25.1 C
Bogor
Tuesday, August 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 871

Penambahan SMP Negeri Dikeluhkan Sekolah Swasta

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Wacana penambahan SMP Negeri di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor diklaim bakal berdampak terhadap sekolah swasta. Adanya penambahan SMP Negeri kemungkinan bakal berimbas banyak SMP  swasta yang gulung tikar.

Kepala Sekolah SMP Sejahtera 4 Dramaga, Edih mengaku kurang setuju kalau adanya penambahan SMP Negeri di Kecamatan Dramaga.

Untuk meng-cover lulusan SD di Kecamatan Dramaga saat ini sudah ada dua sekolah negeri, yakni SMPN 1 Dramaga, dan SMP Negeri 2 Dramaga. Menurut Edih, sekolah SD di Kecamatan Dramaga tidak terlalu banyak sehingga kebutuhan penambahan SMP Negeri tidak terlalu urgen.

“Sudah cukup dua sekolah negeri di Kecamatan Dramaga. Seharusnya, Pemerintah lebih memperhatikan sekolah swasta bukan malah menambah sekolah negeri. Jika ditambah lagi SMP Negeri yang ada banyak sekolah swasta yang gulung tikar, ” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/8).

Edih mengungkapkan adanya aturan masuk sekolah negeri lewat sistem zonasi dan saat ini kondisi pandemi Covid 19, sangat berdampak sepinya minat anak masuk ke sekolah swasta.

Sebelum ada aturan zonasi,  siswa baru di SMP Sejahtera 4 Dramaga bisa mencapai delapan kelas. Saat ini, siswa baru di SMP Sejahtera 4 Dramaga hanya ada dua kelas saja. Padahal, bicara prestasi di SMP Sejahtera 4 Dramaga sangat banyak dan menjadi sekolah favorit .

“Kita berharap pemerintah memberikan perhatian khusus bagi sekolah swasta. Hapuskan sistem zonasi, dan kembalikan penerima siswa di SMP Negeri lewat sistem prestasi nilai, ” tukasnya.

** Arip Ekon

Dinahkodai Kurtubi, SDN Siliwangi Terapkan Kegiatan Belajar Digital

0

Cigombong|Jurnal Bogor

Meski SDN Siliwangi tidak masuk kedalam kategori sekolah favorit, namun sekolah yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Sukabumi itu, tumbuh berkembang pesat dibawah kepemimpinan Kurtubi.

Semenjak dipercaya menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) Siliwangi, Kurtubi mampu menunjukan kemampuannya dalam mengembangkan dunia pendidikan di sekolah tersebut. Itu terlihat dengan jumlah siswa yang mencapai 628 anak dengan tenaga pengajar sebanyak 24 guru.

Kurtubi mengatakan, perubahan yang terjadi di sekolah ini, tidak lepas dari peran guru yang mengajarkan para siswa dengan gigih dan sungguh-sungguh.

Untuk itu, lanjutnya, tidak semua yang mendaftar menjadi tenaga pendidik di sekolah ini langsung diterima. Karena, guru yang ingin mengajar di SDN Siliwangi harus lulusan perguruan tinggi.

“Makanya walaupun dari jumlah 24 guru untuk yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) nya hanya 4 orang, tapi semua tenaga pendidik di sekolah kami bergelar sarjana semua,” ungkapnya kepada wartawan.

Memiliki tenaga pendidik yang semuanya bergelar sarjana, ternyata tidak sulit saat sekolah mempunyai program belajar mengajar yang lebih inovatif, seperti melaksanakan pembelajaran melalui digital atau handphone.

Dijelaskan Kurtubi, saat ini di SDN Siliwangi sudah dilaksanakan belajar mengajar secara digital dengan menggunakan handphone. Dimana para siswa, diajarkan cara menjawab soal yang diberikan oleh guru didalam handphone masing-masing.

“Soal dan jawaban siswa langsung terlihat dilayar melalui infokus yang dipasang guru,” ujarnya.

Adapun kegiatan belajar mengajar yang sudah dilaksanakan, kata Kurtubi, baru dilakukan untuk para siswa-siswi yang duduk di kelas V. Dan aktivitas belajar mengajar melalui digital atau handphone, dilaksanakan satu hari dalam seminggu.

“Di sekolah kami ada tiga kelas V, masing-masing kelas kegiatan belajar mengajar menggunakan handphone jadual nya tidak sama,” jelasnya.

Kurtubi menjelaskan, melaksanakan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar secara digital, tentunya harus didukung dengan fasilitas jaringan internet dengan kapasitas besar.

 “Alhamdulillah internet sudah terpasang. Rencananya tahun depan satu kelas lagi akan melaksanakan kegiatan belajar secara digital,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sekolah yang berlokasi persis dibelakang Pasar Cigombong tersebut, sudah bisa melaksanakan ujian nasional berbasis online atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sesuai aturan pemerintah.

“Sekolah kami sudah ada ruang laboratorium komputer untuk persiapan UNBK. Sekitar 34 laptop sebagai fasilitas pelaksanaan UNBK, sudah kami sediakan,” aku Kurtubi.

Kurtubi menambahkan, kegiatan keagamaan yang diberikan pihak sekolah kepada semua siswa-siswi, terus dilakukan setiap minggunya, mulai dari pengajian rutin hingga pelaksanaan Sholat Dhuha.

“Setiap Jumat, anak-anak berkumpul di lapang untuk mengikuti Sholat Dhuha. Ada pun untuk kegiatan pengajian, di sekolah kami ada anak yang sudah hapal Al-Qur’an satu setengah juzz,”

Feminasari, guru kelas Va di SDN Siliwangi mengungkapkan, semenjak kehadiran kepsek sekarang yang kurang lebih sudah lima tahun disini, banyak program pendidikan yang bersifat inovasi untuk diterapkan di sekolah.

Salah satunya, kegiatan belajar mengajar secara digital. Dimana, sebelumnya atau saat Pandemi Covid-19, belajar secara daring sudah dilaksanakan.

 “Tapi atas usulan dan program pak Kurtubi, pembelajaran digital atau menggunakan handphone harus mulai dilaksanakan di sekolah. Murid kalas V lah yang pertama menerapkan belajar secara digital ini,” imbuh Feminasari.

Guru yang sudah tiga kali mengambil gelar sarjana dengan berbeda-beda fakultas itu menjelaskan, saat anak-anak sedang mengikuti kegiatan belajar menggunakan handphone atau digital, orang tua mereka bisa memantaunya.

“Orang tua siswa juga bisa melihat kegiatan belajar secara digital kami di rumah, tinggal memasukkan nama aplikasi dan nomor kegiatan belajar digitalnya saja,” tukas Feminasari.

** Deni Pratama

Dinkes Kebut Booster Kedua

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan percepatan vaksinasi penguatan booster kedua bagi tenaga kesehatan (nakes).

Diketahui, dari 9.150 nakes, baru 147 atau 1,6 persen orang yang sudah menerima vaksin keempat. Berdasarkan data pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Kota Bogor per Minggu, (21/8) jumlah sasaran nakes di Kota Bogor sebanyak 9.150 orang.

Sementara Untuk vaksin dosis pertama sebanyak 12.225 atau 133 persen dan dosis kedua 130 persen.

Untuk vaksinasi booster tahap pertama sebanyak 10.839 orang atau 118,4 persen dan booster tahap kedua 147 orang atau baru 1,6 persen.

Kepala Dinkes Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno dalam keterangannya menuturkan, saat ini Kota Bogor sedang melakukan vaksinasi booster tahap kedua bagi tenaga medis.

“Saat ini sedang berlangsung untuk booster kedua bagi nakes. Pelaksanaannya memang di faskes masing-masing sambil menyesuaikan ketersediaan vaksin yang ada,” ujar Retno kepada wartawan, Selasa (23/8).

Kata dia, pelaksanaan booster kedua dilakukan para nakes di pusat kesehatan, seperti Puskesmas, rumah sakit, atau pusat kesehatan klinik di lingkungan masing-masing.

“Capaiannya memang masih sedikit baru 1,6 persen sekitar 147 orang karena kita baru mulai dan kemarin kita dapet dropping vaksin lagi,” ungkap Retno.

Menurut dia, vaksinasi booster kedua bagi nakes dilakukan secara simultan berbarengan dengan booster ketiga bagi masyarakat umum usia 18 tahun ke atas yang saat ini secara akumulatif mencapai 47,6 persen.

“Vaksin bagi masyarkat umum masih berlangsung di sentra-sentara vaksin dan puskesmas di setiap kecamatan. Jadi berbarengan dengan booster nakes,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Harga Telur Meroket, Ini Penyebabnya

0

JURNAL INSPIRASI – Harga telur pada sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor mulai meroket hingga Rp31 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp27 ribu per kilogram. Diketahui kenaikan tersebut mulai terjadi sejak sepekan terakhir.

Salah satu pedagang telur di Pasar Bogor, Agung menyebut bahwa ketersediaan telur ayam terbilang aman, karena pengiriman barangnya cukup lancar. Namun, pemicu kenaikan harga disebabkan adanya program bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah.

“Jadi sejak tujuh hari yang lalu, belum lama banget baru seminggu. Sebelumnya Rp27 ribu, sekarang Rp31 ribu per kilogram,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (23/8)..

Kata dia, untuk bantuan PKH pemerintah membeli langsung ke peternak, akibatnya peternak pun menaikan harga lantaran banyaknya permintaan.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Ria mengaku keberatan dengan kenaikan harga telur ayam ini. Sebab, telur ayam merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan baginya dalam menjalankan usaha.

“Ya namanya usaha bikin kue keberatan banget. Karena setiap hari kita kan beli telur. Maunya sih diturunun lagi, nggak sesuai dengan keuangan,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Telkom Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Data Pelanggan

0

Dengan Sistem Keamanan Siber yang Terintegrasi, Telkom Pastikan Keamanan Data Pelanggan

Jakarta, 22 Agustus 2022 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tegaskan bahwa tidak ada kebocoran data pelanggan IndiHome seperti yang dibicarakan di pemberitaan media pekan lalu. Seperti yang telah disampaikan juga saat pendalaman yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Telkom pastikan bahwa tidak terdapat temuan data yang mengandung nomor IndiHome yang valid. Selain itu tidak ada sistem di Telkom yang menyimpan riwayat pencarian (browsing history) dan data pribadi pelanggan secara berdampingan.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menyampaikan, “Setelah kami lakukan penelusuran dan investigasi menyeluruh, kami meyakini dan memastikan bahwa tidak ada kebocoran data pelanggan di sistem kami dan ini 100% merupakan data yang difabrikasi oleh pihak maupun oknum yang ingin memojokkan Telkom. Keseluruhan data pelanggan, kami simpan di dalam sebuah sistem keamanan siber yang terintegrasi dan dikelola berdasarkan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku,” jelas Ahmad Reza dalam kegiatan press conference bersama VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture Telkom Rizal Akbar dan EGM Divisi Information Technology Telkom Sihmirmo Adi di Telkom Landmark Tower (22/8).

VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture Telkom Rizal Akbar mengatakan bahwa data yang beredar saat ini mencantumkan nomor IndiHome yang tidak valid, baik dari jumlah digit maupun format penomoran. Adapun terkait data browsing history, Telkom menyimpan data tiga bulan terakhir sesuai peraturan perundangan yang berlaku untuk memastikan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan, di antaranya UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan PP No. 52  Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

“Tidak ada niat Telkom untuk mematai-matai atau mengambil manfaat dari data historis maupun data pribadi pelanggan,” tambah Ahmad Reza.

Sebagai perusahaan terbuka yang dual listing, Telkom mematuhi etika bisnis, compliance dan tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.”Syukur Alhamdulilah tidak terjadi peretasan data pada sistem kami dan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menjaga suasana kondusif sehingga dapat kami pastikan bahwa data yang beredar di publik adalah bukan data kami. Kami akan terus berupaya meningkatkan pengamanan data pelanggan dan menjadikan hal ini sebagai prioritas utama demi meningkatkan kenyamanan pelanggan,” tutup Ahmad Reza.

Kembangan Kompetensi Auditor, Kementan Bekali Pelatihan Audit Investigatif

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Guna mengoptimalkan peran penting Inspektorat Jenderal sebagai Consulting dan Assurance dalam mendukung pencapaian program strategis Kementerian Pertanian, Kementan melalui Inspektorat Jenderal membekali para auditornya Pelatihan Audit Investigatif.

Pelatihan yang merupakan kerjasama antara Inspektorat Jenderal dengan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) ini merupakan angkatan ke-2 setelah sebelumnya berhasil telah dilaksanakan angkatan ke-1 pada minggu lalu

Yusral Tahir, Kepala PPMKP menuturkan tujuan dari kegiatan Pelatihan Audit Investigatif.

“Kegiatan pelatihan ini dirancang secara holistik dan terintegrasi keilmuan di bidang pengawasan, diharapkan mampu meningkatkan kompetensi auditor untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan secara obyektif, independen, dan profesional”, tutur Yusral.

Peningkatan kapasitas auditor di bidang audit investigatif, lanjut Yusral meliputi praperencanaan dan perencanaan audit, pengumpulan dan evaluasi bukti, pra perencanaan dan perencanaan penyelidikan, pengumpulan dan evaluasi bukti penyelidikan, pra perencanaan dan perencanaan penyidikan, pengumpulan dan evaluasi bukti penyidikan, hubungan antara Laporan Hasil Audit Investigatif (LHAI) sebagai bukti permulaan dengan Penegakan Hukum, teknik wawancara,/interogasi, identifikasi dan mitigasi fraud pada Laporan Keuangan, Perhitungan Kerugian Negara (PKKN) kelebihan pembayaran.

Agenda peningkatan intelektual merupakan salah satu arahan dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementerian pertanian, tujuannya agar produktivitas tetap meningkat bagi ketahanan pangan nasional.

“Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” jelas Mentan SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan peningkatan produktivitas pertanian berangkat dari peningkatan kompetensi sumber daya manusianya, baik aparatur maupun non aparatur, dimulai dari aparatur Kementerian Pertanian yang kompeten dalam menjalankan tugasnya.

“SDM Kementan dilatih dulu agar kinerjanya meningkat secara signifikan supaya mengerti dan paham dalam mengimplementasikan pekerjaannya.” katanya.

lebih lanjut Dedi menegaskan bahwa PPMKP sebagai lembaga pelatihan memiliki peran strategis untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian
“PPMKP mempunyai fungsi khusus untuk meningkatkan kompetensi aparatur Kementerian Pertanian, dari pelaksana hingga pimpinan instansi. Kemajuan Kementerian Pertanian harus diawali dari PPMKP!”, tegas Dedi.

Pelatihan audit investigatif angkatan ke-2 berlangsung selama lima hari, dimulai dari tanggal 22 hingga 25 Agustus 2022 mendatang di PPMKP Ciawi. Diikuti oleh 25 auditor Kementerian Pertanian.

** Nita/PPMKP

Mahasiswa IPB Berprestasi Diberi Beasiswa Hunian Apartemen Gratis

0

JURNAL INSPIRASI – Manajemen University Resort (UResort) memberikan Beasiswa Hunian tahun 2022 bagi empat mahasiswa IPB University, sekaligus peresmian pengoperasian Apartemen Mahasiswa UResort di kawasan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Senin (22/8).

Selain Direksi UResort, acara ini juga dihadiri Dr. Drajat Martianto, Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Ibu Dr. Erika B. Laconi, MS Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis, dan Kewirausahaan IPB University, bersama jajaran Direktur, dan Wakil Dekan beberapa Fakultas IPB University.

“Kami bersyukur hari ini bisa merealisasikan nota kesepakatan dengan pihak IPB University untuk bersinergi menghadirkan hunian yang ideal bagi mahasiswa IPB. Memang rencana ini sempat tertunda akibat Pandemi. Tapi sekarang Alhamdulillah kamin sudah bisa merealisasikannya, dengan memberikan beasiswa hunian kepada 4 orang mahasiswa IPB University yang berprestasi sekaligus meresmikan pengoperasian apartemen mahasiswa UResort ini,” ungkap Dimas Ario Shakti Mumpuni, MBA, Managing Director UResort.

Menurutnya, keempat mahasiswa ini akan diberikan kesempatan tinggal dan mendapatkan berbagai fasilitas yang ada di UResort secara gratis selama 1 tahun. “Kami berharap kerjasama dengan pihak IPB ini tidak berhenti sampai di sini, bahkah terus berkembang untuk masa yang akan datang,” ujar pria yang akrab disapa Rio ini.

“Selain pemberian beasiswa hunian, alhamdulillah tadi juga telah diselenggarakan peresmian simbolis operasional University Resort bersama 2 Wakil Rektor IPB yaitu Bpk Dr Drajat dan juga Ibu Dr. Erika B. Laconi, MS. Saat ini dari 72 unit apartemen (tahap pertama) yang telah rampung dikembangkan UResort, hampir seluruhnya sudah terhuni. Dan untuk penghuninya sendiri adalah Mahasiswa IPB dari berbagai daerah, dan juga mahasiswa asing dari Malaysia,” jelas Rio.

Sementara itu Dr. Drajat Martianto, Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University mengatakan, saat ini IPB memerlukan dukungan hunian mahasiswa yang berkualitas.

“Artinya bukan hanya menyediakan kamar, juga kalau bisa harus ada aktifitas-aktifitas yang medukung proses belajar lainnya, terutama dalam membangun karakter. Nah, itu tidak banyak hunian yang seperti itu. Dan Uresort menawarkan konsep yang seperti itu, sehingga menurut kami ini inline atau sejalan dengan program-program kami di IPB,” ucapnya.

Drajat menambahkan, dari sisi lokasi, UResort ini juga sangat luar biasa karena berada dekat danau dan hutan CIFOR Bogor yang begitu sehat, sehingga oksigen begitu banyak dan sangat dibutuhkan oleh mahasiswa tinggal di sini untuk mengerjakan tugas-tugas dengan baik supaya mereka selalu sehat, dibanding lokasi-lokasi hunian yang terlalu dekat dengan kampus dimana kepadatannya sudah luar biasa.

“Dengan adanya hunian sehat dan menyehatkan tersebut, hal ini juga sesuai dengan karakteristik kami di IPB yang mengembangkan proses pendidikan mahasiswa ini bukan hanya untuk belajar, tapi juga mengembangkan Healthy Lifestyle. Jadi saya kira ini kebutuhan yang saling mengisi. UResort menyediakan hunian dengan segala kelebihannya itu, dan mahasiswa IPB mendapatkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” imbuh Drajat.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, pihak IPB juga sangat terbantu dengan dengan kehadiran UResort ini. Menurut Drajat, pihak IPB belum mampu menghadirkan hunian seperti yang dikembangkan Uresort.

“Fasilitas yang ada di UResort ini kan kita lihat memang cukup lengkap dan kekinian. Menariknya fasilitas ini sangat selaras dengan kebutuhan akademis seperti ruang belajar, co-working space, ruang seminar, entrepreneur training center, hingga business incubator bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang merintis usaha miliknya. Dengan segala keunggulannya tersebut, tidak heran kalau University Resort banyak menerima apreasiasi dari berbagai media dan juga award tingkat nasional,” kata Drajat.

Diketahui, UResort berlokasi sangat berdekatan dengan Kampus IPB Dramaga Bogor ini juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk para mahasiswa-mahasiswa luar negeri. Seperti yang diutarakan Alia penghuni Uresort yang juga merupakan Mahasiswa IPB asal Malaysia. Menurutnya UResort layak menjadi pilihan utama bagi para Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di IPB.

“Saya senang di sini. Dari sisi lokasi UResort sangat dekat dari kampus. Lebih dari itu, karena berada dekat danau dan hutan Cifor, udaranya juga sangat segar dan yang lebih penting lagi fasilitasnya lengkap untuk mendukung kegitan belajar,” kata Alia.

Hal senada juga diungkapkan Wajha. Mahasiswa yang juga berasal dari Negeri Jiran Malaysia ini merasa betah tinggal di UResort. Alasannya, selain bagunannya masih baru dan memiliki kamar yang nyaman, tinggal di UResort juga memberikan fasilitas yang selaras dengan kebutuhan belajar. “Saya cukup puas tinggal di UResort. Lingkungannya nyaman, aman, dan fasilitas yang ada juga cukup menarik dan lengkap,” pungkasnya.** Fredy Kristianto |*

Selain Sekda, Anggota Dewan Juga Setuju Pustu di Sukaluyu Dibangun Tahun Ini

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Bukan hanya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bogor Burhanudin yang setuju Pustu itu dimasukan anggaran dan bisa dibangun tahun 2022. Bahkan anggota DPRD Kabupaten Bogor Halim Yohanes meminta Pustu yang berlokasi di Kampung Sawah RT 02 RW 04 Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung jangan dibiarkan terbengkalai dan harus mendapat perhatian khusus.

Menurut Halim, Dinas Kesehatan seharusnya lebih peka, apalagi sudah beredar luas bahwa gedung Pustu itu sudah tidak layak huni, namun masih digunakan.

“Kalau memang setiap tahun Pustu itu sudah diusulkan, seharus Dinkes harus ambil tindakan, untuk dibuatnya perencanaan pembangunan. Pandangan saya Dinkes harus ngambil tindakan dan harus turun ke lokasi,” kata Halim kepada wartawan, kemarin.

Gedung Pustu yang tengah rusak itu, menurutnya, bisa menjadi skala prioritas dan harus masuk pada anggaran perubahan.

“Apalagi untuk perbaikan Pustu itu, mungkin anggarannya tidak terlalu besar dan tidak perlu lelang. Itu kan bisa di perubahan. Kecuali mungkin, bangunan Pustu itu harus melalui proses lelang tentu gak cukup waktu untuk mengerjaanya,” ungkap Halim.

“Sekali lagi, kalau memang kondisinya darurat kemungkinam diperubahan, ya harus masuk dan Pustu itu bisa diperbaiki tahun 2022 ini,” tandasnya.

Menurutnya Dinas yang membidangi harus benar-benar ambil alih, karena Pustu itu sangat dibutuhkan masyarakat

“Mengingat untuk pelayanan masyarakat dan sangat dibutuhkan, saya mengharapkan di perubahan anggaran untuk pembangunan Pustu di Sukaluyu itu bisa terealisasi,” harapnya.

Sebelumnya Sekda Burhanudin langsung mengkomunikasikan melalui selulernya dan meminta pihak Dinas Kesehatan untuk segera menindaklanjuti gedung Pustu yang sudah rusak itu, namun keberadaannya masih digunakan masyarakat.

“Dinkes harus cek ke lokasi gedung pustu yang rusak itu,” ujar Burhanudin.

Menurutnya, Dinkes harus cek dan progresnya bisa dimasukkan pada perubahan anggaran. “Dinkes sudah kami perintahkan, pustu yang merupakan pelayanan masyarakat di Sukaluyu itu, cek apa sudah masuk di Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) apa belum. Kalau sudah, kami setuju pustu itu bisa dimasukan pada perubahan anggaran sehingga pustu di Desa Sukaluyu bisa dibangun tahun 2022 ini,” jelasnya.

Pasalnya, pusat pelayanan kesehatan yang menjadi dasar kebutuhan masyarakat di Desa Sukaluyu, kata dia, jika telah rusak harus menjadi prioritas pembangunan. “Ini dasarnya ada, karena sudah rusak berat. Mudah mudahan pustu itu bisa dilakukan perbaikan di tahun 2022 ini,” pungkasnya

** Arip Ekon

BPN Diadukan ke Kementerian ATR dan Ombudsman

0

JURNAL INSPIRASI – Polemik mengenai pertanahan kembali mencuat di wilayah Kabupaten Bogor. Kali ini, perkara itu menimpa ahli waris Jon Sudijono yang memiliki satu hamparan lahan di wilayah Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, dan wilayah Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Diketahui, lahan tersebut berada di eks lokasi penambangan pasir PT. Rejeki Kurnia Alam, dengan luas lahan sekitar 69.761 meterpersegi yang dibeli dari masyarakat sejak tahun 1994 sampai tahun 2010. Kemudian, bidang tanah tersebut dikuasai oleh salah satu developer perumahan.

Kuasa hukum keluarga Jon Sudijono mengadukan Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor ke Kementerian Agraria dan Badan Pertahanan Nasional terkait perihal tersebut sejak 5 Agustus 2022. Namun, hingga kini belum ada jawaban.

Selain melaporkan ke Kementerian Agraria dan Badan Pertahanan Nasional, keluarga Jon Sudijono juga mengadukan BPN ke Ombudsman.

Kuasa Hukum kelurga Jon Sudijono, Maha Katy menyebut bahwa pengaduan itu berawal ketika pihaknya mengirimkan surat keputusan Hak Atas Tanah eks lokasi penambangan PT. Rezeki Karunia Alam tertanggal 17 Januari 2022 dengan nomor 028/MK&A/I/2022 ke BPN Kabupaten Bogor.
Namun, surat dengan nomor 028/MK&A/I/ tidak ada tanggapan dari BPN.

“Maka tanggal 16 maret 2022 kami kembali menyurati pihak Kepala Perwakilan Kantor Pertahanan Kabupaten Bogor sesuai surat nomor 036/MK&A/III/2022 perihal permohonon tindak lanjut surat nomor 028/MK&A/I/2022,” ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pert di Rumah Makan Manjabal, Jalan R3, Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogo, Senin (22/8).

Namun, kata dia, BPN tidak juga merespon surat tersebut dan pada tanggal 1 April 2022. Kemudian, pihaknya mengirimkan teguran dan somasi terhadap Kepala Perwakilan Kantor Pertahanan Kabupaten Bogor sebagaimana surat dengan nomor 041/MK&A/IV/2022 perihal teguran dan somasi. Tetapi, lagi-lagi tak mendapat respon.

“Bahkan kami telah berkali-kali mendatangi secara langsung ke BPN, akan tetapi kami tidak mendapat jawaban yang jelas atas permohonan klien kami tersebut sehingga sampai saat ini klien kami menunggu 7 bulan lamanya dan tidak ada kepastian hukum,” ucap Maga Katy.

Menurut dia, awalnya kasus ini bermodus penipuan, yang bermula dari adanya seseorang yang akan membeli lahan milik Jon Sudijono. Saat itu pihak pembeli memberikan uang Rp1 miliar sebagai DP (tanda jadi), namun tidak ada pembayaran lagi. Bahkan yang terjadi, pihak pembeli itu telah membangun perumahan yang saat ini sudah dibangun sekitar 200 unit perumahan dan sudah diperjual belikan unit perumahannya.

Saat itu kasusnya sudah dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Karena ini jual beli maka laporan ke pengadilan perdata. Hasil keputusan pengadilan uang Rp 1 miliar ini dinyatakan hangus karena tidak ditepatinya janji untuk jual beli lahan tersebut.

“Kami berharap ada lembaga yang mengawasi dan memperhatikan kinerja BPN Kabupaten Bogor. Bahkan kasus pelayanan buruk dari BPN Kabupaten Bogor ini sudah dilaporkan ke pihak Ombudsman RI, dan saat ini masih menunggu proses penanganannya,” tutupnya.

Maha Katy juga mengatakan, kasus itu sudah diajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Cibinong dengan register perkara nomor : 180/Pdt.G/2017/PN.Gbi. Bahwa pada saat ini proses peradilan sudah selesai dan dinyatakan berkekuatan hukum tetap.

“Klien kami dinyatakan menang sekaligus sebagai pemilik yang sah terhadap bidang ranah aquo sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI no. 2639 K/Pdt/2020 tanggal 16 Desember 2020 Jo. Putusan Pengadilan Negeri Cibinong nomor : 180/Pdt.G/2017/PN.CBI tanggal 6 Juni 2018,” ucap Maha Katy.

Lanjut Maha Katy, dengan adanya keputusan pengadilan itu, diajukanlah permohonan surat keputusan hak atas tanah eks lokasi penambangan kepada kantor pertanahan kabupaten Bogor sesuai surat nomor : 08/MK&A/I/2022 perihal permohonan surat keputusan hak atas tanah eks lokasi penambangan PT. Rejeki Karunia Alam tertanggal 17 Agustus 2022.

Ia menambahkan, saat ini di lokasi sudah dibangun sekitar 200 unit perumahan. “Kami juga sudah melakukan pemblokiran kepada BPN dan BTN sebagai pihak perbankan kaitan perumahan tersebut, agar tidak menerima nasabah untuk perumahan tersebut,” jelasnya.

Sementara, Kepala BPN Kabupaten Bogor, Yan Septedyas saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp mengatakan bahwa lokasi tersebut masuk wilayah Kantah Bogor 2.

“Karena bukan wilayah saya. Saya tidak mau beri tanggapan sebelum tahu permasalahannya, terimakasih,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Usulan Rp250 M Untuk Pembebasan Lahan Dicoret

0

JURNAL INSPIRASI – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor mencoret pengajuan dana sebesar Rp250 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2023.

Anggota Banggar DPRD, Jatirin menyebut bahwa pencoretan usulan itu lantaran belum matangnya kajian dari dinas terkait mengenai pembebasan tersebut, maka Banggar memilih untuk mencoret usulan tersebut.

“Kami sepakat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menghilangkannya. Lebih baik dialokasikan kepada kegiatan yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Jatirin kepada wartawan, Selasa (22/8).

Menurut dia, DPRD tak ingin menganggarkan dana, namun ujung-ujungnya menjadi silpa. Akibat tidak matangnya kajian. “Sayang, kalau ujung-ujungnya nanti jadi Silpa. Atau jangan sampai seperti R3. Karena kajiannya tak matang, sehingga mengakibatkan jalan itu sempat ditutup pemilik lahan,” ucapnya.

Kata dia, Banggar dan TAPD justru sepakat untuk menganggarkan dana sebesar Rp7,5 miliar untuk pembebasan lahan yang diperuntukan bagi kantor kelurahan. Diantaranya bagi kantor Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat.

Hal senada juga diungkapkan, Anggota Banggar DPRD, Ahmad Aswandi. Pria yang akrab disapa Kiwong itu menyebut bahwa dalam urusan pembebasan lahan, kajian yang dilakukan pemkot kerap tidak matang. “Sekarang buat apa dianggarkan, kalau uangnya sudah ada tapi pembebasan tidak dilakukan. Malah jadi silpa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Chusnul Rozaqi mengaku belum mengetahui terkait dicoretnya pengajuan anggaran tersebut. “Belum tahu, nggak ada informasi,” ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas PUPR Kota Bogor mengusulkan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk pembebasan lima ruas jalan yang sebagian proyeknya hingga saat ini masih mangkrak.

Lahan untuk pembangunan lima ruas jalan itu antaralain Jalan Regional Road (R2) Jalan Regional Ring Road (R3) Babadak, Jalan Bogor Inner Ring Road (BIRR), Jalan Permata, Kampung Sawah dan Underpass Kedung Halang.** Fredy Kristianto