25.2 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1257

RSUD Rancamaya Belum Masuk RPJMD

0

Dewan Minta Pejabat Publik Hati-Hati Berwacana

Bogor | Jurnal Inspirasi

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor memastikan bahwa wacana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe A baru di Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, belum dibahas dalam rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang saat ini akan direvisi.

“Di rancangan awal RPJMD belum ada. Belum sempat dibahas, yang dibahas baru pembangunan Blok 1 dan 4 RSUD Kota Bogor,” ujar Sekretaris Bappeda, Rudi Mashudi kepada wartawan di gedung DPRD, Senin (5/4).

Menurut Rudi, untuk pembangunan Blok 1 dan 4 setinggi empat lantai membutuhkan anggaran sebesar Rp255 miliar, yang rencananya berasal dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kementerian Keuangan.

“Pembangunan itu bertujuan meningkatkan pendapatan RSUD. Nantinya kedua blok itu akan dilengkapi ICU, poliklinik, ruangan VIP, IGD dan layanan penunjang medis lainnya,” ucapnya.

Selain mendorong pendapatan RSUD, pembangunan itu juga untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi warga dan menyerap tenaga kerja baru.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) juga mengatakan bahwa beedasarkan keterangan yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes), pembangunan RSUD di Rancamaya sama sekali belum pernah dibahas.

“Bagaimana mau tertuang dalam RPJMD, sedangkan wacana itu saja belum pernah dibahas oleh dinas teknis,” ucapnya.

Ia pun mempertanyakan sinergitas dan komunikasi antara Dinkes, RSUD dan stakeholder lainnya. “Ini kan tak sinkron. RSUD ngomong dibangun di Rancamaya, tetapi dinas teknis nggak tahu. Kemudian dibahas pun belum,” katanya.

Seharusnya, kata ASB, wacana pembangunan RSUD baru merupakan kewenangan Dinkes selaku leading sector. Tentunya, mesti menempuh kajian-kajian yang komprehensif. Sehingga tak menjadi bola liar yang menimbulkan polemik.

ASB menambahkan, apabila alasan pembangunan RSUD untuk meningkatkan layanan kesehatan, mestinya RSUD baru dibangun di kawasan Tanah Sareal. Hal itu untuk menekan laju pasien yang berasal dari Kemang, Salabenda dan sekitarnya, sehingga tak semua warga sebelah Utara Kabupaten Bogor datang ke RSUD di Jalan Dr. Semeru.

“Kalau di Rancamaya, Bogor Selatan sudah banyak rumah sakit. Kemudian letaknya juga dekat dengan RSUD Ciawi,” tandasnya.

Ia pun meminta agar pejabat publik lebih berhati-hati dalam melempar wacana lantaran harus berdasarkan kajian dan aturan. “Sah-sah saja berwacana untuk mewujudkan cita-cita. Tapi hal itu mesti sesuai dengan tugas dan kewenangan,” katanya.

ASB menilai bahwa RSUD eksisting masih perlu oenguatan dari sisi SDM, infrastruktur, sarana lrasarana serta teknis penunjang lainnya.

“Beban SDM di RSUD dominan non pns, sehingga manajemen BLUD-nya harus benar-benar matang mengkaji dan memperhitungkan. Jadi lebih baik direktur RSUD fokus saja pada kewenangannya dan peningkatan pelayanan,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

14 Tahun Anaknya Derita Saraf Otak, Warga Sipayung Sempat Gadaikan Rumah

0

Sukajaya l Jurnal Inspirasi

Setelah  Muhamad Oji (6) warga Kampung Babakan Sipayung RT 02 RW 08, Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya yang menderita gizi buruk, ada lagi anak bernama Siva yang berusia 14 tahun, warga Kampung Kompa 2 RT 02 RW 02, Desa Sipayung yang mengidap penyakit saraf otak sejak lahir.

Saat ditemui di rumahnya, Anih (44) ibu kandung Siva mengatakan, sempat menggadaikan rumahnya untuk tambahan biaya pengobatan anaknya. Waktu itu rumahnya digadaikan sebesar 2 juta untuk pengobatan ke RSUD Cibinong. Lalu ada bantuan yang diterima dari Puskesmas selama 6 tahun berupa pemberian makanan seperti biskuit. ” Hanya biskuit, setelah itu tak ada lagi,” akunya.

Diakuinya kondisi ekonomi yang sulit untuk bisa berobat maksimal karena sang suami hanya pedagang baso keliling yang berpenghasilan tak menentu. “Mudah mudahan adanya bantuan pemerintah untuk meringankan kebutuhan Siva seperti Sun atau madu.

Anih sendiri mengetahui anaknya menderita saraf otak sejak lahir setelah dibawa ke RSUD Leuwiliang kemudian pihak rumah sakit menyatakan bahwa Siva menderita penyakit tersebut. “Siva menderita sakit dari sejak lahir hingga sekarang,” kata Anih kepada wartawan, Senin (5/4).

Penderita ini tubuhnya terlihat kaku. Siva, anak kedua dari dua bersaudara  setiap harinya tak lepas dari gendongan sang ibu.”Setiap hari harus digendong terus kalau didiemin ya nangis,” jelas Anih.

Bahkan dengan kondisi itu, ketika waktu sudah menjelang malam Siva tak bisa tidur. “Dari malam hingga pagi, Siva hanya bisa tidur paling lama 3 jam,” kata dia.

Anih menyebutkan, anak tercintanya sudah dibawa ke rumah sakit akan tetapi  hingga sekarang tak kunjung sembuh. ” Tidak ada perubahan meski Siva sudah ditangani di rumah sakit,” tandasnya.

“Dengan segala keterbatasan ekonomi, kami hanya bisa pasrah semoga ada keajaiban Allah SWT bisa menyembuhkan anak kami,” harapnya.

Selama usia Siva yang kini sudah 14 tahun ini, Siva tak bisa ditinggal dan harus digendong ibunya. “Paling ditinggal hanya waktu sholat saja,” lirih Anih dengan nada sedih.

Menanggapi warganya sudah 14 tahun menderita saraf otak, Kepala Desa Sipayung Iyus, mengaku permasalahan ini sudah diketahui sebelumnya dan akan dilakukan penanganan untuk dibawa ke RSUD Leuwiliang. “Dalam waktu dekat ini kami akan tangani untuk dibawa ke RSUD, seandainya  tidak bersedia ditangani untuk dibawa ke RSUD, maka pihak keluaga Siva harus bikin penolakan secara tertulis,” kata dia.

“Dalam hal ini kami baru menjabat satu tahun tetapi kami seolah-olah hanya kena getahnya. Muhamd Oji yang mengalami gizi buruk, begitu juga Siva yang menderita dari bawaan lahir, itu kejadiannya sudah lama. Sebelum kami menjabat kades masalah itu sudah lama ada, dan kami anggap kami hanya kena getahnya,” tandasnya.

Menurutnya, pihak desa membantu dengan sudah memprioritaskan orang tua Siva, Anih untuk dimasukan BLT- DD tahun 2021.

Terpisah, Kepala Puskesmas Sukajaya Darwin Navis menyatakan, bahwa pihaknya sudah  berupaya dalam penanganan Muhamad Oji penderita gizi buruk serta Siva yang divonis mengidap penyakit saraf otak. “Meski kami baru menjabat Kepala Puskesmas, tetapi masalah ini bersama bidan desa maupun dengan pihak lainnya sudah kami tangani sesuai SOP,” tuturnya.

Adapun untuk penanganan Siva permasalahannya di ekonomi, kata dia, itu ranahnya Pemerintah Desa, Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan.

** Arip Ekon

Musdesus Desa Karang Tengah, 274 KPM Siap Terima BLTD

0

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus di aula desa setempat, Senin (5/4/21). Dalam Musdesus ini melibatkan BPD, RT RW, Kades beserta jajarannya, dan  pihak kecamatan. Hasilnya, ditetapkan sebanyak 274 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nominal Rp300 ribu per KPM-nya selama 1 tahun yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) 2021.

“Musdesus yang diselenggarakan oleh BPD dan Pemdes Desa Karang Tengah merupakan implementasi atas Perbup No 12 Tahun 2021 tentang pembagian, penetapan, penyaluran dan prioritas penggunaan Dana Desa,” jelas Kasie Pemerintah Kecamatan Babakan Madang, Iskandar.

Menurutnya, untuk bantuan langsung tunai desa dilakukan pendataan terlebih dahulu dan hasil pendataan tersebut dimusdesuskan untuk proses finalisasi dan ditetapkan oleh BPD bersama kepala desa. Selain itu, pada data sebelumnya para KPM yang perekonomiannya sudah maju maupun sudah mendapat bantuan sosial lainnya untuk dialihkan kepada yang layak.

“Adapun kriteria sebagaimana diamanatkan Perbup adalah keluarga miskin, keluarga kurang mampu dan belum menerima bantuan dari sumber lain. Karena, Musdesus wajib dilakukan dan dibuatkan berita acaranya. Sebagai dasar untuk ditetapkan dengan Perkades,” jelasnya.

Sementara itu, berkaitan proses penyaluran tergantung pihak desa dan proses mekanisme apakah per RW atau dilakukan tingkat desa. “Tapi kita lebih menyarankan penyaluran untuk tingkat desa, hal ini bisa diatur jadwalnya guna menghindari kerumunan,” katanya.

Kades Karang Tengah H. Suhandi dalam rapat tersebut pihaknya mengimbau agar lebih selektif dalam memvalidasi calon penerima bantuan. “Saya mengimbau agar RT dan RW agar betul-betul mengawasi penyaluran BLT Dana Desa kepada Masyarakat agar menghindari penerima ganda. Jadi harus memprioritaskan KPM yang benar membutuhkan dan layak menerima bantuan bagi calon penerima yang sudah ditetapkan. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban perekonomiannya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Petani Lidah Buaya di Kemang, Olah Tanaman Ini Jadi Obat Herbal dan Minuman

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Bagi sebagian orang tentu tanaman lidah buaya (Aloe vera) hanya untuk obat menumbuhkan rambut. Namun ternyata tanaman daun lidah buaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan bisa dijadikan olahan.

Seperti diungkapkan petani lidah buaya di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Ujang Jamaludin. Ia menjelaskan, selain untuk menyuburkan rambut, namun banyak manfaat lainnya. Bahkan tanaman daun lidah buaya itu ketika dipanen semuanya bisa dimanfaatkan termasuk getah dari pelapah daun lidah buaya.

“Manfaatnya banyak sekali sebagian orang pasti tahunya untuk menyuburkan rambut, dan getahnya juga bisa untuk ambiyen. Bahkan bunga dari tanaman lidah buaya ketika diolah bisa untuk dijadikan obat herbal penyakit yang kronis seperti hepatitis, liver dan kanker,” kata Jamaludin, Senin (5/4/2021).

Tidak hanya itu kata dia, daun lidah buaya juga bisa dijadikan olahan makanan dan minuman. “Bisa kita bikin olahan permen, jeli dan sebagainya. Karena lidah buaya tidak memiliki rasa khusus  jadi mulai dari pelepah, kita bikin pengeringan terus baru kita blender,” kata Jamal.

Lebih lanjut menjelang bulan Ramadhan ini daun lidah buaya juga bisa menjadi keuntungan tersendiri karena bisa jadi pengganti kolang kaling. “Bisa jadikan kolang kaling tinggal kita olah ketika panen dengan beberapa tahapan mulai dari kulitnya dibersihkan lalau direbus dan selanjutnya dipotong-potong untuk selanjutnya tinggal diberi sirup atau susu,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Jelang Ramadhan, TP PKK Kecamatan Leuwiliang Gelar Bazar Peduli Covid-19

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

TP Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Leuwiliang selain menggelar  pengajian bulanan rutin, juga dalam menyambut bulan Ramadhan 1443 Hijriah menggelar bazar murah Peduli Covid 19 serta melaksanakan kegiatan santunan yatim. Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Leuwiliang itu mengambil tema “Mewujudkan Kepedulian Meraih Berkah Ramadhan dengan Hati yang Fitri Bersama Kita Sebarkan Kebaikan”.

Ketua TP PKK Kecamatan Leuwiliang Zaitunnisa Widiasari  Daswara mengatakan, dalam kegiatan tersebut ada tiga rangkaian pengajian rutin yang sekaligus terakhir karenan mau masuk bulan Ramadhan, santunan terhadap 15  anak yatim serta menggelar Bazar Ramadhan yang dilakukan selama tiga hari pada 5-7 April 2021.

“Ada pun kegiatan bazar ini kita semua dari para pengurus ada panci, dan baju layak pakai serta sepeda yang harganya murah, nanti dananya hasil penjualan bazar kita salurkan kepada masyarakat Leuwiliang yang terkena dampak pandemi Covid-19,” kata Zainatunnisa kepada wartawan.

Sementara itu Camat Leuwiliang Daswara mengapresiasi kegiatan yang dilakukan TP PKK Leuwiliang ini. Dia juga mengimbau kepada masyarakat Leuwiliang untuk tidak melakukan mudik sesuai imbauan pemerintah pusat beberapa waktu yang lama.

“Dan untuk sholat tarawih diperbolehkan tapi harus mengikuti prokes, dan sholat tarawih sekarang mungkin lebih mudah dibandingkan sholat tarawih tahun kemarin,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

296 Warga Jadi Pemilih PAW Desa Singajaya

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Jelang pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Panitia PAW menetapkan jumlah suara pemilih pada 11 April mendatang dalam musyawarah desa yang diadakan di aula desa setempat, Senin (5/4).

Pada kegiatan tersebut Camat Jonggol Andri Rahman berterima kasih kepada ketua panitia PAW dan jajarannya yang sudah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan PAW Kepala Desa Singajaya dari mulai pendaftaran sampai saat ini berjalan dengan damai dan kondusif.

“Alhamdulilah tahapan demi tahapan sudah dilalui dengan kondusif, aman dan tertib. Saya berharap kondisi seperti ini tetap dijaga sampai tanggal 11 April nanti karena ini adalah hajat bersama, jadi kondusifitas juga harus dijaga bersama oleh warga masyarakat Desa Singajaya khusunya,” jelas Andri Rahman.

Terpisah, Ketua Panitia H. Ako Komarudin mengatakan yang menjadi pemilih saat PAW nanti dari unsur LKD 125 orang dan dari unsur masyarakat 171 orang dengan total pemilih saat PAW nanti adalah 296 orang.

“Pemilihan akan dilaksanakan di GOM Jonggol dan akan diberi jarak waktu untuk menghindari kerumunan massa sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” jelas H. Ako.

Dia berharap kepada para simpatisan untuk selalu menjaga protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, siapapun yang nantinya menjadi PAW Kepala desa Singajaya itu adalah pilihan masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dilayangkan Surat Teguran, Dua Alfamart di Ciderum Belum Berizin

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Pengawas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penataan Bangunan II Ciawi, wilayah Caringin, Arief Budiman akan mendata ulang keberadaan minimarket Alfamart dan Indomart yang ada di Kecamatan Caringin. Hal itu dilakukan, untuk mengetahui legalitas perizinan yang dimiliki para pengusaha minimarket tersebut.

“Saya akan tanyakan ke pengusaha  Alfamart dan Indomart di Kecamatan Caringin, apa sudah ada atau belum izinnya,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, saat menjadi pengawas bangunan wilayah Caringin, minimarket Alfamart dan Indomart sudah banyak berdiri. Bahkan, jumlahnya mencapai  25 minimarket. “Dari jumlah sebanyak itu saya belum tahu berapa minimarket yang sudah berizin,” papar Arief.

Namun, Arief mengaku sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas dengan menindak tegas dua minimarket yang diketahui belum berizin. Adapun minimarket yang belum berizin, lanjutnya, yakni Alfamart yang masuk ke wilayah Desa Ciderum, Kecamatan Caringin.

“Alfamart di lokasi SPBU Cikereteg dan Alfamart di perkampungan. Kedua Alfamart di Desa Ciderum itu sudah dilayangkan surat teguran ketiga,” tegas Arief.

Arief menambahkan, untuk Indomart yang ada di wilayah Desa Cimande Hilir, persisnya di depan pangkalan ojeg Cimande, pengusaha minimarket tersebut sudah memperlihatkan legalitas perizinannya. “Pengusaha Indomart membawa bukti perizinan, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan memperlihatkan kepada saya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Desa Cimande Hilir, M. Mulyadi yang akrab dipanggil Damuy menegaskan, pihak desa akan melakukan pendataan ulang terhadap keberadaan empat usaha jenis waralaba, yakni tiga Indomart dan satu Alfamart.

“Kami belum tahu keempat minimarket itu sudah ada izin atau belum, baik izin warga atau lingkungan maupun izin dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Karena minimarket itu ada, sebelum kami dan kepala desa sekarang menjabat,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LSM Penjara Temukan Dugaan e-KTP Palsu Milik WNA

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Keberadaan Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia dan  memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau e-KTP, sudah diatur dalam Pasal 63 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Namun, jika dokumen identitas diri WNA tersebut terdapat kesalahan dalam penulisan alamat tinggal, itu patut diselidiki. Apakah benar WNA ini sudah berhak memegang e-KTP atau ada permainan dari instansi penerbit dokumen administrasi dan kependudukan (adminduk) yang bermain.

Hal ini yang menjadi temuan LSM Penjara (Pemantau Kinerja). E-KTP WNA asal Yaman bernama Mohammed Abdullah Saeed sangat mencurigakan dan terindikasi palsu. Sebab dalam e-KTP tersebut meski berkebangsaan Yaman tapi Mohammed Abdullah Saeed adalah kelahiran Arab Saudi.

Kemudian alamat tinggalnya pun sangat membingungkan, pria kelahiran 17 Februari 1986 itu tercatat tinggal di Kampung Tugu Utara RT 003/001 Desa Citeko, Kecamatan Cisarua. Padahal di Desa Citeko tidak ada nama Kampung Tugu Utara.

Tugu Utara merupakan salah satu desa di Kecamatan Cisarua. “Kita sudah melakukan penelusuran ke alamat WNA tersebut, tapi tidak ada Kampung Tugu Utara Desa Citeko. Makanya kami mempertanyakan kepada instansi teknis kenapa bisa demikian,” kata Ketua LSM Penjara Bangbang Feri dalam keterangan pers yang diterima Jurnal Bogor.

Kepala Desa Tugu Utara Asep Ma’mun menyebut kasus seperti ini adalah hal biasa, bukanlah luar biasa. Namun dia mengakui Kampung Tugu Utara 003/001 secara administrasi berada di Desa Tugu Utara. “Kalau memang ada WNA e-KTP nya beralamat di Kampung Tugu Utara RT 003/001 Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, saya akan investigasi dulu,” katanya.

Senada dikatakan Kades Citeko, Syahrudin. Dia akan mengecek dokumen kependudukan WNA Timur Tengah tersebut. “Nanti saya akan cek,” tukas Syahrudin.

** Dede Suhendar

Kasus Gizi Buruk, Bidan Desa Merasa Disalahkan

0

Sukajaya l Jurnal Inspirasi

Salah seorang bidan desa di Desa Sipayung, Sukajaya keberatan dengan pemberitaan gizi buruk yang dialami Muhamad Oji (6), warga Kampung Babakan Rt 02 RW 08. Bidan desa kerap merasa disalahkan jika ada kasus tersebut. “Ini kan kasus lama, jadi yang disalahkan bidan desanya,” ujar Nunung, Bidan Desa Sipayung kepada wartawan, Senin (5/4).

Kasus Oji memang sudah tersebar dan mendapat respon dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor agar pihak terkait respon dengan masalah tersebut. Namun menurut Nunung, mengapa tidak desa lain yang diberitakan perihal gizi buruk. “Dulu sempet rame kasus Oji, sekarang rame lagi, ada apa sih dengan Desa Sipayung, saya cape jadinya,” ujarnya.

Diakuinya memang dari konten pemberitaan itu tidak menyalahkan, namun dia merasa lelah saja menanggapinya. “Ada apa sih dengan Sipayung, sekarang Desa Sipayung lagi, cari di desa lain juga dong,” tegas dia.

Namun menurut Kepala Puskesmas Sukajaya Darwin Navis, wartawan hanya meminta penjelasan saja dan tidak ada unsur yang lain. “Rekan-rekan hanya meminta penjelasan mengenai sudah sejauh mana (kasus gizi buruk), sebisa mungkin menjelaskannya, kalau tidak bisa ya sudah jangan dijawab,” ujarnya.

“Kita disini mencari solusi, tidak ada yang disudutkan satu sama lain, hanya memang mencari informasi sudah sejauh mana penanganan dari Pukesmas,” tukasnya.

** Arip Ekon

Perkuat Layanan Terhadap UMKM, Emditek dan Bank Kota Bogor Kerjasama Digital Scoring

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Untuk memperkuat kemampuan Bank Kota Bogor menyalurkan kredit kepada sekitar 24.000 pedagang UMKM di Bogor, Bank Perkreditan Rakyat ini resmi menggandeng PT Media Dimensi Teknologi Indonesia (Emditek) untuk menerapkan sistem analisa kredit berbasis digital Epay7. Dengan teknologi ini, Bank BPR milik Kota Bogor ini dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan proses analisa kredit menjadi setidaknya 30% lebih tinggi.

Bertempat di kantor Pusat Perumda Bank Kota Bogor, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Sistem Software dan Aplikasi Penilaian Kredit antara Emditek dan Perumda Bank Kota Bogor. Dengan demikian, Bank BPR milik Kota Bogor ini resmi menggunakan fasilitas penilaian (scoring) digital Epay7 terhadap para calon debiturnya. 

“Epay7 merupakan aplikasi dan sistem perangkat lunak milik Emditek yang dikembangkan sedemikian rupa untuk mendukung kegiatan perbankan, khususnya BPR menggunakan standar tujuh parameter untuk menilai kelayakan calon debitur,” ungkap Yudi Kusman CEO Emditek dalam keterangan pers yang disampaikan Bank Kota Bogor, Senin (5/4). 

Yudi juga mengungkapkan bahwa seluruh proses analisa tersebut berbasis digital sehingga mempermudah dan pada akhirnya akan mempercepat dan meningkatkan kemampuan Bank Bogor menyalurkan kredit. 

“Dengan menggunakan sistem ini, maka Bank Kota Bogor akan mampu melakukan proses analisa kredit lebih cepat dan lebih akurat. Ini artinya Bank Kota Bogor akan mampu meningkatkan kapasitas pemberian kredit hingga setidaknya 30% lebih tinggi dari sebelumnya, serta sekaligus meningkatkan kualitas debitur,” terang Tri Rachman Batara, COO Emditek yang ditemui pada kesempatan terpisah.

Dalam acara penandatanganan kerjasama tersebut, H. Ibrahim, SE, Direktur Utama Perumda Bank Kota Bogor menyatakan bahwa dengan dukungan aplikasi tersebut, pihaknya menjadi sangat berbesar hati dan semakin optimis dalam melayani masyarakat di Kota Bogor dan khususnya pada pedagang UMKM di pasar-pasar. 

“Potensi pasar di Kota Bogor cukup besar. Untuk menjalankan fungsi utama kami sebagai banknya pengusaha Menengah, Kecil dan Mikro khususnya di pasar-pasar tradisional, sudah waktunya ada terobosan berupa sistem digital sehingga kami mampu bersaing dengan perusahaan fintech yang menjamur dan terutama para rentenir,” jelas Ibrahim kepada wartawan.

Kota Bogor merupakan kota padat penduduk (sekitar 7.500 / Km2) sehingga pendapatan dari sektor perdagangan dan pendukung pariwisata cukup besar. Diperkirakan ada sekitar 24.000 pedagang/pengusaha UMKM di Kota Bogor. 

Sebagian besar dari UMKM ini belum tersentuh oleh Bank atau disebut juga unbankable, baik karena ada di sektor informal, atau karena tata cara perdagangannya yang tidak tercover oleh

sistem perbankan. Banyak dari mereka yang jadi tergantung kepada pinjaman tanpa agunan dan rentenir dengan bunga super tinggi untuk mendapatkan modal.

“Pada akhirnya, kami akan mampu meningkatkan nilai penyaluran kredit kepada pengusaha UMKM, sehingga mereka akan mendapatkan sumber dana yang lebih murah, dengan demikian program inklusi keuangan di Kota Bogor khususnya akan berjalan efektif. Sementara itu, kinerja Bank Kota Bogor juga akan meningkat,” terang Ibrahim lagi.

Dalam acara sosialisasi dan pelatihan sistem Epay7, para peserta yang terdiri dari manajer hingga officer di bagian kredit dikenalkan sekaligus dilatih menggunakan aplikasi berbasis web dan smart phone tersebut. Diharapkan setelah selesai pelatihan maka mereka akan siap menggunakan sistem yang akan diimplementasi di sistem data Bank Perkreditan Rakyat milik Kota Bogor tersebut.

**Prast/rls