Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Cijeruk Meradang

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

Meski sudah beroperasi selama tiga tahun, namun keberadaan Pasar Cijeruk yang berlokasi di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, masih saja sepi pengunjung. Akibat sepi pembeli, para pedagang pun meradang lantaran penghasilannya tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Jajat, pedagang sayuran di Pasar Cijeruk mengatakan, untuk mendapatkan keuntungan besar dari hasil berjualan sayuran, dirasa sangat berat. Itu karena, para pengunjung atau pembeli yang datang ke Pasar Cijeruk tidak tentu.

“Seperti sekarang, hasil berjualan hari ini (kemarin,red) saya hanya mendapatkan uang 500 ribu. Pendapatan sebesar ini kalau menjual satu komoditi seperti bawang merah, sekitar 10 kilogram saja,” akunya kepada wartawan saat sedang santai didekat los tempat jualan di Pasar Cijeruk, Selasa (9/08).

Menurutnya, pembeli yang datang ke pasar dibawah pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tohaga milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ini, kebanyakan warga sekitar. Padahal, harga jual yang ada di Pasar Cijeruk, hampir sama dengan pedagang yang ada di pasar lainnya.

“Kebanyakan yang belanja ke sini untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau buat yang jualan lagi, jarang sekali yang datang,” ungkap Jajat.
Jajat mengungkapkan, mulai dari pertama kali pasar dibuka dan dioperasikan, dirinya langsung mendaftar sebagai pedagang di pasar tersebut dengan menempati los di area zona basah yang diperuntukkan khusus penjual sayuran.

“Memang sih namanya usaha tidak tentu, kadang rame dan sepi. Tapi untuk bisa menjual habis dagangan yang dijualnya dalam satu hari, sampai sekarang belum pernah saya alami, paling cepat itu dua hari,” paparnya.

Jajat berharap Perumda Tohaga melakukan terobosan agar keberadaan pasar rakyat di Kecamatan Cijeruk ini, menjadi ramai pengunjung.
“Mudah-mudahan ke depan pasar yang kami tempati untuk mengais rezeki ini, banyak dikunjungi pembeli, baik warga Cijeruk maupun luar wilayah,” harapnya.

Sementara, Haris, staf Unit Pasar Cijeruk membenarkan kondisi pasar yang tidak ada perubahan signifikan, terutama dari tingkat pengunjung.

Haris menjelaskan, kurang ramainya pengunjung ke pasar plat merah tersebut, karena berada ditengah-tengah. Dimana, tidak jauh dari lokasi Pasar Cijeruk, terdapat juga pasar yang ada di wilayah Cibadak, Cijeruk.

“Ditambah untuk sampai Pasar Bogor, warga hanya sekali naik angkutan umum yang setiap hari melintas di Jalan Cijeruk. Belum lagi dengan Pasar Caringin dan Cigombong jaraknya tidak terlalu jauh, makanya pembeli ke pasar ini kebanyakan warga sekitar saja,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here