24.6 C
Bogor
Wednesday, April 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 613

Alhamdulillah, Nasywa Dapat Kursi Roda Baru

0

Kemang | Jurnal Bogor

Dinas Sosial Kabupaten Bogor melalui Pemerintah Kecamatan Kemang memberikan bantuan kursi roda kepada Nasywa Sutria Zakiroh (17). Warga berkebutuhan khusus ini mendapat bantuan kursi roda di kantor Kecamatan Kemang, Rabu (17/5/2023) lalu.

Nasywa diperiksa kesehatannya.

“Sebenarnya kita sudah memberikan bantuan kursi roda sejak tiga bulan yang lalu namun kurang nyaman dikarenakan Nasywa berkebutuhan khusus, maka dari itu kita berinisiatif untuk merancang kembali agar Nasywa bisa bersandar dan alhamdulillah sekarang sudah digunakan,” ujar Camat Kemang, Rameni.

Dia menjelaskan, bersama Kemensos yang didampingi Ikatan Pemberdayaan Masyarakat Sosial (IPSM),  selain bantuan kursi roda, pihaknya juga memberikan bantuan berbentuk pangan pada Kamis, (18/5).

“Disamping itu dari pihak Kemensos mendatangkan dokter ahli gizi untuk memeriksa kondisi kesehatan Nasywa, “pungkasnya.

Sementara itu, Kasi PM Kecamatan Kemang, Amir menuturkan, program bantuan kursi roda sifatnya tidak permanen melainkan hak guna pakai.

“Kenapa hak guna pakai dikarenakan ini program panjang, jadi apabila warga yang sudah sembuh dan tidak menggunakannya lagi maka kita salurkan lagi ke warga yang membutuhkannya, “tambahnya.

**Aga

Ganbarou Bidik Podium di Kendal Downhill Bupati Cup, Ateng B-Boy Jelaskan Hal Ini

0

Tiga pebalap sepeda asal Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang bergabung dengan tim Ganbarou membidik podium pada event Kendal Downhill Bupati Cup, di Kendal, Jawa Tengah, akhir pekan ini.

Ketiga pebalap tersebut di antaranya Ateng B-Boy kelas men elite, Haikal Akmal (men open), dan Muhammad Taufik (men open).

Ateng B-Boy, pebalap senior downhill mengaku siap mewujudkan mimpinya untuk naik podium. “Intinya, kami ingin menyelesaikan balapan dengan baik. Selamat di trek, dan naik podium,” kata Ateng B-Boy.

Ganbarou yang disponsori PT Hikari Teknologi Orbea Indonesia merupakan tim baru yang dihuni para pebalap asal Puncak. Mereka pun berharap tiga raidersnya bisa meraih hasil terbaik.

“Trek di Kendal terkenal sangat curam, untuk meraih podium bukan segampang membalikkan telapak tangan, kami harus bekerja keras,” sambung Ateng B-Boy.

Sebelum turun di event Kendal Downhill Bupati Cup, para pebalap Ganbarou sudah memiliki modal yang cukup bagus. Ateng B-Boy menjadi juara di Pinang Bike Park, sedangkan Haikal, dan Taufik masuk tujuh besar.

“Mohon doa dari semuanya supaya kami bisa mewujudkan target naik podium,” pungkas Ateng B-Boy.( asep syahmid)

Entaskan Stunting, Bagi-bagi Telur Hingga Gaet Orang Tua Asuh

0

Penanganan stunting melibatkan semua pihak. Tak hanya Pemkot Bogor, tapi juga TNI-Polri, pengusaha atau swasta, lembaga swadaya masyarakat, media. Lantas bagaimana peran Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) sebagai garda terdepan penanganan stunting?
====

Stunting masih jadi permasalahan yang belum tuntas di Kota Bogor. Data DPPKB menunjukkan masih ada lebih dari 2000 anak menyandang stunting. Atau rata-rata 15 anak per kelurahan.

Kepala DPPKB, Anas S Resmana menjelaskan penyeban stunting adalah minimnya pengetahuan orang tua mengenai asupan gizi untuk anak, kurangnya perhatian orang tua pada kesehatan, dan pola asuh anak.

Kondisi ini selanjutnya mempengaruhi tumbuh kembang anak. Penyandang stunting memiliki tinggi badan cenderung lebih pendek. Mereka juga cenderung memiliki sifat mengalah, kurang pandai berteman, dan pucat.

“Penanggulangan stunting dilakukan dengan memperbaiki asupan nutrisi, pola asuh anak, dan konsisten atas pemenuhan hak dan layanan kesehatan yang memadai,” tutur Anas.

Upaya tersebut saat ini sedang dalam ihtiar Pemkot Bogor melalui berbagai program. Untuk pemenuhan asupan DPPKB menggelar program Aparatur Sipil Negara Peduli Stunting dengan Telur (ASN Penting Lur).

Dalam program ini seluruh ASN menyumbangkan telur sebanyak 1,5 kilogram per bulan untuk keluarga yang putra-putrinya yang mengalami stunting. Berdasarkan pemetaan saat ini di Kota Bogor terdapat 1030 penyandang stunting sehingga setiap hari mereka akan mendapat 2 butir telur selama 6 bulan. Hal yang sama juga dilakukan pada 2000 anak rawan stunting. Mereka mendapat jatah 1 butir telur per hari selama 6 bulan.

“Sementara itu untuk memenuhi 970 anak stunting dan 18000 anak resiko stunting lain kami akan mencari bantuan dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan, asosiasi, maupun komunitas. Hingga saat ini kami sudah menampung 15 lembaga yang siap memenuhi kebutuhan itu,” ucap Anas.

Program kedua ialah orang tua asuh. Setiap kepala dinas di lingkungan Pemkot Bogor menjadi orang tua asuh bagi anak stunting di dua  kelurahan. Mereka bertugas memfasilitasi administrasi kependudukan, memastikan keluarga tersebut mendapat fasilitas kesehatan, fasilitas kesehatan lingkungan, serta mencari orang tua asuh sasaran keluarga yang memiliki anak stunting.

“Misalnya membantu keluarga itu memeriksakan kesehatan rutin, mengingatkan untuk senantiasa melakukan penimbangan, memenuhi kelengkapan vaksinasi, memastikan ketersediaan air bersih, jambanisasi, ventilasi rumah, dan pengelolaan sampah,” beber dia.

Selain itu, DPPKB bakal meluncurkan program Jalinan Warung Kasih. Pada program ini DPPKB akan menggandeng restoran dan hotel untuk menyumbang nasi bungkus dan susu untuk satu  keluarga per hari di wilayah domisilinya.

Melalui ketiga program itu dirinya berharap jajarannya dapat mengentaskan stunting di Kota Bogor. Anas menargetkan dalam beberapa bulan ke depan angka stunting Kota Bogor turun menjadi 10 persen bahkan 0 kasus.

“Kami optimis bisa mencapai itu. Karena sejauh ini terbukti sudah berhasil menurunkan sebanyak 360-an kasus dari 2363 menjadi 2001,” harapnya. (*/fat)

Desa Ciampea Udik Buka Akses Jalan Baru

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat jangka panjang, Pemerintah Desa Ciampea Udik, Ciampea, Kabupaten Bogor membuka akses jalan terobosan baru.

Kepala Desa Ciampea Udik Cecep Badaruddin menjelaskan, pembukaan akses jalan baru tersebut sebagai upaya dan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat setelah bermusyawarah.

“Untuk memberikan akses jalan kepada warga dan penguna jalan. Dimana sebelumnya akses jalan ini sering terdampak macet. Pelaksanaan jalan trobosan ini juga kita sudah hasil musyawarah desa (Musdes) dari BPD, LPM, TPK, staf desa, RT/RW dan tokoh masyarakat,” katanya.

Menurut dia, animo masyarakat terhadap pembukaan jalan tersebut cukup tinggi. Pasalnya, secara bersama-sama warga melaksanakan kegiatan pembuatan jalan trobosan baru untuk akses jalan baru di RT 02 sampai RT 03, RW 03, sepanjang 234 meter dengan lebar 2,5 meter.

“Jalan baru ini bersumber anggaran dari Dana Desa (DD) Tahun 2023 dengan menelan biaya sekitar Rp 240 juta,” ucapnya.

Jadi kata dia, akses jalan tersebut harapan semua warga yang dapat terwujud, karena manfaat jalan tersebut untuk keberlangsungan aktivitas warga dengan baik.

“Kita berharap dengan dibangunkannya akses jalan ini bisa keberlangsungan aktivitas para warga Desa Ciampea Udik khususnya di RW 03 dapat berjalan sebagaimana mestinya. Bagaimanapun jalan merupakan sarana lalu lintas sebagai urat nadinya pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

** Andres

Siswa SMPN 4 Leuwiliang Diberi Pengarahan Polsek Leuwiliang

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Leuwiliang di Desa Cibeber II, Kabupaten Bogor didatangi polisi.

Kedatangan polisi dari Polsek Leuwiliang, Polres Bogor menemui siswa-siswi sekolah tersebut untuk memberikan pengarahan, yang mana sebagai agenda rutin Polsek di wilayah binaannya.

Babinkamtibmas Desa Cibeber II Bripka Reza Rahmadani mengatakan, sebelum memberikan bimbingan dan penyuluhan (Binluh) pihaknya telah meminta ijin terlebih dahulu kepada pihak sekolah untuk memberikan pengarahan kepada anak sekolah SMPN 4 Leuwiliang.

“Ini untuk memberikan himbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para siswa-siswi,” katanya seusai memberikan pengarahan di SMPN 4 Leuwiliang, Jumat (12/05/2023).

Dia menjelaskan, didepan pelajar bukan mengajarkan tentang bidang study tertentu, melainkan memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang Kamtibmas.

“Kita memberikan Binluh tentang penyalahgunaan narkoba, perkelahian antar pelajar, balapan liar, sampai dengan pornografi,” ucap dia.

Selain itu kata dia, berbagai pilihan motivasi pun diberikan, untuk memberikan semangat belajar kepada para siswa-siswi guna menggapai cita-cita masing-masing.

“Di akhir kegiatan bimbingan dan penyuluhan kita berpesan bahwa tugas seorang pelajar, hanya belajar, belajar dan belajar,” pungkasnya. Andres

Kembangkan Ekonomi Desa, Pemdes Sadengkolot Bangun BumDes

0

Sumplai Pedagang Kecil, BumDes Sadengkolot Siapkan Ratusan Gas dan ATK

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mengucurkan  dana desa untuk pembangunan kantor Badan usaha milik Desa (BumDes), dimana Kantor BumDes itu dibangun di Kampung Pagelaran RW 06 yang nantinya bakal menjadi sentra agen tabung Gas.

“Pembangunan BumDes tersebut untuk menciptakan kesejahteraan kepada masyarakat. Terlebih pengecer gas (warung kecil) atau pembeli perorangan.” kata Sekdes Sudiman kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sudiman

Kerjasama dengan pihak Pertamina, BumDes Sadeng kolot akan menyiapkan sebanyak 300 buah tabung gas mengingat gas tersebut salah satu kebutuhan masyarakat.

BumDes itu, kata Sudiman selain menjadi sentra agen gas, juga bakal diadakan alat tulis kantor serta mesin fotokopi Sudiman menerangkan, bukan hanya gas, sebab ATK dan mesi fotokopi sangat dibutuhkan masyarakat.

Alasan BumDes menjual ATK, semisal dari sekolah saja ke tempat fotokopi jaraknya sekitar 1,5 kilo meter.

Jadi kata dia sudah waktunya BumDes menyediakan itu dan tentu tak lepas kerjasama dengan pihak sekolah yang berada di Sadengkolot.

“Nanti kita sosialisasilan dengan pihak sekolah, BumDes juga mengadakan seperti percetakan, pembuatan prasasti, banner, dan baliho. Nanti kita adakan, yang penting harganya standar,” paparnya.

Kehadiran BumDes di Sadengkolot diharapkan bisa meng-cover semua kebutuhan masyarakat.

“Semoga BUMDes yang dirintisnya dapat menjadi pilar ekonomi desa yang berlanjutan untuk mendukung hajat orang banyak,” tukasnya.

** Arip Ekon

Aliya Marsha, Konten Kreator yang Kian Moncer Karena Beri Ulasan Jujur dan Berkualitas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Konten creator dan influencer, Aliya Marsha kini kian banyak diikuti karena kemampuan memberikan ulasan yang jujur dan berkualitas kepada pengikutnya.

Motivasi Aliya dalam berkarya di dunia digital ingin menghasilkan konten-konten yang memberikan hiburan yang positif dan informatif bagi orang banyak berhasil dibuktikan.

Akun Tiktoknya @Marshaaliya kini mencapai 153 ribu followers dan 1,2 juta di Instagram Aliyaamarsha. Jumlah pengikut Aliya ini telah menunjukkan kepercayaan merek-merek produk kecantikan terhadap dirinya.

Bagi Aliya sendiri tak hanya soal kecantikan saja karena memiliki harapan besar dari peran sebagai konten kreator. Aliya ingin menginspirasi dan memotivasi orang lain melalui karya-karyanya serta memberikan pandangan yang lebih luas tentang kehidupan sehari-hari, termasuk kesehatan dan topik-topik menarik lainnya.

Sebab bagi mahasiswi LSPR kelahiran 10 Januari 2002 ini apa yang dilakukannya sebagai upaya mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya sebagai konten kreator dapat memberikan kontribusi positif dan mempengaruhi masyarakat dengan cara yang baik.

Pemiliki nama lengkap Aliya Marsha Saiful, kini selain kuliah juga dalam aktivitas kesehariannya  melakukan endorsment dan membuat konten. Bagi Aliya yang pernah jadi brand ambasador RIMO Team dengan semangatnya yang tinggi dan dedikasi terhadap pekerjaannya berharap dapat terus berkarya.

Sekarang ini dia terus mencari peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghasilkan karya-karya yang relevan dan bermakna.

**ass.yev

Intel Gabungan Kejari Purwakarta dan Kejati Jabar Ciduk Intel Gadungan Kejagung

0

Bandung | Jurnal Bogor

Oknum mengaku Intel Kejaksaan Agung (Kejakgung) diciduk Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta dibackup dengan Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Intel kejagung gadungan tersebut yang diduga pelaku penipuan di wilayah Purwakarta dengan mengatas namakan dari institusi Kejaksaan Agung Bidang Intelijen dengan inisial DH berhasil diamankan aparat Kejari Purwakarta bersama Kejati Jabar

Seperti diketahui, pelaku dalam melancarkan aksinya berbekal kartu pengenal palsu pegawai Kejaksaan Agung Bidang Intelijen dengan menawarkan jasa kepada korbannya, yakni pelaku pada saat itu dengan beraninya mengatakan dirinya dapat membantu korban masuk menjadi Pegawai Kejaksaan.

Selanjutnya, karena terkesima dengan melihat bukti kartu pengenal pegawai kejaksaan agung itu, bujuk rayu pelaku pun mengena pada korban. Saat itu korban sempat percaya dan korban langsung menyerahkan sejumlah uang.

Namun setelah tunggu-ditunggu beberapa waktu, pada kenyataannya janji pelaku kepada korban tidak seperti apa yang pernah dikatakan pelaku bahwa korban dapat diterima menjadi pegawai kejaksaan. Hal itu terbukti korban hingga saat ini tidak pernah tercatat atau pun terdaftar sebagai Pegawai Kejaksaan.

Melihat kenyataan yang terjadi sesuai dengan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, selanjutnya Kasipenkum Kejati Jabar menindak lajuti sesuai dengan arahan Kajati Jabar, Ade Sutiawarman, agar pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Sesuai arahan dan petunjuk pak Kajati, dalam kasus ini agar Kejari Purwakarta berkoordinasi dengan pihak Kepolisian agar pelaku DH mempertanggung jawabkan secara hukum, hal itu sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya, diproses sesuai dengan ketentuan hukum dan Undang-undang yang berlaku,” ujar Kasi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Sutan Sinomba, Rabu (17/5).

Selanjutnya, Sutan juga menghimbau kepada warga masyarakat agar selaku berhati-hati terhadap para pelaku penipuan dengan mengatas namakan Institusi Kejaksaan.

Apabila masyarakat mencurigai atau menjadi korban penipuan dengan mengatas namakan Kejaksaan, masyarakat dapat langsung datang ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat atau Kejaksaan Negeri terdekat untuk mendapatkan informasi kebenarannya, atau dapat menghubungi lapiran Hotline Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dengan Nomor Hp : 0822 4646 9007.

Ditegaskan Sutan, bila masyarakat memang ada yang berminat untuk melamar menjadi pegawai kejaksaan, maka lowongan penerimaan pegawai kejaksaan itu pengumumannya dapat dilihat di akun resmi Kejaksaan RI.unging

** yevKejaag

Satgas Bersinar Pergoki Toko Kosmetik yang Jual Obat Golongan G

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemdes Gunung Putri kembali memergoki penjualan obat golongan G di toko kosmetik yang terletak di Jalan Raya Gunung Putri, RT 01, RW 05, Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (17/5/23).

Satu pemilik toko inisial RF (30), dan 1 pembeli yang merupakan warga Desa Gunung Putri, DRF diamankan ke Poskamdes Desa Gunung Putri dengan barang bukti jenis obat Tramadol dan Eksimer sebanyak 1.174 butir.

Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri murka mendapati ada penjual obat yang merusak generasi bangsa di wilayah kerjanya. Mengingat, dirinya sedang berusaha keras untuk membersihkan Desa Gunung Putri dari narkoba dari jenis apapun.

“Ini yang ke-2 kalinya Pemdes Gunung Putri melalui Satgas Bersih dari Narkoba (Bersinar) memergoki toko kosmetik dan toko obat yang menjual obat jenis Tramadol dan Eksimer yang termasuk dalam Golongan G,” ungkap A Heri sapaan akrabnya.

Dirinya akan menindak tegas toko yang menjual obat terlarang di wilayahnya, apalagi dengan kedok menjual kosmetik dan toko obat. Bisa jadi, sambung A Heri, salah satu penyebab anak-anak muda tawuran yang sering terjadi di Tol Gunung Putri karena efek dari mengkonsumsi obat tersebut.

“Untuk penjual sendiri akan kami usir dari Desa Gunung Putri, dan akan kami serahkan kepada pihak berwajib untuk menindaklanjutinya. Dan untuk konsumen yang tertangkap akan kami bina melalui Satgas Bersinar yang bekerja sama dengan BNN,” jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada seluruh aparat desa, RT dan RW untuk lebih peka lagi dalam mengizinkan toko obat dan kosmetik jika ingin beroperasi atau berjualan di Desa Gunung Putri.

“Untuk toko kosmetik yang menjual obat golongan G sendiri, selama 4 bulan dia beroperasi ternyata belum memiliki izin pemberitahuan, baik ke RT, RW maupun Pemdes Gunung Putri,” pungkasnya.

Sementara, Ketua RW Suwanto mengatakan bahwa toko kosmetik tersebut memang sudah lama dipantau oleh dirinya dan ketua RT. Berdasarkan adanya aduan dari masyarakat, namun baru kali ini tertangkap basah dan kebetulan ada bersama pembeli.

“Toko ini sudah lama kami incar, dan alhamdulilah kini tertangkap basah. Saya berharap ada pemeriksaan juga di kontrakan pemilik toko ini. Karena infonya, sering terjadi transaksi juga di kontrakannya, dan terbukti di tokonya saja kami menemukan beberapa strip Tramadol dan Eksimer,” bebernya.

Dirinya berharap agar pihak berwenang seperti kepolisian bisa menindak tegas si penjual dengan hukuman yang setimpal, karena apa yang dilakukannya itu merusak masa depan generasi muda.

“Agar dihukum berat lah untuk si penjualnya, jangan cuma diberikan sanksi sosial. Karena jika cuma diusir mereka bisa pindah ke tempat lain. Jika tidak diamankan mereka sebetulnya tidak aman,” pungkasnya.

**Nay Nur’ain

Koh Hanny Koar-koar di Medsos, Berujung Dipolisikan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Istri mendiang ustaz Arifin Ilham, Wahyuniati Al-Waly yang biasa disapa Umi Yuni melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Hanny Kristianto alias Koh Hanny ke Polres Bogor, Rabu (17/5/2023).

Koh Hanny membuat berita di media sosial (medsos) Youtube, Tiktok dan Instagram bahwa Umi Yuni telah membawa kabur uang Yayasan Az Zikra sebesar Rp 69 miliar dan menjual tanah wakaf Az Zikra.

Kuasa Hukum Umi Yuni, Suhendar, SH., MM menyayangkan prilaku Koh Hanny yang melakukan pencemaran nama baik.

“Terimakasih kami sampaikan atas atensi dari Kapolres Bogor bahwa tidak boleh ada peristiwa hukum yang merugikan atau menyerang kehormatan seseorang di wilayah hukum Kabupaten Bogor yang tidak ditindak atau pembiaran oleh aparat penegak hukum,” kata Suhendar, SH.,MM dalam keterangan persnya, Rabu (17/5/2023).

Ketua PERADMI Bogor ini menyatakan, jika kasus pencemaran nama baik dengan menyerang kehormatan seseorang dibiarkan oleh aparat penegak hukum, maka kehidupan dalam bernegara bisa berjalan secara ‘bar-bar’ tanpa ada hukum yang melindungi segenap warga negara.

“Saya melaporkan ke Polres Bogor atas tuduhan penggelapan uang Az Zikra 69 M kepada saya yang dilakukan oleh Koh Hanny melalui media. Tujuannya supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi menimpa siapa pun. Dan demi menjaga nama baik Murobbi Alm. Ustad. Arifin Ilham dan Azzikra,” jelas Umi Yuni.

Sementara Koh Hanny terancam Pasal 45 (3) Jo Pasal 27 (3) UU ITE No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU No.11 Tahun 2008 dan atau Pasal 310, dan atau Pasal 311 KUH Pidana.