27.7 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 832

Demokrat Memanas, Kubu Anita Digoyang

0

JURNAL INSPIRASI – Situasi di tubuh DPC Partai Demokrat Kota Bogor memanas, seiring dilayangkannya gugatan ke Mahkamah Partai perihal dugaan perbuatan melawan hukum terkait penetapan Anita Primasari Mongan sebagai ketua DPC periode 2022-2027 oleh BPOKK DPP dan DPD Demokrat Jawa Barat pada Muscab IV Kota Bogor.

Diketahui, gugatan tersebut dilayangkan oleh 22 kader Partai Demokrat, salah satunya adalah Nur Hafizah selaku calon ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor melalui Kantor Hukum Jimmi Sibuea SH. MH dan Rekan.

Dikonfirmasi perihal tersebut, salah satu penggugat Agus Sulaksana sebagai Ketua BPOKK DPC Partai Demokrat Demisioner Kota Bogor memilih irit bicara. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil dari Mahkamah Partai.

“Lagi nunggu keputusan. Nanti kita jawab setelah ada putusan ya kang,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis (25/8).

Berdasarkan sumber yang enggan disebutkan namanya, gugatan dilayangkan lantaran Anita diduga daat mendaftar belum memenuhi syarat 20 persen dukungan hingga batas waktu yang telah ditentukan. “Bahkan salah satu surat dukungan diberi setelah pendaftaran ditutup,” ucap sumber tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi perihal gugatan tersebut, Anita tidak membalas pesan singkat yang dilayangkan wartawan.

Terpisah, Bendahara DPC Partai Demokrat periode 2022-2027, H Mulyadi mengatakan bahwa pendaftaran Anita sebagai bakal calon (balon) ketua dilakukan sehari sebelum pendafataran ditutup. Begitupun dengan surat dukungan dari DPC, yang diberikan kepada Anita setelah Ketua DPC sebelumnya, R Dodi Setiawan mencabut dukungan terhadap Nur Hafizah.

“Dukungan terhadap Anita diberikan tak hanya melalui surat. Tapi juga yang bersangkutan (Dodi) hadir langsung saat memberi dukungan. Jadi semuanya sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ditetapkan oleh panitia muscab. Mungkin Bu Nur Hafizah merasa mendapat restu DPC. Tapi sebenarnya sebelum pendaftaran sudah dicabut, begitu juga dukungan dari DPD diberi sebelum daftar,” kata pria yang akrab disapa H Joy itu.

Ia juga menyebut bahwa panitia muscab takkan gegabah menerima balon yang tak sesuai dengan mekanisme dan aturan organisasi. “Menurut saya sudah benar apa yang dilakukan oleh panitia ini. Ketika balon lulus menjadi calon dilakukan fit and propered test oleh Tim 5,” katanya.

Lebih lanjut, H Joy juga menegaskan bahwa gugatan yang dilayangkan kepada Mahkamah Partai merupakan hak kader Demokrat. “Upaya dari calon sebelah merupakan hak seseorang,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Tebingan yang Longsor Ancam Pemukiman Warga

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Tebingan yang mengalami longsor di Kampung Ngasuh RT 06 RW 03, Desa Curug, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mengancam pemukiman warga. Bahkan longsor yang terjadi beberapa bulan lalu itu belum ada perbaikan dari pihak terkait.

Kepala Desa Curug, Aton mengatakan, longsor itu terjadi pada 9 Juni 2022. Saat itu hujan deras terjadi pada pukul 13.00 – 19.00 WIB hingga menyebabkan longsor.

“Kita sudah ajukan beberapa kali ke dinas terkait untuk perbaikan. Namun sampai saat ini belum ada perbaikan dan respons,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin. 

Dia menjelaskan, di area longsoran itu terdapat sekitar 6 rumah warga. Tentu, jika hal ini dibiarkan berlarut-larut akan berbahaya bagi keselamatan warganya.

“Jika dibiarkan akan berbahaya dan mengancam keselamatan warga apalagi saat ini sering terjadi hujan dikhawatirkan terjadi longsoran yang lebih besar,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga belum lama ini telah mengirimkan surat kepada BPBD Kabupaten Bogor untuk kembali melakukan pengecekan longsor di wilayah itu yang panjangnya 50 meter dengan tinggi 15 meter. “Mudah mudahan segara ada tanggapan untuk pembangunan TPT jangan sampai ini dibiarkan,” tukasnya.

** Andres

Disurvei Dinkes, Pustu Sukaluyu Dipastikan Dibangun 2023

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor  Anni Bersari Kristina menyambangi gedung pelayanan kesehatan Puskesmas pembantu (pustu) di Kampung Sawah RT 02 RW 04 Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung. Dinkes merespons kebutuhan masyarakat agar gedung pustu yang sudah tak layak itu bisa dibangun kembali.

Menurut Anni Bersari, bangunan pustu di Desa Sukaluyu itu memang sudah tidak layak karena kondisi bangunannya sudah banyak yang retak-retak, kemudian bolong di atas plafon serta pintu-pintu juga ada yang sudah tidak ada.

“Memang pustu itu selain tidak layak, bahkan terlihat toilet juga sudah tidak berfungsi,” kata Anni Bersari Kristina ditemui saat survei gedung pustu kepada Jurnal Bogor, Rabu (24/8).

Dia menjelaskan, untuk pembangunan pustu itu kalau  dibuat di perubahan anggaran, tidak memungkinkan sebab bangunan ini pustu ini jelas tidak layak dan harus dibongkar total.

“Tidak mencukupi apalagi penunjukan langsung (PL)  itu dibawah 200 juta, sebab gedung pustu itu harus dibangun total karena sudah tidak layak.” ringkas Anni.

Meski demikian, pelayanan kesehatan tetap berjalan, dan gedung pustu akan dibangun pada 2023 mendatang.

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung mengatakan, pihaknya akan terus  mendorong anggaran  pembangunan atau renovasi bangunan pustu dengan kondisi tak layak. Pustu ini masih  digunakan melayani warga yang memeriksa kesehatan meskipun membahayakan masyarakat dan petugas kesehatan.

“Bangunan pustu yang tak layak itu, sebelumnya sudah saya forward ke Kadinkesnya (Kepala Dinas Kesehatan). Insya Allah perencanaan pembangunan gedung pustu  bisa terealisasi 2023,” tukasnya.

** Arip Ekon

Sirnagalih Sabet Juara 3 Desa Terbaik

0

Acmad Anwar Pesan Warganya Lakukan Hal Positif

Jonggol | Jurnal Bogor 

Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor menyabet juara 3 untuk kategori Desa Terbaik tingkat Kecamatan Jonggol. Kepala Desa Sirnagalih Achmad Anwar pun mengajak warganya untuk melakukan hal-hal yang positif termasuk dalam memeriahkan kemerdekan Republik Indonesia sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Alhamdulilah dalam kegiatan Lomba Tingkat Kecamatan ini Desa Sirnagalih merai juara 3 untuk kategori Desa Terbaik,” ujar Achmad Anwar kepada Jurnal Bogor, Rabu (24/08/22).

Menurutnya, selain meraih juara sebagai Desa Terbaik, Pemdes Sirnagalih juga berhasil meraih juara untuk beberapa kategori diantaranya juara 1 lomba pos keamanan desa, juara 2 lomba adm dan kebersihan masjid, juara 3 lomba PBB linmas, dan juara 2 lomba posyandu.

“Semua kejuaraan ini untuk warga Desa Sirnagalih yang senantiasa mendukung setiap program Pemerintahan Desa, dimana tanpa kerjasama dan gotong-rojong kita tidak mungkin bisa sampai ke titik ini,” ujar Bonyok sapaan akrabnya.

Dia berharap kedepan, dengan adanya predikat ini bisa menambah semangat warga untuk mengikuti dan mendukung setiap program yang ada di Pemerintahan Desa, baik program dari pemerintah pusat, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat maupun tingkat Kecamatan Jonggol.

“Karena dengan desa yang berprestasi berarti bisa menunjukan kekompakan di masyarakatnya, dan harapan saya warga Desa Sirnagalih selalu kompak dan saling bergotong-royong dalam setiap kegiatan-kegiatan positif,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Cegah Lakalantas, Polsek Gunung Putri Sisir Anak SMA 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat menurunkan personilnya untuk melakukan pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan yang dibawa oleh siswa-siswi di Sekolah Menengah Atas (SMA), Rabu (24/08/22).

Menurutnya hal tersebut dilakukan guna mengurangi angka kecelakaan lalu lintas terutama untuk pengguna kendaraan roda dua yang kerap menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan dan didominasi oleh anak muda sebagai pengendara.

“Alhamdulillah kegiatan pada hari ini Rabu tanggal 24 Agustus 2022 berjalan dengan lancar dan tertib ” ujar Kapolsek Gunung Putri kepada Jurnal Bogor.

Kegiatan tersebut merupakan penertiban berlalu lintas yang menyasar di tiga sekolah yaitu SMA Negeri 1 dan 2 serta SMKN 1 Gunung Putri. “Kami menurunkan sebanyak 3 personil  di masing-masing sekolah untuk mengecek kelengkapan kendaraan dimulai dari helm, spion, plat nomor dan knalpot bising,” papar mantan Kapolsek Cibinong tersebut.

Kegiatan ini, kata dia, semata-mata untuk meningkatkan citra sekolah sebagai kawasan pendidikan yang sudah seharusnya menegakkan aturan dan disiplin.

“Melalui kegiatan ini juga diperoleh rata-rata sekitar 70 sampai dengan 80 persen siswa-siswi belum menggunakan helm dalam tahap ini masih berupa sosialisasi yang mana jika siswa atau siswi mengulangi pelanggarannya maka akan diberikan sanksi oleh pihak sekolah,” pungkas Kompol Bayu biasa disapa.

Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Putri Juniartini S.Pd mengapresiasi adanya kegiatan sosialisasi dari Satlantas Polsek Gunung Putri, mengingat masih adanya siswa yang memang belum melengkapi artribut kendaraannya seperti helm, dan plat nomor, yang nantinya mungkin bisa menyadarkan siswa akan pentingnya penggunaan helm dalam berkendara.

“Saya sangat apresiasi ada kegiatan sosialisasi ini, dan berharap kegiatan ini menjadi kegaitan yang rutin dari Polsek Gunung Putri untuk memeriksa kelengkapan kendaraan yang dibawa siswa ke sekolah, sehingga siswa nanti akan lebih disiplin dan mungkin mencari alternatif lain seperti di antar atau naik kendaraan umum,” papar Juniarti.

Dari pemeriksaan tadi, lanjutnya, ditemukan 18 siswa yang tidak membawa helm dan tidak ada plat nomor di kendaraannya. “Untuk menjalin kerjasama yang lebih baik kedepannya, saya sudah meminta Kapolres Gunung Putri untuk Senin mendatang menjadi pembina upacara sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain 

Honor RT/RW dan Staf Desa Cinangka tak Kunjung Cair

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Honor RT/RW hingga staf desa di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor belum menerima haknya. Mirisnya, bahkan sampai salah satu staf desa meninggal tak menerima honor dari Kepala Desa Cinangka Abdulrahman.

Salah seorang sumber yang enggan disebut namanya mengatakan, istri dari ahli waris staf desa juga mengakui almarhum S yang sudah hampir tiga tahun menjadi staf Desa Cinangka, hingga akhir hayatnya selama kurang lebih lima bulan honornya tak diberikan.

“Sudah lima bulan gak dibayar, saya perlu untuk biaya empat puluh harinya nanti, tapi saat saya minta ke desa gak diberikan haknya,” ungkapnya, kemarin.

Ketua Paguyuban RT dan RW Wildan Hidayat mengalami hal serupa, yang mana honor ketua RT juga sudah dua bulan, terhitung bulan Juli – Agustus ini belum dibayarkan.

“Honor kami para RT dan RW juga belum dibayar,” kata Wildan.

Dia sudah meminta pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui WhatsApp kepada ketua BPD Desa Cinangka, untuk memediasi dan meluruskan terkait adanya keterlambatan penerimaan honor RT/RW hingga staf desa.

“Saya sudah koordinasi dengan BPD, untuk memediasi dan mengetahui pokok permasalahan sering adanya keterlambatan honor,” sebutnya.

Karena hal itu terjadi diduga lantaran buruknya kinerja aparat desa yang lamban dalam membuat laporan anggaran. Ketua paguyuban juga berencana jika BPD tidak bisa memediasi kata dia, para RT dan RW Desa Cinangka akan melaporkan ke pihak kecamatan.

“Untuk meminta adanya tindakan dari pihak kecamatan agar, menindak siapa dalang dari keterlambatan honor RT/ RW hingga staf desa ini,” paparnya. 

Sementara Sekretaris Desa Cinangka Irfan Lahardi saat ditanyakan Wildan Hidayat menuturkan, terkait belum dicairkannya dana atau honor untuk staf desa, karena honor staf desa berasal dari Bagian Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD).

“Penyebab belum diberikan, karena honor Pak Sarto (staf desa) itu bersumber dari dana (BHPRD) yang belum cair,” tukasnya.

** Andres

Penambahan SMP Negeri Dikeluhkan Sekolah Swasta

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Wacana penambahan SMP Negeri di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor diklaim bakal berdampak terhadap sekolah swasta. Adanya penambahan SMP Negeri kemungkinan bakal berimbas banyak SMP  swasta yang gulung tikar.

Kepala Sekolah SMP Sejahtera 4 Dramaga, Edih mengaku kurang setuju kalau adanya penambahan SMP Negeri di Kecamatan Dramaga.

Untuk meng-cover lulusan SD di Kecamatan Dramaga saat ini sudah ada dua sekolah negeri, yakni SMPN 1 Dramaga, dan SMP Negeri 2 Dramaga. Menurut Edih, sekolah SD di Kecamatan Dramaga tidak terlalu banyak sehingga kebutuhan penambahan SMP Negeri tidak terlalu urgen.

“Sudah cukup dua sekolah negeri di Kecamatan Dramaga. Seharusnya, Pemerintah lebih memperhatikan sekolah swasta bukan malah menambah sekolah negeri. Jika ditambah lagi SMP Negeri yang ada banyak sekolah swasta yang gulung tikar, ” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/8).

Edih mengungkapkan adanya aturan masuk sekolah negeri lewat sistem zonasi dan saat ini kondisi pandemi Covid 19, sangat berdampak sepinya minat anak masuk ke sekolah swasta.

Sebelum ada aturan zonasi,  siswa baru di SMP Sejahtera 4 Dramaga bisa mencapai delapan kelas. Saat ini, siswa baru di SMP Sejahtera 4 Dramaga hanya ada dua kelas saja. Padahal, bicara prestasi di SMP Sejahtera 4 Dramaga sangat banyak dan menjadi sekolah favorit .

“Kita berharap pemerintah memberikan perhatian khusus bagi sekolah swasta. Hapuskan sistem zonasi, dan kembalikan penerima siswa di SMP Negeri lewat sistem prestasi nilai, ” tukasnya.

** Arip Ekon

Dinahkodai Kurtubi, SDN Siliwangi Terapkan Kegiatan Belajar Digital

0

Cigombong|Jurnal Bogor

Meski SDN Siliwangi tidak masuk kedalam kategori sekolah favorit, namun sekolah yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Sukabumi itu, tumbuh berkembang pesat dibawah kepemimpinan Kurtubi.

Semenjak dipercaya menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) Siliwangi, Kurtubi mampu menunjukan kemampuannya dalam mengembangkan dunia pendidikan di sekolah tersebut. Itu terlihat dengan jumlah siswa yang mencapai 628 anak dengan tenaga pengajar sebanyak 24 guru.

Kurtubi mengatakan, perubahan yang terjadi di sekolah ini, tidak lepas dari peran guru yang mengajarkan para siswa dengan gigih dan sungguh-sungguh.

Untuk itu, lanjutnya, tidak semua yang mendaftar menjadi tenaga pendidik di sekolah ini langsung diterima. Karena, guru yang ingin mengajar di SDN Siliwangi harus lulusan perguruan tinggi.

“Makanya walaupun dari jumlah 24 guru untuk yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) nya hanya 4 orang, tapi semua tenaga pendidik di sekolah kami bergelar sarjana semua,” ungkapnya kepada wartawan.

Memiliki tenaga pendidik yang semuanya bergelar sarjana, ternyata tidak sulit saat sekolah mempunyai program belajar mengajar yang lebih inovatif, seperti melaksanakan pembelajaran melalui digital atau handphone.

Dijelaskan Kurtubi, saat ini di SDN Siliwangi sudah dilaksanakan belajar mengajar secara digital dengan menggunakan handphone. Dimana para siswa, diajarkan cara menjawab soal yang diberikan oleh guru didalam handphone masing-masing.

“Soal dan jawaban siswa langsung terlihat dilayar melalui infokus yang dipasang guru,” ujarnya.

Adapun kegiatan belajar mengajar yang sudah dilaksanakan, kata Kurtubi, baru dilakukan untuk para siswa-siswi yang duduk di kelas V. Dan aktivitas belajar mengajar melalui digital atau handphone, dilaksanakan satu hari dalam seminggu.

“Di sekolah kami ada tiga kelas V, masing-masing kelas kegiatan belajar mengajar menggunakan handphone jadual nya tidak sama,” jelasnya.

Kurtubi menjelaskan, melaksanakan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar secara digital, tentunya harus didukung dengan fasilitas jaringan internet dengan kapasitas besar.

 “Alhamdulillah internet sudah terpasang. Rencananya tahun depan satu kelas lagi akan melaksanakan kegiatan belajar secara digital,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sekolah yang berlokasi persis dibelakang Pasar Cigombong tersebut, sudah bisa melaksanakan ujian nasional berbasis online atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sesuai aturan pemerintah.

“Sekolah kami sudah ada ruang laboratorium komputer untuk persiapan UNBK. Sekitar 34 laptop sebagai fasilitas pelaksanaan UNBK, sudah kami sediakan,” aku Kurtubi.

Kurtubi menambahkan, kegiatan keagamaan yang diberikan pihak sekolah kepada semua siswa-siswi, terus dilakukan setiap minggunya, mulai dari pengajian rutin hingga pelaksanaan Sholat Dhuha.

“Setiap Jumat, anak-anak berkumpul di lapang untuk mengikuti Sholat Dhuha. Ada pun untuk kegiatan pengajian, di sekolah kami ada anak yang sudah hapal Al-Qur’an satu setengah juzz,”

Feminasari, guru kelas Va di SDN Siliwangi mengungkapkan, semenjak kehadiran kepsek sekarang yang kurang lebih sudah lima tahun disini, banyak program pendidikan yang bersifat inovasi untuk diterapkan di sekolah.

Salah satunya, kegiatan belajar mengajar secara digital. Dimana, sebelumnya atau saat Pandemi Covid-19, belajar secara daring sudah dilaksanakan.

 “Tapi atas usulan dan program pak Kurtubi, pembelajaran digital atau menggunakan handphone harus mulai dilaksanakan di sekolah. Murid kalas V lah yang pertama menerapkan belajar secara digital ini,” imbuh Feminasari.

Guru yang sudah tiga kali mengambil gelar sarjana dengan berbeda-beda fakultas itu menjelaskan, saat anak-anak sedang mengikuti kegiatan belajar menggunakan handphone atau digital, orang tua mereka bisa memantaunya.

“Orang tua siswa juga bisa melihat kegiatan belajar secara digital kami di rumah, tinggal memasukkan nama aplikasi dan nomor kegiatan belajar digitalnya saja,” tukas Feminasari.

** Deni Pratama

Dinkes Kebut Booster Kedua

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan percepatan vaksinasi penguatan booster kedua bagi tenaga kesehatan (nakes).

Diketahui, dari 9.150 nakes, baru 147 atau 1,6 persen orang yang sudah menerima vaksin keempat. Berdasarkan data pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Kota Bogor per Minggu, (21/8) jumlah sasaran nakes di Kota Bogor sebanyak 9.150 orang.

Sementara Untuk vaksin dosis pertama sebanyak 12.225 atau 133 persen dan dosis kedua 130 persen.

Untuk vaksinasi booster tahap pertama sebanyak 10.839 orang atau 118,4 persen dan booster tahap kedua 147 orang atau baru 1,6 persen.

Kepala Dinkes Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno dalam keterangannya menuturkan, saat ini Kota Bogor sedang melakukan vaksinasi booster tahap kedua bagi tenaga medis.

“Saat ini sedang berlangsung untuk booster kedua bagi nakes. Pelaksanaannya memang di faskes masing-masing sambil menyesuaikan ketersediaan vaksin yang ada,” ujar Retno kepada wartawan, Selasa (23/8).

Kata dia, pelaksanaan booster kedua dilakukan para nakes di pusat kesehatan, seperti Puskesmas, rumah sakit, atau pusat kesehatan klinik di lingkungan masing-masing.

“Capaiannya memang masih sedikit baru 1,6 persen sekitar 147 orang karena kita baru mulai dan kemarin kita dapet dropping vaksin lagi,” ungkap Retno.

Menurut dia, vaksinasi booster kedua bagi nakes dilakukan secara simultan berbarengan dengan booster ketiga bagi masyarakat umum usia 18 tahun ke atas yang saat ini secara akumulatif mencapai 47,6 persen.

“Vaksin bagi masyarkat umum masih berlangsung di sentra-sentara vaksin dan puskesmas di setiap kecamatan. Jadi berbarengan dengan booster nakes,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Harga Telur Meroket, Ini Penyebabnya

0

JURNAL INSPIRASI – Harga telur pada sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor mulai meroket hingga Rp31 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp27 ribu per kilogram. Diketahui kenaikan tersebut mulai terjadi sejak sepekan terakhir.

Salah satu pedagang telur di Pasar Bogor, Agung menyebut bahwa ketersediaan telur ayam terbilang aman, karena pengiriman barangnya cukup lancar. Namun, pemicu kenaikan harga disebabkan adanya program bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah.

“Jadi sejak tujuh hari yang lalu, belum lama banget baru seminggu. Sebelumnya Rp27 ribu, sekarang Rp31 ribu per kilogram,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (23/8)..

Kata dia, untuk bantuan PKH pemerintah membeli langsung ke peternak, akibatnya peternak pun menaikan harga lantaran banyaknya permintaan.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Ria mengaku keberatan dengan kenaikan harga telur ayam ini. Sebab, telur ayam merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan baginya dalam menjalankan usaha.

“Ya namanya usaha bikin kue keberatan banget. Karena setiap hari kita kan beli telur. Maunya sih diturunun lagi, nggak sesuai dengan keuangan,” tandasnya.** Fredy Kristianto