31.7 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 832

Warga Keluhkan Keberadaan Kandang Ayam, Apud: Kami Akan Layangkan Surat Teguran 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Warga Kampung Manglad RT 004/001 Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengeluh dengan adanya kandang ayam yang dianggap mengganggu warga sekitar. Sebab, tak jarang akibat adanya kandang ayam tersebut banyak lalat yang berkeliaran hingga ke rumah-rumah warga.

Usep (bukan nama sebenarnya) (41) warga sekitar, mengaku tidak merasa keberatan dengan adanya kandang ayam tersebut asal harus memikirkan kondisi sekitar seperti baunya jangan sampai menyebar ke lingkungan dan lainnya.

“Yang jaraknya dekat justeru gak merasakan apa-apa, tapi yang jaraknya jauh malah sangat tercium baunya dan itu sudah berjalan selama 3 tahun,” papar Usep.

Selain itu, kata dia, kandang ayam yang merupakan produksi telur ini baunya lebih menyengat dari ayam potong biasa. Dan perhatian kepada lingkungan pun diakuinya sangat minim.

“Mungkin perhatiannya dirasakan oleh sebagian orang, tapi saya pribadi tidak merasakan perhatian apapun dari adanya kandang ayam petelor tersebut,” keluhnya.

Dia meminta agar Pemerintah Desa Sukasari ikut memikirkan kondisi saat ini, mengingat kandang ayam tersebut berada di tengah pemukiman warga.

“Gak tau gimana bisa keluar izinnya, padahal adanya di tengah pemukiman warga, setau saya untuk pembuatan kandang ayam apalagi skala besar itu harus ada jarak beberapa puluh meter mungkin atau berapa kilo gitu dari pemukiman warga, tapi ini mah 100 meter itu sudah nempel dengan pemukiman warga,” bebernya.

Terpisah disampaikan Kepala Desa Sukadamai Apud, kandang ayam tersebut sudah berada di lokasi itu terbilang lama, bahkan sebelum dirinya menjabat kades. Namun dengan adanya keluhan warga baru mendengarnya.

” Awalnya kenapa kandang ayam itu ada di tengah pemukiman warga karena memang dulu sudah ada persetujuan dari warga. Tapi jika sekarang saya mendapat keluhan dari warga seperti ini dengan banyaknya lalat yang masuk ke pemukiman saya akan melayangkan surat teguran kepada pengusaha ayam petelor tersebut,” papar Apud kepada Jurnal Bogor, Kamis (06/10).

Menurutnya, untuk kompensasi atau perhatian mungkin di lingkungan sekitar warga merasakan, tapi untuk di Pemerintahan Desa Sukadamai sendiri i tidak pernah meminta apapun kepada pengusaha yang ada di sekitar.

“Boleh berusaha, bahkan kami membuka pintu lebar-lebar untuk investor masuk ke desa kami. Tapi dengan syarat, harus memikirkan kondisi lingkungan sekitar, jangan hanya memikirkan keuntungan dan keberlangsungan usaha mereka, saya akan tegur,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Perisai Minta Polsek Cileungsi Segera Tangkap Pelaku Pencurian Pecah Kaca Mobil

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Ketua Bidang Hukum Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai), De La Aditiya meminta pihak kepolisian Polsek Cileungsi menangkap pelaku pecah kaca mobil yang menimpa Ketua LBH PP Perisai di Cileungsi beberapa waktu lalu.

De La Aditiya mengatakan, peristiwa yang menimpa Syamsul sebagai Ketua LBH Perisai itu bermula saat korban sedang makan siang di rumah makan Padang, Pasar Gandoang, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Kejadiannya begitu cepat, saat korban sedang makan sekitar jam 18.50 WIB, dan baru ditinggalkan hanya 5 menit. Ketika hendak melihat mobil, korban terkejut lantaran kaca mobil miliknya sudah dalam keadaan pecah,” katanya kepada Wartawan. Kamis (6/10)

Menurut korban, lanjut Aditiya, pelaku yang berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor model Yamaha Vixion itu menggondol sejumlah barang milik korban yang disimpan di jok belakang.

“Barang milik korban yang diambil ialah satu buah laptop merek Asus warna putih dengan beberapa flashdisk,” ungkapnya.

Setelah itu, korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi dengan Nomor laporan : LP/B/922/X/2022/Res Bogor/Sektor Cileungsi. 

Ia meminta agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan korban dan segera menangkap pelakunya.

“Dengan adanya kejadian ini saya meminta aparat kepolisian segara menindak lanjuti laporan korban,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dirjen PSKL Lihat Hasil Panen Pupuk Mikoriza Arbuskula di Malasari

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto bersama Setdirjen Mahfud mengunjungi kelompok masyarakat Model Kampung Konservasi (MKK) Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (5/10).

Kunjungannya tersebut dalam rangka melihat hasil panen pupuk mikoriza arbuskula yang digarap Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor hasil kerjasama dengan kelompok masyarakat MKK.

Ketua kelompok masyarakat MKK Cisangku Hendrik sangat mengapresiasi terhadap pengembangan pupuk hayati mikoriza arbuskula yang dilakukan oleh UNB.

“Alhamdulillah kami telah berkerja sama dengan UNB sehingga Dirjen PSKL hari ini ikut serta menyaksikan kelompok masyarakat MKK memanen dan mengaplikasikan pupuk mikoriza untuk tanaman di persemaian di hutan konservasi,” ungkapnya. 

Dia berharap program tersebut ke depan bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak dan instansi terkait untuk menuju masyarakat sejahtera dan hutan lestari. 

“Sebagai mana terwujudnya TNGHS sebagai taman nasional terbaik yang dikonstruksikan secara sosial menjamin kelestarian dan kesejahteraan masyarakat sebagai penyangga kehidupan,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir juga perwakilan dari PT. Aneka Tambang (Antam) Pusat dan Pongkor.

** Andres 

Kecamatan Jonggol Jemput Bola Perekaman E-KTP

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Kecamatan Jonggol melakukan sistem jemput bola untuk perekaman kartu tanda penduduk atau KTP elektronik kepada manula dan juga pasien yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan di rumah sakit.

“Kami siap melakukan jemput bola ke rumah para manula dan orang sakit agar masyarakat terbantu, sebagai Pemerintah Kecamatan Jonggol kami akan memberikan  pelayanan prima kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” Kasie Pelayanan Kecamatan Jonggol kata Dedi Hidayat  kepada Jurnal Bogor, Kamis (06/10).

Dedi menuturkan, pelayanan ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti adanya laporan masyarakat yang meminta Kecamatan  Jonggol mendatangi rumah para manula dan rumah  sakit karena ada  pasien  yang sangat  membutuhkan KTP elektronik untuk melengkapi berkas administrasi pasien.

“Jadi, ada  yang melaporkan  ke kantor kecamatan bahwa warga sedang berada di rumah sakit dan membutuhkan  KTP elektronik,” ujarnya.

Dengan sigap, petugas operator kata dia bergegas menuju rumah sakit untuk melakukan perekaman di salah satu kamar rawat inap  RS Cileungsi dengan membawa alat rekam KTP elektronik. Setelah usai rekam data, operator langsung menyerahkan dokumen yang dibutuhkan  dengan berkoordinasi ke petugas di kantor.

“Layanan ini dilakukan untuk  menunjukkan dan memberi  kemudahan mengurus administrasi kependudukan, hanya membutuhkan koordinasi dan sinergi yang cepat. Hanya saja jemput bola ini sangat urgen dan harus dengan cepat karena pasien sudah ada di kamar rawat inap RSU  Cileungsi,” ujarnya.

Dedi menegaskan sistem jemput bola perekaman KTP elektronik ini didukung sarana rekam yang lengkap sehingga untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada warga berkebutuhan khusus.

“Warga yang ingin mendapatkan layanan ini merupakan warga berkebutuhan atau dalam kondisi khusus yang tidak mampu mendatangi kantor kecamatan. Cukup dengan mengajukan permohonan daring pada pelayanan Kecamatan Jonggol,” paparnya.

Menurutnya, warga juga dapat langsung melapor melalui petugas kecamatan. Layanan ini bisa diakses oleh warga perorangan maupun bagi komunitas yang membutuhkan pelayanan.

“Diharapkan dengan upaya ini, kebutuhan pembuatan pelayanan Kecamatan Jonggol  bisa dengan mudah hingga diantar. Semoga warga mengetahui pentingnya mengurus administrasi kependudukan,” pungkasnya.

** Ramses/Nay 

Polsek Ciampea Ucapkan Selamat HUT TNI ke Koramil 0621-14/Ciampea

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Di Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-77 tahun, jajaran Polsek Ciampea mendatangi markas Koramil 0621-14/ Ciampea untuk memberikan ucapan selamat dengan membawa tumpeng yang dibuat spesial.

Kapolsek Ciampea, Kompol Beben Susanto mengatakan, Polsek Ciampea telah mempersiapkan sebelumnya untuk memberikan ucapan kepada Danramil dan anggota Koramil Ciampea.

“Jadi hari ini jajaran Polsek Ciampea telah datang ke Koramil Ciampea dalam rangka mengucapkan HUT TNI ke-77. Semoga TNI tetap solid dan tetap sinergi dengan Polri dan masyarakat dan juga tetap jaya selalu,” kata Kompol Beben Susanto kepada wartawan, Rabu (5/10).

Selama ini Polsek Ciampea dengan Koramil Ciampea kata di terus bersinergi. Bahkan tidak pernah ada masalah dan saling membantu dalam setiap kegiatan.

“Sinergi kita sudah bagus tidak pernah ada masalah dan selalu mendukung setiap kegiatan yang memang yang ada kaitannya dengan tugas-tugas kepolisian,” katanya.

Kompol Beben juga menjelaskan, setelah mendatangi markas Koramil Ciampea, ia bersama anggota langsung menyambangi rumah Danramil Ciampea Kapten Inf Agus Purnama Yusuf yang tengah sakit.

“Setelah datang ke markas Koramil bertemu dengan anggota, kami datang ke rumah Danramil memberikan ucapan sekaligus mendoakan beliau agar segera sehat kembali,” tukasnya.

** Andres

Fornas P4S Jadi Ajang Gali Ilmu dan Bangun Jejaring Bagi Peserta

0

Bali | Jurnal Bogor

Forum Nasional Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S)  yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian beberapa hari lalu menjadi ajang untuk belajar dan membangun jejaring para pesertanya. Hal tersebut disampaikan beberapa peserta dalam kesempatannya mengikuti forum para petani dan penyuluh berskala nasional tersebut.

Firman Nurani Sidik, petani asal Temanggung, Jawa Tengah menuturkan melalui forum tersebut Ia termotivasi untuk lebih banyak belajar dan memperluas jaringan yang menurutnya merupakan salah satu bentuk investasi.

“Motivasi saya disini adalah untuk belajar bagi kami dari P4S itu yang paling berharga adalah investasi dari leher keatas, dan salah satunya mengikuti fornas P4S ini” tutur Firman

Firman menjelaskan melalui Fornas P4S tentunya akan bertemu dengan banyak petani dan penyuluh P4S di seluruh Indonesia dan membuka peluang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, ide-ide, serta membangun jaringan.

“Disini saya bertemu dengan teman-teman P4S se-Indonesia, mereka sudah memiliki bisnis dan produk yang luar. Di situlah saya dapat belajar, melihat, dan bertanya langsung pada pelaku-pelaku usaha untuk dapat diadopsi, diperbaiki, dan dikembangkan bagi P4S saya kedepannya”, jelas pengelola P4S Agro Kirana Temanggung.

Peserta lainnya, Fery Setyawan, petani milenial asal Sragen, Jawa Tengah merasa beruntung berkesempatan mengikuti Forum Nasional P4S karena menurutnya melalui forum tersebut ia dapat membangun jaringan dengan para petani mulai dari hulu hingga hilir sehingga diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan harga pasar yang selama ini dialami oleh petani.

“Yang pertama, melalui forum ini, kita dapat membentuk jaringan petani mulai dari hulu hingga hilir. Nah jika sudah mulai membentuk jaringan di hilir, sudah menguasai di hilir, otomatis insyaallah selesailah masalah petani terkait harga pasar, dimana harga pasar itu naik dan turun, tidak ada kestabilan”, kata Fery.

P4S sebagai pembaharu perdesaan memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian, oleh karenanya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan penguatan kelembagaan P4S sebagai pembaharu perdesaan

“Sebagian besar budidaya pertanian dan peternakan dilakukan di desa. Dengan demikian, penguatan usaha tani dan kapasitas SDM di pedesaan mutlak dibutuhkan. Untuk itulah diperlukan penguatan kelembagaan P4S”, tegas Mentan Syahrul.

Sementara itu, Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)  mengatakan P4S tumbuh secara swadaya dengan dilatar belakangi oleh motivasi petani dan pelaku usaha agribisnis yang sukses dalam usahanya untuk membagi pengalaman dan kita-kita keberhasilannya kepada sesama petani melalui proses pelatihan dan permagangan di bidang pertanian perdesaan.

“Melalui rangkaian pelatihan dan kegiatan di Fornas P4S ini, P4S siap menjadi pusat memperbaharuan pertanian di desa masing -masing,” kata Dedi.

Kegiatan Fornas P4S berlangsung pada tanggal 24–27 September 2022, dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari perwakilan P4S seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatannya meliputi Musyawarah Nasional (Munas) P4S, Expo Teknologi dan Inovasi P4S, Penandatanganan Akad KUR, Penandatanganan MoU antara P4S dengan offtaker, Pelepasan Ekspor Produk P4S, Temu Agribisnis dan Pemberian Apresiasi.

** Nita/PPMKP

Gugatan Terhadap Yayasan Az-Zikra Dicabut

0

LBH Peradmi Apresiasi Pencabutan Gugatan

Bogor | Jurnal Bogor

Yayasan peninggalan mendiang Ustaz Arifin Ilham, Yayasan Az-Zikra yang dipimpin Alvin Faiz sempat kisruh dengan adanya pelaporan seorang donator yang mengajukan audit eksternal.

Namun kini mereda setelah pada sidang perdana Selasa, 4 Oktober 2022, gugatannnya dicabut oleh kuasa hukumnya, Hanny Kristianto.

Belakangan diketahui pencabutan perkara tersebut atas amanah dari beberapa ulama, khususnya dari Buya Yahya.

Sementara Prof. DR. H Suhendar, SE., SH., LLM yang didampingi oleh Ketua LBH DPP Peradmi Sagitarius, SH bersama advokat Irwan Setiawan mengapresiasi upaya pencabutan tersebut.

“Saya bersama tim kuasa hukum dari Yayasan Az-Zikra mengucapkan syukur, berkat rahmat Allah, saya mendengar bahwa gugatan yang dilakukan oleh saudara x telah dicabut hari ini, dan saya dengar PN Cibinong juga akan melakukan pencabutan pula,” ujar Prof DR H Suhendar bersama tim melalui keterangannya, Selasa (4/10/22).

Terkait pencabutan tersebut dikatakan kuasa hukum Sagitarius, SH bahwa pihaknya merespons dengan baik.

“Atas peristiwa ini kita jadikan pembelajaran, agar kedepannya yayasan akan membaik dan lebih baik lagi,” harap Sagitarius, SH.

Tim kuasa hukum dari pihak Az-Zikra juga rencananya akan menghadiri pencabutan gugatan yang akan dilakukan oleh pihak Pengadilan Negeri Cibinong.

**asepss/rls

Satpol PP Didampingi Dinas Teknis Segel Lenirra Villa dan Resto Cijeruk

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, menyegel Lenirra  Villa dan Resto yang berlokasi di Kampung Cipanengah RT 01 RW 02, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk. Saat penyegalan, Satpol PP yang merupakan instansi eksekutor itu didampingi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

Sebelum disegel, Kepala DPMPTSP, Dace Supriadi bersama Kepala Satpol PP, Cecep Imam dan DPKPP yang diwakili Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tata Bangunan Wilayah II Ciawi, Agung Tarmedi, berkumpul dan menjelaskan kepada perwakilan Lenirra terkait pelanggaran yang dilakukan pihak pengusaha.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Dace Supriadi mengatakan, keberadaan Lenirra ini terbagi dua titik. Dimana untuk lokasi titik pertama, Lenirra berada di lahan seluas 11,700 meter, sedangkan di lokasi titik kedua memiliki lahan seluas 3,6 hektar atau 36000 meter.

Dari ke dua titik tersebut, lanjutnya, untuk titik pertama seluas 11,700 meter, pengusaha bisa menggunakan lahannya untuk dibangun villa dan resto, karena sesuai dengan tata ruangnya lahan tersebut masuk kedalam lahan kering dan kebun.

“Kalau di lokasi lahan pertama, diperbolehkan pengusaha membangun sekitar 60 persen, sisanya untuk ruang terbuka hijau,” ungkap Dace kepada wartawan usai menyaksikan penyegelan Lenirra Villa dan Resto, Rabu (5/10).

Berbeda dengan lahan seluas 3,6 hektar yang dimiliki pihak Lenirra, menurutnya, lokasi kedua yang saat ini sedang tahap pembangunan itu, masuk kedalam kawasan lahan basah atau pertanian yang biasa disebut LP2B. Sehingga, tidak diperbolehkan ada bangunan berdiri di lahan tersebut.

“Ini masuk kedalam pelanggaran berat yang dilakukan pihak pengusaha, karena sudah ngeyel dengan tetap membangun di lahan LP2B. Makanya Satpol PP langsung menyegel serta memasang pita kuning di pintu masuk utama Lenirra dan bangunan-bangunan lainnya yang berdiri di lahan pertanian,” tegas Dace.

Meski begitu, mantan Kasatpol PP era kepemimpinan Bupati Bogor Rachmat Yasin periode 2008-2013 itu pun menyatakan, pihaknya sangat mendukung setiap investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Bogor. Sehingga, pihaknya sangat memaklumi dan menghargai investasi maupun proyek investor.

“Kita terbuka, siapapun yang berinvestasi di Kabupaten Bogor, hanya saja kalau ada pelanggaran ruang harus dijaga dan jangan dilanggar,” ujarnya.

Dace menambahkan, saat ini tim teknis perizinan beserta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, sedang membahas tentang tata ruang di wilayah Cijeruk, terutama di lokasi lahan Lenirra. Adapun jika memang ada perubahan tata ruang dan di Perda memungkinkan dilakukan perubahan bisa saja. “Tapi kan ini lahan sawah yang harus dilindungi,” imbuhnya.

Usai melakukan penyegelan, Kasat Pol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam menegaskan, pihak pengusaha tidak boleh membuka apalagi merusak segel yang sudah dipasang, baik itu segel yang ada di pintu gerbang utama maupun di bangunan-bangunan lainnya. “Bila ketahuan segel dirusak atau dicopot, pengusaha bisa dipidanakan,” jelasnya.

Mantan Camat Babakanmadang sebelum menjabat Kasatpol PP itu pun mengungkapkan, di lokasi bangunan-bangunan yang sudah dipasang segel, tidak diperbolehkan ada kegiatan atau dibuka dengan alasan apapun. “Termasuk kegiatan pembangunan juga tidak boleh. Semua aktivitas dihentikan sebelum permasalahannya selesai,” papar Cecep.

Sementara, perwakilan Lenirra Villa dan Resto, Rio mengaku kaget dengan kedatangan tim teknis dari Pemkab Bogor yang akan melakukan penyegelan. Alasannya, karena berdasarkan surat pemberitahuan yang masuk ke perusahaan tempatnya bekerja, tidak ada pemberitahuan penindakan penyegelan.

 “Aneh saja, di surat pemberitahuan yang kami terima, kedatangan mereka (tim teknis) Kabupaten Bogor, hanya untuk sosialisasi OSS,” akunya.

Namun, adanya  penyegelan terhadap bangunan resto dan pintu utama masuk, Rio pun terpaksa harus merumahkan sejumlah karyawan yang merupakan warga setempat. “Kami menghormati dan menghargai apa yang dilakukan tim teknis. Tapi dengan berat hati terpaksa untuk sementara karyawan harus dirumahkan dulu sebelum selesai permasalahannya,” tukas Rio.

** Dede Suhendar/Deni Pratama

Belum Rampung, Peningkatan Jalan Cijayanti – Babakan Madang Lewat Masa Kontrak 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Peningkatan Jalan Cijayanti Babakan – Madang yang dikerjakan oleh CV Bangun Mandiri Indonesia dengan PT Dimensi Ronakon sebagai Konsultan Pengawas yang memakan anggaran sebesar Rp 900 jutaan, belum juga rampung padahal sudah melewati masa kontrak.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Cibinong, Entus membenarkan pekerjaan tersebut memang sudah melewati masa kontrak yang sudah ditetapkan. “Sudah lewat 24 hari dari masa kontrak, Namun karena dalam kontrak itu ada kesanggupan dari penyedia jasa jika pekerjaan tidak selesai masih ada masa 50 hari dari masa habis kontrak,” ujar Entus kepada Jurnal Bogor, Rabu (05/10).

Jadi kata dia, dalam kontrak tersebut ada pernyataan kesanggupan dari penyedia jasa untuk melanjutkan pekerjaan yang tidak selesai di masa kontrak yang sudah ditentukan. Kontraktor diberi tenggang waktu selama 50 hari kerja dan sudah masuk hitungan denda berbayar per harinya.

“Walau diperpanjang kontrak masa kesanggupan, tetap masuknya sudah hitungan denda. Dan untuk saat ini dari masa 50 hari tersebut sudah terpakai 24  hari, jika melihat progres pekerjaan sepetinya seminggu kedepan bisa selesai,” paparnya.

Dia menghimbau kepada para penyedia jasa untuk memaksimalkan waktu seefisien mungkin dari draf kontrak yang sudah disetujui bersama.

“Untuk pekerjaan lain yang ada di Babakan Madang semua selesai tepat waktu, hanya ini saja yang lewat dari masa kontrak awal, mungkin terkendala pengiriman betonnya atau administrasinya itu hanya mereka yang tau apa penyebabnya,”ujarnya. 

Terpisah disampaikan Syarif (43), penggunaan jalan yang meminta agar pekerjaan segera diselesaikan, mengingat jika pagi hari kemacetan panjang pasti terjadi karena jalurnya sebelah dan bergantian.

“Semoga cepat selesai aja pekerjaannya, lebih dari sebulan kondisinya begini aja, Lambat ya menurut saya pekerjaan ini. Ya biar cepet selesai aja lah biar gak macet lagi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

MTs Al Khaeriyah Kekurangan Ruang Belajar

0

Rumpin | Jurnal Bogor 

Madrasah Tsanawiyah (MTs) AL-Khoeriyah di Kampung Pabuaran, Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor membutuh perhatian pemerintah. Sekolah ini masih kekurangan ruang belajar.

Kepala Sekolah MTs Al Khaeriyah Ujang Atoilah menjelaskan, pascakejadian ambruk atap dan dinding sekolah pada beberapa bulan lalu, proses belajar mengajar harus menggunakan ruangan seadanya.

“Kejadian ambruk pada malam hari, akibatnya dua lokal ruang kelas hancur dan terpaksa proses belajar mengajar harus menggunakan ruangan seadanya,” ungkapnya.

Padahal kata dia, sebelum mengalami ambruk pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan Ruang Kelas Baru (RKB), baik ke dinas terkait maupun melalui Musrenbang. Akan tetapi pihak terkait seolah acuh dengan kondisi sekolah yang tidak layak.

“Sebelumnya kita sudah ajukan ke pihak terkait, baik melalui Dinas, Kementerian Agama maupun melalui Musrembang namun hasilnya nihil,” katanya.

Terkait hal itu, pihak Kecamatan Rumpin merespons, bahkan mengunjungi sekolah tersebut.  

Sementara Camat Rumpin Ade Zulfahmi  saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, bahwa dinamika sekolah swasta atau yayasan dituntut mandiri dan kewenangannya berada di Kementerian Agama (Kemenag).

“Dalam hal ini pihak pemerintah harus lebih peduli dan lebih aktif lagi menangani pendidikan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya wilayah Kecamatan Rumpin. Jangan sampai program Bogor Cerdas (Bodas) hanya menjadi pepesan kosong bagi lembaga pendidikan yang ada di wilayah Bogor,” tukasnya.

** Andres