26.4 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 825

Camat, Kades dan Dewan Kompak Dukung Pembangunan GOM di Cigudeg

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Camat Cigudeg Pardi respek terhadap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor yang menggelar expose konsultan perencana pelaksanaan sarana dan prasarana Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) yang akan dibangun di Cigudeg pada 2023 mendatang. Diketahui, rapat agenda konsultan perencana berlangsung di Bogor Valley, KTanah Sereal, Kota Bogor pada 24 Agustus lalu.

Pardi

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Cigudeg beserta seluruh  masyarakat Cigudeg terutama berimakasih  pada Dispora tentunya Plt Bupati Bogor beserta DPRD yang telah menganggarkan dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED)  untuk pembangunan GOM di tahun 2022 ini,” ujar Pardi.

Dia berharap pembangunan GOM sesuai usulan, mulai dari desa hingga kecamatan bisa disusun kegiatan anggaran guna pembangunan GOM di Kecamatan Cigudeg pada tahun 2023. Camat menjelaskan saat ini sedang dilakukan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2023 Kabupaten Bogor.

“Karena keberadaan GOM di Cigudeg itu sangat dibutuhkan masyarakat. Kiranya  kami mohon, SKPD terkait termasuk para wakil rakyat untuk mengawal agar dimasukkan KUA PPAS sehingga pembangunan GOM itu bisa dilaksanakan tahun 2023,” harapnya.

Kepala Desa Cigudeg Andi Supriyadi mengatakan GOM yang akan dibangun seperti fasilitas olahraga futsal, tenis meja, badminton dan basket tentu saja menjadi   kebanggaan bagi masyarakat Cigudeg. Untuk GOM ini, karena setiap tahunnya diusulkan dan diharapkan pelaksanaannya  bisa terealisasi 2023.

Andi Supriyadi

“Kata Konsultan perencana,  expose terakhir tanggal 6 September  nanti, dan desain gambar untuk GOM  itu sudah jadi,” katanya.

Bahkan, wakil rakyat DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB Nurodin sebelumnya meminta agar bisa dibangun di 2023, dan Pemkab Bogor untuk mempercepat proses rencana pembangunan GOM di Kecamatan Cigudeg itu.

“Kalau  terlalu lama khawatir realisasi pembangunannya, ini malah tidak efektif juga bisa terjadi banyak perubahan di lapangan. Mungkin saja, baik segi situasi persoalan harga yang kemudian bisa berubah,” katanya.

Dia menjelaskan, bahwa GOM di Cigudeg sangat strategis karena nanti yang menggunakan GOM tersebut kepentingannya tidak hanya orang Cigudeg itu sendiri.

“Jadi bisa dimanfaatkan juga untuk masyarakat di sekitar Bogor barat. Baik Sukajaya maupun Leuwisadeng dan Jasinga jadi masyarakat ini  juga bisa memanfaatkan GOM itu,” paparnya.

Nurodin

Jadi kata dia, walaupun di tahun 2023 anggaran yang terjadi defisit dan banyak juga yang kemudian di kurangi, dia menginginkan pembangunan GOM di Cigudeg dipercepat.

“Berbicara GOM ini, memang  di Bogor barat terbilang masih langka. Mudahan-mudahan bisa ada terobosan pembangunan dipercepat di 2023 meski kondisi di 2023 itu dalam kondisi defisit. Jadi kemarin pun memang banyak di drop anggaran-anggarannya,” tegasnya.

Nurodin berharap progres yang sudah ke tahap penyusunan DED konsisten perencanaan dan tidak berubah-rubah. “Rencana itu telah dikukuhkan DED oleh pihak Dispora. Karena penyusunan DED-nya sudah dibiayai, sehingga pada pelaksanaan pembangunan GOM itu  bisa dipercepat,” pungkasnya.

**Arip Ekon

Dilarang Bertemu Anak, Pria Ini Malah Hisap Sabu dan Ngamuk di Rumah Mantan Istri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Diduga habis menghisap narkoba jenis sabu, pemuda berinisial RAZ (44) nekat melakukan pengrusakan rumah mantan istrinya di Perumahan Legenda Wisata, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, usai ditolak oleh mantan istrinya saat akan menemui kedua anaknya, Kamis (01/09/22).

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha, mengatakan, RAZ ditangkap jajarannya usai melakukan pengrusakan rumah serta pengancaman kepada mantan istrinya.

“Menerima laporan dari warga adanya keributan beserta pengrusakan di perumahan Legenda Wisata,langsung kita lakukan pengecekan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Kompol Bayu menjelaskan, awal mula kejadian korban sempat menikah dengan terlapor dan setelah itu berpisah selama satu tahun. 

“Pada hari Kamis tanggal 01 September 2022, sekitar jam 08.00 wib, Korban sedang berada di rumah bersama kedua anaknya An ZEIN dan An ROBIN setelah itu tidak lama RAJ (terlapor) telepon korban dengan dalih ingin melihat anak dan akan datang ke rumah akan tetapi ditolak oleh korban yang merupakan mantan istrinya,” paparnya.

Karena takut ada kekerasan, kata Kapolsek, mantan istrinya yang merupakan korban ini melihat pelaku sudah berada di kediamannya lalu memaksa masuk akan tetapi tidak dihiraukan oleh korban.

“Lalu tersangka mengambil sebilah stik golf yang berada di depan rumah korban kemudian merusak jendela depan rumah korban, sehingga tersangka berhasil masuk lalu korban dan kedua anaknya bersembunyi di dalam kamar utama lalu tersangka berusaha merusak pintu kamar akan tetapi tidak berhasil,” jelasnya.

Dia menerangkan, kemudian tersangka mengancam akan membunuh korban, mendengar ancaman tersebut,korban pun langsung memanggil security komplek.

“Tidak lama berselang piket Polsek Gunung Putri dibantu pihak security perumahan mengamankan pelaku, lalu korban lari keluar dan meminta tolong kepada Sdr IMAM (tetangga korban) dan tersangka berhasil diamankan, kemudian tersangka  pengancaman dan pengrusakan tersebut diamankan ke Mapolsek Gunung Putri.” bebernya.

Saat mengamankan pelaku, beberapa barang yang dibawa dilakukan pemeriksaan, dan ditemukan sebilah pisau, alat hisap sabu atau bong beserta paket sabu.

“Menggeledah barang bawaan pelaku ditemukan membawa sebilah pisau, alat hisap sabu/bong beserta satu paket sabu seberat 0,27 gram. Setelah itu terlapor diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dugaan Pemotongan BSPS di Caringin Disikapi IMW

0

Caringin|Jurnal Bogor

Dugaan pemotongan upah pekerja sebesar 500 ribu terhadap pemenang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2022 oleh pelaksana pembangunan di Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, disikapi Indonesia Morality Watch (IMW) Bogor Raya.

Sekretaris IMW Bogor Raya, A. R Sogiri menilai, apa yang dilakukan pelaksana pembangunan program BSPS di Desa Caringin, sama sekali tidak diperbolehkan. Dimana setiap penerima BSPS akan mendapat Rp 20 juta yang dialokasikan untuk membeli bahan bangunan Rp 17,5 juta dan pembayaran upah tukang Rp 2,5 juta.

 “Jadi sudah jelas berapa uang yang harus diterima pemenang BSPS untuk biaya upah tukang atau pekerja,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (01/9).

A. R Sogiri minta agar para penegak hukum di Kabupaten Bogor, untuk turun ke Desa Caringin dan melakukan penyelidikan atas adanya dugaan pemotongan batuan tersebut.

“Tentunya saat turun, tim dari penegak hukum di wilayah Kabupaten Bogor, didampingi para pendamping dari Kementerian PUPR,” ujarnya.

A. R Sogiri menjelaskan, apabila dari penegak hukum dan tim pendamping Kementerian PUPR tidak melakukan tindakan atas adanya dugaan pemotongan bantuan itu, kuatir kedepannya setiap bantuan pemerintah akan dijadikan ajang bancakan.

“Jangan sampai setiap ada bantuan apa pun, pemotongan terus terjadi dan dilakukan oleh oknum. Apalagi program BSPS yang dalam pengalokasian nya melalui aspirasi dewan. Saya rasa rawan sekali pemotongan,” paparnya.

Menurutnya, rogram BSPS merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal itu bertujuan untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia.

Adapun kriteria RTLH itu mencakup empat komponen hunian yang kondisinya di bawah standar. Meliputi kondisi bangunan, kesehatan (sanitasi dan air bersih layak), serta luas rumah sesuai standar ruang gerak minimum penghuni.

Pengerjaan BSPS dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT) guna membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Jadi berkontribusi pada pemulihan perekonomian masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

 “Program ini bentuk partisipasi dari masyarakat, dimulai dari mendata rumah sendiri maupun tetangga di lingkungan desa. Kalau ada pemotongan, pastinya nama partai yang mengalokasikan bantuan itu akan jelek, karena memotong uang bantuan pemerintah untuk masyarakat,” imbuhnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bogor, Arif Abdi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, tidak bergeming dan mengabaikannya. Bahkan saat dihubung pun, Ketua DPD PAN tersebut tidak mau mengangkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang mendapatkan perbaikan rumah dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2022, mengeluhkan dugaan pemotongan uang tunai sebesar 500 ribu oleh pelaksana pembangunan.

Salah seorang pemenang BSPS Desa Caringin yang namanya enggan disebutkan, merasa bersyukur rumahnya tahun ini mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.   “Kami dan keluarga juga berterimakasih kepada pemerintah desa, karena sudah memilih rumah kami yang mendapatkan bantuan perbaikan,” ujarnya kepada wartawan.

Namun bapak yang memiliki tiga anak itu pun mengeluhkan uang sebesar 2,5 juta untuk upah pekerja, dipotong pelaksana pembangunan sebesar 500 ribu.  “Dalihnya uang 500 ribu itu untuk Pemerintahan Desa Caringin,” akunya.

** Dede Suhendar

Ditinggalkan Developer, Perumahan Genta Buana Resort Terbengkalai 

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Perumahan Genta Buana Resort, Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang sempat diagungkan karena perumahan exsklusive namun berharga subsidi, kini bubar jalan karena tak mengantongi izin legalitas perumahan yang seharusnya.

Saat dimintai keterangan Kepala Desa Bojong, Ade menjelaskan tidak pernah menandatangani arsip apapun terkait perizinan Perumahan Genta Buana yang memang sedang dalam dalam persoalan lahan.

“Pernah datang ke desa yang mengaku konsumen, dan juga penyuplai barang, dan menanyakan keberadaan developernya karena ada yang sudah pesan rumah sudah memberikan DP, namun tidak ada lagi kelanjutannya,” ucapnya Ade kepada Jurnal Bogor beberapa waktu lalu.

Dia prihatin dengan kondisi yang terjadi, baik untuk konsumen maupun penyuplai barang, dan diharapkan pihak developer bertanggung jawab dan menyelesaikan persoalan agar tidak ada pihak yang di rugikan.

“Lokasi Perumahan Genta itu menyangkut 2 desa, Desa Cikahuripan dan Desa Bojong, sebelumnya juga sudah pernah ada sidak ya dari anggota dewan saat masih ada banner perumahan karena memang tidak mengantongi izin ” papar.

Terpisah, disampaikan Ana (33) konsumen Perumahan Genta Buana Resort yang mengatakan udah memberikan DP sebesar 20 juta, dan ditransfer kedalam rekening BNI atas nama seseorang.

“Saya tergiur karena rumah ekslusive tapi berharga kan subsidi, apalagi posisinya berada di persawahan sudah membayangkan ademnya suasana, ditambah adanya rencana mau ada kolam renang atau waterpark dan fasilitas lain-lain yang menarik minat saya untuk memiliki rumah disini” ujar Ana.

Selain itu, dia juga tahu Genta Buana itu bekas rumah produksi film laga di Indosiar, dan didalamnya dibuat perumahan, itu salah satu hal yang membuat menarik konsumen tinggal di area studio film.

“Nah untuk soal perizian yang belum lengkap, lahan yang bermasalah, kami konsumen tidak menanyakan sejauh itu, harusnya Pemerintah setempat lah yang bertugas, sekarang saat kami bertanya pada pihak pemerintah seolah menyalahkan konsumen ” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk apa ada penegak aturan di kecamatan, jika ternyata masih ada pengusaha yang bebas memasang banner bahkan memasarkan kepada warga tapi dibiarkan oleh pemerintah.

“Pemerintah juga jangan hanya jadi penonton jika ada perumahan Ilegal yang berakhir merugikan masyarakat/konsumen, kan ada satpol PP, kenapa gak dicabut umbul-umbul nya dan bannernya, ini setelah komplen, rame, bermasalah baru dicabutin” pungkasnya. 

Dari pantauan Jurnal Bogor terlihat banner dan umbul-umbul Perumahan Genta Buana Resort sudah tidak nampak dan kantor pemasaran pun tertutup rapat, dan tidak ada aktivitas lanjutan untuk pembangunan unit di perumahan tersebut.

** Nay Nur’ain

Antisipasi Cacar Monyet, Puskesmas Cibungbuang Ajak Hidup Sehat

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor.

Puskesmas Cibungbulang meminta warga menerapkan pola hidup sehat untuk mengntisipasi terjadinya penyakit cacar monyet atau monkeypox. “Kami rutin memberikan penyuluhan kepada pengunjung sebagai informasi terkait kesehatan, dan gangguan kesehatan. Alhamdulillah sampai saat ini di Kecamatan Cibungbulang belum ada warga yang ke penyakit cacar monyet,” ujar Kepala Puskesmas Cibungbulang dr Doni Aria. 

Dia menjelaskan, saat ini sedang terjadi penularan cacar monyet di beberapa negara endemis. Namun, untuk di Indonesia belum banyak yang dan meminta masyarakat menerapkan pola hidup sehat (PHBS) dan banyak minum vitamin. 

“Monkeypox ini penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox yang dapat menyebar dari hewan ke manusia dan menyebar antar manusia,” jelasnya.

Menurutnya, gejala klinis cacar monyet ini yaitu demam lebih dari 38 derajat celcius serta muncul ruam setelah satu sampai tiga hari. Kemudian, munculnya ruam perubahan warna kulit, munculnya benjolan kecil setengah mili meter, dan muncul gelembung berisi cairan nanah.

Untuk perkembangan ruam lambat selama tiga hingga empat minggu. Serta ada penampakan khas, limfadenopati atau pembengkakan pada kelenjar getah bening.

“Tetap waspada dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Ngeri, Tanjungsari Rawan Pencurian Hewan Ternak 

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Pencurian hewan ternak kembali terjadi lagi di wilayah ujung timur Kabupaten Bogor. Kali ini Juhdi (60) warga Kp.Pasir Ringgit RT.03/08 Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor kehilangan 3 hewan ternaknya yakni 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Kamis (01/09/22).

Kanit Reskrim Polsek Tanjungsari Aipda Watono mengatakan, informasi memang sudah diterima namun korban belum membuat Laporan Pengaduan (LP) ke Polsek, ” nanti jika sudah buat LP saya beri tanggapan ya,” ucap Watono.

Terpisah disampaikan Aska (45) warga sekitar mengatakan di Kecamatan Tanjungsari ini memang sudah sering kali terjadi kehilangan hewan ternak, tak jarang hanya ditinggalkan bagian dalamnya saja.

“Beberapa waktu di Desa Cibadak terjadi kehilangan, kemarin di sini, cuma disini dari kabar yang beredarkan hilang 3 ekor tapi yang 1 ekor ditemukan di tengah sawah, mungkin belum sempat kebawa takut ketahuan atau gimana ,jadi yang hilang cuma 2 ekor saja, 1 ekor sapi dan 1 ekor domba ” papar Aska kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/09/22).

Menurutnya, walaupun sering terjadi kehilangan tapi warga enggan untuk membuat laporan kepihak kepolisian. “Suka gak mau kalo disuruh buat LP, padahal Babinmas sudah datang untuk mengecek lokasi dan diarahkan buat LP agar pihak kepolisian bisa menindaklanjuti perkara tersebut, tapi kebanyakan warga enggan bikin LP,” ujarnya.

Mungkin, kata dia, ada ketakutan dari warga awam, entah apa yang membuat mereka takut, ada yang berpikiran kalo bikin LP harus bayar, ada juga yang berpikir entar di tanya-tanya dan dipanggil terus-terusan sama polisi, 

“Harus ada sosialisasi sih dari pihak kepolisian, harus menjelaskan jika untuk membuat laporan kehilangan atau laporan apapun tidak dikenakan biaya, jadi warga awam gak merasa serem lihat polisi, maklum mereka disini kan ujungnya Kabupaten Bogor, Polsek Tanjungsari pun belum lama ada, jadi harus betul-betul butuh perhatian khusus dari Pemerintah untuk merubah mainset, kecuali untuk mereka yang sudah pernah merantau,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kabel Telkom Bahayakan Pengguna Jalan

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Keberadaan kabel milik Telkom di Jalan Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor menjuntai rendah. Bahkan membahayakan pengendara yang melintas. Hal itu tentu membuat pengendara yang melintas was-was, seperti diungkapkan Iwan  (26), bahwa saat melintas di jalan tersebut ia mengaku sempat kaget lantaran di jalan yang menikung itu ada kabel.

“Ia itu awalnya saya juga kaget saat lewat tiba-tiba ada kabel sampai ke jalan kan bahaya pak, tapi sekarang saya sudah tahu kalau ada kabel sampai ke bahwa itu, tapi kan yang paling bahaya kalau yang baru pertama lewat ini otomatis kaget lah, apalagi kalau malam hari lewat tambah bahaya lagi kan,” ujarnya.

Iwan berharap, kepada pihak terkait untuk segera melakukan penanganan pada kabel tersebut.

“Saya gak tau percis ini kabel apa, kayaknya kabel telepon, berharap semoga cepat ditangani lah supaya pengendara apalagi pengendara motor itu aman saat melintas,” katanya.

Sementara, Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyandi mengatakan, adanya sebuah kabel yang menjuntai ke badan jalan dinilai mengganggu ketertiban lalu-lintas bahakan mengancam keselamatan pengendara khsusunya pengguna roda dua atau motor.

“Mengganggu ketertiban lalulintas penguna jalan khususnya para pengendara motor karena bisa menjerat pemotor yang lewat,” ungkapnya.

Apih Ujang sapaan akaran Ujang Ruhyandi mengatakan, saat ini warga berinisiatif melakukan tindakan seadanya dengan cara kabel tersebut di ikatkan ke pinggir jalan. “Untuk saat ini kabel di ikat ke pinggir oleh warga karena mengganggu kalau di biarkan,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekcam Sukajaya, Tirta Juwarta mengatakan, kabel yang menjuntai tersebut merupakan kabel milik Telkom.

“Pada ngegentung kabel menjulang itu kabel Telkom. Jadi, kabel itu ke bawah sampai ke badan jalan sehingga kendaraan yang melintas jadi terganggu,” paparnya.

Padahal, kata Tirta menyampaikan, pihaknya sudah mengingatkan agar segera ada penanganan pada kabel telkom yang menjuntai ke badan jalan. Namun hingga kini belum ada tindakan dari pihak terkait.

“Waktu itu sempat di ingatkan (Ke pihak Telkom),” tukasnya.

** Andres

Ka UPT DLH Minta Pengelola Jangan Hanya Ambil Iuran Saja

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Hampir setiap hari terlihat pemandangan kumuh dan jorok menghiasi Flyover Cileungsi, terlihat banyaknya tumpukan sampah di Kp Rawa Belut RT.02/RW.15 Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang membuat warga sekitar jembatan layang mengeluh karena tumpukan sampah sudah menganggu aktivitas.

Euis (40) warga sekitar mengatakan tumpukan sampah yang terbungkus kantong plastik dan karung menimbulkan bau menyengat. Sampah yang ada di pinggir jalan itu juga terlihat banyak dihinggapi lalat, sehingga setiap yang melintas harus menutup hidung dengan tangan.ditambah tak ada tempat pembuangan sampah yang disediakan oleh DLH Kabupaten Bogor.

“.Kami minta kepada instansi terkait untuk mengangkut sampah karena keberadaan sampah cukup terganggu banget baunya,” kata Euis kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/09/22)

Menurutnya, sampah-sampah tersebut bukan berasal dari warga sekitar. Sampah itu justru dibuang oleh para pedagang yang berjualan dibawah flyover ditambah lagi dari warga yang hendak belanja. Keberadaan sampah sudah menganggu  dengan tumpukan sampah itu karena berdampak kepada warga sekitar.

“Yang buang tidak saja para pedagang  tetapi warga yang hendak belanja ke flyover terus buang ke sini. Enggak tahu dari pemerintah kapan diangkutnya sampah ini. Benar-benar terganggu dengan bau menyengat ini. Kami udah susah menghirup udara pada segar pagi hari,” keluhnya.

Hal senada di sampaikan Nata menurutnya, memang sampah diambil, tapi bukan tiap hari, persoalan yang dihadapi saat ini karena warga sekitar tidak ada tempat penampungan sampah.

“Kami berharap DLH  menyediakan  tempat sampah dan langsung diangkut sehingga sampah tidak sempat menumpuk,” harapnya.

Kepala UPT Pengelplaan Sampah Jonggol Heri saat dihubungi melalui telepon menuturkan untuk sampah para pedagang yang berjualan di flyover dikelolah oleh pihak swasta bukan dari UPT DLH 

“Kami sudah menghimbau kepada para pedagang untuk tidak membuang sampah disana, karena kami pun tidak tahu siapa pihak swasta yang mengelola sampah disan . Bukan pihak kami tidak mau melakukan pengangkutan  sampah. Hampir setiap hari pihak UPT melakukan opsih di sekitar Flyover , terkhir kami menurunkan 3 armada untuk mengangkut sampah di lokasi bawah Fly over tersebut,” bebernya.

Dia meminta kepada warga dan pedangan untuk tidak selalu menyudutkan pemerintah karena faktanya di lokasi tersebut ada pihak yang mengelola. “Dan untuk pihak yang mengelola pun jangan hanya diambil iurannya saja, tapi angkut juga sampahnya,” pungkasnya.

** Ramses/Nay 

Musrenbangdes Usulkan Infrastruktur Dibangun di Wilayah

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Musyawarah Perencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk pembangunan  tahun 2023 di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, banyak usulan pembangunan infrastruktur yang tertunda di masing-masing wilayah.

Kepala Desa Malasari Andi Zaelani Firdaos menjelaskan, Musrenbang di tahun ini  pemerintah desa menampung usulan-usulan dari semua elemen masyarakat.

“Sebelum diadakan Musrenbang ini terlebih dahulu diadakan Musyawarah Dusun (Musdus), dari hasil Musdus kita bahas lagi di Musrenbangdes. Untuk kita ajukan ketahap selanjutnya,” ungkapnya.

Kata dia, adapun usulan yang sangat jadi perhatian semua elemen yang hadir, itu tertuju ke titik lokasi lnfrastruktur jalan yang selama ini terbengkalai dengan keadaan yang sangat parah dan memperihatinkan.

“Hampir setiap bulan saya mengusulkan terkait situasi jalan utama yang ada di wilayah Desa Malasari,  seperti Cisangku Malasari, Nyungcung Malasari dan Pabangbon Malasari, diantara tiga titik jalan itu semuanya adalah akses buat warga untuk bisa keluar masuk wilayah Malasari dan semakin hari keadaanya pun semakin parah dan memprihatinkan saja,” ujarnya.

Meski pemerintah desa Malasari di tahun 2022 ini tidak mendapatkan bantuan Insfratruktur dari pemkab Bogor. Andi tetap optimis bahwa di tahun 2023 bisa terealisasi.

“Kita sama sekali bantuan Insfratruktur dan kita sudah coba beberapa kali  mengajukan tetapi tidak ada jawaban di tahun 2022 ini. Saya berharap agar di tahun 2023  pembanguan jalan utama yang ada diwilayah Desa Malasari bisa terealisasi. Karena Desa Malasari ini termasuk desa wisata, akan tetapi akses jalan yang menuju kesini malah rusak parah seperti terbengkalai,” pungkasnya.

** Andres

Usulkan Azrafar, Aspirasi Kades Dibahas Lagi d Musrenbang

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Anggota komisi 4 Provinsi Jawa Barat berserta UPTD 1 dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat menanggapi aspirasi Kepala Desa Gunung Putri terkait kondisi  saluran air (drainase) milik provinsi yang sudah buruk hingga mengakibatkan banjir langganan sepanjang jalan Gunung Putri-Tlajung Udik.

Diketahui sepanjang jalan Gunung Putri-Tlajung Udik tersebut jika musim hujan akan tergenang air sehingga menutupi jalan, yang disebabkan kondisi drainase yang sudah dangkal dan sebagian sudah tertutup tanah dan sampah. Sehingga drainase tersebut tidak dapat menampung datangnya air hujan dan mengakibatkan banjir.

Mendapati hal tersebut, Prasetyawati Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat berserta Heri dari UPTD 1 PUPR Provinsi Jabar dan Dinas Bina Marga Jawa Barat langsung meninjau lokasi saluran drainase jalan Provinsi yang bermasalah tersebut.

Prasetyawati mengatakan terkait drainase tersebut pemeliharaan sudah ada rencana dan untuk pembuatan dan perbaikan akan diusulkan. “Sudah ada rencana  pemeliharaan saluran drainase, hanya sebatas pemeliharaan,” ucap Pras biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/09/22).

Menurutnya, untuk pembuatan atau perbaikan saluran rusak yang sudah tertutup akan segera diusulkan agar saluran drainase bisa berfungsi dengan baik. “Sebagai Anggota DPRD Jabar Dapil Kabupaten Bogor saya apresiasi dan mengucapkan terima kasih terhadapKkepala Desa Gunung Putri Bapak Damanhuri yang responsif permasalah saluran drainase tersebut dengan berinisiatif bersama Desa Tlajung Udik  bergotong royong mengatasi permasalahan drainase tersebut,” paparnya.

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri menanggapi kedatangan Anggota DPRD Komisi 4 Provinsi Jawa Barat berserta rombongan, UPTD 1 dan BMPR Provinsi Jawa Barat.

“Jadi intinya, kedatangan ini setelah ada kejadian banjir yang menimpa jalur provinsi, itu kan dapat video karena viral akhirnya saya intruksikan tim,” jelasnya.

Dia menginginkan yang harus dibuang di

Dan, sambung ia, kita kirimlah berita ini ke Dinas PUPR dan UPT 1 Bina Marga Provinsi Jawa Barat plus dikirim juga ke DPD Dapil 5 Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat ibu Prasetyawati dan akhirnya direspon maka jam 8 pagi itu udah ada di PUPR Provinsi sudah di lokasi, drainase tersebut di bangun CSR Indosemen tetapi regulasi dan kewenangan untuk perawata ada di Provinsi Jabar.

 Drainase sudah dibangunkan oleh CSR Indosemen jadi tolong diperhatikan, jangan sampai drainase Gunung Putri sampai Tlajung Udik tidak bisa berfungsi karena rusak parah,” ujar A Heri biasa disapa.

Mengingat, ia melanjutkan, karena Kabupaten Bogor ini adalah penghasil APBD paling besar masa tetapi kurang perhatian dari Pemprov itu sendiri, membuat dirinya kecewa, karena aset provinsi tetapi yang memperhatikan segalanya adalah masyarakat dan desa.

“Masa aset-aset provinsi yang ngebersihin dan yang ngerapiin warga, masih untung Gunung Putri gercep diberesin, dibangun coba kalau kepala desanya diam gak jadi seperti ini,” geramnya.

Dia berharap, nantinya bisa dianggarkan dari DPRD komisi 4 untuk tahun 2023 , walaupun untuk sementara waktu ini hanya bisa dilakukan pemeliharaan itu tidak masalah agar cuma harus sungguh-sungguh saja.

“Pemeliharaannya harus serius, kalo cuma bersihin rumput doang ya percuma juga,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain