Tim sepakbola Daihatsu keluar sebagai juara pada laga final Anniversary Liga Silaturahmi Citeureup (LSC) Kedua 2021 di Stadion Mini KONI Citeureup, Sabtu (21/8). Daihatsu pada laga tersebut unggul 2-1 dari tim Toyota melalui adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol. Dua gol kemenangan Daihatsu dicetak oleh Aditya Pradana dan Awang Darmawan. Sedangkan dari Toyota oleh Sofyan.
Kedua tim yang dihuni insan sepakbola yang familiar di Kabupaten Bogor seperti eks Ketua PSSI Askab H.Hendra Budiman di Toyota dan Exco PSSI Askab di Daihatsu yaitu Cakra Baidillah dan Joni Hinadida eks pemain Persikabo dan Porda, serta Ketua Kabomania M.Yusuf Kiat alias ‘Jenderal’, menambah semarak pertandingan.
Tim Daihatsu kian gembira selain juara Anniversary LSC 2nd, juga meraih gelar topskor oleh Aditya Pradana dan pemain terbaik diraih Soheh. “Pertandingan ini jadi motivasi LSC bisa lebih solid lagi untuk peserta liga di Kecamatan Citeureup atau 14 desa yang digelar setiap Jumat,” ujar Joni Hinadida.
Diakui Joni, meski usia tak muda lagi, namun semangat bertanding tetap dijaga karena LSC ini jadi ajang penting menjaga silaturahmi. “Saya di tim mungkin satu-satunya yang berusia 50 tahun, tapi ya masih bisa main dan yang paling menyenangkan adalah bertemu dengan rekan-rekan semua,” ungkap Joni Hinadida.
Tim monitoring dan evaluasi (Monev) dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS) mendatangani lokasi pembangunan Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI ). Kedatangannya bersama Tim Pendamping Masyarakat (TPM) serta didampingi staf Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor guna memastikan pembangunan P3-TGA tersebut tepat sasaran.
Bertempat di dua lokasi bangunan irigasi tersier yakni, di Kampung Leuwibengkok RT 05 RW 10, blok pesawahaan Cijawa dan pembangunan Kampung Ciranji RT 01 RW 03 blok pesawahan Ciranji, Desa Sadengkolot. Tujuan monev ini agar pembangunan (P3-TGAI) tersier bisa berjalan baik dan tepat sasaran.
Ketua konsultan manajemen balai (KMB) melalui asisten KMB Rizal Hidayat Sapta Pamungkas mengatakan, kunjungan ini merupakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan bangunan irigasi tersier yang dilaksanakan di dua kelompok tani.
“Tujuan monev ini agar pembangunan (P3-TGAI) tersier bisa berjalan baik dan tepat sasaran,” ujar Rizal saat ditemui di lokasi bangunan irigasi tata guna air, kemarin.
“Kami melihat bangunan irigasi tersier di dua lokasi di Sadengkolot bisa dikatakan cukup bagus dan tepat sasaran. Dari 50 persen pengerjaan, bangunannnya irigasi tersier cukup layak. Progresnya bangunan tersebut agar dilaksankan secara maksimal,” tuturnya.
Diharapkan dibangunnya irigasi tersebut sumber daya air agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya sehingga para petani khususnya di Kabupaten Bogor ini bisa meningkatkan pruduktivitas ketahanan pangan. “Keberadaan bangunan tersebut termasuk mendukung meningkatkan program aktivitas pangan nasional,” imbuhnya.
Lebih jauh Rizal menjelaskan, pembangunan irigasi tersier di Kabupaten Bogor tentu sangat dibutuhkan warga petani. Salah satunya di wilayah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng dengan ada beberapa areal pesawahan yang belum dibangun irigasi tersebut.
“Meski bukan kewenangan kami untuk mengalokasikan anggaran, tetapi kami dari balai sangat mendukung apa yang menjadi dasar kebutuhan para petani,” tandasnya.
Sementara, Kaur Perencanaan Desa Sadengkolot Suhartono meminta bangunan irigasi tersier yang berada di wilayahnya terus berkelanjutan hingga kebutuhan pasokan air untuk warga petani bisa tercukupi. “Masih banyak wilayah pesawahan yang belum terbangun irigasi, maka itu kehadiran program pembangunan tata guna air irigasi itu sangat bermanfaat bagi keberlangsungan warga petani,” pungkasnya.
Ciptakan kotoran hewan ternak menjadi bermanfaat, Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaska) Universitas Pakuan Bogor bersama warga Kampung Bongas Dua, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor meluncurkan instalasi biogas.
Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa itu, merupakan upaya dari akademisi menyosialisasikan kembali manfaat dan cara pembuatan biogas.
Dosen Kimia Universitas Pakuan, Dr Ade Herimulyati mengatakan, ada dua reaktor biogas berkapasitas kecil yang mampu menampung dan mengelola kotoran hewan dan sampah dari tiga rumah dalam sehari.
“Sampah dari rumah tangga dan kotoran hewan ternak mengandung protein karbohidrat, senyawa organik yang bisa difermentasi di dalam dua reaktor itu, sehingga nantinya menghasilkan gas metana yang bisa dimanfaatkan untuk biogas,” ujarnya saat peresmian instalasi biogas, kemarin.
Menurut Ade, program yang diinisiasi mahasiswanya tersebut sebenarnya telah banyak dilakukan di tempat lain. Meskipun begitu, ini merupakan upaya dari akademisi untuk kembali mensosialiasikan hasil penelitian biogas kepada masyarakat.
Pihaknya berharap, warga dan juga pemerintah desa setempat dapat melanjutkan dan menyebarkan instalasi biogas ke titik-titik lain guna memperluas pemanfaatan kotoran hewan ternak yang ada. “Kita dari akademisi mensosialisasikan kembali hasil penelitian ini supaya bisa langsung diaplikasikan ke masyarakat,” jelasnya.
Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman berharap, instalasi biogas ini menjadi langkah awal pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi sesuatu yang bernilai di wilayah desanya.
Apalagi, sambung Jani, masih banyak peternak domba ataupun kerbau di Desa Kalongliud yang selama ini belum benar-benar memanfaatkan sisa hasil kotoran hewannya. “Tentu kita bisa manfaatkan ini untuk mengarah ke program desa mandiri, kami implementasikan melalui anggaran desa,” tukasnya.
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi tingkat kepanikan menghadapi bencana alam di musim hujan, serta memperingati hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-76, peggiat budaya Yayasan Bogor Sunda Sajati (BSS) mengadakan simulasi penanganan bencana alam bersama Muspika dan elemen masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda di Desa Gunung Putri, kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, diantarannya Bukit Gunung Putri, Danau Gunung Putri dan Aliran Sungai Cileungsi dengan melibatkan Damkar Kabupaten Bogor, Tagana , BPBD, Babinkamtibmas, Babinsa dan 25 Tim relawan kemanusiaan dari berbagai wilayah di Bogor Timur, Sabtu (21/8/2021).
Di lokasi kegiatan, Kompol Andri Fran Ferdiyawan, selaku Kapolsek Gunung Putri yang hadir mewakili Kapolres Bogor menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung dan apresiasi serta support kegiatan ini, seperti yang disampaikan sebelumnya saat apel pagi bahwa tidak semua masyarakat mempunyai jiwa atau kesadaran serta pengetahuan atau untuk meluangkan waktunya saat ini.
“Padahal kegiatan ini sangat penting dilaksanakan guna antisipasi ketika ada bencana di wilayah kita masing-masing kita sudah memiliki bekal dan tahu cara mengatasinya,” jelasnya.
Masih kata dia, kegiatan yang dimotori oleh Bogor Sunda Sajati ini sangat positif dan mengedukasi serta bermanfaat karena ini sebagai bentuk keperdulian anak bangsa dan simulasi penanganan bencana alam ini banyak hal serta pengetahuan yang bisa diambil dan bisa diterapkan nanti ketika menghadapi bencana alam sesungguhnya, dimana pun berada terlebih akan menghadapi perubahan cuaca dari musim panas ke musim penghujan sehingga sudah bisa mempersiapkan langkah-langkah kemanusiaan untuk antisipasi adanya bencana alam.
“Harapan saya ketika kita menginjak musim penghujan saat ini, mudah-mudahan bencana alam seperti tahun-tahun sebelumnya lebih minimal atau sedikit, mudah-mudahan kita bisa siaga dengan keadaan bencana,dan kemudian dengan adanya pelatihan seperti ini teman dari gabungan tim SAR yang tergabung ini bisa menjadi duta atau penyampai informasi kepada masyarakat lainya jadi contoh, minimal kita sudah punya tim di Bogor Timur khususnya di Gunung Putri, apabila terjadi bencana sudah ada tim yang siap siang dua puluh empat jam,” tuturnya
Senada disampaikan Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri, pada dasarnya Pemerintah Desa Gunung Putri khususnya, ada dua titik kerawanan bencana longsor di Desa Gunung Putri, kemudian Desa Bojong Kulur dengan banjir dan sudah sepatutnya mengadakan simulasi bencana alam untuk hal-hal yang tidak diinginkan dimasa-masa akan datang.
“Menurut saya kegiatan simulasi penanganan bencana alam ini satu hal yang baru, patut terus dilanjutkan karena elemen masyarakat tergerak untuk bersinergi dengan lembaga pemerintahan yang ada,” cetus A Heri, sapaan akrabnya saat mengikuti kegiatan simulasi.
Menurutnya, bencana alam bukan tanggung jawab seorang saja, tapi tanggung jawab bersama yang harus dihadapi, dan harus memberikan edukasi kepada masyarakat secara bersama-sama.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus ditingkatkan, dukungan dan sinergiras dari semua unsur yang terkait sehingga nanti bisa dilakukan lagi kegiatan positif seperti ini,” tutupnya mengakhiri.
Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang berlangsung di Gedung Serbaguna The Ji Garden Desa Cikeas Udik, Gunung Putri memilih pucuk pimpinan di tingkat Kecamatan Gunung Putri periode 2021-2024.
Dalam Mucam KNPI tersebut, secara aklamasi Fadli terpilih memimpin KNPI Kecamatan Gunung Putri. Kegiatan ini dihadiri perwakilan DPD KNPI kabupaten Bogor, Udin Saputra M.Pi PK KNPI Kecamatan Gunung Putri, Abas Baesuni Ketua DPK KNPI sebelumnya, Delly Anggamaulana Ketua SC Muscam Ke-VII DPK KNPI Kecamatan Gunung Putri, Supriyadi Ketua OC Muscam Ke-VII DPK KNPI Kecamatan Gunung Putri dan 25 perwakilan OKP se Kecamatan Gunung Putri.
Ketua KNPI Kecamatan Gunung Putri terpilih Fadli mengatakan, Muscam DPK KNPI Kecamatan Gunung Putri yang ke-7 berjalan dengan lancar dengan proses aklamasi serta menerapkan protokol pesehatan (prokes). Dia berharap pengurus DPK KNPI Kecamatan Gunung Putri yang akan dibentuk nantinya bisa bersinergi dengan pihak manapun termasuk instansi pemerintahan maupun pihak industri dan seluruh element masyarakat.
“Setelah Muscam digelar, kita akan membentuk kepengurusan priode 2021-2024 dan program kerja. Saat ini kita akan fokus kepada pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kecamatan Gunung Putri dengan melibatkan para pemuda dan OKP, kita akan membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi guna tercapai dan suksesnya program vaksinasi,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (20/08/2021).
Yang kedua kata dia, akan menekan angka pengangguran yang akan berkolaborasi dengan berbagai pihak memberikan lapangan pekerjaan serta melibatkan para pemuda . Targetnya tetap menjalankan pembinaan kepemudaan yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Gunung Putri.
Lebih lanjut, Fadli menuturkan untuk segera membentuk kepengurusan KNPI Gunung Putri serta menyusun program kerja dan nantinya akan dibicarakan dan dibahas lebih lanjut, intinya tetap fokus pada penanganan Covid-19 dan selalu support dan mendukung program pemerintah
“KNPI Kecamatan Gunung Putri juga akan berkomitmen menyatukan semua OKP di Kecamatan Gunung Putri dalam visi dan misi sehingga bisa terwujud dan terciptanya persatuan dan juga sinergi yang dalam menjalankan program,” imbuhnya.
Fadli berharap semua elemen masyarakat serta OKP di Kecamatan Gunung Putri bisa membantu dirinya kelak dalam menjalankan roda organisasi sehingga program serta kegiatan nantinya bisa berjalan dengan sukses.
“Doa dan dukung saya nanti agar saya bisa amanah dan sukses dalam menjalankan organisasi,” pintanya
Sementara, Supriyadi selaku Ketua CC KNPI Kecamatan Gunung Putri menyampaikan bahwa dengan sudah terpilihnya Fadli secara aklamasi sebagai ketua KNPI kecamatan Gunung Putri tugasnya selesai selaku panitia.
“Saya berharap dengan terpilihnya ketua ini bisa membawa organisasi KNPI ini kedepannya lebih baik lagi,” harapnya.
Tambahnya lagi, hal yang paling utama nanti dibenahi masalah pengangguran, memberikan program-program keterampilan yang bisa meningkatkan (Sumber Daya Manusia) SDM para pemuda sehingga pemuda-pemudi di Kecamatan Gunung Putri bisa bersaing dan menjadi unggulan meski pada situasi pandemi ini.
“Semoga beliau bisa amanah dan sukses dalam memimpin organisasi ini dengan dukungan dan support dari semua pihak,” pungkasnya.
Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor melaksanakan kegiatan focus group discussion (FGD) online dengan topik ‘Kampung Ikan Kancra/ Mahseer/ Tor soro) di Kabupaten Sumedang pada Sabtu, 21 Agustus 2021.
FGD ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan program pakan lokal untuk budidaya ikan Kancra/ Mahseer dalam meningkatkan produksi benih ikan Kancra di Desa Ciburial, Kabupaten Sumedang, hasil karya Kelompok Penelitian Nutrisi dan Teknologi Pakan BRPBATPP Bogor yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Mas Tri Djoko Sunarno, MS, beranggotakan Dr (c) Reza Samsudin, SPi., MSi ; Kurniawan, S.Pi., M.Sc, Aditya Nugraha, S.Pi dan Hendra, SP.
Kepala Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Ir. Yayan Hikmayani, MSi dalam peresmian FGD menyambut baik sebagai upaya mewujudkan keberadaan ikan Kancra sebagai ikan endemic lokal dan sangat strategis dalam mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait dengan program kampung ikan berbasis kearifan lokal, yang mengkhususkan pada aspek ekologi untuk keberlanjutan sumber daya tsb di alam dan nilai aspek ekonomi sebagai sumber ekonomi baru.
Hasil – hasil riset pakan sebagai faktor penting dalam pembuatan model kampung ikan dan pembahasan dengan peluang pengembangan dari sektor hulu dan hilir di harapkan menjadi suatu rekomendasi bahan kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Kepala BRPBATPP, Bogor Dr. Arief Wibowo menambahkan dalam sambutannya bahwa FGD ini menjadi inisiasi pembentukan Kampung Ikan Kancra kedepannya dengan kolaborasi bersama berbagai pihak insitusi baik lokal maupun luar negeri seperti diantaranya dengan Universiti Tun Hussein Onn, Malaysia dan Universiti Malaysia Terengganu.
Narasumber FGD, Dr. Ir. Hj. Yuary Farradia, Dosen Faculty Business, Economics and Social Development, Universiti Malaysia Terengganu memaparkan pentingnya membangun strategi manajemen rantai pasokan yang terintegrasi dalam mencapai keberlanjutan (Ekonomi, Sosial dan Lingkungan) kampung Ikan Kancra.
Narasumber Prof Madya. Dr. Amran bin Haji Harun, Direktur Transform Universiti Tun Huseein Onn, Malaysia menekankan pada pentingnya implementasi ‘digital marketing’ sebagai strategi pemasaran terkini yang perlu dijalankan oleh para pelaku pembudidaya ikan Kancra di Kabupaten Sumedang.
Dedin Khoerudin, pelaku pembenihan ikan Kancra yang juga sebagai ketua UPR Mina Kancra Ciburial Sumedang dan penyuluh BRPBATPP wilayah Kab Sumedang, Eko Winarno, SP dan Nani Widiawati, SP menyampaikan salah satu faktor keberhasilan dalam pembenihan sehingga mampu memenuhi permintan dari Malaysia dan Vietnam adalah dengan mengaplikasikan pakan lokal binaan dari BRPBATPP Bogor.
Ditambahkan Profesor Mas Tri Djoko Sunarno, formulasi pakan lokal hasil pengembangan penelitian ini siap untuk mendukung terwujudnya ketersediaan pasokan benih dan sistem inti dan plasma pada konsep ‘kampung ikan Kancra’ merupakan model yang disasarkan.
Turut hadir dalam FGD ini tokoh masyarakat Kabupaten Sumedang, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan dan Rudi Hadian, Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang yang menyampaikan sangat mendukung terwujudnya Kampung Ikan Kancra. Dr. Budi Wardono, Peneliti dari Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan Perikanan menyatakan pengembangan budidaya Ikan dengan pakan berbasis bahan baku lokal memerlukan sub sistem model budidaya untuk meminimumkan resiko.
Peneliti utama genetik BRPBATPP, Bogor, Ir. Anang Hari Kristanto, M.Sc., Ph.D menyatakan siap mendukung dengan penambahan jenis species ikan Tor sp. Di akhir FGD, peserta dari para pembudidaya ikan kancra di kab Sumedang mengharapkan terwujudnya kampung ikan kancra ini.
Dua tahun ini wabah Covid-19 belum berakhir, hal penting yang perlu dilakukan adalah menjaga kebugaran dengan cara berolahraga agar terhindar dari penyakit dan bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Seperti dilakukan para komunitas gowes dari berbagai wilayah di wilayah Bogor Barat. Mereka bergabung dengan difasilitasi Pemerintah Desa Cigudeg serta didukung Cabang BRI Cigudeg, sejumlah komunitas gowes diantaranya Cado, Biro Perjalanan Farkit, Matador, GSSB, GSSB Srikandi, West Gowes dan Kota Bikes dengan mengusung tema “Gowes bareng Indonesia melawan Covid-19.”
Sejumlah peserta mengawali rute perjalanan mulai dari Balai Desa Cigudeg menuju Cianger- Cigaok, Desa Wargaya, lanjut ke Cicopong kemudian putar balik sekitar 10 kilometer hingga diakhiri pembagian door prize.
Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi mengatakan, keinginan untuk menggelar gowes bersama dari berbagai wilayah tercetus dari sejak lama.
Sementara gowes bareng itu menerapkan protokol kesehatan dengan melibatkan puluhan peserta gowes, mengingat situasi ini masih pandemi maka kegiatan gowes bareng pun digelar sangat sederhana.
“Kami akan terus mendukung kegiatan gowes ini, kedepan ketika Covid-19 berakhir kami akan menggelar gowes bareng yang lebih meriah lagi,” ujar Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi kepada Jurnal Bogor, Minggu (22/8).
Tidak melihat latar belakang, lanjutnya, kegiatan gowes tersebut selain untuk kesehatan dan menjadikan media ajang silaturahmi. ” Tentu bisa tatap muka dan saling mengenal satu sama lain,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Pelaksana Gowes Bareng, Edi Junaedi mengaku persiapan kegiatan gowes bareng dipersiapkan dua minggu terakhir.
“Animo peserta yang mengikuti gowes bareng sejauh ini cukup antusias, namun karenamasih Pandemi maka kuota peserta pun kami batasi,” ungkap Edi.
Dia berharap kegiatan ini terus berlanjut, kedepan cukupan pesertanya akan diperluas lagi.
“Satu hal penting, dikomuitas gowes ini nantinya kita akan satukan dengan digelarnya event bakti sosial dengan saling berbagi seperti santunan anak- anak yatim,” pungkasnya.
Ponpes Salafiyah Daarut Tauhid di Kampung Sikeng RT 003 / RW 007 Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bigor kembali terkena banjir. Kondisi ponpes itu kini minim perhatian, baik dari kepala desa Sukasari maupun Camat Rumpin.
Yayasan Daarut Tauhid yang juga mendirikan pondok pesantren Salafiyah, Madrasah Diniyah, dan Paud ini sangat butuh perhatian untuk pembangunan Turap Penahan Tanah (TPT) yang sebelumnya pernah dicetuskan oleh Camat Rumpin Rusliandi yang saat ini menjadi Camat Cibinong.
Kepada Jurnal Bogor , Sabtu (21/8), Ustad Azang, pimpinan Ponpes Yayasan Daarut Tauhid mengatakan, selama ponpes ini berdiri sering kali menjadi langganan banjir yang cukup memprihatinkan dan tak jarang yang membuat mereka sedih dan prihatin ketika alat sholat dan pendukung pembelajaran lainnya seperti Al-Qur’an, Iqro, Juz’ama , serta alat sholat turut tersapu banjir.
” Alhamdulilah saya sampaikan terimakasih hari ini kami kembali kedatangan Tim Bogor Timur Jurnalis ( BTJ ) yang diketuai oleh pak Sudadi untuk yang ke – 2 kalinya mengantarkan donasi yang memang sangat kami butuhkan untuk kebutuhan anak-anak didik kami karena alat sholat dan buku pelajaran mereka turut tersapu banjir” Ucap Ustad Azang Pimpinan Ponpes Salafiyah Daarut Tauhid.
Masih kata dia, sejauh ini yang sangat dibutuhkan mendesak adalah Turap Penahan Tanah (TPT) yang harus ditinggikan agar air tidak melewati wilayah ponpes , selain itu juga sangat membutuhkan Kobong (tempat tidur anak santri) yang saat ini sangat memprihatinkan karena mereka tidur dalam kondisi berdesakan dengan ruangan yang kecil.
” Total jumlah siswa kami ada 80 an dari usia 6 sd 18 tahun , ada yang mondok di ponpes ada yang pulang ke rumahnya , mayoritas dari mereka adalah anak yatim, piatu, dhuafa yang memang ingin menuntut ilmu namun minim biaya, maka kami asuh mereka disini tanpa biaya apapun kecuali yang PAUD karena memakai guru dari luar,” jelasnya.
Lanjutnya, dia sangat senang dan penuh harap sekali saat kunjungan BTJ yang pertama kesini bersama dengan pak Camat Rusliandy yang saat itu pak camat mengatakan janji akan membantu membangun TPT agar tak kebanjiran lagi , namun sampai dipindah tugaskan, ponpesnya sama sekali tak mendapatkan perhatian.
” Yayasan kami sudah terdaftar secara legal namun sangat sulit sekali mendapatkan perhatian padahal jika ditanya oleh masyarakat sekitar sini ponpes ini langganan kena banjir air luapan sungai , yang lebih membuat kami sedih seringnya kami mendapat musibah kebanjiran dan butuh bantuan seperti buku dan alat sholat justru tidak ada respon baik dari desa maupun kecamatan,” keluhnya lirih.
Dirinya berharap ada orang baik yang bersedia untuk membantu membangun TPT di sekitar ponpesnya, serta membuatkan kobong agar tidak lagi terendam air dan anak – anak santri bisa tidur dengan layak tanpa harus berdesakan.
Senada , disampaikan Sudadi ketua BTJ, jika ini ke-2 kalinya BTJ mengantarkan bantuan donasi dan dengan keluhan yang sama yaitu terendam banjir, dirinya sangat miris karena janji Camat Rusliandy yang saat kunjungan pertama menjanjikan akan membangunkan TPT dianggaran 2020 ternyata tidak ditepati. Padahal sudah berjanji langsung saat hadir di acara santunan pertama dihadapan rekan – rekan BTJ dan anak santri dimana akan mengajukan dan dipastikan dibangun di tahun 2020.
” Saya sangat terkejut, saya pikir pembangunan TPT yang belum usai ini dilakukan pemerintah, ternyata mengandalkan dari anggaran swadaya orang tua siswa, padahal saat itu pak camat janji dan memastikan akan dibangun di anggaran 2020,” katanya.
Masih kata dia, hal lain yang membuat geleng-geleng kepala adalah Rumpin itu terkenal dengan tambang pasir dan batu yang memiliki banyak pangkalan apalagi di sekitar ponpes banyak pangkalan batu dan pasir , masa tidak ada yang terenyuh dengan kondisi ponpes yang seperti ini.
” Okelah jika pemilik pangkalan pasir dan batu tidak memperhatikan, harusnya Pemdes Sukasari jangan cuek apalagi saat kami memberikan bantuan ini kejadian banjir sudah Minggu lalu , padahal yang dibutuhkan ponpes hanya alat sholat dan buku tulis tapi kok tutup mata,” cetusnya.
Dirinya meminta Pemerintah jangan tutup mata dalam persoalan ini apalagi Ponpes Daarut Tauhid ini menampung anak-anak yatim piatu dan dhuafa harusnya menjadi prioritas dan tidak diam saja membiarkan santri tidak bisa tidur nyenyak saat hujan.
“Dimana hati nuraninya, padahal saat kepemimpinan Bupati Rahmat Yasin pernah mencetuskan jika ponpes ini harus diprioritaskan karena rawan bencana , tapi kok sampai sekarang justru malah diabaikan.”
” Oleh karena itu kami BTJ organisasi wartawan yang berasal dari ujungnya Kabupaten Bogor akan membuka donasi terbuka untuk pembangunan TPT dan Kobong (tempat tidur santri ) Ponpes Daarut Tauhid, jika mata pemerintah tertutup. Semoga masih banyak mata lain yang terbuka untuk peduli akan ponpes yang mengasuh adik-adik yatim dan piatu ini ” pungkas Sudadi.
Sekedar diketahui, Minggu lalu ponpes tersebut di terjang air bah yang menghanyutkan semua peralatan sholat dan buku pelajaran.Bahkan 30 menit setelah acara penerimaan donasi dari BTJ , ponpes tersebut kembali di serang air bah. Innalillahi.
Beredar sebuah surat pernyataan di atas materai yang ditulis Riyan Jombang yang ditulis pada 19 Agustus 2021.
Dalam isi pernyataan itu Very Idham Heryansyah alias Riyan Jombang terpidana hukuman mati menyatakan beberapa poin diantaranya;
1. sangat tidak benar kalau Habib Bahar meminjam uang senilai 10 juta kepadanya dan tidak meminjam sama sekali
2.permasalahan ini telah diselesaikan Secara damai (kekeluargaan) dan diketahui oleh pihak Lapas.
3.Fakta yang sebenernya saya khilaf dan mengambil uang Habib Bahar hingga memicu permasalahan ini
Dalam hal ini Ryan mengatakan, “Saya mengakui bahwa yang bersalah lebih dulu memulai permasalahan ini. Saya dan Habib Bahar telah saling memaafkan dan sepakat kedepannya tidak ada buntut dalam hal apapun baik jalan hukum maupun yang lainnya.”
Sementara saat dikonfirmasi Kalapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur tidak mengiyakan atau membenarkan surat pernyataan itu, namun menurutnya perselisihan antara Habib Bahar Bin Smit dengan Very dham Heryansyah sudah selesai dan mereka berdua sudah berdamai.
“Kalau surat itu intern kita, yang jelas kasus ini sudah selesai dan mereka sudah berdamai dan mereka ingin damai,” katanya.
Sementara itu Kuasa Hukum Habib Bahar Bin Smit M Ichwan Tuancotta mengatakan terkait surat pernyataan itu pihaknya akan mengkonfirmasi ke pihak Lapas Gunung Sindur.
“Saya akan mencoba mengkonfirmasi dan melihat fisiknya surat itu isinya seperti apa,” katanya.
Sementara itu terkait adanya laporan kliennya Ke Bareskrim oleh pihak Pengacara Riyan Jombang, M Ichwan Tuancotta belum mendapatkan informasi dan rilisnya.
“Emang ada ya setahu saya belum ada, kalau pun itu terjadi kita akan melakukan upaya hukum pastinya, tapi kita berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan dan kan sebenernya mereka berdua sudah berdamai bahkan disaksikan oleh pihak Lapas,” pungkasnya.
Ratusan anak berkebutuhan khusus telah menjalani vaksinasi Covid-19 di Yayasan Bhakti Luhur Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jumat 20 Agustus 2021.
Kegiatan vaksinasi terhadap anak yang berkebutuhan khusus itu dilakukan untuk meningkatkan herd immunity terhadap mereka, vaksinasi itu juga dilakukan secara jemput bola oleh tim vaksinator dan relawan dari RSAU dr Esnawan Antariksa Lanud Halim Jakarta.
Relawan vaksinasi anak berkebutuhan khusus, Imas Sihombing mengatakan kegiatan itu juga dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19 di tanah air.
Dari itu relawan bersama RSAU dr. Esnawan Antariksa melaksanakan Vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak Disabilitas bertempat di Yayasan Disabilitas Bhakti Luhur, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor Bogor.
“Vaksin visit bagi penyandang disabilitas ini pertama kali dilakukan dan merupakan rangkaian kegiatan Hari Bhakti Ke-74 TNI AU. Vaksinasi covid-19 Tahap I dilaksanakan pada 23 Juli 2021 dan tahap 2 dilaksanakan pada 20 Agustus 2021, dengan jumlah penerima vaksin covid-19 sekitar 200 orang,” ujar Imas Sihombing dan Adhe Dewanti kepada wartawan.
Masih kata Imas, adanya berbagai keterbatasan terutama kondisi anak-anak disabilitas, dan juga keterbatasan yayasan, baik tenaga ataupun materil, maka relawan tergerak untuk mengupayakan dapat dilakukannya kegiatan vaksin covid-19 bagi anak-anak disabilitas, yang bertempat di Yayasan Bhakti Luhur (vaksinasi visit).
“Kemudian kami mencoba mengajukan proposal ke pihak TNI AU dan kemudian melalui Sekretaris RSAU Dr. Esnawan, Dr. Wayan Sumadyasa, SpOG. Disampaikan bahwa proposal kami disetujui dan disupport oleh Karumkit RSAU dr. Esnawan Antariksa, Dr. Mukti Arja Berlian. Hanya butuh 2 hari saja dari sejak proposal vaksin visit disetujui, kegiatan vaksin Covid-19 Tahap I pun langsung dilakukan, bertempat di Yayasan Bhakti Luhur Parung Bogor pada 20 Juli 2021. Dan ini merupakan kegiatan pertama kali dilakukannya vaksin visit di Yayasan Disabilitas oleh tim RSAU dr. Esnawan Antariksa,” tambahnya.
Pimpinan Yayasan Bhakti Luhur Suster Sisilia menjelaskan latar belakang terselenggara vaksin visit di Yayasan Bhakti Luhur, Yayasan Disabilitas Bhakti Luhur adalah sebuah yayasan yang menampung ratusan anak-anak disabilitas seperti Tunanetra dan Low Vision, Tunarungu dan Tunawicara, Tunagrahita, Tunadaksa, Tunalaras, Tunaganda, Epilepsi, Cerebral Palsy, Gangguan Jiwa dan Hydrocephalus.
Dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan yang sudah menginisiasi kegiatan vaksinasi dan terima kasih kepada pihak TNI AU.
“Sebagai upaya preventif agar penghuni yayasan terutama para penyandang disabilitas terhindar dari virus covid-19, sejak Maret tahun 2020 (sudah kurang lebih 1.5 tahun), saya selaku pimpinan yayasan memberlakukan pembatasan aktivitas keluar dan juga bertemu dengan pihak luar seperti anak-anak tidak boleh memiliki kegiatan yang mengharuskan mereka meninggalkan yayasan, selain itu membatasi tamu yang berkunjung ke yayasan) serta membiasakan seluruh penghuni yayasan melakukan prokes yang ketat. Akan tetapi itu saja belum cukup, pertahanan tubuh masih perlu ditambah dengan dilakukannya vaksinasi covid-19,” jelasnya.