26.4 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 826

Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Cigombong Tahun 2022

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor pada Kamis, 1 September 2022  mengelar seleksi Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Mesjid Al Azim Desa Watesjaya. Acara seleksi MTQ tahun 2022 ini dibuka langsung oleh Camat Cigombong R.Irwan Soemantri sekaligus didampingi Kapolsek Cigombong, koramil 2123 Cigombong, kepala KUA dan ketua UI.

Camat Cigombong R.Irwan Somantri dalam sambutannya mengatakan, bahwa Lomba MTQ ini merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah kecamatan Cigombong. Diadakannya seleksi ini tiada lain untuk mempersiapkan lomba MTQ tingkat kabupaten Bogor tahun 2022.

Selain itupun, diadakan nya seleksi MTQ ini bukanlah sekedar lomba tetapi untuk mencari qori-qoriah dan hafid hafidzah terbaik, akan tetapi MTQ adalah suatu upaya konkrit umat Islam untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung didalam Al qur’an supaya dijadikan sebagai pedoman hidup.

“Selain untuk persiapan lomba nantinya tingkat kabupaten, mtq untuk mencari bakat qori atau qoriah terbaik,” jelasnya.

Selama dua tahun ini kegiatan lomba MTQ tidak dilaksanakan secara  (virtual) dikarenakan kondisi saat itu sedang Pandemi Covid 19,” namun alahmadulilah tahun 2022 kita bisa kembali melaksanakan lomba atau seleksi MTQ seperti biasa”. Ungkapnya.

Selain mewujudkan masyarakat yang religius dan berahlak mulia, lomba MTQ ini juga bisa menjadi nilai nilai islami dalam kehidupan sehari hari,apalagi kecamatan Cigombong salah satu kecamatan yang wilayah banyak sekali pondok pondok pesantren, baik itu pondok pesantren Salafi maupun modern. dan tentunya lomba MTQ ini bisa menjadi motivasi untuk para generasi muda lebih cinta lagi kepada Al Qur’an.ungkap Camat Cigombong

Camat Cigombong berharap, dengan digelarnya lomba MTQ tahun 2022 diharapkan, bisa menciptakan nuansa keislaman lebih kental dikecamatan Cigombong, juga bisa menjadi stimulus bagi Pondok Pesantren, Majlis Taklim hingga sekolah sekolah untuk menggelorakan nilai nilai Al Qur’an yang diaktualkan dalam kehidupan sehari hari, sehingga kecamatan Cigombong bisa lebih maju, lebih tenang dan lebih agamis lagi.

Ucapan terima kasih disampaikan Camat Cigombong kepada panitia,MWC NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala Desa dan BKMT yang telah memberikan dukungan sehingga seleksi MTQ tingkat Kecamatan Cigombong bisa dilaksanakan walaupun sederhana tapi makna dari nilai nilai islami dan silaturahminya sangat terasa.

Sementara itu Ketua LPTQ Kecamatan Cigombong Yedi Rachmawan menyampaikan, bahwa seleksi MTQ bisa menjadi aktualisasi syiar Islam dalam menjalin silaturahmi antar umat beragama menuju masyarakat kecamatan Cigombong yang religius dan berahlak mulia.

Melalui MTQ ini juga diharapkan bisa menjadi semangat atau motivasi para anak anak, remaja dan pemuda akan cinta terhadap Alquran.ucapnya

Panitia seleksi MTQ H.Andi dalam menyampaikan bahwa kegiatan seleksi MTQ tingkat Kecamatan Cigombong tahun 2022 yang diikuti perwakilan pondok pesantren tentunya bisa menjadi rekomendasi para peserta seleksi untuk menampilkan yang terbaik.

“Adapun peserta lomba diikuti sebanyak 60 peserta dengan memperlombakan morotal putra putri, tilawah anak anak putra putri, tilawah remaja putra putri dan tilawah dewasa putra putri,” pukasnya.

** Deny

Kader Nasdem Kabupaten Bogor Ikut Kemah Restorasi di Lembang

0

Bandung Barat | Jurnal Inspirasi
Ribuan kader Partai NasDem, se- Jawa Barat, tumpah ruah di Hutan Pinus, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Dikumpulkannya ribuan kader partai besutan Surya Paloh itu, untuk mengikuti kegiatan Kemah Restorasi, sekaligus Sekolah Kader Partai NasDem Jabar II yang berlangsung selama empat hari dimulai tanggal 1 hingga 4 September 2022.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bogor, Kolonel (Purn) dr. Frits M.R yang turun memimpin kader NasDem Kabupaten Bogor mengatakan, kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus DPD hingga DPC NasDem Kabupaten Bogor.

“Tentunya kami hadir dengan semangat penuh dalam rangka menerima arahan langsung dari Ketua Umun NasDem, Surya Paloh dan Ketua DPW NasDem Jabar, Saan Mustopa guna mempererat konsolidasi menuju Pemilu mendatang, ” kata dr. Frits, kepada awak media di lokasi kegiatan, Kamis (01/09/2022).

Politisi yang dikenal publik sebagai pribadi yang ramah itu melanjutkan puluhan kader NasDem Kabupaten Bogor juga akan mensosialisasikan kembali materi-materi politik dan pengalaman selama berkemah sekembalinya ke daerah masing-masing.

“Ini merupakan kesempatan berharga bagi kami kader NasDem untuk lebih menambah lagi arti keberadaan NasDem di tengah-tengah kehidupan masyarakat, ” kata dia.

Kegiatan yang berlangsung di hutan pinus itu, kata dr. Frits, diisi berbagai pengarahan materi yang sudah disiapkan. “Selain itu juga akan diisi dengan kegiatan outbond untuk membangun karakter ksatria para kader NasDem dalam menuju pesta demokrasi mendatang,”tutupnya.

** Mochamad Yusuf

Achmad Fathoni Beri Peringatan untuk Kontraktor, Pengawas dan UPT Peningkatan Jalan Karanggan – Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Adanya keretakan atau patahnya beton yang terjadi pada peningkatan Jalan Karangggan-Gunung Putri yang dikerjakan oleh CV.Fasca dan PT.Nasuma Putra yang memakan anggaran Rp2,8 miliar di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor membuat anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni memberi warning atau peringatan pada penyedia jasa dan pengawas pekerjaan kontruksi tersebut.

Fathoni biasa disapa sudah konfirmasikan perihal keretakan kepada UPT PUPR Jalan dan Jembatan wilayah Cileungsi dan kontraktor terkait kondisi ini. “Memang betul keretakan atau patahan pada beton bisa karena kesalahan kontraktor dalam pengerjaan bisa juga karena kualitas mutu beton itu sendiri,” papar Aleg Dapil 2 tersebut kepada Jurnal Bogor, Rabu (31/08/22).

Oleh karena itu, dia meminta dicek lagi, apakah keretakannya hanya di 1 lokasi atau ada beberapa titik. Jika hanya sedikit atau beberapa saja, dia minta untuk dilakukan perbaikan dengan cara grouting. Jadi bukan hanya ditutup aspal saja seperti yang sering dilakukan sebelumnya.

“Namun jika keretakannya terjadi di banyak tempat saya rasa harus ada perlakuan khusus, yang jelas saya ingatkan, baik UPT Jalan dan Jembatan Cileungsi PUPR,  Konsultan Pengawas dan terutama Kontraktor sebagai penyedia jasa agar mengerjakan proyek APBD dengan sebaik mungkin. Berikan kualitas terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bogor, apalagi jalan Karanggan ini sudah lama ditunggu warga dan kita perjuangkan, Karena saya sendiri yang  mengajukan perbaikan untuk Jalan Karanggan ini sejak 2020,” papar politisi PKS tersebut.

Terpisah disampaikan oleh Konsultan Pengawas PT.Nasuma Putra Swendi mengakui keretakan tahap 2 itu baru dipoles dan harus di-grouting. “Tahap 2 akan pake lem khusus lem Sikandur, dan tahap 1 akan di-grouting prosesnya ditunggu selama 2-3 jam baru disuntik pake bahan semen Sikandur,” jelasnya.

Kontraktor sendiri akan mengecek ke lokasi lagi untuk selanjutnya akan dilakukan tindakan.

Hal senada disampaikan, Badru sebagai Tim Monitoring dari UPT PUPR Jalan dan Jembatan Cileungsi. Dia sudah mengingatkan kontraktor untuk segera melakukan grouting. “Harus segera di-grouting keretakan-keretaan yang ada pada beton itu, dan kami akan terus mengawasi karena kita juga dipantau dan diawasi oleh dewan dan atasan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

RKB Urung Dibangun, Belajar di SDN Sidamulya Berdesakan

0

Masih Banyak Gedung SDN Rusak, Kecamatan Nanggung Darurat Pendidikan

Nanggung l Jurnal Bogor

Ratusan siswa yang tengah belajar di SDN Sidamulya Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terpaksa harus berdesakan. Pemerintah Kabupaten Bogor pun melalui Dinas Pendidikan rencana bakal menambah  ruang kelas baru (RKB) di SDN Sidamulya, namun hingga saat ini RKB tersebut belum juga terealisasi.

Salah satu tenaga pengajar di SDN Sidamulya menyebutkan, waktu 2020 lalu,  penambahan RKB itu sudah direncanakan bahkan lokasi lahan yang akan dijadikan bangunan RKB itu  sudah disurvei olah  konsultan perencana. “Sudah 2022 ini bangunan RKB itu tak kunjung dibangun,” kata tenaga pengajar di SDN Sidamulya Rohadi kepada Jurnal Bogor, Rabu (31/8).

Sembari menunjukkan lokasi lahan, Rohadi menjelaskan, lokasi untuk bangunan RKB itu sudah ada. Bahkan pihak konsultan pun pernah mengatakan bahwa lokasi untuk bangunan RKB di SD Sidamulya kata dia telah memenuhi syarat. “Lokasinya untuk RKBnya telah memenuhi syarat pak,” kata Rohadi seraya menirukan ucapan si Konsultan.

Pihak sekolah mengharapkan RKB itu untuk segera dibangun, karena 328 siswa selama kegiatan belajar terpaksa harus berdesakan karena dari 6 ruang belajar itu rata rata diisi sebanyak 58 siswa dengan satu meja 3 siswa. “Belum lagi kegiatan belajar dijadwalkan menjadi 2 shift,” terang Rohadi.

Ditemui terpisah, Sekretaris Desa Cisarua Ali Akbar membenarkan rencana pembangunan RKB di SDN Sidamulya sebelumnya telah disurvei konsultan perencana, namun hingga sekarang pembangunannya urung dilakukan. Sebetulnya, penambahan RKB di SDN Sidamulya itu sudah masuk perencanaan  tahun tahun 2021. “Tahun 2021 list rencana pembangunan RKB, berikut  di SDN Parigi  itu sudah masuk. Diatas lahan sekitar seluas 200 meter rencana dibangun 3 lokal di SDN Sidamulya. Dikira  RKB itu akan dibangun tahun 2022. Ternyata tahun ini hanya dibangun MCK saja,” imbuhnya.

Dia berharap untuk RKB di SDN Sidamulya untuk disegerakan pembangun. Begitu juga dengan SDN Parigi mengingat jumlah murid juga banyak, namun fasilitas sekolah terbatas. “Kami anggap kondisi ini sangat darurat. Ya, sangat darurat karena fasilitas belajarnya terbatas,”papar Ali Akbar.

Informasi diperoleh Jurnal Bogor, kondisi bangunan SDN  banyak yang rusak  berat di  Kecamatan Nanggung seperti SDN Parakanmucang 01, Desa Parakannuncang, SDN Parigi Desa Cisarua, toilet siswa dan guru di SDN Pasireurih Desa, Hambaro juga sudah lama tak berfungsi lantaran rusak berat.

** Arip Ekon

Diminta Dahulukan Drainase, UPT DPKPP Hentikan Pembanguan Unit Andalusia

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Berulang terjadinya roboh Tembok Penahan Tanah (TPT) milik Perumahan Andalusia yang berada di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor hingga mengakibatkan tembok Arkon milik Perumahan Griya Bukit Jaya 2 ambrol dan berakibat tumpahnya air dan tanah ke areal perumahan GBJ membuat aparat pemerintahan akhirnya turun tangan, Selasa (29/08/22).

UPT DPKPP Kabupaten Bogor yang dikomandoi oleh Riza Jason sebagai Kepala UPT bersama jajarannya menyambangi lokasi tempat kejadian ambruknya TPT tersebut. Dalam sidaknya dia menyampaikan bahwa PT.Putra Medina sudah mengantongi dan menempuh perizinan sesuai yang diterapkan dalam izin perumahan.

“Perijinan yang sudah ditempuh oleh Perumahan Andalusia dalam hal ini PT.Putra Medina siteplan sudah pernah terbit nomor 591.3/ 40000PPS/ SP/DPUPR/2022 ini adalah revisi siteplan pertama artinya ada siteplan sebelumnya yang sudah pernah terbit, untuk terbitan siteplan terbaru ini ada 351 unit rumah yang akan dibangun,” ujar Riza pada pertemuan sidak dengan Muspika Kecamatan Gunung Putri, kemarin.

Namun, untuk permasalahan yang saat ini terjadi adalah kejadian TPT yang ambruk hingga merugikan warga perumahan lain, maka dari itu kita carikan solusi terlebih dahulu untuk persoalan ini sampai menunggu pertemuan selanjutnya apa yang sudah diupayakan oleh pihak Perumahan Andalusia.

” Jika persoalan rekomendasi teknis bukan dibawah kewenangan kami, kami hanya mengawasi pembangunan perumahannya, memang yang kita lihat kenyataannya ini pihak Perumahan Andalusia belum membuat saluran irigasi di dalam area perumahan, hingga air tumpah kesini semua dan merugikan warga Perumahan GBJ,” ujar Riza.

Oleh karena itu, Riza akan mengurangi persoalan dan minta UPT DPKPP untuk Perumahan Andalusia agar menghentikan sementara pekerjaan pembanguan unit rumahnya dan segera dibuatkan saluran drainase sementara agar hal serupa tidak terjadi lagi.

“Tolong hentikan dulu pekerjaan pembangunan unit rumah, dan segera buat saluran irigasi untuk mengaliri airnya, Namun perihal panjang dan lebar volume irigasi atau rehabilitasi tekhnis itu ada di bawah naungan DPUPR Kabupaten Bogor ” papar Riza.

Terpisah disampaiakan Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad mengatakan jika dirinya sudah mendapatkan keluhan serupa lebih dari 2 kali. Namun memang belum ada tanggapan perihal solusi yang akan dilakukan pihak Perumahan Andalusia.

Betul, lokasi Perumahan Andalusi itu ada di Desa Cicadas tapi dampak dari pembanguannya itu yang kena warga Perumahan GBJ 2 yang merupakan warga Desa Bojong Nangka, dari awal melakukan pembangunan dari pengembang atau yang mewakili sama sekali belum pernah bersilaturahmi kepada Pemdes Bojong Nangka untuk mencari solusi perihal sering ambruknya TPT yang mengenai area Perum GBJ ” kupas Amir kepada Jurnal Bogor , Rabu (31/09/22).

Lihat saja, ucapnya sambil menunjuk, lebar volume batas yang ingin dijadikan saluran itu hanya 0,80 meter dan jelas dipredikasi tidak akan menampung debit air yang melintas, apalagi ini hanya dibuat TPT dibagian sebelah saja, harusnya berbarengan antara kiri dan kanan.

” Gak logis, kalo buat cuma baru di TPT sebelah aja, apalagi belum ada irigasi di dalam area Perumahan Andalusia, kalo pun mau harus berbarengan kiri dan kanan, jadi tidak ada pihak yang dirugikan ” papar Amir.

Harusnya, pihak Pengembang dari Perumahan Andalusi punya perencanaan yang matang apalagi posisi Perumahan Andalusi lebih tinggi dari Peruma GBJ 2, buat dulu infrastrukturnya baru bangun unit rumahnya, jadi air tidak meresap kemana-mana.

” Saya atas nama warga GBJ 2 meminta agar pihak pengembang untuk melakukan kajian pembanguan yang logis, agar jangan ada pihak yang dirugikan, yang kami lihat kemarin pembuatan TPT saja tidak ada pondasinya hanya nempel diatas tanah jadi wajar jika gampang ambrol, ini kan perumahan bertetangga jangan sampai ada konflik yang timbul. Untung aja timbulnya disaat masih dibawah pertanggung jawaban pengembang, bayangkan jika perumahan ini sudah selesai baru terjadi kejadian ini, masa mau ribut antara warga dengan warga,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain 

Pelayanan di Desa Neglasari Dipindah ke Rumah Warga

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Dampak adanya pengecoran Jalan Dramaga – Petir,  akses Jalan menuju kantor Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor tidak bisa dilalui kendaraan. Selama jalan ditutup, pelayanan terpadu di Desa Neglasari terpaksa dipindahkan sementara ke rumah warga di Kampung Paringa Warung Joang RT 05 RW 03 selama satu pekan.

Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana mengatakan, kantor Desa Neglasari saat ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat atau roda dua. Hal tersebut disebabkan Jalan Neglasari sedang dicor. Selama dilakukan pengecoran jalan, pelayanan administrasi terpaksa ngontrak rumah warga yang berada di Kampung Paringa Warung Joang Rw 03.

“Walaupun Jalannya  dicor dan kantor Desa tidak bisa dilalui kendaraan, pelayanan administrasi ke masyarakat harus tetap berjalan sehingga pelayanan kita pindahkan sementara  ke rumah warga selama satu pekan, ” ujarnya kepada wartawan, Rabu (31/8).

Yayan menambah sebelum  pelayanan administrasi desa pindah selama satu pekan sejak Rabu (31/8), pihak desa mensosialisasikan dulu ke perangkat RT dan RW. Hal tersebut dilakukan agar semua masyarakat Desa Neglasari mengetahui bahwa pelayanan kantor Neglasari pindah sampai akses Jalan kembali bisa dilalui kendaraan.

“Kita berharap pekerjaan betonisasi jalan cepat selesai dengan kualitas yang bagus tidak cepat rusak, ” tukasnya. Arip Ekon

Diduga Depresi, Wanita Muda Tewas Ceburkan Diri di Sungai Cikeas 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Diduga depresi wanita muda warga Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Bendungan Koja Bekasi, Rabu (30/08/22).

Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat Kapolsek Gunung Putri membeberkan kronologi kejadian. Menurutnya pada Rabu, 31 Agustus 2022 sekitar jam 11.00 WIB, Bhabinmas Desa Bojong Kulur Aipda Teten Kurnia mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan satu unit sepeda motor Honda.

” Waktu kejadian itu pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2022 sekitar jam 14.00 WIB, lokasi di Perum Vila Nusa Indah 3 Blok KJ.4.Rt 005/039 Desa Bojongkuluŕ Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, korban atas nama Wardah Hamidah (20) merupakan warga Kp.Bubulak RT 001/005 Desa Bojongkulur, berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa,” papar Kompol Bayu.

Menurutnya awal mula kejadian pada Selasa, 30 Agustus 2022 sekitar jam 14.30 wib, saksi yang merupakan keamanan perumahan setempat melihat seorang wanita turun dari motor Honda lalu duduk di tanggul Sungai Cikeas, tanpa memperhatikan lebih lanjut lalu saksi kembali ke pos jaga.

“Sampai malam motor tersebut masih ada di lokasi, sekitar jam 22.30 wib Satpam yang jaga lapor ke Ketua RT, lalu Ketua RT setempat berkomunikasi ke Bhabinmas dan kordinasi dengan FKPM kemudian motor tersebut diamankan ke Pos Polisi Bojongkulur,” ujar mantan Kapolsek Cibinong tersebut kepada Jurnal Bogor, Rabu (31/08/22).

Kemudian, Bhabinmas memberikan informasi  ke grup WA warga, mengumumkan jika ada satu unit motor yang diamankan di Pos Pol, dan sekitar pukul 08.00 wib datang ke Pos Pol mengaku orang tua korban. Lalu Bhabinmas menyarankan kepada keluarga untuk pencarian, kepada keluarga lain, dan temannya, serta mencari di seputaran Bendungan Koja Bekasi.

“Setelah melakukan pencarian ditemukan mayat yang mengambang di Bendungan Koja Bekasi. Setelah diliat dari dekat oleh keluarga dan orang tua  bahwa mayat itu betul anaknya, dengan ciri-ciri yang dimiliki korban, keluarga korban kemudian komunikasi ke Bhabinmas untuk kordinasi dengan Polsek Jatiasih untuk cek TKP karena TKP masuk Jatiasih Bekasi,” katanya.

Setelah cek TKP, korban kemudian dibawa ke RSUD Bekasi untuk autopsi, dan setelah autopsi korban dikembalikan ke pihak ķeluarga untuk dimakamkan karena keluarga sudah menerima itu sebagai musibah untuk selanjutnya korban dibawa ke rumah untuk  dimakamkan. Hasil runding dengan pihak keluarga korban mau dimakamkan di TPU Bubulak Desa Bojong Kulur.

” Hasil kesimpulan korban meninggal dunia menceburkan diri ke Sungai Cikeas diduga akibat depresi karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan barang yang hilang ” bebernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan  langkah-langkah penyelidik yang telah dilakukan Polsek Gunung Putri ialah melakukan cèk TKP dan olah TKP,  mengamankan lokasi TKP, dokumentasi (foto lokasi dan barang bukti), mencari saksi di tempat kejadian, mengamankan barang bukti ke pos pol dan melaksanakan taziah ke rumah korban.

** Nay Nur’ain

Beauty Class, Potensi Pemberdayaan yang Masih Dipandang Sebelah Mata

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Kegiatan perlombaan Beauty Class atau keterampilan merias wajah diikuti sebanyak 41 peserta dari berbagai wilayah Jabodetabek di Gelanggang Olahraga Rakyat (GOR) Jasinga, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Namun Beauty Class rupanya masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah.

Penggagas kegiatan Euis Nurlina menjelaskan, Beauty Class memiliki potensi pemberdayaan namun sayang masih belum dapat terakomodir. Euis sendiri mengaku aktif namun belum ada wadah mengembangkan potensi tersebut.

“Ini kita gelar secara mandiri tanpa melibatkan wadah atau pun support langsung dari pemerintah terkait, padahal saya sering bicara kesana kemari tapi tidak ada satupun yang menggubris potensi ini,” ungkap None sapaan akrabnya, Rabu (31/08/2022).

None menjelaskan, tidak hanya dari segi ekonomi yang dapat dikembangkan dalam dunia terkait keterampilan merias wajah diri. Namun, lanjut None, hal tersebut bisa juga menjadi bagian dari pemberdayaan kaum hawa.

“Terkait segi ekonomi itu ada, tapi itu kisa kesampingkan dulu, karena kegiatan ini lebih mengedepankan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pemberdayaan kaum hawa (wanita),” ujarnya.

Meski demikian, dia mengaku tidak berkecil hati, dan tetap berharap agar pemerintah maupun lembaga-lembaga terkait lebih peka dan jeli dalam melihat setiap potensi yang ada agar setiap program pemberdayaan masyarakat yang ada bisa merata. “Ya, kita sih berharap tapi mau gimana kalau belum pada peka mah,” kata dia.

Selain itu kata None, serangkaian acara tersebut tidak hanya Beauty Class, namun juga ada Fashion Show busana pengantin ala Sunda yang bertujuan mengenalkan kepada masyarakat busana-busana pengantin ala daerah.

“Tidak hanya Beauty Class, kita juga adakan Fashion Show pengantin ala Sunda yang bertujuan mengenalkan kepada masyarakat terkait kearifan lokal dari daerahnya sendiri,” tukasnya.

** Andres

BKKBN dan Anton Paparkan Upaya Penurunan Stunting

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan mitra kerja DPR-RI menyampaikan Program Kerja Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan di wilayah kerja Khusus Anton Sukartono Suratto di Kabupaten Bogor. Kegitan dilaksanakan di Pendopo Persaudaraan Setia Hati Desa Cikeas Udik Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (31/08/22).

Koordinator Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Provinsi Jawa Barat Ir.Pintauli Romangasi Siregar, MM mengatakan saat ini di Kabupaten Bogor tercatat sebagai penurunan stunting diposisi ke 4 terbesar di Jawa Barat.

” Dengan penduduk terbesar di Jawa Barat memang ada sedikit kesulitan jika harus menyampiakan per wilayah, mengingat waktu dan wilayah lain juga yang harus kami berikan pemaparan tentang persoalan bahayanya stunting terhadap anak,” papar Pintauli biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Rabu (31/08/22).

Menurutnya, dengan mengajak ibu-ibu yang masih produktif Srikandi-srikandi dari Partai Demokrat ini dia berharap bisa tersalurkan apa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tentang bagaimana cara mencegah terjadinya stunting, cara mengobati stunting bagi yang memang sudah terkena, karena anak merupakan aset negara yang harus dipelihara dan dibina serta diperhatikan pertumbuhannya sejak dalam kandungan ibu.

“Minimnya pengetahuan dikalangan masyarakat yang menjadi penyebab tingginya angka stunting, oleh karena itu kami dari BKKBN bekerja sama dengan mitra kerja akan gencar dalam mensosialisasikan persoalan stunting ini, agar sampai langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Pintauli menjelaskan, masyarakat taunya mencegah staunting itu harus dengan biaya yang mahal, makanan yang mahal, pola hidup yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang menengah keatas, padahal sejatinya bukan seperti itu.

“Pola asuh yang baik terhadap anak adalah langsung diasuh oleh orang tuanya sendiri, begitupun lingkungan harus baik dan bersih, dan juga pola makanan yang sehat, makanan sehat bukan berarti harus mahal, tapi lebih ke memenuhi standar kebutuhan gizi terutama untuk ibu hamil dan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan ” paparnya.

Di lokasi yang sama disampaikan oleh Anggota DPR RI H.Anton Sukartono Suratto dimana kegitan diikuti oleh ibu-ibu dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, baik dari wilayah Barat maupun wilayah Timur.

“150 peserta hadir pada hari ini, harapannya apa yang di sampaikan pada hari ini menjadi bekal dan pemahaman untuk warga masyarakat karena Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat, jika angka stunting bisa berkurang berarti akan berpengaruh juga dengan Jawa Barat menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi program bernama mitra kerja tentang program percepatan penurunan angka Stunting di wilayah tersebut turut dihadiri oleh Hj.Zuana Coran Gumanti, SH.MH ketua Srikandi Demokrat Kabuapaten Bogor, H.Anton Sukartono Suratto,MSi dan Ir.Pintauli Romangasi Siregar, MM mengisi sebagai pemateri serta diselingi oleh pembagian doorprice berupa setrika, megicom, TV dan sepeda gunung.

** Nay Nur’ain

Jalan Cigudeg-Jasinga Dilakukan Peningkatan, Coran tak Bagus Dibongkar

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Jalan Raya Cigudeg-Jasinga saat ini tengah dilakukan peningkatan seperti yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Cigudeg. Di beberapa titik lokasi terpaksa dibongkar kembali oleh pihak pelaksana lantaran betonisasi pada proyek jalan tersebut dinilai kurang maksimal.

Diungkapkan Pelaksana dari PT. Sarana Konstruksi KSO, Ade Setiawan, bahwa beton jalan yang sempat dibongkar itu lantaran ada kerusakan. “Itu ex Hutama Prima ada kerusakan kami dibongkar saja daripada nanti kata orang selesai padahal itu rusak, sebelum pekerjaan habis saya bongkar,” ungkap Ade Setiawan kepada wartawan. kemarin.

Dia mengaku tidak mengetahui berapa anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalan nasional tersebut. Dia menyebut bahwa papan proyek pembangunan jalan di Jalan Raya Cigudeg-Jasinga itu berada di wilayah Cigelung, Kecamatan Jasinga.

“Kalau anggaran gak tau itu papan proyek di Cigelung dari semua dari Cigelung cuman belum dikerjakan sampai wilayah Tajur,” katanya.

Dia menjabarkan kemacetan yang sering terjadi itu adalah hal biasa saat pembangunan jalan berlangsung, akan tetapi pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak kecamatan setempat.

“Kalo selesainya ya akhir tahun kemacetan mah itu wajar, kami kan mengerjakan jalan kita open traffic buka tutup. Dengan pihak kecamatan semua koordinasi dulu cuma saya tidak berkoordinasi ada khusus slot bagiannya. Kalo kami bagiannya di lapangan, kalo bagiannya non teknik itu tidak saya,” tukasnya.

** Andres