28.2 C
Bogor
Thursday, March 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1658

Tabrakan Speedboat, Dandim Kuala Kapuas Tewas

0

Palangkaraya | Jurnal Bogor

Rombongan anggota pasukan pengamanan presiden (Paspampres) mengalami insiden tabrakan perahu cepat atau speedboat di Sungai Sebangau, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (9/3). Polda Kalimantan Tengah menyatakan hingga saat ini telah menemukan enam korban tewas, salah satunya Komandan Kodim (Dandim) Kuala Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono.

Kecelakaan yang melibatkan dua perahu itu setidaknya menampung 27 orang penumpang. Mereka terbagi menjadi 19 penumpang di salah satu perahu rombongan paspampres, dan delapan penumpang di perahu lain. “Itu setelah kami temukan ada 6 [korban tewas] ya,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Kombes Hendra Rochmawan, Senin (9/3).

Hingga saat ini pihak aparat gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu orang korban yang juga diduga telah tewas dalam kecelakaan speedboat Paspampres tersebut. Aparat kepolisian pun akan melanjutkan proses pencarian hingga besok hari apabila korban belum juga ditemukan. “Jadi Mansyah ini namanya, dia diperkirakan sudah meninggal dan dia masih belum ditemukan,” ujar Hendra.
Lebih lanjut, Ia pun merinci dari korban yang ditemukan, terdapat beberapa orang yang masih menjalani perawatan. Beberapa di antara mereka dirawat di RS Siloam, RSUD dr Doris Sylvanus, dan ada yang dirujuk ke RS TNI AD.
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan keberadaan paspampres itu terkait kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda yakni Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima ke Indonesia.
Hingga saat ini pihak aparat gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu orang korban yang juga diduga telah tewas dalam kecelakaan speedboat Paspampres tersebut. Aparat kepolisian pun akan melanjutkan proses pencarian hingga besok hari apabila korban belum juga ditemukan.
“Jadi Mansyah ini namanya, dia diperkirakan sudah meninggal dan dia masih belum ditemukan,” ujar Hendra. Lebih lanjut, Ia pun merinci dari korban yang ditemukan, terdapat beberapa orang yang masih menjalani perawatan. Beberapa di antara mereka dirawat di RS Siloam, RSUD dr Doris Sylvanus, dan ada yang dirujuk ke RS TNI AD.
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan keberadaan paspampres itu terkait kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda yakni Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima ke Indonesia.

Asep Saepudin Sayyev |*

Bayar Utang Jiwasraya, Citos Dijual Rp3 Triliun

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjamin pembayaran tunggakan polis jatuh tempo para nasabah PT Asuransi Jiwasraya akan mulai dilakukan pada Maret 2020, setelah direstui oleh DPR. Salah satu skema yang akan ditempuh adalah dengan memanfaatkan dana dari penjualan aset perusahaan itu.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Jiwasraya memiliki sejumlah aset yang bisa dimanfaatkan sebagai dana segar untuk membayar polis jatuh tempo tersebut. Terutama, kantor-kantor yang dimilikinya hingga Cilandak Town Square atau biasa disebut Citos.

“Kantor-kantor, Citos dijual juga, tapi kalau Citos mungkin dijual ke pihak swasta kali ya, atau pihak mana yang mau. Karena Citos ini aset yang cukup bagus,” kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/3).

Namun, lanjut dia, jika menggunakan skema tersebut tentu prosesnya akan memakan waktu yang lama. Apalagi, aset-aset tertentu nantinya hanya akan dijual kepada sub-holding perusahaan asuransi yang rencananya juga akan dalam waktu dekat akan dibentuk.

“Nanti bisa dibeli oleh sub holding, sehingga uang cash-nya bisa dapat langsung. Kalau enggak nanti kan lama, proses penjualan aset bisa lama. Sekarang kan jual bangunan bisa setahun dua tahun baru laku, apalagi harganya jangan sampai enggak optimal,” tuturnya.

Arya mengaku, pemerintah sudah mulai melakukan penawaran beberapa aset tersebut dan peminatnya cukup banyak. Meski begitu, dia belum bisa merincikan besaran potensi dana yang akan terkumpul melalui skema tersebut.

“Sudah mulai ditawarkan, tapi saya belum tahu pihak mana yang mau. Tapi cukup banyak yang minat. (Citos) ada kemarin yang bilang Rp2–3 triliun,” tegasnya.

Asep Saepudin Sayyev |*

Politisi Demokrat Ultimatum Bupati Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Sekretaris Fraksi Demokrat pada DPRD Kabupaten Bogor, Irman Nurcahyan angkat bicara atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Bogor yang telah menyeret dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

Irman mengatakan, penangkapan yang dilakukan Polisi itu menjadi perhatian khususnya pucuk pimpinan di lembaga eksekutif Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Penangkapan tersebut menjadi tamparan untuk Bupati Bogor. Berarti selama ini lengah kan Bupati. Jangan sampai dengan peristiwa ini mempengaruhi kinerja Bupati terganggu,” ujar Irman kepaa Jurnal Bogor, Senin (9/3).

Ia menegaskan, gebrakan yang dilakukan Polres Bogor dibawah kepemimpinan AKBP Roland Ronaldy menjadi kesan tersendiri untuk Bupati Bogor.

“Ini bagian daripada terapi buat Bupati sendiri. Selama ini, Bupati bagaimana mengorganisir SKPD atau anak buahnya, apa lagi persoalan melawan hukum seperti ini,” tegasnya.

Anggota Komisi I pada DPRD Kabupaten Bogor ini manambahkan, pihaknya mendorong Ade Yasin untuk cepat bergerak agar perbuatan melanggar hukum yang dilakukan ASN tidak kembali terulang.

“Kalau Bupati tidak secepatnya bergerak untuk membenahi semua SKPD yang ada, ini selamanya akan berjalan terus,” kata Irman.

Lebih lanjut ia memaparkan, peristiwa OTT menjadi cerminan bahwa peran instansi pengawas pemerintah masih tidak optimal di wilayah Bumi Tegar Beriman.

“Peran pembinaan Inspektorat terhadap ASN di Kabupaten Bogor sejauh mana? Nanti menjadi kajian kami di badan anggaran terkait program yang diajukan Inspektorat terhadap kinerja dan kedisiplinan ASN. Saya juga sepakat kalau pengawasan dewan belum optimal,” paparnya.

Noverando H

Polisi Tangkap Penimbun Masker di Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Akibat menimbun dan memproduksi masker, Polisi Resort (Polres) Bogor menangkap empat tersangka di sekitar Stadion Pakansari di Jalan Edi Yoso Martadipura, Pakansari, Cibinong.


Tersangka berinisial MA, MF , WD dan AW diamankan Kepolisian pada Jumat (5/3) kemarin, saat menjual masker dan sabun cair pembersih tangan kepada masyarakat dengan harga yang tidak wajar.

“Tersangka MA, MF , WD dan AW ini mengambil keuntungan merebaknya pemberitaan penyebaran virus corona (Corvid 19), dia menjual masker dari harusnya harga Rp 20 ribu menjadi Rp 135 ribu sedangkan harga sabun cair pembersih tangan dijual seharga Rp 120 ribu perbotol dari harga normalnya Rp 20 ribu,” ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy kepada Wartawan di Mako Polres Bogor, Senin (9/3).

Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menerangkan, para tersangka juga membuat dan menjual masker yang tidak sesuai standar kementrian terkait.

“Masker yang tidak sesuai SNI atau standar Kementerian Kesehatan ini mereka buat sendiri dan menjualnya seharga Rp 30 ribu perlusin. Proses pembuatan masker abal-abal itu di wilayah Pakansari,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, estimasi pendapatan atau omset  para tersangka dari penjualan masker sesuai SNI, masker tidak sesuai SNI dan sabun cair pembersih tangan adalah Rp 160 juta.

“Jika kita kalkukasikan mereka membeli masker, membuat masker tidak sesuai SNI dan sabun cair pembersih tangan itu Rp 20 juta lalu dengan terjualnya produk-produk tersebut mereka akan untung Rp 140 juta,” katanya.

Ia menjelaskan, para tersangka penimbunan masker dan sabun cair pembersih tangan akan dijerat dengan pasal 107 ayat 1 juncto 29 ayat 1 dan atau pasal 106 ayat 1 atau 24 ayat 1  Undang – Undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.

“Atas perbuatannya yang melawan hukum, tersangka diancam dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar,” jelasnya.

Terpisah, salah satu pelaku WD (40) masih berdalih tidak melakukan penimbunan dan mengaku hanya mengambil keuntungan dari selisih harga pembelian dengan harga penjualan.

“Kami tidak menyimpan, untuk produk masker dan sabun cair pembersih tangan  saya membelinya di Pasar Pramuka dengan misalkan harga Rp 300 dan dijual dengan harga Rp 315, saya mengakui mengambil keuntungan dari kabar merebaknya penyebaran virus corona,” kata WD.

Noverando H

Optimalisasi Percepatan Pembangunan Kerja, Bersinergi dan Buang Ego Individual Maupun Instansi

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Membangun sebuah daerah butuh sinergi semua pihak, para kepala dinas dan camat pun harus bersinergi dengan baik, tidak boleh ada lagi ego dari masing-masing pihak. Kita ini pelayan masyarakat, bekerja untuk masyarakat dan membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju kedepannya,’’ 

Percepatan pembangunan wilayah Bumi Tegar Beriman dalam segala sektor terus digaungkan pucuk pimpinan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Untuk menyamakan persepsi tersebut, Bupati Bogor Ade Yasin mengumpulkan sejumlah pejabat eksekutif maupun legislatif di hotel wilayah Sentul, Babakan Madang, Senin (9/3).

Dengan semangat tinggi dan kata-kata penegasan, perempuan yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu menaruh harapan untuk semua instansi pemerintah bekerja dengan satu tujuan yakni menjadikan Kabupaten Bogor lebih baik.

Target pembangunan pada era pemerintahan Ade Yasin dan Iwan Setiawan (HADIST) dalam empat tahun kedepan,  telah tertuang pada Panca Karsa.

Bukab hanya itu, Pemkab Bogor juga mrmiliki slogan City Sport and Tourism pada setiap momen maupun program kerja. Bahkan, hampir semua kendaraan dinas pejabat tinggi Pemkab Bogor ditempel stiker slogan tersebut.


“Membangun sebuah daerah butuh sinergi semua pihak, para kepala dinas dan camat pun harus bersinergi dengan baik, tidak boleh ada lagi ego dari masing-masing pihak. Kita ini pelayan masyarakat, bekerja untuk masyarakat dan membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju kedepannya,’’ kata Ade Yasin.

Komunikasi yang baik setiap instansi menjadi kuncu untuk mewujudkan sinergitas yang seutuhnya dalam percepatan pembangunan.

Bukan hanya itu, perempuan yang juga manjabat sabagai Ketua DPW PPP Jawa Barat tersebut, tidak menghendaki adanya program dinas copy paste dari tahun anggaran sebelumnya.


“Setiap dinas itu kan punya program, saya ingin program-program yang dimiliki oleh masing-masing dinas bersinergi dengan dinas lain. Yang paling penting juga jangan kegiatan yang sudah biasa setiap tahun dilaksanakan, dimunculkan kembali. Kegiatannya itu-itu saja, pesertanya pun itu lagi itu lagi, tidak efisien dan membuang-buang waktu, tenaga dan biasa, kita harus coba mulai berbenah dan lebih maju lagi,” tegasnya.

Pempuan pertama yang menjadi Bupati pilihan masyarakat Kabupaten Bogor tersebut menekankan agar Panca Karsa tertanam pada mindset para ASN maupun legislator di Pemkab Bogor.


“Ketika para pejabat salam panca karsa saya sama sekali tidak bangga, karena saya ingin panca karsa bukan hanya menjadi slogan atau salam saja, yang terpenting kita semua disini mampu mengimplementasikan panca karsa itu sendiri. Mulai dari karsa bogor membangun, karsa bogor cerdas, karsa bogor sehat, karsa bogor maju dan karsa bogor berkeadaban, semuanya itu harus dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” paparnya.

Acara sosialisasi paket regulasi tentang pengelolaan keuangan daerah ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, para Kepala Perangkat Daerah, para Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), seluruh Camat se-Kabupaten Bogor dan BUMD.

Noverando H

Disdik Nihil, Namun Ada 28 Tender di DPUPR

0
Bambam Setia Aji

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Berbeda dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor belum mengajukan kegiatan tender Tahun Anggaran (TA) 2020.

DPUPR, Disdik dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang banjir program kegiatan yang mesti ditenderkan setiap tahunnya.

Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengatakan, sudah ada puluhan kegiatan tender kontruksi DPUPR yang masuk ke ULPBJ.

“Ada 28 kegiatan PUPR yang sudah masuk ke kami yakni tender kontruksi 21 kegiatan dan 7 konsultasi,” ujar Bambam kepada Jurnal Bogor, Senin (9/3).

Ia menambahkan, puluhan tender DPUPR tersebut tidak diikuti kegiatan yang ada di Disdik Kabupaten Bogor. “Kalau Disdik tender maupun non teder belum ada. Untuk Dinkes itu ada teder 4 yakni kegiatan konsultan,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan, ada puluhan paket tender yang telah masuk dengan pagu anggaran Rp74 miliar secara keseluruhan.

“Jumlah paket tender yang sudah masuk itu 69 kegiatan dengan rincian 8 selesai, 15 berjalan dan 46 persiapan. Keseluruhan paket teder itu pagu anggaranya Rp74.091.898.386,” paparnya.

Noverando H

Sopir Angkot Pertanyakan Restribusi

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Banyak retribusi yang dipungut petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di setiap pos, tampaknya dipertanyakan para sopir angkot di wilayah barat Kabupaten Bogor. Sopir angkot trayek  Barengkok- Puraseda misalnya, mengeluhkan kondisi tersebut. “Padahal kan di terminal sudah ada di sana (terminal) sudah disediakan  dan legal. Ini di malah dipintain lagi,” kata Sopir angkot yang namanya enggan dikorankan saat bercerita kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sopir angkot mempertanyakan pungutan yang dilakukan di jalan itu ilegal atau legal.”Jangan -jangan liar lagi ,”cetusnya. Sementara aktivis asal Bogor barat yang juga aktif sebagai pengurus di Karang Taruna Kabupaten Bogor, Alfian Fahlevi memita dinas terkait tegas jangan sampai adanya pungli. Apalagi di Bumi Tegar Beriman ini belum lama digemparkan dengan kasus OTT oleh  Polres Bogor.

“Jangan sampai di Kabupaten Bogor ini banyak tindakan yang mengarah pada pungli dan tindakan korupsi jadi mari kita saling mengingatkan agar Kabupaten Bogor bersih dari segala praktik seperti itu,” tegas Alfian.

Sementara Kepala UPTD Wilayah IV  Leuwiliang Ika mengatakan bahwa pos yang dikeluhkan para sopir itu memang ada dan itu masuk PAD Kabupaten Bogor. “Justeru yang di terminal  bukan retribusi PAD Kabupaten, tapi untuk provinsi,” jelasnya. 

Cepi Kurniawan

Pernah Disegel, Pesona Alam Kembali Perluas Bangunan

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Meski sudah pernah dipasang segel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, di sejumlah bangunan Pesona Alam Resort, di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua beberapa tahun lalu, namun hal itu nampaknya tidak membuat jera pengusaha tersebut. Sebab, pengusaha Pesona Alam terus memperluas tempat usahanya dengan membangun lagi diduga ratusan kamar.

Salah seorang pekerja di lokasi bangunan Pesona Alam mengaku sudah beberapa bulan bekerja dan rencananya pembangunan yang saat ini sudah enam lantai akan sama bentuknya dengan bangunan awal.  “Konsepnya Sama seperti bangunan Pesona Alam yang pertama,” kata pekerja yang berbahasa logat Jawa tanpa mau menyebutkan namanya.

Informasi di lokasi, bangunan megah tiga lantai disamping Pesona Alam itu, terbagi beberapa blok. Untuk satu bloknya itu, dibangun sekitar 16 kamar atau ruangan.  “Bukan hanya kamar saja, tapi ada ruangan dan fasilitas lain di bangunan baru ini,” jelas pekerja lain sambil berjalan pulang.

Sementara, pengawas Kecamatan Cisarua pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penataan Bangunan wilayah II Ciawi, Agung menegaskan, pihaknya belum tahu ada bangunan baru di sekitar lokasi Pesona Alam. Alasannya, karena baru beberapa minggu dipindah tugas di wilayah Cisarua.

 “Nanti kita akan ke lokasi. Kita akan tanyakan perizinannya. Kalau belum ada izin, kita akan berikan surat teguran,” imbuhnya singkat.

Sebelumnya, anggota dewan Kabupaten Bogor, baik itu Komisi I maupun III pernah mendatangi lokasi Pesona Alam Resort. Bahkan dari awal berdiri yang tadinya diberi nama Hotel Harris, Pesona Alam Resort sudah diberikan tindakan tegas pada saat itu dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Luthfie Syham dengan menyegel sejumlah bangunannya.

Hingga saat ini, pengusaha Pesona Alam Resort belum bisa mengubah nama, lantaran izin lokasi awal yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, peruntukannya bukan hotel melainkan vila komersil.

Dede Suhendar | Deny

DD dan ADD Lambat Turun, Pembangunan Desa Terhambat

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Dana Alokasi Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) untuk desa-desa yang ada di dua kecamatan, Cisarua dan Megamendung masih mengalami penundaan untuk pencairannya. Ini karena masih adanya desa yang haru direvisi pengajuannya. Padahal, dana bantuan yang bersumber dari Pemkab Bogor dan pusat itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjalankan roda pembangunan di tingkat pedesaan.

“Hingga saat ini belum cair, baik itu ADD maupun DD. Dana bantuan dari pemerintah itu merupakan dana untuk pebangunan di masing masing lingkungan yang sudah terprogramkan oleh desa kami. Mudah mudahan dalam waktu dekat ini dua dana program bagi pembangunan itu segera cair,” ujar Sekdes Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Firmansyah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Apdesi Kecamatan Cisarua. Ia menyebutkan, melalui dana ADD dan DD, pembangunan di tingkat desa secara bertahap terus tertangani di setiap 3 bulannya, baik itu untuk perbaikan sarana umum yang rusak maupun pembangunan yang sipatnya penting bagi masyarakat. Bahkan, pemberdayaan bagi warga melalui dana tersebut kini akan terus ditangani.

“Sangat dua program itu bagi pemerintahan desa. Karena, dengan adanya dana tersebut kita selaku pemerintahan desa secara berkala terus merencanakan berbagai pembangunan untuk kebutuhan masyarakat. Bahkan, jika pembangunan fisik terselesaikan, kita akan fokus kepada pemberdayaan bagi sumber daya manusia yang ada di desa kita. Seperti, untuk pemberdayaan para perangkat bumdes. Ini diperlukan supaya para perangkat bumdes bisa meningkatkan ilmunya dalam mengelola bumdes melalui pemberdayaan. Dengan demikian, dua dana bantuan itu sangat berarti bagi pemerintahan desa,” pungkas Yayan Nuryana, yang juga sebagai Kepala Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua.

Dadang Supriatna

Atlet Pelajar Smanbul Raih Medali di Pakuan Karate Champhionship

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 18 karateka Sekolah Menengah Atas Negeri 1  Cibungbulang (Smanbul) berhasil menyabet medali pada turnamen terbuka Pakuan Karate Champhionship 2020 se-Jawa Barat belum lama ini. Para siswa tersebut kembali bakal disiapkan untuk melakukan seleksi Kejurda.

“Saya optimis atlet-atlet muda terus kita bina sejak dini, bahkan rencananya akan selalu mengikuti kejuaran lainnya,” kata Pembina Karate dan Pencak Silat SMAN 1 Cibungbulang, Meinar Endang Pundasah kepada wartawan. kemarin.

Ia juga menambahkan, memang para atlet sudah disiapkan sejak lama untuk mengikuti kejuaraan yang bergengsi. Hal ini, untuk meningkatkan jam terbang atlet sekaligus persiapan seleksi kejurda daerah. “Nantinya pada kejurda akan mewakili Kabupaten Bogor, mudah-mudahan bisa lolos dan membawa harum nama SMAN 1 Cibungbulang,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, selain dua cabang olahraga, murid SMAN 1 Cibungbulang pun menjuarai Paskibra, marchingband, dan tari, serta sedang persiapan lomba dance di Pakansari mendatang. “Yang jelas para guru dan orang tua sangat mendukung terhadap kegiatan muridnya. Karena, ini salah satu jenjang jangka panjang untuk melangkah lebih jauh,” tuturnya.

Meinar juga mengungkapkan, total peraih medali emas ada enam orang sisanya medali perak dan perunggu. Tentu prestasi ini sebagai pencapaian maksimal dan latihan yang rutin menghasilkan talenta muda berbakat. “Total ada 18 siswa yang dikirimkan, dan peraih medali emas ada enam orang, perak 4 sisanya perunggu dan kejuaraan karate ini antar pelajar 2020 se Jabar,” pungkasnya.

Cepi Kurniawan