26.3 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 830

Masuk 12 Besar Lomba Dakwah Digital 2022, Fitria Harumkan Nama Desa Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Siswa kelas 6 SDN Puspanegara 04, Fitria Hafidatu Syafira, putri pasangan Wahyudin Ependi dan Ina Dianah berhasil mengharumkan nama Desa Gunung Putri dan membanggakan orang tuanya dengan berhasil masuk 12 besar dalam Lomba Dakwah Digital 2022 IKADI tingkat Kabupaten Bogor.

Ina Dianah Ibunda Fitria mengatakan, anaknya sudah menyukai dunia dakwah sejak duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar, dimana saat itu Fitria mengikuti lomba Pildacil tingkat Kecamatan Gunung Putri dan meraih juara 3.

” Awalnya ditawarkan oleh guru sekolahnya, katanya ada lomba IKADI tingkat Kabupaten Bogor, Fitria mau ikut gak?,” ujarnya.

Dan akhirnya, kata dia, semua diurus oleh guru mulai dari pendaftaran, tahap demi tahap perlombaan sampai akhirnya kini masuk menjadi 12 besar tingkat Kabupaten Bogor.

” Sangat senang dan terharu, anak saya hanya belajar otodidak dari YouTube cara dakwah yang menarik dan disukai banyak orang, kini hasil belajarnya membawa dia masuk lomba tingkat Kabupaten Bogor, saya sangat bangga sekali,” ujar Ina kepada Jurnal Bogor, Senin (10/09).

Menurutnya, selain senang dengan dunia dakwah, Fitria juga senang dalam dunia tari, dan saat ini sedang mempersiapkan diri untuk acara. Dia berharap untuk lomba Dakwah Digital 2022 yang diadakan IKADI anaknya bisa masuk dalam 3 besar dan bersyukur bisa tembus jadi juara 1.

“Tidak mengharuskan untuk juara, namun saya coba memotivasi kepada Fitri agar jangan mudah puas dengan apa yang dia dapatkan saat ini, dan jangan sombong juga kepada teman, kerabat atau siapapun, serta mau untuk berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya,” ucapnya.

Terpisah, disampaikan Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri yang juga mengaku sangat bangga pada prestasi yang diraih oleh Fitria yang berhasil lolos ke babak final dalam lomba Dakwah Digital 2022 IKADI Kabupaten Bogor.

” Ini warga kami, tepatnya warga RT.03/RW.06 yang berhasil membawa harum nama Desa Gunung Putri terutama bisa membanggakan orang tuanya. Selamat atas lolosnya dalam lomba Dakwah Digital IKADI Kabupaten Bogor. Teriring doa semoga dalam babak final bisa menampilkan hasil yang terbaik, Pemdes akan memberikan piagam penghargaan dan alat-alat sekolah,” cetus A Heri sapaan akrabnya.

Dia berhara, apa yang diraih oleh Fitria bisa menular untuk anak-anak lain agar menggunakan waktu bermainnya untuk hal-hal yang positif dan menghasilkan prestasi. “Semoga kedepan akan hadir Fitria – Fitria yang lain yang bisa mengharumkan nama Desa Gunung Putri terutama membanggakan orang tua,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Fasilitasi Anak Usia Sekolah, Warga Pasirgintung Swadaya Bangun Lapangan Multifungsi 

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Warga Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan gotong royong untuk membuat lapangan olahraga multifungsi. 

Dalam kegiatan tersebut, terlihat masyarakat sekitar cukup antusias, bahu-membahu merapikan lahan kosong yang akan digunakan lapangan secara swadaya.

Tokoh masyarakat setempat, Heri TB mengatakan, kegiatan gotong-royong untuk pembangunan realisasinya akan berskala dilakukan swadaya. 

“Secara berkala realisasinya dan bangunan ini untuk fasilitas olahraga, lapangan multi fungsi. Dilakukan secara swadaya,” katanya.

Selain menggali potensi di bidang olahraga seperti voli dan badminton kata dia, fasilitas olahraga itu  agar anak-anak usia sekolah ini bisa memanfaatkan lapangan dan tidak ketergantungan handphone.

“Kegiatan untuk pembangunan lapangan itu dirancang masyarakat agar generasi penerus tidak ketergantungan android. Kedepan wacana taman baca pun akan dibangun,” ujarnya.

Dia berharap, dibangunnya fasilitas olahraga ini, selain kegiatan olah raga, juga membangun kedekatan antar warga dan sarana bagi pembangunan masyarakat yang sehat, serta mendorong setiap orang untuk berkompetensi dengan cara yang baik.

“Menjadikan ajang media pemersatu bagai warga Batutulis. Diharapkan warga Desa Batutulis bisa lebih bersatu lagi,” katanya.

Sementara, penggiat olahraga Nako menjelaskan, bahwa di wilayahnya terhadap olahraga banyak peminatnya. Dengan begitu keinginan untuk membuat tempat olahraga cukup antusias.

Pasalnya, kegiatan olahraga yang sangat efektif untuk meningkatkan mentalitas positif. 

Kata dia, olahraga berfungsi refreshing, membangun kedekatan antar warga dan sarana bagi pembangunan masyarakat yang sehat juga mendorong setiap orang untuk berkompetensi dengan cara yang baik. 

“Sarana prasarana olahraga ini juga  merupakan ruang publik yang menciptakan keramaian, generasi muda dapat menyalurkan aktivitas positif agar terhindar dari narkoba, premanisme dan radikalisme,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Batutulis Subagja, merespons baik apa yang dilakukan masyarakat Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04 itu. 

“Kita sangat mendukung masyarakat Kampung Pasirgintung ini, terlebih ini untuk saran olahraga kepentingan umum yang cukup positif. Saya berharap ini bisa menjadi contoh untuk kampung-kampung yang lain,” tukasnya. 

** Andres

Terpilih Jadi Kades PAW Desa Singasari, Ini Pesan Camat Jonggol Untuk Euis Sujana

0

 

Jonggol | Jurnal Bogor 

Menang telak dengan perolehan 96 suara dari 150 pemilih, Kades PAW terpilih untuk Desa Singasari, Euis Sujana mendapat pesan khusus dari Camat Jonggol Andri Rahman akan persoalan pertanahan dan administrasi di Desa Singasari.

Andri Rahman berpesan untuk Kepala Desa Singasari harus sangat berhati-hati terkait dengan permasalahan pertanahan, karena Desa Singasari sangat rentan dengan permasalahan sengketa lahan baik dengan perorangan, perorangan dengan perusahaan, perusahaan dengan perusahaan kemudian perusahaan dengan negara dan perorangan dengan negara.

” Jadi banyak nih PR persoalan lahan untuk Kades Singasari, karena ada tanah BLBI juga disana, dan pesan ini umunya untuk kepala desa yang lain pun sama. Apalagi dengan posisi isu Kecamatan Jonggol akan dijadikan ibu kota maka banyak investor yang membeli tanah di wilayah Kecamatan Jonggol,” papar Andri kepada Jurnal Bogor, Senin (10/09).

Persoalan tersebut bisa saja muncul, kata dia, mungkin karena pembelian belum selesai, ada transaksi pembelian yang mungkin tidak sesuai dengan aturan pertanahan sehingga akan rentan terkait dengan permasalahan sengketa lahan.

” Oleh karena itu, harus sangat berhati-hati ketika akan membuat AJB ataupun akan naik menjadi sertifikat, juga dalam merekomendasi terkait dengan pertanahan-pertanahan di wilayah Kecamatan Jonggol. Khususnya Desa Singasari dan antisipasi untuk Desa Singajaya, Sukanegara, Sukajaya dan Desa Cibodas, wilayah tersebut agak lumayan dalam persoalan tanah, ” bebernya.

Mengingat tanah Perhutani pun kata dia, ada di Desa Sukanegara dan Desa Cibodas. Dia berharap kepada kepala desa sebelum menandatangani akta sebagai saksi atau transaksi apapun yang berhubungan dengan jual beli tanah agar mengecek kembali, terutama harus melihat lokasi dan cek dasar hukum tanahnya apa. 

” Ketika berbicara letter C, berarti cek letter C di desa. Kalo dasarnya girik cek dulu giriknya, kalau masih bentuk segel cek segelnya tahun berapa dasarnya letter C mana,?. Kemudian ketika berbicara AJB bisa langsung konfirmasi ke kecamatan kalo PPAT nya Camat. Namun, jika PPAT notaris langsung cek ke notarisnya. Apalagi kalo sertifikat lebih gampang, tinggal datang ke BPN untuk dilegalisasi melihat secara plotingan masih aman atau tidak,” jelas mantan Lurah Pakansari tersebut.

Menurutnya, jika pengecekan legalitas tanah dalam proses jual-beli itu dilakukan secara benar maka akan mengurangi persoalan yang akan dihadapi kedepannya.

** Nay Nur’ain

Warga Sukajaya Kaget, Getaran Gempa Bumi Berasal dari Bayah Banten

0

Sukajaya | Jurnal Bogor 

Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 yang terjadi di wilayah Bayah, Banten, Minggu (9/10/2022) sore, sempat mengagetkan warga di Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor. 

Pasalnya, saat getaran itu berlangsung warga berhamburan keluar rumah. Dengan begitu masyarakat merasa takut adanya gempa susulan. 

“Kerasa gede banget getarannya, makanya saya langsung keluar rumah karena takut ada gempa susulan,” kata warga Cileuksa Kaler, Marsinah.

Marsinah menjelaskan, guncangan yang sekarang sangat terasa dan besar ditambah pemukiman berada di lereng Gunung Gede.

“Getarannya tadi sore pukul 17.02 WIB, takut mau kedalam rumah, bahkan ada yang sakit jatuh di motor harus dibawa keluar karena ada guncangan,” katanya.

Senada dikatakan warga lain Toni Supendi (47) mengaku sedang bersama keluarga langsung keluar setelah merasakan getaran cukup besar.

“Biasanya kalau ada getaran langsung keluar agar lebih aman saja,” tukasnya.

Sementara, dalam rilisnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pusat gempa berada di laut 26 km barat daya Bayah Banten, dan gempa tidak berpotensi tsunami.

** Andres

Soal Saluran Air, Dua Keluarga Didamaikan Babinkamtibmas

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Adanya kesalahpahaman antara keluarga S dan keluarga AH terkait pembuatan saluran air di pemukiman yang berada di Kampung Tonggoh RT 01/RW 03, Desa Gunungsari, Citeureup, Kabupaten Bogor akhirnya bisa diselesaikan oleh Babinkamtibmas Desa Gunungsari, Polsek Citeureup, Bripka Guntur, Senin (10/09).

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandra Mulyana, S.H, S.IK,M.H, diwakili Bripka Guntur menjelaskan, pada pukul 10.00 – 11.30 WIB telah terselesaikan perihal pemecahan masalah warga Kp.Tonggoh RT 01 RW 03.

“Salah paham antara keluarga S dan keluarga AH yang merupakan sama-sama warga Kp. Tonggoh Desa Gunungsari sudah bisa diselesaikan dengan baik dan bijak,” ujar Bripka Guntur kepada Jurnal Bogor, Senin (10/09).

Menurutnya, persoalan berawal dari pembuatan saluran air di pemukiman  kemudian timbul perselisihan antara dua keluarga tersebut. Namun akhirnya masalah tersebut telah selesai dengan cara musyawarah yang disaksikannya sebagai Bhabinmas Desa Gunungsari, Muspides Gunung Sari dan perwakilan keluarga.

“Alhamdulillah kegiatan problem solving sudah kami lakukan disaksikan oleh Muspides. Semoga dengan hal tersebut kita bisa mengaktifkan kembali kerja bakti di lingkungan masing-masing,” tutur Bripka Guntur dengan humanis.

** Nay Nur’ain

Perkenalkan Perpustakaan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Ajak Kang Didin Mendongeng di Sekolah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor mengadakan road show mengenalkan perpustakaan dan sosialisasi budaya baca ke sekolahan TK dan SD di Kota Hujan. Dinas Arsip dan Perpustakaan mengajak pendekar dongeng, Kang Didin.

“Kami mengajak anak-anak untuk mengenal perpustakaan itu apa dan apa aja yang ada di perpustakaan, serta apa yg bisa kita dapatkan. Kegiatan ini sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2017 silam, namun sempat terhenti karena pandemi kemarin,” ujar Nurul Cikania, Pustakawan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor saat berkunjung ke TK Al Irsyad, Senin (10/10/2022).

Namun Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor kata Nurul tidak tinggal diam dengan keadaan ini. Sekarang ini orang tua bisa mendonwload ibogor di play store secara gratis.

“Disana banyak sekali buku bacaan mulai dari dongeng legenda sampai buku pendidikan dan insya Allah gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang baru akan diresmikan di bulan Desember 2022 ini yang beralamat di Jalan Kapten Muslihat Nomor 21 Bogor,” jelasnya.

Sementara agar anak-anak, khususnya usia TK dan SD agar mengenal perpustakaan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor mengajak pendongeng kondang kang Didin. Roadshow dongeng ini juga agar anak-anak rajin membaca agar bangsa ini bisa berjaya.

Akhir-akhir ini memang banyak anak sudah mulai berkurang keinginannya untuk membaca, termasuk membaca dongeng, membaca ilmu pengetahuan, membaca sejarah dan lain-lain. Sehingga tanpa disadari oleh orang tua, kalau anak-anak lebih senang bermain game atau pun menonton Youtube dan scroll Tiktok di handphone.

** Budi-ass

Jika Lewat Masa Tenggang tak Juga Usai, CV Bangun Mandiri Indonesia Terancam Kena Blacklist 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Peningkatan Jalan Cijayanti Babakan – Madang yang dikerjakan oleh CV Bangun Mandiri Indonesia dengan PT Dimensi Ronakon sebagai konsultan pengawas yang memakan anggaran sebesar Rp 900 jutaan, terancam diblacklist, jika tak juga merampungkan pekerjaannya di waktu tenggang 50 hari yang diberikan.

Fakhru Rizal

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 Fakhru Rizal. Menurutnya, untuk saat ini dibiarkan untuk menyelesaikan pekerjaannya dulu. Namun jika pada waktu tenggang yang 50 hari yang sudah diberikan dan disepakati masih belum bisa diselesaikan, maka Dinas PUPR yang punya kewenangan untuk segera menindak perusahaan tersebut.

” Setiap pekerjaan pasti ada kendalanya, namun apapun itu ketika sudah tertuang dalam kontrak harus tetap diselesaikan sesuai dengan kontrak yang berlaku. Walaupun ada masa 50 hari untuk melanjutkan pekerjaan tetap denda itu berjalan per harinya, dan dalam hal ini DPUPR harus jeli untuk melakukan tindakan kepada perusahaan yang dimaksud,” ujar politisi Partai Golkar tersebut kepada Jurnal Bogor, Senin (10/10).

Oleh karena itu, sambung dia, kita akan lihat dulu waktu tenggang yang diberikan jika tidak selesai juga maka anggota DPRD akan mengusulkan untuk memblacklist perusahaan tersebut.

” Jika tidak juga selesai di waktu tenggang yang diberikan, maka kami akan usulkan untuk memblacklist perusahaan tersebut yang mengerjakan jalan Cijayanti – Babakan Madang,” tegas Aleg yang berasal dari Dapil 1 tersebut.

Sebelumnya, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Cibinong, Entus membenarkan jika pekerjaan Peningkatan Jalan Cijayanti – Babakan Madang memang sudah melewati masa kontrak yang sudah ditetapkan.

” Sudah lewat 24 hari dari masa kontrak, namun karena dalam kontrak itu ada kesanggupan dari penyedia jasa jika pekerjaan tidak selesai masih ada masa 50 hari dari masa habis kontrak,” ujar Entus kepada Jurnal Bogor, Rabu (05/10).

Jadi, kata dia, dalam kontrak tersebut ada pernyataan kesanggupan dari penyedia jasa untuk melanjutkan pekerjaan yang tidak selesai di masa kontrak yang sudah di tentukan. Diberi tenggang waktu selama 50 hari kerja namun sudah masuk hitungan denda berbayar per harinya.

” Walau diperpanjang kontrak masa kesanggupan, tetap masuknya sudah hitungan denda. Dan untuk saat ini dari masa 50 hari tersebut sudah terpakai 24  hari, jika melihat progres pekerjaan sepetinya seminggu kedepan bisa selesai,” paparnya.

Dia menghimbau kepada para penyedia jasa untuk memaksimalkan waktu seefisien mungkin dari draf kontrak yang sudah disetujui bersama.

” Untuk pekerjaan lain yang ada di Babakan Madang semua selesai tepat waktu, hanya ini saja yang lewat dari masa kontrak awal, mungkin terkendala pengiriman betonnya atau administrasinya itu hanya mereka yang tau apa penyebabnya,” ujarnya. 

Terpisah disampaiakan penggunaan jalan Syarif (43) yang meminta agar pekerjaan segera diselesaikan, mengingat jika pagi hari kemacetan panjang pasti terjadi karena jalurnya sebelah dan bergantian.

” Semoga cepat selesai aja pekerjaannya, sudah lebih dari sebulan kondisinya begini aja, lambat ya menurut saya pekerjaan ini. Ya biar cepet selesai aja lah biar gak macet lagi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Hujan Deras Sebabkan TPT Longsor dan Timpa Rumah Warga

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Tebingan penahanan tanah (TPT) setinggi 4 meter di Kampung Muhajirin RT 02 RW 04, Desa Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor mengalami longsor dan menimpa rumah warga. 

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (9/10/22) sekitar pukul 16:00 WIB. Diduga longsornya TPT tersebut, akibat intensitas hujan yang turun cukup tinggi.

“Kemari hujan cukup deras. Awalnya melihat depan rumah air meluap, dan di belakang rumah lebih deras, sehingga pondasi di halaman rumah roboh,” ujar pemilik rumah, Lilis, Senin (10/10) kepada wartawan.

Dia mengatakan, beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, longsoran menimpa ruangan dapur dan kamar mandi rumahnya serta jalan lingkungan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami sekeluarga selamat,” ujarnya.

Kini para relawan dan warga yang dibantu Pemdes setempat, bergotong royong membersihkan bekas longsoran.

Dalam peristiwa tersebut warga berharap pemerintah untuk segera memperhatikan keadaan warga. Terlebih untuk akses jalan lingkungan yang putus. 

“Kami berharap kepada pemerintah untuk diperhatikan segera diperbaiki akses jalan lingkungan di pasang lagi TPT,” tukasnya.

** Andres

Hakanna Nahkodai PUAN Kota Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Kota Bogor resmi dipimpin oleh Hakanna untuk masa jabatan tahun 2021-2025.

Peresmian sendiri dilakukan melalui kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PUAN Kota Bogor yang berlangsung di Hotel Bigland, Kecamatan Bogor Tengah pada Sabtu (8/10).

“Alhamdulillah saya dipercaya menjabat sebagai Ketua PUAN Kota Bogor. Ini jabatan pertama saya,” ucap Hakanna usai kegiatan Musda.

Hakanna mengaku beberapa program prioritas telah disiapkan seperti merangkul perempuan-perempuan hebat yang ada di Kota Bogor dan membentuk pengurus di tingkat kecamatan hingga ke tingkat-tingkat RT dan RW.

“Tentunya target akan dilakukan di semua Dapil, dan program kerja tentunya mengacu pada DPW hingga DPP PUAN. Intinya kita akan turun ke lapangan, dan tujuan akhir atau goalnya adalah keterwakilan kita sebagai perempuan (maju dan masuk) di legislatif,” ungkapnya.

Soal segmen yang diperjuangkan PUAN Kota Bogor, Hakanna mengatakan bahwa sebenarnya banyak bidang yang menjadi fokus pihaknya, di mana di struktural organisasnya sendiri ada 11 bidang yang dibentuk dan akan menjadi fokus untuk diperjuangkan serta direalisasikan.

“Kalau sekarang, apa yang dibutuhkan masyarakat tentunya masih banyak. Nah inilah, bagaimana kita caranya turun ke bawah dan membantu masyarakat apa sih yang diinginkan, tentunya kita harus melihat,” ungkapnya.

“Setiap kecamatan kita akan turun, kerohanian juga kita tetap jalan, pengajian, bakti sosial, kesehatan, pengobatan dan itu kan rencana kita. Itu cara kita menyentuh masyarakat,” sambungnya.

Atas target itu, Hakanna pun berharap agar kader PUAN Kota Bogor dapat bersama-sama melaksanakan tugas yang sudah ditentukan.

“Semoga sekarang ini kita sama-sama melaksanakan tugas kita. Memang keinginan kita dan bahwa perempuan ini bisa berkarya, memberikan manfaat dan karena benar-benar menduduki keterwakilan legislatif, pasti goalnya itu,” katanya.

Hal senada diungkapkan Dewan Majelis Pakar DPP PUAN, Sawitri Soeparno. Ia berharap Ketua DPD PUAN Kota Bogor yang baru dapat menjalankan program kerja sesuai program DPP. Diantaranya, terkait bidang sosial dan kemasyarakatan yang mana manfaat dan jangkauannya langsung menyentuh masyarakat luas.

“Selain itu tentunya sebagai sayap partai PAN, kita juga harus ikut mendukung program-program PAN, dan juga kita mempunyai target untuk memenuhi kuota wanita yang akan bertarung di Pilkada 2024. Target idealnya jadi karena memang di Kota Bogor belum banyak (keterwakilan) perempuan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto usai membuka Musda Kedua DPD PUAN Kota Bogor meminta kader PUAN Kota Bogor untuk turun kelapangan, berkoordinasi dengan semua stakeholder dan program-program yang dirasakan oleh warga serta menggarap semua segmen mulai dari kaum ibu pengajian, majelis sampai pemuda pemilih pemula, semua harus masuk.

“Menurut saya persoalan-persoalan keseharian itu ada di tangan perempuan, masalah kesehatan, ekonomi, kesejahteraan, perempuan yang paling paham itu, gejolak-gejolak yang sekarang itu kaitannya dengan peran perempuan. Makanya saya bilang harus masuk ke wilayah, turun kelapangan, berikan masukan, saran, solusi seperti persoalan stunting, gizi, kesehatan, UMKM dan lain-lain,” singkat Bima yang juga sebagai Ketua DPP PAN.** Fredy Kristianto

Bojong Nangka Raih Tiga Penghargaan

0

Sapa Warga dan Desa Digital Award

 

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Festival Literasi Digital Jawa Barat sekaligus memberikan apresiasi kepada para penerima penghargaan Sapa Warga Award dan Desa Digital Award di Gedung Sate Bandung, Sabtu (8/10).

Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, menjadi salah satu penerima penghargaan Sapa Warga Award dan Desa Digital Award, sekaligus mewakili Kabupaten Bogor. Untuk Desa Bojong Nangka sendiri mendapatkan tiga kategori terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat diantaranya, Desa Pertanian Digital, Petani Terbaik, dan Humas Digital Terbaik.

“Alhamdulillah kita masih dipercayakan untuk mendapatkan penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Barat, ini adalah bentuk support dari semua masyarakat Desa Bojong Nangka yang sudah berkorban dan ikut membantu setiap program-program yang pemerintah desa terapkan. Alhamdulillah membawakan hasil yang baik untuk semua,” ucap Kepala Desa Bojong Nangka Amir Arsad kepada Jurnal Bogor via telepon selularnya, Minggu (9/10).

Dia berharap dengan adanya penghargaan untuk Desa Bojong Nangka ini bisa membawa desanya menjadi lebih baik lagi.

“Semoga kedepannya kita bisa memajukan Desa Bojong Nangka yang lebih baik lagi, dengan menjalankan program-program yang sudah kita lakukan. Saya berharap semua pihak bisa bekerjasama dan tetap solid mendukung program Desa Bojong Nangka,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti Jamilah yang mendapatkan penghargaan petani terbaik merasa terharu dengan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

“Saya sangat merinding, bercampur sedih, senang dan bahagia, tidak menyangka bahwa KWT Berseri sudah sampai sejauh ini, dan ini akan menjadi acuan kita kedepannya untuk lebih baik lagi dan menuju tingkat nasional,” ucapnya haru.

Mudah-mudahan kata dia, apa yang didapat sekarang bisa memotivasi untuk desa lainya yang ada di Kecamatan Gunung Putri dan Kabupaten Bogor.

“Untuk lebih meningkatkan potensi, kemampuan dan karakter masing-masing untuk memberikan yang terbaik untuk desa, kecamatan dan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain