24.1 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 602

Gubernur Jabar Tinjau Lokasi Jalan Tambang

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (29/05/2023). Orang nomor wahid di Jabar tersebut meninjau lokasi rencana pembangunan jalan tambang yang menghubungkan tiga kecamatan yakni Rumpin, Parungpanjang dan Cigudeg.

“Perjalanan ini panjang, karena ini inovasi baru, biasanya jalan itu untuk umum. Kalo ini khusus truk tambang yang berbayar, maka Inovasi dimulai dari regulasi dulu, tidak sesederhana kata-kata,” kata Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil.

Dijelaskannya, jalan tol khusus tambang sudah dimulai. Dari 11,5 kilometer lahannya sudah dibebaskan dan mayoritas jalannya sudah terbentuk namun masih berupa tanah.

Bahkan kata dia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus mengeluarkan peraturan menteri khusus untuk jalur tersebut, surat ijin dari Kabupaten Bogor yang didelegasikan.

Diakuinya ada keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan kata RK, adanya kendala perijinan dari pusat, sebab kalau semua ijinnya hanya dari provinsi dari tahun kemarin kata Gubernur sudah selesai.

Dia menjelaskan, seperti halnya jalan tol mayoritas tidak memakai anggaran negara pihaknya berperan memudahkan untuk urusan tersebut secara investasi, maka perannya adalah cukup dibiayai swasta yang berinisiatif.

“Diharapkan satu tahun dari sekarang menurut perkiraan PT JB ini, insya Allah akan beroperasi melewati dua belas jembatan. Akan ada exit dan entrinya delapan titik tinggal jalur truk itu tidak banyak bikin macet. Saking banyaknya saya perintahkan minimal ada delapan,” jelasnya.

Menurut Ridwan, kalau jalan tersebut selesai maka tidak akan terjadi lagi percampuran kendaraan yang menyebabkan banyak korban jiwa dalam kecelakan.

Sementara,  kata dia, untuk memuluskan jalan umum sedang menunggu akses jalan tambang selesai agar jalan umum tersebut tidak cepat rusak.

“Jalur umumnya nanti akan diaspal dan sudah dianggarkan, tapi dikerjakan setelah jalur tambangnya selesai. Karena kalo diaspal sekarang truk besarnya masih beroperasi nanti akan cepat rusak,” ucapnya.

Dia berharap, warga untuk bersabar satu tahun ke depan, setelah jalan tambang beres nanti ada waktunya jadi kenyataan.

“Masyarakat hidup tenang tidak banyak debu dan kecelakaan, bisnis juga silahkan jalan, karena ada miliaran ton disini yang memang dibutuhkan untuk pembangunan Indonesia dari tanah Jawa Barat sesuai ijinnya diatur yang berkelanjutan dan jangka panjang yang berpotensi,” paparnya.

Ditempat yang sama Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku kedatangan Ridwan Kamil adalah impian warga kabupaten Bogor khusus di wilayah jalan tambang.

“Yang sudah kita impi-impikan dan  kita harapkan terwujudnya jalan tambang  di wilayah Cigudeg, Rumpin, Parung panjang dan Gunungsindur itu harapan masyarakat Cigudeg dan sekitarnya,” katanya.

Pasalnya, kata Iwan, keberadaan truk tersebut banyak kecelakaan dan akses jalan provinsi mengalami kerusakan.

“Mudah-mudahan hari ini, di penghujung kepemerintahan beliau apa yang disampaikan bisa terwujud, kita doakan dan kita dukung seluruh progres, dari mulai kegiatan sosialisasi, pekerjaan dan mungkin nanti di tengah-tengah pekerjaan. Saya sebagai Bupati Bogor berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk ikut mendukung,” pungkasnya.

** Andres

Pra Pelatda dan TC Pelajar Upaya NPCI Kabupaten Bogor Mencetak Atlet

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua Umum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach menegaskan pelaksanaan Pra Pelatda dan TC Pelajar yang tengah dilakukannya saat ini adalah salah satu upaya bagi NPCI Kabupaten Bogor mencetak atlet potensial dari binaan sendiri.

Selain itu, kata Misbach, Pra Pelatda dan TC Pelajar bisa jadi bagian penting dalam proses regenerasi atlet NPCI Kabupaten Bogor menatap pelaksanaan Peparda Jabar 2026 mendatang.

” Pra Pelatda dan TC Pelajar adalah terobosan baru dari kami. Bahkan mungkin ini juga yang pertama dilakukan salah satu NPCI tingkat Kota dan Kabupaten yang ada di Jabar dan Indonesia,” ujar Misbach, Senin, 29 Mei 2023.

Lebih lanjut, sambung Misbach, dari program Pra Pelatda dan TC Pelajar ini diharapkan akan menambah jumlah atlet NPCI Kabupaten Bogor yang akan jadi bagian Kontingen Jabar pada ajang Peparnas 2024 dan Pepapernas 2023.

Hal yang sama dikatakan Ripin Sembiring selaku Sekum NPCI Kabupaten Bogor yang menaruh harapan besar dari program Pra Pelatda dan TC Pelajar ini akan punya dampak positif bagi masa depan prestasi NPCI Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, atlet yang ikut dalam Pra Pelatda dan TC Pelajar ini diberikan perhatian serius sama NPCI Kabupaten Bogor.

” Pra Pelatda dan TC Pelajar adalah bagian dari proses pembinaan yang kami lakukan dalam menatap event event selanjutnya seperti Peparda Jabar 2026, Peparnas 2024 dan Pepapernas 2023,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Persib Resmi Datangkan Playmaker Jebolan La Liga Spanyol

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Persib Bandung secara resmi mengumumkan perekrutan pemain asal Spanyol bernama Tyronne Gustavo del Pino Ramos. Pemain yang pernah memperkuat beberapa klub La Liga Spanyol, Las Palmas dan Tenerife tersebut menjadi rekrutan legiun asing pertama Persib musim ini.

Del Pino akan menjadi pemain Spanyol kedua yang berbaju Persib setelah Juan Carlos Belencoso pada tahun 2016 lalu.

Direktur PT PERSIB Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menjelaskan, pemain berposisi playmaker ini direkrut atas rekomendasi pelatih Luis Milla.

“Atas rekomendasi pelatih, kita mengontraknya dengan durasi satu tahun dan ada opsi perpanjangan satu tahun,” kata Teddy dilansir dari laman resmi klub, Senin, 29 Mei 2023

Sebelum bergabung dengan Persib, pemain kelahiran Las Palmas, 27 January 1991 ini bermain untuk klub Thailand, Nakhon Ratchasima. Di klub tersebut, ia tampil dalam 27 pertandingan dengan koleksi 6 gol.

Del Pino merupakan pemain jebolan Akademi Las Palmas.

Namun, pada masa kontraknya bersama Las Palmas, ia sempat dipinjamkan ke Barkaldo, Huesca dan Tenerife sebelum kahirnya berbaju Lamia (Yunani) pada rentang periode tahun 2019-2020 ( asep syahmid)

Camat Ivan Peduli Talenta Atlet Sepeda Cisarua

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Prestasi para pebalap mountain bike (MTB) asal Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terus menunjukan peningkatan. Dalam tiga bulan terakhir, Ateng B-Boy dkk. melesat, dan mengisi setiap podium.

Terbaru, atlet asal Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Muhammad Nur Taufik berhasil menjadi juara pada event Enduro Indonesia Series 2, yang digelar di Trek 11 Sukawana Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akhir pekan kemarin.

Tim Sepeda Cisarua dengan Camat Ivan Pramudya

Sebelumnya, Ateng B-Boy dan Haikal Akmal juga menjadi yang tecepat saat event downhill, di Pinang Bike Park, Banten. Bahkan, atlet muda lainnya, Raihan Muhammad Ihsan, Diky Pratama, serta Dimas terus menambah jam terbangnya di berbagai event resmi.

Prestasi para pebalap MTB yang berasal dari Kecamatan Cisarua membuat Camat Ivan Pramudya bangga. Menurut dia, dengan adanya trek sepeda di Puncak membuat para pebalap semakin matang saat mengikuti event resmi.

“Saya sangat bangga dengan prestasi para pebalap yang berasal dari Kecamatan Cisarua. Saya yakin ke depan, mereka semakin matang, dan bisa memperkuat Kontingen Kabupaten Bogor di berbagai event seperti Pekan Olahraga Daerah, maupun Pekan Olahraga Nasional,” jelas Ivan Pramudya, Senin (29/5/2023).

Dia pun berharap para pebalap Cisarua bisa mengulang kesuksesan saat tampil pada Enduro Indonesia Series 3 di Kintamani Bali, pertengan Juli mendatang. “Semangat latihan, dan fokus untuk menjadi juara,” pesan Ivan kepada para pebalap.( asep syahmid)

Irfan Karim Optimis Tatap Series 3 di Kintamani Bali

0
Pokhara Enduro

Cibinong | Jurnal Bogor

Usianya memang masih muda, tapi urusan adu kecepatan di trek, tak usah diragukan lagi. Irfan Karim (15), pebalap One Bike Team (Obit) telah membuktikannya di event-event resmi.

Salah satunya Enduro Indonesia Series 2 yang digelar di Trek 11 Sukawana Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Irfan yang turun di kelas Men Youth berhasil menempati posisi keenam.

Irfan sendiri mengaku puas dengan catatan waktunya. “Sebetulnya bisa finis di urutan tiga besar. Tapi, menjelang garis finis, ada pebalap di depan jatuh, dan saya tak bisa menghindarinya. Di situ, saya kehilangan waktu,” kata Irfan Karim, Senin, 29 Mei 2023.

Irfan sendiri bakal memperbaiki catatan waktunya. Dia mengaku bakal menggeber program latihan sebelum tampil di Enduro Indonesia Series 3 yang bakal digelar di Trek Kintamani, Bali, Juli mendatang. “Masih ada waktu, saya harus fokus dalam latihan,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik One Bike Team, Irwan mengaku senang dengan capaian Irfan di Enduro Indonesia Series 3. “Banyak race bagus untuk menambah jam terbang Irfan. InsyaAllah, Obit akan ambil bagian lagi di series tiga,” kata Irwan. ( asep syahmid)

Wujudkan Smart City, PMII dan Pemkot Bogor Gelar Simposium Pergerakan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dalam rangka mewujudkan program Smart City, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor menggelar kegiatan Simposium Pergerakan yang digelar di Taman Ekspresi, Lapangan Sempur, Minggu (28/05/23).

Ketua Cabang PMII Kota Bogor, Try Rahman Yusuf menjelaskan,  salah satu alasan kuat diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk bukti keseriusan PMII Cabang Kota Bogor dalam mengawal penuh Program Smart City yang digagas pemerintah sejak tahun 2021.

“Salah satu alasan kuat dari  terselenggaranya kegiatan Simposium Pergerakan ini, mengajak kepada mahasiswa, khususnya bagi kami warga pergerakan untuk senantiasa ikut berkontribusi bersama pemerintah Kota Bogor , baik itu dalam bentuk perbuatan, ataupun ide gagasan dalam mewujudkan Bogor Smart City,” kata Try.

“Oleh karena itu dalam kegiatan Simposium Pergerakan ini kami mengusung tema Kota Bogor Menuju Smart City, hal itu kami gagas karena kami juga berharap kepada pemerintah Kota Bogor wacana untuk menjadikan Bogor yang Smart City dapat segera direalisasikan, dan diimplementasikan secara massif, terutama dalam mengambil sebuah kebijakan, harus bertumpu pada kesejahteraan masyrakat, maka dalam hal ini stek holder yang ada di pemerintah Kota Bogor itu sendiri, harus menunjukan Smart Pemerintahan, itu yang terpenting,” jelasnya lagi.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapeda, Kasat Intel Polresta Bogor Kota, Sekdis PUPR Kota Bogor, Kepala Divisi Kominfo Kota Bogor, serta 60 kader dan anggota PMII Cabang Kota Bogor.

Sementara itu Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapeda Kota Bogor, Risna Widiastuti, S.STP. MP mengapresiasi kegiatan Simposium Pergerakan ini, dan dirinya pun berharap Pemerintah Kota Bogor bersama dengan mahasiswa senantiasa bekerjasama mewujudkan Kota Bogor yang Smart City

“Apresiasi setinggi tingginya kepada pengurus cabang PMII Kota Bogor beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, besar harapan saya semoga kami Pemerintah Kota Bogor mampu untuk merealisasikan cita-cita besar kita semua, yaitu menjadikan Bogor yang Smart City tentu saja dalam hal ini perlu adanya Kerjasama dari beberapa elemen, terutama kepada kawan kawan mahasiswa, khususnya sahabat sahabati yang tergabung dalam organisasi ini,” harap Risna.

**Muhamad Rifki Fauzan/cs-jb

Regulasi Green Concrete Dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Lingkungan yang Berkelanjutan

0

Oleh:
Prof. Dr. Ir. Drs. Syafwandi, MSc

(Fakultas Teknik Sipil Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang)

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Istilah Green Concrete merupakan symbol keprihatinan para pakar konstruksi atas penggunaan matrial konstruksi yang mengancam keberlanjutan lingkungan. Dalam perjalanan sejarah sejak ditemukannya beton sampai saat ini, proses pembuatannya tidak berubah,karena material pembuatan beton melalui fabricated dan penambangan.

Seluruh prosesual tersebut menimbulkan pencemaran dan keberlanjutan lingkungan, sehingga berkontribusi secara signifikan terhadap penipisan sumber daya alam yang terbatas (Suharwanto, 2005). Apabila exploitasi manusia terhadap lingkunganuntuk mendapatkan material beton berlanjut, maka lingkungan akan mengalami kejenuhan, sehingga tidak dapat lagi memberikan dukungan terhadap pertumbuhan suatu populasi.

Sebagai subyek lingkungan manusia seharusnya berkewajiban untuk menjaga agar lingkungan hidup terus berlangsung secara seimbang. Alhasil manusia seharusnya bekerjasama dengan alam agar lingkungan tetap lestari dan tidak merugikan satu sama lain (BHATT,1990:49). Untuk menciptakan kelestarian lingkungan, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Undang-Undang No. 32/2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Melalui undang undang tersebut pemerintah menginginkan terjadinya keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan.

Sementara perlunya regulasi green concrete dalam rangka mewujudkan cita-cita UU No.32/2009. Para pakar maupun akademisi mulai menciptakan inovasi green concrete, yakni dengan membuat beton melalui pemanfaatan (susitusi, pencampuran) limbah industry seperti: fly ash, copper slag, abu sekam padi maupun tebu, serta limbah keramik, kerang dam sebagainya.

Dari pengamatan, seluruh perguruan tinggi prodi Teknik sipil maupun Lembaga penelitian seperti LIPI , BPPT sampai saat ini masih gencar melakukan penelitian tentang green concrete, dan hasilnya cukup mencengangkan bagi peningkatan kualitas beton. Namun pemanfaatan limbah industry untuk pembuatan beton di Indonesia belum banyak dilakukan oleh pemerintah ataupun kontraktor.

Kondisi ini oleh berbagai kalangan terutama akademisi disebababkan mindset user yang masih menganggap limbah adalah limbah.

Mestinya mindset yang harus dibangun bahwa limbah adalah produk yang bisa dimanfaatkan kembali untuk kepentingan green concrete dan mengurangi dampak lingkungan dari sampah industry yang sangat melimpah yang dihasilkan oleh PLTU dan industry tambang maupun pertanian. Selain itu factor pemerintah yang belum mengeluarkan regulasi tentang green concrete juga menjadi penyebab hasil penelitian tentang green concrete jalan ditempat, hanya bermanfaat bagi kepentingan skripsi, thesis, disertasi, journal dan kompetisi.

Atas dasar itu, penulis dalam rangka Seminar Perkembangan Dunia Teknik Sipil di Era Globalisasi dengan topik Regulasi Green Concrete Dalam Rangka Mewujudkan Lingkungan Yang Berkelanjutan memaparkan kebijakan dan konsep.

Kebijakan pada hakekatnya adalah serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang mesti diikuti dan dilakukan oleh para pelakunya untuk memecahkan suatu masalah (Anderson, 1079). Konsep kebijakan public di Indonesia adalah penerapan kebijakan melalui program aktivitas dalam mekanisme yang terikat pada system yang sangat bermanfaat untuk bangsa.

Topik kali ini berkaitan dengan green concrete, secara spesifik Indonesia belum memiliki kebijakan tentang hal tersebut. Namun selama ini semua kegiatan yang terkait dengan pemanfaatan alam maupun pembangunan mengacu kepada Undang-Undang No. 32/2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan yang mengamanahkan konsep dampak lingkungan yang positif dan menghindari dampak negative.

Selanjutnya bagaimana tentang gerakan green concrete? Green concrete sendiri adalah konsep pembuatan beton yang menggunakan limbah industri untuk menghasilkan beton dengan karakteristik tertentu yang bertujuan tidak menghabiskan sumber daya alam (SDA) serta berwawsan lingkungan.

Gerakan green concrete yang telah dimotori oleh para akademisi maupun peneliti dari instansi terkait sudah banyak menghasilkan produk penelitian green concrete , namun belum digunakan secara massal untuk kepentingan pekerjaan konstruksi sipil. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dari pihak pemerintah sebagai payung hukum pemanfaatan green concrete.

Lalu yang masuk green concrete adalah beton, salah satu material konstruksi yang paling popular, dan volume penggunaannya di dunia hanya kalah dari air. Mulai dari bangunan tinggi, jembatan, dam, saluran, tiang listrik, bantalan rel kereta api, perkeras jalan hingga perumahan sederhana banyak menggunakan beton.

Material utamanya adalah kerikil, pasir, semen serta air. Sayangnya, produksi semen tergolong kurang ramah lingkungan. Setiap produksi satu ton seme, satu ton gas karbon dioksida juga dihasilkan dan dilepaskan ke atmosfir. Gas karbon dioksida ini terkelompok dalam gas rumah kaca yang bertanggung jawab atas perubahan iklim dunia.

Malhotra (202) memperkirakan produksi semen menyumbang 7% dari total produksi gas rumah kaca. Produksi semen juga memerlukan banyak energi, selain juga didapati banyak struktur beton sudah memerlukan perbaikan ketika baru berumur lebih kurang 20 tahun saja.

Mehta (2002) mengemukakan untuk memproduksi beton di seluruh dunia pada tahun 2002 diperlukan 1,6 milyar ton semen, 10 milyar ton pasir dan kerikil, serta 1 milyar ton air. Angka ini menjadikannya sebagai pengguna sumber daya alam terbesar di dunia.

Sedangkan untuk memproduksi 1,6 milyar ton semen, dibutuhkan 3 milyar ton bahan dasar, utamanya tanah liat dan kapur. Dari tahun 2002 hingga tahun 2010, diperkirakan produksi beton meningkat 15%. Laju kebutuhan dan penggunaan beton sebagai material konstruksi sulit dihindari, akan tetapi upaya efisiensi penggunaan sumber daya alam untuk memproduksinya, penurunan jumlah energi yang diperlukan, serta pengurangan emisi karbon dioksida yang dilepaskan ke udara bebas masih bisa diupayakan.

Istilah “green” merefleksikan beton dengan kandungan semen yang lebih sedikit dibandingkan dengan beton normal, dan mengganti sebagian volume semen tersebut dengan bahan lainnyayang sifatnya “industrial waste” seperti fly ash atau abu terbang yang merupakan produk sampingan (byproduct) dari PLTU [2-3].

Tidak dapat dipungkiri bahwa produk semen menyumbang emisi karbon terbesar dalam pembuatan beton secara keseluruhan (Leung S, 2009) sehingga para insinyur teknik sipil terus berupaya mengurangi volume semen dalam campuran tanpa menurunkan kinerja beton yang dihasilkan atau bahkan membuat kinerja beton yang dihasilkan menjadi semakin lebih baik.

Sementara Prof Muellerdari (2016) KIT Jerman, memberikan pengertian umum bahwa”Sustainability” dalam perspektif material konstruksi adalah berbanding lurus dengan service life dan performance serta berbanding terbalik dengan Environtmental Impact.

Dari pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa material bangunan yang memberikan nilai environmental impact besar, maka material bangunan tersebut memiliki nilai “Sustainability” yang rendah, dan begitu pula sebaliknya.

 Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan adalah upaya pengelolaan sumber daya yang berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa perlu merusak atau menurunkan kemampuan pemenuhan untuk generasi yang akan datang (UU No.32/2009). Gerakan green concrete dengan konsep pemanfaatan limbah industry sebagai bahan subsitusi atau pencampuran dari material beton bertujuan untuk menghambat pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan serta meningkatkan pemanfaatan limbah industry untuk kegiatan yang ramah lingkungan. Alhasil dapat dikatakan bahwa gerakan green concrete merupakan aksi yang dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah industry yang yang dibuang ke lingkungan dengan cara : Reuse, Reduce, Recycle, sehingga sampah dapat dimanfaatkan kembali.

Dalam penelitian ini penulis mengawali kegiatan dengan mengamati hasil-hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan topik yang penulis angkat. Data-data sekunder lainnya (dari instansi terkait) juga penulis gunakan. Kemudian penulisan ini dilakukan dengan menganalisis hasil dari data sekunder dimana data tersebut didapat dari olahan data sebelumnya untuk mendapatkan sintesis dari hasil penelitian. Atas dasar itu dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif.

Hasil dan diskusi, issue lingkungan hidup akan terus berlanjut walaupun negara sudah membuat Undang- Undang tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam hal ini penggunaan material konstruksi yang umumnya masih diperoleh dari alam akan berdampak pada ketersediaan material , karena bagaimanapun akan memiliki keterbatasan untuk menyediakannya.

Kalau kita menilik kepada formula kebijakan World Earth Summit (Brazlia,1992 dan Kyoto,1997) berupa: pengurangan emisi gas rumah kaca; efisiensi penggunaan energi dan material dasar alami; pemakaian daur ulang dari limbah, maka kondisi tersebut akan berdampak pada bidang Teknik sipil yang mana pada pembangunan highrise building, jembatan maupun infrastruktur menggunakan material dari alam.

Atas dasar tersebut di atas, para akademisi/ilmuwan di seluruh dunia, tidak terkecuali perguruan tinggi di Indonesia maupun Lembaga/badan yang menekuni penelitian konstruksi Teknik sipil yang ramah lingkungan(LIPI, BPPT, Puslitbang PUPR, dll) memelopori gerakan green concrete yang ramah lingkungan. Dari waktu ke waktu penelitian bidang green Concrete semakin menumpuk. Namun mayoritas hasil penelitian tersebut hannya dimanfaatkan untuk kepentingan skripsi, thesis, disertasi, jurnal maupun kepentingan kompetisi antar perguruan tinggi. Padahal hasil penelitian tersebut kalua dimanfaatkan untuk konstruksi ringan sangat bermanfaat untuk kepentingan pembangunan yang ramah lingkungan dan biaya relative rendah.

Oleh sebab itu , penulis menghimbau agar para akademisi menggandeng praktisi bidang konstruksi untuk mengusulkan regulasi pemanfaatan green concrete untuk konstruksi beton ringan kepada Badan Standarisasi Nasionalagar dimasukkan dalam pasal-pasal SNI, lihat gambar nomor 4. Untuk itu, tampaknya perlu dibentuk clearing house yang dikoordinir oleh BSN dengan menyertakan stakeholders terkait dengan tugas utama menguji validitas hasil kajian unggulan green concrete dari berbagai kalangan yang telah melakukannya, kemudian merumuskan hasil kaji ulang ringan penelitian tersebut untuk dimasukkan kedalam draft pasal- pasal SNI tentang konstruksi beton ringan yang memanfaatkan green concrete.

Multiplier effect dari regulasi SNI tersebut di atas, maka Instansi /Departemen terkait (Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, BUMN) , mulai membuat regulasi kepada Pabrik Semen,untuk menghasilkan produk semen hijau( green PC) yakni melalui subsitusi semen dengan limbah industry, lihat gambar nomor 5. Dan kepada perusahaan- perusahaan penghasil limbah untuk keperluan green concrete diharuskan memberikan secara Cuma-Cuma kepada user. Hal yang sama juga berlaku bagi penghasil limbah industry pertanian.

Dalam kondisi saat ini, dimana ancaman krisis daya dukung lingkungan hidup yang dihadapi Indonesia mendesak, untuk itu pada aspek konstruksi Teknik sipil diperlukan regulasi green concrete yang dimasukkan kedalam pasal-pasal SNI oleh Badan Standarisasi Nasional.

Dengan demikian semua pelaku yang berkecimpung dalam konstruksi Teknik sipil akan patuh dan tunduk terhadap pasal-pasal dalam SNI yang menyangkut dengan green concrete yang ramah lingkungan. Alhasil dapat disimpulkan bahwa gerakan green concrete adalah aksi dari para penelliti Teknik sipil yang mengarah kepada pembangunan lingkungan yang berkesinambungan sesuai dengan amanah Undang-Undang No.32/2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

**

Erdogan Dipastikan Terpilih Lagi Jadi Presiden Turki

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dewan Pemilihan Tertinggi (YSK) Negara Turki memastikan kandidat presiden dari petahana Recep Tayyip Erdogan akan terpilih kembali sebagai Presiden Turki. Hal ini diungkap Ketua YSK Ahmet Yener melihat hasil sementara pemilu presiden putaran kedua, Minggu (28/5/2023) waktu setempat.

Yener mengatakan itu di ibu kota Ankara, usai penutupan tempat pemungutan suara dan perhitungan sementara hasil suara dilakukan, bahwa Erdogan memenangkan kursi kepresidenan Turki dari penantang oposisi Kemal Kilicdaroglu dalam pemilihan putaran kedua.

Dikutip dari RMOL, Senin (29/5/2023), hasil sementara, petahana Presiden Turki memenangkan pemilihan dengan 52,14 persen, sementara Kilicdaroglu mendapatkan 47,86 persen suara. Ia menambahkan bahwa setidaknya 99,43 persen kotak suara telah dibuka dan dihitung sejauh ini.

Dalam sebuah pidato di Istanbul, Presiden Erdogan mengatakan bahwa 85 juta warga negara Turki adalah pemenang dalam pemilihan nasional.

Lebih dari 64,1 juta orang warga Turki terdaftar untuk memberikan suara. Jumlah itu termasuk lebih dari 1,92 juta orang warga Turki yang sebelumnya memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara di luar negeri.

Hampir 192.000 kotak suara disiapkan untuk para pemilih di seluruh Turki. Pada pemilu putaran pertama pada tanggal 14 Mei 2023 lalu, tidak ada kandidat yang memenangkan 50 persen suara pada putaran pertama, sehingga memicu pemilihan putaran kedua pada Ahad kemarin.

Meskipun akhirnya Erdogan memimpin dengan 49,52 persen suara. Ini menjadikan, Aliansi Rakyat Erdogan yang pada pemilu putaran pertama menang dengan suara terbanyak,walaupun dibawah 50 persen dipastikan telah memenangkan suara mayoritas di parlemen Turki.

Erdogan memenangkan putaran pertama dengan 49,5 persen atau 27 juta suara, sekitar 2,5 juta suara lebih banyak dari lawannya. Koalisi berkuasa yang dipimpin partai Erdoga, AK juga menguasai parlemen.

Usai putaran pertama Kılıçdaroğlu yang mendapatkan 45 persen suara beralih ke sayap nasionalis termasuk membuat kesepakatan dengan politisi sayap kanan Ketua Partai Kemenangan  Ümit Özdağ. Ketua oposisi itu berjanji mendeportasi jutaan pengungsi Suriah dan Afghanistan dari Turki.

Namun Kılıçdaroğlu gagal mendapat dukungan dari kandidat utama sayap nasionalis, Sinan Ogan yang berada di peringkat ketiga di putaran pertama. Ogan memilih mendukung Erdogan.

Meski Kılıçdaroğlu mendekati sayap nasionalis tapi politisi Kurdi yang dipenjara Selahattin Demirtaş mengajak pemilihan mendukung Kılıçdaroğlu di putaran kedua.

Sejumlah pengamat mengatakan hasil putaran pertama mencerminkan kuatnya Erdogan dalam menarik suara populis dan Islam terutama di pendesaan Turki yang masih sangat loyal pada Partai AK. Berbeda dari kota-kota besar yang sudah berpaling dari Erdogan yang lama berkuasa.

**yev

Pebalap Ganbarou Racing Team Naik Podium Pertama di Ajang Enduro Indonesia Series 2

0

Prestasi gemilang baru saja ditorehkan pebalap Ganbarou Racing Team, Muhammad Nur Taufik. Buktinya, dia berhasil menjadi juara pertama kelas EIS80-Men Open, pada Enduro Indonesia Series 2, di Trek 11 Sukawana, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (28/5/2023).

Taufik yang menunggangi sepeda ORBEA Rallon 5 berhasil melewati Liason Stages (LS) 1 dengan catatan waktu 46.08.60, LS 2 85.28.94, dan LS 3 52.00.84.

Sedangkan di special stages (SS), Taufik berhasil memecahkan waktu 3.23.42 untuk SS 1, SS 2 2.47.49, SS 3 5.18.11, dan SS 4 8.13.88. “Alhamdulillah di trek selamat, dan saya bisa menjadi juara. Ini tak lepas dari hasil latihan di bawah komando Ateng B-Boy,” kata Taufik.

Sementara itu, pelatih Ateng B-Boy mengatakan, Taufik bisa menjadi juara berkat kegigihan, dan berlipatnya motivasi dia dalam balapan kali ini. “Dalam latihan dia semangat, dan Taufik buktikan dalam balapan kali ini. Ini modal bagus sebelum melanjutkan seri tiga di Bali,” kata Ateng B-boy. ( asep syahmid)

Kemendikbud Ristek Cabut Izin Operasional 23 Kampus Swasta

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) resmi mencabut izin operasional 23 perguruan tinggi swasta (PTS).

Sanksi pencabutan izin operasional dijatuhkan lantaran puluhan PTS tersebut terbukti melakukan pelanggaran dan tidak memenuhi ketentuan standar pendidikan tinggi.

Adapun jenis pelanggaran yang dilakukan puluhan PTS tersebut yakni melaksanakan praktik terlarang, seperti pembelajaran fiktif, jual beli ijazah dan penyimpangan beasiswa KIP Kuliah.

Namun, Kemendikbud Ristek tak mengungkap dan merinci merinci nama 23 kampus yang telah dicabut izin operasionalnya tersebut. Berikut rincian tempat perguruan tinggi tersebut dicabut izin beroperasi per 25 Mei 2023:

Tangerang Selatan: 1 perguruan tinggi
Surabaya: 2 perguruan tinggi
Medan: 2 perguruan tinggi
Taksimalaya: 1 perguruan tinggi
Yogyakarta: 1 perguruan tinggi
Padang: 2 perguruan tinggi
Bali: 1 perguruan tinggi
Palembang: 1 perguruan tinggi
Jakarta: 5 perguruan tinggi
Makassar: 1 perguruan tinggi
Bandung: 1 perguruan tinggi
Bogor: 1 perguruan tinggi
Manado: 2 perguruan tinggi
Bekasi: 2 perguruan tinggi

**yev