25.2 C
Bogor
Wednesday, April 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 612

Eks Suratin Reuni Lewat Friendly Match Kontra Pajeleran

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sejumlah mantan pemain Suratin Kabupaten Bogor menggelar pertandingan persahabatan dengan Pajeleran FC di Lapangan Pajeleran Sukahati, Cibinong, Minggu (21/5/2023). Laga bertajuk reunion 2023 tersebut bukan mencari menang dan kalah, tetapi untuk membina silaturahmi.

“Kita kumpul-kumpul aja, ya silaturahmi. Tentu karena pemain bola kumpulnya di lapangan,” kata salah seorang pemain eks Suratin, Tama.

Owner KHS Wash ini menyempatkan hadir hanya untuk tertawa dan bercanda bersama karena untuk pertandingan sesungguhnya dirasa sudah berat. “Ya itung-itung latihan jaga stamina,” jelasnya.

Pemain lainnya Saepulloh Maulana juga mengaku respek dengan adanya silaturahmi dan mencari lawan tanding laga persahabatan. “Dapat WA tiga minggu lalu, ya kita jadikan untuk main lawan Pajeleran,” kata owner Fusa Apparel ini.

“Ya silaturahmi ini mudah-mudahan terus berlanjut dan kita senang kumpul-kumpul sambil main,” sambung pemain lainnya, Firman.

Sementara pada laga kemarin, gol penalti dari Irvan menutup laga dengan kalah tipis 3-4 dari Pajeleran FC. Dibabak kedua ini, eks Suratin cukup mendominasi laga. Sebelumnya gol juga dicetak Septian ‘Encek’ Suharlan setelah menerima umpan Firman. Sedangkan di babak pertama, dibawah guyuran hujan, eks Suratin tertinggal 1-4 dari Pajeleran FC.

Pada laga ini juga tampak melakukan banyak rotasi hingga pemain eks Suratin merasakan pertandingan di lapangan Pajeleran yang licin dan becek karena hujan. Canda-canda juga terlontar dari sejumlah pemain yang menikmati pertandingan dengan seolah-olah untuk happy games.

Sedangkan pemain yang tampak hadir yakni Oweng Hoerudin, Peyot, Andi Medan, Kebo, Burhan, Encek, Deni, Saepulloh, Tama, Bahtiar, Aandre, Irvan, Sehab, Black, Kadut dan Firman Abdurohman, serta asisten pelatih Apud. Lalu sang mantan pelatih Dudung Abdullah dan pelatih kiper Atu Sumirat berhalangan hadir.

** Asep Saepudin Sayyev

Dewan Cecar Pemkot Soal Kajian Ekonomis Dampak Penutupan Otista

0

Bogor | Jurnal Bogor

Revitalisasi jembatan Otista di Kota Bogor, tidak hanya berdampak terhadap perubahan arus lalu lintas. Tetapi, juga berdampak terhadap para pelaku usaha UMKM yang berlokasi di sekitar jembatan Otista. Oleh karena itu, Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopukmdagin) Kota Bogor, Jumat (19/5).

“Kami ingin mengetahui, apakah OPD terkait sudah melakukan pendataan bagi pelaku usaha UMKM dan Berapa jumlah pelaku usaha yang terdampak dan potensi kerugian mereka dari pembangunan jembatan otista,” ujar Akhmad Saeful Bahkri saat dimintai keterangan terkait terkait Rapat Dengar Pendapat

Dari Rapat dengar pendapat ini, Komisi IV DPRD Kota Bogor berharap agar Pemerintah Kota Bogor tidak hanya fokus pada kajian teknis semata. Namun, Pemerintah Kota Bogor pun harus mengkaji dampak ekonomis para pelaku usaha bukan hanya dijalan otista saja

Kajian ekonomis nantinya diharapkan menjadi acuan dalam mengambil langkah dan rencana strategis dari mulai pemetaan, relokasi dan evaluasi dari dampak pembangunan jembatan Otista.

“Kami ingin memastikan, upaya dan langkah apa saja yg dilakukan pemerintah kota Bogor. Karena, ada dampak kerugian yang diterima oleh para pelaku usaha. Apakah, dengan cara merelokasi atau memberikan bantuan utk pelaku UMKM. Jangan sampai, pelaku usaha khususnya UMKM sampai gulung tikar,” tegas pria yang akrab disapa Gus M.

Lebih lanjut, politisi dari Fraksi PPP ini mengatakan pembangunan jembatan otista yang direncanakan memakan waktu 7,5 bulan ini tentunya tidak hanya berpengaruh bagi pelaku usaha UMKM saja. Penurunan okupansi hotel di Kota Bogor harus menjadi perhatian.

“Dari penyampaian yang disampaikan OPD terkait, dampak ekonomi diminggu pertama pembangunan pelaku usaha memgalami penurunan omset hampir 60 persen. Namun, seiring adanya rekayasa lalin dan solusi lainnya angka ini terus menurun,” jelas Gus M.

Komisi IV DPRD Kota Bogor pun meminta Pemerintah Kota Bogor untuk mengambil langkah cepat dan strategis serta solutif dlm persoalan ini. Dimana, Gus M meminta Pemkot Bogor untuk mengkaji dan mengkalkulasi apa yang tadi disampaikan oleh dinas terkait. Bahwa, ada potensi dampak kerugian bagi pelaku usaha.

“Kami khawatir, jika hal ini dibiarkan dapat berpengaruh kepada APBD Kota Bogor yang selama ini ditunjang dari pajak hotel, restoran dan hiburan di Kota Bogor. Harapan kami, jangan sampai berpengaruh dan terdampak juga terhadap APBD Kota Bogor. Ingat loh, bukan hanya jalan otista yang terdampak jalan Pajajaran, Sudirman dan ruas jalannya lainya juga harus dikaji dampak ekonomisnya,” ujar Gus M.

“Maka dari itu, kami meminta Pemkot Bogor untuk menyiapkan skenario untuk menjaga stabilitas perekonomian dan pemulihan ekonomi pasca pendemi,” tutupnya.* Fredy Kristianto

Ruko Rental PS Dibobol Maling, Korban Alami Kerugian Puluhan Juta

0

Tenjolaya | Jurnal Bogor

Kawanan pencuri membobol ruko rental Play Station (PS) di Kampung Cikalancing, Desa Cinangneng, Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Dalam rekaman CCTV, pelaku berjumlah lebih dari tiga orang ini mengambil sebanyak 7 unit televisi. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 17 Mei 2023 sekitar pukul 02:55 wib dini hari.

Menurut korban Dory, saat kejadian ruko tersebut tidak berpenghuni, dan dengan leluasa pencuri mencongkel gembok menggunakan kunci L.

“Jumlah pencuri sekitar empat orang namun yang terlihat dari CCTV, yang masuk tiga orang, mereka mencongkel gembok dengan kunci L,” katanya, Sabtu (20/5/2023).

Dia menjelaskan, pelaku menggunakan mobil berwarna putih dengan nopol F 40 JYN. Dalam kejadian itu korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Kini kasus tersebut sudah dilaporkan oleh korban ke pihak kepolisian setempat.

“Sebanyak 7 unit televisi yang hilang dengan total ditaksir 22 juta rupiah,” ucapnya.

Sementara, menurut Kanitreskrim Polsek Ciampea IPDA Gunawan membenarkan saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

“Kasusnya masih dilakukan penyelidikan, saksi-saksi lagi diperiksa. Masih proses,” pungkasnya.

** Andres

Dewan Minta Kontraktor Otista Tambah Pekerja

0

Bogor | Jurnal Bogor

Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pembangunan jembatan Otista, Jumat (19/5). Sidak yang dilakukan oleh jajaran anggota legislatif Kota Bogor ini dalam rangka memantau progres pengerjaan dan memastikan pembangunan dengan nilai kontrak Rp49 miliar itu selesai tepat waktu.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin didampingi oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto beserta anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, R. Laniasari, Edy Darmawansyah, Bambang Dwi Wahyono, Said Muhamad Mohan dan R. Dodi Setiawan, melihat progres pengerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor sudah mulai memenuhi tahapan pengerjaan, dimana aspal di sepanjang jembatan Otista sudah dihancurkan.

Jajaran Komisi III DPRD Kota Bogor juga sempat melakuka diskusi dan memberikan masukan kepada Dinas PUPR Kota Bogor, pihak kontraktor dan pengawas proyek yang berada di lokasi.

Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan, Zenal Abidin menyebutkan salah satu sorotan Komisi III DPRD Kota Bogor adalah keberadaan bangunan jembatan yang diduga sebagai cagar budaya. Ia memastikan bahwa bangunan jembatan yang diduga sebagai cagar budaya tidak akan dihancurkan dalam waktu dekat ini karena pihak kontraktor masih menunggu arahan dari Wali Kota Bogor.

“Yang kita dengar dari kabid PUPR, dengan jadwal yang ditentukan bisa tepat waktu, misalkan pembongkaran jembatan Otista yang diduga cagar budaya itu tidak dilakukan, tidak mempengaruhi progres pembangunannya,” ujar Zenal.

Berdasarkan progres pengerjaan yang disampaikan oleh pihak kontraktor baru mencapai 1,06 persen dengan deviasi positif. Sehingga dengan timeline kerja yang ada, Zenal memastikan pembangunan jembatan Otista akan selesai tepat waktu.

“Kami melihat situasi sekarang sudah masuk 1,06 persen deviasi positif. Kami juga mendukung pembangunan jembatan Otista untuk mengurai kemacetan, disamping itu kita juga harus melihat dampak di sekitar dan progres jembatan ini yang konon masuk cagar budaya,” ungkap Zenal.

Di lokasi yang sama, Iwan Iswanto menyampaikan terdapat catatan dari Komisi III DPRD Kota Bogor untuk pihak kontraktor, dimana ia meminta pihak kontraktor untuk menambah jumlah pekerja dan memaksimalkan waktu pengerjaan mulai dari pagi sampai malam hari.

Ia juga meminta kepastian dari kontraktor bahwa logistik yang dibutuhkan untuk pengerjaan jembatan Otista akan selalu tersedia, sehingga tidak mengganggu waktu kerja, mengingat barang yang digunakan untuk pembangunan jembatan Otista merupakan bahan pabrikan yang tidak selalu ready stock.

“Kami juga menyampaikan dengan pengalaman yang sudah terjadi, tentunya kita harapkan pekerjaan yang memakan waktu sekitar 7 bulan lebih, artinya ada proses percepatan baik dari manpower maupun logistik,” kata Iwan.

Setelah melakukan sidak ini, Komisi III DPRD Kota Bogor berencana menggelar rapat kerja dengan Pemkot Bogor dalam waktu dekat ini dengan agenda membahas pembangunan jembatan Otista, karena adanya aduan dari masyarakat yang terdampak di sekitar pembangunan dan terkait dampak dari rekayasa lalu lintas.* Fredy Kristianto

Tokoh Politik Kabupaten Bogor Hadir di Pertemuan Alumni KNPI

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sejumlah tokoh politik Kabupaten Bogor hadir pada acara Halal bi Halal dan Tepang Sono Alumni KNPI Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Sabtu (20/5/2023). Tampak hadir seperti Rachmat Yasin (RY) dari PPP, Karyawan Fathurachman (PDIP) dan Ade Ruhandi alias Jaro Ade (Golkar), termasuk birokrat dan legislatif, serta para mantan birokrat dan legislatif.

RY dan Jaro Ade

Ketua Alumni KNPI Kabupaten Bogor Engkus Sutisna tak menampik bahwa acara pertemuan lintas generasi tersebut berorientasi ke 2024. Dia menginginkan Kabupaten Bogor tidak pecah dan terkotak-kotak.

“Kami ingin beda-beda warna politik namun tetap bersatu. Tampak tadi kemesraan yang terjalin, semua latar belakang politik beda tapi ketika berkumpul menjadi satu,” ujar Engkus Sutisna.

KNPI pada periodenya diakui Engkus mampu menyatu dan hal ini yang dia tekankan untuk pengurus KNPI sekarang.

Engkus Sutisna

“Kami mengajak adik-adik kita bangga karena dari KNPI ini ada yang jadi birokrat dan mencapai puncaknya (karir), anggota DPRD dan pengusaha, bahkan ustaz atau kyai juga ada. Kami motivasi ke temen-temen semua bahwa pemuda hari ni menentukan masa depan,” jelas mantan Kadispora Pemprov Jabar ini.

Mengenai PJs Bupati Bogor 2024 mendatang, Engkus mengharapkan ada semangat KNPI untuk mendorong kadernya. Dia sendiri tak mengelak ketika disebut termasuk kandidat PJs Bupati karena selain sarat pengalaman juga termasuk Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon IIa).

“Siap jika ada kepercayaan dari pimpinan dan masyarakat Kabupaten Bogor,” tandasnya yang kini menjabat Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

** Asep Saepudin Sayyev

Seru! Ribuan Komunitas Bakal Ramaikan Bogor Hujan Onthel, Catat Ini Waktunya

0

Ribuan pecinta sepeda onthel dari berbagai komunitas bakal meramaikan acara ‘Bogor Hujan Onthel’ yang bakal digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, 17-18 Juni 2023 mendatang.

Acara ini digelar dalam rangka Hari Jadi Bogor yang ke-541. “Nanti juga akan dilakukan pelantikan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) dan keanggotaan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bogor,” kata Ketua KORMI Kota Bogor, Zaenul Mutaqin, Sabtu (20/5/2023).

Ya, dalam sejarah perjalanan komunitas sepeda tua, kota Bogor adalah salah satu kota yang tidak bisa lepas dari perjalanan Komunitas Sepeda Tua Indonesia, dimana kongres pertama KOSTI tanggal 9-10 Februari 2008 dilaksanakan di Gedung Bakorwil Kota Bogor.

“Melalui Event Bogor Hujan Onthel kami mengajak Onthelis Nusantara untuk mengenang dan melihat dari dekat Kota Bogor. Salah satu agendanya adalah Ngontel Bareng keliling kota, menikmati kuliner, mengenal budaya serta mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di Kota Bogor,” ujar Iwan Mokhamad, Ketua Kosti Kota Bogor.

Para onthelis sudah dipastikan sangat mencintai sejarah, bahkan dalam atribut-atribut yang selalu menyertai saat bersepeda tua selalu berhubungan dengan sejarah masa lalu, salah satu objek sejarah yang patut dikunjungi para Onthelis adalah Museum Pembela Tanah Air (Peta).

“Saat Ngontel bareng keliling kota, kita akan singgah sejenak di museum bersejarah ini. Perlu diketahui, Museum Peta merupakan museum yang didirikan untuk memberikan penghargaan kepada mantan tentara PETA atas kontribusinya dalam pendirian bangsa dan negara. Koleksi yang ada di museum tersebut terdiri atas relief atau monumen (menceritakan awal terbentuknya tentara PETA dan terjadinya pertempuran tentara PETA melawan penjajah), patung, perlengkapan perang, meriam, dan senjata lainnya,” jelasnya. ( asep syahmid)

Agenda hari petama Sabtu 17 Juni 2023 mulai pukul 13.00 WIB – pukul 22.00 WIB

• Penerimaan para onthelis yang datang
• Menikmati pameran sepeda tua dan motor antik
• Kuliner khas Kota Bogor
• Hiburan Budaya Kota Bogor dan musik nuansa tahun 70 an
• Klitikan dan Bazar barang antik
• Saresehan Sepeda Tua
• Pelantikan KOSTI dan Keanggotaan KORMI Kota Bogor

Agenda hari Minggu tanggal 18 Juni 2023 mulai pukul 07.00 – pukul 12.00 WIB

• Ngonthel bareng keliling Kota Bogor dengan rute: GOR Padjadjaran – Jambu Dua – RRI – Sempur – Lewat Istana Bogor – Mampir Museum Peta – Kembali ke GOR Padjadjaran kurang lebih 4 Km.
• Penyambutan othelis Nusantara
• Tukar menukar cideramata
• Hiburan budaya dan Kesenian
• Photoboth
• Klitikan dan Pameran
• Menikmati suasana ditempat acara

Kementan Siapkan Langkah Mitigasi dan Adaptasi El Nino di Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 6

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggelar pelatihan sejuta penyuluh dan petani sebagai langkah mitigasi ancaman El Nino yang akan terjadi di Indonesia.

Pelatihan itu akan diselenggarakan di BPPP Lembang pada tangga 23-25 Mei 2013. Pelatihan ini penting agar sektor pertanian tak terpengaruh meski El Nino mulai melanda Indonesia akhir Mei ini hingga puncaknya pada September-Agustus mendatang. Demikian yang disampaikan dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Jumat (19/5/2023).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk mempersiapkan mitigasi menghadapi musim kemarau ekstrem atau El Nino yang diperkirakan akan mencapai puncaknya Agustus mendatang.

“Saya meminta kepada jajaran untuk menyiapkan langkah mitigasinya. Dan saya kira, langkah-langkah tersebut telah disiapkan dengan baik. Kita berharap dampak yang ditimbulkannya tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional,” kata Mentan Syahrul.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, masa musim kemarau ekstrem mulai melanda Indonesia pada akhir Mei hingga awal Juni. Hanya saja, skalanya masih rendah.

“Fenomena ini akan semakin menguat, hingga puncaknya terjadi pada Agustus-September. Oleh karenanya, seluruh stakeholder pertanian harus mengerti dan paham apa itu El Nino,” terang Dedi.

Melalui pelatihan sejuta petani dan penyuluh ini Dedi berharap langkah mitigasi dan adaptasi yang telah disiapkan Kementan dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan. Sebab, air merupakan faktor produksi penting dalam pertanian.

“40 persen faktor peningkatan produktivitas pertanian itu berasal dari pengairan atau irigasi. Maka keberadaannya sangat vital. Oleh karenanya El Nino ini harus diantisipasi dengan baik, karena sebagian besar sistem pengairan pertanian kita mengandalkan curah hujan,” terang Dedi.

Jika air hujan berkurang, maka pertanian akan mengalami penurunan yang signifikan. Secara otomatis, produktivitas pertanian akan terancam.

Itu sebabnya, Dedi berharap melalui pelatihan ini petani, penyuluh dan insan pertanian paham dalam mengantisipasi serta melakukan tindakan mitigasi dan adaptasi terhadap El Nino, sehingga kita dapat meminimalisir dampaknya.

“Kalau kita paham mengantisipasinya, maka penurunan produktivitas tidak akan terjadi. Tapi kalau kita tidak paham, maka produktivitas pertanian kita akan turun signifikan,” tutur Dedi.

Dikatakannya, El Nino membuat curah hujan berkurang signifikan. Maka salah satu upayanya adalah mencari sumber pengairan alternatif, di antaranya adalah pemanfaatan ground water atau air tanah dan air permukaan seperti danau, kolam, sungai dan lain sebagainya.

“Yang harus diingat juga, pemanfaatan air itu harus efisien dan hemat. Sawah itu tak harus tergenang terus. Berarti penggunaan air di lahan pertanian kita harus efisien. Kadang digenangi, kadang dikeringkan. Oksidatif dan reduktif harus seimbang,” terang Dedi.

Di sisi lain, tanah yang berada di dekat akar harus relatif dalam kondisi lembab. Tujuannya agar pertanaman kita tetap segar. Oleh karenanya, harus dilakukan konservasi di wilayah tersebut.

“Bagaimana cara konservasinya? Bisa dengan menambahkan arang. 1 ton per hektare dia bisa memegang air 6 kubik. Di saat musim hujan dia dapat memegang air. Di saat musim kemarau air dilepaskan sedikit demi sedikit,” tutur Dedi.

Selanjutnya, untuk wilayah kering Dedi menyarankan agar menggunakan irigasi tetes. Sedangkan untuk sayur-mayur menggunakan irigasi springkle. Sedangkan untuk bibit, Dedi mengajak petani untuk menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap kondisi kekeringan.

“Maka penting bagi penyuluh agar pahan efisiensi penggunaan air dan ini harus disampaikan kepada petani. Inilah strategisnya pelatihan sejuta petani dan penyuluh ini. Agar kita semua waspada. Jangan sampai kita kekurangan pangan. Kita harus siap dengan tindakan mitigasi dan adaptasi,” tandas Dedi.

** ppmkp

Jaga Keandalan Pasokan Listrik, PLN Gunung Putri Gelar Gempur Konstruksi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

PLN UP3 Gunung Putri melakukan kegiatan Gempur Konstruksi (G-Kon) di wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Citeureup pada Rabu (17/5/2023).

Manager UP3 Gunung Putri, Rully Indra Ardyan menjelaskan, Gempur Konstruksi merupakan pekerjaan pemeliharaan jaringan yang dilakukan oleh tim gabungan petugas teknik dengan tujuan pekerjaan dapat lebih cepat selesai sehingga waktu padam lebih singkat.

Menurutnya, G-Kon difokuskan di Desa Kadumangu dan Desa Cipambuan Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dan dilaksanakan oleh Tim Gabungan petugas teknik ULP Cileungsi, ULP Citeureup dan ULP Jonggol.

“ Tim terdiri dari tim khusus tebang yang tugasnya melakukan pengamanan jaringan dari pohon di sekitar jaringan SUTM dan Tim Hartek (Pemeliharaan Teknik) yang melaksanakan perbaikan konstruksi gardu dan jaringan SUTM. Pemeliharaan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam menjaga kehandalan aliran listrik ke 817 pelanggan yang berada di wilayah tersebut,” jelas Rully kepada Jurnal Bogor, Jum’at (19/5/2023).

Gempur Konstruksi sendiri, sambung Rully, merupakan kegiatan rutin di PLN UP3 Gunung Putri dalam pemeliharaan jaringan listrik.

“Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di ULP Citeureup tapi juga di wilayah kerja ULP Cileungsi dan ULP Jonggol sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Tentunya kami ingin meningkatan keandalan listrik demi kepuasan pelanggan,” ujar Rully.

Lebih lanjut Rully menjelaskan, bahwa pemeliharaan jaringan listrik PLN ada 2 metode yaitu pemeliharaan yang memerlukan pemutusan pasokan listrik (padam) dan pemeliharaan tanpa pemutusan aliran. Pemeliharaan yang perlu pemutusan dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas PLN, instalasi PLN dan masyarakat sekitar.

“ Agar pekerjaan pemeliharaan yang memerlukan pemutusan listrik dipersingkat, maka PLN melakukan pemeliharaan gabungan melalui G-Kon,” cetusnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Susiana Mutia menyampaikan PLN terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang andal sesuai dengan aspirasi transformasi perusahaan, yaitu Customer Focused.

“ Oleh karena itu, PLN melakukan berbagai kegiatan seperti Gempur Konstruksi, pemeliharaan oleh tim pekerjaan dalam keadaan bertegangan, dan lain lain,” ungkap Susiana Mutia saat di Bandung.

Selain itu, lanjut dia, PLN juga memberikan layanan kemudahan akses PLN melalui PLN Mobile. Terdapat berbagai fitur dalam PLN Mobile seperti pasang baru, tambah daya, pembayran tagihan listrik, dan pelaporan gangguan listrik.

“ Pada fitur pelaporan ini, pelanggan bisa memantau langsung posisi petugas PLN di lapangan,” singkatnya.

** nay nur’ain

Spekulan Ngaku Bangun Jalan Desa Swadaya, Kades Bojong Koneng : Jalan Itu Bukan Milik Desa

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Kejadian yang sempat ramai pada pertengahan Mei 2023 lalu di Kampung Tapos RT 03 RW 04, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor perihal adanya penyetopan jalan yang dibangun oleh seseorang yang mengaku warga desa, akhirnya mulai terkuak dengan adanya pengakuan dari Kepala Desa Bojong Koneng, Rusdi Anwar.

Rusdi Anwar menjelaskan, jalan yang sedang diaspal bukanlah jalan milik desa, dan tidak tercatat sebagai aset desa. Adanya kesimpangsiuran informasi dari mulut ke mulut membuat suasana dan berita yang beredar pun jadi berbagai versi, hingga menimbulkan asumsi yang kurang baik.

“Berita yang beredar saat itu adalah jalan warga diserobot Sentul City. Kemudian sudah dicor secara swadaya oleh warga kemudian direbut Sentul. Padahal faktanya buakn seperti itu, karena jalan tersebut bukanlah jalan milik desa,” beber Rusdi Anwar kepada Jurnal Bogor, Jum’at (19/5/23).

Hal tersebut turut dikuatkan oleh Kepala Dusun setempat, Cecep Suhendar yang merupakan warga asli kampung Tapos. Dia menceritakan, dulunya lokasi tersebut adalah area perkebunan.

Sedangkan pengaspalan jalan yang dilakukan oleh seorang warga yang mengaku warga asli Desa Bojong Koneng, ternyata bohong. Orang tersebut bukanlah warga asli Desa Bojong Koneng melainkan hanya warga pendatang.

“Hasil penelusuran, orang itu membeli lahan di area izin lokasi Sentul City yang dulunya merupakan area Perkebunan PTP XI. Jadi, kabar perihal jalan desa diserobot itu tidak benar karena lokasi tersebut bukanlah jalan milik Desa Bojong Koneng,” jelasnya.

Sementara, PT Sentul City, Tbk melalui Divisi Pertanahan dan Perijinan Sentul City, Sejuk Karyanto membenarkan lahan tersebut adalah HGB PT Sentul City, Tbk, dari perolehan ex-HGU dari PTP XI.

“ Lokasi tersebut betul HGB PT.Sentul City, dan kami hanya mengambil yang memang bagian dari hak perusahaan,” jelas Sejuk.

** nay nur’ain

Waspada El Nino, Prof.Dedi Nursyamsi Ajak Semua Pihak Mitigasi dan Adaptasi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr., mengajak semua pihak untuk melalukan mitigasi dan adaptasi terhadap dampak El Nino yakni kemarau yang berkepanjangan yang diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga September 2023 mendatang.

“Semua petani dan penyuluh, stakeholder mulai dari pusat hingga daerah harus tahu apa yang harus dilakukan,” kata Prof. Dedi Nursyamsi pada Konferensi Pers Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh via Zoom, Jumat (19/5/2023).

Dia memastikan pada 2023 ini, El Nino diprediksi lebih kering dan sangat kuat intensitasnya hingga tidak karuan-karuan, khususnya terhadap daerah yang El Ninonya kuat seperti di Jawa, Sulawesi, NTT dan Papua.

“Daerah ini El Nino kenceng, ada juga daerah yang sedang-sedang saja dan ada yang kecil dan tidak terpengaruh sama sekali,” jelasnya.

Prof. Dedi Nursyamsi menginginkan kewaspadaan terhadap El Nino agar tidak ada dampak kekuarangan bahan pangan. Meski diakuinya El Nino adalah fenomena alam dan iklim ekstrem yang tidak bisa dicegah.

“Harus kita hadapi dengan cara bijak dan mudah-mudahan El Nino intensitasnya tidak kencang,” kata dia.

Meski demikian, petani, penyuluh, dan stakeholder diminta harus mengerti langkah-langkah agar profuktivitas pertanian tidak menurun. Sebab kalau semua pihak lalai dan diam kata dia, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kesulitan bahan pangan.

“Kalau semua cuek dan diam produktivitas pasti turun, tapi kalau semua cari antisipasi, tindakan mitigasi dan adaptasi tentu dampak bisa kita minimalisir. Ya sekarang mitigasi dan adaptasi,” jelasnya.

Untuk itu semua pihak agar menerapkan program pertanian dimana sudah ada upaya genjot embung, sodetan, gerakan pupuk organik dan lain sebagainya. Khususnya bagi penyuluh pertanian yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan hasil pelatihan kepada para petani.

** Asep Saepudin Sayyev