26.3 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1657

Perintah Agama dalam Menjaga Kesehatan; Bentuk Ikhtiar Pencegahan Penyebaran Covid-19

0

Cokky Guntara

Agama Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin alias yang memberikan tuntunan untuk meraih keselamatan, kebahagiaan serta kesejahteraan. Islam memberikan ajaran dan keselamatan secara utuh yang meliputi semua aspek kehidupan, diantaranya soal kesehatan, baik secara fisik, mental, maupun sosial.

Kesehatan merupakan salah satu bentuk rahmat yang besar untuk umat manusia sebagai modal dasar dalam kehidupan. Sebab, tanpa kesehatan manusia tidak dapat menjalankan tanggungjawab yang menyangkut kepentingan diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta tugas dan kewajiban melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

Manusia tanpa imunitas dan kesehatan tubuh yang baik akan sangat rentan tertular penyakit. Salah satunya adalah wabah virus corona (covid-19). Virus yang hari ini sedang ganas-ganasnya menular dan mengrogoti tubuh masyarakat ini bisa dicegah dengan berbagai macam upaya. Salah satunya adalah menjaga kesehatan tubuh. Hal ini juga disampaikan oleh salah satu dokter spesialis penyakit dalam, Iris Rengganis, ia mengatakan daya tahan tubuh menjadi kunci untuk menghadapi virus corona.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa virus corona ini pertama kali muncul di Wuhan, salah satu kota di China. Virus ini dikatakan muncul dari makanan tidak sehat dan hewan unggas yang dalam islam sendiri dilarang (haram) untuk dikonsumsi seperti tikus, ular, dan kelelawar.

Agama Islam sudah lama mengajarkan dan menganjurkan manusia untuk mengkonsumsi makan-makanan yang baik dan halal. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 168:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat menjelaskan didalam ayat diatas bahwa manusia harus harus memilih makanan yang baik. Makanan yang halal merupakan merupakan makanan yang wajib dipenuhi, makanan yang halal dapat mempengaruhi bukan hanya jasmani yang memakan tapi juga rohaninya. Ini menunjukan bahwa makanan yang terbaik adalah makanan yang memenuhi dua sifat tersebut yaitu memenuhi halal dan baik. Dengan demikian, jika manusia senantiasa mengkonsumsi makan-makanan yang baik maka kesehatan dan daya tahan tubuhnya pun akan baik sehingga tidak akan mudah terkena atau tertular penyakit.

Selain mengkonsumsi makanan yang halal dan baik, Islam juga merupakan agama yang suci. Untuk itu agama juga mewajibkan kita untuk senantiasa menjaga kebersihan, baik kebersihan tubuh, pakaian, maupun lingkungan. Sebagaimana hadits Nabi yang mengatakan,

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ 

“Sesungguhnya Allah itu baik dan mencintai kebaikan, Bersih (suci) dan mencintai kebersihan, Mulia dan mencintai kemuliaan, bagus dan mencintai kebagusan, bersihkanlah rumahmu….” (H.R.Tirmidzi dari Saad).

Dari hadits diatas, Nabi dengan jelas menceritakan bahwa Allah SWT zat yang bersih(suci) dan mencintai kebersihan. Di akhir hadits tersebut Nabi menggunakan fi’l amr (فَنَظِّفُوا) yang menunjukan bentuk sebuah perintah/komitmen. Karenanya masyarakat harus memperhatikan dan menjaga kebersihannya, baik kebersihan diri maupun lingkungan, agar kesehatan masyarakat tetap terjaga dan mendapat ridho dan kasih sayang dari Allah SWT.

Banyak cara untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, diantaranya yaitu mencuci tangan dan kaki selepas berpergian, tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan pekarangan rumah, dan lain sebagainya. Jika semua ini dilakukan secara rutin, maka kebersihan dan kesehatan akan senantiasa terjaga.

Sebagaimana penjelasan diatas, dengan modal kesehatan yang dibentuk atas dua hal, yaitu mengkonsumsi makanan yang baik lagi halal, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan, masyarakat akan senantiasa mampu melindungi diri dari penyakit, termasuk diantaranya menjegah dari penyebaran wabah virus corona.

Wallahu a’lam.

Cokky Guntara
Alumni Pon-pes Daarul Rahman III, Ketua PC PMII Jakarta Selatan.

Musda Karawang Diduga Jadi Klaster Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Musyawarah Daerah (Musda) XVI HIPMI Jawa Barat (Jabar) pada 8 hingga 11 Maret 2020 di Karawang diduga sebagai klaster penyebaran Covid-19. Atas dasar itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyarankan agar seluruh peserta musda itu dites Corona. Alhasil, sebanyak 20 anggota HIPMI Kota Bogor yang hadir pada musda tersebut mengikuti rapid test di Gor Pajajaran Bogor, Kamis (26/3).

Ketua BPC HIPMI Kota Bogor, Zulfikar Priyatna, mengatakan bahwa atas anjuran tersebut 20 peserta musda dari HIPMI Kota Bogor melakukan test di Gor Pajajaran. “Seluruh anggota HIPMI yang kemarin hadir di Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang, tadi pagi melakukan rapid test di Gor Pajajaran,” ujar Zulfikar kepada wartawan.

Berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan tersebut, lanjut Zulfikar menyatakan bahwa seluruh anggota HIMPI Kota Bogor yang hadir di musda negatif Covid-19. “Alhamdulillah hasilnya negatif. Namun demikian saya tetap mengintruksikan teman-teman untuk tetap menjaga imunitas tubuhnya,” katanya.

Zulfikar juga menghaturkan terimakasih kepada Pemkot Bogor, Gugus Tugas dan seluruh tenaga medis atas kerja kerasnya yang saat ini tengah berjuang melawan pandemi virus corona.

Sementara itu, sebanyak 25 orang senior Hipmi Jawa Barat mengikuti rapid test di Bandung pada Rabu 25 Maret 2020. Sementara itu, Ketua Umum BPD Hipmi Jabar 2020-2023, Surya Batara Kartika dalam siaran persnya mengatakan, karena alat rapid test  terbatas sebanyak 25 unit dari Pemprov Jabar, maka diprioritaskan senior HIPMI Jabar, dengan pertimbangan sebagai kelompok yang secara empirik terbukti lebih sensitif terhadap paparan virus ini.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh test tersebut menunjukkan hasil negatif Covid-19 bagi para senior HIPMI Jabar,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Jakarta Bisa Partial Lockdown

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kota Jakarta disarankan segera melakukan penutupan wilayah mengingat jumlah pasien Corona (Covid-19) terus bertambah. Saat ini 50 orang tenaga medis di ibu kota terjangkit positif Corona selama bertugas, dan dua orang meninggal. Namun karena lockdown tak diinginkan Presiden Joko Widodo, skema lockdown di Jakarta bisa tidak menyeluruh alias hanya partial lock down. Hal ini diungkapkan mantan Wagub DKI, Sandiaga Unoi.

“Selama saya bertugas di DKI, sudah ada event seperti ini, sudah masuk ke dalam skenario planning kita,” ujar Sandiaga dalam konferensi pers online, Kamis (26/3).  Dengan demikian, kata Sandi, hanya daerah yang masuk dalam zona merah virus Corona saja yang diperketat aturan keluar masuk warganya. Sebagai mantan Wagub DKI, Sandiaga yakin pemerintah, khususnya Pemprov DKI, bisa dan siap melakukan hal ini karena pernah membuat skenario serupa.

Namun Sandiaga meminta lock down dilakukan setelah pemerintah menyalurkan bantuan uang tunai kepada masyarakat. “Karena begitu pegang uang cash, mereka akan lebih tenang dan tidak akan mencari rasionalitas keluar dari tempat tinggalnya karena harus mencari nafkah,” ujarnya.

Seperti diketahui, jumlah pasien positif Corona  terus meningkat sejak kasus pertama diumumkan Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020. Hingga hari ini, virus yang pertama kali ditemukan dil Wuhan, China itu telah menelan korban jiwa hingga 78 orang atau 9 persen dari 893 orang yang terinfeksi.

Sandiaga Uno meyakini jumlah pasien Corona itu akan bertambah jauh lebih banyak, ketika pemerintah melakukan tes besar-besaran terhadap warganya. Apa lagi, sampai saat ini belum ada aturan yang tegas seperti lockdown dari pemerintah kepada warganya. “Oleh karena itu, harapan saya masyarakat kooperatif untuk stay at home,” ujarnya. 

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan prihatin banyak petugas medis banyak yang terpapar, bahkan ada yang meninggal dunia. “Seperti kita ketahui jumlah tim medis yang terpapar di Jakarta mencapai 50 orang dan ada dua orang yang meninggal,” ujar Anies Baswedan dalam konferensi pers daring di Balai Kota, Kamis (26/3).

Anies mengatakan jumlah tim medis yang terpapar tersebut menggambarkan tingginya resiko penyebaran virus Corona bagi petugas kesehatan. Anies mengatakan 50 orang tim medis yang terpapar virus Corona tersebar di 24 rumah sakit. Sehingga, kata dia, perlindungan kepada tenaga medis mutlak diperlukan. DKI kata dia telah menyiapkan alat kelengkapan diri (APD) untuk seluruh tenaga medis yang bertugas.

Selain itu lanjur Anies, saat ini rapid tes atau pemeriksaan cepat diprioritaskan bagi tenaga medis. “Rapid test pertama diprioritaskan sehingga mereka memiliki rasa tenang jika ada gejala awal cepat bisa ditangani,” ujarnya.

Ia mengatakan DKI telah menyediakan fasilitas tempat tinggal kepada tenaga medis agar bisa istirahat dengan nyaman. Sebanyak empat hotel milik BUMD DKI sebagai tempat tinggal sementara bagi tenaga medis. Anies menyebutkan di hotel tersebut tenaga medis Corona akan dilayani, semua kebutuhan juga akan dipenuhi. DKI juga menyiapkan bus Transjakarta untuk antar jemput petugas dari hotel dan rumah sakit.

Asep Saepudin Sayyev |*

Pembayaran Kompensasi Double Track Ditunda

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pembayaran kompensasi bagi warga atau pemilik lahan yang terkena proyek pembangunan jalur ganda atau double track jalur kereta api Bogor – Sukabumi terpaksa ditunda, karena adanya mewabahnya Covid-19. “Iya kita tunda, rencananya minggu ini, tapi ditunda dulu sampai situasinya kondusif,”  kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Achyar Pasaribu, Kamis (26/03).

Penundaan pencairan uang kompensasi bagi ribuan warga di Kelurahan Empang dan Batu Tulis, Kota Bogor  merupakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sebab, prosedur pencairan uang kompensasi harus mengumpulkan seluruh penerima di satu titik lokasi dalam rangka pembukaan rekening dan penandatanganan berita acara yang disaksikan oleh lurah setempat dan perwakilan tim terpadu. “Penerima akan difasilitasi membuka rekening, jadi pembayarannya ditransfer ke masing-masing penerima,”ujarnya dikutip liputan6.com.

Achyar menyebutkan, ada 1.169 bidang atau bangunan warga yang berada di Kelurahan Empang dan Batu Tulis belum menerima uang kompensasi. Sedangkan 1008 bidang sudah diserahkan kepada penerima pada akhir tahun 2019.”Untuk  tujuh  kelurahan dan satu  desa sudah kita serahkan. Karena kemarin anggarannya tidak cukup, jadi sisanya dibayar tahun ini,” ucapnya.

Pembayaran kompensasi tahap II, lanjut Achyar, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan anggaran kurang lebih sebesar Rp 26 miliar bagi 1.169 bidang.

Uang kompensasi itu sebagai pengganti uang pembongkaran, sewa rumah selama setahun, dan mobilisasi barang-barang. Selain itu, apabila rumahnya dijadikan tempat usaha, mereka juga akan mendapat biaya kehilangan pendapatan apabila rumahnya dijadikan tempat usaha.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pembayaran kompensasi bagi ribuan warga terkena proyek pembangunan double track atau jalur rel ganda kereta api (KA) Bogor-Sukabumi pada Desember tahun ini.

Kemenhub menyiapkan anggaran kompensasi Rp 56.615.592.000 bagi 2.117 pemilik bangunan yang berada di atas lahan PT KAI mulai dari Stasiun Maseng Kabupaten Bogor hingga Stasiun Paledang Kota Bogor. Bangunan yang terdampak meliputi rumah, sekolah, madrasah, pos polisi, posyandu, rumah makan, toko, dan jenis tempat usaha lainnya.

Pembayaran kompensasi tersebut sebagai pengganti uang pembongkaran, sewa rumah selama setahun, dan mobilisasi barang-barang. Selain itu, apabila rumahnya dijadikan tempat usaha, mereka juga akan mendapat biaya kehilangan pendapatan apabila rumahnya dijadikan tempat usaha.”Yang menerima uang kerohiman bangunan di atas usia 10 tahun,”  tutup Achyar.

Mochamad Yusuf

Lima PDP Covid-19 di Bogor Meninggal

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia di Kota Bogor bertambah menjadi lima, Kamis (26/3). Sebelumnya tiga orang terlebih dahulu meninggal pada Rabu (25/3).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan bahwa sebanyak lima orang PDP itu telah dites swab dan sampelnya sudah dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan. “Tetapi hasil tesnya belum dikeluarkan,” katanya, Kamis (26/3).

Untuk total jumlah PDP sendiri saat ini terdapat 33 orang, enam diantaranya telah selesai atau sehat. Sementara 22 lainnya masih dalam pengawasan rumah sakit. Lebih lanjut, kata dia, untuk warga yang berstatus orang dalam pemantauan (OPD) per Kamis (26/3) jumlahnya mencapai 567 dari sebelumnya 375 orang. “31 orang diantaranya sudah dinyatakan sehat. Sedangkan 536 masih dalam pemantauan,” ucapnya.

Sementara untuk jumlah positif Covid-19, kata Sri, jumlahnya tidak mengalami penambahan, yakni tujuh orang. Dengan rincian, enam pasien masih menjalani perawatan, sedangkan satu orang meninggal dunia.

Fredy Kristianto

Siapa Pasien 0, Alias Manusia Pertama yang Positif?

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Babak baru perselisihan antara Amerika Serikat dan China kembali muncul ke permukaan setelah virus Corona atau Covid-19 menjadi pandemi global. Kini, asal usul terjadinya virus Corona dipertanyakan. China bahkkan mendesak agar Amerika merilis hasil kesehatan seorang tentaranya yang datang ke Wuhan pada Oktober 2019 lalu.

China mengklaim bahwa salah satu tentara Amerika bernama Maatje Benassi diduga menjadi pasien 0 alias manusia pertama di dunia yang terjangkit Covid-19. Dia juga diduga menjadi penyebar virus itu saat di Wuhan. Dikutip dari Global Times, netizen dan pakar di China mendesak agar pemerintah Amerika Serikat merilis informasi kesehatan seorang delegasi militer yang pernah datang ke Wuhan.

Tentara tersebut datang ke Wuhan untuk mengikuti Pertandingan Militer Dunia pada Oktober 2019 lalu sebelum virus corona mencuat. China mendesak pembukaan informasi kesehatan tersebut dan mengungkap apakah dugaan mereka bahwa tentara tersebut membawa virus ke Wuhan benar adanya.

Sebelumnya, George Webb, jurnalis investigasi di Washington DC mengklaim bahwa salah satu atlet militer Amerika bernama Maatje Benassi diduga menjadi pasien nol dari virus yang telah melanda hampir seluruh dunia tersebut.

Webb mengungkapkan penelusurannya tersebut melalui video yang ia rilis dan Twitter-nya bahwa seorang atlet pesepeda dari delegasi militer Amerika adalah pasien nol untuk Covid-19. Jika melihat dari data di situ web resmi Departemen Pertahanan AS, Maatje Benassi tercantum sebagai salah satu partisipan lomba balap sepeda 50 mil di Wuhan pada 15 Oktober lalu.

Webb juga menemukan bahwa sebuah laboratorium militer Fort Detrick di Maryland yang menangani organisme penyebab penyakit menular tingkat tinggi seperti Ebola telah ditutup, karena fasilitas dan sistem manajemen yang tidak memenuhi syarat. Meski tanpa bukti kuat, penemuan Webb memicu pertanyaan di media sosial China.

Warganet China pun turut mendesak agar Amerika memeriksa kesehatan Benassi untuk Covid-19.

Li Haidong, seorang profesor studi Amerika Serikat di China Foreign Affairs University di Beijing mengatakan kepada Global Times bahwa pemerintah Amerika perlu menanggapi kontroversi ini serta mempublikasikan informasi yang relevan mengenai catatan kesehatan tentara mereka.

Menurutnya, tindakan ini perlu untuk menghapus keraguan publik dan membantu penelitian mengenai asal mula virus tersebut. Sementara itu, meski para ilmuwan belum menemukan bukti kuat tentang asal mula virus tersebut, namun politisi Amerika berpendapat bahwa virus corona adalah murni “Made in China”.

Sebelumnya, seorang diplomat China Zhao Lijian pernah melempar pernyataan bahwa ia curiga dengan seorang tentara perwakilan Amerika Serikat yang mengikuti Pertandingan Militer Dunia telah membawa virus corona baru ke Wuhan. Zhao mendesak agar Amerika segera mengungkap informasi dan menerapkan transparansi pada kasus virus corona ini ke publik.

Asep Saepudin Sayyev |*

Pemkot Sediakan TPU Khusus Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 yang kini tegah melanda Indonesia terus memakan korban nyawa. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun menyediakan lahan pemakaman khusus pasien positif Corona di TPU Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal seluas 4,5 hektar. Kepada wartawan, Kepala UPTD Pemakaman Kota Bogor Toto Gunarto mengatakan, Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus bagi korban meninggal karena terpapar Covid-19 adalah kebijakan Pemkot Bogor. “Jadi dipusatkan di TPU Kayumanis,” tegasnya, Kamis (26/3).

Menurut dia, saat ini terdapat tiga jenazah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang akan dimakamkan di TPU Kayu Manis pada Kamis (26/3). Walau belum dinyatakan positif Covid-19 lantaran masih menunggu hasil tes swab, saat proses pemakaman seluruh petugas penggali kuburan dilindungi dengan alat pelindung diri (APD).

“Petugas penggali kubur yang menggotong jenazah dari ambluance, apabila tenaga media untuk mengangkat mayat kurang,” ungkapnya.

Fredy Kristianto

Soal Lockdown, Pemerintah tak Mampu Santuni Orang Miskin

0
Ariel Heryanto

Jakarta | Jurnal Bogor

Sosiolog Ariel Heryanto menanggapi pernyataan Hariz Azhar mengenai pemerintah yang enggan menerapkan kebijakan lockdown di tengan pandemi virus corona Covid-19. Profesor Program Studi Indonesia di Universitas Monash Australia ini melalui akun Twitter pribadinya menanggapi tautan artikel berjudul “Hariz Azhar: Pemerintah Tak Mau Lockdown Karena Enggan Santuni Orang Miskin”.

Terkait hal itu, Ariel menilai mestinya kata “enggan” diganti dengan “tak mampu”. Sebab, pemerintah sampai sekarang masih kesulitan menagih pajak kepada orang-orang kaya sehingga tak mampu menyantuni kalangan menengah ke bawah. “Mungkin bukan ‘enggan’, tapi tak mampu? Memajaki orang-orang kaya masih susah,” tulis Ariel, Kamis (26/2).

Ariel kemudian mengatakan, untuk menerapkan kebijakan lockdown sejatinya membutuhkan banyak pertimbangan, termasuk tentang mekanisme pembayaran santuran ke orang miskin.

“Dana yang dibutuhkan sangat besar mengingat jumlah penduduk yang membutuhkan. Belum lagi rumitnya mengelola santunan darurat,” tambahnya.

Ariel menduga, kebijakan lockdown bakal diterapkan pemerintah dalam waktu dekat bila memang mampu menyantuni orang miskin. Lebih lanjut, dalam cuitan selanjutnya, Ariel menegaskan pemerintah mestinya transparan memberikan informasi kepada publik termasuk mengenai kebijakan lockdown untuk menimalisir berbagai dugaan.

“Itu pentingnya keterbukaan informasi dan data kepada publik: tentang dana, tentang risiko, tentang kebutuhan kelompok rentan, tentang wawasan dan strategi pemerintah. Publik tak perlu bermain duga-dugaan, apalagi curiga,” kata Ariel.

Maka dari itu, Ariel menyimpulkan, “Jadi bukan hanya pengumuman dan keputusan sepihak dari atas”.

Untuk diketahui, anggota Koalisi Masyarakat Sipil Haris Azhar menilai bahwa pemerintah enggan me-lockdown negara karena ingin menghindari tanggung jawab menyantuni masyarakat sipil yang tak bisa bekerja.

Pernyataan ini ia sampaikan ketika menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club di TV One, Selasa (24/3/) malam. “Pemerintah enggak bisa lockdown, ya emang enggak bisa karena tidak ada lockdown dalam hukum kita. Hukum kita kenalnya karantina,” kata Haris.

Karantina yang dimaksud, lanjut Haris bisa berupa karantina nasional atau lokal, atau di tempat-tempat tertentu. Bergantung pada lokasi dan konsentrasi untuk melakukan pemulihan. Haris mengatakan pemerintah justru menyerukan kampanye diam di rumah seperti yang dilakukan oleh para petugas medis.

“Saya bukan tidak peduli sama teman-teman yang memiliki ketahanan ekonomi yang tidak kuat seperti masyarakat kelas menengah. Justru saya minta supaya Undang-Undang Karantina Kesehatan No.6 itu diberlakukan. Dengan begitu ada ketegasan negara. Di situ negara berbeda dengan kelompok-kelompok profesi, kelompok-kelompok pekerja,” katanya menjelaskan.

Ia mengingatkan bahwa Undang Undang Kesehatan No.6 Tahun 2018 tersebut ditandatangani oleh Presiden Jokowi. Maka ia mendesak agar pemerintahan Presiden Jokowi segera menggunakan UU tersebut.

“Saya melihat pemerintah tidak mau lockdown karena pemerintah pusat mau menghindar dari tanggung jawab untuk ngurusin warganya, yang minta kalau dua minggu diam di rumah, kirimin berasnya,” kata Haris memberikan penjelasan.

Asep Saepudin Sayyev |*

Beresiko, Tenaga Medis Jalani Test Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menerima sebanyak 800 unit alat pendeteksi cepat (Rapid Test) virus corona atau Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pada Rabu (25/3) pagi.

Rapid test pertama dilakukan di GOR Pajajaran dengan sistem drive thru bagi Orang Dalam Resiko (ODR) seperti tenaga medis pada Kamis (26/3). “Hari ini (kemarin, red) khusus tenaga medis dan garda terdepan pelayanan masyarakat,” ujar Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim kepada wartawan.

Menurut dia, rapid test selanjutnya bakal dilakukan secara terpisah pafa delapan lokasi, yakni pada enam Puskesmas Induk setiap kecamatan, RSUD, dan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Namun ia belum bisa memastikan jadwal pelaksanaan rapid test di delapan lokasi tersebut.

“Ya, yang pasti pelaksanaan rapid test pekan ini, tetapi belum bisa memastikan kapan harinya,” kata Dedie.

Menurut dia, perkiraan  untuk pelaksanaan tes setiap unitnya memakan waktu lima menit sehingga membutuhkan waktu sekitar 4.000 menit atau 66,6 jam. “Waktu 66,6 jam itu, jika dibagi 24 jam dalam sehari maka waktu pelaksanaanya diprediksi sekitar 2,7 hari,” katanya.

Dedie memastikan, sebanyak 31 tenaga medis untuk diberikan pelatihan sebagai pelaksana rapid test tersebut. Pihaknya juga telah mendata siapa saja peserta yang bisa mengikuti rapid test nantinya.

Profesi lainnya yang akan menjalani tes adalah orang yang pekerjaannya banyak bersentuhan dengan publik, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, maupun petugas kesehatan di Puskesmas.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bogor akan menyiasati dengan rencana lainnya, yakni disebar ke sejumlah Puskesmas induk setiap kecamatan, di RSUD, dan di Dinas Kesehatan Kota Bogor. Kalau dibagi rata menjadi delapan lokasi, maka setiap tempat akan melaksanakan tes bagi 100 orang. Jika asumsi pelaksanaan setiap unitnya sekitar lima menit maka dibutuhkan waktu sekitar 8,3 jam,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Pemprov Jabar akan Salurkan BLT

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov)  dan DPRD Jawa Barat sepakat mulai menyalurkan bantuan bagi warga terkait dampak penyebaran virus corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan,  Pemprov bersama jajaran pimpinan DPRD Jawa Barat dan para ketua Komisi sudah menyepakati bantuan yang akan disalurkan mulai pekan depan tersebut.

Bantuan dibagi menjadi dua domain, pertama  kata Emil, warga yang memiliki kartu Sembako akan menjadi urusan pemerintah pusat. “Yang kita fokuskan adalah mereka yang rawan miskin baru, mereka yang tadinya normal hidupnya jadi tidak berpenghasilan dalam kondisi ini kita gerak cepat, kalua tidak ada halangan per minggu depan kita salurkan,” katanya dalam keterangan yang diunggah ke dalam podcast Humas Jabar, Kamis (26/03).

Pemprov kata Emil sudah menghitung, bantuan tunai yang akan diberikan pada warga sebesar Rp500.000 per warga terdampak. Anggarannya ini sepertiga berbentuk tunai, sisanya berupa barang Sembako dan pangan.“Konsekuensi memberikan pertolongan ini sudah dikaji Universitas Pajajaran (Unpad) dan Bappeda, jika Covid -19 ini akan membawa dampak bagi 1 juta orang,” tuturnya.

Menurut Emil  angka ini sudah dihitung dan dipastikan membutuhkan pertolongan karena terdampak corona bukan warga miskin yang sudah terdata sebelumnya. Karena itu, anggaran sekitar Rp5 triliun disiapkan untuk bantuan tersebut. “Konsekuensinya kita siapkan Rp5 triliun lebih untuk menolong warga yang terdampak COVID-19,” katanya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuijaya sepakat dengan rencana Pemprov menyalurkan bantuan kepada warga yang rawan miskin, karena tak memiliki penghasilan  akibat terdampak Covid – 19.

Namun demikian, Asep pun mengingatkan, Pemprov pun melakukan advokasi kepada para tenaga kerja kesehatan juga, misalnya soal ketersedian Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas medis dan tenaga kesehatan.“Menurut saya, hal itu pun harus jadi prioritas. Para tenaga medik itu kan merupakan pasukan yang berada di garda depan penanganan wabah yang terjadi saat ini,” tegasnya.

Selain itu, kata Asep, Pemprov juga harus memastikan ketersediaan ruang isolasi di RSUD yang ada di 27 kota/kabupaten. “Itu mestinya dipikirkan juga,” tutupnya.

Mochamad Yusuf | *