27.7 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 831

Bansos Pemerintah Picu Naiknya Harga Beras dan Telur

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Adanya bantuan sosial (bansos) yang diberikan sebagai bantuan warga, menjadi salah satu faktor naiknya harga telur ayam ras dan beras di pasaran, Salah satunya yang terjadi di Pasar Citeureup 2, para pedagang menduga kenaikan ini akibat para agen enggan  mengirim ke pasar dan lebih memilik mengirimkan telur dan beras ke penyalur bantuan.

“Sudah hampir empat hari harga telor ayam ras naik, yang awalnya hanya Rp.28 ribu perkilonya, sekarang meroket menjadi Rp.31 ribu per kilonya,” jelas Ari Suhendar pedagang telur di Pasar Citeureup kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/08/22).

Ia menyebutkan kenaikan ini dipicu lantaran sejumlah agen telur hingga beras enggan mengirimkan ke pasar namun lebih memilih menjualnya kepada penyalur bantuan dengan harga tinggi.

“Ini faktor akibat adanya bantuan sosial pemerintah, yang imbasnya kepada para pedagang baik di pasar maupun warungan, harga malah tinggi, agen aja ogah jual ke pasar lebih baik penyalur bantuan dengan harga tinggi, jadi di pasar mengimbanginya,” keluhnya.

Hal senadapun dikeluhkan Wawan, salah seorang pedagang beras. Dia menyebutkan tidak bisa berbuat banyak dengan naik tingginya harga beras akibat bantuan sosial. “Kalau untuk di sektor beras, untuk kelas medium saja harga beras mencapai Rp 8500 ribu per kilonya naik mencapai Rp10 per kilonya, namun untuk beras peremium dari harga Rp11 ribu kini mencapai Rp16 per kilonya,” bebernya.

Dia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan stabilisasi kembali sejumlah harga bahan pokok, baik itu telor ayam ras maupun beras dan jangan sampai para pedagang kena imbasnya.

“Jelas bansos ini merugikan para pedagang, jangan sampai ada orang yang diuntungkan, namun mematikan pedagang pasaran dan warungan ” ujarnya.

Kepala Pasar Citeureup, Endang Iskandar, membenarkan kenaikan harga telur dan beras ini faktor adanya bantuan sosial yang akan kembali dibagikan ke masyarakat.

“Imbas bansos ini kepada para pedagang dan masyarakat yang beli lewat pasar, harganya makin tinggi lantaran agen-agen lebih memilih menjaulnya kepada para penyalur dengan harga tinggi ketimbang dijual kepada pedagang dengan harga rendah,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mensos ke Cigudeg Jenguk Anak Hidrosefalus

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Bocah penderita hidrosefalus warga Kampung Ciasahan RT 01 RW 04 Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mendapat kunjungan dari Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Kamis (25/08/22).

Diketahui anak penderita hidrosefalus tersebut bernama Labib Al Mumin dari pasangan Maman Firmansyah (33) dan Yuni Susanti (21) mengidap penyakit itu sejak usia dua bulan.

“Kami mendapatkan berita ini dari media karena ini butuh biaya berkesinambungan. Maka kami minta bantuan dengan kita bisa untuk membantu biaya keluarga Labib,” kata Risma kepada wartawan. 

Dia juga mengaku bersyukur, keluarganya Labib mau tinggal di Balai Sosial Jakarta. Sebab dijelaskan mantan Walikota Surabaya itu, tempat tinggal keluarga Labib jaraknya terlalu jauh dengan RSCM Jakarta sehingga membutuhkan waktu untuk kesembuhannya.

“Tadi saya rayu keluarganya Labib. Alhamdulillah sudah mau dan selanjutnya akan kita obati supaya bisa terjamin kesembuhannya,” ucapnya.

Selain itu ia menuturkan minimal jarak pengobatan tidak jauh sehingga cepat diberikan penanganan khusus oleh tim dokter di RSCM. “Karena selama ini ke RSCM waktunya tiga jam lebih padahal seminggu harus dua kali dan mereka keterbatasan biaya. Makanya, dengan tinggal di Balai Sosial waktu tempuh juga tidak terlalu jauh,” katanya.

Sementara Medical Partnership Kitabisa.com Alvionita mengaku sejak awal melakukan aksi donasi untuk Labib dan dananya sudah diberikan keluarganya buat biaya pengobatan. “Dana yang sudah terkumpul sekitar Rp 44 juta lebih, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk biaya pengobatan Labib dan keluarganya,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju, Dahyudin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu kesembuhan Labib.

“Terimakasih kepada ibu Menetri yang sudah melihat langsung kondisi ade Labib yang menderita hidrosefalus dan mudah-mudahn dengan berkunjungnya beliau juga sudah memberikan bantuan baik itu finansialnya termasuk bantuan kaitan perawatannya,” tukasnya.

** Andres

Gabung Partai Kepala Banteng, Oscar Dany Siap Jadi Cawalkot Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Oscar Dany Susanto yang selama ini tidak pernah terlibat di politik praktis secara langsung, baik menjadi anggota ataupun pengurus partai, kini mulai tertarik kedalam dunia politik dan tergabung di partai berlambang Kepala Banteng, PDIP.

“Motivasi saya bergabung dalam partai politik dan bertarung di Pilkada 2024 mendatang, ingin mengubah kondisi Kota Bogor menjadi lebih baik, lebih berakhlak sesuai dengan semboyan Bogor Beriman,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/08/22).

Pria kelahiran Kota Semarang, dengan bapak berasal dari Kabupaten Lumajang dan ibu asal Jogjakarta, menyatakan siap bertarung menjadi Bakal Calon  Walikota Bogor.

Owner Ayam Penyet Oscar tersebut mengklaim memiliki visi dan misi besar terutama dalam mengurangi tingkat kemiskinan dengan cara ekonomi mandiri serta mengelola bantuan sosial pemerintah pusat menjadi bantuan sosial yang produktif bukan konsumtif agar tidak mencetak mental pengemis.

“Meningkatkan taraf hidup masyarakat  dengan cara memberi pelatihan serius dalam berbagai bidang, baik produksi atau perdagangan, itu menjadi salah satu cara untuk meningkatkan taraf ekonomi rakyat,” papar mantan karyawan PT.HM Sampoerna tersebut.

Menurutnya, memanfaatkan dana bantuan CSR, Bansos, BLT untuk ekonomi kreatif dan produktif sudah cukup membantu kaum miskin, memberi makan kaum – kaum yang tidak mampu bekerja, seperti kaum lansia, disabilitas, gelandangan, dan pengemis.

“Untuk mendongkrak itu semua kita harus berupaya menciptakan lapangan kerja secara mandiri, sehingga masyarakat tidak hanya berfikir untuk bekerja tapi bisa merubah pola pikir menciptakan lapangan pekerjaan dengan bekal pelatihan yang di fasilitasi oleh pemerintah,” papar Oscar Dani sapaan akrabnya.

Selain itu, persoalan mengatasi kemacetan dengan mengelola transportasi angkutan umum secara massal dan beradab, dengan cara mengelola angkutan umum agar dapat difungsikan sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan.

“Pada intinya semua yang berhubungan dengan kemajuan Kota Bogor akan menjadi target utama nantinya, termasuk memberantas kejahatan, tawuran dan tindak radikalisme lainnya, serta memperjuangkan, memperkuat dan menonjolkan budaya asli Bogor,” pungkas Ketua Umum Komunitas Kritis Indonesia tersebut.

**ass

Lewat Alsintan, Pemdes Sadengkolot Dukung Program Ketahanan Pangan

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dialokasikan Pemerintah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor untuk pembangunan ketahanan pangan dalam meningkatkan kesejahteraan warga petani.

Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman menjelaskan, alokasi dana desa tahun anggaran 2022 telah digunakan beberapa kateagori diantara pengadaan lsintan seperti pembelian mesin garu (traktor) jenis capung 5 unit, dan alat potong padi 4 unit penggilingan atau perontok padi (power thresher) sebanyak 4 unit.

Di Sadengkolot termasuk budidaya  kambing dan sektor pertanian dengan pemberian bibit bagi petani menjadi bagian pada program ketahanan pangan. Begitu juga kelompok tani mendapatkan beberapa   bibit tanaman seperti bibit durian musangking, durian montong, alpukat dan jahe.

“Nantinya bibit ditanam di masing masing lahan  kelompok tani,” kata Sudiman kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/8).

Sedangkan untuk insfratruktur, dibangun lumbung pangan dimana lumbung pangan tersebut guna penyimpanan hasil panen padi.

Menurut Sudiman, lewat alsintan diharapkan para petani dapat mengolah lahan dengan baik sehingga berdampak positif pada masa tanam petani. Selain itu, dengan alsintan indeks pertanaman (IP) sektor pertanian di Sadengkolot diharapkan  lebih meningkat.

“Alsintan mempercepat pengolahan lahan dan masa tanam. Pengaruh positifnya, kebutuhan pangan kita menjadi stabil,” jelasnya.

Sementara Kepala Urusan Perencanaan dan Pembangunan Desa Sadengkolot Suhartono mengatakan prioritas penggunaan Ddna desa tahun 2022 sesuai Permendes Nomor 7 Tahun 2021 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2022.

“Dana desa selain dialokasi pada program lain, terlebih  pengembangan alsintan   merupakan salah satu program  dalam memperkuat produksi pangan. Terobosan pemerintah adanya program ketahanan pangan ini semoga menjawab kesulitan para petani,” harapnya.

** Arip Ekon

Musrenbangdes Desa Leuwiliang Prioritaskan Usulan Masyarakat

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor membahas usulan program desa jangka panjang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk perencanaan pembangunan tahun 2024 di aula kantor desa, Kamis (25/8).

Kepala Desa Leuwiliang, Iman Nurhaiman menuturkan, Musrenbangdes penting untuk membahas program jangan panjang yang bakal dilaksanakan di desa. Selain itu desa juga memaparkan program yang sudah berjalan di tahun 2022.

Di Musrembangdes Leuwiliang perencanaan pembangunan tahun 2024 banyak aspirasi yang diusulkan oleh masyarakat diantaranya Banprov untuk pembangunan kantor desa. Lalu, Dana Desa (DD) tahap ke 3, jalan desa RW 04 dan pembangunan irigasi di RW 09.

“Sedangkan program ketahanan pangan yakni pengadaan dua traktor yakni Kelompok Tani Laksana Varietas dan Poktan Sri Rejeki, hewani 20 ekor kambing untuk 5 kelompok dan 200 jeruk limo, ” ujarnya.

Iman menambah adanya Musrenbangdes pihaknya mengetahui usulan dari masyarakat. Untuk itu, peran masyarakat sangat penting dalam mengawal pembangunan yang ada di desa. Tanpa ada dukungan dari masyarakat, kata dia, pemdes tidak bakal berkembang.

“Saya berharap dengan adanya Musrembang desa bisa menyerap usulan warga. Tentunya, usulan yang masuk dalam Musrembangdes menjadi kebutuhan skala prioritas dan bisa direalisasikan dengan baik, ” tukasnya.

Turut dihadiri dalam Musrenbang Camat Leuwiliang, BPD Desa Leuwiliang, Katar Desa Leuwiliang, IPSM, Gapoktan, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Leuwiliang.

** Andres

Kerap Macet, Polsek Gunung Putri Pasang Rambu Jalan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Sering terjadinya kemacetan akibat banyaknya kendaraan yang berhenti di depan PT Simone, Polsek Gunung Putri memasang 4 titik rambu-rambu lalu lintas di Jalan Raya Mercedes Benz tepatnya di sepanjang jalan depan PT Simone Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (24/8/22).

Polsek Gunung Putri bersama-sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Koramil 0621-05/Gunung Putri Satpol-PP Kecamatan Gunung Putri, dan Linmas Desa Cicadas, memasang rambu dilarang parkir dan rambu hati-hati, didepan PT. Simone.

Kanit Lantas Polsek Gunung Putri Ipda Agung mengatakan, kegiatan ini bersama-sama Muspika Kecamatan Gunung Putri dan Dishub Kabupaten Bogor melaksanakan pemasangan rambu-rambu lalulintas.

“Ya, kemarin kita melaksanakan pemasangan rambu-rambu lalulintas di jalan raya Mercedes Benz tepatnya di depan PT. Simone, rambu-rambu ini merupakan rekomendasi amdal lalin dari Dishub Kabupaten Bogor, mengingat pada jam rawan pagi maupun sore, di sekitar PT. Simone sering terjadi kemacetan,” ucap Ipda Agung kepada Jurnal Bogor Kamis (25/08/22).

Lanjut Ipda Agung, sesuai peraturan amdal lalin sudah seharusnya perusahan yang berada dipinggir jalan harus memasang rambu rambu lalu lintas, untuk memberikan tanda, mana yang dilarang parkir, mana yang harus berhati-hati agar pengguna jalan mengetahuinya.

“Makanya sesuai amdal lalin dari Dishub Kabupaten Bogor akhirnya PT. Simone direkomendasikan untuk memasang rambu-rambu larangan, baik itu larangan parkir maupun rambu rambu peringatan,” jelasnya.

Ia pun menegaskan kepada para pengemudi angkutan umum sebelumnya sudah dikumpulkan untuk tidak parkir di sembarang tempat.

“Kita hanya memberikan imbauan kepada para pengemudi angkot, dan sebelumnya juga sudah pernah kita kumpulkan, agar tidak parkir di bahu jalan intinya tidak boleh parkir dibahu jalan. Sementara ini masih ada space lahan buat angkot, saya rasa selama tidak mengganggu aktivitas kendaraan yang lalu lalang kita masih kasih dispensasi bagi mereka,” cetusnya

Lebih lanjut ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan maupun sopir angkot agar tidak parkir sembarangan. “Saya berharap kepada para sopir angkot dan masyarakat yang masih parkir sembarangan agar mengikuti aturan agar parkir di tempat yang sudah disediakan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Korsleting Listrik, Satu Rumah di Citeureup Ludes Dilalap Si Jago Merah

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Diduga akibat korsleting listrik, satu rumah di Kampung Lemper, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor dilalap si jago merah, Rabu (24/8). Komandan Regu (Danru) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor Hendra, mengatakan kebakaran yang terjadi di Kampung Lemper menghanguskan rumah dua lantai.

“Dugaan sementara dari warga, masalah konrleting listrik,”ucapnya.

Dia pun menuturkan dalam melakukan pemadaman si jago merah, pihaknya menerjunkan dua unit damkar.

 “Lokasi rumah terbakar ini terbilang padat penduduk, jadi mencegah hal hal yang tidak diinginkan, menerjunkan tiga unit untuk mempercepat pemadaman,”jelasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir jutaan rupiah.

Sementara itu, Andi Nandar, salah seorang warga mengatakan kejadian terbakarnya rumah di Kampung Lemper begitu cepat, api yang berada dilantai atas itupun membesar.

“Warga pada keluar teriak kebakaran,kebakaran, langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” katanya, Kamis (25/08).

Dia bersama warga lain pun berhamburan keluar rumah saat melihat api membesar. “Soalnya rumah disini berdempetan jadi harus cepat dipadamkan, tidak butuh lama damkar datang, langsung padam, kalau telat sedikit aja bisa merembet ke rumah lain,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Spenda Kampiun Bogor Student Volleyball Championship

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim voli putra SMPN 2 Bogor sukses menjadi kampiun Bogor Student Volleyball Championship 2022 pada pertandingan di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (25/8). Pada kejuaraan bola voli antar SMP sederajat se-Kota Bogor ini, tim Spenda, julukan SMPN 2 Bogor di partai final mengalahkan SMP PGRI 5 Bogor yang sebelumnya menang lawan MTs Negeri 1 Bogor.

Kedua tim sebenarnya menyajikan permainan menarik hingga saling mengejar angka. Namun Spenda pada set pertama mampu meninggalkan jauh lawannya dengan selisih 10 angka. Begitu juga pada set kedua, tim asuhan pelatih  Febrianto unggul 25 -14.

” Alhamdulillah akhirnya trofi juara tim putra bisa kita raih, ini mengobati kekecewaan kekalahan tim putri dan mengulang kemenangan yang sama di pertandingan terakhir sebelum pandemi,” ujar Febrianto dengan nada senang.

Sedangkan tim putri SMPN 2 Bogor belum berhasil juara pertama saat pada final dikalahkan SMPN 8 Bogor, meskipun sebelumnya telah berjuang lolos jadi finalis mengalahkan SMPN 15 Bogor. “Persiapannya kurang maksimal hanya dua minggu, sehingga kekompakan tim belum padu. Hal ini berpengaruh pada saat pertandingan dimana tim lawan terlihat lebih mendominasi pertandingan,” jelas Febrianto lagi.

Sementara dengan kemenangan tim putra SMPN 2 Bogor ini berhak mendapat piala tetap dan piala bergilir Wali Kota Bogor. Adapun Bogor Student Volleyball Championship 2022 sendiri diikuti hampir seluruh SMP di ‘Kota Hujan’, baik sekolah negeri maupun swasta.

**ed

Pemenang Bogor Student Volleyball Championship 2022

I. Pemenang Voli Putra

• Juara 1 : SMPN2 Bogor

• Juara 2 : SMP PGRI 5 Bogor

• Juara 3 bersama : MTsN 1 Bogor dan SMPN 15 Bogor

II Pemenang Voli Putri.

• Juara 1 : SMPN 8 Bogor

• Juara 2 : SMPN 2 Bogor

• Juara 3 bersama: SMPN 19 Bogor dan SMPN 15 Bogor

Pemain terbaik putra dan putri:

1). Pemain putra terbaik: Nelvi dari SMPN 2 Bogor.

2). Pemain putri terbaik: Alfiananda dari SMPN 8 Bogor

BPDP-KS dan PPMKP Kementan Kerjasama  Latih Petani di Riau

0

Pekanbaru | Jurnal Bogor

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementerian Pertanian menggelar Pelatihan Manajemen Administrasi dan Keuangan dari tanggal 23 – 27 Agustus 2022 di Pekanbaru Riau. Pelatihan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi petani pekebun kelapa sawit di wilayah Provinsi Riau dalam hal manajemen administrasi dan keuangan, 

Kepada petani pekebun kelapa sawit yang tergabung dalam kelompok tani maupun pengurus koperasi penerima Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)  dari Kabupaten Kampar dan Pelalawan, Kepala PPMKP Yusral Tahir menekankan pentingnya kelembagaan bagi petani  dan petani berkelompok,  agar bisa mengelola keuangan secara berkelompok.  Dengan begitu petani tidak harus melibatkan pihak lain terkait pengelolaan dan ketersediaan input seperti pupuk, bibit dan pestisida serta bisa menjadi kekuatan soal harga tandan buah segar (TBS).

Ia menilai petani sawit adalah petani yang mempunyai potensi dan memiliki anggaran yang cukup, untuk itu sebaiknya petani dapat mengelola keuangan secara berkelompok sehingga terkait pengelolaan/ketersediaan input seperti pupuk, bibit dan pestisida dapat dilakukan bersama  tanpa melibatkan pihak ke-3.

” Jika  sendiri-sendiri, individualis, harga bukan petani yang tentukan. Jadi satu hal yang aneh, petani kita yang menanam, mengerjakan, memupuk. Tapi yang menentukan harga bukan petani, tapi tengkulak (di tingkat lokal),” ucap Yusral saat membuka pelatihan, Rabu (24/8).

Yusral berharap dengan pelatihan ini petani pekebun sawit mengerti pentingnya administrasi sebagai proses dan kelengkapan dokumen yang membantu percepatan kegiatan, terutama kaitannya dengan usulan (proposal) dan pelaporan kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit.

Turut hadir Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulfadli yang menyambut baik dilaksanakannya pelatihan tersebut. Menurutnya konsep-konsep pembangunan untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan petani, secara bertahap terus diupayakan. Solusinya, antara lain dengan memberikan pelatihan teknis maupun non teknis kepada para petani.

” Pelatihan ini mendukung upaya pemerintah dalam menjaga peran perkebunan kelapa sawit secara berkesinambungan. Membantu agar petani bisa menganalisa hasil usaha. Sehingga uang yang diterima petani bisa digunakan untuk usaha yang terprogram, ” ucapnya.

Ia menuturkan perkebunan kelapa sawit merupakan penggerak utama atau pilar utama ekonomi Riau, karena sebarannya yang sangat luas dan melibatkan 823.026 KK petani (data tahun 2019).

” Jika diasumsikan 1 KK terdiri dari 4 orang, maka sekitar 3,37 juta orang menggantungkan hidupnya dari sektor perkebunan, atau sekitar 52,7% dari jumlah penduduk di Provinsi Riau yang sebanyak 6,8 juta orang, ” tuturnya.

Diungkapkan Zulfadli, melihat luasnya kawasan perkebunan rakyat di Provinsi Riau, maka pemerintah memiliki tugas untuk dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para petaninya.

Dalam pelatihan yang melibatkan 58 orang petani pekebun sawit ini hadir sebagai pemateri tim Widyaiswara dari PPMKP dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Sebagai informasi luas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan kelapa sawit seluas 3,38 juta hektare. Jumlah ini merupakan luas kebun kelapa sawit nomor satu di Indonesia yang luasnya mencapai 16,8 juta hektare (20,08%).

Dalam sebuah kesempatan Menteri  Pertanian Syahrul  Yasin Limpo mengungkapkan ,di masa mendatang sawit akan menjadi pilihan yang diorientasikan pada bahan bakar nabati yang sudah dikembangkan menjadi energi baru terbarukan.  Untuk itu penting  diversifikasi produk sawit yaitu membangun agenda perkebunan menjadi sumber kehidupan bagi perkebunan yang lebih besar bermanfaat atau berdampak pada kesejahteraan petani atau pekebun sawit. Dalam surat edaran tertanggal 30 Juni 2022 yang ditujukan kepada Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) sentra sawit, Mentanpun mendorong agar kepala daerah untuk membentuk atau menguatkan kelembagaan pekebun dan fasilitasi kemitraan atau kerjasama kelembagaan pekebun dengan PKS.

Sementara itu Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan Kementan menyadari peran sawit menjadi penyumbang devisa negara dari nilai ekspor yang terus meningkat. Sawit, kata Dedi, juga sebagai penggerak perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja dan mendukung pengentasan kemiskinan di perdesaan.

** Regi/PPMKP

PDIP Peduli Medis Rakyat Ketimbang Bergerak Pilpres

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sebar tim medis keliling untuk seluruh desa di wilayah Kabupaten Bogor, Kamis (25/8).

Inisiator Tim Medis Keliling Desa Kabupaten Bogor, Adian Napitupulu menegaskan, partainya lebih memilih peduli terhadap kesehatan masyarakat ketimbang bentuk koalisi dan pencalonan kadernya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Semu kader PDI Perjuangan diperintahkan Ketua Umum ibu Megawati Soekarno Putri, karena pasca pandemi Covid-19 kami dilarang bicara koalisi Pilpres dan Capres. Kami diminta turun ke rakyat, bantu dan perjuangkan rakyat,” tegas Adian Napifupulu.

Anggota DPR-RI itu mengatakan, bahwa tim medis yang diterjunkan keliling desa selama 7 bulan kedepan tersebut didampingi tenaga dokter, perawat, obat-obatan, relawan PDI Perjuangan, 2 unit mobil klinik berjalan dan 43 unit ambulance.

“Dalam upaya menerjukan tim medis keliling 435 desa dan kelurahan, 40 kecamatan ini kami bergotong royong untuk pembiayaannya. Selain mengobati beragam penyakit, kami juga akan membagikan kaca mata gratis untuk para lanjut usia (Lansia). Kami menerima dengan senang hati, bagi donatur yang ingin meringankan derita rakyat,” kata Adian.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengapresiasi langkah partai berlambang banteng moncong putih itu dalam program tim medis keliling desa.

“Jumlah ODGJ di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor cukup banyak, hingga sata minta tim untuk menangani ODGJ dan jangan sampai para ODGJ tersebut dipasung karena melanggar hak asasi manusia (HAM),” tandas Risma.

** Noverando H