24.1 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 601

Arie Kembali Pimpin Calsic Chapter Bogor Raya

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua Calsic Chapter Bogor Raya Arie AM kembali terpilih menjadi ketua periode 2023-2025 pada Musyawarah Chapter (Muschap) Ke-3 dengan tema “CBR Ngariung Pikeun Ngahiji” di Saung Muara, Pakansari,  Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 28 Mei 2023.

Setidaknya lebih dari 60 % member aktif yang terdaftar di DPP Calsic menghadiri acara Calsic Chapter Bogor Raya ke-3. Ada dua kandidat ketua Chapter (Kechap)  yang terdiri dari Arie  dan Wahid yang mempresetasikan visi misi untuk kemajuan CBR Chapter Bogor Raya via zoom.

Hasil dari pemungutan suara, kandidat Ketchap CBR Chapter Bogor Raya  mendapatkan perolehan suara yakni Arie AM mendapat 55% suara dan Wahid  14% suara.  Sementara sisanya adalah suara tidak sah dan abstein, sehingga diputuskan Arie AM kembali memjadi Ketua Chapter periode 2023-2025.

Sementara sebelumnya acara Muschap Calsic Chapter Bogor Raya dibuka oleh  Steering Committee (SC) (SC) yang diketuai Sayid bersama 2 anggota SC lainnya Ade Sofyan dan Arif Kelana. Selanjutnya Muschap dipimpin oleh Pimpinan Sidang yang dipilih oleh peserta musyawarah yang hadir, mereka yang terpilih adalah Anto, Agus Ubeng  dan Sayid.

Acara dilanjutkan dengan laporan pertanggung jawaban Ketua chapter periode sebelumnya, Arie AM dengan didampingi seluruh jajarannya yang hadir pada kesempatan tersebut. Seperti diketahui, Calsic Chapter Bogor Raya adalah komunitas pengguna atau pemilik mobil Calya Sigra di wilayah Bogor.

Dalam Muschap ke -3 ini selain membahas mengenai peraturan dan Tatanan organisasi  di tingkat Chapter, juga diadakan pemilihan Ketua chapter CALSIC Bogor Raya periode 2023 – 2025, bertempat di Saung Muara, Pakansari,  Cibinong, Bogor, Jawa Barat Sabtu, 28 MEI 2023

dengan tema “CBR Ngariung Pikeun Ngahiji”.

“Di bawah kepemimpinan Arie AM, Calsic Chapter Bogor Raya diharapkan lebih baik lagi kedepan, lebih solid dan guyub,” ujar Anwar Sodik, ketua panitia (OC) Muschap ke-3 dan Anniversary ke 6  Calsic Chapter Bogor  Raya (CBR) yang akan diselenggarakan pada 4 Juni 2023 di Laga Satria, komplek GOR Pakansari.

**yev/wan

Selain Tak Berizin, Tower di Dayeuh Belum Bayar Sewa Lahan Warga

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Selain tak mengantongi izin, Tower Base Transceiver Station (BTS) yang berada di Kp Cikadu RT 02 / RW 02, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang dikerjakan oleh PT Gihon ternyata belum melakukan pembayaran sewa lahan warga yang dipakai dengan alasan ada syarat administrasi tanah yang dipenuhi.

“Sekalipun tower ini sudah dibangun, dan hampir selesai tapi saya belum menerima uang sewa sepeser pun dari pihak perusahaan, karena ada administrasi surat mengenai legalitas tanah ini ada yang belum beres,” ucap Cecep, pemilik lahan.

Menurut Cecep, dirinya tidak sama sekali merasa ditipu atau khawatir takut tidak dibayar, walaupun belum menerima uang sepeserpun. Soal perizinan itu bukan kewenangannya untuk mempertanyakan hal tersebut.

“Saya justeru disalahkan oleh pihak perusahaan saat pekerjaan ini dihentikan oleh Satpol PP. Padahal saya sendiri tidak tahu menahu soal itu,” paparnya.

” Walaupun tanah saya gak dibayar, apalagi ini ada insiden seperti ini, ya tinggal saya robohkan saja towernya turun-turunin,” cetus Cecep.

Sementara, Ketua RW 02 Amud mengatakan, untuk izin lingkungan sudah clear. Jika pun perizinan diatas seperti IMB belum diurus oleh perusahaan dia tidak mengetahui itu dan sempat menanyakan kepada pihak mandor, karena sehari setelah izin lingkungan selesai, barang langsung turun dan pekerjaan langsung dimulai.

“Saya selalu berpihak kepada warga, makanya saya kaget saat tau ada warga yang merasa keberatan padahal sudah tanda tangan, saya tidak tahu ada niat apa dibalik ini semua,” ungkapnya.

Dirinya menyebut, jika untuk setiap melakukan dan meminta izin lokasi kepada warga ia selalu menggunakan metode door to door, tidak pernah dikumpulkan dalam satu tempat. Dan untuk tower ini, dirinya hanya mendampingi, pengusaha langsung yang meminta tanda tangan kepada warga.

” Biasanya pihak pengusaha menitipkan dan terima bersih untuk izin lokasi, tapi untuk tower ini saya suruh turun langsung ke warga, dan saya rasa warga gak perlu dijelaskan kan udah tau tower itu modelnya seperti apa dan dampaknya apa. Kalo gak setuju ya dari awal jangan tanda tangan,” ketusnya. 

** Nay Nur’ain 

Ecoprint Primadona UMKM Desa Gunung Putri, Ini Pesan Kiki Zakkiyah untuk Anggota PKK

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Banyaknya kunjungan dari luar kabupaten bahkan luar pulau ke Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor membuat semua lembaga masyarakat yang ada di desa harus bekerja ekstra dan memberikan tampilan-tampilan baru sehingga mampu memikat setiap pengunjung yang datang.

Seperti hal yang disampaikan Ketua TP PKK Desa Gunung Putri Kiki Zakkiyah yang menggencarkan produk batik Ecoprint untuk berbagai macam jenis kerudung dan pakaian wanita dan pria. Menurut Kiki, keahlian membuat produk Ecoprint ini didapat dari dukungan CSR Indocement yang mendatangkan langsung pelatih dari balai ke desa.

” Alhamdulilah setelah mendapatkan ilmu pengetahuan dari pelatihan tersebut, saya menggerakkan ibu-ibu PKK untuk memproduksi kerudung jenis segi 4 dan Pasmina,” ungkap Kiki sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Senin (29/5/23).

Lebih lanjut Kiki menjelaskan, setiap sekali produksi dirinya dan ibu-ibu PKK lainnya mampu memproduksi 12 pcs kerudung jenis segi 4, dan 12 kerudung jenis Pashmina, serta 4 pcs baju, dan itu menghabiskan sekitar 9 gulung kain.

“Untuk prosesnyanya sendiri memakan waktu sekitar seharian, sampai dengan pengeringan dan layak jual. Jika untuk proses penataan daunnya hanya memakan waktu sekitar 15 sampai 20 menit, dan untuk proses pengukusan agar gambar corak daun tersebut menempel pekat di bahan itu memakan waktu sekitar 2 jam,” bebernya.

Dirinya bersyukur, apalagi dengan banyaknya tamu yang berkunjung ke Desa Gunung Putri. Tak jarang, barang dagangannya diborong oleh tamu untuk oleh-oleh di daerahnya, bahkan sampai ada yang bertanya detail proses pembuatannya.

“Saya berupaya untuk membangkitkan semangat kaum ibu, terutama pemahaman jika perempuan itu sebetulnya multitalenta dan bisa melakukan hal secara bersamaan,” katanya.

“Adanya kegiatan pembuatan baju dan kerudung ecoprint ini, tanpa disadari juga bisa menambah penghasilan ibu PKK. Ya semoga kedepannya untuk anggota PKK bisa membuat usaha sendiri dari hasil pembelajaran ilmu pengetahuan yang didapat di Desa Gunung Putri,” pungkas Kiki yang juga seorang pengajar. 

Kiki bangga karena produk Ecoprint menjadi salah satu produk andalan serta banyak peminatnya. “Pesan saya untuk ibu-ibu PKK semangat dan jangan mudah puas untuk terus berkreasi guna meningkatkan ekonomi,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Kades Buanajaya Sambangi Achmad Fathoni, Ini Keluhannya

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor 

Masih menyisakan pekerjaan pascalongsor yang terjadi di Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Kepala Desa Buanajaya menyambangi Kantor DPRD Kabupaten Bogor menyampaikan aspirasi dan kebutuhan yang harus dilaksanakan dan bersifat segera pascabencana longsor tersebut.

” Iya saya datang minta bantuan sama dewan agar segera dibawakan alat berat oleh DPUR atau pun BPBD untuk langkah pertama penataan longsoran tanah,” kata Kepala Desa Buanajaya Sudarjat kepada Jurnal Bogor, Senin (29/5/23).

Sudar menjelaskan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada DPUPR untuk permohonan bantuan alat berat dan pemasangan bronjong sebagai langkah awal untuk memperbaiki infrastruktur yang sifatnya sementara.

“Berdasarkan hasil survei bersama tim BPBD, Pemcam Tanjungsari dan masyarakat, itulah yang kami butuhkan saat ini alat berat untuk pengerukan tanah di beberapa titik lokasi dan bronjong,” bebernya.

“Maka dari itu kami menyambangi Pak Dewan Achmad Fathoni untuk bantu didorong agar bisa segera direalisasikan kebutuhan kami, mengingat kondisi cuaca saat ini hujan setiap sore,” lanjut Sudarjat.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni merespons positif aspirasi warga Desa Buanajaya, Tanjungsari yang disampaikan langsung oleh Kades Sudarjat yang didampingi Ketua RW terkait tindak lanjut penanganan bencana longsor di Cibereum.

“Langsung saya komunikasikan dengan teman-teman PUPR dan BPBD untuk membantu pengerahan alat berat serta pembangunan bronjong. Sehingga tanah yang mengalami pergerakan tidak membuat was-was dan membahayakan penduduk di sekitarnya,” kata Fathoni sapaan akrabnya.

Politisi PKS tersebut menyampaikan ada hal yang harus segera ditanggulangi atau mendapatkan perhatian, yaitu kondisi lokasi saat ini belum ada penanganan, tanah yang longsor masih seperti semula. Sedangkan ada beberapa rumah yang berdekatan dengan lokasi pergerakan tanah.

“Sisa bebatuan dan tanah yang masih tertinggal di bagian atas membuat warga selalu was-was dan sangat membahayakan, karena bisa terjadi longsor susulan setiap saat,” cetus anggota Komisi 3 tersebut.

Menurut Fathoni kondisi tersebut perlu ditangani segera dengan alat berat untuk menata bekas longsoran serta membuat saluran air dan pembangunan bronjong untuk menstabilkan tanah. Selain itu, perlu segera dikaji keamanan area tersebut bagi hunian warga, dan jika memang tidak aman, harus dibuat perencanaan relokasinya.

“Saya coba komunikasikan dengan BPBD dan PUPR agar bisa segera dibantu, dan semoga pada tanggal 1 Juni mendatang saya bisa berkunjung ke sana,” paparnya.

Fathoni juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa yang sudah bersilaturahmi ke kantornya dan berharap apa yang dibutuhkan bisa segera direalisasikan apalagi ini untuk kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat sudah cukup lama menunggu dan hampir putus harapan,” pungkasnya.

Untuk diketahui berikut titik-titik lokasi yang membutuhkan bronjong dan pengerukan bekas longsoran:

Lokasi 1 Kebutuhan Bronjong
1. Panjang 50 m, Tinggi 5 m (titik 1)
2. Panjang 30 m, Tinggi 7 m (titik 2)

Lokasi 2 Kebutuhan Bronjong 
1. Panjang 100 m, Tinggi 7 m ( titik 1)

Lokasi 3 kebutuhan pengerukan jalan yang biasa digunakan warga
1. Panjang 150 m, Lebar 3 m

Lokasi 4 kebutuhan pengerukan tanah yang menutup kali
1. Panjang 500 m, Lebar 2 m

** Nay Nur’ain

Berupaya Majukan Daerah Sendiri, Nurodin Apresiasi Warga Ciguha

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah pemilihan (Dapil) 5 Nurodin mengapresiasi warga Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor yang mengubah hutan belantara jadi lebih produktif dan membangun sarana sosial.

“Ini salah satu penciri daerah akan maju. Karena kemajuan daerah ini tidak bisa hanya pada bertumpu pada semangat dari pada pemerintah saja,” kata Nurodin kepada wartawan di sela sela menghadiri kunjungan Gubernur Jawa Barat ke Desa Rengasjajar, Senin (29/05/2023).

Nurodin mengapresiasi warga Ciguha karena menurutnya saat ini warga Ciguha sudah mengenal manajemen modern.

“Salah satunya adalah bagaimana tata kelola yang baik, kemudian juga ada civil society bagaimana masyarakat ikut serta terlibat berswadaya dan berpartisipasi hal ini cukup bagus,” katanya.

Hal ini juga kata dia, bagaimana pihak perusahaan yang berada di wilayah Kampung Ciguha turut mendukung kegiatan positif masyarakat setempat.

“Kita lihat masyarakat di sana sudah mulai antusias untuk maju, apa lagi membuka akses jalan baru. Yang selama ini akses ke kampungnya harus mengikuti aturan dalam jam operasional yang ditentukan perusahaan,” beber Nurodin.

Masyarakat Ciguha kata politisi PKB ini cukup semangat untuk membangun wilayahnya. Hal ini harus dilanjutkan karena kemajuan sebuah daerah itu harus dimajukan oleh masyarakat itu sendiri.

“Ada tiga hal dalam kemajuan suatu daerah, pertama bagaimana pemerintah yang baik, kemudian sosial society-nya masyarakat ikut terlibat kemudian dukungan pihak lain atau pihak ketiga,” pungkasnya.

** Andres

Burhanudin Resmi Pimpin Desa Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Musyawarah Pemilihan Desa Antar Waktu akhirnya menetapkan Burhanuddin sebagai Kades Cileungsi menggantikan alm Benny yang meninggal dunia karena sakit. 

Hasil akhir perhitungan suara oleh Panitia Pilkades PAW yang disaksikan masing masing saksi calon Kades dan peserta musyawarah didapatkan calon no urut 1, Burhanudin meraih suara terbanyak 225, sementara calon no urut 3 meraih 16 suara dan calon no urut 2 meraih 5 suara, suara tidak sah 2 dan absen 2 dari total pemilih 250 orang.

Camat Cileungsi Adhi Nugraha, menyampaikan rasa syukur  terkait pelaksanaan Musyawarah Desa yang terlaksana dengan baik. Penyelenggaraan sukses dan mudah mudahan menjadi salah satu tolak ukur pelaksanaan kegiatan pesta demokrasi tingkat desa ke depan.

“Selamat kepada Kades terpilih dan ajakan bersinergi dengan kami Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Daerah untuk membangun bersama”, ujar Adhi.

Sementara itu, Kepala Desa Cileungsi terpilih Burhanudin mengatakan, dirinya sangat bersyukur atas amanah yang akan diembannya dengan acara pemilihan yang berjalan kondusif.

“Alhamdulillah acara pemilihan berjalan kondusif,” ungkap burhanudin kepada wartawan, Senin (29/5/23).

Burhanudin juga berharap akan kemajuan desa Cileungsi yang akan dipimpinnya akan lebih baik lagi, “Dengan terpilihnya saya berharap kedepannya Cileungsi kidul akan lebih baik dan alhamdulillah masyarakat Cileungsi percaya sama saya,” tukasnya.

Dirinya juga berterimakasih kepada warga masyarakat Cileungsi yang telah percaya kepada dirinya untuk memimpin Cileungsi. “Kepada masyarakat Cileungsi saya berterima kasih telah mempercayai saya sehingga terpilih menjadi Kepala Desa Cileungsi,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

PKS Kabupaten Bogor Lantik Dewan Pakar dan Dewan Penasihat

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Bertempat di aula kantor DPD PKS Kabupaten Bogor, Jalan tegar Beriman, Cibinong Sekretaris MPD PKS Kabupaten Bogor, Dadeng Wahyudin, S.Pd. membacakan SK Penetapan Dewan Penasihat dan Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor, Minggu (28 Mei 2023). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Halal Bihalal anggota dan pengurus DPD PKS Kabupaten Bogor.

Dedi Aroza

Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Dedi Aroza, M.Si. dalam sambutannya mengamanatkan kepada struktur dan anggota PKS untuk memperkuat kesabaran menghadapi tahun politik yang penuh tantangan.

“Hambatan internal mapun eksternal akan bermunculan menjelang tahun politik. Ini harus disikapi dengan kesabaran yang tinggi oleh anggota dan pengurus PKS disemua tingkakatan,” ungkapnya.

Dedi menyampaikan dengan kesabaran yang kuat tidak mustahil apa yang dicita-citakan PKS Kabupaten Bogor akan terwujud. Contohnya tentang target perolehan kursi 19 DPRD Kabupaten Bogor.

“Segenap bakal calon anggota dewan telah siap menyambut tahun politik dengan seluruh tahapannya. Termasuk jika aturan proporsional tertutup maupun terbuka diberlakukan,” ujar Dedi.

Sementara itu dengan dibentuknya Dewan Pakar dan Dewan Penasihat, merupakan langkah upaya PKS Kabupaten Bogor memberikan kontribusi berupa masukan dan solusi bagi masyarakat Kabupaten Bogor, bagaimana PKS Kabupaten Bogor bisa bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bogor serta meluaskan dukungan masyarakat kepada PKS.

Adapun yang dilantik sebagai Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor berjumlah 15 orang. Dengan Ketua Dewan Pakar, DR. Syamsuddin, M.Pd., Kepakaran Pendidikan dan Jaringan dan Sekretaris Dewan Pakar, Eman Sulaiman, S.Sos, M.Pd., Kepakaran  Pendidikan dan Jaringan Lembaga.

Sedangkan Dewan Penasihat PKS Kabupaten Bogor yang dilantik, berjumlah 5 orang, dengan Ketua Dewan Penasihat, Drs. H. Dja’far Aziz dan Sekretaris Dewan Penasihat, Subardi.

Musthafa Sunhaji Ketua Bidang Pembinaan Umat DPD PKS Kabupaten Bogor sebagai ketua pelaksana kegiatan Halal Bihalal mengatakan kegiatan pelantikan ini merupakan penutup dari sejumlah kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H.

“Tetap meriah dan hikmat apalagi ada tausiah dari Ust Amang Syafrudin, Lc yang ditunggu –tunggu nasihat dari beliau untuk anggota dan pengurus,” pungkasnya ketika menutup sambutan.

** Humas PKS Kabupaten Bogor

Mari Kita Bersabar Menyadarkan Masyarakat untuk Melestarikan Lingkungan

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Membaca informasi dari abang Syaf,  beliau “gagal” meyakin warga masyarakatnya menjaga lingkungan hidup, ekosistem perairan sungai, DAS anak sungai Kuantan, yaitu sungai Lingkaran sangat disayangkan.

Sungai Lingkaran yang ada di desa Kampung Baru Kec. Cerenti,  kini setelah pemekaran desa menjadi Desa Kampung Baru Timur. 

Berbicara mengenai kondisi perairan anak sungai Lingkaran,  pikiran saya melayang ke tempo doeloe,  semasa kecil dan kanak-kanak,  begitu indah dan riang-gembiranya kita hidup guyup.  Dimana ekosistem alam, seperti DAS Kuantan,  anak sungai Lingkaran,  pulau pasir di Desa Pulau Jambu dan pulang Tongah Desa Koto,  serta pantai berpasir yang ada di ekor (ikuak,  bahasa Continya)  Desa Sikakak dan lokasi bergembala sapi di Sianyir,  mengingatkan saya hidup di kampung yang indah,  riang-gembira dan jiwa merdeka. 

Di masa itu kehidupan manusia dengan alam, begitu harmoni dan saling menjaga agar ekosistem alam jangan dirusak,  pola pikir dan budaya masyarakat lokal di masa itu (thn 1970an) masih bersinergi yang saling membutuhkan, yang disebut Ecocentrisme dalam filsafat lingkungan.

Saya bersama teman-teman remaja kampung tahun 1970-an,  yang diasuh mentorku Abang Syafrizal,  masih teringat mandi bersama,  bermain “perangan” dengan senjata daun pisang,  kita bermain,  bercengkrama di sekitar hutan,  semak-belukar,  ditumbuhi pepohon karet di daerah anak sungai Lingkaran. 

Saya merasakan dampak positif bermain di alam bebas,  yang asri dan airnya bersih,  sehingga saya paham dan bisa bergaul dengan baik dengan teman-temanku bertetangga semasa kecil, diantaranya bang Syafainur,  alm Syafriwandi,  Asriadi, Tari,   Edi,  Arlis, Helmi Taher, alm. Aprianis,  alm. Hanupri,  Yusmar,  bang Abbas Janu,  alm Ikat,  dan banyak lagi kawan bermain yang lain.

Sayang ya kini semua ekosistem perairan DAS Lingkaran tidak seperti dulu lagi,  airnya jernih kini keruh dengan dikotori sampah akibat populasi penduduk lokal yang bertambah banyak dengan pola perilaku dan budaya “merusak”.

Mereka gemar menebang pohon tanpa mau menanam, membuang sampah sembarangan,  suka membakar hutan untuk usaha perkebunan tanpa peduli kelestarian flora dan fauna,  binatang liar seperti harimau,  gajah,  beruang,  siamang (ungko)  dll kini kehilangan habitat tempat hidupnya. 

Yang lebih celaka lagi,  membuat lingkungan hidup merana adalah adanya perizinan pengeloaan hutan dengan HPH yg diberikan kepada segelintir penguasa besar (oligarky), para cukong yang berdomisili di ibu kota. Negara Jakarta. Dengan izin HPH ekosistem hutan tropika semakin hancur,  ditebangi pepohonannya untuk diambil kayunya (logging), diangkut kayu-kayunya melalui DAS Kuantan sampai ke sungai Indragiri Hilir,  untuk selanjutnya diekspor kayunya ke beberapa negara seperti Singapura,  Hongkong dan Jepang.

Mereka para cukong,  para konglomerat-oligarky semakin kaya raya,  berkehidupan mewah,  sebaliknya rakyat tempatan sebagai pewaris lahan adat (land tenure rights) menderita,  jatuh miskin karena kehilangan. SDAL, tragedy of the common tidak terelakan.

Dampak penebangan. Hutan yang berlebihan (forest overexlotation)  dari SDAL tersebut adalah rusaknya ekosistem lahan atas (upland) berupa Hutan Tropika yang diesploitasi besar-besaran (over exploitation) oleh para konglomerat Aseng dan Asing, makanya kini kita sama-sama lihat di lapangan dimana anak sungai Lingkaran yang dulu jernih airnya kini kotor,  tidak lagi bisa dijadikan tempat bermain dan bercengkrama sebagaimana situasi kita semasa kecil dan remaja tempo doeloe.

Sebagaimana yang abang Syaf informasikan, ceritakan di WAG Sompec ini, sungguh memprihatinkan kita semua. Semuanya ekosistem alam sudah hancur dan rusak, hutan gundul,  sungai mendangkal dan melebar akibat derasnya air dari kawasan atas (upland,  perbukitan)  tingginya sedimentasi tanah bekas hutan,  air pun menjadi keruh dan berbuih. Kemudian tebing-tebing pantaran sungai banyak yang longsor, dibiarkan, ditambah lagi tekanan penambangan emas liar secara illegal (Peti)  yang semakin marak mencemari air sungai dengan limbah bahan beracun,  berbahaya (B3). Limbah B3 membawa berbagau macam penyakit dan bahkan bisa mematikan pengguna air utk diminum dan mandi. Hal ini semakin melengkapi sejumlah faktor penghancur ekosistem alam,  dimana SDAL kita sebagai sumber utama kehidupan bersama, sebagai sistem pendukung kehidupan (life supporting system) semakin terus berkurang dan hilang (punah) fungsi ekologisnya dan penyedia maksnan dan energi yang dibutuhkan manusia. 

Dengan tata-kelola yang salah (bad governance)  SDAL itu,  akibatnya kehancuran,  punah. semuanya kini tinggal kenangan,  yang mewariskan penderitaan dan kehidupan yang sulit, kesengsaraan bagi generasi selanjutnya (future generation) anak,  cucu dan cicit kita serta para Dunsanak di nagori Kuansing. Jika kita terus tak peduli dengan kelestarian. SDAL yang dianugerahi Allah SWT di nagori kita.

Mengapa kasus rusak ekosistem alam bisa terjadi dan dibiarkan sampai hancur dan punah ?

Jawabannya akibat berkelindannya penyakit sosial 3 K yakni kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan yang dialami masyarakat,  terutama para pemuka dan pemimpin pemerintahannya (para pejabat negara).

Para pemimpinnya kebanyakan berwatak serakah, rakus, egoistis, munafiq dan hobbynya hidup bermegahan dan mewah (hedonist) diluar kapasitas penghasilan (gaji) yang resmi dan halal-toyiban, alias korup.

Sedangkan tokoh dan para pemuka masyarakatnya, terutama kalangan masyarakat menengah (middle class social)  tidak mau belajar,  dan kurang menghargai ide-ide kreatif-inovatif, serta tak mau memahami pemikiran dan pendapat kaum cerdik pandai (intelektual) dari orang lain. Boro-boro penghargaan (apresiasi)  yang saya dapat, bila menulis dan beropini tentang nasib kampung kita, justru sebaliknya yang dirasakan. 

Kita memang dituntut terus bersabar,  terus saja berbuat,  berani beropini dengan niat ikhlas karena Allah semata,  mana tahu suatu ketika ada perubahan dan pertaubatan nasuha. Insya Allah.

Sebagai contoh kasus,  saya sendiri ada beberapa pengalaman pahit,  jika menulis tentang tema kritik sosial untuk memajukan kehidupan kampung halaman.  Ada sekelintir orang “menyerang”, bahkan berani menelpon dan mencemeehkan serta mempersoalkan konten tulisan saya.

Menurut saya yang dipermasalahkan itu menyangkut hal-hal yang tak penting dan tak relevan dengan substansi konsepsi dan ide-ide yang saya tawarkan. Ya saya berlapang dada,  dan harus bersikap sabar dengan menulis lagi untuk klarifikasi.

Untuk jelasnya,  mohon dibaca dan disimaklah artikel saya AA yang berjudul “klarifikasi mengapa Saya menulis”. Untuk kesekian kalinya saya “membela diri” guna mereduksi penyakit gagal paham (misunderstanding).

Maka saya AA tidak akan menyerah dan kalah untuk menyadarkan para Dunsanakku rakyat,  masyarakat dan bangsa, agar ekosistem alam dan kekayaan SDAL yang ada dikelola dengan baik dan jangan lupa melestarikannya,  janganlah dirusak dan dikotori. 

Para pemimpin dan pemuka masyarakat wajib memberikan contoh berperilaku ysng baik,  seraya mengarahkan dan mendidik warga masyarakat lokal agar sadar dan peduli lingkungan hidup (ekologi) yang sehat dan lestari,  sebagaimana kehidupan negara maju dan modern seperti Jepang, Korsel. Singapura,  dll yang pernah saya lihat dan kunjungi (baca artikel saya di medsos Lead co.id yang berjudul. “Belajar Tertib dan Bersih dari Masyarakat Jepang).

Walaupun tanpa ada. Apresiasi, bahkan terkadang dicibir, dicemeehkan,  semuanya tak menjadi soal bagi saya,  Allah SWT “mboten sarek”.

Sebab niat saya hanya karena Allah SWT, meraih pahala semata,  walaupun dipuji dan atau “dimaki” sebagai konsekwensi mengamalkan ilmu saya miliki-kuasai,  serta bermotivasi luhur guna berkontribusi mendorong perubahan sosial dan budaya (sicial and culture change)  ke arah lebih baik, berkemajuan dan berperadaban serta masyarakat terbebas dari penyakit sosial 3 K tersebut diatas.

Selamat berjuang senior dan mentorku abang H. Syafrizal Syafii,  dan kawan-kswan cerdik pandai, kaum sekolahan terpelajar Caghonti yang kian bertambah banyak untuk menyadarkan warga masyarakat bahkan pejabat untuk mau dan mampu melestarikan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup yakni air, sungai, hutan, tanah,  dan udara agar bersih, rapi dan lestari demi menyelamatkan kebutuhan anak cucu kita di kemudian hari di nagori Rantau Kuansing.

Ini melengkapi konten tulisan ini,  mohon izin saya share kembali artikel saya AA yang terakhir terbit di media sosial.  Demikian narasinya,  semoga bermanfaat,  mohon maaf apabila ad hal-hal yang kurang berkenan di hati. Syukron barakallah.

Selamat idul Fitri 1444 H,  mohon maaf lahir dan bathin. Maaf terlambat,  sebab baru pulang berlebaran dan berlibur wisata sekeluarga di negara Sakura Jepang, sekalian jenguk si sulung Annisa Hasanah (34 th)  sedang berjuang menyelesaikan studi Doktornya di Kyoto University.  Mahon doanya untuk kesuksesan anak kita, insya Allah kebanggaan dan rasa syukur kita. ###

Penulis:
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi
(Dosen, Konsultan,  Pegiat dan Pengamat Sosial, orang asal Cerenti,  bermukim di Bogor City)

Sungai Cikaniki Terlihat Keruh, Ini Kata Kapolsek

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Aliran sungai Cikaniki yang terlihat keruh langsung dicek Kapolsek Nanggung AKP Joni Handoko. Pengecekan dilakukan di sepanjang aliran air Cisarua yang tembus ke sungai Cikaniki.

“Air Cikaniki keruh bukan disebabkan karena dari limbah para PETI (Penambang Emas Tanpa Ijin),” ujar Kapolsek Nanggung Joni Handoko, Senin (29).

Pihaknya telah melakukan pengecekan yang dilakukan Kanit Intel Iptu Usep Mursid bersama anggota Reskrim Polsek Nanggung menyisir aliran, mulai dari jembatan Nanggung, Desa Nanggung, jembatan Leuwibuluh Desa Bantarkaret.

Adapun hasil pengecekan di area jembatan Nanggung yang berbatasan dengan Desa Pangkaljaya didapat air sungai Cikaniki keruh berwarna coklat. Pengecekan di jembatan kecil Kp. Pondok Peucang Desa Nanggung berbatasan dengan Desa Pangkaljaya juga didapat air sungai Cikaniki keruh berwarna coklat.

Kemudian pengecekan dilakukan di Kampung Baju Rambeng Desa Curugbitung  berbatasan antara Desa Bantarkaret didapat air sungai Cikaniki agak keruh berwarna hijau kecoklatan. Tak sampai disitu, pihak kepolisian dari Mapolsek Nanggung lanjut pengecekan di jembatan Kampung Muara, air sungai Cisarua Desa Cisarua yang tembus ke sungai Cikaniki agak keruh berwarna bening kehijauan.

Pengecekan di jembatan  Leuwibuluh berbatasan dengan Desa Cisarua didapat air sungai Cikaniki agak keruh berwarna bening kehijauan. Kemudian, aliran sungai dari arah Kampung Ciguha dan PT Antam terlihat jernih dan bersih. Dari kesimpulan semua hasil pengecekan diatas didapat hasil air sungai Cikaniki keruh berwarna coklat pekat dari jembatan kecil Kampung Pondok Peucang sampai jembatan Nanggung, sementara dari jembatan Leuwibuluh sampai Kampung Baju Rambeng, air sungai Cikaniki agak keruh berwana bening kehijauan.

Adapun air sungai Cikaniki keruh akibat di sepanjang sungai Cikaniki banyak warga yang bertani dan sedang menggarap sawah guna persiapan musim tanam jenis padi.

“Para petani yang sedang menggarap sawahnya dimana airnya  mengalir ke sungai Cikaniki,” jelas Kapolsek.

** Arip Ekon

Pekerja di SPBE Cikampak Tewas Tenggelam di Ground Tank

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Seorang pekerja di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di Jalan Cikampak RT 06 RW 05 Desa Bojongrangkas, Ciampea, Kabupaten Bogor tewas tenggelam di ground tank (kolam pembuangan dan penampungan air).

Peristiwa naas itu terjadi, Sabtu (27/5/2023) sekitar pukul 22:30 Wib. Komandan Regu 3 Tim Rescue Damkar Kabupaten Bogor, Syabbuddin mengatakan, korban saat itu bersama rekan kerjanya melihat seperti ada gangguan karena selang terus bergoyang karena tekanan gas yang tak biasa.

Pihak safety SPBE sudah menginfokan jika itu hal normal dan bukan gangguan. Namun korban berinisiatif memperbaikinya.

“Korban berinisiatif mengikat selang untuk buangan gas. Karena posisi kolam sudah terisi gas sebelumnya, yang bersangkutan tidak kuat menghirup gas dan mengalami kesulitan bernafas. Korban pingsan dan terjatuh ke kolam,” katanya.

Petugas yang mendapat laporan langsung mengevakuasi korban dengan alat lengkap. Akhirnya korban bisa dievakuasi.

“Terevakuasi kondusif, namun korban dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya.

** Andres