26.4 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 827

Aspirasi PAN, Upah Kerja Pemenang BSPS di Caringin Dipotong 500 Ribu

0

Caringin | Jurnal Bogor
Warga Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang mendapatkan perbaikan rumah dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2022, mengeluhkan dugaan pemotongan uang tunai sebesar 500 ribu oleh pelaksana pembangunan.

Salah seorang pemenang BSPS Desa Caringin yang namanya enggan disebutkan, merasa bersyukur rumahnya tahun ini mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.

“Kami dan keluarga juga berterimakasih kepada pemerintah desa, karena sudah memilih rumah kami yang mendapatkan bantuan perbaikan,” ujarnya kepada wartawan.

Namun bapak yang memiliki tiga anak itu pun mengeluhkan uang sebesar 2,5 juta untuk upah pekerja, dipotong pelaksana pembangunan sebesar 500 ribu.

“Dalihnya uang 500 ribu itu untuk Pemerintahan Desa (Pemdes) Caringin,” akunya.

Ia juga mendapatkan bantuan dari pemerintah itu, tidak berupa uang. Tetapi, diberikan bahan bangunan atau material yang secara langsung diberikan pihak pelaksana pembangunan.

“Kami mendapatkan bahan material saja sesuai yang diajukan,” paparnya.

Terkait besaran anggaran bantuan yang harus diterimanya, warga yang sehari-hari nya bekerja sebagai buruh kasar tersebut mengatakan, bantuan itu anggarannya sekitar 20 juta.

“Saat akan dimulai pembangunan, kami diberitahukan besaran anggaran nya. Tapi anggaran itu dikelola pihak pelaksana yang berasal dari pemdes,” jelasnya.

Ia berharap, bahan material yang diberikan pelaksana pembangunan, bisa mencukupi untuk memperbaiki rumahnya agar tidak lagi kebocoran saat hujan dan masuk tempat tinggal layak huni.

“Kalau tidak cukup, saya bingung harus cari uang kemana,” imbuhnya.

Informasi didapat, program BSPS yang diterima warga Desa Caringin itu, berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR). Namun, saat program tersebut dilaksanakan, penyerapan anggarannya melalui aspirasi DPR RI Partai Amanat Nasional (PAN).

“BSPS yang masuk ke desa kami, berasal dari aspirasi dewan Partai Amanat Nasional (PAN) pusat,” aku Sekretaris Desa (Sekdes) Caringin, Faisal.

Untuk rumah yang dibangun dari program BSPS, lanjut sekdes, berjumlah 20 unit yang tersebar di setiap wilayah Caringin.

“Secara pastinya saya tidak tahu, karena tidak ikut langsung dalam pelaksanaan,” tegasnya.

Ditanya soal pemotongan uang upah pekerja, Faisal akan menanyakan hal itu kepada pelaksana pembangunan yang merupakan LPM dan salah satu kepala seksi (Kasi) di desa nya.

“Nanti saya tanyakan dulu ke LPM dan pelaksana lainnya,” tukasnya.

Hingga berita diterbitkan, baik dari Kepala Desa (Kades) Caringin maupun pihak pelaksana pembangunan, belum memberikan keterangan apa pun terkait adanya pemotongan upah tenaga kerja tersebut.

** Dede Suhendar

Matel di Leuwiliang Meresahkan Warga

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Keberadaan komplotan mata elang (matel) sebutan debtcollector yang suka mengambil paksa kendaraan di jalanan rupanya meresahkan warga di wilayah Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. 

Pasalnya, komplotan matel tersebut ingin merampas paksa kendaraan roda dua milik salah satu warga, padahal ada salah tangkap.

“Tadi pas pertigaan ke Cibeber Satu dipepet, dengan caranya juga kasar mereka 5 motor mepet sampe mau jatuh saya, tepatnya pas banget di pencucian mobil pertigaan yang mau ke kantor Desa Cibeber satu,” ucap Supriadi.

Supriadi yang juga berprofesi sebagai wartawan itu menjelaskan kronologi percakapan dengan komplotan debtcollector, akan tetapi komplotan itu tidak bisa menarik kendaraanya karena dengan keadaan surat-surat lengkap. 

“Dia bilangnya ijin ke pinggir pak, saya cek kendaraan bapak soalnya ini masuk dalam motor yang kami cari. Padahal saya lagi buru- buru mau liputan ke Desa Cibeber Satu,” tuturnya.

Menurut Supriyadi, kejadian serupa juga menimpa salah satu rekannya. bahkan kata dia sampai mengeluarkan kekerasan.

“Orangnya hitam jangkung ada yang gemuk hitam dan motor mereka Honda Beat, Aerox dan Vario mereka mencegat saya hampir celaka dan kejadian serupa menimpa temen saya hampir dirampas dan menggunakan kekerasan akhirnya terjadi keributan di jalan Cemplang,” tukasnya.

** Andres

Sidak Lapangan, Achmad Fathoni Pertanyakan Surat Rekomendasi Teknis Perumahan Andalusia

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengunjungi Perumahan Griya Bukit Jaya 2 bersama dengan Muspika dan UPT Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Selasa (30/08/22). Kunjungan ini guna memastikan penyebab ambruknya TPT milik Perumahan Andalusia yang mengakibatkan robohnya dinding arkon milik Perumahan GBJ 2.

Achmad Fathoni

“Saya ingin memastikan apakah pihak Perumahan Andalusia yang lokasinya masuk ke Desa Cicadas Kecamatan Gunung Putri ini sudah memiliki rekomendasi teknis atau belum dari dinas terkait mengingat kejadian ini bukan baru sekali terjadi dan menimpa warga GBJ 2,” papar Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, dari siteplan yang nanti akan ditunjukan UPT DPKPP bisa diketahui berapa lebar saluran yang seharusnya dibuat oleh pihak pengembang Perumahan Andalusia. “Ternyata komunikasi yang dijalin oleh Perumahan Andalusia kepada Muspika bisa dibilang tidak aktif, dan saat saya menghubungi Pak Kades dan Pak Camat pun baru mengetahui hal ini,” ujar Aleg yang berasal dari Dapil 2 tersebut.

Dia bersyukur kejadian ini terjadi sebelum pembangunan selesai, sehingga masih bisa meminta pertanggungjawaban dari pihak pengembang.

“Disini kita lihat belum ada saluran yang dibuat oleh pihak pengembang dari Andalusia, padahal seharusnya itu infrastruktur terlebih dahulu yang diutamakan sebelum membangun unit rumah yang ada, tapi ini sudah 60% pembangunan belum dibuatkan saluran, dan tadi saya tanya kepada pengawas teknik bangunan dari Perumahan Andalusia dirinya mengakui tidak logis jika sebelah sini belum ditinggikan hanya sebelah sana saja,  itu sudah ada kesadaran sebetulnya hanya belum direalisasikan saja,” papar politisi yang berangkat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Oleh karena itu, dia meminta pengembang untuk membuat infrastruktur terlebih dahulu agar persoalan banjir dari Perumahan Andalusia tidak lagi menggangu warga Perumahan GBJ karena sebelum ada pembangunan tidak pernah ada kejadian banjir.

“Sampai menunggu pertemuan berikutnya, saya meminta kepada Pihak Pengembang untuk melakuakan upaya pembuatan saluran bayangan sementara rangka dahulu agar air tidak lagi tumpah, sampai kita menunggu dari dinas terkait apakah rekomendasi teknis itu sudah dibuat atau belum,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Kepala UPT DPKPP Riza Jason mengatakan, untuk perijinan sudah ditempuh oleh Perumahan Andalusia dalam hal ini PT.Putra Medina dengan siteplan sudah pernah terbit nomor 591.3/40000 PPS/SP/DPUPR/2022 dan ini adalah revisi siteplan pertama artinya ada siteplan sebelumnya yang sudah pernah terbit.

“Disini saya lihat siteplan terakhir jumlah bangunan ialah 351 bangunan menurut informasi dari pengawas sudah terbangun sebanyak 60%. Namun untuk rekomendasi teknis ini bukan dibawah kewenangan kami  melainkan kewenangan Dinas PUPR,” ujar Riza.

Namun untuk mempercepat kinerja sampai menunggu pertemuan selanjutnya, Perumahan Andalusia diminta untuk menghentikan sementara pekerjaan pembanguan perumahan tersebut. “Sambil menunggu pertemuannya selanjutnya dan menunjukan apa yang dimiliki oleh pihak perusahaan dan tolong upayakan untuk buat saluran terlebih dahulu karena nanti dipertemuan selanjutnya akan kami pertanyakan upaya yang sudah dilakukan oleh pihak pengembang untuk menanggulangi persoalan banjir dan jebolnya tembok ini,” tegas Riza.

Sementara Pengawas Teknik Bangunan Perumahan Andalusia Indra dalam pertemuan itu akan disampaikan kepada Dirut PT.Putra Medina. “Akan kami sampaikan, dan kita upayakan mengikuti apa yang diinstruksikan hari ini, untuk saluran ada dalam siteplan namun memang belum terealisasi, karena saluran pasti berbarengan dengan jalan, untuk saluran yang saat ini itu memiliki lebar 0,80 meter, dan rencana ketinggian 2 meter, ini memang belum dibentuk sebagai saluran,” ucapnya.

Hadir dalam sidak tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni, Indra Pengawas perwakilan Perumahan Andalusia, warga GBJ 2, Camat Gunung Putri Didin Wahidin, Amir Arsyad Kades Bojong Nangka, Riza Jason Kepala UPT DPKPP dan jajaran, Suharto Kanit Pol PP Kecamatan Gunung Putri, dan perwakilan Desa Cicadas.

** Nay Nur’ain

Desa Cileuksa Cari Cara Bangun Ketahanan Pangan

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor tengah berupaya untuk mencari cara dalam membangun ketahanan pangan sesuai arahan pemerintah pusat, bahwa anggaran dana desa 20 persen wajib dialokasikan untuk ketahanan pangan.

“Kami juga perangkat desa membuat musyawarah dengan tahapan-tahapan dari Musrembang Desa sampai dengan kegiatan Musdes Perubahan, lebih mengarah ke program ketahanan pangan sesuai yang diinstruksikan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah,” ungkap Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyandi kepada wartawan, kemarin.

Apih Ujang sapaan akrab Ujang Ruhyandi mengatakan, adapun implementasi dari program ketahanan pangan tersebut, seperti pembuatan kolam budidaya ikan, kemudian sektor peternakan, dan pertanian.

“Hal tersebut (ketahanan pangan) dirasa perlu lantaran, usai dihantam bencana (awal Januari 2022 Lalu) yang mengakibatkan ribuan rumah terdampak hingga harus direlokasi,” ujarnya.

Apih Ujang mengatakan, tak hanya berfokus pada relokasi rumah warga saja, melainkan harus dipikirkan juga bagaimana kehidupan masyarakat disekitar untuk kedepannya. “Disamping itu, dengan tersedia lahan seluas 20 hektar, akan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat dalam pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.

Seperti halnya membuat semacam agrowisata, yang di dalamnya terdapat sirkuit motor trail, disitu juga akan menyediakan lapak bagi pelaku UMKM. Selain itu, disekelilingnya pun akan ditanami pepohonan buah yang sesuai dengan kontur tanah di wilayah tersebut untuk mencegah terjadinya erosi.

Selama menunggu pepohonan tersebut tumbuh besar, akan diselingi dengan tanaman sayur mayur untuk mengisi kekosongan agar terus menghasilkan.

“Jadi dari 20 hektar tadi ada pemanfaatan lahan yang lainnya juga, rencananya akan bikin sirkuit, ada perkebunan berbentuk agrowisata lah, kenapa demikian? Karena tadi terlepas dari tanaman, kami membuat pemberdayaan umkm, disitu kami mendorong koordinasi dengan Bumdes untuk mengembangkan potensi lokasi tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut, Apih Ujang mengatakan, nantinya secara otomatis warga sekitar pun akan terlibat di dalamnya. “Makanya kami mulai dari lingkup kecil dulu sekarang, nanti kami bentuk kelompok, jika tidak dicontohkan dan hanya melalui sosialisasi biasa sepertinya kurang greget, tapi dengan langsung dipraktekkan warga akan lebih memahami,” katanya.

Namun, agar seluruh program akan dijalankan berhasil, Ujang mengatakan membutuhkan dorongan dari berbagai pihak. “Yang jelas kami dari pemerintah desa butuh dorongan dari semua pihak, butuh pengawalan dan respon dari para pemangku kebijakan,” tukasnya.

** Andres

Waduh, Belum Dilintasi Beton Jalan Karanggan-Gunung Putri Sudah Patah 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Peningkatan Jalan Karanggan- Gunung Putri yang berada di Desa Karanggan Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor sudah menimbulkan patahan pada beton yang belum sama sekali dilintasi kendaraan.

Peningkatan jalan yang dikerjakan oleh CV.Fasca yang beralamat di Jl.Raya Cibeureum KM.3 No.12 RT.04 RW.03 Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bandung dan Konsultan Pengawas dari PT.Nasuma Prima dengan memakan anggaran sebesar Rp.2,9 miliar itu menjadi sorotan warga.

Agus (45) warga sekitar mengaku sangat senang dengan adanya pembenahan jalan Karanggan ini mengingat kondisi jalan disini sangat parah, apalagi jika habis diguyur hujan, lubang yang ada di tengah jalan dan tergenang air tidak terlihat oleh pengendara.

“Saya hampir setiap hari melintasi jalan ini, saat ada pembenahan jalan bahagia, akhirnya dibenahi juga. Namun ada hal yang kurang memuaskan di beberapa titik pekerjaan ini, kenapa coran beton yang berusia belum genap sebulan ini sudah ada yang retak sampai kebawah seperti patah,” ujarnya.

Dia mengaku selalu aktif melihat pekerjaan jalan tersebut walau hanya rakyat biasa tapi ingin melihat tata cara kerjanya. “Bagian pertama juga ada yang retak sampe bawah, itu dipoles atau ditutupi oleh pekerja seperti semen putih saya gak tau namanya apa, untuk menyamarkan patahan/retakan beton tersebut,” papar Agus.

Selain itu, kata dia, pada coran beton yang sekarang meskipun belum dilintasi oleh pengendara sudah ada patahan sampai bawah juga . “Udah patah kalo menurut saya harusnya jangan cuma dipoles menghilangkan patahan itu tapi dicor lagi (grouting) supaya patahannya gak lari,” paparnya.

Dia berharap kepada penyedia jasa untuk serius dalam mengerjakan jalan tersebut karena dirinya sebagai warga sangat merindukan jalan yang halus dan mulus. “Harapannya awet gak gampang retak, karena beton kalo retak-retak juga bahaya kepada pengendara jalan,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan Yusuf sebagai penyedia jasa CV. Fasca yang mengatakan dia belum mengetahui adanya keretakan beton pada pekerjaannya. “Saya belum bisa menanggapi karena dilapangan belum ada laporan,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatApp, Selasa (30/08/22).

Saat ditanya soal keretakan yang harus di-grouting, dia mengatakan, kalau ada retak rambut dan lain-lain biasa langsung komplain ke batcingplant, dan langsung ditangani. “Benar itu harus di-grouting, makanya takutnya beda persepsi retaknya sampai segimana gitu loh,” pungkasnya.

Pemerhati Pembanguan dan Tataruang Heri KH menjelaskan, keretakan pada beton ada beberapa faktor, mulai dari kekurangan air, tidak adanya lantai kerja atau dari kualitas mutu beton itu sendiri.

“Beton itu idealnya setelah digelar besoknya disiram oleh air, hal itu dilakukan tidak oleh kontraktor, pemasangan plastik harus full, dan adanya lantai kerja yang sangat berpengaruh akan kualitas beton, apalagi jika kondisi jalan awalnya banyak lobang dan rusak parah, beskos yang digelar harus ketemu dengan lantai kerja dulu baru digelar beton,” urainya.

Jika tahapan tersebut  sudah dilakukan oleh penyedia jasa, berarti kualitas mutu dari beton itu sendiri yang merupakan pabrikasi batcing plant.

“Tapi biasanya, dari penglihatan saya sangat jarang sekali penyedia jasa melakukan penyiraman air pada beton yang sudah digelar tersebut, itu pun cukup berpengaruh pada kondisi beton dan bisa menimbulkan keretakan,” jelasnya.

Namun, kata dia, untuk beton yang retak rambut atau patah itu masih bisa di-grouting, cuma kebanyakan hanya disilen oleh aspal saja padahal lambat laun itu bisa melebar. “Kalo sudah retak harus segera di-grouting karena memang itu penangananya,”  pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Setelah Cigudeg, UPT Dukcapil Bakal Sambangi Malasari

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil)vl wilayah IV setelah menyambangi warga Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dalam program penyelenggaraan pelayanan keliling (pepeling)  pembuatan administrasi kependudukan (Adminduk) ketingkat desa, baru baru ini, akan menyambangi salah satu desa yang jauh dari pelayanan, yakni Desa Malasari di Kecamatan Nanggung.

Toni Topandi

Setelah itu, penyelenggaraan pelayanan keliling atau yang disebut pepeling yang merupakan program UPT Dukcapil Wilayah IV dengan cara jemput bola pembuatan administrasi kependudukan, menurut Kepala UPT Dukcapil Toni Topandi yang mendapat pelayanan langsung dari petugas Dukcapil, utamaya  wilayah desa yang jangkauannya jauh dari pusat pelayanan Kecamatan dan Administrasi kependudukan.

“Untuk itu kami berinisiatif, jemput bola (jembol) tingkat desa pembuatan akta lahir rencana akan digelar di Malasari,” ujar Toni Topandi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Namun kata dia, itupun tergantung kesiapan  Pemerintah Desanya sebab pelaksanaan pada Sabtu atau Minggu. “Karena jadwal hari Senin hingga Jumat kami biasa melayani di kantor,”terangnya.

Menurutnya, harus ada komunikasi dulu, sebab sebelum pada pelaksanaan Pepeling Adminduk, ada persiapan pendataan pemohon pembuatan akta lahir itu. Pembuatan akta lahir sehari selesai sepanjang yang menjadi persyaratannya itu lengkap.

Toni menjelaskan, yang menjadi syarat pembuatan akta lahir, yakni fotokopi KTP, buku nikah dan keterangan lahir dari bidan atau rumah sakit. Semisal, tidak adanya keterangan lahir dari bidan atau rumah sakit, pemohon bisa membuat pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani langsung dukun beranak atau di perkampungan biasa disebut Mak Paraji.

Program Pepeling Adminduk ke tingkat desa selain pembuatan akta lahir juga bisa dilaksanakan pembuatan tentang  buku pokok kematian. Buku pokok kematian, tambah Toni datanya itu harus melalui desa kemudian progresnya akan dilaporkan hingga Kemendagri.

Tujuan  dibuatnya akta kematian, adapun data warga hingga tingkat nasional itu bisa update. Program Pepeling Adminduk dengan cara jemput bola yang rencana akan dilaksanakan di Malasari.

Kepala Desa Malasari Andi Zaelani Pirdaos menyambut program jemput bola yang dilakukan UPT Disdukcapil.  Karena ini kesempatan warga salah satu untuk membuatan  akta kelahiran secara langsung.

“Adapun jadwal hari pelaksanaan yang ditentukan petugas UPT Sabtu-Minggu, tentunya terlebih dulu harus komunikasi  dengan para RT dan RW. Diharapkan Sabtu atau Minggu sudah bisa pelaksanaan. Pastinya Kamis (1/9) akan disosialisasikan dengan para pengurus RT-nya,” tukasnya.

** Arip Ekon

Ketua Majelis Hakim Tunda Pembacaan Legal Standing

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Memasuki sidang ke-5 kasus fasos fasum Perumahan Griya Alam Sentosa (GAS) yang berada di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dengan agenda pembacaan legal standing atau putusan sela ditunda oleh Ketua Majelis Hakim dengan alasan ada hakim anggota yang tidak hadir karena sakit, Selasa (30/08/22).

Kuasa hukum penyelamat Fasos Fasum warga GAS Yudi Deki Purwadi mengaku sangat kecewa dan merupakan hal yang tidak masuk, karena yang tidak hadir itu ialah hanya hakim anggota dan masih bisa dibacakan putusan sela tersebut.

“Agenda sidang ke-5 hari ini adalah pembacaan legal standing saja dari berkas-berkas yang sudah masuk, dan kami sangat optimis jika kami sudah memenuhi persyaratan tersebut untuk masuk ke dalam gugatan selanjutnya,” papar Yudi biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Selasa (30/08/22).

Menurutnya, jika yang tidak hadir tersebut adalah Hakim Ketua dirinya dan tim masih bisa menerima alasan tersebut. Namun ini yang tidak hadir ialah hakim anggota. “Harusnya dipertanyakan balik kepada kami yang berperkara apakah bisa dilanjutkan, karena yang tidak hadir hanya hakim anggota bukan hakim ketua,” papar Yudi.

Mendapati penundaan tersebut, warga GAS dan tim kuasa hukum sangat kecewa mengingat dia dan tim sudah menunggu selama 3 minggu. Namun ketika tinggal pembacaan putusan sela harus ditunda pecan depan dengan alasan ada hakim anggota yang sakit.

“Kami sebagai tim penyelamat Fasos fasum dan warga sangat kecewa terkait pembacaan putusan sela yang ditunda, menunggu selama 3 minggu terkait putusan sela yang harusnya dibacakan hari ini namun ditunda. Kami sangat yakin bahwa legal standing kami sangat sempurna, lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan terkait dengan para class presentatif dan class member dengan Sema Nomor 1 Tahun 2002 yang menjadi landasan hukum terkait dengan gugatan class action,” papar Yudi.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni yang rutin hadir dalam kegiatan sidang tersebut menanggapi hasil sidang pembacaan putusan yang kembali ditunda oleh ketua majelis hakim karena ketidakhadiran hakim anggota.

” udah ditunda 3 minggu, materi pun sudah jelas waktu ini, agenda hari ini hanya membacakan legalnya, bahwa tim ini fix akan mewakili masyarakat, dan tadi hasil saya berbincang dengan pengacara, biasanya jika ada yang sakit selama ada hakim ketua akan dibicarakan lagi kepada pihak-pihak yang berperkara, namun tadi tidak dilakukan oleh hakim ketua,” papar Fathoni biasa disapa.

Dia mengingatkan kepada hakim yang menangani perkara, jangan memunculkan prasangka buruk dari masyarakat kepada majelis hakim. Jika memang tadi alasannya sakit dan hakim merasa jika tidak hadir semua merasa tidak yakin jangan sampai pekan depan ada hal yang kemudian menunda lagi.

“Ini haknya warga, walau secara materi asetnya Pemda kenapa tidak dipercepat saja, perkaranya sudah jelas, data-data pun jelas, lalu menunggu apa lagi,” cetus Politisi PKS tersebut.

Di ATR BPN saja, kata dia sedang membasmi mafia tanah. Tubuh aparat penegak hukum sendiri sedang membangun citra kepercayaan, namun jangan sampai hal-hal seperti ini di level yang paling bawah dan bersinggungan langsung dengan masyarakat malah sebaliknya.

” Saya harap minggu depan langsung dibacakan putusan legal standing-nya, ini baru prolog belum memasuki inti perkara, dan saya yakin majelis hakim akan fair tau terbuka dan adil pada putusannya,” pungkas Fathoni.

** Nay Nur’ain

Desa Cihideung Salurkan Ratusan STB

0

Ciampea l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Cihideung Udik (Cihud), Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor bersama petugas kantor Pos menyalurkan bantuan set top box (STB) untuk 271 warga penerima. Namun saat penyaluran STB ke penerima, kerap terjadi kendala yang disebabkan TV penerima tidak ada remot dan banyak alamat penerima yang tidak jelas .

Kepala Urusan Umum Desa Cihideung Udik, Udin Firmansyah menyebutkan bantuan STB dikirim langsung dari Kantor Pos. Setelah itu, petugas Kantor Pos bersama pihak desa langsung mendistribusikan STB tersebut ke penerima.

Saat pendistribusian STB, banyak ditemukan kendala yakni alamat penerima yang tidak lengkap, dan penerima sudah pindah alamat. Selain itu, untuk mengoperasikan STB tersebut terkendala sinyal dan TV- nya juga harus ada remotnya.

“Ketika tidak ada remot  TV bakal sulit mencari saluran program. Isinya bantuan STB, terdiri dari alat, remot, batre dan kabel, ” katanya.

Ia menambah untuk pengoperasian STB, pertama  diklik Kominfo 1, lalu masukan nomor KK atau NIK penerima  bantuan. Setelah itu, penerima difoto dengan kondisi TV menyala. Ketika sukses langsung dikirim ke Kominfo bahwa bantuan STB diterima oleh warga.

“Tidak menutup kemungkinan banyak  STB  yang bakal dikembalikan lagi ke Kominfo. Hal tersebut karena ada 17 lebih penerima bantuan STB tidak jelas alamatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cihideung Udik, H. Deny mengungkapkan STB merupakan program nasional, seharusnya semua warga berhak mendapatkan bantuan STB terkecuali TV -nya sudah digital. Seperti halnya bantuan tabung gas melon dari pemerintah. Semua warga mendapatkan bantuan tabung Gas.

“Jika mengacu pada jumlah KK di Desa Cihideung Udik ada sekitar ada 4.788 KK.  Warga Cihideung Udik yang mendapat bantuan STB dari pemerintah hanya 271 set STB, ” ujarnya.

Deny menambah sesuai dengan data dari Kominfo, untuk Desa Cihideung Udik mendapatkan bantuan STB sebanyak 721 set namun bantuan STB yang datang ke desa lewat Kantor Pos baru 271 set.

Ia berharap pemerintah mendata betul siapa saja yang berhak menerima bantuan STB, termasuk adanya kejelasan yang kongkrit untuk syarat penerima bantuan STB.

“Jangan sampai warga menanyakan ke desa kok ngga dapat bantuan STB, padahal mereka juga membutuhkan. Kita berterima kasih adanya bantuan STB dari pemerintah, namun yang perlu diperhatikan dampak dari bantuan tersebut misalnya, data penerima yang bermasalah, ” tukasnya.

** Arip Ekon

Tinggal Seorang Diri, Penghuni Puri Harmoni Membusuk

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Warga Perumahan Puri Harmoni 9 Extension RT.03/RW.22 Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan didalam rumah yang sudah menimbulkan bau busuk, Selasa (30/8/22).

Sutinah (49) yang tinggal seorang diri dirumahnya tersebut, ditemukan sudah tidak bernyawa oleh tetangganya yang biasa mengantarkan makanan untuk dirinya.

Penemuan mayat ini bermula dari kecurigaan seorang warga, Ibu Karmini, yang berprofesi sebagai penjual nasi. Biasanya almarhumah Ibu Sutinah memesan makan setiap pagi dan sore via WhatsApp, akan tetapi Ibu Sutinah terakhir pesan minuman teh pucuk dan es teh pada Kamis, 25 Agustus 2022 pukul 21.00 Wib.

“Setelah itu, 4 hari Ibu Sutinah tidak ada kabar dan tidak memesan nasi lagi kepada saya. Akhirnya saya coba mendatangi rumah Ibu Sutinah dan mengetuk  pintu gerbang beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Kemudian saya menanyakan ke tetangganya, apakah Ibu Sutinah ada, dari pihak tetengga menyampaikan kalau sudah beberapa hari ini Ibu Sutinah tidak terlihat dan awalnya terlihat sedang sakit,” ujar Karmini.

Namun saat itu, kata dia tercium aroma tidak sedap (aroma bangkai) kemudian dia melaporkan ke petugas satpam perumahaan PH 9 Extension Yanto untuk mengecek rumah tersebut dan dibantu tetangga dengan menggunakan tangga, karena pintu atau gerbangnya digembok.

“Satpam naik lewat pagar untuk meyakinkan aroma tersebut berasal dari mana, kemudian satpam melihat melalui kaca jendela kamar rumah, ternyata di dalam kamar Ibu Sutinah sudah terlihat meninggal dunia, terbaring miring kekiri dan sudah dikerumuni lalat,” bebernya.

Menurutnya, setelah itu satpam melaporkan via telpon kepada Pemdes Cikahuripan dan Babinsa Cikahuripan. ” Akhirnya, Babinsa Cikahuripan Peltu Yedi dan staf Desa Cikahuripan didampingi aparat RT datang ke TKP untuk melakukan evakuasi bersama pihak Polsek Klapanunggal, Babinkamtibas dan warga setempat. Kemudian jenazah almarhumah Ibu Sutinah dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Desa  Cikahuripan membenarkan adanya warga Puri Harmoni yang meninggal di rumahnya dalam keadaan sudah menimbulkan aroma bau yang tidak sedap.

“Ya benar, saya mendapatkan laporan dari Ketua RW, bahwa ada warga perumahan Puri Harmoni 9 yang meninggal didalam rumah tidak diketahui, kira kira sudah 3 atau 4 hari lah, soalnya sudah menimbulkan bau,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk kronologi kematiannya  seperti apa belum diketahui, apakah sakit atau karena hal lain.

“Untuk mayat sudah diurus oleh pihak kepolisian, dan dibawa ke rumah sakit untuk di autopsi, saya belum mengetahui penyebab kematian ini,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dilalap Si Jago Merah, Ponpes di Sipak Ludes Terbakar

0

Jasinga l Jurnal Bogor

Bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ummah di Kampung Sipak Lebak, Desa Sipak Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor ludes terbakar.

 Musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 19.15 WIB, Senin malam dan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu . Namun sejumlah  santri sementara mengungsi di masjid terdekat.

Komandan Regu (Danru) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Leuwiliang, Hudri mengatakan, penyebab kebakaran itu diduga adanya korsleting listrik akibat kabel bocor dan terkena percikan air hujan.

“Satu bangunan Ponpes yang terbuat dari kayu hangus terbakar termasuk kitab, Alquran, dan kasur santri serta pakaian,” kata Hudri kepada wartawan, Selasa (30/8).

Hudri mengatakan api tidak merambat ke pemukiman warga, hanya satu rumah yang jaraknya dua menter dari Ponpes terkena kobaran api. “Beruntung kita langsung datang ke lokasi sehingga api berhasil dipadamkan,” ungkapnya.

Ia menuturkan pihaknya menerjunkan satu  armada dari sektor Damkar Leuwiliang untuk memadamkan api yang membakar satu bangunan pondok pesantren.

“Proses pemadaman berlangsung cepat karena api tidak merambat ke bangunan lain meskipun bahan bangunan dari kayu dan mudah terbakar,” pungkasnya.

** Arip Ekon