32.2 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 870

Bangunkan Huntap, Ketua Komisi 3 Dukung Arahan Plt Bupati 

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Rabu (22/06) lalu, menjadi keprihatinan dan juga perhatian serius Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor.

“Kita kembali berduka, setelah sebelumnya terjadi bencana di wilayah Cijeruk. Saya dan rekan-rekan yang duduk di Komisi 3 sangat prihatin dan duka mendalam,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Tuti Alawiyah kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/06).

Akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor itu, kata Tuti, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung maupun 52 KK lainnya, sudah mengungsi.

“Para korban bencana yang saat ini sedang berada di lokasi pengungsian, baik yang KK terdampak langsung atau pun mengungsi harus segera dibantu dan diberikan hunian sementara, sehingga kehidupan mereka bisa berangsur normal,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini mendukung arahan dari Plt Bupati Bogor agar KK yang terdampak dikontrakan rumah sementara sebelum dibangunkan huntap (hunian tetap). Istri dari anggota DPR RI Partai Gerindra ini juga sangat merespons arahan Plt Bupati Bogor untuk dicarikan lokasi huntap yang aman.

Tetapi, relokasi juga tentunya harus memperhatikan kontur tanah lokasi bencana dan wajib dilakukan.
“Seperti kata Pak Iwan, relokasi harus segera dilakukan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegas Tuti.

Merujuk arahan dari Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, relokasi memang sebaiknya dilakukan dengan memindahkan semua KK terdampak ke lokasi baru yang sama agar tidak terpencar. 

“Kalau tidak ada lokasi baru yang bisa menampung semua KK terdampak, ya mohon pengertiannya kepada para korban agar berkenan terpencar. Yang penting lokasi huntap nya aman dan nyaman,” papar anggota dewan asal daerah pemilihan (Dapil) 3 tersebut.

Yang paling penting, lanjut Tuti, Pemerintah Desa (Pemdes) Cibunian untuk peduli dan punya peta rawan bencana di desanya. “Peta rawan bencana bisa memitigasi potensi korban jiwa dan harta benda yang jatuh,” imbuhnya.

Dalam kesempatan kunjungan ke lokasi bencana, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan menginstruksikan kepada Kepala Desa Cibunian dan Camat Pamijahan agar warga yang terdampak segera dicarikan rumah kontrakan.

“Ngungsi atau numpang di rumah orang itu jangan lama-lama, sebelum relokasi carikan kontrakan dulu buat KK yang terdampak,” tukasnya.
Dede Suhendar  

Desa Sukamanah Kejar Target PBB 70 Persen

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor  bekerja keras mengejar target PBB mencapai 70 %. Pemdes pun melibatkan seluruh elemen RT dan RW untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Target PBB desa Sukamanah tahun 2022 kita harus mencapai target paling sedikit 70%  namun dalam pelaksanaan yang terjadi di warga ada yang double.  Kemudian wajib pajak bukan dari warga  berdomisili di Desa Sukamanah,” kata Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi kepada Jurnal Bogor Rabu (21/06/22).

“Untuk capaian dalam penagihan PBB kita melibatkan semua unsur , mulai dari  RT, RW, BPD termasuk Kader serta seluruh elemen termasuk pengurus yang ada di wilayah lingkungan kadus  ikut serta membantu dalam penagihan PBB,” jelas Hadi.

Pihaknya berupaya agar warga meningkatkan kesadaran untuk taat membayar pajak bumi dan bangunan.

“ Hasil dari membayar PBB sudah dirasakan oleh masyarakat manfaatnya bahwa pajak itu akan dikembalikan kepada kita melalui pembangunan-pembangunan yang ada di wilayah Desa Sukamanah ,” tutupnya.

** Ramses / Nay 

Jalan yang Tertutup Longsor Sudah Bisa Dilewati

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Kondisi daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan, pada hari ke-8 saat ini sudah berangsur membaik. Bahkan akses jalan yang sebelumnya tertutup material lumpur sudah bisa dilewati roda dua menuju ke Cianten maupun Kampung Tanjung Sari.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko menjelaskan, untuk akses Cianten menuju Sukabumi sudah bisa dilewati roda dua dan untuk alat berat masih melakukan pembersihan material tanah.

“Alhamdulilah beberapa titik jalan yang di Leuwiliang sudah bisa dilewati roda dua dan anggota BPBD masih bertugas di wilayah Pamijahan dan Leuwiliang,” ungkap Aris kepada wartawan, Rabu (29/6/22).

Aris mengungkapkan, saat ini kebutuhan masyarakat fokus ke peralatan rumah tangga. Karena, stok makanan masih banyak untuk satu minggu kedepan.

“Yang dibutuhkan sekarang lebih ke alat rumah tangga seperti kompor, kasur dan lainnya, bahkan akses menuju ke Kampung Tanjung Sari sudah bisa dilewati roda dua dan tak menggunakan tali mengirim logistik,” ucapnya.

Selain itu, warga yang rumahnya hancur mulai menyewa hunian milik tetangganya. Karena, Pemkab Bogor sudah memberikan anggaran bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor.

“Untuk teknis recovery bangunan akan ditangani DPKPP, sedangkah akses jalan oleh PUPR. Jadi kami berbagi tugas agar masyarakar bisa kembali aktivitas meskipun masih bertahap,” tegasnya.

Sebelumnya Plt Bupati Iwan Setiawan meminta perbaikan fasilitas umum agar bisa segera dilakukan untuk warga yang rumahnya hancur diterjang bencana banjir dan longsor.

“Kami sudah membagi tugas setiap SKPD agar bisa memberika rasa aman dan nyaman masyarakat di dua Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan,” tukasnya.

** Andres

Kalahkan 5.300 Desa, Desa Gunung Putri Juara 3 Lomba Desa se-Jawa Barat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor telah selesai mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Barat dan mendapatkan juara ke-3 bersaing dengan lebih dari 5.300 desa se-Provinsi Jabar.

Kepala Desa Gunungputri Daman Huri mengatakan, Pemerintah Desa Gunung Putri beserta seluruh pengurus, baik dari pemerintahan, pengurus lingkungan, warga Desa Gunung Putri dan dari dinas-dinas terkait Pemerintah Kabupaten Bogor terutama Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) telah bekerja maksimal untuk Lomba Desa Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2022 ini.

“Ini keberhasilan kami Desa Gunung Putri menjadi desa juara ketiga desa terbaik di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kami mensyukuri apa yang sudah didapat, sudah diputuskan dewan juri dan ini akan menjadikan satu awal untuk menjadi lebih baik kembali  dengan 3 besar ini,” ucap Daman Huri kepada Jurnal Bogor. Rabu (29/06/2022).

Lebih dari 5.300 desa se Jawa Barat, kata dia mengikuti lomba desa ini dan merupakan kebanggaan bagi Desa Gunung Putri bisa meraih peringkat ke-3 walaupun persiapannya singkat.

“Saya dari Pemerintah Desa Gunung Putri juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Plt Bupati kita, bapak Iwan Setiawan yang sudah hadir di dalam acara lomba tersebut untuk memberikan semangat dan motivasi kepada kami juga pak dewan, bapak Amin Sugandi dari fraksi Golkar dan juga hadir Pak Haji Suwardi dari fraksi Gerindra, serta DPRD 1 Jawa Barat ibu Pras yang telah turut hadir juga di dalam acara tersebut,” kata A Heri sapaan akrabnya.

Atas keberhasilan ini, dia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bersinergi dengan Desa Gunung Putri. “Kami haturkan terima kasih atas semuanya yang telah bersinergi dengan desa kami mulai dari kepolisian, TNI, Pemerintahan Kecamatan Gunung Putri, kabupaten dan para petinggi yang ada di Kabupaten Bogor akan terus bersinergi dalam rangka menjadikan Desa Gunung Putri yang terbaik kedepannya,” cetusnya.

Dia berharap, khususnya kepada masyarakat Desa Gunung Putri untuk tetap semangat dan sehat, dan berterimakasih yang sebesar-besarnya atas solidaritas dari warga Desa Gunung Putri dalam perlombaan Ini.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas fasilitas dari warga Desa Gunung Putri di dalam perlombaan ini sehingga kita tampil secara maksimal dan apa yang sudah diputuskan adalah merupakan kehendak Allah dan kita terima apa yang sudah diputuskan mudah-mudahan terus semangat dan terus dapat membangun Desa Gunung Putri ke depannya menjadi desa yang terbaik sehingga nanti dapat dirasakan oleh warga Desa Gunung Putri pada khususnya dan umumnya untuk warga Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

Aktivis PMII UIKA Ingatkan Rawat Tradisi Prinsip ASWAJA

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebagai organisasi kemahasiswaan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki organanisasi lain. Tidak hanya mengedepankan aspek modernitas saja, namun juga tetap membawa aspek tradisionalitas. Sama halnya dengan kaidah fiqih, al-muhafadhatu alal-qadimish-shalih wal akhdzu bil jadiidil-ashlah (melestarikan tradisi lama yang bagus dan mengadopsi hal-hal baru yang lebih bagus).

Demikian yang disampaikan Muhammad Abdillah Alburhani, aktivis PMII UIKA Bogor pada Diskusi Rayon PMII Fakultas Agama Islam UIKA Bogor dengan tema “Merawat Dan Meraut Nilai – Nilai ASWAJA “.

Aktivis UIKA Bogor Fakultas Agama Islam ini menyatakan bahwa kader PMII hendaknya  tidak mengabaikan bidang akademik. “Kelemahan anak-anak PMII itu kalau ditanya soal akademik pasti pada kalang kabut,” ujarnya sambil terkekeh.

Muhammad Abdillah Alburhani menegaskan betapa pentingnya dunia akademik dalam menjawab tantangan zaman. Beberapa di antaranya yaitu PMII harus mengembangkan riset yang mendalam, sebagai katalis wacana dalam berbagai bidang, menjadi gerakan intelektual di tengah kemacetan wacana, tempat titik temu antara teoritis dan praktis, membangun sumber daya sesuai keilmuan masing-masing.

Berbeda halnya yang dikatakan Fajril Misftahul Kirom, Ketua Rayon PMII Fakultas Agama Islam UIKA Bogor bahwa penting anggota dan kader PMII juga memahami aspek politik secara utuh. Namun, tanpa harus meninggalkan tradisi yang dianut. “Politik yang harus diperagakan kader PMII yaitu politik nilai, bukan politik praktis,” tuturnya.

Banyak orang yang salah mengartikan tentang makna politik. Sebenarnya politik merupakan wasilah (alat) untuk membawa nilai-nilai yang diyakini dan dianut ke ranah manajemen pemerintahan. “Sedangkan nilai-nilai kita itu Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya

Sudah kita ketahui bersama bahwasannya, tradisi-tradisi yang berjalan di tengah masyarakat tentu ada yang baik, dan atau sebaliknya. Beragam tradisi yang memberi dampak positif, baik terhadap pribadi seseorang maupun kepada masyarakat secara kolektif hendaklah dijaga, bahkan harus terus dirawat agar tidak ‘punah’ meski zaman terus berkembang.

Menjaga dan merawat tradisi itu adalah sebuah kemaslahatan, bahkan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib,lanjut ketika memahami hadist ‘wa khaliqin nasa bikhulukin hasanin (dan pergauliah manusia dengan akhlak yang bagus)menyatakan,bahwa arti pada kalimat itu adalah menyesuaikan dengan masyarakat dalam hal yang bukan maksiat.

Penjelasan ini menurutnya sangat sesuai dengan sikap seseorang ketika melihat tradisi yang berkembang di masyarakat. Tidak boleh kemudian semua yang baru itu dianggap salah dan melarang orang lain mengikutinya. Justru yang baik adalah bersikap lentur sepanjang tradisi itu tidak terdapat nilai-nilai kemaksiatan.

Sesama anak bangsa harus menghormati dan menjaganya. Jangankan hanya tradisi, sesuatu yang sudah jelas memiliki hukum seperti qunut itu terdapat perbedaan pendapat, ulama terdahulu yang menentukan hukum qunut itu tidak saling menyalahkan, malah sebaliknya mereka menghargai.

Puncaknya yang ingin dicapai PMII dari asas ASWAJA adalah prinsip tawasut/moderat dan merawat sunnah rasul dan sunah para sahabat.  Pada konteks saat ini aswaja tidak hanya dimaknai sebagai ajaran teologis semata, karena problem yang dihadapi oleh umat muktahir ini tidak mudah periode Islam terdahulu.

Ada 4 prinsip ASWAJA sebaga manhaj Al-fikr

Tawasuth/moderat

Prinsip ini menekankan pentingnya berada di posisi tengah tidak condong ke kanan juga todak condong ke kiri, sehingga corak pemahaman nya sealu tampil pada jalur tengah dalam menjawab tantangan umat.

Tawadzun/menyeimbangkan

Yakni sebuah prinsip istiqomah dalam membawa nilai-nilai ASWAJA tanpa interpensi kekuatan manapun.sebuah pola pikir yang selalu berusaha untuk menuju ketitik pusat ideal (keseimbangan)

Tasamuth/toleransi

Prinsip dalam keterbukaan dalam menerima perbedaan. Sikap toleransi ini adalah membebaskan atau melepaskan diri atau golongan darisifat egoistic dan sentimen pribadi atau kelompok.

Ta’adul/bersikap adil

Yakni kesetaraan atau keadilan. Sebuah konsep adanya propor sionalitas dalam pemikiran maupun tindakan dengan demikian segala bentuk sikap selalu mengedepankan pkemaslahatan dengan visi keadilan bersama.

Empat prinsip ASWAJA sebagai kerangka berfikir ini merupakan solusi konkrit untuk menjawab berbagai persoalan zaman yang sangat kompleks. Dengan kerangka berfikir seperti ini maka problem-problem yang berkembang masa kini sangat mungkin menemukan solusi. Empat prinsip tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Nabi dan justru merupakan prinsip-prinsip dasar universalitas ajaran Islam sebagai rahmatan lil’alamin.

Adapun merawut atau mengasah tentang keASWAJAan kita harus mempunyai empat prinsip di atas seperti tawasuth, tawadzun, tasamuth, ta’adul sehingga kita dapat mengimplementasikan dalam kehidupan khususnya untuk berdakwah.

Juga seperti apa yang sudah dijelaskan di atas cara merawat budaya ASWAJA dengan melakukan kegiatan-kegiatan atau diskusi tentang keislaman ASWAJA agar para pemuda atau kader-kader PMII dapat mengetahui sekaligus memahami tentang sejarah ASWAJA itu sendiri, sehingga benar – benar paham, tertanam dalam diri, dan dapat mengamalkan sekaligus mensyi’arkan Islam Ahlussunnah Waljama’ah dengan baik.

** Abdillah Al Burhani/rls

Jaring Atlet Potensial, Porserosi Gelar Bogor Open I

0

JURNAL INSPIRASI – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Bogor akan menyelenggarakan Kejuaraan Sepatu Roda Bogor Open I di Taman Kresna, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara pada 2 dan 3 Juli mendatang.

Ketua Panitia Bogor Open I, Wahyudin mengatakan bahwa kejuaraan ini akan diikuti oleh atlet Kelompok Usia (KU) 15 tahun ke bawah dengan mempertandingkan 18 nomor yang terdiri dari pemula, speed dan standar.

“Peserta yang mendaftar sudah 400 orang dari 20 klub asal Semarang, Sidoarjo, Ciamis, Bekasi, Bandung, Purwakarta, Palembang dan DKI Jakarta,” ujar Wahyudin saat ditemui di Kantor KONI Kota Bogor, Rabu (29/6).

Wahyudin mengatakan bahwa kejuaraan akan dibuka dengan penampilan dari atlet skateboard dan agreesive (sepatu roda ekstrim) Kota Bogor yang turun dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022.

“Persiapan kejuaraan sudah masuk 70 persen. Technical Meeting sendiri akan dilaksanakan Jumat (1/7),” katanya.

Kata dia, kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bibit handal yang nantinya diproyeksikan membela ‘Kota Hujan’ pada event skala daerah dan nasional.

“Selain itu, kejuaraan ini merupakan salah satu langkah membumikan olahraga sepatu roda sehingga bisa masuk ke dalam ekstrakulikuler sekolah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Porserosi Kota Bogor, Eryko Bakti mengatakan bahwa dalam event kali ini pihaknya menurunkan 60 atlet yang berasal dari Bogor Inline Skate Club (BISC). “Kami berharap Kota Bogor bisa keluar sebagai juara umum,” harapnya.

Lebih lanjut, Eryko menegaskan bahwa Porserosi juga menurunkan Amar Firdaus yang merupakan atlet Porprov Jabar 2022 di nomor speed pada Bogor Open I.

“Kebetulan Amar baru berusia 14 tahun. Jadi turnamen ini bisa dijadikan ajang pemanasan bagi dia sebelum bertanding di Porprov pada November mendatang,” tandasnya.

Eryko juga meminta maaf kepasa warga sekitar, apabila ada keramaian dan ketidaknyamanan saat kejuaraan diselenggarakan. “Kami juga mohon dukungan dari warga, sebab ini adalah ikhtiar untuk mengangkat prestasi olahraga Kota Bogor,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

IOH Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Purasari Leuwiliang Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) merespon cepat dalam menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Penyaluran yang diberikan yaitu 500 paket makanan siap santap, sembako, masker dan bantuan kartu perdana IM3 dan Tri untuk warga terdampak.

Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang, SVP, mengatakan, atas peristiwa yang terjadi di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pihaknya yang mewakili manajemen dan karyawan Indosat Ooredoo Hutchison mengaku prihatin.

“Kepada masyarakat terdampak kami turut prihatin. Oleh sebab itu, kami segera berkoordinasi dengan BPBD dan aparat pemerintah setempat untuk segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Ini merupakan wujud komitmen IOH untuk selalu hadir membantu masyarakat Indonesia yang terdampak sesegera mungkin setelah ditetapkannya status tanggap darurat bencana,” kata Steve Saerang dalam keterangan persnya yang dikirim Rabu, 29 Juni 2022.

Selain itu, kepada warga terdampak, IOH juga menyediakan mobil klinik IOH untuk memberikan layanan kesehatan dan pengobatan kepada warga terdampak.

“Program Mobil Klinik merupakan wujud nyata dari semangat Indosat Ooredoo Hutchison Bersatu untuk Indonesia dalam membantu masyarakat dan mendukung Pemerintah Indonesia agar terus bangkit bersama melewati masa yang penuh tantangan ini. Kami berharap kondisi ini akan semakin membaik dan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas seperti sedia kala,” tutup Steve.

**handy mehonk/rls

Dibagikan Jokowi, Disita Satgas BLBI

0

Tanah Akan Dikembalikan ke Warga Jika Sertifikat Tidak Palsu

Cibinong | Jurnal Bogor

Sertifikat PTSL (Program Tanah Sistematis Lengkap) yang dibagikan Presiden Joko Widodo masih menjadi perhatian publik. Jokowi membagikan 300 bidang PTSL kepada petani di Jasinga, Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) penerima redistribusi lahan eks HGU PT Rejo Sari Bumi dan PT Cimayak Cileles di Istana Bogor pada 21 September lalu.

Namun belakangan, Satgas BLBI (Bantuan Lukuiditas Bank Indonesia) malah membatalkan lahan PTSL milik ratusan warga yang sudah memiliki SHM (Setifikat Hak Milik) karena dikatakan palsu atau tidak sah. Menko Polhukam sekaligus Ketua Pengarah Satuan Penanganan Hak Tagih Negara (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Mahfud MD mengatakan, tanah atau lahan tersebut akan dikembalikan kepada rakyat selamat surat yang diterima terbukti keasliannya atau tidak palsu.

“Prinsipnya sertifikat yang telah diberikan kepada rakyat oleh Presiden melalui Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) akan dijamin oleh Pemerintah asal sertifikat tersebut tidak palsu dan tidak terkait mafia tanah. Jika obyek ada di areal sitaan BLBI bisa dengan pelepasan hak kepada pemegang sertifikat,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (28/6).

Sebelumnya Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengungkapkan 178 SHM yang sudah dibagikan dibatalkan karena redistribusinya tidak sah. Kini, masalah tersebut ditangani oleh pihak kepolisian dan sudah memasuki proses pidana. “Sebab obyek lahannya itu dalam sitaan tim Satgas BLBI. Ini sudah proses pidana, bakal ada tersangka. Kalau gak salah lebih dari tiga orang,” ujarnya.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pun langsung merespons persoalan ini karena redistribusi tanah dilakukan pada Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), yaitu tanah yang dikuasai oleh negara, dan/atau tanah yang telah dimiliki oleh masyarakat untuk kemudian diredistribusi atau dilegalisasi.

“Akan dilakukan koordinasi melekat dengan beberapa pihak terkait, utamanya dengan Ketua Satgas BLBI, termasuk dengan pihak kepolisian,” kata Menteri ATR Hadi Tjahjanto dalam keterangannya, Selasa (28/6).

Hadi menegaskan, 300 sertifikat redistribusi tanah yang diserahkan itu telah dilegalisasi melalui program redistribusi tanah. Meski demikian, kata Hadi, dengan adanya permasalahan yang berkembang terkait penyitaan tanah di Kecamatan Jasinga itu, pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut.

Ia pun menjamin tidak akan ada masyarakat yang dirugikan. Pasalnya pihaknya melakukan program reforma agraria itu dengan niat baik, yakni menata kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang berkeadilan melalui proses penataan aset.

“Solusi atas masalah 300 sertifikat itu kini tengah disusun, dan sekali lagi tidak akan merugikan rakyat serta sesuai dengan komitmen dari pemerintah atau dalam hal ini Presiden Jokowi,” tandasnya.

Sementara Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto yang merupakan bagian tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Bogor bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor ini menjelaskan bahwa sertifikat tanah tersebut sebenarnya sudah melewati proses sesuai ketentuan.

Namun ada temuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) terkait adanya surat palsu.

“Untuk penerbitan sertifikatnya sebenarnya telah diproses sesuai ketentuan, hanya terdapat bukti baru dari DJKN adanya surat palsu yang digunakan dalam proses penerbitan sertifikat tersebut,” kata Eko.

Penerbitan sertifikat tanah ini dibuat dalam Program Redis menggunakan tanah Eks HGU. Namun sebelumnya tidak diketahui kalau ternyata tanah Eks HGU tersebut telah dijadikan jaminan.

Sampai saat ini pun, kata Eko, penyitaan sertifikat tanah sebanyak 300 bidang di Jasinga ini masih dalam proses penyelesaian. “Hal inilah yang saat ini sedang dicarikan solusi penyelesaian masalahnya oleh BPN,” kata Eko.

Sedangkan Kepala BPN Kabupaten Bogor Yan Septedyas mengatakan, awal dari dokumen milik Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan yang dipalsukan. Namun belakangan ini menjadi sertifikat bukan seperti disebut orang adalah palsu.

Karena itu, ia mengingatkan kepada masyarakat setiap pemohon harus dimulai dari proses awalnya, jika awal sudah masalah dengan sendirinya akan timbul masalah. Sebab, atas penilainnya, permohonan masyarakat memang sudah lama. Sejak 2015 tanah tersebut, dulunya eks HGU, digarap oleh masyarakat dan jika melalui prosedur yang benar maka hal ini akan bisa diproses BPN. Sehingga kasus tanah eks perkebunan dimiliki para penggarap mengenai persyaratan dinilainya sudah jadi masalah. “Jadi, kalau jadi pasti masalah,” ujarnya.

Sekretaris Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor Ade Priatna menduga, redistribusi lahan eks hak guna usaha (HGU) PT. Cikopomayak Cileles yang saat ini, masuk dalam objek sitaan tim Satgas BLBI ada masalah utang piutang. Menurut Ade, bahwa lahan HGU PT Cikopomayak Cileles tersebut  masa habisnya sekitar tahun 2012.

“Sebetulnya kalo memang HGU mutlak tidak punya utang BLBI pasti tidak akan menyita, tapi yang punya ini ada utang piutang ke BLBI,” ungkapnya.

Sebab, kata dia, pada saat lahan tersebut dikuasai oleh Kementerian Pertahanan (Menhan), masyarakat di Kecamatan Jasinga hanya sebatas atas nama saja, selebihnya kepunyaan Kementerian Pertahanan.

“Terus diproses lah sertifikat atas nama masyarakat seolah-olah redis, yang dasarnya ada keterangan lunas. Nah dibuatlah SK Bupati yang entah gimana-gimana buat proses sampai BPN buat sertifikat,” paparnya.

“Namun ternyata dalam perjalanan, utang piutang kepada BLBI belum pernah bayar, dan berarti SK pelunasannya palsu,” sambungnya.

Dia menjelaskan, karena itu sudah terlanjur proses sertifikat maka permasalahan tersebut lanjut kepada proses hukum. “Luas lahannya 504 Hektar, dan sekarang ditangani Bareskrim,” kata Ade.

Dia juga sangat menyayangkan, proses pembuatan sertifikat tersebut yang seharusnya melibatkan pemerintah desa dan kecamatan. “Yang namanya redis itu seharusnya kan melibatkan panitia dari kabupaten dan kecamatan, tapi selama itu, dari zaman camat sebelumnya, panitia tidak dilibatkan, padahal yang berkompeten pada saat itu camat,” jelasnya.

Selain itu, terkait ramainya masyarakat yang merasa dirugikan, dia menilai  ada kemungkinan permainan mafia tanah karena masyarakat hanya atas nama saja. “Kalau masyarakat itu tidak ramai karena KTP-nya saja. Mungkin prosesnya ada mafia tanah yang bermain, dan masyarakat hanya jadi korban atas nama,” tukasnya.

** Andres | Asep S Sayyev

Jual Obat Keras Tanpa Izin, Toko Obat Ditutup Paksa

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa (Pemdes) Bitungsari, Kecamatan Ciawi, bersama warga menutup paksa penjual obat keras berkedok warung kelontongan, Selasa (28/06) siang. Penutupan itu dilakukan pemerintah desa, karena dianggap membahayakan warga terutama usia remaja dan anak sekolah.

Dari hasil penggerebekan, warga mendapati pil obat keras, jenis eximer dan tramadol yang dijual pelaku secara bebas. Padahal, beberapa hari lalu, menurut warga penjual obat itu sempat ditangkap pihak kepolisian, tapi kembali bebas berjualan.

“Warung ini menjual obat keras yang saat mengkonsumsinya harus ada resep dari dokter. Beberapa waktu lalu sempat di demo ibu-ibu dan langsung ditutup. Setelah di demo itu baru ditangkap polisi, tapi aneh nya sekarang buka dan berjualan lagi,” ungkap Nani (51), warga Kampung Ranji Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi.

Nana menjelaskan,  terbongkarnya kasus penjualan obat di toko yang berlokasi Jalan Raya H.E. Sukma, Km 5, Desa Bitungsari, Kecamatan Ciawi itu, berawal dari kecurigaan warga saat melihat sejumlah anak remaja usia sekolah secara bergantian berbelanja di warung kelontong yang baru beroperasi sekitar 15 hari itu.

Setelah mendapati bukti bahwa yang dijual adalah obat terlarang, lanjut Nani, warga langsung menggeruduk dan menutup toko obat tersebut. Namun, selang beberapa hari, warung kelontong yang lokasinya berada di depan rumah nya itu kembali buka. “Tidak tahu pak, itu polisi mana yang menangkap penjual obat. Soalnya kenapa bebas dan berjualan kembali,” kesalnya.

Halim, anggota Linmas Desa Bitungsari menegaskan, pihaknya mewakili Pemdes tidak mengijinkan dan menolak keras adanya penjualan obat berbahaya itu di wilayahnya. Karena segala bentuk aktivitas yang akan merugikan masyarakat umum, pastinya tidak pernah akan diberikan izin.

“Alasan apapun, kalau bertentangan dengan aturan dan merugikan masyarakat luas harus ditindak. Makanya kami tutup paksa toko ini dan Pemdes Bitungsari tidak mengetahui apalagi mengizinkan,” paparnya.

Halim berharap ada tindakan serius serta tegas dari aparat kepolisian dalam memberantas penjualan obat keras yang keberadaan nya tidak di jual bebas. Dimana, jenis obat yang di jual itu, bisa berdampak buruk dan merusak calon generasi bangsa.

“Aturannya kan jelas, Pasal 197 Junto Pasal 106 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009. Dan pelaku yang kedapatan terbukti bisa dipidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, saat digerebek warga, tiga penjaga toko nampak kaget dan segera menutup tempat berjualan nya agar tidak memancing aksi anarkis dari warga yang berdatangan. WN salah seorang penunggu toko mengaku, menjual obat keras bersama kedua rekannya yang lain.”Iya pak memang kita berjualan obat itu, tapi kan sekarang didatangi warga jadi mau tutup,” tukasnya menutupi. n

** Dede Suhendar

Mentan SYL Dorong Petani Beradaptasi dengan Tantangan Alam

0

Lampung | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebutkan pertanian menghadapi tantangan besar dengan perubahan iklim saat ini. Petani dan semua pelaku pertanian pun harus bisa beradaptasi dengan tantangan alam tersebut.

“Dengan perubahan iklim yang ada, kita dihadapkan pada situasi bagaimana membuat pertanian ramah lingkungan dan cara kita beradaptasi dengan tantangan alam,” ungkap SYL saat memberikan arahan pada pembukaan Training of Trainers (TOT) bertema Pertanian Ramah Lingkungan bagi widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian, di Lampung pada Selasa, 28 Juni 2022.

Karena itu, SYL menyambut positif penyelenggaraan TOT ini. Menurutnya, TOT mengenai praktik pertanian ramah lingkungan seharusnya bisa menghasilkan sesuatu yang bisa diimplementasikan di lapangan.

“TOT adalah starting point dari perjalanan yang panjang. Saya ingin TOT ini ada targetnya, setiap peserta tahu apa yang didapatkan setelah TOT dan ending apa yang diharapkan,” katanya.

Untuk menghadapi perubahan iklim, SYL menyebutkan kemampuan petani harus ditingkatkan. Peningkatan produksi harus disertai sustainability dengan menjaga ekosistem agar tetap sehat.

Kemampuan petani bisa terus kita kembangkan dan peningkatan produksi komoditas pangan bisa kita capai. Pertanian besok bisa menjadi kekuatan bangsa ini, minimal untuk kebutuhan kita sendiri. Bahkan kami harapkan kita bisa mengisi ruang ekspor,” sebut SYL.

Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi mengatakan masyarakat Provinsi Lampung sangat menyambut baik penyelenggaraan TOT ini yang secara khusus membahas pertanian ramah lingkungan. Diharapkan keluaran dari kegiatan TOT mampu menjawab tantangan dalam meningkatkan produksi pangan di tengah ancaman pemanasan global dan krisis lahan.

“Tugas besar  kita adalah berdaulatnya pangan dan sejahteranya masyarakat khususnya petani, serta tercapainya visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” kata Dwita.

Dwita menilai visi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia bukan visi yang mudah namun bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Menurutnya, perlu adanya gerakan dan terobosan dalam sektor pertanian yag dilakukan secara bersama-sama.

“Kami dari Komisi IV senantiasa mendukung Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan dengan prioritas swasembada beras . Visi kita menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia akan sulit terpenuhi jika kita salah dalam membangun fondasi yang kuat yakni sumber daya manusia sebagai perumus, pelaku sekaligus penentu kebijakan pertanian,”ucap Dwita.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengungkapkan pertanian ramah lingkungan sejalan dengan pertanian berkelanjutan yang merupakan implementasi dari RPJMN Prioritas Nasional (PN) 6 tentang membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon.

“Untuk memajukan pertanian, dibutuhkan kemauan yang kuat dengan tidak mengandalkan anggaran. Dalam hal ini perlu diterapkan mindsetting agenda dan agenda intellectual. Untuk itu, widyaiswara, dosen, guru, penyuluh pertanian, dan insan lainnya harus terus mengupgrade wawasan, kapasitas dan kemampuan untuk  menjawab tantangan perkembangan dunia pertanian, terutama terkait teknologi untuk beradaptasi dan memitigasi perubahan iklim”, jelas Dedi.

Dedi menambahkan, ketahanan pangan saat ini tidak hanya terkendala oleh karena adanya perang antar negara namun climate change yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan bumi yang berpengaruh secara signifikan terhadap seluruh ekosistem yang ada termasuk ekosistem pertanian.

“Solusi dari pemanasan global dan cuaca ekstrim adalah pertanian ramah lingkungan dan pertanian  bersahabat. Konsep pertanian yang betul-betul memperhatikan penyebab pemanasan global harus kita segera terapkan,” tambanya.

Dedi menyebutkan kegiatan TOT ini dapat diakses melalui aplikasi Learning management System (LMS) di seluruh UPT Pelatihan Pertanian, Kementerian Pertanian. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini melebihi 10.000 orang.

** PPMKP/Kementan