33.2 C
Bogor
Wednesday, August 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 879

Kesal dan Marah, Warga Telukpinang Geruduk Kolam Renang Marinas

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Warga Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor yang berdomisili di RT 02 RW 03 menggeruduk objek wisata Marinas, Jumat (12/8). Kedatangan puluhan warga dan pengurus wilayah mulai dari RT, RW serta tokoh masyarakat ke lokasi kolam renang yang berada di Desa Telukpinang itu, buntut kekesalan warga terhadap pengusaha tersebut.

Saat tiba didepan pintu tiket masuk kolam renang Marinas sekitar pukul 14.00 WIB, sempat dihadang pegawai tempat wisata itu, sehingga cekcok adu mulut pun tidak terhindarkan. Beruntung dalam aksi massa itu, mendapat pengawalan dari Babinsa Desa Telukpinang, Serda Agung S, cekcok adu mulut antara warga dengan pegawai Marinas akhirnya bisa dilerai dan dilakukan musyawarah.

Koordinator aksi massa, Papin Mahesa mengatakan, kedatangan warga bersama pengurus wilayah di RT 02 RW 03 dan tokoh ini, untuk meluapkan kekesalan kepada pengusaha Marinas yang lokasinya tidak jauh dari lingkungan warga.

Menurutnya, selama berdiri dan membuka usahanya bertahun-tahun di lingkungan warga, pihak pengusaha sama sekali tidak pernah menjalin kemitraan maupun bersosial.

Parahnya lagi, lanjut Papin, pihak Marinas tidak pernah menghargai segala bentuk kegiatan apapun yang ada dilaksanakan di lingkungan. Bahkan, pengusaha kolam renang itu selalu mengabaikan segalanya dan terkesan meremehkan, itu terbukti pada saat warga melaksanakan sesuatu yang telah menjadi tradisi atau budaya di lingkungan sekitar, baik kegiatan keagamaan maupun bersifat umum atau nasional.

Dijelaskan Papin, seperti untuk peringatan HUT RI yang sifatnya sebagai penghargaan besar pada pejuang, pihak Marinas tidak pernah ikut andil dan memberikan kontribusi, walaupun sudah diminta secara resmi dengan memberikan proposal tertulis dari panitia serta ditandatangani RT dan RW, namun pihak Marinas tidak mengindahkannya dan mengembalikan kembali proposal permohonan tersebut.

 “Makanya kami sekarang datang ke Marinas ini, meluapkan kekesalan yang sudah klimaks dan marah terhadap pengusaha Marinas. Tapi marah kami jangan diartikan marah membabi buta, karena selama dalam waktu kebelakang kami tutup mata dan telinga. Kami diam malah pihak Marinas bersikap seperti ini,  menganggap kecil urusan warga,” ungkapnya kepada wartawan usai bermusyawarah di Marinas.

Hal senada juga diungkapkan Noviandri, warga Desa Telukpinang RT 02 RW 03 yang saat itu ikut menggeruduk kolam renang Marinas. Ia mengungkapkan, pihak pengusaha kolam renang belum pernah sama sekali berkontribusi untuk lingkungan.

 “Setiap kali kami meminta bantuan untuk kegiatan di lingkungan, tidak pernah pihak pengusaha memberikan. Padahal permohonan bantuan yang kami minta itu secara tertulis dan lengkap ditandatangani panitia serta RT,” paparnya.

Noviandri mengakui, lokasi Marinas bukan masuk kedalam wilayah RT 02 RW 03. Akan tetapi, keberadaan Marinas persis didepan lingkungannya yang secara langsung terkena dampak.

 “Lokasi Marinas dengan wilayah kami hanya dibatasi jalan saja. Kalau terjadi apa-apa pastinya lingkungan terdekat yang paling dulu tahu,” jelasnya.

Sementara, Enda, perwakilan pihak Marinas mengaku, sebagai pegawai hanya menjalankan aturan yang diberlakukan perusahaan. Dirinya tidak mempunyai kewenagan.dalam  menentukan kebijakan apapun diluar yang telah ditentukan.

 “Sebagai pegawai kami hanya mengelola saja. Kalau ada urusan yang lainnya, nanti kami akan koordinasi atau laporan dulu sama pemilik,” ucapnya.

Terkait kontribusi untuk lingkungan sekitar, Enda menyatakan, telah  berkontribusi kepada beberapa pihak sebagai bentuk koordinasi dengan wilayah atau lingkungan sekitar.

 “Untuk lingkungan sekitar atau di wilayah RT ini, kami sering berikan. Malah anggaran pengeluaran untuk wilayah sudah tercatat dan telah berjalan, mulai anggaran untuk beberapa nama orang di wilayah termasuk ke pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” tukasnya.

** Dede Suhendar

FAO Bangga Indonesia Capai Swasembada

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kepala Perwakilan FAO Indonesia, Rajendra Aryal menyampaikan selamat atas prestasi Indonesia dalam mencapai swasembada beras. Baginya, prestasi tersebut sangat luar biasa mengingat tantangan pangan yang dihadapi saat ini tidaklah mudah.

“Capaian ini diraih dalam situasi ketahanan pangan dunia yang sedang menghadapi tantangan pandemi Covid-19, dampak perubahan iklim, dan konflik yang sedang terjadi di dunia. Tapi Indonesia telah menunjukkan performa yang sangat bagus,” ujar Rajendra, Minggu, 14 Agustus 2022.

FAO, kata Rajendra, bersyukur dan sangat bergembira karena Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang banyak. Capaian tersebut sekaligus bukti bahwa pertanian merupakan sektor yang tangguh dan Indonesia berhasil meningkatkan produktivitasnya secara baik.

“Sangat membahagiakan bagi kami untuk dapat menyaksikan Indonesia melangkah maju dalam menggapai swasembada beras, dan kami sangat bangga menjadi bagian dari upaya dan kerja keras tersebut,” katanya.

Dibalik keberhasilan ini, Rajendra juga menyampaikan terimakasih atas kerja keras Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) yang secara baik mampu mengimplementasikan semua arahan Presiden Jokowi.

“Kami ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Menteri Syahrul Yasin Limpo atas perananya dalam menjamin produksi pangan yang mencukupi untuk populasi Indonesia yang cukup besar,” katanya.

Rajendra menambahkan, transformasi sistem pangan dan pertanian adalah strategi yang sangat diperlukan dalam penguatan pangan Indonesia, terutama didalam menghadapi tantangan yang sangat komplek saat ini. Indonesia cukup maju dalam upaya kerja keras tersebut.

“Saat ini, dunia sedang menghadapi tantangan ketahanan pangan yang cukup sulit, dan sekali lagi kami ingin menyatakan komitmen FAO untuk bekerja secara erat dengan Indonesia dalam upaya transformasi menuju sistem pangan dan pertanian yang efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebelumnya Lembaga penelitian beras dunia, International Rice Research Institute (IRRI) memberikan penghargaan terhadap Republik Indonesia yang mampu mencapai swasembada beras. Pengharagaan ini diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta.

IRRI menilai, Indonesia mencapai swasembada karena mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari 20 persen. Diketahui, produksi beras nasional dari tahun 2019 konsisten beradi di angka 31,3 juta ton sehingga berdasarkan hitungan BPS jumlah stok akhir di bulan April 2022 tertinggi di angka 10,2 juta ton.

Presiden mengatakan, di tengah ancaman krisis pangan di tingkat global, pemerintah Indonesia terus berkomitmen meningkatkan produksi nasional dan menjamin ketercukupan pangan di dalam negeri sekaligus memberikan kontribusi bagi kondisi pangan internasional.

“Terimaksih yang sebesar-besarnya kepada pelaku dan bekerja di sawah, para petani Indonesia atas kerja kerasnya, tentu saja Bupati, gubernur dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang semuanya bekerja sama dengan riset-riset dari universitas perguruan tinggi yang kita miliki. Ini adalah kerja yang terintegrasi dan kerja gotong royong,” ucapnya.

** ppmkp/Kementan

Kinerja Konsultan Perencana Dipertanyakan

0

Volume Pembuatan Gorong-gorong “tak Balance” 

Citeureup | Jurnal Bogor 

Pekerjaan pembuatan saluran drainase atau gorong-gorong di Jalan Citeureup-Sukamakmur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor yang dikerjakan CV.Sinar Ciomas dengan pengawas konsultan PT.Nasuma Putra yang memakan anggaran sebesar Rp.194.000.000,00, menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

Pasalnya, pekerjaan gorong-gorong yang memiliki volume panjang 130 meter tersebut hanya memiliki tutup 99 meter, sehingga sebagian gorong-gorong tersebut tak tertutupi yang mengakibatkan rentan kecelakaan dan kendaraan jeblos.

Ahmad (25) warga Kp.Dukuh Desa Pasirmukti Kecamatan Citeureup mengatakan, pekerjaan yang setengah-setengah ini sangat menggangu aktivitas warga, dan baru kemarin ada insiden anak kecil masuk ke gorong-gorong tersebut.

“Itukan bahaya, kalo kerja yang benar lah, layani dan fasilitasi masyarakat dengan baik, jangan dikasih gorong-gorong ini tapi gak sekaligus dengan tutupnya, cuma separo-separo,” ujar Ahmad.

Apalagi, sambung Ahmad, jika hujan lebat ini kerap banjir banjir, dan khawatir anak-anak kebawa arus dan nyeblos ke gorong-Gorong yang tidak ada tutupnya tersebut. “Kalo cuma setengah-setengah, jangan dibuat sekalian,” cetusnya geram.

Terpisah Dirut CV.Sinar Ciomas Nadmudin menyampaikan, perusahaannya sudah bekerja sesuai dengan spek yang ada, dan pekerjaan sudah 100% finis.

” Sudah selesai 100%, dengan volume panjang gorong-gorong / u-dict 130 meter dan tutupnya hanya 99 meter itu sudah kita laksanakan sesuai dengan RAB dan spek yang ada,” jelas Nadmudin.

Namun pemerhati pembangunan dan tata kota, Heri.K.H menyayangkan adanya ketidaksingkronan antara volume u-dict dan tutupnya.

“Lucu ya, perencana mungkin kurang ngopi, kalo panjang volume U-Ditc-nya itu 130 meter tapi tutupnya cuma 99 meter, dasar hitung-hitungannya mereka sebagai perencana dimana?. Ini baru pekerjaan kecil lho, gimana kalo yang besar jangan-jangan perencana hanya dibalik meja,” paparnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Bogor kata dia, harus turun tangan dan terbuka, apakah perencana ini dari internal dinas atau dari luar menggunakan pihak ke tiga.

“Masyarakat jangan dianggap bodoh dan seolah menerima aja, jangan asal-asalan lah dalam merencanakan pembangunan, kalo sudah ada kecelakaan atau insiden baru pada sibuk,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kali Gunung Putri Dikepung Pembuang Limbah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Dua perusahaan yang bergerak di bidang penggilingan besi dan logam yaitu PT. Wine Land Wire Industrie dan PT.Hengtraco Teknik Indonesia di Kp.Parung Tanjung RT 01/011 Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor diduga membuang limbah cair hasil produksi ke kali.

HB (40) warga sekitar mengatakan, jika dia melintasi kawasan kali tersebut dan melihat ada paralon yang ngalir ke kali warnanya logam kekuningan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

“Bau banget, saya gak tau itu limbah B3 apa bukan, tapi setau saya perusahaan itu boleh buang air pengolahan limbah ke kali setelah bersih dan tidak berbau,” paparnya.

Saat itu, sudah ada Satgas LH Kecamatan Gunung Putri yang mengambil sampel air tersebut. “Katanya mau dibawa ke DLH Kabuapaten Bogor untuk diuji,” singkatnya.

Mirisnya, kata dia, Desa Cicadas merupakan kawasan industri tapi minim pengawasan. “Jika 10 saja rutin per harinya ada oknum pengusaha yang buang limbah ke kali bagaimana nasib generasi kedepannya,” paparnya.

Pemerhati lingkungan Sudadi yang tinggal di Kp.Kedep, Desa Tlajung Udik mengaku sangat miris masih adanya perusahan yang membuang limbah cair ke sungai atau kali.

“Ini disebabkan minimnya hukuman untuk para pelaku pembuang limbah, saya sebagai warga Gunung Putri miris dengan tingkah pengusaha yang tak mementingkan lingkungan dan ekosistem yang hidup di air,” ujar pria berambut gondrong tersebut kepada Jurnal Bogor.

Jika saja ada tindakan yang membuat efek jera untuk perusahaan pembuang limbah, kata dia, seperti menutup permanen atau mencabut izin operasional perusahaannya dan menandai pelakunya mungkin bisa meminimalisir terjadinya pembuangan limbah ke kali oleh oknum pengusaha yang nakal.

“Disini, ketegasan mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, APH , dan KLHK dipertaruhkan, jangan hanya mem-black list perusahaannyanya saja tapi juga pemilik perusahaannya harus di-black list sehingga tidak bisa membuat perizinan atas namanya lagi dalam jangka waktu yang ditentukan misalnya, cuma berani gak pemerintah tegas seperti itu,” paparnya.

Kordinator  Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Dyan Heru Sutjahyo saat dikonfirmasi mengatakan pada Senin mendatang akan memberitahukan kepada pimpinannya perihal pembuangan limbah tersebut. “Senin akan saya laporkan kepada pimpinan,” singkatnya.

** Nay Nurain

Ricky Kurniawan Dorong Botim Segera Dimekarkan 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Anggota Komisi 3 DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra Ricky Kurniawan mendorong pemerintah pusat agar segera mengetuk palu untuk pemekaran Bogor Timur. Hal tersebut dikatakan saat dia mengunjungi Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat (11/8/22).

“Dari tingkat Provinsi kita sudah merekomendasikan untuk segera Bogor Timur dimekarkan, hajat kita sama, kita sangat butuh Jawa Barat yang mekar,” ucapnya kepada Jurnal Bogor.

Selanjutnya ia pun mengatakan, untuk pemekaran wilayah di Jawa Barat bukan hanya kabupaten, tapi di tingkat desa pun yang penduduknya banyak harus dimekarkan.

“Bukan hanya kabupaten bahkan ditingkat desa juga, desa harus banyak yang dimekarkan, semangatnya apa kalau desa itu dimekarkan biar transport dari pusat ke Provinsi Jawa Barat lebih banyak,” ucapnya.

Ricky Kurniawan pun membandingkan, desa di Jawa Barat itu ada 5700, Jawa Timur ada 8000 desa, dan penduduk Jawa Barat sekitar seperlima Indonesia dan penduduk di Jawa Timur itu 38 juta.

“Penduduk di Jawa Barat kalau dibandingkan dengan seluruh pulau Sumatra walau disatukan dari Sabang sampai ke Bakahuni masih banyak penduduk Jawa Barat sedangkan desanya ada 5700, sekarang kita bandingkan kalau 1 miliar Dana Desa dikali 5700 itu cuma berapa, Jawa Timur 1 miliar dikali 8000 itu dana transport saja sudah beda,” beber Ricky.

Ia menjelaskan, kalau kepentingannya di kabupaten dan kota lebih banyak dan itu ada kajiannya dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

“Kita idealnya punya 42 kabupaten dan kota dan sampai sekarang itu belum ada realisasinya, kita butuh Jawa Barat yang mekar, mekarnya 42 kabupaten,” cetusnya.

Dan untuk pemekaran Bogor Timur, iIa sudah menyerahkan semuanya kepada pemerintah pusat agar segera ditindaklanjuti.

“Kita sudah selesai kalau di tingkat provinsi tinggal menunggu itikad baik dari pusat sekarang bolanya ada di Jokowi, saya kurang paham sampai sekarang belum juga dimekarkan saya tidak tahu coba tanya kepemerintahan pusat apakah itu masalah duit atau apa saya tidak tahu,” pungkasnya.

Ini juga polanya zigzag dari Presidium ke Bupati, dari Bupati ke DPRD Kabupaten, dari DPRD Kabupaten ke Gubernur, dari Gubernur, ke DPRD tingkat Provinsi dari DPRD tingkat Provinsi ke Presiden, dari Presidium lalu ke DPR- RI. “Sekarang bolanya ada di lembaga kepresidenan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bendera Merah Putih Dibagikan di Terminal Leuwiliang

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Pengelola Terminal tipe B Leuwiliang membagikan puluhan bendera Merah Putih kepada warga yang melintas di sekitar terminal.

Hal itu dilakukan menindak lanjuti surat dari Menteri Dalam Negeri untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Terminal Tipe B Leuwiliang, Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya menyiapkan puluhan bendera Merah Putih dengan ukuran panjang 90 centimeter dan lebar 60 centimeter.

“Puluhan bendera kita bagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar Terminal Leuwiliang,” kata dia, belum lama ini.

Pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor untuk mendukung gerakan nasional pembagian 10 juta Merah Putih kepada masyarakat.

Kata dia, untuk meningkatkan nasionalisme masyarakat sekitar, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.

“Untuk menggugah rasa cinta tanah air dan meningkatkan semangat nasionalisme seluruh masyarakat khususnya di lokasi Terminal Leuwiliang ini,” ujarnya.

Dia berharap, masyarakat bisa memaknai sebagai momentum untuk memupuk rasa cinta dan bangga terhadap negara Indonesia. “Dengan tumbuhnya rasa itu, diharapkan bakal menuntun semangat dalam memberikan kontribusi,” tukasnya.

** Andres

Ikut Jalan Sehat, Acmad Fathoni: Kegiatan yang Menyatukan Warga 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra yang membuat kegiatan sapa warga dengan jalan sehat, Sabtu (13/8).

“Saya apresiasi dan berterima kasih kepada Kades Ciangsana Bapak Udin Saputra bersama Karang Taruna yang telah menyelenggarakan jalan sehat ini. Ini kegiatan yang sangat bagus dan menjadi ajang bertemunya warga Ciangsana dari berbagai profesi dan latar belakang, sekaligus sebagai sarana kegiatan yang menyehatkan ” ucap Fathoni sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, kegiatan seperti ini wajib dijadikan ajang tahunan sehingga bisa jadi kegiatan rutin, dimana semua warga turun ke jalan, bisa bersilaturahmi dan saling sapa sehingga yang tadinya tidak kenal jadi mengenal satu sama lain tanpa melihat pangkat, jabatan apalagi profesi, semua tumplek ke jalan menikmati suasana pagi.

“Berharap melalui kegiatan ini bisa lebih mengenal dan kompak untuk sinergi mengisi kemerdekaan, membangun NKRI khususnya Desa Ciangsana,” jelasnya.

Politisi asal PKS tersebut mengatakan semoga kedepannya semua kalangan masyarakat yang hadir bisa lebih banyak lagi sehingga bisa lebih ramai lagi. Pada intinya dia apresiasi dengan kinerja dan inisiatif Kepala Desa Ciangsana untuk menyatukan warganya dalam satu kegiatan, dan ini adalah kegiatan perdana selama menjabat.

“Seingat saya sih ini pertama di zaman Kades Udin. Karena memang setelah dilantik 2020 akhir, langsung kena situasi  Covid-19 di 2021,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tujuh Rumah di Sukamaju Rusak Diterpa Angin Kencang

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Beberapa rumah milik warga di Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang, Sabtu (13/08).. Pemerintah desa setempat pun melakukan pendataan dan evakuasi rumah rusak.

Kepala Desa Sukamaju, Dahyudin menyampaikan, hujan deras disertai petir dan angin kencang menerjang wilayahnya terjadi pukul 18.30 WIB.

“Kejadian jam 6 pas Magrib, hujan ditambah angin kencang luar biasa, banjir sama angin, banjirnya di kali-kali kecil,” lata Dahyudin.

Dahyudin menyampaikan, akibat kejadian itu ada beberapa rumah milik warga mengalami kerusakan pada bagian atap akibat diterjang angin kencang.

“Ada beberapa rumah rusak pada bagian atap terbawa angin ada sekitar 7 rumah warga di wilayah RT 01 RW 12, terus di wilayah RT 02 RW 13 dan wilayah RT 03 RW 13,” ungkapnya.

Dahyudin mengatakan, kondisi rumah warga yang alami rusak cukup parah ada sekitar 3 rumah akibat adanya pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

“Kalau yang parah itu ada 3 rumah yang tertimpa pohon tumbang alami kerusakan hanya saja tidak terbawa semuanya. Sudah diungsikan ke rumah saudaranya, yang tertimpa pohon itu ada 4 keluarga, 4 rumah,” katanya.

Dia menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang dan petir berlangsung sekitar 30 menit sementara hujannya sendiri berlangsung hampir sekitar 2 jam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat ini pemerintah desa masih melakukan pendataan dan mengimbau warga untuk lebih waspada terutama bagi warga yang tinggal di pinggiran kali.

“Pemerintah desa kemudian langsung melakukan imbauan, baik itu di grup-grup WA kepada RT dan RW untuk menghindari terutama yang daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor. Kami imbau waspada terutama yang rumahnya berada di pinggiran kali kecil, karena di wilayah Desa Sukamaju ini kan banyak kali kecil anak Cidurian,” tukasnya.

** Andres

Sapa Warga, Udin Saputra Adakan Jalan Sehat 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-77,  Pemerintah Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar jalan sehat yang diikuti ribuan warga Desa Ciangsana, Sabtu (13/8).

Jalan sehat yang bertema ” Sapa Warga” ini dimulai pukul 06.30 WIB yang diikuti ribuan warga Desa Ciangsana, dimulai star dari Kantor Desa Sementara Ciangsana dan finis di Wisata Hutan Jadi, kampung Cikeas Ilir, Desa Ciangsana.

Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra SH mengatakan, Pemdes Ciangsana melaksanakan jalan sehat dalam rangka menyambut HUT RI yang ke-77.

“Kita bersama warga Ciangsana pada hari ini mengadakan kegiatan jalan sehat dalam menyambut HUT RI yang ke 77 yang tidak lama lagi akan dilaksanakan,” ucap Udin Saputra kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, jalan sehat yang dipilih oleh Pemdes Ciangsana karena lebih mudah menginformasikan kepada warga melalui masing-masing kepala dusun.

“Karena kita sebelumnya menghadapi pandemi, mungkin kita sSelama ini sudah jenuh, makanya kita ambil kegiatan jalan sehat ini agar warga masyarakat bisa mengikuti dengan meriah dan gembira,” paparnya.

Udin Saputra pun menjelaskan, warga Ciangsana yang mengikuti jalan sehat ini sebanyak 1100 orang, dan Pemdes pun menyediakan kupon doorprize untuk warga yang mengikuti jalan sehat.

“Kita menyiapkan 1300 kupon undian untuk warga yang mengikuti jalan sehat ini, saat kupon undian dikumpulkan warga yang ikut 1100 orang, dan doorprize yang kita siapkan sebanyak 50 terdiri dari TV, mesin cuci, kompor gas, sepeda, dan lain sebagainya,” bebernya.

Ditempat yang sama Anggota DPR RI Anton Sukartono dari Fraksi Demokrat mengatakan, Kepala Desa Ciangsana mengundangnya dalam acara jalan sehat dalam rangka menyambut HUT RI ke-77 yang diikuti warga Desa Ciangsana.

“Selama dua tahun kita tidak ada kegiatan, sejak pademi Covid-19, maka pada hari ini Kades Ciangsana luar biasa mengadakan hiburan rakyat, yaitu jalan sehat bersama dimana pesertanya sebanyak 1100 orang. Alhamdulillah hari ini mereka bagi-bagi doorprize mudah-mudahan bermanfaat bagi warga sekitar,” singkatnya

Acara jalan sehat ini dihadiri, Anggota DPR RI Anton Sukartono Fraksi Demokrat, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni Fraksi PKS, Kolonel Laut Jaka Sentosa, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Ciangsana, tokoh pemuda, tokoh agama, RT, RW, dan kadus se-Desa Ciangsana.

** Nay Nur’ain

Guru di Caringin Gelar Gebyar Senam Pancakarsa

0

Caringin | Jurnal Bogor

Ratusan warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan guru atau tenaga pendidik berbagai jenjang pendidikan, komunitas senam, hingga masyarakat umum lainnya antusias mengikuti gebyar sekaligus sosialisasi senam Pancakarsa yang digelar Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Caringin bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor serta Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK).

Camat Caringin, Endi Rismawan menyampaikan apresiasinya kepada para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik (PGRI) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Caringin yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Termasuk unsur lainnya, baik dari TNI – Polri, komunitas Jantung Sehat, serta semua unsur yang terkait yang sudah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya saat membuka kegiatan yang berlangsung di lapangan Hotel Grand Pesona, Desa Lemah Duhur, Kamis (11/8).

Melalui kegiatan itu pihkanya berharap senam Pancakarsa yang menjadi bagian dari Karsa Sehat dapat lebih memasyarakat sesuai visi misi KORMI sebagai mitra pemerintah yang memiliki fungsi memasyarakatkan olahraga rekreasi masyarakat meliputi pengelolaan, pembinaan, serta pegembangan seluruh pelaksanaan olahraga rekreasi masyarakat setiap anggota di wilayah.

“Dan senam Pancakarsa merupakan salah satu media yang efektif dalam mengedukasi mayarakat untuk kembali menggeliatkan olah raga,” tandasnya.

Senada, Ketua KORMI Kabupaten Bogor Usep Supratman dalam sambutannya juga turut menyampaikan apresiasinya kepada para peserta kegiatan yang telah menyempatkan diri menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

“Kehadiran peserta dalam kegiatan ini menjadi sebuah bukti jika masyarakat Kecamatan Caringin masih mencintai olah raga, menyadari betapa pentingnya kesehatan jasmani,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya pun mengajak semua unsur terkait dapat turut mensosialisasikan senam Pancakarsa di tengah masyarakat agar menjadi sebuah kebiasaan positif.

“Tentunya kegiatan ini sarat dengan nilai positif, selain bisa menjadi wadah silaturahmi masyarakat dengan berbagai latar belakang profesi, senam Pancakarsa juga sebagai sebuah perwujudan semangat atau geliat masyarakat dalam berolahraga. Salam KORMI, sehat, bugar, gembira  luar biasa,” pungkasnya.

Sri Rezeki, salah satu peserta kegiatan asal Desa Cinagara mengaku termotivasi untuk lebih giat berolahraga. Karena kata dia, dengan gemar berolahraga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

“Sangat positif dan cukup meriah. Apalagi peserta kegiatannya bukan hanya berasal dari komunitas saja, namun berasal dari banyak kalangan berbagai usia, salah satunya kalangan pelajar dari beberapa jenjang pendidikan.

** Deny