33.1 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 843

Tertibkan Kavling, Pol PP Siap Naik Gunung ke Sukamakmur 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Satpol PP Kabupaten Bogor merespons kavling kebun Nuansa Alam yang berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang justeru makin gencar melakukan pembangunan bangunan permanen.

Kondisi tersebut membuat Kepala Bidang Penindakan dan Perundang-undangan Satpol PP, Wawan Hermawan menyatakan siap naik gunung lagi. Saat melakukan sidak ke Tanjungsari, dia sudah memperingatkan untuk menghentikan kegiatan penjualan apalagi jika harus ada pembangunan permanen.

“Saya sudah peringatkan saat sidak ke Tanjungsari baik kavling Jati maupun Kavling Nuansa alam agar menghentikan kegiatan penjualan sampai mengantongi izin yang lengkap, begitupun dengan menghentikan kegiatan pembangunan,” ujar Wawan kepada Jurnal Bogor melalui WhatsApp, Rabu (10/08).

Dengan adanya informasi terbaru ini, kata dia, Satpol PP akan melihat langsung kavling tersebut dan ke Kecamatan Sukamakmur diagendakan mengingat saat ini Kasat Pol PP masih di Bandung.

“Senin beliau baru kembali ke Kabupaten Bogor. Kasat sedang pelatihan di Bandung, nanti setelah beliau kembali akan saya sampaikan untuk kelanjutannya baik kavling yang ada di Sukamakur maupun kelanjutan kavling yang kami sidak kemarin di Kecamatan Tanjungsari,” terangnya.

” Kami pasti turun ke Sukamakmur untuk melihat langsung kondisi kavling Nuansa Alam dan beberapa kavling lain yang ada disana. Nanti kami akan koordinasikan dengan Pol PP Unit Kecamatan Sukamakmur dan Camat Sukamakmur. Intinya Kabupaten Bogor belum ada aturan kavling kebun, dan tidak boleh menjual kavling tanpa bangunan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pustu di Sukaluyu Masih Dibiarkan Rusak

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Meski seringkali diusulkan untuk perbaikan, namun gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Sawah RT 02 RW 04 Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor masih dibiarkan rusak.

Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan mengaku seringnya mengusulkan untuk perbaikan Pustu yang  kondisi bangunannya  terlihat sangat mengkhawatirkan.

Mulai dari MusrenbangDes maupun Musrenbang tingkat kecamatan, gedung Pustu itu sudah diusulkan akan tetapi belum juga ada tanggapan serius dari Pemkab Bogor.

“Seringkali kami usulkan, namun Pemkab Bogor belum juga membangun Pustu yang sudah lama rusak berat itu,” kata Aos Hermawan, kepada Jurnal Bogor, Rabu (10/8).

Kendati  begitu, kata Aos, keadaan bangunan Pustu yang hampir seluruhnya lapuk terpaksa tetap dipergunakan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Setiap tahunnya kami usulkan untuk pembangunan Pustu itu,” kata dia lagi.

Aos menyebut, Pustu awal dibangun 1990 dan pernah direhab sekitar 2008. Kondisi ini,  tak sedikit material genteng yang sudah berjatuhan, namun dalam satu pekan  selama dua hari Senin hingga Rabu pelayanan kesehatan masih berjalan.

Aos menerangkan gedung Pustu  terdapat  empat ruangan, karena dianggap membayakan jadi  yang bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan hanya satu ruangan.

“Pasien menuggu giliran masuk,  hanya  menunggu diluar lantaran ruang tunggu yang ada sudah tak bisa digunakan. Khawatir bangunan Pustu yang tak layak itu, bisa mengancam warga dan petugas kesehatan,” imbuhnya.

Mengingat darurat, Aos berharap Pemkab Bogor bisa memasukan diperubahan anggaran untuk pembangunan Pustu. “Sangat dinantikan masyarakat, mudah mudahan pelaksanaan pembangunan Pustu bisa dilaksanakan tahun 2022,” harapnya.

Kepala Puskesmas Nanggung Dr Baringin T.A Manik juga mengaku  pihaknya sudah berupaya agar bangunan Pustu yang  tengah mengalami kerusakan cukup berat itu bisa kembali dibangun karena gedung Pustu masih digunakan.

“Kamis (11/8) rencana ke dinas untuk follow up. Mudah mudahan bangunan Pustu tersebut disegerakan perbaikannya,” tukasnya.

** Arip Ekon

Bentuk Desa Bersinar, Kang Denz Ajak Warga Leuwinutug Perangi Narkoba 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Leuwinutug Deden Saipul Hamdi mengajak warganya memerangi narkoba. Ajakan ini setelah akan membentuk Desa Bersih dari Narkoba (Desa Bersinar). Selain itu, untuk mengantisipasi peredaran narkoba akan dibuat tim atau Satgas Narkoba Desa yang nantinya bertugas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya narkoba termasuk menjadi pemakai apalagi pengedar narkoba.

“Kita khawatir ya, dengan perkembangan anak-anak muda jaman sekarang maka untuk mengantisipasi penerus bangsa kita tersesat kedalam barang haram semacam narkoba. Kami akan buat pemahaman dan sosialisasi di kalangan muda mudi yang rentan mudah tergiur dan coba-coba,” papar Kang Denz sapaan akrabnya melalui telepon.

Walaupun, kata dia pengguna narkoba tak pandang bulu, mulai dari usia remaja hingga tua masih ada yang terjerat narkoba. Namun nantinya semua elemen masyarakat akan dilibatkan untuk saling mengingatkan akan bahaya narkoba.

“Jangan sampai saling melindungi, jadi untuk yang memang sudah terkena dan menajadi pemakai narkoba lebih baik bicara dan kami akan bantu untuk rehabnya itu tidak dikenakan biaya alias gratis, mari kita sama-sama berantas narkoba,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri kembali terpilih dan diminta oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor (BNNK) menjadi narasumber pada acara pembentukan Desa Bersinar yang dilaksanakan di Hotel Lor in, Rabu (10/08).

“Alhamdulilah saya kembali diminta oleh BNN Kabupaten Bogor untuk menjadi narasumber pembentukan Desa Bersinar untuk Desa Leuwinutug Kecamatan Citeureup,” ujar A Heri sapaan akrabnya.

Menurutnya, ini kali ketiga dirinya menjadi narasumber dalam pembentukan Desa Bersinar dari kurang lebih 10 desa yang sudah terbentuk menjadi Desa Bersinar oleh BNN Kabupaten Bogor.

“Semoga apa yang saya sampaikan dalam pemaparan tadi bisa menjadi acuan untuk desa lain dan bisa diaplikasikan. Tadi pun saya jelaskan jika Desa Gunung Putri berhasil mengungkap adanya bandar Narkoba karena memasang CCTV di sepanjang jalur gang, itu salah satu cara kami dalam menanggulangi kejahatan kriminal dan peredaran narkoba,” paparnya usai mengisi acara.

** Nay Nur’ain

Dibangun Dana Samisade, Pengaspalan Jalan di Desa Cipicung Sudah Rusak Lagi

0

Cijeruk|Jurnal Bogor

Warga Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mempertanyakan kualitas jalan yang dibangun melalui anggaran bantuan Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Sebab, belum satu tahun dibangun, kondisi aspal ruas jalan penghubung antara Kampung Totopong ke Kampung Pasir Angin, sudah kembali rusak.

Eneng, warga Desa Cipicung mengaku heran dengan kondisi aspal jalan yang baru dibangun melalui program Samisade tahun 2021 tidak tahan lama. Itu terlihat di sekitar ruas Jalan Totopong-Pasir Angin aspalnya sudah mulai bolong-bolong dan retak.

“Ada juga yang amblas, bahkan sampai pinggiran jalan pun aspalnya terbawa longsor,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (10/8).

Padahal, lanjutnya, ruas jalan yang baru dibangun dengan menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah itu, jarang dilintasi kendaraan besar atau bermuatan dengan tonase berat.

“Paling juga sekali-kali dilintasi kendaraan pengangkut bahan material milik warga yang sedang membangun rumah. Dan itu pun bukan kendaraan besar dengan muatan melebihi tonase,” jelas Eneng.

Perempuan yang sehari-hari nya menggunakan hijab itu menduga, pelaksanaan pembangunan jalan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Cipicung dengan melibatkan pihak ketiga yakni PT Prayoga, terkesan asal-asalan dan tidak memperhatikan kualitas.

“Lihat saja mulai dari awal pembangunan sampai akhir di dua ruas jalan yang dibangun, aspalnya tipis sekali,” papar Eneng.

Eneng minta agar dari pihak kepolisian maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, turun ke lokasi ruas jalan yang dibangun dari anggaran Samisade tersebut.

“Bagaimana juga uang nya itukan berasal dari pemerintah, jadi harus ada pengawasan dari pihak terkait, baik itu Polres Bogor dan juga Kejari Cibinong,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Cipicung, Elly Suhaerli menjelaskan dalam pelaksanaan pembangunan Jalan Totopong-Pasir Angin yang menghabiskan anggaran kurang lebih 700 juta dari program Samisade,  dilaksanakan PT Prayoga.

 “Desa saya dan Desa Cibalung menggunakan jasa pihak PT Prayoga untuk pengaspalan jalan bersumber dana dari Samisade tersebut,” ucapnya.

Elly mengakui sebelumnya pernah ada permasalahan yang sempat heboh di masyarakat terkait pelaksanaan pengaspalan yang dilakukan pihak PT Prayoga, Dimana, ada kekurangan volume dalam pengerjaan pengaspalan di dua ruas jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer itu.

 “Tapi masalah itu langsung diselesaikan oleh PT Prayoga,” ujarnya.

Terkait adanya aspal yang sudah bolong dan retak, Elly belum mengetahui hal itu. Pihaknya baru akan melakukan pengecekan ke lokasi ruas jalan yang sudah kembali rusak tersebut.

Informasi yang didapat Jurnal Bogor, pengaspalan jalan lingkar di Desa Cipicung bersumber anggaran Samisade itu, dikerjakan pihak PT Prayoga pada Senin (31/1/2022).

** Dede Suhendar

Hari Veteran, Generasi Muda Diingatkan Perjuangan Para Pahlawan

0

Pamijahan | Jurnal Bogor 

Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Bogor menggelar upacara Hari Veteran Nasional ke-65 dan hari ulang tahun Lokapurna ke-55 di lapangan alun-alun Lokapurna, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Rabu (10/8). Kegiatan ini mengingatkan generasi muda betapa berartinya perjuangan para pahlawan tempo dulu di era kemerdekaan sekarang ini.

Masyarakat setempat dan Pemuda Panca Marga (PPM) memeriahkannya dengan berbagai rangkaian kegiatan. Bahkan dilakukan penaburan bunga di makam pahlawan di Kampung Lokapurna tersebut.

Pada kesempatan tersebut tampak warga Kampung Lokapurna membawa berbagai hasil tani seperti buah-buahan dan sayur mayur dalam bentuk Dongdang dan juga 15 nasi tumpeng yang dibagikan kepada warga yang hadir. Penampilan tari jaipong oleh cucu seorang veteran yang ditampilkan oleh Neng Jahra. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah.

“Yang pertama saya mengucapkan selamat dan Dirgahayu Hari Veteran Nasional yang ke 65 tahun 2022 sekaligus milangkala Lokapurna yang ke-55 tahun,” ujar Ketua LVRI Kabupaten Bogor Bambang Heru dijumpai wartawan disela kegiatan.

Kampung Lokapurna ini jelas Bambang Heru adalah tempat pemukiman seluruh veteran pejuang, yang sekitar 75 orang ada disini dan sekarang hanya tinggal beberapa sisanya dan yang ada adalah putra putri dan cucunya

“Saya hanya berharap kedepan pemuda pemuda, anak-anak, remaja semua harus mengingat bagamana perjuangan para pahlawan. Perjuangan para veteran dan ini nyata, veteran ini nyata ada. Jadi, veteran itu bukan hanya fiksi atau cerita. Negara ini merdeka karena veteran dan sekali lagi saya ucapak selamat ulang tahun veteran nasional yang ke-65 tahun dan hari jadi Lokapurna yang 55 tahun,” katanya.

Selain itu, dia menyampaikan, bahwa selaku Ketua LVRI Kabupaten Bogor akan turut berjuang dan mengusahakan dan akan melakukan diskusi dengan para pemimpin daerah agar kedepannya lokasi wilayah Lokapurna tersebut menjadi daerah mandiri.

“Agar lokasi wilayah Lokapurna ini dibebaskan menjadi daerah mandiri arti kata bisa disertifikatkan. Ini akan saya perjuangkan sampai nanti pada saat Munas LVRI di bulan Oktober atau November 2022 mendatang,” katanya.

Dia juga berpesan, kepada generasi muda penerus bangsa ini untuk terus berjuang mengisi kemerdekaan Negera Republik Indonesia dan mensukseskan pembangunan yang dibangun pemerintah untuk menuju negara yang lebih maju.

“Yang pasti harapannya negeri ini, negara ini harus lebih baik, lebih maju dari sekarang dan remaja, pemuda, pemudi harus lebih bagus dari sekarang dan meneruskan perjuangan dari pendiri bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Danton PPM Kecamatan Pamijahan, Darul Dinar mengatakan, dirinya selaku salah satu keturunan dari veteran akan terus berusaha semaksimal mungkin melestarikan untuk selalu mengingatkan kepada khalayak ramai tentang perjuangan para veteran tersebut.

“Bagaimana kami selaku warga republik Indonesia cucu dari yang sudah memerdekakan negara. ini Lokapurna adalah bagian benteng pertahanan untuk terus menjaga dan melestarikan semangat 45. Dorongan masyarakat dan pemerintah setempat yang mengapresiasi. Kami sebagai generasi penerus berupaya dan mencoba secara legalitas kami akan upayakan secara birokrasi sesuai dengan kemampuan kami,” tukasnya.

** Andres

Polsek Babakan Madang Amankan ODGJ yang Serang Warga

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Seorang pria berinisial HS (38) diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Babakan Madang Polres Bogor. Pria tersebut diamankan karena melukai dua orang pria berinisial NA Dan UG di kampung Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Selasa (09/08) malam.

Kapolsek Babakan Madang Kompol Rizky Wowor, SH mengatakan, kedua orang pria tersebut dilukai dengan cara dipukul menggunakan kayu yang berasal dari kaki meja dan terdapat paku di kayu tersebut. HS mengamuk hingga melukai bagian hidung dan sobek di bagian kepala. 

“Pelaku penyerangan HS yang kita amankan ini diduga mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ, karena saat kita lakukan penyelidikan pelaku berbicaranya melantur atau tidak nyambung,” ungkap Wowor biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Rabu (10/8).

Menurutnya, atas temuan itulah HS ini dibawa langsung ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

** Nay Nur’ain

Achmad Fathoni Apresiasi Donor Darah PWI Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengapresiasi kegiatan donor darah yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (10/8).

“Saya sangat mengapresiasi dan mensuport kegiatan positif seperti ini harus terus digalakkan agar kebutuhan darah khususnya di Kabupaten Bogor dapat terpenuhi,” katanya kepada Jurnal Bogor.

Anggota Legilatif Partai PKS itu menambahkan, sebagai wakil rakyat sudah seharusnya selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk melayani masyarakat.

“Kami sebagai wakil rakyat dari PKS selalu siap sinergi dan kolaborasi untuk kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujar Fathoni sapaan akrabnya.

Fathoni yang juga ikut mendonorkan darahnya itu berharap para wakil rakyat serta kader partai politik untuk terus bersinergi dengan siapapun termasuk insan media dalam kegiatan sosial. 

“Dan hari ini alhamdulillah saya dan beberapa anggota PKS bisa ikut serta menjadi pendonor. Semoga bisa terus sinergi antara insan media sepertu PWI dengan kami dari parpol dan aleg,” tandasnya.

Sementara PWI Kabupaten Bogor bersama lintas Instansi mengadakan donor darah dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang Ke-77.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai instansi baik itu dari SKPD Pemkab Bogor, dan juga dari instansi vertikal seperti dari Polres Bogor, Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Denpom TNI, Kejaksaan serta Pengadilan Negeri Cibinong.

” Semoga dengan setetes darah yang kita donorkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelas Ketua PWI Kabupaten Bogor, H.Subagiyo dalam sambutannya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada semua instansi yang telah berperan serta dalam kegiatan donor darah.

** Nay Nur’ain

Meriahkan HUT RI, Curugbitung Gelar Trofeo

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Dalam rangka memperingati HUT RI Ke-77, Pemerintah Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung,  Kabupaten Bogor, menggelar Trofeo Sepak Bola Antar RW, Rabu (10/8).

Tropeo yang memperebutkan Piala Kepala Desa Curugbitung ini diikuti 30 tim yang terbagi menjadi tiga kategori diantaranya usia 12 tahun 5 tim, U-17 tahun 9 tim dan kategoru senior sebanyak 16 tim dari 15 RW.

Kepala Desa Curugbitung Engkos Kosasih menuturkan, trofeo ini selain peringati HUT RI Ke-77 juga untuk seleksi para pemain yang nantinya akan mengikuti Pordes.

“Kami sudah siapkan tim untuk menyeleksi para pemain yang berpotensi yang nantinya akan diikutsertakan dalam Pordes,” kata  Engkos Kosasih.

Dia berpesan kepada para team yang ikut serta dalam trofeo untuk selalu jaga sportivitas dan menjungjung tinggi persahabatan agar tidak terjadi apa yang tidak diinginkan agar para orangtua nyaman serta bangga melihat permainannya.

“Buat kami para orangtua dan penonton, aman, nyaman, tertib dan indah dalam setiap pertandingan, karena kegiatan ini kami selengarakan untuk mempererat ajang silaturahmi masyarakat Desa Curugbitung dan mencari bibit terbaik yang ada di Desa Curugbitung,” jelas Engkos Kosasih

Sementara itu Dava salah satu warga Desa Curugbitung menyambut baik adanya Trofeo Sepak Bola Antar RW di Desa Curugbitung yang diselenggarakan Pemdes Curugbitung.

“Sudah lama kami nanti kegiatan seperti ini alhamdulillah sekarang terselenggarakan, semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan bukan hanya dalam rangka HUT RI KE-77 saja, karena kegiatan seperti ini kita dapat melihat potensi-potensi anak muda yang ada di Desa Curugbitung dalam olahraga sepakbola untuk dibawa ke jengjang selanjutnya,” ungkapnya.

** Arip Ekon

SELAMATKAN HUTAN JAWA, SERIKAT PERHUTANI BERSATU DAN PEGIAT LINGKUNGAN GUGAT KEBIJAKAN KHDPK MENTERI LHK KE PTUN

0

JAKARTA (10/8/2022) – Kebijakan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup mengurangi hampir separuh luas wilayah pengelolaan hutan produksi dan hutan lindung di Pulau Jawa oleh Perhutani memasuki babak baru. Setelah sebelumnya dikritik dan didemo oleh puluhan ribu karyawan Perhutani beserta elemen masyarakat lainnya, kini keputusan pemangkasan wilayah kelola Perhutani sebanyak 1,1 juta hektar dari total 2,4 juta hektar yang selama ini dikelola dengan baik oleh Perhutani tersebut harus menghadapi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara. Sekitar pukul 14:50 WIB, gugatan dimaksud teregister di PTUN Jakarta dengan nomor Perkara 275/G/2022/PTUN.JKT.

Para Penggugat yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Hutan Jawa meminta kepada Menteri LHK agar membatalkan Surat Keputusan Nomor SK.287/MENLHK/SETJEN/PLA.2/4/2022 tentang Penetapan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) pada Sebagian Hutan Negara yang Berada pada Kawasan Hutan Produksi dan Hutan Lindung di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten yang ditandatangani 5 April 2022 (SK 287/KHDPK).

“Hutan dan alam bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan untuk anak cucu kita. Filosofi itulah yang menjadi salah satu concern, mengapa kami menolak kebijakan KHDPK. Pengelolaan hutan jawa yang sudah baik, kami harap tetap dipertahankan agar tetap sustainable. Karena itu, kami mengambil keputusan untuk memperjuangkan hutan jawa dengan mengajukan gugatan di PTUN guna membatalkan SK 287/KHDPK, yang telah teregister di Kepaniteraan PTUN Jakarta tanggal 10 Agustus 2022,” ujar Mochamad Ikhsan, perwakilan salah satu penggugat. 

Ikhsan menambahkan, keberhasilan reboisasi hutan oleh Perhutani bahkan diakui sendiri oleh Kementerian LHK, dimana dalam rekalkulasi penutupan lahan di Indonesia tahun 2020 yang diterbitkan KLHK (https://geoportal/menlhk.co.id), tutupan hutan Jawa (yang dikelola perhutani) hanya kalah dari Papua, sedangkan dibandingkan hutan di luar Jawa lainnya, tutupan hutan Jawa jauh lebih baik. Selain itu, konflik sosial dan konflik lahan juga mulai terjadi di berbagai daerah sebagai imbas dari kebijakan KHDPK.

Sementara itu, Indrayana Centre for Government, Constitution, and Society *(INTEGRITY)* _Law Firm_ yang ditunjuk sebagai Kuasa Hukum Aliansi Selamatkan Hutan Jawa, menjelaskan, sebelum mengajukan gugatan, pihaknya telah mengajukan upaya administratif berupa keberatan kepada Menteri LHK dan Banding kepada Presiden Joko Widodo, tetapi keduanya mendapatkan respon negatif. Padahal, SK 287/KHDPK mengandung berbagai kecacatan serta ketidakabsahan dan seharusnya dibatalkan atau dinyatakan tidak sah.  

“Setelah kami kaji secara seksama, SK 287/KHDPK memang problematik dan multi cacat, yaitu cacat wewenang, cacat prosedur dan cacat substansi. Ketiga syarat tersebut sangat mendasar dan karena itu dapat digunakan sebagai alasan pembatalan sebuah Keputusan Tata Usaha Negara, ujar Denny Indrayana, kuasa hukum Aliansi Selamatkan Hutan Jawa di Jakarta, 10 Agustus 2022.

Denny menjelaskan, sebagai sebuah kebijakan, SK 287/KHDPK jelas-jelas menabrak putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020 tentang UU Cipta Kerja, dimana salah satu amar putusannya menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan/kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU Cipta Kerja. Disamping itu, SK 287/KHDPK juga cacat prosedur karena diterbitkan tanpa sosialisasi, baik sebelum diterbitkan maupun pasca diterbitkan. Padahal, MK sendiri menegaskan, sosialisasi harus dilakukan secara baik dan proper, yang dikenal sebagai “_meaningful participation_” dan bukan formalitas semata.

“SK 287/KHDPK juga bertentangan dengan berbagai Asas Umum Pemerintahan Yang Baik sebagaimana diatur dalam UU Administrasi Pemerintahan. Lalu, jika dilihat dari sisi substansi juga bermasalah karena diterbitkan pada wilayah kerja BUMN Kehutanan sehingga bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021. Selain itu, dari sisi prosedur juga bertentangan dengan UU tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” ujar Muhamad Raziv Barokah, Senior Lawyer Integrity Law Firm.

Sebagai informasi, Aliansi Selamatkan Hutan Jawa sebagai penggugat SK 287/KHDPK terdiri dari Serikat Karyawan Perum Perhutani (SEKAR PERHUTANI), Serikat Pekerja dan Pegawai Perhutani (SP2P), Serikat Rimbawan Perhutani (SERIMBA-PHT), Serikat Rimbawan Pembaharuan Perhutani (SERIMBA-PPHT),  Perkumpulan Bina Karya Patria, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sinar Harapan Kaledong (LMDH SINAR HARAPAN KALEDONG), serta beberapa perwakilan pegawai Perhutani dan elemen masyarakat. (*) 

Ayo, Lengkapi Imunisasi Anak

0

Sepanjang Agustus 2022, Pemerintah Kota Bogor menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Sebanyak  54.281 Anak menjadi target. Pencanangan program ini berlangsung di Posyandu Wijayakusuma, Jalan Mataram, Komplek Cimanggu Permai, Kelurahan Kedung Jaya, Kamis 4 Agustus lalu.
Pada kesempatan itu Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan, target BIAN jelas dan terukur yaitu anak-anak usia 9 sampai 59 bulan. Mereka akan diberikan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang terdiri dari 7 imunisasi, yaitu campak, rubella, polio, difteri, pertusis, hepatitis B, pneumonia meningitis. Imunisasi akan berlangsung di 959 posyandu, 25 puskesmas dan 22 rumah.
“BIAN sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai Kota Layak Bagi Keluarga, salah satunya fokus pada kesehatan anak. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, kuat dan kita mendapatkan bonus demografi maka harus betul-betul dipastikan semuanya sadar,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengungkapkan, pada saat pandemi Covid-19 memuncak dalam dua tahun yang lalu,  angka imunisasi secara nasional menurun. “Begitu juga di Kota Bogor, karena posyandu ada yang tutup, warga juga takut anak-anaknya tertular covid, sehingga cakupan imunisasi turun dan penyakit yang bisa dicegah dari imunisasi muncul lagi,” jelasnya. 
Akibat penurunan tersebut, di beberapa daerah terjadi KLB campak dan difteri. Di Kota Bogor pun kasus difteri dan campak yang sebelumnya sudah hilang, sempat muncul kembali. Oleh karena itu pada BIAN kali ini juga dilakukan Imunisasi Measles Rubella (MR) atau campak rubella mengingat di beberapa daerah muncul KLB campak.

Selain campak rubella, pada BIAN juga dilakukan imunisasi kejar. Maksudnya, anak-anak usia 12 – 59 bulan yang belum mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) akan menjadi sasaran untuk dilengkapi. Imunisasi lengkap terdiri  dari 7 macam imunisasi. Masing-masing, pada saat bayi lahir menerima HB,  1 bulan diberikan BCG Polio, 2 bulan diberi DPT HB HIB plus Polio, bulan ketiga diberi booster ditambah DPT HB HIB plus Polio, bulan keempat diberi DPT DPT HB HIB plus Polio dan Polio yang injeksi hingga bulan 9 diberi MR.

“Ketika ada yang terlewat disebabkan berbagai faktor, maka kepada anak itu sekarang diberikan imunisasi lengkap,” lanjut Retno. Sampai saat ini, Dinas Kota Bogor mencatat, masih banyak anak yang belum menerima imunisasi dasar lengkap. Terdiri dari imuniasi polio oral (tetes) kurang lebih 11.223 anak, Polio Injeksi kurang lebih 14 ribu anak, sementara DPT, HIB dan sebagainya ada 24.790 anak. Mereka inilah yang menjadi sasaran imunisasi kejar pada BIAN kali ini.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor mengingatkan para orangtua tentang pentingnya imunisasi lengkap. “Menurut saya imunisasi itu penting, karena investasi kesehatan agar anak-anak Kota Bogor sehat lahir batinnya. Secara umum menjadi tindakan atau langkah untuk mendukung masa depan anak-anak. Untuk itu saya harapkan menjadi hal prioritas bagi Dinas Kesehatan serta masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena imunisasi memiliki dampak jangka panjang ke depan,” kata Yane.
Bagi para orang tua yang merasa khawatir jika anaknya menerima imunisasi, Yane mengingatkan, imunisasi bukanlah program baru dan tidak ada yang harus dikhawatirkan, sehingga tidak perlu ragu untuk membawa anak-anaknya ke posyandu. “Tidak ada yang membahayakan atau dikhawatirkan. Justru dengan menerima imunisasi akan menghindari dan melindungi anak-anak dari penyakit-penyakit yang membahayakan dan mengganggu masa depan anak-anak. Saya sendiri atau para orang tua saat kecil menerima imunisasi dan hingga saat ini kondisinya baik-baik,” katanya.

Untuk mendukung suksesnya BIAN, Bima mengingatkan tiga aspek yang perlu diperhatikan semua pihak. Masing-masing, sosialisasi yang masif, administrasi dan mobilisasi.  “Apresiasi saya untuk para kader posyandu dan TP PKK yang gigih lakukan sosialisasi, selain Ketua RT dan RW serta aparatur wilayah. Administrasi atau pencatatan juga penting dan ini memerlukan koordinasi dengan semua, tidak hanya di jajaran Pemerintah Kota Bogor tetapi juga provinsi. Terakhir mobilisasi, semua bergerak serentak mengajak untuk imunisasi,” katanya.

Oleh karenanya, diharapkan para orangtua yang memiliki balita, dapat memanfaatkan BIAN untuk melengkapi imunisasi yang harus diterima anak. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menumbuhkan imunitas anak dari kemungkinan tertular berbagai jenis penyakit yang umum menyerang balita. Jadi ayo, berkunjunglah ke posyandu atau puskesmas dan lengkapi imunisasi anak! ( Advertorial)