24.6 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 600

Dianggap Lakukan Pengrusakan, PT BSS Terancam Dilaporkan ke APH

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS) yang saat ini sedang mengklaim kepemilikan lahan garapan di Gunung Salak, persisnya di Desa Cijeruk, Cijeruk, Kabupaten Bogor, terancam akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH) oleh pemilik. Sebab, pihak PT BSS diduga sudah melakukan pengrusakan terhadap lahan miliknya.

Hendro, pemilik lahan garapan di Desa Cijeruk mengaku akan meminta pihak PT BSS untuk duduk bareng dan menyelesaikan persolan ini dengan baik. Sehingga tidak harus ditempuh melalui jalur hukum.

“Kalau niat baik saya tidak digubris pihak PT BSS dengan penyelesaian secara baik, terpaksa saya akan laporkan kepada APH,” katanya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi di lokasi lahan garapannya di Desa Cijeruk, Selasa (30/5).

Menurutnya, tindakan tegas dengan cara melaporkan ke APH, bukan tanpa dasar. Pasalnya, kurang lebih sudah puluhan tahun menggarap lahan yang luasnya mencapai 12 hektare tersebut  tersebut dari over alih milik warga. “Dan surat over alih garapannya pun saya punya,” ungkap Hendro.

Selain itu, lanjut Hendro, bukti surat kepemilikan lain terhadap lahan seluas 12 hektar yang dimilikinya saat ini, yakni dengan keluarnya izin lokasi dan sedang dalam prosesnya sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor.

Hendro pun menjelaskan, semenjak tahun 2010 saat adanya program sismiop, untuk pembayaran pajak yang awalnya hanya ke desa dengan menjadikannya pendapatan asli desa, kini sudah berubah dan membayar pajak ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Mulai tahun 2010 pembayaran pajak langsung ke Pemda dengan keluarnya PBB (Pajak Bumi Bangunan). Bukti pembayaran pajaknya pun ada,” paparnya.

Hendro menegaskan, pihaknya tidak akan diam saja dengan tindakan yang sudah dilakukan pihak PT BSS. “Sebelumnya memang pernah ada surat somasi dari pihak PT BSS, tapi tidak pernah mengundang saya untuk diajak bicara, tahunya ada tindakan seperti sekarang saja dan itu pun tidak ada konfirmasi terlebih dulu,” tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi dengan mendatangi kantor PT BSS di Pasir Pogor, Desa Cijeruk, tidak satu pun dari pihak perusahaan yang bersedia diminta keterangan, alasannya tidak ada yang berkompeten.

“Yang bisa dikonfirmasi lagi di atas (lahan garapan,red). Kalau mau bersurat saja dulu,” kata salah seorang bapak-bapak yang saat itu berada di tempat jaga dengan tidak bersedia memberitahukan namanya.

** Dede Suhendar

Polisi RW Direspons Positif Warga Nanggung

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor merasa puas dengan kehadiran Polisi RW. Pasalnya, di wilayah binaan Polsek Nanggung kini telah tercipta suasana kondusif di masyarakat.

Seperti dikatakan warga Pasirgintung Ahmad, kehadiran Polisi RW sangat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah kampungnya.

“Sangat membantu sekali, karena kalo ada permasalahan di kampung ini kita cukup menanyakan langsung kepada Polisi RW yang selalu hadir di Pos Kamling ini,” katanya.

Sementara Kapolsek Nanggung Joni Handoko mengatakan, Polisi RW memang bertugas melayani aduan masyarakat di tingkat Rukun Warga.

“Jika masyarakat memiliki keluhan ataupun aduan terkait kejahatan dan tindak kriminalitas dapat langsung melapor kepada Polisi RW yang ada di lingkungannya,” katanya, Selasa (30/05).

Dia menjelaskan, di wilayah Polsek Nanggung Polisi RW masih terbatas. Sebab satu polisi bertugas ke beberapa RW di satu desa.

Kendati demikian, diakuinya di wilayah Polsek Nanggung tercipta Kamtibmas pada lingkungan dan dapat meningkat kepercayaan publik kepada polisi.

“Alhamdulillah sejak sebelum bulan puasa kemarin sampai sekarang tindak kriminal seperti curanmor terus narkoba tawuran sangat minim sekali,” ucapnya.

Jadi kata dia, hal itu adalah upaya pihaknya dalam rangka meningkatkan usaha preventif menghimbau mengajak masyarakat secara pro aktif menjaga Kamtibmas.

“Polisi RW  dalam rangka menampung aspirasi dari masyarakat keluhan saran ataupun komplain terhadap kinerja kepolisian kami tampung untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik kami. Jadi tidak ada hal yang lain semata-mata dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.

** Andres

Tinggal Sendiri, Perempuan Muda Meninggal di Ruang Tamu Rumahnya

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Seorang perempuan muda berusia 25 tahun di Desa Cibeber II, Leuwiliang, Kabupaten Bogor ditemukan dengan keadaan meninggal dunia di ruang tamu rumahnya, Selasa (30/05). Pihak kepolisian pun langsung menggelar olah TKP dan memberikan garis polisi di area rumah tersebut.

Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto mengatakan, diduga korban berinisial AS, seorang perempuan yang tinggal sendiri dan jauh dari keluarganya di Ciluar, Sukaraja.

“Meninggalnya seorang perempuan ini  diduga karena sakit, jadi yang bersangkutan ini sakit jantung,” katanya.

Awalnya kata dia, tetangganya korban  mencium bau kurang sedap dan di depan pintunya itu banyak lalat. Dengan pintu terkunci, terpaksa pintu rumah korban harus di dobrak.

“Sebelah rumahnya itu ada saudaranya. Posisi rumah dalam keadaan terkunci, meninggalnya dalam posisi lagi tidur di lantai,” ungkapnya.

Jadi kata dia terakhir korban pada hari Sabtu masih keliatan membeli pulsa, sampe Senin engga keliatan.

“Punya penyakit jantung, keluarganya juga menerangkan, dibawa ke RS juga divisum, engga ada luka apa-apa. Keluarganya ikhlas engga mau diautopsi jadi langsung dimakamkan,” pungkasnya.

** Andres

Desa Kalongliud Peringati HLUN dengan Skrining PTM

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Puskesmas Nanggung menggelar acara Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang ke-27 dan melakukan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM).

“Kami Pemerintah Desa Kalongliud menyelenggarakan HLUN dan ditunjuk sebagai tuan rumah acara bersama Puskesmas Nanggung,” kata Kepala Desa Kalong Liud Jani Nurjaman kepada wartawan, Selasa (30/5).

Selain itu pada acara ini pihaknya menghadirkan khusus manula terdiri dari 7 desa yang ada dibinaan Puskesmas Nanggung.

“Rangkaiannya diawali kegiatan senam lansia dan memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah, dan potong kue serta tiup lilin,” jelasnya.

Adapun kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi warga khusus Kalong Liud yang masuk kriteria PTM.

“Harapan kedepan semua pihak dapat memberikan edukasi agar tetap menjaga kesehatan,” ucapnya.

Menurut Jani, di musim pancaroba ini tentu harus meningkatkan kebersihan supaya terhindar dari penyakit demam berdarah dengue.

“Karena saat ini lebih banyak musim kemarau, dan kerap diwaspadai demam berdarah dengue (DBD), diutamakan perlu menjaga kebersihan lingkungan rumah,” pungkasnya.

** Andres

Eks Karyawan PT Intinusa Selareksa Tunggu Niat Baik Perusahaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Mantan karyawan PT Intinusa Selareksa Tbk, Priatno alias Neno masih menunggu niat baik perusahaan bisa membayar uang pesangon sesuai aturan. Hal itu dia katakan usai mediasi di Dinas Tenaga Kerja ((Disnaker) Kabupaten Bogor, Selasa (30/5/2023).

“Saya masih nunggu pekan depan ada mediasi lagi,” kata Neno.

Dia menjelaskan, pertemuan mediasi pertama dengan HRD PT Intinusa Selareksa masih sebatas menyampaikan duduk perkara persoalan dan pihak perusahaan yang berada di Citeureup itu belum bisa mengabulkan permintaa. Namun pihak perusahaan tak menyangkal kalau dia tak bermasalah dalam kinerja sehingga PHK dilakukan sepihak.

“Dilaporkan dulu ke pimpinannya. Saya sih inginnya tidak berlarut- larut. Toh, yang diminta saya itu adalah hak saya yang harus diberikan perusahaan,” jelasnya.

Kuasa hukum Neno, Edison dari Serikat Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia ’98 (SP-PPMI ’98) menjelaskan, sesuai Undang-undang Cipta Kerja, pihak perusahaan telah melanggar ketentuan. Pasalnya, Neno di-PHK bukan karena keinginan Neno tetapi alasan kontrak sudah habis.

“Padahal kan Neno udah bekerja hampir 9 tahun harusnya kan diangkat sebagai pegawai tetap bukan kontrak. Nah, sekarang tiba-tiba diputus (PHK),. Ketentuan kontrak saja sudah melanggar. Ya sekarang harusnya bayar pesangonnya sesuai ketentuan atau pekerjakan lagi'” ungkapnya.

Sementara dari pihak perusahaan, HRD Dept. PT Intinusa Selareksa Tbk, Yoyon Setiawan ketika diminta penjelasannya usai mediasi tak bersedia memberikan keterangan. “Tidak tidak,” seraya menggelengkan kepalanya.

** Asep S.Sayyev

Belanja Fashion Mudah Tidak Bikin Ribet, Aplikasi Urban&Co Solusinya

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Bertempat di Atrium Cibinong City Mall (CCM) 2 kabupaten Bogor. Aplikasi Urban&CO resmi diluncurkan pada Minggu 28 Mei 2023, belum lama ini.

Pada launching tersebut, juga ditampilkan fashion show dari koleksi-koleksi Urban&Co yang bertemakan office look. Bahkan, ada juga pembagian hadiah dan voucher untuk pengunjung CCM 2 dengan nominal jutaan rupiah.

Manager E-Commerce PT Urban Niaga Citralestari atau Urban&Co, Tito Sulistiantoro mengatakan, 12 tahun berdiri, Urban&Co sudah memiliki 79 store yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan sekarang aplikasi Urban&Co bisa diunduh atau download  di Google Play dan Apple Store.

“Dengan hadirnya aplikasi Urban&Co para customer bisa menikmati promo-promo yang lebih menarik,” kata Tito.

Dengan adanya aplikasi Urban@Co, lanjut Tito, bisa mempermudah masyarakat untuk belanja produk-produk Urban&Co.

“Jadi, dimana saja dan kapan saja bisa berbelanja koleksi-koleksi fashion dari Urban&Co,” ucapnya.

Tito berharap ,adanya aplikasi Urban&Co dapat lebih memperkaya dunia fashion dengan menunjukan produk asli Indonesia . ” Dan siap bersaing dengan produk-produk dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.

Handy Mehonk | **

Jelang Hari Jadi Bogor, Ini Yang Dipersiapan Apdesi Gunung Putri untuk Memeriahkan Acara

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Jelang peringatan Hari Jadi Bogor yang ke-541 tahun 2023, Pemerintah Kecamatan Gunung Putri beserta jajaran dan kepala desa kompak mempersiapkan acara HJB agar lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri Udin Saputra mengatakan, pihaknya mengadakan rapat untuk kegiatan HJB yang ke 541 nanti, dimana kegiatan akan dilaksanakan di area kantor Kecamatan Gunung Putri.

“Akan dibuat lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, akan ada pesta rakyat, gebyar UMKM, pentas seni, kegiatan senam massal, dan upacara pastinya dengan menggunakan pakaian adat Jawa Barat, ” beber Udin kepada Jurnal Bogor, Selasa (30/5/23).

Udin yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Ciangsana mengatakan, pihak desa akan mengirimkan perwakilan UMKM untuk dipamerkan di acara HJB nanti. Selain itu juga akan mengirim peserta untuk mengikuti pentas seni dan senam bersama.

“Untuk partisipasi yang ditetapkan memang tidak ada, tapi sudah sepatutnya kita saling bahu membahu, karena hari jadi Bogor ini ya hari jadi kita bersama,”cetusnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Apdesi H.Amir Arsyad yang menginginkan kegiatan HJB nanti bisa berjalan dengan baik dan meriah sesuai yang diharapkan. Mengingat, begitu banyak potensi yang memang bisa dipamerkan pada acara besar seperti HJB nanti.

“Ini akan jadi pesta rakyat yang besar dan meriah, oleh karena itu dalam perbincangan tapi kami membutuhkan semua peran serta kerjasama dengan berbagai instansi,” ungkap H.Amir yang juga sebagai Kepala Desa Bojong Nangka.

Dirinya berharap kepada masyarakat untuk turut memeriahkan acara HJB nanti, bukan hanya dari kalangan pemerintahan saja, melainkan semua unsur harus ikut partisipasi.

“Semua harus ikut, agar meriah, kan ini hari jadi kita warga Kabupaten Bogor yang ada di Kecamatan Gunung Putri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

FGD HITI: Kebijakan Publik (termasuk Biosaka) Harus Berdasarkan Kajian Ilmiah

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Akademisi dan praktisi bidang pertanian yang tergabung pada Himpunan Ilmu Tanah Indonesia [HITI] merekomendasi ‘kebijakan publik Biosaka harus berdasarkan kajian ilmiah’ mengingat hasil penelitian menunjukkan ternyata Biosaka tidak berpengaruh terhadap produksi padi.

Rekomendasi tersebut mengemuka pada Focus Group Discussion [FGD] yang digelar HITI bertajuk ‘Sharing Pemanfaatan Biosaka untuk Tanaman Padi Sawah’ secara online pada Senin [29/5]. FGD dihadiri hampir 75 peserta online dari kalangan akademisi, praktisi, pejabat Kementan dan pejabat pemerintah daerah terkait serta penyuluh dan stakeholders.

Hadir narasumber Dr Ir Ladiyani Retno Widowati, MSc dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk
pada Balai Standarisasi Instrumen Pertanian [BSIP] Kementerian Pertanian RI dan akademisi IPB University, Dr Arif Hartono.

Acuannya, hasil penelitian Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk pada Balai Standarisasi Instrumen Pertanian [BSIP] Kementerian Pertanian RI menunjukkan ternyata Biosaka tidak berpengaruh terhadap produksi padi, serta tidak mengurangi kebutuhan pupuk 50% hingga 90%.

Sebagai tindak lanjut FGD, maka HITI meminta kepada seluruh Komisariat Daerah (Komda) untuk dapat melakukan pengamatan terhadap daerah yang telah menerapkan Biosaka dalam kegiatan budidaya pertanian.

HITI juga meminta kepada seluruh Komda untuk melaksanakan penelitian dan pengujian terkait efektivitas Biosaka dan suplemen lainnya pada kegiatan budidaya pertanian.
Kegiatan FGD sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa peningkatan produksi pertanian merupakan bentuk akselerasi menghadapi tantangan global.

“Untuk terus memperkuat stok pangan khususnya beras yang merupakan kebutuhan pokok dalam negeri, bahkan dibutuhkan di seluruh dunia,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Biosaka adalah local knowledge hasil temuan atau invensi praktisi pertanian bernama Muhammad Anshar, warga Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur.

Biosaka adalah cairan yang dibuat dari pucuk-pucuk daun atau rumput-rumputan sehat dan utuh tidak dimakan serangga yang diremas dalam air dengan takaran dan waktu tertentu.
Terkait hal itu, FGD digelar oleh HITI sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dari petani, penyuluh, serta stakeholder pertanian lainnya terkait efektivitas penggunaan biosaka.

Dr Ir Ladiyani Retno Widowati, MSc mengatakan Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk yang memiliki tugas dan fungsi terkait pengujian standar instrumen tanah dan pupuk telah melakukan pengujian terkait penggunaan Biosaka di Blitar dengan tanaman indikator padi.

“Pengujian tersebut telah dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan Permentan No 1 Tahun 2019,” katanya.

Menurut Ladiyani, hasil uji laboratorium pada ramuan Biosaka menunjukkan bahwa kandungan hara makro-mikro adalah sangat rendah, sehingga tidak dapat disebut sebagai pupuk/pestisida.

“Biosaka mengandung ZPT atau zat pengatur tumbuh dengan kadar cukup tinggi,” katanya.
Menurut Ladiyani dengan memperhatikan spesifikasi Biosaka dan respon tanaman akibat aplikasinya, maka cairan Biosaka dikategorikan sebagai elisitor yang berhubungan dengan imunitas tanaman terhadap Organisme Pengganggu Tanaman [OPT] dan kemampuan untuk tumbuh dalam ekosistem tertentu.

Akademisi IPB University, Dr Arif Hartono mengakui terdapat beberapa klaim bahwa penggunaan cairan Biosaka dapat mengurangi penggunaan pupuk hingga 100%, hal ini menjadi perhatian khusus terkait keseimbangan hara dan kesinambungan daya dukung lahan dalam menyediakan hara bagi tanaman.

“Agar tidak terjadi pengurasan hara, maka penggunaan cairan Biosaka bersifat sebagai komponen pelengkap,” kata Dr Arif Hartono.
Komponen utama budidaya tanaman, katanya lagi, meliputi pupuk anorganik, organik, dan hayati yang harus ditambahkan dalam jumlah yang sesuai dengan kondisi status hara tanah, kebutuhan tanaman, dan juga target produksi.

Ladiyani menambahkan bahwa hasil pengujian BPSI Tanah dan Pupuk juga menunjukkan bahwa dengan pertimbangan efisiensi maka penggunaan pupuk NPK dapat dikurangi 25% asal ditambahkan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah.

** Humas BBPSDMP

Dukung Pembangunan Pertanian di Perdesaan, BBPMKP Serahkan Banper Bagi 19 P4S Jateng dan DKI Jakarta

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jawa Barat. Guna mendukung pembangunan pertanian di perdesaan, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menyerahkan Bantuan Pemerintah (Banper) penunjang operasional kegiatan bagi 19 Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) di wilayah Jawa Tengah dan DKI Jakarta baru-baru ini.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung P4S sebagai pembaharu perdesaan sekaligus pengungkit sektor pertanian tanah air. Ia pun mengapresiasi kerja P4S di berbagai wilayah tanah air yang turut serta aktif memberikan pelatihan dan melakukan agenda peningkatan intelektual bagi para petani di daerah, terlebih P4S merupakan aktor penggerak muda dalam pembangunan pertanian di perdesaan.

“Dengan hadirnya P4S menjadi lembaga swadaya masyarakat yang insyaallah, Kementan akan melakukan “booster” dan mem “back up” agar lebih maksimal”, ucap Mentan Syahrul

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan para insan P4S selama ini sebagai pelaku usaha dan aktif memberikan pelatihan kepada para petani.

Salah satu upaya “booster” dan “back up” yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian adalah penguatan kelembagaan P4S melalui pemberian banper berupa sarana dan prasarana penunjang operasional guna meningkatkan efektitivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran dan permagangan bagi para petani di daerah.

Kepala BBPMKP, Yusral Tahir dalam kesempatan penyerahan banper di Magelang, Jawa Tengah menyebutkan P4S harus didukung untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“P4S sebagai salah satu pusat pengembangan SDM pertanian yang strategis sekaligus pembaharu perdesaan harus terus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai guna menggenjot produktivitas pertanian kita”, sebut Yusral.

Ia pun mengajak pengelola P4S penerima untuk memanfaatkan banper sebaik mungkin.

“Ayo, manfaatkan bantuan ini guna meningkatkan produktivitas pertanian kita melalui penyuluhan dan pelatihan, minimal menjaga produktivitas hasil pertanian untuk kebutuhan pangan wilayah setempat”, sambung Yusral.

Ke 19 P4S penerima banper merupakan peserta lolos seleksi yang telah dilakukan BBPMKP sebelumnya, berupa seleksi administrasi dan wawancara secara virtual. Adapun variabel penilaian yang diperhatikan dalam seleksi banper ini meliputi keswadayaan, keterpaduan, kemitraan, kemanfaatan, dan berkelanjutan.

** Nita/BBPMKP

JNE Raih Penghargaan 5Th Indonesia CSR Brand Equity Award 2023 Kategori Courier Service Sector Industry

0

Mei 2023 –JNE mendapatkan penghargaan CSR Brand Equity Award 2023 dalam kategori Courier Service Sector Industry. Acara diselenggaran oleh The Iconomics yang sangat mendukung berbagai inovasi dan terobosan – terobosan yang dilakukan oleh perusahaan di Indonesia yang berhasil membangun citra kegiatan CSR yang kuat.

Penghargaan diberikan langsung oleh Bram S. Putro sebagai Founder and CEO The Iconomics yang diterima oleh Yance Arvan, selaku Marketing Project Senior Analyst JNE di Auditorium Abdulrahman Saleh, LPP RRI Jakarta Pusat (25/5). “CSR Brand Equity – Gold Award”, merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan dengan citra tanggung jawab social terbaik di kategori masing-masing. Kajian tersebut dilakukan melalui survey online pada 10 kota besar di Indonesia secara acak kepada 10.000+ responden dengan batas usia termuda dari 16 tahun.

Eri Palgunadi, Marketing Group Head mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan istimewa ini. “Mewakili seluruh karyawan dan manajemen JNE, kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada The Iconomics atas penghargaan 5Th Indonesia CSR Brand Equity Award 2023 dalam kategori Courier Service Sector Industry”. 

Komitmen JNE sebagai perusahaan ekspres dan logistik nasional, untuk berkontribusi secara nyata selama 33 tahun terhadap kemajuan perekonomian Bangsa serta Negara, diwujudkan dalam berbagai langkah bisnis yang dapat menjadi peluang bagi masyarakat. Pengembangan bisnis terus dilakukan dengan meningkatkan berbagai sektor penting agar JNE memiliki kualitas pelayanan terbaik, sehingga dapat selalu bermanfaat bagi seluruh stakeholder, pelanggan, maupun para mitra.  

Eri juga menyampaikan bahwa JNE didirikan dengan tujuan utama agar membawa manfaat bagi banyak orang, baik internal mau pun eksternal perusahaan sesuai dengan tagline kami yaitu, “Connecting Happiness”. Oleh karena itu, penghargaan ini menjadi motivasi  seluruh manajemen dan karyawan untuk terus menjalankan performa kerja yang prima, dan melanjutkan komitmen untuk terus berinovasi dalam pengembangan bisnis. Kami berharap berbagai program dan langkah JNE, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas”, pungkas Eri.