23.5 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1175

Kalog Express: Cepat, Hemat dan Bersahabat

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Sejak tahun 2008, PT Kereta Api Indonesia atau yang disingkat dengan PT. KAI telah mendirikan anak perusahaannya yang bergerak di bidang angkutan barang berbasis transportasi rel. Salah satunya adalah Kereta Api Logositik Express atau yang disingkat dengan Kalog Express.

Pada Januari yang lalu, PT. KAI membuka cabang Kalog Expressnya di daerah Depok, tepatnya di Jl. Margonda Raya No.23A, Depok Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431.

“Kalog Express ini, untuk pengiriman barang, dokumen, motor, hewan juga bisa. Kita pengiriman itu hanya di beberapa tempat aja. Kepulauan Jawa, Sumatra, Bali, sama Madura,” ujar salah satu pegawai Kalog Express, Pinkan kepada Jurnal Bogor, Senin (14/6).

Untuk pengiriman dari daerah Depok biasanya dilakukan pemick up-an dahulu ke daerah gudang di Jakarta, Kampung Bandan. Begitu pula dengan pengiriman awal melalui Statsiun Kampung Bandan, Jakarta Kota.

“Biasanya untuk konsumen yang memakai Kalog Express ini, datang dari kalangan pengusaha. Kan barang-barang mereka banyak. Jadi, ngirimnya pake Kalog,” ungkapnya.

Untuk tarif pengiriman diambil dari per 1 km-nya seharga Rp 6.500. Lebih jelasnya, untuk pengiriman pertama per 10 km sekitar Rp.65.000. Bagi para konsumen Kalog Express, tidak perlu mengkhawatirkan tentang minim atau maks dari berat barang yang akan dikirimkan, karena mereka membebas syaratkan beban barang.

Tidak hanya itu, Kalog Express membuka pengirimannya setiap hari kecuali Minggu. Mereka juga menghadirkan layanan panggilan pick up dari rumah.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Desa Bojong Nangka Buat Koperasi Wanita Bonapid Berdaya

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor melakukan terobosan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya dengan mendirikan Koperasi Wanita Bonapid Berdaya.

Dengan koperasi ini, Pemdes Bojong Nangka akan membina kelompok-kelompok wanita tani yang ada di Desa Bojong Nangka agar memperkuat perekonomian lebih meningkat dan ketahanan pangannya tetap bertahan.

“Iya kita bina kelompok-kelompok wanita tani melalui koperasi ini agar giat ekonominya  lebih meningkat, dan mengingat Covid-19 belum usai agar ketahanan pangan tetap bertahan,” ujar Kades Bojong Nangka, Amir.

Kades menjelaskan, untuk anggota sendiri sekarang kurang lebih 50 yang nantinya bukan hanya wanita tani saja, tetapi untuk aparat desa, RT, RW dan UMKM.

Melalui koperasi ini Pemerintah Desa Bojong Nangka juga akan meminjamkan modal kepada UMKM agar tidak meminjam kepada ‘Bank Emok’ atau ‘Bank Keliling’. “Nanti kita juga akan meminjamkan kepada UMKM – UMKM agar tidak lagi meminjam kepada ‘Bank Emok atau ‘Bank Keliling’ yang mencekik bukanya menolong,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

TTP Cigombong Diharapkan Bangkitkan Perekonomian Desa

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong, Kabupaten Bogor, merupakan Wahana Edukasi Pertanian untuk mewujudkan sukses membangun perekonomian desa lewat program kampung edukasi pertanian.

Di lokasi TTP ini dilakukan budidaya hortikultura di lahan sempit, sejak 2015 juga membuka pelatihan teknologi pertanian dan peternakan.

Sekcam Cigombong, Asep Achadiyat Sudrajat mengatakan, TTP ini diharapkan bisa membangkitkan perekonomian desa dengan menginspirasi masyarakat maupun pengunjung untuk berwirausaha di bidang pertanian dan peternakan. “‘TTP di desain sebagai kampung edukasi pertanian,” ujar Asep Achadiyat kepada wartawan

TTP Cigombong berdiri di atas lahan seluas delapan hektar, yang dibagi menjadi tujuh zonasi pengembangan. Yakni, zona pengembangan tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), kambing perah Compass agrinak, domba Savera ampera, pengembangan tanaman hijauan pakan ternak, serta area percontohan mandiri pangan dan energi.

TTP ini telah melibatkan masyarakat sekitar untuk mengelola di setiap zona. Menurutnya, Keberadaan TTP berimbas positif bagi masyarakat sekitar. Sebelum TTP hadir, hampir semua warga hanya menaman singkong. Namun berkat pembinaan, komoditas yang ditanam bervariasi.

“Di lahan datar misalnya, masyarakat mulai berani menanam durian matahari dan pala banda. Sedangkan di lahan berlereng ditanami kopi robusta. Bibitnya memanfaatkan bantuan dan   fasilitas  teknologi unggulan,” bebernya.

Selain berbagai keberhasilan ini, juga fokus Pengembangan Ayam KUB. Tidak sampai disitu, TTP Cigombong juga sukses membangun berbagai kelompok peternakan. Hingga kini, sudah terbentuk sekitar 23 kelompok peternak ayam KUB. “lima kelompok peternak domba savera ampera, dan satu kelompok kambing perah compass agrinak,” ucapnya

Ia menambahkan, sebagian besar kebutuhan pakan ternak yang dikembangkan di TTP juga dipasok oleh masyarakat sekitar. Bila melihat jumlah kelompok ternak yang terbentuk, nampak jelas jika ayam KUB merupakan komoditas favorit, bahkan menjadi ikon TTP.

TTP merupakan hibah dari Kementerian Pertanian kepada Pemkab Bogor. Hingga saat ini tata kelolanya berada di bawah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor. TTP menjadi motor penggerak dalam melatih para petani, terutama para pemuda agar terbentuk Kelompok Tani Milenial.

Sementara ini, pemerintah Kecamatan Cigombong sedang merancang kegiatan pelatihan bagi para santri dan pemuda untuk mendapatkan ilmu pertanian modern sebagai keterampilan hidup (life skill).

Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Manajer TTP, para pengelola pondok pesantren, dan Karang Taruna Kecamatan Cigombong. “Semoga, dalam waktu tidak lama lagi bisa terlaksana,” pungkasnya

Ke depan, diharapkan para santri dan pemuda menjadi pelopor petani milenial yang dapat menghasilkan produk unggulan yang bisa dipasarkan keluar Cigombong dan menjadi pemasok kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus Lido.

** Dede Suhendar

Telan Anggaran 32 Miliar, Pasar Cisarua Dijadikan Destinasi Wisata

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Keberadaan Pasar Cisarua, Kecamatan Cisarua yang berada di kawasan wisata Puncak, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan pembenahan di lokasi pasar tradisional tersebut. Bahkan, pasar dibawah naungan Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) akan disulap menjadi pasar wisata.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Bogor, Pedri Heriyanto mengatakan, Pasar Cisarua yang saat ini akan kembali di revitalisasi sudah selesai di lelang.

“Rencananya Pasar Cisarua akan menjadi Pasar Wisata, sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang akan menjadi pasar itu sebagai destinasi wisata,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (14/6).

Menurutnya, Pasar Cisarua di revitalisasi tahun 2021 ini, benar-benar akan dibangun seperti pasar modern umumnya. Untuk mendukung pasar itu sebagai destinasi wisata, nantinya akan dibangun food court dan juga disediakan tempat untuk para pengunjung selfie atau foto-foto. “Jadi ada tempat untuk pengunjung pasar foto-foto,” ujar Pedri.

Revitalisasi Pasar Cisarua tahap kedua bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat ini menelan anggaran hingga Rp23 miliar. Rencananya, 300 kios dibangun di Blok A dan 96 kios di Blok B, dan selebihnya ada fasilitasi-fasilitas yang akan dibangun seperti food court. “Masa lelang sudah selesai, kini proses pembongkaran pasar lama sudah dilakukan,” papar Pedri.

Pedri mengungkapkan, perusahaan pemenang lelang revitalisasi Blok A dan B Pasar Cisarua baru hari Senin (14/6) keluar setelah tiga hari sebelumnya menjadi batas masa sanggah. “Sudah (keluar, red) tapi perusahaanya saya belum tahu, mungkin besok nama perusahaan sudah muncul,” jelasnya.

Da berharap, pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai rencana. “Tapi kita masih nunggu surat kontrak kerjanya, berapa masa waktu pekerjaan, semuanya kemungkinan besok baru keluar,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Pasanggrahan Kidul RT 02/02 Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, mengeluhkan aktivitas perataan tanah dalam proyek revitalisasi Pasar Rakyat Cisarua Tahap II Blok A.

Sebab pekerjaan fisik yang baru masuk tahap perataan tanah menggunakan alat berat dilakukan hingga tengah malam.

 “Kalau malam masyarakat lagi istirahat, tapi kontraktor tetap memaksakan alat berat hingga malam, bahkan disaat warga mengaji pada malam Jumat, alat berat tetap beroperasi,” ujar Nanang Supriyatna, warga Kampung Pasanggrahan Kidul RT 02/02 Desa Citeko.

Ia meminta kontraktor untuk menerapkan jam operasional alat berat hingga sore hari saja. “Kalau diluar alat berat silahkan saja mau sampai malam juga, tapi kalau alat berat kan berisik,” ungkapnya

Senada dikatakan, Amudin warga lainnya. Menurutnya, kegiatan yang menimbulkan suara seperti pembongkaran bangunan menggunakan alat berat sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Sementara, pekerjaan yang sifatnya tidak menimbulkan suara itu bisa dilakukan siang hingga malam hari. “Yang penting tidak mengganggu istirahat warga,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Terganggu Bau, Emak-emak Geruduk PT Fresh

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Merasa terganggu kesehatan keluarganya, belasan emak-emak menggeruduk PT. Fresh Ontime Seafood yang setiap hari dituding menimbulkan bau tak sedap. Lia, salah satu warga RW. 05 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor menyatakan, perusahaan yang memiliki bahan baku ikan ini kerap kali mengeluarkan bau tak sedap sepanjang hari.

“Intinya baunya yang menyengat itu menyesakan warga. Bau tak sedap dari perusahaan ini bisa sampe 24 jam gak berhenti-henti,” ucapnya, Senin (14/6).

Menurut Lia, bau tak sedap ini amat mengganggu untuk kesehatan warga sekitar. “Terutama anak-anak. “Karena bau, banyak anak-anak yang tiba-tiba batuk, asma gitu pak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lia dan warga Desa Kembang Kuning yang berada di sekitar perusahaan meminta agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. “Bau ini tercium semenjak perusahaan produksi, baunya kadang ada kadang ilang, sekalinya ada pasti bau banget,” pungkasnya.

Sementara ini, Haji Denny, Bhabinkamtibmas Desa Kembang Kuning yang ada di lokasi mengatakan, pada intinya warga hanya meminta tidak ada lagi bau yang terus berulang seperti ini. “Tadi ada beberapa bapak-bapak menyampaikan keinginan warga hanya tidak adanya bau,” ujarnya.

Mendapatkan sedikit informasi dari warga, menurut Denny, limbah-limbah hasil produksi masih di tumpuk dan tidak cepat diolah. “Untuk menyelesaikan hal ini, besok akan ada pertemuan perusahaan dan Pemerintah Desa Kembang Kuning,” jelasnya.

Sesuai permintaan warga, lanjut Denny, pihak perusahaan dan Pemdes akan mencoba untuk memecahkan permasalahan bau ini yang muncul terus-menerus. “Warga meminta adanya kesepakatan tertulis antara perusahaan dan Pemdes supaya tidak ada lagi bau yang membuat warga terganggu, dan tadi RT RW sudah bertemu pihak perusahaan dan akan menyelesaikan permasalahan ini besok,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

SMAN 1 Cibungbulang Gelar PPDB Online Tahap Satu

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Pendaftaran  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2021 di sekolah SMAN 1 Cibungbulang saat ini masih berjalan tahap satu yakni tahap jalur afirmasi. Meskipun sampai saat ini kendala jaringan tidak terlalu menjadi masalah, namun masih banyak orang tua siswa yang datang ke sekolah langsung.

Menurut Ketua Panitia PPDB  SMAN 1 Cibungbulang tahun ajaran 2021-2022, Indriyani, orang tua siswa yang datang ke sekolah ini, selain mereka masih bingung harus mendaftar pada jalur mana. Juga, mereka datang ke sekolah untuk melengkapi data yang saat melakukan pendaftaran secara online tidak bisa terinput.

“Kalau masalah jaringan untuk PPDB tidak ada masalah, mereka (orang tua siswa) yang datang ke sekolah ini selain konsultasi juga datang untuk melengkapi data yang tidak bisa di input saat pendaftaran secara online,” kata  Indriyani kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Indriyani mengatakan, sejauh ini SMAN 1 Cibungbulang sudah mempersiapkan segalanya secara matang mulai dari jaringan hingga kesiapan para operator dan protokol kesehatan. “Kami juga telah membuat grup antara operator sekolah ini dengan sekolah SMP hal itu untuk memudahkan koordinasi ketika ada kendala,” katanya.

Indriyani mengatakan, setalah tahap satu jalur afirmasi untuk tahap dua yang akan dilaksanakan pada 25 Juni mendatang itu jalur zonasi. Sementara untuk kuota tahun ajaran 2021- 2022 SMAN 1 Cibungbulang telah memiliki 12 rombel atau rombongan belajar yang sebelumnya tahun lalu hanya 9 rombel. “Total siswa baru yang akan diterima untuk tahun ini sekitar 435 siswa,” bebernya.

Salah satu orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya ke sekolah SMAN 1 Cibungbulang, Siti Khodijah  (39) mengatakan, dia datang sekolah untuk melengkapi nilai raport anaknya. Pasalnya saat melakukan PPDB online untuk input nilai raport tidak bisa dilakukan.

“Saya datang ke sini, karena memang nilai raport kemarin dari sekolah asal kebetulan asal saya di Jakarta dan memilih rumah di Citoh Cibungbulang,” katanya.

Sementara terkait diterima atau tidaknya, ia berharap anaknya tersebut bisa masuk ke sekolah SMAN 1 Cibungbulang.

** Cepi Kurniawan

Kota Bogor Kekurangan 3.000 ASN

0

Akhir Juni Pendafataran CPNS dan P3K Dibuka

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kekurangan sebanyak 3 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN). Apalagi, pada pada tahun ini ada 360 pegawai yang purna bhakti.

Kepala Bidang Formasi, Data dan Penatausahaan pada BKPSDA, Aries Hendardi mengatakan, saat ini total ASN di lingkungan Penkot Bogor ada 6.339 orang, dan akan berkurang 360 ASN pada akhir tahun ini.

“360 ASN itu mulai dari guru, tenaga kesehatan (nakes), dan tenaga teknis lainnya. Dari jumlah tersebut, 70 persennya adalah guru,” ujar Aries kepada wartawan, Senin (14/6).

Menurut dia, sejak pemerintah pusat memoratorium penerimaan ASN pada 2014 lalu, jumlah pegawai yang masuk dan keluar tidak seimbang. “Idealnya kita butuh 3 ribu pegawai lagi, untuk tambal sulam yang pensiun,” katanya.

Aries menjelaskan, sejak adanya moratorium penerimaan CPNS, pemerintah pusat merekrut Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K). Rencananya, pada akhir Juni lowongan P3K akan dibuka berbarengan dengan CPNS.

“Untuk P3K dikhususkan bagi guru, maksimal usia pendaftar setahun sebelum pensiun di jabatan fungsional. Kita sudah ajukan formasinya, ya sebanyak 600. Namun masih menunggu persetujuan Kemenpan-RB,” ungkap Aries.

Dari jumlah usulan formasi tersebut, sambung dia, 60 persennya merupakan kuota untuk P3K. Sedangkan untuk CPNS didominasi nakes dan tenaga teknis lainnya.

“Pengajuan usulan formasi itu haeus ditunjang dengan kemampuan keuangan daerah. Jadi sebelum diusulkan dikaji dulu sanggup atau tidak,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Setiap Jumat, Aji Yusyadi Lakukan Berkah Nabung

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kegiatan Jumat berkah atau Jumat berbagi  di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dirasakan besar sekali manfaatnya oleh masyarakat yang tidak mampu. Banyak komunitas maupun pribadi yang mempunyai jiwa sosial tinggi menyelenggarakannya. Dengan menggandeng rekan-rekannya di komunitas atau pun para donatur.

Hal ini yang sedang digiatkan oleh Aji Yusyadi, pria warga jalan Swadaya Cimanggis, Depok ini menggagas kegiatan Berkah Nabung yakni Berbagi Sedekah Nasi Bungkus setiap Jumat.  Saat ini nasi bungkusnya disalurkan di sekitaran Area Gas Alam, Cisalak, Pekapuran, Leuwinanggung, Radar AURI, Mekarsari, Alternatif Cibubur dan Jalan Raya Bogor.

“Alhamdulillah berbagi sedekah, rezeki berlimpah, urusan jadi mudah,” ujar Aji Yusyadi ditemui Jurnal Bogor disela-sela acara berbagi Berkah Nabung.

“Awalnya saya berinsiatif sendiri melakukan kegiatan ini, namun alhamdulilah banyak rekan-rekan mau ikut berpartisipasi sebagai donatur atau menjadi pelaksana langsung, dan kadang-kadang saya dibantu rekan rekan ojol, dan mereka pun banyak yang memiliki jiwa social,” ungkapnya.

“Yuk sampaikan bantuan sedekah anda melalui program ini, dengan cara titipkan sedikit rezeki kepada kami melalui BerkahNabung 10 ribu, Nasi Bungkus 10 ribu. Insya Allah kami salurkan secara langsung kepada yang berhak, ” tandasnya.

**Prast

Bank Kota Bogor Resmikan Monumen Ecobike Bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Direktur Utama Perumda BPR Bank Kota Bogor Ibrahim, SE melakukan peresmian Monumen Ecobike atau Bike Point bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor Herry Karnadi di Agro Eduwisata Organik Mulyaharja (AEWO), Jumat (11/6/2021). Kegiatan peresmian ini dimulai dengan kegiatan gowes sepeda pada pagi hari pukul 07.00 WIB dari Balaikota Bogor sampai ke Agro Eduwisata Organik Mulyaharja.

Sesampainya di AEWO acara dilanjutkan dengan sambutan pembukaan dari Oji Apandi selaku Ketua Kompepar (Kelompok Penggerak Pariwisata), dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dirut Bank Kota Bogor dan Kepala Dispora.

Dalam sambutannya Dirut Bank Kota Bogor menyampaikan bahwa kerjasama yang dilakukan tidak hanya pembangunan Monumen Eco Bike atau Bike Point dan petunjuk arah, saja namun juga kedepannya dapat bermitra bersama UMKM yang terdapat di dalam Kawasan AEWO dalam segi pemberian modal usaha UMKM.

Pada acara itu dipasang stiker logo Bank Kota Bogor pada Monumen Ecobike atau Bike Point dan petunjuk arah. Pemasangan stiker ini secara langsung dipasang oleh Dirut Bank Kota Bogor dan juga Kepala Dispora Kota Bogor. Pemasangan stiker ini juga merupakan salah satu bentuk promosi dalam memperkenalkan Bank Kota Bogor kepada masyarakat luas.

Diharapkan dengan adanya pembangunan Monumen Ecobike atau Bike Point dan petunjuk arah ini dapat menarik banyak wisatawan khususnya para pecinta olahraga sepeda dan juga dapat membantu wisatawan dalam menemukan arah masuk kawasan wisata AEWO. Dan diharapkan pula dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung dapat membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar dan juga para penggiat UMKM.

** Aprillia Purwanti/Humas&CSR

Begini Efek Kesehatan Donor Darah

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Kegiatan donor darah  tidak hanya bermanfaat bagi penerima donor, ternyata juga bisa bermanfaat bagi si pendonor. Dokter di Balai Pengobatan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, dr. Ferry Haki, M.Si  menyampaikan hubungan donor darah dengan kesehatan tubuh sangat erat.

Ditemui usai kegiatan donor darah di PPMKP Ciawi Bogor, Jum’at (11/06/2021) lebih jauh Ia menjelaskan, melakukan donor darah memberikan efek kesehatan yang baik bagi tubuh. Sirkulasi darah menjadi baik,  sel – sel darah mengalami regenerasi sehingga terbentuk sel – sel darah yang baru, yang lebih sehat yang dapat memberikan kesehatan fisik bagi para pendonornya.

“Darah itu memiliki usia, mulai dari usia darah yang paling muda hingga darah yang akan mati sendiri. Nah siklus darah yang pertama kali diproduksi hingga nanti menjadi tua dan mati sendiri itu berlangsung kira- kira 75 – 90 hari”, jelas Ferry Haki.

Sebagai informasi sejumlah pegawai dan masyarakat di lingkungan PPMKP menyumbangkan darahnya untuk membantu stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) pada  Kegiatan donor darah yang diikuti sekitar 24 pegawai dan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 24 kantong darah dari 24 pendonor.

“ Kegiatan dilaksanakan bekerjasama dengan DKM Al Huda dan Palang Merah Indonesia (PMI). Dari 30 orang pendaftar, yang memenuhi syarat untuk diambil darahnya 24 orang, “ jelas Ferry Haki,  yang menjadi Penanggungjawab kegiatan.

Kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan diantaranya mewajibkan calon pendonor mencuci tangan, cek suhu dan menjaga jarak.

“ Tentunya di masa pandemi ini kita menggunakan protokol kesehatan, dimana sehari sebelum pelaksanaan tempat screening atau pemeriksaan telah disemprotkan disinfektan guna mencegah penyebaran covid 19 dan saat pelaksanaannya pun, calon pendonor harus melakukan protokol kesehatan”, ungkap Ferry Haki.

Pada kesempatan yang sama Kepala PPMKP Yusral Tahir menyampaikan apresiasi kepada pegawai dan masyarakat pada kegiatan yang rutin dilakukan setiap tiga bulan ini.

 “ Saya sangat appreciate pada teman-teman yang telah menginisiasi penyelenggaraan donor darah dan juga calon pendonor. Mereka tetap mau peduli pada sesama meski dalam kondisi seperti ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk banyak pihak, termasuk kesehatan fisik pendonor”, tutur Yusral.

** Nita RM/Regi – PPMKP