28.6 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 612

PENAS Padang Sukses Besar, Delegasi Indonesia di Temu ASEAN: Terima Kasih Kementan

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Penas XVI yang diselenggarakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 menjadi tonggak geliat petani-petani muda baru atau dikenal sebagai petani milenial terjun di sektor pertanian.

Salah satu agenda dalam Penas XVI Padang adalah Temu Petani Muda ASEAN dimana, para delegasi bertukar pengalaman dan melihat praktik pertanian yang ada di Indonesia. Harapannya setelah kembali ke negaranya, para peserta dapat mengambil hal baik dalam pengelolaan pertanian khususnya oleh generasi muda.

Janu Muhammad salah satu delegasi asal Indonesia pada Temu Petani Muda ASEAN yang hadir, dalam keterangan tertulisnya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada kementerian Pertanian yang menunjuknya sebagai salah satu dari 12 Petani Muda mewakili Indonesia untuk hadir pada Dialog Petani Muda ASEAN di PENAS Padang, yang menghadirkan tidak hanya petani asal Indonesia namun juga ASEAN dan Negara Mitra.

“Terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas kesempatan yang diberikan, Saya, sebagai salah satu delegasi Petani Muda Indonesia dalam Temu Petani se-ASEAN mendapatkan beberapa pengalaman berharga di event ini”. kata Janu.

Pertama, begitu besar dukungan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dalam meregenerasi petani muda Indonesia melalui program Petani Milenial, YESS, dan adanya Young Ambassador Agriculture. Aging Farmers menjadi isu semua negara di ASEAN maupun Jepang, namun kita patut optimis bahwa kolaborasi pemerintah dan generasi muda untuk regenerasi petani kita adalah upaya konkrit yang mulai terlihat hasilnya. Negara-negara lainnya ingin belajar dari Indonesia.

Kedua, melalui kegiatan ini kami juga dapat mendapat pengalaman tentang pentingnya kolaborasi dalam menciptakan ketahanan pangan tidak hanya di negeri kita, namun sampai ke ASEAN. Jaringan petani muda yang terbentuk di kegiatan ini akan terus kami kawal, dengan Indonesia sebagai garda terdepan yang memimpin. Hal yang tidak kalah penting adalah kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi internasional di sektor pertanian. Petani Milenial Indonesia harus mampu menggunakan bahasa Inggris dalam proses diskusi, negosiasi, bahkan kerjasama agar mendapat hasil optimal.

“Harapan kami ke depan,adanya ASEAN Young Farmers Forum (AYFF) agar dapat direalisasikan dengan dukungan Kementan maupun kementerian terkait seperti Kemenlu, Kemenkopukm, maupun seluruh pihak dengan adanya pertemuan lanjutan, kerjasama bisnis, serta potensi kolaborasi lainnya. Kami, 12 delegasi Indonesia insyaAllah siap menjadi bagian dari forum tersebut”. tandas Janu

Temu Petani ASEAN Asean Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 adalah bagian dari kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, Sumatera Barat. Pesertanya adalah petani Milenial dari negara anggota ASEAN dan negara mitra (Jepang dan Amerika).

Kegiatan ini diikuti 26 peserta asal negara-negara ASEAN. Yaitu Indonesia 12 peserta, Malaysia 2 peserta, Thailand 4 peserta, dan Filipina 2 peserta.

Selain itu, ada juga Jepang sebagai negara mitra dengan 4 peserta, dan perwakilan Kedutaan Amerika dengan 2 peserta.

** ppmkp

PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 Jaya, Penyuluh Pertanian Apresiasi Mentan SYL

0

Bogor | Jurnal Bogor

Rangkaian kegiatan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 yang dilaksanakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 usah sudah. Namun, ancaman El Nino serta krisis pangan global yang semakin terlihat, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para penyuluh untuk mempersiapkan diri dan melakukan langkah antisipasi guna wewujudkan Indonesia sebagai Negara Ekspoktir Pangan.

PENAS Petani Nelayan merupakan ajang pertemuan akbar petani, nelayan, petani hutan, penyuluh pertanian dan stakeholder pertanian yang kehadirannya selalu dinantikan. Selain sebagai momentum konsolidasi nasional untuk menghasilkan konsepsi pertanian yang lebih baik lagi dari seluruh Indonesia, transaksi-transaksi juga berjalan di PENAS Petani Nelayan. Karena momentum PENAS memperbaiki konsensi dan memperbaiki kerja seluruh tim

Selain sebagai momentum konsolidasi nasional untuk menghasilkan konsepsi pertanian yang lebih baik lagi dari seluruh Indonesia, transaksi-transaksi juga berjalan di PENAS Petani Nelayan. Karena momentum PENAS memperbaiki konsensi dan memperbaiki kerja seluruh tim.

Menurut Ketua Umum DPP PERHIPTANI sekaligus Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, pada saat Konggres Perhiptani di Padang beberapa waktu yang lalu mengatakan penyuluh harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global dan bersinergi untuk menjalankan program antisipasi El Nino dan krisis pangan global.

Peran penyuluh pertanian dalam pembangunan pertanian sangat penting dalam mendukung program pemerintah, sehingga sinergi dan koordinasi yang baik mutlak dibutuhkan. “Karena penyuluh adalah garda terdepan yang akan mengawal pertanian”, ujarnya.
Secara terpisah menurut Ketua Harian DPP PERHIPTANI, Fathan A. Rasyid mengatakan PENAS Petani Nelayan XVI merupakan momentum yang sangat tepat dan strategis buat petani nelayan dalam menyatukan visi dan misi pembangunan pertanian untuk petani lebih maju, modern, mandiri dan sejahtera untuk mewujudkan NKRI sebagai negara pengekspor pangan dunia melalui sinergitas semua stakeholder atau pemangku kepentingan.

Fathan menambahkan bahwa pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat fari kreativitas peserta dan semangat peserta yang sangat tinggi untuk mengikuti rangkaian kegiatan PENAS, khususnya pada saat mengikuti Konggres PERHIPTANI. Selain itu perhatian masyarakat Sumatera Barat yang sangat luar biasa terhadap PENAS Petani Nelayan XVI, ucapnya lagi.

Penyuluh Pertanian Teladan Nasional, Evrina Budiastuti menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Mentan SYL dan jajarannya karena telah diberi kesempatan sehingga menjadi Penyuluh Pertanian Teladan Nasional. Menurutnya, seorang penyuluh pertanian memiliki tugas untuk menyampaikan informasi dan teknologi khususnya kepada pelaku utama dan pelaku usaha. Tidak hanya itu, para penyuluh juga sebisa mungkin dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat umum termasuk untuk kalangan penyuluh sendiri.

Evrina juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bapak Mentan SYL beserta jajarannya yang telah sukses menyelenggarakan PENAS XVI selama 6 hari full.

Sungguh pengalaman berharga karena PENAS menghadirkan cakrawala informasi dan teknologi tentang pertanian dan menjadi ajang bagi para peserta untuk sharing kegiatan pertanian dari daerahnya masing-masing, beber Evrina.

Apalagi dengan hadirnya gelar percontohan dan gelar produk serta aneka temu, saya semakin yakin bahwa pertanian Indonesia itu maju dan tak kalah saing dengan negara lain.

** NF

Mengalir Dukungan, Kini Peserta Paskibra Disupport Polsek Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Selain mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Batutulis dan Koramil Nanggung, kali ini peserta Paskibra dari Kampung Pasirgintung  mendapat dukungan dari pihak Polsek Nanggung.

Sebagai bentuk support, Kepala Unit Pembinaan Ketertiban Masyarakat (Binmas) Aiptu Muslim dari Polsek Nanggung hadir ditengah geliatnya pemuda pemudi melangsungkan latihan Paskibra.

Apitu menyampaikan, sebagai warga negara Indonesia memang sudah seharusnya menamkan jiwa patriotisme. Menurutnya kegiatan positif jelang perayaan upacara  pengibaran bendera pada  HUT RI ke 78 tentu akan banyak dukungan.

“Kegiatan ini sangat bagus. Hal ini untuk memupuk jiwa nasionalisme. Harus terus digelorakan rasa nasionalisme yakni cinta tanah air,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bintara pembina desa (Banbinsa) Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung Peltu Didik N  dari Koramil Nanggung (Kodim 0621) Kabupaten Bogor menyatakan mendukung warga  Kampung Pasirgintung yang tengah latihan pasukan pengibar bendera (Paskibra).

Sebanyak 13  peserta asal warga setempat  mengikuti pelatihan paskibra untuk tugas HUT RI yang ke-78,  2023 mendatang. “Selama untuk hal positif, tentu kami pasti mendukung,” kata Peltu Didik

Dihadapan para peserta, Peltu Didik  merespons baik apa yang digagas warga Kampung Pasirgintung untuk persiapan upacara bendera pada HUT RI – ke 78. “Tentu saja  sebagai Babinsa kami sangat mengapresiasi dan mendukung. Tunjukan kalian pasti bisa,” kata dia menyemangati.

Meski pelaksanaan HUT RI yang ke-78 sekitar satu bulan lebih, namun peserta Paskibra dilakukan persiapan latihan jauh-jauh hari.

“Selama berjalannya latihan kami tegaskan semua peserta Paskibra harus serius dan jangan ada yang baper,” tegasnya.

Bukan hanya Babinsa, hal serupa juga Bhabinkamtibmas Desa Batutulis Aipda  Ricki Rustiana merespons baik rencana bakal digelarnya upacara pengibaran bendera merah putih di Batutulis.

“Semangat sukses, mohon maaf belum bisa hadir saya masih proses pengobatan sakit,” tutur Aipda Ricky.

Sementara Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna menyambut baik apa yang direncanakan warganya, yakni persiapan upacara HUT RI. “Pastinya kami mendukung dan siap membantu,” singkatnya.

Hal ini dikatakan panitia penyelenggara, Tuti Haryati, rencana persiapan upacara HUT RI ke- 78 di Lapangan Multifungsi  Batutulis diakuinya baru pertama dilakukan.

“Ini perdana, maka itu perlunya persiapan yang matang. Susksesnya acara juga perlunya dukungan semua pihak,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pastikan DD Tepat Sasaran, Camat Cigudeg Lakukan Monev

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Camat Cigudeg Pardi  melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sekaligus launching program ketahanan pangan budidaya hewan ternak diantaranya di Desa Sukamaju, Cintamanik dan Desa Batujajar.

Monev ketahanan pangan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023.

“Monev dilakukan untuk memastikan pencapaian  progam di semua desa bisa terealisasi dan tepat sasaran,” kata Camat Cigudeg kepada Jurnal Bogor.

Adapun tempat yang dilakukan monev tentu saja secara berkala di semua desa di Kecamatan Cigudeg agar selaras dengan dasar kebutuhan masyarakat, maka semua  pembangunan desa harus dilakukan pengawasan monitoring langsung untuk bisa mengetahui kwalitas hasil pekerjaan di semua desa.

** Arip Ekon

Galuga Center Nilai PKS Bupati dan Walikota tak Dijalankan Sepenuhnya

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan dan desakan sejumlah pihak. Pasalnya, tempat pembuangan akhir sampah dari dua kepentingan administratif Kabupaten dan Kota Bogor ini dinilai omong doang alias omdo karena hanya sekitar 10 persen yang dijanjikan ke masyarakat baru terealisasi, sementara deadline waktu tinggal empat semester lagi.

Ketua Galuga Center (GC) Asep Saepudin mengatakan, aktivitas TPAS Galuga sudah berlangsung selama puluhan tahun yakni dari tahun 1991 sampai dengan saat ini. Namun Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bupati dan Walikota Bogor, secara hampir 99% Pemerintah Daerah tidak menjalankan PKS tersebut secara baik dan benar.

“Desa Galuga, Desa Cijujung, dan Desa Dukuh merupakan salah satu desa yang dijadikan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dari dua kepentingan administratif Kabupaten dan Kota Bogor,” kata Ketua GC yang biasa disapa Doris, Senin (19/06/2023).

Dia menjelaskan TPAS Galuga tersebut seharusnya tertutup atau Sanitary Landfill (satu metode pengelolaan sampah yang modern dan efektif untuk digunakan di tempat penampungan sampah), seperti mana yang tertuang dalam Undang-undang tahun 2008 tentang pengelolaan akhir sampah.

“Harusnya Sanitary Landfill, namun faktanya TPAS Galuga masih Open Dumping (sampah dibuang begitu saja dalam pembuangan akhir tanpa ada perlakuan apapun),” jelasnya.

Bahkan kata dia, akses jalan menuju TPAS Galuga saja masih menggunakan akes jalan desa atau jalan adat yang dimiliki oleh warga. Sehingga, hal ini dinilai mengganggu aktivitas.

Untuk itu, menyikapi polemik TPAS Galuga, Ketua Galuga Center menegaskan, Pemkab dan Pemkot Bogor harus lebih konsen terhadap persoalan-persoalan yang ada di TPAS Galuga.

“Bukan hanya konsen dalam soal sisi pengelolaan sampahnya, lebih jauh dari itu harus lebih konsen terhadap pengelolaan Sumber Daya Manusianya (SDM). Karena bagai manapun, masyarakat sekitar TPAS Galuga dihadapkan dengan berbagai macam risiko kesehatan, mental, dan dan risiko materil dan non materil,” paparnya.

Dia menegaskan, Pemkab dan Pemkot Bogor seharusnya berkolaborasi agar dapat membangun jalan sendiri untuk menuju akses jalan TPAS Galuga.

Selain itu, dia menyoroti terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bupati dan Walikota Bogor. Sebab, secara fakta Galuga Center menilai bahwa hampir 99% Pemerintah Daerah tidak menjalankan PKS tersebut secara baik dan benar.

“Kita perlu menyikapi hal ini secara serius, ap kah pemerintah baik Kabuaten maupun Kota Bogor itu benar-benar siap atau tidak untuk konsen terhadap pengelolaan TPAS Galuga?,” bebernya.

Dia pun prihatin  sektor kesehatan di sekitar sampah tersebut bahwa sudah puluhan tahun TPAS Galuga beroperasi, sektor kesehatan tidak terjamah sama sekali oleh Dinas Kesehatan yang dimiliki Pemkab maupun Pemkot Bogor.

“Pelayanan kesehatan untuk orang sakit, pengadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) tidak ada,” ucap Doris dengan penuh keprihatinan.

Selain itu, sektor UMKM pun diungkapkan Galuga Center, bahwa tidak tersentuh pemberdayaan ekonominya. Padahal sudah jelas, masyarakat sekitar TPAS Galuga itu hampir 70% mengalami degradasi ekonomi lantaran kehilangan mata pencaharian akibat lahan pertanian tidak produktif. Sehingga dalam klausul PKS tersebut tercatat bahwa Pemkab dan Pemkot Bogor  akan memberdayakan sektor ekonomi melalui koperasi dan UMKM.

Akan tetapi pada faktanya, sampai dengan saat ini tidak terlaksana seperti halnya sektor kesehatan dan juga sektor pendidikan.

Padahal, dalam klausul PKS sudah dijelaskan bahwa Pemkab dan Pemkot Bogor sama-sama berkewajiban bertanggung jawab untuk memberdayakan sumber daya manusia yang berada di sekitar wilayah TPAS Galuga dalam hal pendidikan.

“Baik lembaga pengembangan keterampilan maupun PKBM semuanya tidak ada dan sebenarnya kalau kita mau buka-bukaan masih banyak point lagi di PKS untuk dikaji dan ditinjau ulang,” terangnya.

Sebagai mana yang tertuang dalam UU Pengelolaan Sampah Tahun 2008 Pasal 8 disebutkan bahwa masyarakat seharusnya dilibatkan dalam monitoring, dalam pengawsan terkait perjanjian yang dilakukan oleh dua kepala daerah.

Tapi faktanya, setiap evaluasi dari PKS itu masyarakat tidak pernah dilibatkan sehingga progresnya tidak jelas dan tidak terarah antara mana yang sudah dilakukan mana yang belum.

“Yang sudah dilakukan bagaimana perawatanya, monitoringnya dan lain-lain. Yang belum dilakukan bagai mana progresnya. Untuk itu Galuga Center mengajak kepada pihak terkait untuk bersama-sama menyikapi PKS ini mau dijadikan apa? apa hanya catatan di kertas? atau memang sebagai acuan untuk dilaksanakan di wilayah TPAS Galuga,” pungkasnya.

** Andres

Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Pantau Pemilihan RW di Cihideung Ilir

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Ciampea, Polres Bogor melakukan pemantaun pemilihan ketua Rukun Warga (RW) di Desa Cihideung Ilir, Ciampea, Kabupaten Bogor. Pemantauan ini untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Brigadir Kepala (Bripka) Heru Purnomo menyampaikan, pihaknya memberikan pesan Kamtibmas juga imbauan di wilayah desa binaanya.

“Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai anggota Polri dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengamanan serta pemantauan kegiatan ini agar dapat berjalan aman, nyaman, terkendali dan kondusif tidak ada permasalahan maupun provokasi yang bisa menimbulkan gangguan kamtibmas menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah Desa binaan,” katanya, Senin (19/06/2023).

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin yang disampaikan melalui Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto berpesan, untuk ikut serta bersama Polri dalam kerjasama meningkatkan pemiliharaan Kamtibmas.

“Agar warga senantiasa menjaga keamanan dalam pemilihan Ketua RW menjadi aman, nyaman dan kondusif,” katanya.

Lebih lanjut, Kompol Suminto menyampaikan harapannya agar para pemilih yang hadir dalam pemilihan ketua RW tersebut untuk tetap selalu menjaga situasi agar kegiatan berjalan aman dan nyaman.

“Ini sebagai wujud tanggungjawab kami dari aparat kewilayahan dalam menciptakan situasi kondusif bersama masyarakat, dan saya harap proses pemilihan ini berjalan kondusif dan lancar sampai selesai,” pungkasnya.

** Andres

Kadispora Akan Lakukan Percepatan Pembangunan Lapangan Tenis Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan pihaknya akan melakukan percepatan pembangunan lapangan tenis dan sarana lainnya yang sudah ada DED ( Detail Engineering Design) nya.

Asnan akan berupaya mengusulkan anggaran pada perubahan APBD Kabupaten Bogor tahun ini untuk memulai pembangunan Lapangan Tenis Pakansari.
” Pada DED yang lama dengan 9 lapangan anggarannya mencapai sekitar 186 Milyar. Kita berharap bisa memulai dengan 3 atau 4 lapangan baru.” ujar Asnan AP

Mudah mudahan, kata Asnan AP, usulan anggaran perubahannya bisa dapat dukungan dari stakholder dan pemangku kebijakan di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, potensi dan gairah olahraga tenis di Kabupaten Bogor sangat tinggi dari anak anak usia dini dan remaja.

” Saya akan terus berusaha merealisasikan terwujudnya harapan masyarakat tenis di Kabupaten Bogor yang merindukan lapangan tenis berstandar internasional,” tegas Asnan AP
Asnan mengatakan, Kalau ada lapangan tenis berstandar Internasional di Pakansari maka event atau kalender tenis nasional dan internasional bisa digelar di Pakansari

Bahkan, kata Asnan AP, ia juga akan mengajukan ke Pemerintah Pusat terkait anggaran pembangunan venue venue yang ada di Pakansari Sport Center.

Intinya, sambung Asnan AP, Dispora akan berusaha fokus membangun semua venue venue yang sudah ada DED nya di Pakansari Sport Center.

Selain akan berjuang membangun lapangan tenis, Kadispora Kabupaten Bogor juga akan memperjuangkan pembangunan Venue Aquatiq dan Gymnasium yang sudah ada DED nya . ( asep syahmid)

PENAS Padang Sukses Besar, Petani Milenial Malaysia Apresiasi Penyelenggara.

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Penas XVI yang diselenggarakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 menjadi tonggak geliat petani-petani muda baru atau dikenal sebagai petani milenial terjun di sektor pertanian.

Salah satu agenda dalam Penas XVI Padang adalah Temu Petani Muda ASEAN dimana, para delegasi bertukar pengalaman dan melihat praktik pertanian yang ada di Indonesia. Harapannya setelah kembali ke negaranya, para peserta dapat mengambil hal baik dalam pengelolaan pertanian khususnya oleh generasi muda.

Sarah, salah satu petani milenial asal Malaysia yang hadir, mengapresiasi pertemuan PENAS yang menghadirkan tidak hanya petani asal Indonesia namun juga ASEAN dan Negara Mitra.

“Bersama sama dengan, kita ada negara asean lain yang turut bergabung diperhelatan PENAS di Indonesia, bagi kita seorang agropreneur melalui penas kita mendapatkan informasi baru dan berbagi pengetahuan serta berbagi pendapat dari berbagi negara dari sisi teknologi, teknik pengolahan dan isu isu perubahan iklim dan langkah langkah apa untuk mengantisipasinya”. papar Sarah.

Melalui Penas kami dapat menimba ilmu terutama ilmu pertanian yang memiliki teknologi tinggi namun berbiaya rendah.
“Kami berterima kasih dapat ikut serta di penas ini” ujar Sarah.

Temu Petani ASEAN Asean Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 adalah bagian dari kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, Sumatera Barat. Pesertanya adalah petani Milenial dari negara anggota ASEAN dan negara mitra (Jepang dan Amerika).

Kegiatan ini diikuti 26 peserta asal negara-negara ASEAN. Yaitu Indonesia 12 peserta, Malaysia 2 peserta, Thailand 4 peserta, dan Filipina 2 peserta. Selain itu, ada juga Jepang sebagai negara mitra dengan 4 peserta, dan perwakilan Kedutaan Amerika dengan 2 peserta.

** ppmkp

Kontingen Popda Kabupaten Bogor Berkekuatan 301 Personil

0

Kontingen Kabupaten Bogor yang akan bertolak ke arena Pekan Olahraga Pelajar ( Popda) Jabar 2023 diperkirakan bakal berkekuatan 301 personil dengan rincian 234 atlet, 47 pelatih dan 20 official serta akan tampil pada 24 cabang olahraga.

Hal tersebut dikatakan Sekdispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga via ponselnya, Selasa, 20 Juni 2024.

Trian menambahkan, pelepasan Kontingen Kabupaten Bogor menuju Popda Jabar 2023 itu akan dilakukan di GOR Laga Tangkas.

” Untuk tanggalnya kita masih menyesuaikan karena ada beberapa cabor yang akan bertanding tanggal 30 Juni 2023,” tegas Trian yang juga sebagai Ketua FPTI Kabupaten Bogor ini.

Insya Allah, kata Trian, pelepasan Kontingen Popda Kabupaten Bogor ini akan dihadiri oleh semua atlet, pelatih dan official cabor yang masuk dalam Kontingen Kabupaten Bogor.

” Pak Kadispora yang akan melepas pemberangkatan Kontingen Popda Kabupaten Bogor menuju arena Popda Jabar 2023,” paparnya.

Terkait masalah target, Trian menegaskan, ingin semua atlet pelajar Kabupaten Bogor yang tampil pada arena Popda Jabar bisa meraih hasil maksimal dan menjadikan arena Popda ini untuk mematangkan mental dan kualitas bertanding dalam menghadapi event event besar dikemudian hari

” Kami ingin semua atlet pelajar yang tampil pada Popda Jabar 2023 ini akan menjadi kerangka inti Kontingen Kabupaten Bogor menuju Porprov Jabar 2026,” pungkas Trian. ( asep syahmid)

Inilah Kebanggan Doris Sundari Saat Menyaksikan Laga Timnas Indonesia Lawan Argentina

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Laga FIFA Match Day Indonesia versus Argentina yang dilangsungkan di Stadion GBK, Jakarta, Senin, 19 Juni 2023 benar benar menjadi daya magis semua pecinta sepakbola di tanah air.

Doris Sundari ketua IODI Kabupaten Bogor dan sebagai salah satu masyarakat pecinta sspakbola Kabupaten Bogor sangat beruntung bisa menyaksikan laga Timnas Garuda kontra Tim Tango Argentina.

Saat menyaksikan laga Timnas Indonesia lawan Argentina, Doris mengenakan jersey yang sangat keren karena ada warna timnas argentina dan warna timnas garuda dalam jersey nya.

Bahkan, ia juga membentangkan atribut Indonesia dengan bangga.

” Alhamdulilah saya bisa berada ditengah tengah ribuan suporter yang menyaksiksan laga FIFA Matchday kali ini. Luar biasa ini jadi momentum yang sangat bersejarah bagi saya dan juga ribuan suporter lainnya yang melihat langsung juara dunia 2022 di Senayan,” tegas Doris Sundari, Selasa, 20 Juni 2023.

Baginya, Timnas Garuda sangat beruntung bisa melakoni laga melawan Juara dunia itu.

” Saya tidak melihat hasil akhir. Namun saya melihat semua pemain Indonesia bisa tampil percaya diri saat melawan Tim Tango Argentina,” papar Doris.

Doris berharap, event event FIFA Matchday ini melawan negara negara yang hebat sepakbolanya seperti Brazil, Jerman, Spanyol, Italia, Inggris bisa kembali digelar di Indonesia.

” Saya yakin dengan seringnya melawan negara negara yang pernah jadi juara dunia akan punya dampak positif bagi masa depan sepakbola Indonesia.” pungkasnya. ( asep syahmid)