/006, Kelurahan Tegallega, Kecamata Bogor Tengah, akibat hujan dengan intensitas deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Kejadian itu, sambung dia, menyebabkan banjir dan longsor yang mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) dengan panjang 13 meter dan tinggi 10 meter yang berada dekat pemakaman umun (TPU).

“Jadi material longsoran menimpa kamar mandi umum dan menjebol tembok kamar mandi dan menimpa rumah Eti Rohayati yang dihuni dua Jiwa, dan Inah yang juga dihuni dua jiwa, sebagian rumahnya terendam banjir serta sebagian material longsor menutup selokan,” tegasnya.

Sementara bencana longsor terjadi di Kampung Kebondanas RT 003/ 007, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara.
Kejadian ini menyebabkan ambruknya TPT dengan panjang 15 meter dan tinggi 20 meter.

“Material longsoran sebagian menutupi aliran kali Cilimus, dan longsoran sendiri berada di rumah milik Aceng yang kondisinya mengancam terjadi longsor susulan yang berada di teras depan rumahnya,” katanya.* Fredy Kristianto

Kades Bojongjengkol Geram Pembangunan SMPN 2 Ciampea Batal Dibangun

0

Ciampea I Jurnal Bogor

Kepala Desa Bojongjengkol Awaluddin Marifatullah geram ke Pemerintah Kabupaten Bogor akan batalnya pembangunan SMPN 2 Ciampea.

“Saya tidak tahu alasan apa pembangunan SMPN 2 Ciampea tidak jadi dibangun tahun ini. Padahal, ini kebutuhan yang urgen dan salah satu program mencerdaskan bangsa,” ujar pria yang biasa disapa Bolang, Senin (19/6).

Ia mengungkapkan rencananya pembangunan SMPN 2 Ciampea diatas lahan 7 ribu meter yang berada di Kampung Petir RT 01/05, Desa Bojongjengkol sudah matang. Apalagi lahan tersebut milik Pemkab Bogor tidak harus beli.

Adanya rencana pembangunan gedung SMPN 2 Ciampea sudah masuk dalam Musrenbang Kecamatan. Malahan pihak desa sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan, PUPR dan BKAD Kabupaten Bogor guna membahas pembangunan  sekolah.

Untuk menentukan lokasi yang bakal dijadikan SMPN 2 Ciampea tidak sembarang. Dilihat dulu tempatnya harus representatif, status tanah, jarak sebaran sekolah negeri dan aksesibilitas.

“Di Kecamatan Ciampea hanya ada satu SMP negeri, sehingga kebutuhan adanya penambahan sekolah negeri sangat urgen. Seharusnya Dinas Pendidikan peka akan kondisi tersebut, jangan malahan mementingkan kebutuhan yang tidak urgen dulu,” ungkapnya.

Satu sekolah negeri tidak bisa mencover jumlah siswa lulus SDN. Apalagi sekarang ini pakai sistem zonasi, karena desa yang jauh dari sekolah negeri peluang masuk sekolah negeri tipis.

“Lahan untuk sekolah Negeri sudah ada, tidak harus beli. Intinya, kita sangat kecewa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan gagalnya pembangunan SMPN 2 Ciampea,” tandasnya.

** Arip Ekon

Bikin Pusing Orangtua, Dewan Desak Wisuda Sekolah Distop

0

jurnalinsipirasi.co.id – Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) menerbitkan surat edaran mengenai pelarangan wisuda terhadap TK, SD, SMP, hingga SMA menghentikan kegiatan tersebut.

“Substansi dan urgensi mengenai wisuda TK sampai SMA itu kan tidak terlalu diperlukan,” ujar Sekretaris Komisi IV, Devi P Sultani kepada wartawan, Senin (19/6).

Devie menyebut bahwa selama ini banyak orangtua murid yang mengeluhkan adanya wisuda. Sebab, biaya yang ditarik untuk kegiatan seremonial itu tidak sedikit.

“Memang bilangnya sukarela, tapi disitu kan ada nominal, dan itu memberatkan. Sebab, masih banyak di Kota Bogor yang warganya tertahan ijazahnya karena tunggakan SPP. Artinya banyak orangtua murid yang tak mampu,” katanya.

Disdik, kata Devie, memiliki fungsi dan hak di bidang pengawasan di dunia pendidikan. “Tugas Disdik apa dan fungsi komite. Siapa itu komite dan bertanggungjawab kepada siapa?,” ucapnya.

Devie mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat dengan Disdik, mereka mengaku menghadiri wisuda lantaran adanya undangan. Begitu juga dengan pengakuan pihak sekolah. “Maka kita pertanyakan siapa yang mengawasi komite. Disdik atau sekolah yang mengawasi?,” katanya.

Namun, sambung dia, apabila merujuk SK komite yang mengeluarkan adalah sekolah. “Jadi mestinya kepala sekolah yang mengetahui segala hal yang dilakukan komite,” ucapnya.

Devie menegaskan bahwa dalam aturan dunia pendidikan tidak ada aturan wisuda TK hingga SMA. “Jangan sampai disinyalir terjadi proyek olah-olah tadi, maka Disdik harus melarang wisuda di Kota Bogor. Lebih baik dilakukan secara sederhana dan tak memberatkan,” ungkapnya.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 76 tahun 2016 pasal 3 dan pasal 12, sambungnya, dijelaskan bahwa tidak boleh ada pungutan apapun, termasuk jual buku dan seragam.

“Kepala sekolah harus mengambil tindakan, jangan lempar-lempar mencari pembenaran kami akan memanggil komite, dewan pendidikan, dinas pendidikan, dan kepala sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan bahwa hal tersebut telah menjadi opini publik yang sudah disampaikan ke Kemendikbud. “Kami menunggu regulasi yang menjadi rujukan kita. Kami sih inginnya pelaksaan wisuda tak terlalu mewah tetapi sederhana,” katanya.

Kata dia, polemik takkan terjadi apabila komite mengikuti aturan main. Misalnya dengan menyusun program secara musyawarah. Saat disinggung apakah Disdik akan melarang kegiatan wisuda. Sujatmiko menyebut bahwa itu adalah private sector.

“Kalau melarang, melarang bagaimana? Walaupun sebenarnya kami sudah mengirimkan surat edaraan agar tidak ada pungutan, tidak ada yang memberatkan, dan sebagainya. Tapi mungkin dengan adanya kejadian ini yang secara nasional, pertama kita akan menunggu pasti setelah ini akan ada aturan baru Yang akan menjadi sebuah panduan, karena ini viral pasti disikapi. Kami akan evaluasi,” tuturnya.* Fredy Kristianto

Tujuh Mobil Rusak Tertimpa Pohon

0

jurnalinapirasi co.id – Sebanyak tujuh unit mobil rusak akibat tertimpa pohon di Jalan Bina Marga, Kecamatan Bogor Timur pada Senin (19/6) sekira pukul 14.00 WIB.

Kepada wartawan, Kepala Pelaksa a BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan bahwa bencana pohon tumbang terjadi di lima sampai enam titik lokasi.

“Untuk pohon tumbang ada di Jalan Salak, Jalan Bina Marga, Jalan Malabar, Jalan Louder termasuk di Ciluer juga, jadi kurang lebih ada lima sampai enam titik,” paparnya.

Selain pohon tumbang, hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan atap rumah warga yang terbang tersapu angin di Kelurahan Sukasari dan Baranangsiang.

Teofilo mengatakan, hingga kini BPBD Kota Bogor belum menerima adanya laporan korban luka maupun jiwa dalam serangkaian kejadian itu. Namun, warga terdampak dari bencana tersebut mengalami kerugian materi.

“Hanya korban harta benda seperti rumah yang atapnya terbang, kemudian mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Bina Marga, ada tujuh mobil, dua mobil yang cukup parah,” katanya.* Fredy Kristianto

TPAS Galuga jadi Sorotan, Dewan Akan Segera Gelar RDP dengan Dinas Terkait

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung menyatakan akan segera memanggil dinas terkait perihal  Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang disorot LSM Genpar.

Permadi menginginkan bersama DPRD, Pemerintah Daerah Kabupaten dan Pemerintah Kota Bogor melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan.

“Intinya kedua pemerintah ini harus bijak sesuai dengan perjanjian yang ada itu harus ditepati karena masyarakat yang kena terdampak itu banyak disana. Nanti kalau tidak ditepati masyarakat bagaimana,” katanya dihubungi Jurnal Bogor, Senin (19/06/2023).

Sebagai wakil rakyat, masalah kesehatan atau Puskesmas Pembantu (Pustu) akan menindaklanjutinya sejauhmana tanggung jawab Pemkab dan Pemkot.

“Karena dari Dinas Lingkungan Hidup juga komunikasi dengan Dinas Kesehatan kalau yang bikin Pustu ya Dinas Kesehatan.

“Maka  itu, secepatnya kita ada tindakan untuk menggelar RDP dengan Dinas Kesehatan,” kata Dalung

Mengingat hal tersebut aduan masyarakat, baik kota maupun kabupaten kedua belah pihak ini harus  sinkron dan harus cepat dibuka ke masyarakat.

“Jadi tolonglah kepada kedua pemerintah ini harus secepatnya apa yang disampaikan oleh LSM Genpar  agar cepat disalurkan baik kompensasi maupun bangunan Pustunya,” paparnya.

Sebelum RDP, pihaknya belum bisa komentar terlalu jauh karena tidak mau sebelah pihak. “Jadi masalah ini secepatnya akan kami bahas diinternal Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dengan dinas terkait,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah poin perjanjian yang diteken Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor perihal TPAS Galuga dinilai omong doang alias omdo karena hanya sekitar 10 persen yang dijanjikan ke masyarakat baru terealisasi, sementara deadline waktu tinggal empat semester lagi.

“Warga masyarakat hanya menjadi objek kebohongan dua pemerintahan ini,” ucap Ketua Umum Gerakan Nasional Padjajaran (Genpar) Sambas Alamsyah, Minggu (18/6/2023).

Sambas menjelaskan, yang menjadi kritiknya adalah hak-hak masyarakat terhadap lingkungan hidup sehingga, baik Pemkab maupun Pemkot dinilai telah melanggar UU Nomor 32 tahun 2009. Pasal 65 UULH mengatur 5 hak atas lingkungan yaitu mengatakan setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

“Contoh kecil IPAL yang kemarin kita survei ke lokasi itu kacau bin semrawut,” kata Sambas.

Dia telah melihat adanya dugaan pelanggaran di TPAS Galuga dan pihaknya mengindikasi adanya kesengajaan  Pasalnya, berdasarkan PKS antara Pemkab dan Pemkot Bogor tahun 2020 lalu sudah jelas memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak yang bertanggung jawab atas TPAS Galuga tersebut.

“Setelah diamati, berdasarkan fakta di lapangan, tim menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang terkesan sengaja oleh Pemkab maupun Pemkot Bogor di TPAS Galuga ini. Bukan hanya itu,  fakta  dan  banyak poin-poin perjanjian Pemkab dan Pemkot Bogor soal TPAS Galuga itu omongan doang,” pungkasnya.

** Arip Ekon/ Andres.

Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Waspadai TPPO

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Warga Kampung Parungpanjang Baru, Desa Leuwiliang, Leuwiliang, Kabupaten Bogor mendapat himbauan dari Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Bhabinkamtibmas Desa Leuwiliang Brigadir Taupik Septian mengatakan, pihaknya melakukan silahturahmi sekaligus memberikan himbauan kamtibmas.

“Sesuai dari Pak Kapolres melalui Kapolsek Leuwiliang untuk menyampaikan beberapa himbauan TPPO dan pesan-pesan kamtibmas,” katanya.

Jadi kata dia, himbauan terus akan disampaikan kepada masyarakat agar waspada dengan tindak TPPO tersebut.

“Karena itu kami menghimbau untuk bersama-sama dengan pemerintahan desa, RT  RW dan tokoh agama serta masyarakat,” paparnya, Minggu (18/06/2023).

Sementara Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto juga mengajak masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada tidak tergiur bujuk rayu dari perorangan atau kelompok untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui jalur ilegal.

“Tindak Pidana Penjualan Orang adalah merupakan tindak kriminal transnasional yang bertentangan dengan martabat, kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (HAM),” katanya.

Dia menyebut, bahwa pelaku TPPO akan dikenakan pasal 297 KUHP dan Undang- undang No.21 tahun 2007 dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Agar masyarakat waspada dan segera melaporkan ke pihak kepolisian bila ada orang yang tidak dikenal, datang dan menawarkan uang untuk dijadikan pekerja dengan modus imigran ke luar negeri,” ungkapnya.

Dia berpesan agar masyarakat hanya memilih perusahaan yang legal bila mencari pekerjaaan, agar terjamin payung hukumnya. Apabila menemukan di lapangan yang Ilegal masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Bila menemukan segera laporkan kepada  kami atau menghubungi Call Center Polres Bogor (021) 110 melayani 24 jam dan akan segera kami tindak lanjuti, baik oleh Polres maupun Polsek,” pungkasnya.

** Andres

Iwan Setiawan Minta Percasi Perbanyak Event Lokal

0

Cibinong | Jurnal Bogor

PLT Bupati Bogor, Iwan Setiawan secara resmi membuka Kejuaraan Daerah ( Kejurda ) Catur Jawa Barat di hotel Tjokro Puncak Cisarua Senin ( 19/06 ). Kejurda yang berlangsung 19-22 Juni ini melibatkan 300 pecatur dari berbagai daerah di Tanah Pasundan.

Event yang dihadiri Ketua Pengprov Percasi Jabar Deni Nurdyana Hadim serta ketua Percasi Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika ini, Sekaligus sebagai ajang penyeleksian cikal bakal pecatur untuk Jawa Barat yang dipersiapkan untuk selekda PON tahap satu. Adapun beberapa nomor yang dipertandingkan diantaranya, Catur standar dan Catur Cepat semua kategori.

Dalam sambutannya PLT Bupati Iwan Setiawan mengaku bangga pelaksanaan kejuaraan ini bisa digelar di Kabupaten Bogor, “Saya meminta kepada pengurus Catur harus lebih banyak menggelar event event lokal diberbagai kecamatan. Saya juga melihat jika saat ini geliat Catur di Bumi Tegar Beriman terus berkembang, ini terbukti dari beberapa atlet catur Kabupaten Bogor sudah bisa unjuk gigi ditingkat internasional,”ujarnya

Ditempat yang sama Ketua Percasi Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, Maksud dari Tujuan Event ini adalah mencari Cikal bakal atlet yang mampu melahirkan prestasi di berbagai event baik nasional maupun internasional.

” Peserta 25 Pengcab se Jabar dan melibatkan 350 Pecatur. Kita berharap ada Output besar untuk Jabar kedepannya dengan melahirkan pecatur tingakat internasional dari setiap daerah,” Ungkap Ajat

Hal senada juga dikatakan Deni Nurdyana Hadim selaku Ketua Pengprov Percasi Jawa Barat, Ia sangat mengapresiasi Kesiapan Kabupaten Bogor yang menjadi Tuan Ruamah Kejurda Catur 2023.”Kita saat ini sedang membut tim inti Catur untuk pelaksanaan PON, tentunya Kejurda kali ini dinilai sangat penting bagi para pecatur untuk melanjutkam titik karirnya. Saya juga percaya jika di Kabupaten Bogor memang sudah tidak diragukan banyak sekali potensi atlet prioritas juara,”tukasnya

Turut hadir pada Kejurda Catur ini wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi, Pengurus KONI Jabar dan Pengurus KONI Kabupaten Bogor. ( asep syahmid)

Promo Tiket Masuk Taman Safari Bogor Hanya Rp190 Ribu di Musim Libur Sekolah 2023, Cek Syarat Belinya di Sini!

0

BOGOR- Taman Safari Bogor kembali membuka promo tiket masuk selama Libur Sekolah 2023. Promo tiket ‘Liburan Seru Bareng Keluarga’ di Taman Safari Bogor khusus untuk Juni-Juli 2023 ini hanya Rp190 ribu saja.

“Paket promo ini bisa langsung dipesan di booth Taman Safari Bogor di Main Atrium Pluit Village Jakarta mulai 17 Juni-16 Juli 2023,” ungkap Co-Revenue Taman Safari Bogor, M Pahrul Rozi, Senin (19/6/2023).

Ozi mengatakan, untuk pembelian 100 tiket pertama tersedia potongan khusus dengan harga hanya Rp190rb saja yang bisa dibeli setiap weekday.

“Tiket ini sudah termasuk Safari Journey, Istana Panda, Wahana Permainan, Air Terjun Curug Jaksa, 7 Exhibits, dan juga 8 Presentasi Edukasi Satwa,” jelasnya.

Sementara, kata Ozi, untuk tiket weekend dijual dengan harga Rp200 ribu saja.

“Tiket ini hanya bisa dipesan di stand booth Taman Safari Bogor di Main Atrium Pluit Village Jakarta mulai 17 Juni-16 Juli 2023,” tandasnya.

Yuk, buruan kunjungi booth Taman Safari Bogor di pameran Main Atrium Pluit Village Jakarta mulai 17 Juni-16 Juli 2023. (Humas TSI Bogor/*)

TamanSafariBogor #TSIBogor

LiburanSekolah #BarengKeluarga

TamanSafariIndonesia #SatwaNusantara

PotonganHarga #PromoTiketTSI

DINAS PERHUBUNGAN KOTA BOGOR,
Mensosialisasikan Aturan KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK

0

DINAS PERHUBUNGAN KOTA BOGOR,
mengeluarkan ATURAN MENGGUNAKAN KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 44 Tahun 2020 tentang pengujian Tipe Fisik Kendaraan Bermotor dengan Motor Penggerak Menggunakan Motor Listrik

Kerap Memangsa Ternak Warga, Ular Sanca Sepanjang 4 Meter Ditangkap Petugas Damkar Leuwiliang

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) sekor Leuwiliang, Kabupaten Bogor menangkap seekor ular Sanca Kembang yang kerap memangsa hewan ternak unggas milik warga Kampung Pasirgintung RT 01 RW 02 Desa Batutulis, Nanggung.

Petugas Damkar Sektor Leuwiliang Miptahul A menjelaskan, keberadaan ular sanca yang masuk ke permukiman padat penduduk tentu sangat meresahkan warga dan khawatir ular tersebut dapat mengganggu manusia.

“Berawal laporan masyarakat karena khawatir keberadaan ular tersebut bisa memangsa manusia.” kata Miptahul kepada Jurnak Bogor, kemarin.

Setelah terjebak di kandang ayam milik warga ular tersebut berhasil dievakuasi selama satu jam.

“Jadi si ular ini sudah memangsa beberapa ekor ayam, karena warga merasa takut untuk menangkapnya sehingga informasi keberadaan ular yang panjangnya empat meter dan berat sekitar 35 kilo gram berasil ditangkap.

Setelah itu, ular Sanca yang dievakuasi itu akan dikirim ke Marga satwa.” Diperkirakan habitat ular tersebut mulai terganggu, mungkin ular tersebut karena kelaparan jadi masuk kepermukaan warga dan memangsa hewan ternak masyarakat.

Muhi (60) salah satu korban hewan ternak yang dimangsa seekor ular Sanca menyebutkan seekor ular tersebut sangat meresahkan warga, beruntung petugas Damkar sangat sigap langsung datang ke lokasi.

“10 ekor ayam termasuk milik tetangga raib dimangsanya ular tersebut.” tukasnya.

** Arip Ekon