27.2 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 843

Ratusan Pedagang Pasar Ciawi Minta Ganti Rugi ke PD Pasar Tohaga

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pasca banjir yang merendam ratusan kios di lantai basement Blok A hingga D Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor, Jumat (23/9) lalu, ratusan pedagang berencana meminta ganti rugi kepada Perumda PD Pasar Tohaga. Mereka mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat banjir setinggi satu meter itu.

Tak hanya itu, para pedagang pun menuding banjir terjadi lantaran pihak pengelola pasar yang tidak sigap memperbaiki titik kerusakan di area parkir yang amblas sejak beberapa waktu lalu. 

“Kalau area itu diperbaiki, mungkin banjir tidak akan terjadi. Karena luapan air bersumber dari titik parkir yang amblas, akhirnya membanjiri kios kami yang lokasinya berada di lantai bawah,” keluh Encep salah seorang pedagang, Minggu (25/9). 

Pedagang beras ini pun mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, karena beras seberat lima ton di kiosnya terendam banjir. 

Karena itu, lanjut dia, ia dan para pedagang lainnya meminta pertanggungjawaban dari PD Pasar Tohaga atas kerugian yang mereka alami. Karena kata dia, jika saja pihak pengelola melakukan antisipasi sejak awal, mungkin peristiwa tersebut tidak akan terjadi. 

“Ya jelas kami dirugikan, dan kami mau minta ganti rugi, karena barang dagangan kami terendam dan tak bisa dijual lagi. Coba kalau dari awal diantisipasi, mungkin tidak akan ada kejadian seperti ini,” ungkapnya dengan nada kesal. 

Ia pun menyayangkan sikap pengelola Unit Pasar Tohaga Ciawi yang terkesan tutup mata dengan kerusakan yang terjadi di area parkir pengunjung tersebut. Bahkan kata dia, meski sering dikeluhkan pedagang, namun keluhan mereka seolah tak pernah digubris pihak pengelola pasar. 

Para pedagang mengaku sudah sejak lama mengeluhkan kondisi area parkir yang amblas. Selain mengancam keselamatan warga pasar serta pengunjung, titik amblas berdiameter 2 x 3 meter itu kian menjalar kemana – mana. Namun meski sering dikeluhkan, namun pihak pengelola pasar malah terkesan tak peduli. 

“Ya apa yang dikhawatirkan akhirnya terjadi juga kan. Nah sekarang kalau sudah begini, yang dirugikan jelas kami. Dan kerugian kami tidak sedikit. Makanya kami minta PD Pasar Tohaga mengganti kerugian kami,” tukas Roni, pedagang lainnya. 

Sebelumnya akibat diguyur hujan deras ratusan kios di Blok A hingga Blok D lantai Basement Pasar Ciawi terendam banjir, Jumat (23/9) lalu. Sejumlah unit mobil sedot tangki dari UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciawi pun diterjunkan ke lokasi untuk dapat menyurutkan banjir.

** Deny

Tim Bola Voli Desa Kopo Sabet Juara Turnamen Voli Prabu Cup 2022

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Tim Bola Voli Putra Desa Kopo keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tugu Utara 2-1 (25-21, 14-25, 7-15), pada turnamen Prabu Cup di Lapangan Bromelia Sport Center (BSC), Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (25/9/2022), malam.

Turnamen ini merupakan ajang silaturahmi, dan diikuti tujuh klub dari desa yang ada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Laga final berlangsung meriah, dan seru, hingga akhirnya Desa Kopo menjadi kampiun.

“Turnamen ini merupakan ajang silaturahmi, dan ternyata antusias sangat luar biasa. Banyak bakat terpendam, dan alhamdulillah dengan adanya sarana, dan prasarana di Bromelia Sport Center, gairah bola voli kembali naik,” kata Panitia Pelaksana Prabu Cup, Endang Pedel.

Pedel menambahkan, ini merupakan turnamen yang ketiga. “Setiap akhir pekan selalu ada pertandingan. Ini pun bagian dari tes lapangan, dan hasilnya maksimal. Lapangan sudah sesuai dengan peruntukannya, dan pencahayaan tidak ada masalah juga,” sambung Pedel.

Untuk minggu berikutnya, tambah Pedel, BSC bakal (kembali) mengadakan turnamen. Kali ini khusus untuk pelajar dari lingkup Kecamatan Cisarua, Megamendung, dan Ciawi. “Untuk minggu depan kami bakal menggelar pertandingan antar pelajar. Kami bakal menggandeng Ikatan Guru Olahraga ,” jelas Pedel.

Tak hanya antar pelajar, di bulan Oktober nanti, BSC bakal mengadakan turnamen yang sifatnya open. “Kami bakal mengundang beberapa klub, dan pemain pro. Open turnamen akan dikemas dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda,” tandas Pedel.

** asep syahmid

Jeni Supriatna, Sekjen PSSI Askab Bogor Akuisi Klub PPLI Nambo Menjadi Asyrop Dayeuh FC

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Jeni Supriatna selaku Sekjen PSSI Askab Bogor secara resmi mengakuisisi Klub Sepakbola PPLI Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Jeni mengatakan, proses akuisisi klub Sepakbola PPLI Nambo itu dilakukan di Seketariat Asyrop Dayeuh FC yang berlokasi di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Pada saat proses akuisisi klub PPLI Nambo dilakukan secara langsung oleh M Hatta selaku pemilik klub PPLI Nambo dengan saya sebagai pihak yang mengakuisisi,:” ujar Jeni Supriatna, Minggu, 25 September 2022.

Ia menambahkan, sebenarnya sudah punya SSB sejak lama namun Jeni mengaku sangat tertarik melakukan akuisisi klub PPLI Nambo yang sudah lama kurang aktif.

Menurutnya, keberadaan klub atau SSB Asyrop Dayeuh FC ini mendapatkan dukungan dari Kades Dayeuh.

Selanjutnya, Jeni akan mendaftarkan nama klub Asyrop Dayeuh FC sebagai nama baru yang menggantikan nama klub PPLI Nambo pada Kongres Tahunan PSSI Askab Bogor tanggal 29 September 2022.

Nantinya, Asyrop Dayeuh FC akan melakukan pembinaan para pemain mulai dari KU-9 tahun sampai KU-13 tahun serta akan aktif dalam mengikuti kometisi di PSSI Askab Bogor.

” Saya optimis Asyrop Dayeuh FC akan jadi klub yang bisa melahirkan talenta pesepakbola potensial dan handal yang berasal dari Desa Dayeuh dan sekitarnya,” pungkasnya.

** Asep.Syahmid

Kasat Pol PP: Aruna Hills Jangan Tambah Masalah

0

Diduga Lahan Masuk Plotingan Sitaan BLBI

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Kavling Aruna Hills diduga masuk kedalam plotingan lahan sitaan BLBI yang berada di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Hal tersebut di sampaikan salah satu tokoh pemuda di Kecamatan Sukamakmur. 

Cecep Imam Nagarasid

Culeng (25) sapaan akrabnya mengatakan, tidak menutup kemungkinan letak Kavling Aruna Hills ada plotingan lahan sitaan BLBI, mengingat dari informasi yang disampaikan sebelumnya, satu desa mencapai 500 hektare lahan yang disita BLBI yang diagunkan oleh Darmawan Lee.

“Situasi sedang tidak baik-baik saja, harusnya kegiatan jual beli dihentikan dahulu, apalagi di lokasi yang rawan dan masuk sitaan BLBI,” papar Culeng yang juga Ketua Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) Kecamatan Sukamakur.

Pertama kata dia, usaha kavling itu ilegal dan tidak mengantongi izin, kedua lahan di Desa Sukaharja sedang dalam pemantauan BLBI hingga mengakibatkan Kejagung langsung meminta Bappenda Kabupaten Bogor untuk memblokir proses BPHTB agar tidak ada transaksi pembuatan sertifikat atau balik nama AJB.

“Berarti situasinya sudah tidak kondusif, jangan jerumuskan konsumen untuk membeli apalagi diiming-iming legalitas dan fasilitas,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (25/09).

Dia pun menyayangkan kurang gercepnya gerakan dari Pemerintah Kabupaten Bogor akan keberadaan kavling-kavling ilegal yang jelas-jelas menjamur dan besar kemungkinan akan menjadi perumahan dimasa mendatang. Mengingat sekarang pun sudah banyak yang membangun rumah permanen di perkavlingan tersebut.

“Komisi 1 menjanjikan Perda untuk kavling, tapi ternyata dinas-dinas terkait belum siap. Sekarang info terbarunya mau dialihkan ke izin perumahan,namun tak jua di laksanakan. Apa mau nunggu ada pergerakan tanah karena resapan air jadi kavling semua,” kesalnya.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid memberikan warning keras kepada Kavling Aruna Hills menurutnya disaat kavling lain mulai menahan diri untuk melakukan penjualan dan membuka lahan baru, Aruna Hills justru mengejar penjualan di lahan yang masih dalam pantauan Kejaksaan Agung.

“Lahan di Desa Sukaharja Kecamatan Sukamakmur itu sedang dalam pantauan Kejaksaan Agung, jangan jualan dulu, kan sudah tau kavling kebun itu gak ada izinnya, saya tekankan semua kavling di Bogor Timur itu tidak berizin. Kami sedang merancang untuk mengundang pengusaha dan mencarikan solusi untuk kajian-kajian perizianan, jangan nambah-nambah masalah,” geram mantan Camat Babakan Madang tersebut.

“Hasil akhir saya bicara dengan Pak Dace, surat sudah dibuat tinggal dilayangkan kepada para pengusaha kavling dan kita akan melakukan pertemuan, dimana nanti turut dihadirkan DPRD Komisi 1 sebagai pengusung perda, DPMPTSP, DPKPP, Satpol PP, DPUPR dan Aset karena harus ada fasos-fasum yang menjadi milik Pemda.”

“Sudah dilayangkan, dan untuk Kavling Aruna Hills hentikan kegiatan apalagi Desa Sukaharja sedang dalam atensi Kejaksaan Agung persoala lahan antara Darmawan Lee dengan BLBI,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Basement Pasar Ciawi Kebanjiran, Direksi Perumda Tohaga Gercep Lakukan Penanganan

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga langsung melakukan tindakan gerak cepat (gercep) atas terjadinya banjir di lokasi basement Pasar Ciawi, Kecamatan Ciawi, Jumat (23/4). Bahkan saat mendengar informasi basement Pasar Ciawi atau lokasi pedagang paling bawah terendam banjir, jajaran Direksi Perumda Pasar Tohaga langsung turun meninjau.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan mengatakan,  saat ini Tohaga sedang menginventarisir penyebab dan penanganan yang tercepat.

“Bersama dengan tokoh pedagang, kami mencari solusi bagaimana kejadian ini bisa segera terlewati dan teratasi,” terangnya.

Direktur Operasional (Dirops) Perumda Pasar Tohaga, Doni Djatnika menegaskan, saat terjadinya bencana banjir, pihaknya langsung berkoordinasi dengan semua pihak dengan menurunkan tim khusus untuk pembersihan terlebih dahulu. 

“Sejak malam kejadian, sudah kami kerahkan regu untuk penanganan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran (Damkar) untuk menyurutkan air, kini kami fokus di pembersihan sebelum kajian infrastruktur,” jelasnya.

Doni mengungkapkan, adanya kejadian bencana banjir tersebut, Perumda Pasar Tohaga akan mencari tahu penyebabnya dan dilanjutkan dengan penanganan perbaikan.

“Secepatnya kami akan lakukan penanganan agar tidak terjadi lagi bencana seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, H. Miftah, tokoh pedagang Pasar Ciawi mengapresiasi gerakan Perumda Tohaga yang segera turun langsung meninjau lokasi. Menurutnya, responsif jajaran Direksi perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu, harus dijadikan contoh untuk perusahaan plat merah lainnya. “Semoga bisa cepat teratasi dan pedagang kembali berjualan seperti sedia kala,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

Usai Lakukan Dua Kali Try Out, Tim Selam Optimis Capai Hasil Maksimal di Porprov Jabar 2022

0


Cibinong | Jurnal Bogor

Tim Selam Kabupaten Bogor yang akan diterjunkan pada Porprov Jabar 2022 akan berusaha all out mencapai target emas pada Porprov Jabar 2022.

Lilik Suhartini

Cabang olahraga selam selama ini termasuk salah satu cabor yang banyak memberikan konstribusi medali emas bagi Kontingen Kabupaten Bogor pada event Porda atau Porprov Jabar.

Namun, saat ini kekuatan cabor selam sudah hampir merata pada semua daerah yang ada di Jawa Barat.

“Tim Selam Kabupaten Bogor terus melakukan latihan dan Try Out Jelang pelaksanaan Porprov Jawa Barat 2022,” ujar Ketua Harian POSSI Kabupaten Bogor, Lilik Suhartini, Minggu, 25 September 2022

Lilik menambahkan, untuk nomor selam kolam akan berlangsung di Kabupaten Garut.

“Sedangkan nomor Selam perairan terbuka atau Selam Laut akan dilakukan di Kabupaten Pangandaran” bebernya

Lebih lanjut, kata Lilik, selama ini Tim Selam Kabupaten Bogor yang akan diberangkatkan ke Porprov Jabar 2022 sudah dua kali melalukan Try Out ke Kediri ( Jawa Timur ) dan Klungkung ( Bali )

Pada Kejurnas KU yang berlangsung di Klungkung belum lama ini, Tim Selam Kabupaten Bogor meraih 11 Emas, 3 Perak dan 2 Perunggu

“Hasil Try Out yang kami lakukan cukup memuaskan dan akan jadi modal penting kami untuk menghadapi Porprov Jabar 2022,” ucap Lilik Suhartini

Lilik optimis dari 13 atlet selam yang akan jadi bagian dalam skuad Kabupaten Bogor menuju Porprov Jabar 2022 akan mampu meraih medali emas sesuai yang ditargetkan.

** asep syahmid

Tim Renang Peparda Kabupaten Bogor Sudah Masuk Fase Latihan Spesialisasi Gaya

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Tim Renang NPCI Kabupaten Bogor yang akan diterjunkan pada Peparda Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi terus menggenjot latihan para atletnya pada pelaksanaan Pelatcab Peparda 2022 di Kolam Renang Megamendung Permai.

Pada pelaksanaan Peparda Jabar 2022 mendatang, Tim Renang NPCI Kabupaten Bogor akan menurunkan 34 atlet terbaiknya.

Sebanyak 34 perenang NPCI Kabupaten Bogor yang akan jadi bagian tulang punggug Kontingen Kabupaten Bogor pada Peparda Jabar 2022 tengah mengikuti Pelatcab Peparda yang akan berlangsung selama tiga bulan lamanya.

Head Coach Tim Renang Kabupaten Bogor untuk Peparda Jabar 2022, Muhammad Nur Rachman mengatakan, semua program latihan para atletnya sudah pada track yang sesuai program latihan.

” Fase latihan yang kami lakukan sudah masuk pada spesialisas gaya yang akan diikuti 34 perenang kami di Peparda Jabar 2022,” ujar Muhammad Nur Rachman, Minggu, 25 September 2022.

Alumnus UNS Solo ini mengatakan, pada Peparda Jabar 2022 mendatang, 34 atlet renang Kabupaten Bogor akan tampil pada 122 Nomor dari total 251 Nomor yang dipertandingkan pada cabor renang di ajang Peparda Jabar 2022

Ujang Mulyana selaku manager renang Kabupaten Bogor mengaku optimis tim renang Kabupaten Bogor akan mampu mencapai target medali sesuai yang dicanangkan pengurus NPCI Kabupaten Bogor.

Selain itu, kata Ujang Mulyana, ia juga sangat bangga dengan suport yang diberikan pengurus NPCI Kabupaten Bogor pada pelaksanaan Pelatcab Peparda Jabar 2022 cabor renang.

” Sinergitas yang dibangun dalam cabor renang selama ini sangat bagus dan berjalan dengan baik,” ucap Ujang Mulyana

.Semua elemen dalam skuad renang, kata Ujang Muluana, sudah berada dalam jiwa korsa yang sama yakni akan all out memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor pada Peparda Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

** asep syahmid

Semrawut BHPRD, WK Tantang Bappenda Transparan Jumlah Pajak

0

Citeureup  | Jurnal Bogor 

Puluhan kepala desa yang terkena dampak kesalahan hitung oleh Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapppenda) Kabupaten Bogor  berdiskusi di Desa Gunung Putri untuk mencari solusi terbaik serta menjadwalkan audiensi dengan Komisi 2 DPRD dan Plt Bupati Iwan Setiawan, Sabtu (25/09).

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Citeureup, Wawan Kurniawan ikut turun tangan membantu keluhan 29 kepala desa (Kades) di Kabupaten Bogor, terkait turunnya Bagi Hasil Penerimaan Retribusi Daerah (BHPRD) tahun 2022.

Wawan Kurniawan yang juga menjabat sebagai Kades Tarikolot, Kecamatan Citereup itu menegaskan, meski BHPRD desanya terkoreksi naik, namun mendengar banyak keluhan dari kades lain membuatnya tergugah untuk turun tangan dan mengupayakan agar ditemukan solusi.

“Desa saya kebetulan gak turun, yang pertama sebagai ketua Apdesi Kecamatan Citereup ada teman lain BHPRD-nya terkoreksi turun ditengah jalan. Bahkan sudah masuk kwartal ke-2 dan 3 bulan September, Oktober dan November. Nah ini kan resikonya berat buat teman yang turunnya parah. Bahkan ada yang cair pertama itu malah lebih dan harus dikembalikan ke kas daerah,” tegas Kang WK sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (25/9/22).

Kang WK menambahkan, dengan turunnya bahkan terhutang BHPRD di beberapa desa tersebut bakal menimbulkan masalah. Apalagi banyak kegiatan yang sudah disusun dan disepakati, bahkan anggarannya sudah ditalangin akhirnya kocar kacir. Apalagi terkait yang belum tercover itu insentif itukan parah. 

“Bahkan ada yang terhutang, mungkin beberapa bulan kemarin belum terbayar. Ketika terkoreksi habis masa gak dapet insentif. Kalau program sih masih bisa di-cancle, dipending atau dilarikan ketahun depan, tapi kalau insentif riskan,” ujarnya.

Kemudian jelas WK, ada desa yang sudah menalangi dulu untuk insentif atau BHPRD-nya, karena urgen programnya sudah berjalan dan BHPRD belum cair dan akhirnya ada dana talangan dan terkoreksi habis lagi.

“Saya sih berharap ada solusi terbaik dari Pemkab Bogor khsusunya Bappenda,” pintanya.

Konon katanya, Bappenda itu masih menggunakan penghitungan manual untuk BHPRD. Artinya tidak by sistem masih manual. Inputannya ada 11 point, 416 desa dikali 11 pont dan dihitung secara manual sehingga repot juga.

“Kita khawatirnya kalau ternyata Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 70 juga isinya belum tepat, tidak menutup kemungkinan ada perubahan lagi. Kalau manual kan jaminannya gimana, sedangkan yang hitungan sekarang saja tidak tepat,” ucapnya.

Dengan kejadian seperti ini, ia meminta dan tantang transparansi dari Bappenda untuk memberikan input jumlah pajak yang masuk di setiap Desa yang ada di Kabupaten Bogor agar Kepala Desa tak lagi jadi korban. Melihat bukan hanya 29 desa yang turun sekarang, tidak menutup kemungkinan dari 416 desa ini ketika dengan Perbup 70 ini ternyata harus dikoreksi lagi.

“Kan bisa jadi desa yang sekarang merasa aman akhirnya jadi korban juga. Atau ditahun yang akan datang, makannya saya walaupun terkoreksi naik ya saya khawatir juga,” ujarnya.

“Kita sih pengen ada transparansi dari Pemerintah Daerah khususnya Bappenda, harus pakai sistem tidak lagi pakai manual,” sambungnya.

Ia juga meminta kepada intansi terkait ikut mencari solusi permasalahan dan kekhawatiran soal BHPRD tersebut. “Ini kan bukan masalah kecil, harusnya semua pihak ikut bagaimana mencari solusi permasalahan ini, termasuk DPRD jangan nunggu kita dateng. Terutama Apdesi Kabupaten jangan nunggu dibawah teriak dulu, yuk kita bergerak dan solideritas. Karena kita yang terkoreksi naik atau tetap juga belum tentu aman,” tandasnya.

** Nay Nur’ain 

Penertiban PKL Cikereteg, Pemcam Caringin dan UPT IJJ Satu Suara

0



Caringin| Jurnal Bogor
Tidak mau dituding melakukan pembiaran atau tutup mata terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Cikereteg, terutama didepan Pasar Cikereteg, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Caringin, Kabupaten Bogor akhirnya angkat bicara.

Sekretaris Kecamatan (Caringin, Ivan Rivaldi mengaku, pihak kecamatan sudah memberikan surat teguran kepada para PKL yang berada di Jalan Cikereteg, Desa Ciderum.

“Semua pedagang di Jalan Cikereteg terutama didepan pasar, sudah kami berikan surat peringatan agar tidak berjualan di jalan,” akunya kepada wartawan saat ada kegiatan di Gelanggang Olahraga (GOR) Caringin, Kamis (08/9).

Mantan Sekcam Kemang ini pun mengungkapkan, surat teguran itu diberikan pihaknya, setelah adanya aksi massa yang merupakan para pengurus wilayah, mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat, LPM hingga BPD Desa Ciderum ke kantor Kecamatan Caringin. 

“Sehari setelah kejadian kantor kecamatan digeruduk massa, kami langsung melayangkan surat teguran kepada para pedagang untuk tidak berjualan di jalan. Dalam surat itu juga kami himbau agar pemilik lapak,  membongkar sendiri tempat usahanya,” ujar Ivan.

Selain kepada para PKL, lanjutnya, surat teguran yang dibuat pihak kecamatan bersama Polsek Caringin tersebut, ditembuskan juga kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, baik itu Bupati Bogor, Sekda maupun Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Kalau pun sekarang PKL itu masih ada, sudah menjadi kewenangan Satpol PP Kabupaten Bogor untuk melakukan penertiban. Pihak kecamatan tidak mempunyai kewenangan melakukan hal itu (penertiban,red),” tegas Ivan.

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan (IJJ) Kelas A Wilayah II, Ade Sa’ban menjelaskan, terkait penertiban para PKL yang ada disepanjang Jalan Cikereteg, bukan kewenangan pihaknya.
Dijelaskannya, UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan, merupakan kepanjangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor. Dimana dalam tugasnya hanya sebagai pelaksana pembangunan jalan.

“Jadi kalau urusan pembangunan atau pemeliharaan jalan, itu menjadi kewenangan kami. Masalah PKL bukan ranah kami, tapi Satpol PP,” jelas Ade.

Ade berharap, setelah proyek pembangunan Jalan Cikereteg yang saat ini sedang tahap pengerjaan betonisasi oleh pihak pemborong selesai dikerjakan, kondisi jalan yang merupakan akses utama menuju ke kawasan wisata alam di Desa Pancawati itu, tidak akan lagi cepat rusak dan tahan lama. Sehingga, bisa mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalan tersebut.

“Lantaran masih ada PKL, jangan sampai setelah Jalan Cikereteg yang rusak ini selesai diperbaiki, kemacetan masih terjadi,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan keterangan apapun terkait keberadaan PKL di Jalan Cikereteg tersebut.

** Dede Suhendar  

Inilah Bentuk Totalitas YMS Basket Ball Club Menggali Talenta Basket Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

YMS Baslket Ball salah satu klub basket yang punya tata kelola modern dalam pembinaannya terus melebarka sayap dalam menggali talenta basket di Kabupaten dan Kota Bogor

Founder dan juga Owner YMS Basket Ball, Ridwan Eka Saputra termasuk salah satu sosok yang sangat inovatif dalam pengembangan YMS Basket Ball sebagai salah satu klub yang tepat sebagai tempat berlatih talenta basket di Kawasan Bogor Raya.

Yomi panggilan akrab dari Ridwan Eka Saputra mengatakan, YMS Basket Ball Club akan menggelar atau membuka kelas baru di wilayah Kota Bogor khusunya di Kecamatan Kota Bogor Barat.

Lebih lanjut, kata Yomi, semua program laihan di Kota Bogor Barat ini akan terpusat di End Sport Basket Ball Kedai Fatimah, Jalan KH. R Abdullah Bin Nuh, Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

” Kami membuka kelas baru bagi para pecinta dan peminat basket dari usia 6 sampai 18 tahun dan akan ber home base di End Sport Basket Ball,” tegas Yomi, Minggu, 25 September 2022

Yomi berharap, kehadiran kelas baru YMS Basket Ball di End Sport ini akan jadi kesempatan emas talenta basket yang ada di kawasan Kecamatan Bogor Barat dan sekitarnya.

Apalagi, kawasan End Sport yang berada di Kecamatan Bogor Barat ini berdekatan dengan beberapa wilayah kecamatan yang masuk Kabupaten Bogor seperti Kecamatan Dramaga, Kecamatan Ciomas, Ranca Bungur dan Ciampea.

Menurutnya, YMS Basket Ball Club akan terus mengembangkan sayapnya dalam menggali talenta pebasket masa depan di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

Intinya, kata Yomi, YMS Basket Ball Club tetap punya komitmen tinggi dalam menggairahkan basket di Kabupaten Bogor dan akan menggali talenta basket di 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

” YMS akan terus jadi bagian perjuangan dalam membangun pondasi masa depan basket di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** asep syahmid