25.2 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1284

KB Bukopin, Konsisten Lanjutkan Transformasi di New Normal

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Lebih satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi telah menyebabkan krisis di berbagai bidang. Hal ini telah membuat masyarakat harus terbiasa dengan banyak kebiasaan baru (new normal).  Dimana berjarak menjadi sesuatu yang biasa dalam interaksi.

Sebagai bagian dari industri perbankan, KB Bukopin berusaha merekonstruksi bisnis setelah mengalami perubahan pengendalian dan sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19.  

“Sebetulnya momen krisis di tahun 2020 menjadi momentum tepat bagi kami melakukan transformasi secara total,” jelas Rivan Purwantono, Presiden Direktur KB Bukopin, di Jakarta, belum lama ini.

Rivan menjelaskan, bahwa penurunan aset dan koreksi pada kinerja, selain dampak dari pandemic juga disebabkan krisis “infodemi” atau banyaknya hoax dan pemberitaan negatif yang terjadi mulai  Maret 2020, hampir bersamaan dengan masuknya Covid-19 di Indonesia.

”Ini adalah titik terendah, begitu banyak hantaman yang kami hadapi, tapi dengan kokoh bersama mengatasi berbagai tantangan dan memulihkan kepercayaan masyarakat, kami akan kembali bangkit lebih kuat. Memasuki tahun 2021 kondisi ini sudah membaik, dan transformasi yang dilakukan sudah on track dan sesuai dengan business plan yang telah dirancang hingga 2025.” tambahnya.

Perseroan telah mencapai beberapa milestone perbaikan dan recovery lebih lanjut di tahun 2021. Diantaranya peningkatan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih rendah, sedangkan BOPO secara year to date turun.

Naiknya dana pihak ketiga didominasi dengan sentimen positif  dari lini Korean Desk yang pada posisi Maret 2021 telah mencapai Rp 2,4 triliun dan ditargetkan  terus tumbuh untuk memperkaya diversifikasi nasabah KB Bukopin. 

Seperti diketahui, transformasi dimulai sejak September 2020 lalu dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang membantu recovery dan improvement berbagai aspek Perseroan. Di sisi bisnis,  misalnya, KB Bukopin telah menjalankan strategi Good Bank yang fokus pada perluasan bisnis  dengan kualitas aset yang baik dan stabil, seperti kredit pensiunan, strategic partnership untuk  memperluas bisnis retail untuk produk KPR, multifinance, credit card, payroll, termasuk perluasan  market ke Korean link business, dan lainnya.

Terkait kesiapan digital banking, Perseroan tengah mematangkan strategi jangka pendek seperti integrasi aplikasi Wokee dengan tabungan Siaga, pengaktifan QR code, simplikasi proses KYC, cardless withdrawal, dan lainnya.

Sedangkan  transformasi digital untuk jangka panjang dilanjutkan hingga KB Bukopin memiliki sistem yang  canggih dan cepat seperti halnya KB Kookmin Bank, yang sistem IT nya dikembangkan sendiri  dan akan diadaptasi oleh Perseroan.

“Transformasi total ini terus berlanjut dengan dilakukan bersama manajemen dan karyawan KB Bukopin, dan kami terus melakukan inovasi untuk percepatan perbaikan kinerja. Dengan semangat ini, kami percaya kami bisa menjadi Bintang Finansial Indonesia.” Tutup Rivan. 

Handy Mehonk | **

Turun ke Lapangan, Direksi Perumda Tirta Pakuan Silaturahmi Langsung dengan Pelanggan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kembali Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indra Gusniawan, didampingi Direktur Umum Rivelino Rizky serta Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf, turun ke lapangan serta bertemu dengan pelanggan sambil menyusuri jalur pipa kondisi pelayanan di wilayah zona 1, beberapa waktu lalu.

Blusukan di wilayah ini dimulai dari arah Gang Gudang Garam Kelurahan Sindangrasa hingga di Muarasari.

Direkrut Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indra Gusniawan menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk upaya penyampaian informasi, sosialisasi ke rumah warga dan tokoh masyarakat sekaligus silaturahmi di bulan Ramadan 1442H.

Dalam kunjungan tersebut, Rino Indra mendengarkan informasi keluhan dan masukan warga tentang kondisi pelayanan di wilayah zona 1 tersebut.

Setelah mendengar sejumlah aspirasi, Rino Indra membeberkan, kondisi sistem pengaliran di wilayah zona 1 tersebut, nanti ada beberapa rencana yang akan dilakukan kedepan. Karena di wilayah zona 1 mulai padat, dengan adanya Mall, Rumah Sakit.

“Kondisi perekonomian mulai bangkit di zona 1 akan tetapi air masih kurang, akhirnya kita mencari solusi menyekat sampai ke Mall Boxies123,” kata Rino dalam keterangan persnya, Minggu (2/5).

Dijelaskannya, langkah itu diambil karena wilayah yang berada di bawah supaya dapat pasokan seperti daerah dari sekitar Boxies123 ke Komplek Pakuan dan Sukasari.

Tak hanya itu, Rino menambahkan, bahwa gangguan pengaliran di wilayah Sindangrasa karena dampak referral server Rancamaya yang belum stabil. “Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sedang berupaya mengatur sistem pengaliran untuk menjaga keseimbangan pasokan air di wilayah zona 1,” ungkap dia.

Agar mengatasi masalah yang ada, Rino menawarkan pemasangan reservoir local kapasitas 50 meter kubik. Untuk membantu sistem pengaliran di wilayah tersebut.

“Warga di persilahkan mencari lahan yang ideal, kemudian Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang mendirikan bangunan tersebut bersama instalasinya,” tandas dia.

Rino mengatakan, sekarang mulai mengurangi jumlah beban pelanggan di masing-masing wilayah tersebut, dan ini terus akan di lakukan.

“Insya Allah di tahun 2021 akan merencanakan penambahan kapasitas air. Nanti kita akan tambah 50 liter per detik airnya, dan mudah-mudahan lancar,” tukasnya.

Rino menuturkan, jika kerjasama dan doa dari masyarakat dan pelanggan, agar program-program perbaikan sistem pengaliran zona 1 dapat terus berjalan supaya pelayanan Tirta Pakuan bisa lebih baik lagi.

** ass/bay/rls

Pemdes dan Anggota Dewan Santuni Anak Yatim Tegal Waru

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Tegal Waru bersama anggota DPRD Kabupaten Bogor M Rizky melaksanakan santunan yatim di Pendopo Desa Tegal Waru, Sabtu (1/5/2021). Dalam kegiatan itu ratusan anak yatim dari sejumlah lingkungan yang ada di Desa Tegal Waru dijemput untuk diajak berbuka puasa bersama dan setelah itu diberikan satunan.

Kepala Desa Tegal Waru, Nunung Nuriyah mengatakan, kegiatan itu merupakan agenda rutin yang berkolaborasi dengan anggta Dewan Kabupaten Bogor M Risky. “Yang disantuni se-Desa Tegal Waru ada 400 yatim kegiatan ini berkolaborasi dengan Kepala Desa dan  M. Risky Anggota Dewan Kabupaten Bogor komisi yang juga merupakan putra kami,” kata  Nunung Nuriyah kepada wartawan.

Lebih lanjut, ia berharap di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini mengajak kepada masyarakat untuk selalu berbuat baik. “Saya pun mengajak kepada masyarakat yang punya rezeki lebih, agar kita selalu berbagi kepada yang sangat membutuhkan apalagi anak-anak yatim, ” ujarnya.

Hal serupa diingat M Rizky yang duduk di Komisi II, setiap Ramadhan semua muslim melaksanakan zakat mal. “Jadi tiap tahun ini memang rutin melaksanakan zakat mal yang menjadi satu kewajiban umat Islam untuk menyisihkan penghasilannya 2,5 persen,” ujarnya.

Menurut politisi Fraksi Gerindra ini, jika ingin berbagi terhadap anak yatim atau sesama sebetulnya tidak perlu menjadi anggota dewan atau pun Bupati, namun semua manusia harus memiliki rasa peduli terhadap anak yatim.

“Tidak perlu jadi dewan, atau Bupati atau orang penting semua orang sebenernya jika memiliki rasa kepedulian terhadap sesama, anak yatim itu bisa kita lakukan,” pungakasnya.

** Cepi Kurniawan

Dinsos Berikan Kursi Roda, Nenek Siti Senang

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Nenek Siti yang berusia 80 tahun warga Kampung Baru RT 03 RW 04, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng sudah satu tahun ini menderita lumpuh. Kini untuk menunjang aktivitasnya telah dibantu berupa kursi roda. Nenek Siti pun tampak senang.

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor Dian Mulyadiansyah mengatakan, pemberian bantuan bagi penderita lumpuh seperti Nenek Siti merupakan wujud nyata hadirnya pemerintah ditengah wabah pandemi Covd-19 yang masih berlangsung ini. “Bantuan yang diberikan sesuai kebutuhannya,” ujar Dian kepada Jurnal Bogor, Minggu (2/5).

Menurutnya, terjalin kerjasama yang baik telah dilakukan sehingga tidak ada masalah yang tidak terselesaikan. “Karena sesuai amanat undang -undang sosial itu tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Tak hanya itu, kata Dian, pihaknya mendukung  program Pancakarsa salah satunya menjadikan Bogor sehat dan berkeadaban. ” Oleh karenanya sesuai arahan Bupati Bogor bagaimana cara mengatasi ketika adanya aspirasi dari bawah. Semua bergerak  guna mendukung masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Dian menjelaskan, dimasa pandemi ini, dia mengapresiasi jurnalis yang sudah menyuarakan sosial masyarakat bawah, begitu juga dengan tim IPSM dan Kecamatan termasuk pihak swasta untuk bersama sama membangun  Kabupaten Bogor.

Dalam unggahan di laman Facebook Kecamatan Leuwisadeng diinformasikan perihal bantuan ini dengan bertuliskan “Pinjaman kursi roda kepada Nenek Siti bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan Yayasan Roda Harapan Indonesia.”

Sementara kunjungan ke Nenek Siti pun dihadiri komedian kondang Aziz Gagap. “Semoga sekecil apapun yang bisa kami perbuat bisa bermanfaat untuk Nenek Siti dan semoga penyakit yang dideritanya bisa sembuh kembali,” demikian harapanya.

** Arip Ekon

Katar Kedep dan BTJ Kolaborasi Bagikan Takjil

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Karang Taruna Unit 19 Kedep Tlajung Udik Kecamatan Gunung Putri, berbagi takjil kepada para pengendara yang melintasi jalan desa, tepatnya di Kampung Kedep. Sebanyak 1.500 kotak kolak maupun candil dibagikan sejak pukul 16.00 WIB hingga menjelang maghrib, Minggu  (02/5/2021).

Ketua Pokja Karang Taruna Kampung Kedep Nedi Junaedi menyampaikan, kegiatan ini menjadi program tahunan dan rutin dilaksanakan. Para pengendara yang melintas menjadi prioritas dalam pembagian takjil. Adapun sisanya, nanti akan dibagikan di beberapa mushola di desa mereka.

“Kegiatan ini melibatkan Pokja Karang Taruna sekampung Kedep, dan anggota Bogor Timur Jurnalis, adapun dana yang digunakan adalah anggaran internal dan donasi dari para donatur, ada juga donasi dari luar karang taruna, kita tidak meminta ke masyarakat, tapi kalau ada yang ngasih kita terima,” terang pria yang akrab disapa Alex.

Ia juga menjelaskan, upaya ini sebagai awal gebrakan Pokja Karang Taruna sekampung Kedep, tidak hanya berbagi takjil, namun juga ada program-Program di bidang social lainnya. “Alhamdulilah di awal ini semua anggota kompak dan antusias.”

“Alhamdulilah para anggota merespon dan sangat antusias yang tinggi Pokja ini juga untuk mempererat silaturahim antarwarga, terima kasih kepada masyarakat yang mendukung program ini saya juga banyak terimakasih kepada para support yang mendukung acara ini,” ujarnya

Di tempat yang sama, Ketua Bogor Timur Jurnalis Sudadi berharap Karang Taruna RW 19 ini menjadi contoh para Karang Taruna lainnya bukan hanya di Karang Taruna RW 19 ini. “Iya saya berharap Pokja ini menjadi contoh karang taruna lainya juga, saya mendukung penuh karang taruna yang mempunya program positif, BTJ juga selalu ada untuk masyarakat,” ujarnya Dadi yang khas dengan rambut godrongnya tersebut.

** Nay Nur’ain

Bagikan BST, Kades Leuwinutug Berharap Perbaikan Ekonomi

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 367 KPM, di aula desa Leuwinutug, Sabtu (01/05). Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Desa Leuwinutug Yayan mengatakan bahwa BST ini untuk 2 bulan yaitu Maret dan April dengan besaran 600 ribu per KPM.

“Semoga bisa memperbaiki sedikit ekonomi masyarakat dengan adanya bantuan BST yang terakhirnya, dan berharap Covid-19 ini cepat usai hingga masyarakat bisa kembali beraktivitas untuk memulihkan ekonominya,” kata Yayan.

Terpisah, Kades Leuwinutug Deden Saiful Hamdi mengatakan, dengan berhentinya BST dari pemerintah ini membuat masyarakat makin bangkit untuk memperbaiki kehidupan ekonominya.

“Semua kalangan terdampak dengan adanya Covid-19 ini, tak terkecuali pengusaha atau orang kaya sekalipun, sehingga bantuan dari pemerintah merata, oleh karena itu dengan berhentinya bantuan ini mengembalikan kemandirian kita untuk meningkatkan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.

**  Nay Nurain

Achmad Fathoni Sayangkan Potensi CSR

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Rapat Bapemperda dengan agenda pengkajian Perda Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau lebih akrab dengan sebutan CSR, Kamis (29/04), anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni yang juga anggota Bapemperda menyayangkan potensi yang masih kurang optimal.

Achmad Fathoni mengatakan dalam kesempatan memimpin rapat Bapemperda tersebut sekaligus berkesempatan mendengarkan kajian dari tenaga ahli Fakultas Hukum Unpak Muhammad Mihradi dan Nazarudin.

“TJSL di Kabupaten Bogor memiliki potensi yang sangat besar seiring dengan besarnya jumlah perusahaan, hanya sayangnya potensi ini masih kurang dioptimalkan, terlalu lemah dalam perencanaan, koordinasi pelaksanaan serta pengawasan,” jelasnya saat berbincang-bincang di kediamannya bersama Jurnal Bogor, Jum’at (30/04).

Menurutnya, kedepannya Perda akan diubah sekaligus memastikan potensi CSR optimal dalam memperbaiki kondisi masyarakat Kabupaten Bogor terutama yang terdekat dengan perusahaan. Ada beberapa poin dalam rapat tersebut yang dibahas diantaranya, TJSL mestinya tidak berdasarkan prosentase dari keuntungan, tapi kewajiban perusahaan untuk mengalokasikannya.

“Selain itu pemda mestinya berperan lebih baik dengan membuat perencanaan potensi serta perencanaan kegiatan dan kebutuhan masyarakat yang dibiayai dari dana CSR,” tegasnya.

Masih menurut Aleg PKS tersebut, seharusnya ada pelaporan secara berkala dan detail terkait pengumpulan dan penyaluran CSR, baik kepada DPRD maupun publik.

“Dan seharusnya TJSL/CSR tidak dipakai untuk mengganti kewajiban pemda dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat tapi mestinya bersifat perbaikan kondisi dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Karang Taruna, Pemuda Ansor dan PP Tegal Bagikan Takjil

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Pemuda Karang Taruna bersama Ansor dan Pemuda Pancasila Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Minggu sore (2/5/2021) melakukan kegiatan bagi bagi takjil ke para pengguna jalan di Jalan Nagrog RT 06 RW 06 Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan itu bentuk kolaborasi Karang Taruna Desa Tegal, dan PP yang diinisiasi Pemuda Ansor Ranting Tegal.

Ketua Karang Taruna Desa Tegal, Cepi Kurniawan mengatakan banyak terimakasih kepada pemuda Ansor Tegal yang telah menginisiasi gerakan berbagi takjil yang melibatkan Karang Taruna dan organisasi masyarakat PP Tegal.

“Alhamdulillah ini bentuk kolaborasi kerjasama untuk kebaikan dibukan penuh berkah berbagi terhadap sesama yaitu berbagi takjil,” kata Cepi Kurniawan.

Cepi menambahkan bentuk kerjasama ini diharapakan bisa terus berkesinambungan, buka hanya dalam kegiatan berbagi takjil saja, namun dalam kegiatan sosial dan keagamaan. “Kita tujukan kekompakan di desa Tegal ini baik itu organisasi keagamaan, sosial dan organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

Dal kegiatan itu juga ratusan takjil dibagikan ke para pengguna jalan yang melintas jala Nagrog Desa Tegal, selanjutnya usai berbagi takjil digelar buka buka bersama di Masjid Nurul Huda Nagrog bersama dengan masyarakat sekitar.

** Cepi Kurniawan

Kangkung dari Bojong Dipasok ke Pasar Tradisional Bogor

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Warga Kampung Bojong RT 04, RW 01 Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, memanen kangkung untuk dijual ke pasar tradisional yang ada di Bogor maupun luar Bogor, Minggu (2/5/2021). Di lahan seluas sekitar 10 hektar itu, sejumlah warga Bojong terlihat sedang memanen kangkung yang ditanam petani disana.

Warga yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak mencabut kakung yang selanjutnya digabungkan menjadi satu ikatan yang terdiri dari 30 kangkung satu ikatannya itu. Menurut salah seorang warga yang sedang memanen kangkung, Indeng (56), sebagian warga disini bertani kangkung dan bayam.

Sambungnya, selain ada yang bertani, ada juga yang sebagai kuli tani. “Jadi selain petani ada juga warga yang bekerja sebagai kuli tani, seperti saat ini ibu ibu dan bapak bapak di sini memanen kangkung yang dimulai sejak pukul 6 pagi sampai jam 2 siang,” kata Indeng.

Indeng menambahkan, biasanya para kuli tani ini saat memanen itu satu orang sejak pagi sampai siang bisa mencapai 1500 ikat kangkung. “Grup saya ini ada 5 orang  itu bisa mencapai per orangnya 2000 maksimal dan itu dihargai Rp 25 ribu perikatnya,” kata Indeng.

Cucum, petani kangkung mengatakan untuk hasil tani ini itu dijual ke pasar tradisional, baik yang ada di Bogor ataupun luar Bogor. “Seperti Pasar Anyar, Parung, Pasar TU, Depok, Jakarta bahkan Bandung dan itu pembelinya ada yang datang dan juga dikirim pakai mobil pick-up,” kata Cucum.

Untuk harga jual ke pedagang biasanya tergantung cuaca atau kualitas kangkung dan bayam itu sendiri. Untuk harga kangkung itu harga normalnya dijual ke pedagang Rp 500, sementara jika harga lagi bagus itu bisa Rp 1000 per ikatnya.

Cucum mengatakan, untuk di lahan yang bosnya tanam itu sekali panen bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp juta. “Panennya 25 kali sehari paling cepat paling lama itu 30 hari,” katanya.

Ia juga mengatakan tanaman sayur kangkung itu untuk menananya cukup mudah hanya tinggal ditebar bijinya tanaman kangkung itu akan langsung tumbuh. “Itu namannya pakai biji kangkung demikian bayam juga sama dan itu perawatan tidak susah hanya disiram saja atau hanya nunggu air hujan,” pungkasnya.

Diketahui warga disana bertani kangkung itu sejak tahun 1975. Dahulu lahan yang digunakan untuk bercocok tanam kangkung dan bayam itu adalah area pesawahan, namun sering waktu lahan tersebut berubah menjadi area pertanian kangkung dan bayam.

Disana juga saat ini warga tidak hanya bertani kangkung dan banyam, namun ada juga jagung, singkong dan terong.

** Cepi Kurniawan

Gempar Lapor Ke KPK, Diduga Terjadi Korupsi di Proyek RSUD Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (Gempar) laporkan kegiatan dua mega proyek pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor, tahun anggaran 2020 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan tanda terima berkas dari KPK pada tanggal 30 April 2021 dengan nomor register : – /56/ /200 dan nomor surat : 12/B/SEK/IV2021, Gempar yang saat itu tiba di gedung antirasuah sekitar pukul 13.31 WIB dengan menyerahkan berkas.

Ketua Gempar, Putra Nur Pratama mengatakan, sebelum ke pokok persoalan laporan, tentunya tidak ada akibat kalau tanpa sebab. Dalam hal ini, Gempar sudah melakukan ikhtiar bertabayun ke pihak-pihak terkait sebelum melaporkan adanya dugaan korupsi kepada KPK, di kedua proyek pembangunan gedung yang berasal dari anggaran bantuan Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan APBD Kabupaten Bogor dengan nilai mencapai puluhan miliar tersebut.

Namun, lanjut Putra, konfirmasi maupun klarifikasi serta meluruskan temuan dari Gempar di dua proyek yang saat ini mangkrak dan tidak kunjung selesai pengerjaannya itu, terkesan di anggap hal biasa oleh pihak RSUD Ciawi maupun Pemkab Bogor.

Padahal, kata Putra, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, sudah jelas disebutkan ada sanksi terhadap pelaksana proyek bersumber anggaran dari pemerintah.

“Yang menjadi heran kami, kenapa sanksi seperti mencoret hitam pengusaha pelaksana proyek RSUD Ciawi tidak dilakukan. Malah pihak terkait dengan argument nya berdalih tidak dijalankan sanksi tersebut,” kata Putra saat dihubungi melalui telepon selulernya akhir pekan lalu.

Tidak hanya itu, bentuk tabayun Gempar untuk meluruskan temuan dari kegiatan pembangunan proyek gedung depan dan gedung ruangan untuk gizi dengan mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Bogor. Dengan harapan, sambung Putra, bisa mendapatkan data sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Namun kembali, kami dibuat kesal karena dari pihak Inspektorat tidak memberikan data apapun terkait ke dua proyek RSUD Ciawi,” jelas Putra.

Berangkat dari kekecewaan itu, Gempar akhirnya melakukan aksi demonstrasi menuntut KIP terkait mangkraknya proyek pengerjaan gedung MDGs RSUD Ciawi yang dilakukan di dua instansi, yakni di Dinas Kesehatan dan Inspektorat Kabupaten Bogor, pada Jumat 12/03/2021 silam.

Tidak adanya penjelasan yang memuaskan dari pihak-pihak terkait, terhadap temuan Gempar, akhirnya pada hari Jum’at, Gampar mendatangi gedung KPK dengan membawa bukti-bukti temuan di kedua proyek itu.

“Makanya, untuk membuktikan adanya dugaan korupsi di proyek-proyek RSUD Ciawi, kami lapor ke KPK. Biarlah kebenaran itu hukum yang bicara,” tegas Putra.

Hingga berita ini diturunkan, dari pihak RSUD Ciawi maupun Dinas Kesehatan dan Inspektorat Kabupaten Bogor, belum memberikan keterangan terkait laporan Gempar ke KPK terhadap proyek-proyek di RSUD Ciawi tersebut.

** Dede Suhendar