24.7 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 825

Dikepung Bencana, Bima Bakal Audit Sistem Drainase

0

JURNAL INSPIRASI – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Bogor hingga merenggut korban jiwa, ternyata tak terlepas dari buruknya sistem drainase di ‘Kota Hujan’.

Wali Kota Bima Arya pun mengaku akan melakukan pengecekan terhadap sistem drainase ya g tertimbun gundukan sampah akibat PKL.

“Ada juga laporan gorong-gorong ditutup. Kita akan cek semuanya kita akan audit semuanya. Termasuk di Dadali,” kata Bima kepada wartawan, Kamis (13/10).

Bima juga menegaskan, telah meminta warga agar menghindari Jalan Dadali saat hujan lebat.

“Tapi, ini kan ga cukup di dadali. Tapi menyeluruh di Kota Bogor. Saya koordinasi PUPR dan Perumkim untuk proses audit secara fisik semua,” ucapnya.

“Tapi, saya pastikan semua ketika sudah cuacanya menbaik semua bergerak dan sterilisasi drainase, gorong gorong, kemudian pembangunan sedang dilakukan dan cek lagi. Apakah sudah bener bener fokus memastikan drainase normal,” tambahnya.** Fredy Kristianto

Jembatan Jalan KH. TB. M. Falak Amblas, Pemkot Bogor Segera Siapkan BTT

0

JURNAL INSPIRASI – Akses yang melintasi jembatan di Jalan KH. Tubagus Muhammad Falak, Kecamatan Bogor Barat ditutup sementara untuk beberapa hari ke depan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih melakukan asesmen atas longsor yang terjadi di jalan yang sebelumnya bernama Jalan Darul Quran ini.

“Kita lakukan asesmen singkat dalam beberapa hari ke depan. Tim dari PUPR Kota Bogor akan bisa merencanakan langkah-langkah kedaruratan. Terutama anggaran BTT (belanja tidak terduga) kita. Kita akan ajukan dan segera di SK-kan Wali Kota,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat melihat lokasi longsor, Rabu (12/10).

Menurut Dedie, akses Jalan KH. Muhammad Falak ini merupakan akses strategis untuk warga Kota Bogor. Bahkan, bagi warga luar kota, sehingga perbaikan longsoran ini harus segera ditangani.

“Tetapi, ini permasalahan tidak single problem. Sebab, ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan secara bersama. Antara lain adalah saluran pembuangan air dari Cidepit yang kelihatannya kemarin banyak sampah dan batang pohon mengakibatkan limpahan ke arah Cisadane,” tuturnya.

Tak hanya itu, ada permasalahan akses gorong – gorong di perumahan Braja Mustika yang juga disesuaikan penyelesaian strukturnya. Sehingga semua permasalahan itu menyebabkan adanya tekanan sisi kiri dan kanan jembatan terjadi.

“Kalau tidak dilakukan bersama – sama, parsial, gak beres nanti. Kita coba hitung dalam waktu yang cepat, kalau bisa tidak lebih dari satu minggu ini kita lakukan konstruksinya. Gorong – gorong tidak ditutup. Kita lihat karena permasalahannya banyak timbunan sampah, ranting pohon,” jelasnya.

Dedie juga menjelaskan bahwa kondisi dibawah aspal jalan raya sudah berlubang. Sehingga Dinas PUPR diperintahkan untuk membongkar secara keseluruhan. Untuk itu masyarakat jangan memaksakan diri melintas.

“Karena di atas aspal ini di bawahnya kosong. Kita harus tutup, kita mitigas, asesmen, apakah kita akan tutup total. Ini kan bisa berisiko menimbulkan bahaya,” kata Dedie.

Saat meninjau longsor, Dedie juga didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi dan Camat Bogor Barat, Abdul Rahman. Dedie juga sempat melihat lokasi lainnya di sekitar longsoran.** Fredy Kristianto

150 Personil Cari Adzra Hingga 7 Hari Kedepan

0

JURNAL INSPIRASI – Pencarian Adzra Nabila, pemotor yang terseret arus air hingga hilang di gorong-gorong Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal masih terus dilanjutkan. Meski sudah memasuki hari ketiga, namun belum ditemukan adanya tanda-tanda dari korban.

Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pun terus melakukan operasi SAR dengan melibatkan sebanyak 150 personil gabungan yang dibagi menjadi tiga regu.

“Tim yang dilibatkan banyak pihak dari Bogor hingga Jakarta. Personil di titik awal ada sekitar 150 orang dibagi menjadi 3 regu,” ujar Komandan Regu BPBD Kota Bogor, Maruli Sinambela kepada wartawan, Kamis (13/10).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga berkomunikasi dengan SAR Kabupaten Bogor untuk mencari dari simpang Cilebut hingga Jembatan PDAM, Cibinong.

Lebih lanjut, kata Maruli, derasnya air dan tumpukan beton di lokasi awal kejadian menjadi salah satu faktor penghambat. Atas dasar itu, pihaknya menggunakan excavator untuk mengangkat beton.

“Semoga dari pengangkatan beton akibat longsor ini membuahkan hasil dengan ditemukannya korban, karena bisa jadi korban terperosok berbarengan dengan longsor. Ujung aliran gorong-gorong ini adalah di Ciliwung,” katanya.

Maruli menyatakan bahwa pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari kedepan.

“Sebab hari pertama korban kemungkinan masih di tengah, hari kedua tenggelam, hari ketiga naik hingga hari ke lima, keenam kembali ketengah, hari ketujuh baru tenggelam kembali,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya tidak memasang jaring lantaran aliran Sungai Ciliwung cukup deras.** Fredy Kristianto

Sudah Hari Ketiga, Pencarian Mahasiswi IPB Masih Nihil

0

JURNAL INSPIRASI – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di titik awal tempat kejadian hilangnya Adzra Nabila, mahasiswi IPB yang hilang terseret arus air pada Selasa (11/10).

Kepada wartawan, Komandan Regu BPBD Kota Bogor, Maruli Sinambela mengatakan, pencarian terhadap Adzra sudah memasuki hari ketiga. Namun, belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami terus lakukan pencarian. Kita terjunkan alat berat untuk dilakukan pengerukan di lokasi saluran air yang tidak jadi dengan TKP,” ujar Maruli kepada wartawan, Kamis (13/10).

Menurut dia, pada hari pertama pencarian terdapat plat nomor motor yang diduga motor yang digunakan korban. Kemudian di hari kedua, ditemukan spion motor. Sementara pada Kamis (13/10), tim tidak menemukan apapun.

“Pencarian diperluas dari grande sampai area sungai dekat PDAM Kabupaten Bogor, hingga kampung bambu dengan menggunakan dua perahu karet,” jelasnya.

Kata dia, pencarian korban terkendala dengan curah hujan yang masih terjadi di Kota Bogor, yang membuat volume air di titik awal kejadian tinggi dan berdasarkan penuturan warga ketinggian air mencapai satu meter lebih.

“Kita terkendala derasnya aliran sungai. Kemudian tertutup juga longsoran tanah di titik awal jatuhnya korban. Terus kita juga sudah menyisir gorong-gorong yang ada di bawah, tapi sampaikan sekarang belum juga ditemukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan hingga 7 hari ke depan. Apabila sudah mencapai 7 hari dilakukan, maka pencarian dihentikan.** Fredy Kristianto

Pencarian Mahasiswi IPB Terkendala Cuaca

0

JURNAL INSPIRASI – Pencarian Adzra Nabila, mahasiswi IPB yang terseret arus air hingga hilang di gorong-gorong Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, terkendala masalah cuaca.

“Kalau masih gerimis ada petugas yang mengamati pergerakan tanah. Jadi misalnya tanahnya ada potensi kebawah, tim segera mengevakuasi, termasuk yang di sungai,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas kepada wartawan, Kamis (13/10).

Menurut dia, lantaran cuaca yang kurang bersahabat, pihaknya menerjunkan tim pemantau krtinggian air di Bendung Katulampa.

“Jadi sementara pencarian dihentikan melihat situasi nanti, kemarin sampai jam 2 malam. Nanti melihat cuaca,” katanya.** Fredy Kristianto

Kerahkan Anjing Pelacak, BPBD Temukan Titik Korban Longsor Gang Barjo

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas mengaku bahwa pihaknya telah mengetahui titik lokasi ketiga korban yang masih tertimbun material longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah.

“Sudah diketahui titiknya, berkat endungan anjing pelacak (K9). Indikasinya ada dua tempat, yakni di dapur dan kamar. Hanya saja posisi menggalinya agak lama karena manual,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/10).

Diketahui, BPBD Kota Bogor sendiri mendapat bantuan K9 dari Tangerang Selatan untuk melakukan pencarian terhadap tiga warga Gang Barjo yang tertimbun material longsor.

Ia mengatakan, saat ini proses evakuasi masih dilakukan dengan melibatkan SAR dari DKI Jakarta.

“Kami berharap korban bisa segera ditemukan, namun melihat kondisi dibantu K9 terendus, dan terpetakan tinggal proses pengangkatan secara manual, itu yang membuat lama,” jelasnya.

Menurut dia, sejauh ini ada dua rumah warga yang rusak berat. Selain itu, terdapat potensi longsor di kediaman 46 kepala keluarga (KK).

“Mereka masih bolak balik mengambil barang-barangnya. Jadi kalau warga yang menetap sudah tidak ada,” imbuh dia.

Rumah yang rawan longsor, kata dia, diminta untuk dikosongkan untuk meminimalisir bencana susulan.

“Ada 46 KK dengan total 116 jiwa yang mengungsi. Sesuai arahan dari wali kota, Kemensos, BNPB, untuk yang berpotensi rawan rumah warga diimbau untuk di kosongkan, dan mengungsi ke Masjid Jami Nurul Ikhlas karena sudah disediakan juga logistiknya,” ucapnya.

“Memang ada posko juga di masjid bawah, namun diharapkan warga juga dapat berpindah ke posko disini,” tambahnya.** Fredy Kristianto

Kader PPP Doakan Adzra dan Tiga Korban Longsor Gang Barjo Segera Ditemukan

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan kader muda PPP Bogor Utara melaksanakan istighosah agar tiga korban longsor Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah dan mahasiswi IPB, Adzra Nabila yang terseret arus air di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal yang hanyut pada Selasa (11/10) segera ditemukan.

Selain meminta pertolongan Allah agar keempat korban bencana itu ditemukan, mereka juga meminta agar Kota Bogor dijauhkan dari bencana alam.

Kegiatan istighosah sendiri dilaksanakan di Kediaman Anggota DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri di kawasan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kamis (13/10).

“Kami ingin meminta pertolongan Allah agar para korban segera ditemukan. Kasihan keluarganya. Kami sangat berharap, mudah-mudahan ada mukjizat dari Allah, para korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Saeful kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa di saat sulit seperti ini, hanya Tuhan yang dapat menolong kaumnya dari segala musibah.

Menurut pria yang akrab disapa Gus M ini, bencana yang belakangan terjadi di Kota Bogor harus menjadi renungan bersama.

“Harus jadi renungan bersama, ini juga momentum untuk memperbaiki akhlak, agar kita semua terhindar dari bencana,” ucapnya.** Fredy Kristianto

Cari Mahasiswi Terseret Arus, Pemkot Libatkan BPBD Kabupaten Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi lokasi longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (13/10).

Kedatangannya tak lain ingin memastikan bahwa upaya pencarian tiga orang yang masih tertimbun material longsor berjalan semaksimal mungkin. “Kami ingin pastikan evakuasi berlangsung cepat dan terukur,” ucapnya kepada wartawan.

Bima juga mengaku tengah berkoordinasi dengan Tim SAR untuk terus menelusuri mahasiswi IPB yang terseret arus air di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal.

“Kami berkoordinasi juga dengan BPBD Kabupaten termasuk seluruh wilayah sampai pintu air Manggarai. Kami sudah menyebarkan informasi ini dan pencarian dilakukan secara serentak sampai di hilir, dan kita monitor terus,” kata Bima.

Bima juga memerintahkan agar aparatur wilayah dan dinas terkait untuk memperbaiki sistem drainase untuk meminimalisir bencana alam.

Disinggung mengenai solusi bagi warga yang tinggal di pinggiran tebing dan sungai. Bima mengatakan bahwa hal itu merupakan permasalahan klasik.

“Warga kita berikan saran edukasi untuk bergeser, ada rusunawa. Tapi sulit sekali. Makanya ketika terjadi bencana, baru kemudian semua menyadari bahwa ini hal yang penting,” ucapnya.

“Saya kira ini PR penting kedepan. Ini harus bertahap dilakukan relokasi secara betul betul permanen kepada ratusan rumah yang lokasinya di bantaran sungai itu semua. Karena lahannya sangat rawan, tinggal menunggu waktu saja setiap hujan,” jelasnya.** Fredy Kristianto

116 Warga Mengungsi, Pemkot Siagakan Tenaga Medis 24 Jam

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 116 jiwa yang berasal dari 46 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke Masjid Jami Nurul Ikhlas, akibat bencana longsor yang terjadi di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (12/10).

Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid mengatakan bahwa mereka diungsikan hingga cuaca Kota Bogor kembali bersahabat, untuk menghindari korban jiwa akibat longsor susulan.

“Tidak ada alasan untuk tidak mengungsi, karena ini menyangkut nyawa. Sebab, tanah di tebingan masih labil. Saat hujan longsoran-longsoran masih terjadi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/10).

Wahid menuturkan, dari 116 pengungsi, terdapat empat balita, dua ibu hamil, dan 50 orang lansia. “Mereka ini adalah prioritas dalam penanganan pengungsi,” tegasnya.

Wahid mengatakan, Dinas Sosial (Dinsos) sudah membangun dapur umum untuk mencukupi kebutuhan pengungsi. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan tenaga medis selama 24 jam dari Puskesmas Merdeka.

“Bantuan dari berbagai pihak pun terus mengalir. Pemkot juga sudah distribusikan sembako dan kasur bantuan Kemensos,” jelasnya.** Fredy Kristianto

Dikepung Bencana, Kota Bogor Berstatus Tanggap Darurat

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan status tanggap darurat bencana di Kota Bogor hingga 31 Desember 2022. Hal itu lantaran cuaca ekstrem akan melanda Kota Bogor dalam kurun waktu panjang.

“Saya instruksikan seluruh aparat untuk siaga dan meminta kepada warga betul- betul waspada.
Kita semua siaga menghadapi kemungkinan kemungkinan terburuk dan kami akan bergerak cepat juga tidak hanya solusi jangka pendek tetapi solusi permanen,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Kamis (13/10).

Ia mengaku akan melaksanakan rapat untuk proses tahapan relokasi warga yang terimbas bencana ke rusunawa.

“Dipastikan cuaca esktrem, intesitas tinggi, maka akan terjsdi longsor karena itu titik titik rawan. Maka kita tetapkan, status tanggap bencana,” ucapnya.** Fredy Kristianto