25.2 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1283

Perguruan Silat Padjadjaran “Talek” 15 Pesilat

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Dalam suasana Ramadan, Perguruan Silat Padjadjaran Kota Bogor menggelar acara buka puasa bersama (bukber) sekaligus pengambilan sumpah (talek perguruan-red) yang diikuti sebanyak 15 anggota keluarga Perguruan Padjadjaran yang berlangsung di Pendopo Hegarmanah Mawar Nirwana Residance, Minggu (2/5/2021), dipimpin oleh Warno Wiro Menggolo selaku ketua perguruan.

Dikatakan Putra Sungkawa Dewan Pendekar Perguruan Silat Padjadjaran Kota Bogor, kegiatan bukber dan pengambilan sumpah perguruan yang dalam kesempatan buka puasa bersama itu pula bersama pereakilan 17 perguruan silat se-Kota Bogor ini bertujuan untuk membentuk jati diri seorang pesilat dalam mengenban amanah menjadi seorang pesilat sebenarnya.

“Hal ini dilakukan untuk membentuk jiwa seorang pesilat menjadi manusia yang berjiwa kestaria, berjiwa Pancasila dan dapat membawa nama baik pencak silat umumnya, selain itu guna menanamkan pada dirinya bahwa silat tidak untuk menjadikan orang itu ijin riya’ dan takabur,  dapat menahan diri dalam hal apapun, selain sehat jasmani,” ucapnya.

Putra menjelaskan, pengambilan sumpah ini dilatarbelakangi oleh banyak faktor, dirinya tidak menginginkan pada setiap anggota keluarga besar perguruan padjadjaran memiliki hati dan sifat ujub riya’ takabur, karena pada hakekatnya silat itu membentuk diri yang bersih jiwa dan sehat jasmani. Dan kata dia, apabila salah satu anggota keluarga tersebut melanggar akan di ingatkan oleh saudara seperguruan atau guru.

“Jangan pernah melakukan hal yang tidak baik untuk menjaga nama baik perguruan, serta menjaga Marwah ajaran Pencak Silat itu sendiri,  karena pencak silat mengajarkan kebaikan dan kebaikan ,” tegasnya.

** Handy Mehonk

Titik Tolak Segala Amal Ada di Malam Lailatul Qadar

0

Allah SWT telah menyediakan waktu khusus untuk umat Nabi Muhammad yang serius menjalankan ibadah puasa yakni malam Lailatul Qadar. Surat Al-Qadar menjelaskan secara khusus apa itu malam Lailatul Qadar. 

Candra Murti Dewojati dalam bukunya “Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar” dikutip dari RMOL, Minggu (2/5), menuliskan, kata qadar paling tidak digunakan untuk tiga arti. Pertama adalah penetapan dan pengaturan Allah SWT terhadap perjalanan hidup manusia, kedua, berarti kemuliaan malam mulia yang tidak ada bandingnya. 

“Ia memang istimewa dan tiada bandingnya dan menjadikan titik tolak segala kemuliaan yang diraih,” katanya.

Dan ketiga juga berarti sempit. Disebut sempit karena secara hakikat terlalu banyaknya malaikat turun ke bumi menebar kebaikan bagi siapa saja yang mengetuk dalam Jalan Ilahi saat Ramadhan.

Hal tersebut kata Candra sesuai surah Al-Qadar ayat 4 yang artinya. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.”

Bisa jadi, kata sempit dalam Qadar dapat digunakan dalam surat Ar Ra’d ayat 26 yang artinya.

“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dia kehendaki. Maka bergembiralah dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu dibandingkan dengan kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit.”

Ketiga arti di atas kata Candra pada hakekatnya adalah benar. Tentunya karena semuanya menunjukkan tanpa ada keraguan jika memang malam turunnya Lailatul Qadar itu adalah malam mulia yang juga istimewa. 

** ass

Puluhan Hektar Sawah di Desa Tugu Jaya Tidak Lagi Kesulitan Air

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Puluhan hektar sawah di Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dipastikan tidak akan lagi kesulitan mendapatkan pasokan air. Sebab, saluran irigasi yang selama ini menjadi sarana para petani mendapatkan air untuk mengaliri area sawah, sedang tahap pembangunan.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) dibawah Ditjen Sumber Daya Air, keluhan masyarakat terutama para petani di Kampung Sindangsari, Desa Tugu Jaya terjawab sudah saat mendapatkan bantuan sebesar Rp.195 juta dari Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3 – TGAI).

Bendahara P3A Cai Bina Jaya Mandiri Desa Tugu Jaya, Ridwan mengaku bersyukur akhirnya saluran irigasi yang kondisinya sudah rusak ini, mendapatkan bantuan perbaikan atau pembangunan kembali.

“Dulu pernah dapat bantuan pembangunan irigasi ini. Karena sudah lama, kondisi saluran irigasi rusak lagi,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, pada pembangunan jaringan irigasi kali ini, pihak pelaksana yang merupakan warga serta para petani, sempat membetulkan batu pondasi bangunan lama yang berserakan di tengah saluran air.

Akan tetapi, lanjut Ridwan, perbaikan pondasi bangunan lama itu, tidak mengurangi spek atau RAB proyek P3-TGAI. “Didalam RAB kan hanya 390 meter, sekarang ditambah menjadi 410 meter dengan pasangan batu dari pondasi yang lama,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, untuk P3A Cai Bina Jaya Mandiri sendiri terbilang masih baru. Karena sebelumnya anggota P3A Cai Bina Jaya Mandiri itu, berstatus masih kelompok tani.

“Lantaran salah satu syarat untuk menerima anggaran itu harus P3A, maka dibentuklah kelompok tersebut, dengan anggota masih kelompok tani yang lama,” papar Ridwan.

Jajang, petani di Kampung Sindangsari mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan perbaikan saluran irigasi yang diketahui nya untuk mengaliri sekitar 10 Hektar area sawah di Desa Tugu Jaya.

“Bukan hanya saya saja yang bersyukur, tapi Para petani lain di wilayah ini merasa terbantu juga. Mudah-mudahan kami dan petani di sini tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan air, sehingga hasil panen pun tambah banyak,” tukasnya

** Deni/Dede Suhendar

Salah Ukuran, Pemesan Barang Acungkan Pistol ke Kurir

0

Tenjolaya | Jurnal Inspirasi

Seorang kurir ekspedisi Ninja Expres yang berkantor di Jalan Leuwengkolot Cibungbulang, mendadak viral. Pasalnya saat mengantarkan pesanan barang berupa sendal ke salah satu warga di Kampung Cikareo, RT 03, RW 04, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya ditolak  pemesannya karena dianggap salah ukuran dan warna. Antara sang kurir dan si penerima barang terjadi perdebatan dan pelaku pun tetap tak mau bayar.

Kesal dengan kurir yang tetap minta bayar, pelaku pun masuk ke kamar rumahnya dan langsung membawa pistol. Kejadian itu menurut korban terjadi pada Minggu (2/5/2031)  pukul 11.30  Wib. Pihak kurir yang didamping rekan kerjanya mendatangi Polsek Ciampea, pukul 20.44 Wib melaporkan kejadian tersebut.

“Belum ditodong sih sempet dihalau oleh istrinya, kronologinya kan sistem COD, pertama-tama datang kan setelah itu dia nanya karena pesanan sempat salah ukuran dan akhirnya nanya lagi membahas soal warna pesanan,” ujar Yoga, kurir Ninja Expres kepada awak media.

Setelah itu, dirinya menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui isi yang ada di dalam paket pesanan. “Barang diambil sama dia, dan saya meminta untuk lebih dipercepat karena dikejar oleh waktu, saya menjelaskan untuk jangan dibuka terlebih dahulu dengan sistem COD yang seperti itu,” tuturnya.

Menurut dia, pelaku si penerima barang berpendapat kurir manapun bisa untuk membuka barangnya sebelum dibayar, namun dirinya mempertanyakan kurir yang mana yang melakukan SOP seperti itu. “Ah kurir yang lain pun bisa, kurir yang mana, hampir semua jasa ekspedisi memiliki SOP seperti itu, sebelum dibuka harus dibayar,” singkat dia.

Masalah perdebatan itu setelah pelaku melihat pesanan salah dan tidak sesuai dengan pesanan dia, hingga tidak ingin membayar pesanannya. “Ga bisa gitu pak, Saya kan sebelum menjelaskan dari awal jangan dulu dibuka, dan saya hanya kurir,” jelas dia.

Setelah berdebat dengan pemesanan barang tersebut, pemesanan barang tersebut berjalan menuju ruangan dan membawa pistol. “Saya ga tahu itu pistol mainan atau benar karena saya panik duluan, saat mau ditodongkan ke arah saya dihalau oleh sang istri, saya merasa down atas kejadian tadi, dan saya au bikin laporan,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Ciampea, Kompol Beben membenarkan kejadian itu, namun masih proses lidik dan masih proses pengembangan informasi. “Sepertinya kita lagi nyari-nyari info lengkapnya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Gerindra Bergerak Bagikan Takjil Hingga Sembako

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Partai Gerindra Kota Bogor terus menyapa warga di tengah pandemi Covid-19, salah satunya dengan membagikan takjil hingga sembako di seluruh penjuru ‘Kota Hujan’pada Sabtu (1/5). Pembagian sembako dan takjil ini dimotori oleh PAC Ranting, sayap partai dan anggota legislatif.

“Gerindra senantiasa membangun komunikasi, membina dan mengeratkan hubungan antara sesama kader partai. Selain itu juga acap berkoordinasi, sehingga meraih kejayaan ada 2024 mendatang,” ujar Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian Ali Agam.

Menurut dia, restrukturisasi dan reorganisasi telah dilakukan di tubuh partai besutan Prabowo Subianto itu. Dengan demikian, komunikasi dan koordinasi antar kader dapat lebih efektif.

“Kami ingin memenangkan pileg 2024, pilwalkot dan pilpres. Karena itu koordinasi terus dilaksanakan secara simultan, begitupun dengan evaluasi demi mencapai kemenangan,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Anton: 4 Pilar Mesti jadi Pegangan Seluruh Anak Bangsa

0

Gunung Putri | Jurnal Ispirasi

Anggota MPR RI H. Anton Sukartono Suratto mengajak masyarakat menjaga serta memperkuat Empat Pilar Bangsa, yakni Pancasila, UUD NKRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Menurutnya, semua nilai dalam Empat Pilar adalah pegangan, serta pedoman hidup seluruh anak bangsa dalam mencapai cita-cita bangsa.

“Yang perlu dilakukan adalah pelaksanaannya secara benar untuk membangun bersama-sama bangsa ini ke depan menuju cita-cita dan kesejahteraan semua,” kata Anton pada sosialisasi Empat Pilar Kebangsaaan di Pendopo Puri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Rabu (16/4/2021).

Dalam kesempatan yang dihadiri, tokoh masyarakat, pemuda, di Kecamatan Gunung Putri, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat tersebut menekankan, 4 Pilar Kebangsaan juga menjadi modal bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan berbangsa dan bernegara.

”Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan oleh Bung Karno. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” jelasnya.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Kang Anton mengatakan, nilai-nilai dalam Empat Pilar Kebangsaan ini dapat menjawab tantangan kekinian. Tantangan Indonesia kekinian saat ini di antaranya memulihkan dampak pandemi Covid-19, mulai dari sektor kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

“Saya mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan. Meski berbeda agama, meski berbeda suku, kita berada dalam satu rumah besar, Indonesia tercinta. Kalau terus bertengkar, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju,” ujarnya.

** Gita Purnama

Peringati Hardiknas, Hima KPI UIKA Resmikan Program KPI Mengabdi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Rayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (HIMA KPI) UIKA Bogor meresmikan kegiatan KPI Mengabdi di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (2/5). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan HIMA KPI sekaligus wujud pengabdian mahasiswa KPI UIKA kepada masyarakat.

“Program KPI Mengabdi melibatkan mahasiswa KPI dengan program dakwah masyarakat, Ilmu  penyiaran islam yang di dapatkan sepanjang perkuliahan langsung dipraktekkan kepada masyarakat. Program perdana ini kami percayakan penanggungjawabnya mahasiswi semester 4 Rachmaniati, dengan target audience sebanyak 58 santri TPA Alhikmah,” jelas Ketua HIMA KPI M.Iqbal Hasanudin.

Dalam kegiatan  KPI Mengabdi ini turut hadir Dewi Anggrayni, M.Si., PhD. sebagai Sekretaris Program Studi KPI UIKA. Dalam sambutannya disampaikan, praktik dakwah edukatif dan kreatif harus dilaksanakan agar sasaran dakwah dapat menerima Islam secara Kaffah. Diharapkan program KPI Mengabdi ini dapat memberikan warna baru program dakwah kreatif kepada masyarakat.

‘Himpunan Mahasiswa KPI  adalah wadah bagi mahasiswa KPI untuk menerapkan praktik dakwah kreatif. Diharapkan siswa siswi TPA Al-Hikmah semakin bersemangat belajar Islam lewat program KPI mengabdi ini.

Diantara kegiatan pengabdian yang dilaksanakan kepada siswa siswi TPA Al-Hikmah adalah Talaqi hafalan  quran dan praktik publik speaking dalam Bahasa Arab.  Sepanjang tiga bulan kedepan HIMA KPI  berencana akan memberikan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa  Inggris kepada 150 santri di TPA Al-Hikmah.

Sementara pada kegiatan tersebut, mahasiswa KPI berbagi takil kepada masyarakat sekitar dan santunan kepada yatim di Kelurahan Sukadamai, serta melakukan shalat tarawih bersama di TPA Al Hikmah.

**ass/rls

Sambangi PSKS, GMKB Salurkan Paket Sembako

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) mengunjungi Graha Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) untuk kedua kalinya di Kampung Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/5).

Diketahui, PSKS yang merupakan rumah tempat para santri tuna netra menimba ilmu dan pembinaan orang terlantar itu berada dibawah binaan Ketua Karang Taruna Kabuoaten Bogor dan Kang Dian Nugraha sebagai pekerja sosial masyarakat.

Ketua Umum GMKB Ridho mengatakan kunjungan tersebut selain untuk ajang silaturahmi juga untuk saling berbagi. Dalam kunjungannya GMKB memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai, baju koko serta sarung dan sembako.

“Kami menyampaikan bantuan yaitu sarung baru juga sarung layak pakai dan baju koko selain itu juga sembako berupa beras, telur, tahu dan makanan untuk berbuka puasa,” katanya.

Sumber dana yang disalurkan, merupakan hasil donatur dari sejumlah pihak yang memang nemiliki sosial tinggi untuk berbagi dan menebar kebaikan terhadap sesama.

“Beberapa donatur eksternal yang ikut menyumbang diantaranya adalah Dirut RSUD Kota Bogor Dr.Ilham, Kasi Pelayanan Dinkes dr Tri, Lurah Kedung Bapak Beri dan beberapa warga perum Tasmania juga yang lainnya selain dari sumbangan anggota GMKB,” ujarnya.

Sumbangan tersebut, diberikan dalam rangka meringankan beban pengurus pesantren dan juga sebagai bentuk kepedulian dari GMKB.

“Insyaallah jika ada rejeki lagi kami akan kembali lagi ke pesantren tuna netra ini. Di Graha PSKS juga ada dibina orang dalam gangguan jiwa dan orang terlantar,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Blok F Jadi Target Kawanan Pengutil

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembanh, belum lama beroperasi, namun sudah menjadi incaran kawanan pengutil. Pasalnya, dalam sepekan terakhir dua kejadian pengutilan baju terjadi di pasar tersebut.

Bahkan, baru-baru ini petuga keamanan Blok F menangkap komplotan yang mencuri pakaian muslim di salah satu toko. Saat ditangkap, pelaku kedapatan mengambil 17 pakaian muslim yang disembunyikan dalam salah satu rok pelaku pada pekan lalu. Sebelumnya, security juga membekuk pengutil dengan modus yang sama.

Project Manager PT Mulyagiri Yayat Sudrajat membenarkan perihal kejadian tersebut. “Selain disimpan dalam rok, pelaku juga menyiapkan kantung plastik besar untuk menaruh barang hasil curian. Identitasnya M dan M, usia diatas 50 tahun,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (1/5).

Untuk mengantisipasi kejadian serula terulang, pihaknya memasang 24 titik CCTV. Sebab, jelang Idul Fitri volume pengunjung naik hingga 4 ribu orang per hari.

Terpisah, Kepala Urusan Operasional Blok F Trade Center, Ajie menjelaskan ikhwal peristiwa tersebut. “Awalnya ada ibu-ibu mencurigakan cara berjalannya, setelah didekati dia lari ke arah Blok B. Pas ditangkap dan diperiksa ternyata ada baju dalam rok. Mereka mencuri di Toko Langganan,” katanya.

Namun, kata dia, masalah tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan, dan pelaku diminta membayar 17 baju seharga Rp1,7 juta. “Jadi pemilik toko masih memberikan toleransi saat Ramadan sehingga tidak perlu dibawa ke pihak berwajib. Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka berasal dari Tanjung Priok Jakarta,” katanya.

Untuk memberikan efek jera, sambung dia, petugas menempelkan setiap foto pengutil di tiap titik Blok F, agar pemilik toko dan pengunjung dapat mengenali mereka.

** Fredy Kristianto

Pemkot Matangkan Kehadiran Trem

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan kehadiran trem. Pasalnya, belum lama ini pemkot  telah menyambangi salah satu titik lokasi, yang rencananya akan dijadikan depo trem.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Rudy Mashudi mengatakan, terdapat tiga opsi lokasi untuk dijadikan depo trem. Diantaranya, lahan milik Jasa Marga di sisi Tol Jagorawi, Stasiun Bogor dan lahan milik salah satu pengembang perumahan di kawasan Tanah Baru atau tepatnya di sebelah gardu induk PLN.

“Kami sudah meninjau salah satu titik, yakni di kawasan Tanah Baru atau tepatnya di dekat Gardu Induk PLN. Disana ada lahan milik perumahan yang masih kosong. Tapi tentu saja, hal itu harus menempuh studi kelayakan terlebih dahulu,” ujar Rudy kepada wartawan, Minggu (2/5).

Menurut dia, berdasarkan kajian dari Colas Rail agar trem dapat beroperasi di Kota Bogor harus didukung fasilitas seperti depo dan tempat pemeliharaan. “Saat ini lokasinya sedang dikaji,” katanya.

Depo trem, kata Rudy, membutuhkan luasan lahan lima hingga 10 hektar, dan lahan di kawasan Tanah Baru tersebut memungkinkan untuk dijadikan depo.

“Dari hasil pembicaraan dengan pengembang perumahan tersebut, di dalam site plan mereka memang sudah ada frontage sepanjang 10 meter,” katanya.

Rudy menegaskan bahwa pengembang menyambut baik, serta sempat menanyakan bagaimana pola yang digunakan. “Apakah ganti untung, ganti rugi atau sewa. Tetapi urusan tersebut tetap harus menempuh mekanisme appraisal dan studi kelayakan untuk memutuskan, jadi atau tidaknya,” beber Rudy.

Kendati demikian, sambung Rudy, Pemkot Bogor tak mau terburu-buru memutuskan, mengingat masih ada beberapa opsi lokasi penempatan depo trem.

“Sedang dikaji beberapa tempat. Bisa di stasiun, bisa juga di lahan Jasa Marga sepanjang Tol Jagorawi. Ya, kita cari dulu yang layak. Kami masih lakukan penjajakan dengan berbagai pihak, termasuk Jasa Marga,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor dapil Bogor Utara, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) menyambut baik rencana pemkot membuat depo trem di kawasan Tanah Baru. Namun, kata dia, pembangunan di area tersebut harus dapat memberikan efek positif bagi masyarakat sekitar, terutama mengenai perekonomian.

“Yang harus diperhatikan pemerintah, bukan hanya sebatas studi kelayakan dan efek lingkungan saja. Melainkan, bagaimana dengan potensi perekonomian bagi warga sekitar,” jelasnya.

Dengan kata lain, sambung ASB, apabila depo trem nantinya jadi dibangun di kawasan itu, pemerintah harus dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat di dalamnya sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Selain itu, ASB meminta Pemkot Bogor terlebih dahulu memperbaiki permasalahan di kawasan tersebut, seperti banjir lintasan, longsor dan lain sebagainya. “Jangan sampai kehadiran depo, juga malah menyebabkan permasalahan baru,” ucapnya.

Tak hanya itu, ASB pun mempertanyakan seberapa penting kehadiran trem di Kota Bogor, sehingga pemerintah begitu berapi-api mendatangkan moda transportasi berbasis rel tersebut. Sebab, sambungnya, apabila alasannya untuk mengurai kemacetan, Pemkot Bogor juga harus membenahi beberapa hal. Diantaranya perbaikan infrastruktur penunjang, parkir bahu jalan, hingga lebar ruas jalan yang akan dilewati trem.

“Trem itu kan akan melintasi SSA. Sedangkan disana jalur padat. Sementara program seperti konversi 3:1 dan rerouting angkot belum sepenuhnya berjalan. Lantas sudah ada tidak kajian mengenai ketertarikan warga menggunakan trem? Berapa tarifnya? Sesuai tidak dengan kemampuan masyarakat? Saran saya pemkot lebih baik fokus dulu menuntaskan satu program,” jelasnya.

Ia juga menyoroti, mengenai kabar yang berhembus bahwa kehadiran trem salah satunya untuk mendukung fasilitas Transit Oriented Development (TOD). “Kalau benar kabar tersebut. Artinya keberadaan trem ini bukan untuk melayani transportasi warga, tetapi untuk memenuhi kebutuhan pihak lain,” tukasnya.

** Fredy Kristianto