27.1 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 830

Peduli Pendidikan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Berikan 451 Beasiswa

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), perusahaan yang memproduksi semen tersebut kembali menyalurkan beasiswa SBI Peduli Pendidikan (SPP) bagi 451 siswa-siswii setingkat SD, SLTP, dan SLTA yang berasal dari 9 desa yang berada di Kecamatan Klapanunggal dan satu dusun di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (26/8/22).

Proses penyerahan ini dilakukan secara serentak di masing-masing desa pada periode 23 – 26 Agustus 2022 dan dihadiri oleh perwakilan SBI, Forkopimcam, pemerintahan desa, tokoh masyarakat dan orang tua atau wali penerima beasiswa. 

General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong, Nur Lailiyah mengatakan, sektor pendidikan merupakan investasi penting demi tercapainya kompetensi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing demi kemajuan bangsa. 

Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk berpartisipasi mendukung sektor pendidikan bagi masyarakat terutama di area operasional SBI. “SBI menaruh perhatian penting pada 

peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Melalui pilar CSR SBI Cerdas, kami melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial, salah satunya dengan pembagian beasiswa,” kata Nur Lailiyah kepada Jurnal Bogor.

Laily sapaan akrabnya menjelaskan bahwa program beasiswa SPP ditujukan bagi siswa-siswi yang berasal dari keluarga pra sejahtera, yatim piatu, dan berprestasi dimana proses seleksi dan penerimaan beasiswa dilakukan dengan keterlibatan aktif pemerintah desa setempat. 

“Kami ingin mendukung gerakan akses pendidikan bagi semua kalangan masyarakat, karena pendidikan adalah hak semua warga negara. Keterlibatan pemerintah desa dalam proses ini merupakan wujud sinergi antara SBI dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya,” paparnya.

Momen pembagian beasiswa yang diselenggarakan SBI ini, sambung ia, juga dilengkapi dengan sesi motivasi dari narasumber yang berasal dari latar belakang psikologi, pendidik dan aktivis sosial serta testimoni dari penerima beasiswa sebelumnya. Terlihat antusiasme yang tinggi dari penerima beasiswa maupun orang tua yang hadir dalam acara ini. 

“Kami berharap, program ini bisa mendukung naiknya indeks pendidikan masyarakat di sekitar SBI dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” harapnya.

Menurutnya, program beasiswa yang sudah dikeluarkan oleh PT. SBI pertama kali bergulir sejak tahun 2005 silam, dimana bidang pendidikan menjadi salah satu program unggulan SBI Pabrik Narogong. Tidak hanya beasiswa SBI Peduli Pendidikan, tetapi juga terdapat program beasiswa pendidikan kejuruan D3 atau EVE Program (Enterprise Based Vocational Education), serta GENILO atau Genius Local yang merupakan beasiswa kuliah di perguruan tinggi negeri. 

“Hingga saat ini, sudah lebih dari 5.000 beasiswa yang diberikan bagi siswa dan siswi sekitar area operasional dan akan terus ditingkatkan kedepannya,” bebernya.

Camat Klapanunggal Drs. Ahmad Kosasih.M.Si, menyampaikan apresiasi dan penghargaannya yang sebesar-besarnya kepada PT SBI. “Kami sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh SBI di bidang pendidikan melalui program CSR. Ini sejalan dengan Pancakarsa untuk pembangunan dan pertumbuhan Kabupaten Bogor, yaitu Bogor Cerdas,“ paparnya.

Untuk diketahui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.

** Nay Nur’ain

Pemohon Membeludak, UPT Dukcapil Bekerja Ekstra

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Sepanjang  Agustus 2022 para pegawai di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Wilayah IV  lebih ekstra bekerja hingga malam hari

Pasalnya, UPT Dukcapil  diketahui yang setiap hari buka melayani warga masyarakat dari 7 kecamatan yakni Leuwisadeng, Leuwiliang, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga hingga warga  Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor belakangan membeludak.

Kepala UPT Dukcapil Wilayah IV Toni Topandi mengakui dalam beberapa pekan terakhir Dukcapil yang berkantor di lingkup Kecamatan Leuwisadeng dipenuhi pemohon  pembuatan akta kelahiran.

“Sebetulnya kita disini hanya melayani pembuatan akta saja mengingat pelayanan di Kecamatan Nanggung sekitar tiga pekan ini  masih offline. Di Kecamatan Nanggung, salah satu penyebab terkendalanya adalah jaringan,” ujar Toni Topandi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ditambah lagi kata dia, di Kecamatan Nanggung itu kekurangan SDM hingga pelayanan terhadap masyarakat belum maksimal. Akibatnya, banyaknya pemohon  pembuatan KTP dan KK  terkendala hingga membludak karena pelayanan dari Nanggung sementara dialihkan kesini,” jelasnya.

Setiap hari pihaknya menerima berkas pembuatan akta  cukup banyak. Belum lagi pelayanan di Kecamatan Nanggung dari 11 desa  dialihkan UPT Disduk. Diakui Toni sementara pelayanan di kantornya kekurangan tenaga kerja, terlebih dokumen semua pemohon itu harus di-upload.

“Ada keterbatasan, jadi agak lamban karena UPT Disduk hanya memiliki enam orang pekerja, namun untuk pelayanan dibantu anak anak yang magang disini,” tukasnya.

Sementara perihal terkendalanya jaringan di Kecamatan  Nanggung beberapa pekan ini, Kepala  Disdukcapil Kabupaten Bogor Bambang Setiawan saat dikonfirmasi tak merespons. Namun menurut Kepala seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Nanggung Ridwan menyatakan, pelayanan di Nanggung menurutnya tidak offline.

“Enggak offline, cuman untuk pembuatan KK sementara dialihkan ke UPT Dukcapil. Tetapi kalau untuk perekaman e-KTP masih dilayani di Kecamatan Nanggung,” tandasnya.

 ** Arip Ekon

Hadiri Wisuda Nasional Politeknik Kementan, Mentan Ajak Millenial Gunakan Teknologi

0

Jakrta | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak lulusan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk menggunakan semua akses teknologi yang ada dalam membangun sektor pertanian yang maju dan modern. Hal ini disampaikan SYL saat membuka Sidang Terbuka Senat Politeknik lingkup Kementerian Pertanian Pusditan 2022.

“Semua ilmu sudah diberikan dari mulai teori sampai Pelatihan-pelatihan. Dan semua Bentuk-bentuk digital harus kita gunakan. Pakai itu handphone tidak hanya untuk ber-Whatsappan manja, tapi juga untuk mencari ilmu dan memajukan pertanian Indonesia,” ujar SYL, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Menurut Mentan, lulusan Polbangtan adalah lulusan terbaik yang disiapkan khusus untuk ilmu pertanian. Karena itu, Mentan berharap seluruh wisudawan yang ada mampu jadi pemantik dalam mengembangkan diri menuju persaingan global.

“Buktikan kepada orang tuamu dan bangsa ini, anak muda pasti bisa. Kamu muda kamu berkreasi. Pertanian itu tidak pernah berhenti, pertanian dibutuhkan oleh bangsa ini,” katanya.

Mentan mengatakan, sektor pertanian adalah sektor yang paling strategis karena disaat banyak negara tumbang akibat berbagai krisis dunia, pertanian hadir sebagai solusi dan menjadi penyanggah utama ekonomi bangsa.

“Kalian tahu tidak yang menyanggah Republik ini menjadi salah satu negara yang terbaik menghadapi covid karena ada pertanian yang kuat dan kokoh. Semua merah, cuma pertanian yang tumbuh 16,24,” katanya.

Diketahui sebelumnya, ekspor Indonesia pada Januari-Desember Tahun 2019-2021 tumbuh meyakinkan dengan nilai 38,68 persen atau setara dengan Rp 625,04 triliun. Tiga tahun yang sama Indonesia jiga sudah tidak impor beras dan dinyatakan swasembada.

“Saya mau bilang Kalian ini adalah andalan bapak ibumu, andalan sodara-sodaramu, andalan keluargamu, andalan dari seluruh negeri dan bangsa ini. Jadi jagalah sektor pertanian kita agar terus berkembang baik,” jelasnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan dengan mengusung tema “SDM Pertanian yang Profesional, Berdaya Saing, dan Berjiwa Wirausaha Siap Menghadapi Krisis Pangan Global”, wisuda Nasional digelar tak hanya mengukuhkan kelulusan mahasiswa yang telah selesai mengikuti pendidikan di Politeknik Lingkup Kementerian Pertanian saja, namun memotivasi mahasiswa untuk berperan nyata dalam pembangunan pertanian.

Pelaksanaan wisuda nasional Polbangtan dan PEPI juga dalam rangka membangun citra pendidikan vokasi pertanian lingkup Kementerian Pertanian, kesiapan bekerja di DUDIKA, meningkatkan minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di bidang pertanian serta memberikan kebanggaan kepada lulusan dan keluarganya serta mendorong para alumni Polbangtan dan PEPI untuk menjadi wirausaha muda pertanian melalui TANI AKUR.

“Jumlah wisudawan Polbangtan dan PEPI di tahun 2022 ini 1.454 wisudawan yang diikuti secara offline 1.047 dan 407 secara online. Untuk membangkitkan jiwa wirausaha para lulusan, Kementan menghadirkan CEO Markplus Hermawan Kertajaya”, tutup Dedi.

**ppmkp/Kementan

Lagi-lagi Radistik Datangi SDN Cinangka 01

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Universitas Pakuan Bogor  mendorong mahasiswanya untuk melaksanakan KKN mulai  19 Juli-27 Agustus 2022 yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan yang melaksanakan KKN di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor  telah mencuri perhatian siswa SDN Cinangka 01.

“Kehadiran  mahasiswa  dengan program Radistik  (Gerakan Diet Plastik) ke SDN Cinangka 01 disambut antusias oleh seluruh warga SDN Cinangka 01,” ujar Kepala  SDN Cinangka 01 Yanie Muriani, M.Pd.

Yanie  sangat mengapresiasi kegiatan Radistik, untuk itu dalam sambutannya menyampaikan agar anak-anak menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswa.

Dia berharap yang telah disampaikan  melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Diet Plastik ini dapat bermanfaat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siapapun, kapan pun dan dimana pun  kita berada khususnya di lingkungan SDN Cinangka 01.

Sementara Kelompok mahasiswa yang hadir untuk melaksanakan Sosialisasi Gerakan Diet Plastik pada Jumat, 19 Agustus 2022 diketuai oleh Muhamad Sangga Weudi, mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Teman-teman saya tergabung dari berbagai Program Studi yaitu Restu Aulia Pramana  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Wanda Salsabila Program Studi Pendidikan Biologi, Putu Merischa Deabella  dan Rana Amelia Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,” jelas Sangga.

Sangga menjelaskan tujuan kegiatan sosialisasi gerakan diet plastic ini untuk menanamkan sikap peduli terhadap makhluk hidup dan cinta terhadap bumi yang difokuskan pada kegiatan pengurangan penggunaan sedotan plastik.

“Kami merasa bangga karena pada kegiatan Sosialisasi Gerakan Diet Plastik, tampak reaksi dari anak anak ketika diberi penjelasan tentang gerakan diet plastik sangat antusias dan menyimak dengan baik informasi yang disampaikan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diakhiri oleh Sangga dan  teman-temannya dengan membagikan sedotan yang terbuat dari bahan stainless sebagai contoh benda pengganti sedotan plastik dan poster ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik serta piagam penghargaan untuk SDN Cinangka 01.

“Kegiatan Sosialisasi Gerakan Diet Plastik di SDN Cinangka 01 sangat berkesan bagi kami karena anak–anak  menyimak informasi dengan baik, kompak, dan semangat,“ tutur Sangga.

** MWS/mg-unpk

Dinkes Tindaklanjuti Keinginan Warga Tambah Jadwal Pelayanan di Pustu Wangunjaya

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor akan menindaklanjuti keinginan warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng yang meminta pelayanan kesehatan di Puskesmas pembantu (Pustu)  Wangunjaya ditambah sehingga jadwal buka pelayanan tidak hanya satu hari.

“Siap kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Dinkes Dr Agus dikonfirmasi via WhatsApp.

Begitu juga Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Leuwisadeng Engkos Kosasih mengatakan ada  keluhan warga yang diterimanya yakni perihal  operasional pelayanan di Pustu Wangunjaya yang disampaikan warga tentu telah dikomunikasikan dengan pihak Puskesmas Sadengpasar.

“Kenapa pelayanan di Pustu Wangunjaya cuman satu hari, kan begitu. Informasi  yang diterima karena minimnya petugas kesehatannya (nakes). Meski demikian, kami sarankan pelayanan kesehatan di Pustu Wangunjaya buka jangan cuma satu hari. Diupayakan jangan satu hari, harus ada penambahan jadwal harinya,” harap Engkos

Kalau  jadwal hari tidak ditambah, kata Engkos  di saat warga Wangunjaya membutuhkan pelayanan medis, kasihan harus datang ke pustu yang berada di Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung.

“Begitu juga kalau warga Wangunjaya harus berobat ke Pustu di Desa Sukaluyu, itu jaraknya cukup jauh,” papar Engkos.

Ketua RW 10 Kampung Batu 2, Desa Wangunjaya, M Sanip selain banyak warga setuju jadwal hari pelayanan di Pustu itu ditambah.

Tak hanya itu, ketua RW pun kembali mendapat usulan warga. Selain jadwal hari pelayanan ditambah warga juga meminta di Pustu itu adanya program suntik KB secara gratis.

Adanya program suntik KB, seperti di Pustu Desa Sukaluyu, itu kata warga saya, Bu Ijah,” papar RW Sanip. “Ini usulan masyarakat, mohon ditindaklanjuti,” pinta RW Sanip.

Sebelumnya disebutkan M Sanip bahwa  tidak sedikit warganya yang berobat ke pustu di Kampung Sawah, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung.

Pasalnya, pelayanan kesehatan di Pustu Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng meski ada, tetapi buka  hanya seminggu sekali.

“Disana (Desa Wangunjaya) hanya melayani kesehatan seminggu sekali, setiap hari Rabu bukanya. Makanya kami kesini, antar istri berobat  ke pustu di Desa Sukaluyu,” jelasnya.

Menurut Sanip, seharusnya jadwal pelayanan pustu di wilayah desanya  itu ditambah sebab pasien yang datang ke Pustu Desa Sukaluyu cukup banyak.

“Termasuk warga Desa Wangunjaya dan Sadengkolot  Kecamatan Leuwisadeng itu tak sedikit yang berobat di Pustu Sukaluyu. Kami minta jadwal pelayanan di pustu Wangunjaya harus ditambah, karena jumlah pasien di Pustu Desa Sukaluyu itu cukup banyak,” tukasnya.

** Arip Ekon

Sinergi Foundation Ikuti Serta PSKS Kelembagaan 2022 Dinas Sosial Kota Bandung

0

Lembang | Jurnal Bogor

Sinergi Foundation mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Kelembagaan Tahun Anggaran 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 120 peserta dari berbagai perwakilan lembaga sosial di Kota Bandung, yang berlangsung pada 24 – 25 Agustus 2022 berlokasi di Hotel Putri Gunung Lembang.

Agenda kegiatan dibagi menjadi 2 sesi, di mana pada hari pertama para peserta diberikan materi terkait dengan pengelolaan kelembagaan. Dan pada hari berikutnya, diadakan kegiatan outbound.

Juga turut hadir PLT Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Dr. H. Rusdiantono, yang sekaligus membuka kegiatan dan memberikan sambutan kepada para peserta yang hadir mengikuti kegiatan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Rusdiantono menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta yang hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung tersebut. Selain itu, Rusdiantono, berharap untuk kedepannya dalam kegiatan tersebut tidak hanya penyelenggara saja yang menyampaikan materi, melainkan dari para peserta pun dapat mempresentasikan lembaganya masing-masing, sehingga adanya feedback yang dihasilkan.

“Diharapkan untuk kedepannya kegiatan ini tidak hanya dilakukan secara satu arah saja, di mana hanya penyelenggara yang menyampaikan materi, melainkan adanya feedback dari para peserta”, tutur Rusdiantono dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Rusdiantono menyampaikan, bahwa persoalan sosial yang terjadi di masyarakat tidak hanya bisa ditopang dari dana APBD saja, melainkan dengan bantuan lembaga-lembaga yang concern dalam membantu peningkatan taraf hidup masyarakat.

Rusdianto menambahkan, dalam kegiatan ini diharapkan setiap lembaga memiliki pengelolaan anggaran yang baik terutama di masa seperti ini. Pun, harus memiliki persyaratan administrasi yang baik.

Materi pertama disampaikan oleh Heni, selaku Praktisi Sosial, menjelaskan mengenai administrasi kelembagaan yang harus dilengkapi oleh masing-masing lembaga. Dalam penjelasannya, Heni menyampaikan, bahwa salah satu syarat suatu lembaga harus memiliki Akta agar dapat terstandarisasi dan terintegrasi sebagai suatu lembaga. Selain itu, pembetulan struktur kelembagaan pun harus dijalankan oleh masing-masing lembaga.

“Dalam suatu kantor lembaga harus ada struktur jelas yang terpasang, kalau bisa dipasang juga foto para karyawannya”, ujar Heni.

Secara umum, materi yang disampaikan oleh Heni terkait dengan kelengkapan administrasi yang harus dimiliki oleh masing-masing lembaga yang concern terhadap penanggulangan dan peningkatan masyarakat dalam bidang sosial.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Ipin Tasripin dari Peksos Madya Balai Besar Pelatihan Pekerjaan Sosial Lembang.  Materi disampaikan secara sederhana dan mudah dimengerti oleh para peserta dengan memproyeksikan permainan sebagai cara untuk menjelaskan sebuah tugas sebagai pekerja sosial. Para peserta antusias dalam mengikuti setiap intruksi yang diberikan oleh Ipin. Hal tersebut terlihat dari raut wajah dan juga keaktifan dalam menanggapi materi yang disampaikan.

Ipin menjelaskan bahwa kedudukan para pekerja sosial yang dapat menghasilkan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) bagi masyarakat ini langsung dilindungi oleh Undang-Undang. Sehingga diharapkan para pekerja sosial dapat fokus dalam menjalankan tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Selain itu, Ipin menambahkan, bahwa harus adanya kerjasama antara atasan dan bawahan dalam menjalankan tujuan dari lembaga. Lebih jauh, persoalan mengenai kerjasama dan kolaborasi harus dijalankan dengan baik dengan berbagai pihak yang dapat membantu lancarnya program dalam suatu lembaga.

“Dalam menjalankan lembaga harus fokus, di mana fokus untuk mengurusi lembaga sendiri, diperlukan juga kerjasama antara bawahan dan atasan. Selain itu, maupun kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak aga sulit namun harus tetap dilakukan”, tutur Arifin.

Di akhir materinya, Arifin menambahkan, bahwa dalam menjalankan organisasi harus dilandasi dengan keihklasan dan kemauan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Aplikasi Pintu Juara Jawa Barat yang disampaikan oleh Adam, selaku Seksi Kelembagaan Dinas Sosial Kota Bandung.

Aplikasi ini dibutuhkan oleh Dinas Sosial Jawa Barat untuk mengetahui data base yang di kelola oleh setiap lembaga. Lebih lanjut, Adam menambahkan, untuk pendaftaran Aplikasi Pintu Juara Jawa Barat ini hanya untuk lembaga yang bergerak di bidang sosial.

Di hari berikutnya, para peserta mengikuti kegiatan outbound yang masih berlokasi di sekitar kawasan Hotel Puteri Gunung Lembang. Kegiatan outbound diadakan sebagai cara untuk mempererat tali silaturahmi para peserta yang hadir. Pun, sebagai sarana untuk memperkenalkan identitas dari masing-masing lembaga yang hadir dalam mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Kelembagaan 2022 ini.

Sinergi Foundation berharap untuk ke depannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali, khususnya untuk meningkatkan potensi kinerja para pekerja sosial. Di sisi ilmu yang telah dimiliki oleh para pekerja sosial, masih perlu perhatian dari Dinas Sosial untuk saling bersinergi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat secara luas.

Sinergi Foundation (SF) adalah lembaga filantropi yang mengelola dana Wakaf, Zakat, Infak-Sedekah, serta Dana Sosial lainnya melalui program inovasi sosial pemberdayaan. Sinergi Foundation berkomitmen untuk mengoptimalkan semangat kolaborasi dan potensi sumberdaya lokal menuju terwujudnya masyarakat yang mandiri, produktif dan berkarakter. 

**prast

Promo Nyalakan Kemerdekaan, PLN Beri Diskon Tambah Daya Hanya Rp 170.845

0

Jakarta | Jurnal Bogor

PT PLN (Persero) memeriahkan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 dengan memberikan layanan spesial untuk pelanggan. Melalui promo “Nyalakan Kemerdekaan”, pelanggan PLN mendapatkan diskon besar untuk penambahan daya yakni dari harga Rp 5.330.900 menjadi hanya Rp 170.845 sedangkan untuk penyambungan sementara dengan hanya membayar Rp 170.845 dapat menggunakan layanan penyambungan sementara selama 7 hari dan juga token perdana prabayar sebanyak 90 kwh.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, promo ini adalah bentuk dukungan PLN terhadap antusiasme masyarakat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan RI ke-77. Harapannya dengan layanan khusus ini masyarakat bisa lebih leluasa menggunakan listrik sekaligus memaksimalkan pemanfaatannya.

“Dengan kondisi pandemi yang semakin terkendali, masyarakat perlu didukung untuk segera bangkit. Dengan promo “Nyalakan Kemerdekaan” ini PLN berharap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan listrik untuk jangka panjang,” ucap Gregorius dalam keterangannya kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/08/22).

Menurutnya, promo ini bisa diakses melalui aplikasi PLN Mobile dengan memasukkan kode promo “NYALAKANKEMERDEKAAN”. Promo tambah daya berlaku untuk pelanggan tegangan rendah 450 – 4.400 voltampere (VA) di semua golongan tarif yang ingin menaikkan dayanya menjadi 900 – 5.500 VA. Adapun promo ini dapat dinikmati hingga 30 September 2022.

Selanjutnya, ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan promo penyambungan sementara yang PLN sediakan. Karena layanan ini akan memudahkan masyarakat yang ingin menggelar acara besar. Seperti pesta atau hajatan yang sifatnya membutuhkan pasokan listrik lebih dalam waktu singkat.

“Prosesnya mudah, pakai aplikasi PLN Mobile. Pokoknya setelah pembayaran terkonfirmasi, PLN Unit Pelayanan setempat akan segera menindaklanjuti proses penambahan daya atau penyambungan sementara yang diminta,” jelas Gregorius.

Sejauh ini, PLN terus melakukan inovasi pelayanan demi memenuhi segala kebutuhan listrik masyarakat Indonesia. Melalui promo khusus ini, PLN berharap bisa mendukung masyarakat bangkit kembali setelah pandemi.

Seperti diketahui, PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi.

PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

** Nay Nur’ain

Dorong Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian, Kementan Gelar Sarasehan Petani Milenial Tahun 2022-Tani Akur

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian akan menggelar sarasehan petani milenial tahun 2022. Kegiatan yang merupakan pertemuan antara petani milenial, petani, dan penyuluh ini akan mengusung program unggulan Petani Milenial Akses KUR (Tani Akur) yang dikemas dengan inovatif dan kolaboratif dalam upaya mendorong penumbuhan wirausaha muda pertanian.

Tani Akur merupakan salah satu program Kementerian Pertanian yang dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian melalui akses KUR

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyebutkan selain sebagai upaya menumbuhkan wirausaha muda pertanian, sarasehan petani milenial juga merupakan upaya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional

“Tujuan dilaksanakannya Sarasehan Petani Milenial Tahun 2022 – TANI AKUR adalah untuk menumbuhkan peran aktif petani milenial, petani dan penyuluh
dalam peningkatan produksi dan daya saing produk pertanian, pengembangan ekosistem kewirausahaan pertanian, membangun jejaring petani milenial antar
wilayah, serta sebagai upaya antisipasi krisis pangan”, sebut Dedi.

Dalam kesempatan konferensi pers beberapa hari lalu, Dedi melanjutkan bahwa sarasehan petani milenial juga merupakan kesempatan bagi para peserta untuk bertukar ide dan inovasi.

“Mereka akan berkumpul di bumi perkemahan ragunan, saling memberikan motivasi dan semangat sehingga mampu mendongkrak agribisnis dan membangun koneksi atau jejaring kerjasama. Saya yakin dengan pertemuan tersebut mereka akan bertukar pemikiran, ide, membawa oleh-oleh berupa inovasi teknologi dalam membangun teknologi pertanian dan membangun jaringan kerjasama bisinis”, tegas Dedi

Hal tersebut sejalan dengan harapan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo. Ia menganggap generasi milenial merupakan generasi yang tanggap dan adaptif terhadap kemajuan teknologi dan memiliki daya kreativitas tinggi. Hal inilah yang menjadikan peluang bagi mereka untuk menjadi wirausaha muda di bidang pertanian semakin terbuka lebar.

“Sebanyak 85,62 persen di antara mereka merupakan pengguna internet dan berpeluang menjadi early adopter dari teknologi digital di sektor pertanian, sehingga akan sangat mendukung pengembangan jejaring di antara mereka” kata mentan SYL

Sarasehan Petani Milenial Tahun 2022 – TANI AKUR akan diisi oleh Pameran Produk Unggulan Pertanian dan Gelar Teknologi Smart Farming, Launching
Program Unggulan Kementerian Pertanian, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perbankan untuk pembiayaan melalui program TANI AKUR, Forum Diskusi Program Petani Milenial Nasional, Petani dan Penyuluh, Peluncuran Program
Agripreneurs Indonesia (GRIN), Sharing Session Millenial Agripreneur, Petani dan Penyuluh, TANI AKUR Business Matching, Motivational Session dan Team
Building, Lomba video blogging (vlog), lomba foto dan lain-lain, serta ,alam keakraban/pentas seni.

Digelar selama tiga hari mulai tanggal 28 hingga 31 Agustus 2022 mendatang, bertempat di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, dan dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

** Nita/PPMKP

BI Jabar Launching Desa Gunung Putri Jadi Desa Digital

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan PT Netzme Kreasi Indonesia melaksanakan program digitalisasi ekosistem desa serta program ketahanan pangan. Kegiatan yang  bertajuk ‘Mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dilaunching di Desa Gunung Putri yang kini mendapat gelar Desa Digital, Rabu (24/08/22).

Acara dihadiri anggota DPR RI Komisi XI Primus Yustisio, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar Jefri Deputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bogor Renaldy Yushab Fiansyah, dan CEO Netzme Vicky G. Saputra.

Untuk mendukung GNPIP dan mengakselerasi perekonomian Jabar serta mendukung tercapainya visi Jabar menjadi provinsi digital, diperlukan program pengembangan ekosistem ekonomi Jabar yang mandiri, produktif dan berdaya saing. Salah satunya dilakukan melalui percepatan digitalisasi komprehensif di berbagai ekosistem.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar, Jefri Deputra. Menurutnya, Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Dimana, kebijakan moneter difokuskan untuk stabilitas (pro-stability). Sementara empat kebijakan lainnya yakni makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif dan hijau terus diarahkan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional (pro-growth).

“Hingga saat ini, UMKM atau penjual yang menggunakan QRIS di Jawa Barat ini jumlahnya sekitar 23 persen di tingkat nasional atau sekitar 4,3 juta merchant. Kemudian pengguna QRIS di Jabar sendiri itu sekitar 5,5 juta pengguna atau 26 persen dari 24,1 juta pengguna nasional. Jadi semakin sering QRIS digunakan UMKM atau Merchant ini akan memudahkan perbankan menangkap profil UMKM, sehingga akan menambah credit point untuk mengajukan pembiayaan,” jelas Jefri kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah, serta instansi terkait akan terus memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Sehingga, mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional.

“Program ini nantinya mencakup fasilitas pengelolaan sampah, fasilitas pendukung ketahanan pangan, layanan payment point online banking, digitalisasi bank sampah, UMKM, serta sarana prasarana desa ” paparnya.

Dalam pelaksanaan program ini, kata dia, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Netzme yang bergerak di bidang penyedia jasa solusi sistem pembayaran digital dalam implementasi program digitalisasi pada ekosistem desa, antara lain digitasilsasi 922 UMKM, digitasilsasi bank sampah di 23 RW Desa Gunung Putri, serta sarana dan prasarana desa 1 masjid, 2 yayasan sosial dan 1 sekolah.

Senada disampaiakan CEO Netzme, Vicky G. Saputra mengatakan, pihaknya sangat bangga dapat berkolaborasi dan mendukung upaya Bank Indonesia dan Pemkab Bogor dalam program digitalisasi pada ekosistem desa.

“Program Desa Digital QRIS Netzme merupakan salah satu bentuk dukungan untuk program 15 Juta Pengguna Baru QRIS dari Bank Indonesia. Selain itu, melalui program ini Netzme bertujuan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Salah satu caranya adalah dengan mengajak para petani, pelaku UMKM, warga hingga perangkat desa & BUMDes yang ada di desa tersebut untuk bertransaksi menggunakan QRIS,” ujar Vicky.

Sementara Desa Digital Gunung Putri merupakan Desa Digital QRIS Netzme kelima. Desa digital QRIS Netzme lainnya adalah Desa Sukaraja (Ciamis), Desa Rambeanak (Magelang), Desa Tawangsari (Boyolali), Desa Jabung (Klaten). 

“Program unggulan BUMDes Gunung Putri adalah Bank Sampah, melalui desa digital ini bank sampah telah terintegrasi ke sistem digital. Iuran yang didapat oleh warga dengan mengumpulkan sampah dibagikan melalui QRIS. Jadi melalui bank sampah ini memanfaatkan sistem QRIS Terminal Netzme (Digitalisasi Bank Sampah),” jelasnya. 

Kepala Desa Gunungputri, Daman Huri berterima kasih kepada Bank Indonesia Jawa Barat dan PT Netzme yang beberapa bulan kebelakang terus membina sehingga terwujudnya acara ini dan QRIS yang ada di Desa Gunungputri terus diterima oleh masyarakat.

“Tentu saja bukan pekerjaan yang mudah untuk mengubah paradigma dan mindset yang biasanya melakukan transaksi tunai akhirnya beralih menjadi non-tunai, masih membutuhkan waktu lagi, dengan segala kekuatan dan kekompakan warga Gunungputri akan terwujud secepatnya,” tandasnya.

Pelaksanaan GNPIP di Kabupaten Bogor ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Nasional pada 18 Agustus 2022 lalu, yakni agar TPID memperkuat sinergi.

** Nay Nur’ain

Gedung MI Hidayattushibyan Memprihatinkan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Kondisi gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayattushibyan di Kampung Ciasahan RT 03 RW 03, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor kondisinya sangat memprihatinkan. Kendati begitu pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan di dalam kelas, lantaran tidak ada ruang kelas lain yang bisa digunakan.

Plafon juga kondisinya sudah tidak layak dan mirisnya ketika hujan turun sering mengalami kebocoran. Parahnya, kondisi ini tidak hanya terjadi di luar ruangan tetapi juga di dalam ruang kelas tempat ratusan siswa belajar dan 10 orang tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Beberapa plafon atap di dalam kelas terlihat bolong, sebagian lagi nyaris jebol akibat kayu penyangga atap sudah lapuk.

“Semuanya 158 siswa. Bangunan madrasah ini berdiri pada tahun 1967 alhamdulillah selama saya memimpin disini sudah pernah mendapat bantuan sekitar tiga kali. Bantuan berupa fisik pertama tahun 1999 terus yang kedua tahun 2005 dan terakhir bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2021 itu-pun bantuannya dapat satu lokal saja,” ujar Kepala Sekolah MI Hidayattushibyan, Maknun kepada wartawan, Kamis (25/8).

Hanya saja, Maknun mengatakan, sekarang memang kondisinya bangunan sudah banyak mengalami kerusakan bahkan hampir di semua bangunan sekolah itu. “Semuanya ada 6 lokal cuma yang parah ada 4 lokal dan sudah hampir tidak layak pakai,” katanya.

Maknun menyampaikan, kerusakan pada atap bangunan itu lantaran kerangka atap masih menggunakan bambu dan kini sudah mulai lapuk.

“Karena bambunya banyak yang lapuk karena ini bangunan lama bahkan ada bangunan temboknya ada yang masih menggunakan batu jadi tidak menggunakan bata atau hebel dari dulu,” katanya.

Bahkan, menurut Maknun, kerusakan pada bangunan sekolah tersebut mencapai sekitar 80 persen. “Hampir sekitar 80 persen lah, atap sama kusen-kusen sudah lapuk juga dinding yang mulai mengelupas tembokannya sudah betul-betul parah lah,” bebernya.

Akibatnya, saat hujan turun kata Maknun, tak jarang dia dihantui rasa kekhawatiran karena atapnya sering bocor.

“Saya juga ketakutan kalau yang sebelah sana kalau saat mengajar gitu, takut ambruk tapi masih di pakai karena memang dibutuhkan. Apalagi ini musim hujan kan setiap hari. Saat hujan juga langsung bocor karena banyak bambu rengnya sudah rapuh,” katanya.

Tidak hanya kerusakan pada bangunan saja, Maknun mengatakan, bahwa bangku atau meja belajar yang setiap hari digunakan siswa pun banyak yang rusak sehingga mengganggu kenyamanan belajar siswa.

“Untuk bangku sekolah juga sangat membutuhkan, bahkan yang ada saja kondisinya sudah pada rusak,” ucapnya.

Dia berharap, kepada pemerintah untuk memberikan bantuan berupa renovasi bangunan agar para peserta didik dapat nyaman ketika berada di lingkungan sekolah. “Harapannya tiada lain mohon bantuan terutama dari pemerintah untuk bangunan ini setidaknya layak untuk di pakai lah, karena itu tadi, musim hujan kan suka ada saja kekhawatiran,” tukasnya.

** Andres