26.4 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 818

Tikungan Pasang Bedil Kerap Bikin Kendaraan Tergelincir

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Tikungan Pasang Bedil atau Waru yang terletak di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor kerap membuat pengendara roda dua tergelincir hingga terjatuh lantaran jalanan yang licin.

Culeng (25) HMBT Kecamatan Sukamakmur mengatakan, jalan tersebut merupakan akses jalan menuju jalan Samisade yang baru dibuka, namun karena tidak selesai maka jadi setiap kali hujan tanah merah yang bekas buka jalan malah tumpah ke jalanan, hingga mengakibatkan kendaraan jeni roda dua kerap kali tergelincir.

“Dari dana Samisade itu untuk buka jalan baru, namun karena belum selesai maka kini terbengkalai dan tanah merah yang bekas galian buka jalan itu jadi bececeran apalagi disaat hujan turun licinnya luar biasa,” ungkap Culeng.

Menurutnya, pada Minggu (11/09/2022) terlihat dari pukul 07:30 WIB sudah ada 4 pengendara roda 2 yang terjatuh, baik dari luar daerah yang hendak ingin ke tempat wisata melalui jalur tersebut ataupun warga sekitar yang memang menjadi akses rutinitasnya.

” Tolong dipikirkan keselamatan warga, disini Pemdes harus lebih peka, jika memang jalur tersebut masih dalam perbaikan harus dipikirkan dampak dari galian jalan yang sudah dibuka jangan diabaikan begitu saja, ” imbuhnya.

Terpisah disampaikan Praja Armando Abyuma (30), ketika hujan turun, jalanan tersebut selalu dipenuhi oleh lumpur sehingga selalu ada korban, begitupun sampai saat ini belum ada upaya penanganan dari pihak terkait.

“Program jalan Samisade yang mangkrak ,ketika hujan turun lumpurnya kejalan raya banyak makan korban,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ratusan Siswa SDN 03 Caringin Ikuti Sikat Gigi Bersama

0

Caringin | Jurnal Bogor

Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) tahun 2022, ratusan anak yang tersebar di sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor, serentak melakukan sikat gigi bersama. Salah satunya seperti yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 03 Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Sebelum pelaksanaan sikat gigi bersama, para siswa tersebut diberikan penyuluhan dan edukasi cara menyikat gigi yang baik dan benar oleh drg Dwi Afriyanti dari UPT Puskesmas Caringin.

Menurut drg Dwi Afriyanti, penyluhan dan edukasi kepada para siswa bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi para siswa agar menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini hari. Pasalnya, saat ini masih banyak siswa SD diusianya ini yang giginya sudah berlubang atau gigi tetap yang tumbuhnya tanpa gigi susu.

“Nah ini yang kadang tidak disadari oleh orang tua bahwa itu adalah gigi tetap. Jadi penting bagi kami memberikan edukasi untuk menjaga kesadaran dan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Karena gigi dan mulut itu pintu masuknya dari segala makanan. Kalau mulut dan gigi baik maka kesehatannya juga akan baik,” kata drg Dwi Afriyanti.

Diterangkannya, penyebab rusaknya gigi sendiri bisa terjadi karena faktor pola makan atau hidupnya sendiri. Salah satunya akibat jarang atau tidak pernah menyikat gigi sebelum tidur.

“Ini mungkin salah satunya, karena pada saat kita tidur kan kita diam sehingga kuman – kuman yang ada di mulut dan gigi itu cepat upadate bergerak serta lebih cepat berubah dan merusak gigi tersebut.  Makanya, mari sejak sekarang kita biasakan untuk sikat gigi sebelum tidur,” ujarnya.

Petugas Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) sekaligus Terafis Gigi dan Mulut, Apong menyebutkan diantara masalah gigi itu bisa terjadi karena beberapa hal yang berbeda. Diantaranya oleh plak dan karang gigi.

Plak gigi adalah lapisan tipis dan lengket di gigi yang terdiri dari bakteri, sisa – sisa makanan dan kotoran. Plak akan matang sempurna 1-2 hari tanpa penyikatan gigi sama sekali. 

“Pada tahap awal, plak berwarna transparan. Tanpa pembersihan yang optimal, plak akan terus menumpuk dan lama-lama dapat berubah warna menjadi putih kekuningan.

Penumpukan plak di gigi berpotensi menyebabkan gigi berlubang. Sedangkan plak yang menempel di gusi dapat menyebabkan gusi bengkak dan radang gusi,” terang Apong.

Sedangkan karang gigi, sambungnya, sejatinya plak yang menebal dan mengeras. Biasanya karang gigi terakumulasi di atas garis gusi, terutama di bagian dalam dari gigi depan bawah. 

“Jadi beda dari plak, karang gigi umumnya berwarna kecokelatan atau bahkan kehitaman. Prinsipnya, semakin gelap warnanya, itu artinya karang yang terbentuk semakin banyak,” ucap Apong.

Efek jangka panjang lainnya, kondisi ini juga dapat menyebabkan berbagai gangguan gigi yang lebih serius, seperti penyakit periodontitis, gigi tanggal, hingga memicu penyakit jantung dan stroke. 

“Cara, mengobatinya bisa dengan rutin menghosok gigi minimal 2 kali sehari, atau sebelum tidur. Kemudian dengan obat kumur mulut,” imbuh Apong.

Sementara, Kepala SDN 03 Caringin, Agustini menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan HKGN yang dilaksanakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), khususnya dari pihak UPT Puskesmas Caringin.

Dimana, dalam menyelegarakan sikat gigi bersama anak Indonesia dirangkaikan melalui kegiatan edukasi. Apalagi, HKGN ini diperingati setiap tanggal 12 September.

“Ditahun 2022 ini, mengangkat tema pulih bersama dengan senyum sehat Indonesia. Karena, kegiatan sangat bermanfaat tentunya guna membangun Indonesia dari segi kesehatan secara keseluruhan,” ungkap Agustini.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak UPT Puskeamas Caringin dan Pemerintah yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengetahui pentingnya dan menjaga kesehatan gigi dan mulut.

** Deny

PKS Gunung Putri Tolak Kenaikan BBM

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dimotori oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat M.Ichsan bersama puluhan warga turun ke jalan menyuarakan “menolak kenaikan BBM ” beserta dengan bentangan banner dan spanduk. Aksi damai tersebut dilakukan di Jalan Baru Cikeas, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/09/22).

Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang berasal dari dapil 2, Achmad Fathoni mengatakan, dia hadir di perempatan Jalan baru Cikeas bersama pengurus, kader, simpatisan PKS dan masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM.

” Penguasa yang membiarkan rakyatnya menderita karena kesulitan dengan harga pangan, energi dan kebutuhan hidup lainnya adalah penguasa yang TIDAK BERHATI NURANI dan penguasa yang semacam itu tidak pantas diberi hati,” geram pria yang akrab disapa Fathoni tersebut kepada Jurnal Bogor, Sabtu (10/09/22).

Menurutnya, dirinya ikut hadir dalam  kegiatan FlashMob PKS Gunung Putri, untuk  menyampaikan aspirasi rakyat yang merasa keberatan akan kenaikan harga BBM

“Aksi ini serentak digelar PKS di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen dan kesolidaritas PKS memperjuangkan nasib rakyat banyak,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden PKS dan anggota legislatif di Fraksi PKS DPR RI sudah menyampaikan argumentasi penolakan kenaikan harga BBM, dan memberikan solusi jalan keluarnya. Dan untuk yang ada di tingkat Kabupaten ikut mendukungnya dengan bersama-sama langsung turun ke jalan.

“Saat Flashmob, saya ajak bicara tukang tambah ban, penjual gorengan, pedagang ikan dan sayuran, penjual bubur ayam dan nasi uduk sampai pengusaha meubel. Semua menyatakan keluhan yang sama dan setuju dengan PKS untuk menolak kenaikan harga BBM yang semakin membuat rakyat sengsara,” imbuh politisi PKS tersebut.

Dia meminta pemerintah menggunakan hati nurani agar bisa menunjukkan keberpihakan pada nasib rakyat. Pemerintah tidak boleh anggap subsidi untuk rakyat sebagai beban, sementara untuk Ibu Kota Negara (IKN) dan proyek-proyek yang belum prioritas justru dibela.pungkasnya.

Warga Cikeas Wiwin (40) mengatakan dia mengikuti demo yang dimotori oleh PKS karena memiliki misi yang sama, keberatan akan kenaikan harga BBM.

“Gak ada yang mengajak, tapi ini inisiatif saya, kebetulan ada di sekitar rumah jadi saya sebagai warga ikut menyuarakan menolak kenaikan harga BBM, karena dampaknya sangat besar untuk biaya kebutuhan sehari-hari,” kata Wiwin.

Menurutnya, jika yang naik itu harga cabai, atau harga daging tidak akan berdampak pada kebutuhan pokok yang lain. “Ini yang naik BBM, semoga mengangkut pakai BBM otomastis semua harga pada naik tanpa terkecuali,” cetusnya.

Dia juga meminta, pemerintahan jangan mengurangi subsidi untuk BBM. “Jika untuk kegiatan yang lain bisa disubsidi, kenapa BBM gak bisa, ubah aja regulasinya, mobil pribadi/plat hitam dilarang pake pertalite, itu lebih bijak dibanding menaikan harga BBM,” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu hal yang membuat pemerintah kebobolan subsidi BBM karena kurangnya pengawasan. “Kalo bisa beli mobil berarti harus sanggup beli bensin, toh penikmat BBM subsidi juga aparat pemerintah, plat merah dengan dalih tugas, mobil-mobil mewah tak jarang sekelas Alpard atau Fortuner ngisinya pertalite,” tegasnya.

** Nay Nur’ain

Kepala Sekolah GM Ditahan Kejari, Ini Kata Adi Suwardi 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang  dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Generasi Mandiri (GM) membuat anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor Adi Suwardi mengingatkan para penggiat pendidikan dalam mengelola anggaran APBN tersebut.

Sebelumnya Kepsek Yayasan SMK GM di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diduga melakukan pengadaan fiktif, double anggaran dan lainnya hingga terjadi penyalahgunaan dana BOS.

Politisi Partai Gerindra Kabupaten Bogor itu mengingatkan adanya penyalahgunaan anggaran dana BOS oleh kepala sekolah agar menjadi catatan penting bagi para penggiat dan pelaku pendidikan di Kabupaten Bogor.

“Mungkin ada kesalahan pembinaan dana BOS yang dobel anggaran, itu sangat memprihatinkan menurut saya. Dengan terkuaknya kepala sekolah yang menyalahgunakan anggaran dana BOS ini menjadi catatan bagi semua penggiat pendidikan yang ada di Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Gunung Putri,” ucap Adi Suwardi kepada Jurnal Bogor, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (09/9/22).

Tentunya kata dia, saat ini kepala sekolah yang menyalahgunakan anggaran sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Cibinong, dan sudah ditahan saat ini sehingga biarkan mereka melakukan proses sesuai hukum yang berlaku.

“Mudah – mudahan ini menjadi catatan bagi para penggiat pendidikan dari berbagai sektor, dari swasta maupun negeri. Dalam hal ini Dinas Pendidikan sebagai pelaku penggiat didalam pendidikan harus lebih jeli melakukan pengawasan,” cetus dia.

Menurutnya, sekarang sudah banyak sekolah swasta yang saat ini mendapatkan dana BOS, dan dana BOS adalah bagian dari perhatian pemerintah kepada dunia pendidikan agar dipergunakan sebaik baiknya.

“Barang kali ini oknum saja yang menggunakan dana BOS yang tidak sesuai peruntukannya, dan itu biarkan saja semuanya akan dibuktikan oleh penegak hukum yang sekarang ditangani oleh pihak kejaksaan,” paparnya.

Selanjutnya Adi Suwardi menjelaskan, faktanya dana BOS ini tidak mencukupi operasional baik swasta maupun negeri, karena fakta di lapangan masih ada guru yang ditanggung oleh pemerintah daerah, dan masih ada tambahan anggaran untuk menopang kegiatan sekolah.

“Apapun bentuk alasannya, seyogyanya ini pun harus dijawab oleh pemerintah secara terukur dan terarah, sehingga dunia pendidikan dan para pengajar ini, dari mulai siswa, staf pengajar termasuk staf TU dan lain sebagainya kesejahteraannya terjamin. Karena saya juga sangat prihatin banyak mendengar ada beberapa guru apakah guru swasta atau guru negeri yang sifatnya honor penghasilannya dibawah rata rata ini juga bagian dari pada tanggung jawab semua,” ujarnya.

“Dan ini sangat disayangkan ketika ada oknum yang menyalahgunakan anggaran yang diduga sampai miliaran itu kita dengar saja nanti hasilnya seperti apa,” imbuhnya.

** Nay Nur’ain

Tawuran Pelajar Pecah di Jalan Pahlawan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Tawuran pelajar antara sekolah SMK Tridarma 1 dengan beberapa siswa dari SMK Surya Kencana Yapis, YKTB, Mekanik dan Yatek pecah di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan PT.Kintaka Desa Sanja RT.05 RW.01 Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Jumat (09/09/22).

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandra Mulyana,S.H, S.IK, M.H pun memerintahkan kepada AKP Budi Santoso,S.H Selaku Pawas (Perwira Pengawas) yang dibantu warga Desa Sanja yang dipimpin langsung oleh Kades Sanja Edi Yusup untuk melakukan tugas pengamanan tawuran pelajar antarbeberapa sekolah.

“Kronologis kejadian sekitar jam 17. 00 wib dimana para pelajar dari SMK Tridarma berkumpul di lapangan Bina Marga kemudian menuju ke Jalan Pahlawan dan bertemu dengan beberapa murid sekolah dari  SMK Surya Kencana Yapis, YKTB, Mekanik dan YATEK lalu terjadi tawuran pelajar,” jelas Kompol Eka pada Jurnal Bogor.

Menurutnya, para siswa tersebut ada yang menggunakan senjata tajam seperti clurit, parang ata golok dan lain-lain, karena salah satu sekolah dari SMK Tridarma 1 dan 3 kalah, lalu pelajar dari SMK Tridarma lari ke jalan menuju pabrik keripik, dan pada saat itu 11 murid dari SMK Tridarma 1 dan 3 berikut 1 buat celurit di aman oleh warga sekitar.

“Para siswa kita amankan di Polsek Citeureup untuk mendapatkan pemahaman dan renungan,” ujarnya.

Terpisah disampaikan warga sekitar Eneng (25). Menurutnya kejadian terjadi sore hari, saat gerombolan anak sekolah dari dua arah saling serang. “Pada minggir ngeliat ada yang ngasong-ngasongin golok ma cerulit, saya lagi belanja ke warung langsung teriak histeris soalnya adek saya lagi nungguin saya dan duduk diatas motor,” bebernya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (10/09/22).

Khawatir sang adik terkena sasaran pelajar, kata dia, langsung berteriak histeris meminta tolong kepada warga dan meminta adiknya untuk masuk kedalam warung dan meninggalkan motornya. “Saya panggilan adek saya soalnya dia gak ngeuh karena sambil main hp, kayanya ada yang kena sabetan soalnya ada 2 atau 3 orang yang baju sekolahnya ada lumuran darah,” terangnya.

Menurutnya, untuk di Desa Sanja sendiri baru kali ini terjadi tawuran. “Setau saya baru kali ini di titik ini, cuma kalo ke arah Leuwinutug sering terjadi, ngeri lah kalo bisa mah ditangkepin aja, atau pihak sekolah mengeluarkan siswa yang tawuran jadi ada efek jera, kalo cuma ditangkep dipulangin lagi entar juga gitu lagi,” ujarnya.

** Nay Nur’ain

Orang Tua Murid Kompak Minta Keringanan,  Sumbangan di SMAN 1 Leuwiliang Dinilai Memberatkan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik membuat sejumlah orang tua murid SMAN 1 Leuwiliang mengaku keberatan dengan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP). Mereka pun meminta keringanan sesuai kemampuannya.

Informasi yang dihimpun, kriteria dana sumbangan pendidikan di Smanel, sebutan SMAN 1 Leuwiliang itu berlaku bukan hanya untuk peserta didik baru, termasuk bagi siswa kelas 11 dan 12 juga dikenakan opsi besaran sumbangan yang sudah ditentukan. Siswa baru kelas 10 sebesar Rp 5000.000, siswa kelas 11 Rp 4.700.000 sdan untuk siswa kelas 12 Rp 4.500.000.

Saat ditemui di sekolah, ketiga orang tua murid kelas 12 yang merupakan warga Desa Cibeber 1 dan warga Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang dihadapan pihak sekolah dengan nada terbata-bata kepada Jurnal Bogor mengaku keberatan terkait adanya uang sumbangan  tersebut.

“Kami  kalau protes nggak, cuman minta keringanan soal uang sumbangan yang dirapatkan kemarin,” kata salah seorang wali murid kelas 12, Jumat (9/9).

“Opsinya kan Rp 3.500.000, Rp 3.750.000 serta Rp 4.000.000. Meskipun masih keberatan, tidak ada pilihan akhirnya kami ambil sumbangan  yang opsi 3.500.000. Untuk itu, tujuan kami ke sekolah untuk meminta keringanan pembayarannya. Seandainya, tetap harus dibayar diangka 3.5000.000 jujur kami keberatan, alasannya kami kurang mampu,” keluhnya.

Dia menjelaskan, bukannya tidak mau bayar, mengingat kondisi keadaan pekerjaan suaminya sebagai buruh tukang cat. Selain dia, ada juga dua orang tua murid yang datang ke sekolah secara bersamaan juga ingin meminta keringanan sumbangan di sekolah tersebut. “Tujuan kami sama untuk meminta keringanan,” paparnya.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Smanel Bidang Humas Didah Nurhaidah ketika dikonfirmasi mengatakan, DSP itu dana sumbangan pendidikan. Dari 1.200 murid di SMA N 1 Leuwiliang, sekitar 300 siswa yang tidak ikut membayar sumbangan tersebut yakni dari kategori siswa penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Adapun bagi orang tua siswa yang merasa keberatan dengan sumbangan itu, pihaknya persilakan  untuk datang langsung ke sekolah. “Datang langsung, kami juga ada toleransi, sekiranya orang tua murid itu kesanggupannya bayar berapa,” jelasnya.

Diakuinya, belakangan ini memang ada orang tua murid yang meminta keringanan uang sumbangan tersebut. Sumbangan dari wali murid itu kata dia, alokasinya  untuk pendidikan dengan kategori, salah satu untuk mendanai rencana sekolah yang tidak bisa didanai oleh pemerintah.

“Seperti yang paling urgen di sekolah SMAN 1 Leuwiliang ini masih kurangnya fasilitas ruang kelas belajar. Musababnya, ruang Lab komputer dan IPA itu digunakan untuk kegiatan belajar, jadi kami kekurangan 3 atau 4 ruang belajar lagi,” jelasnya.

SMAN 1 Leuwiliang disebut-sebut bakal bakal dapat bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) sementara sekolah itu sudah tidak memiliki lahan lagi. “Tetapi kami masih ada ruangan sekolah yang belum didak, sementara pengedakan itukan  tidak didanai oleh pemerintah. Sedangkan pemerintah itu hanya bagian bangunan dinding dan atapnya aja. Jadi sumbangan itu salah satu untuk pembiayaan pengedakan ruang sekolah dengan 4 lantai kebelakang,” kata Didah.

Ketika ditanya apakah pungutan di SMANegeri 1 Leuwiliang  ini sudah berlangsung setiap tahunnya, pihaknya tidak menampik akan hal itu.” Iya kalau disini, pungutan itu masih.” akunya.

Menurutnya, pungutan  dari orang tua murid berberbagai kategori itu sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 dan terkait sumbangan diserahkan ke komite. “Jadi  yang melakukan itu bukan pihak sekolah. Dalam Pergub, sumbangan sekolah itu boleh asal masih direl, dan setiap tingkatan tentu ada relnya. Hal ini juga didukung pihak Disdik, bahwa sumbangan tersebut bukan pihak sekolah, akan tetapi  dari  Komite Sekolah,” ungkap Didah.

Menanggapi pungutan sumbangan sekolah di SMAN 1 Leuwiliang yang dianggap memberatkan orang tua murid, Humas Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat Yanwar membenarkan ada Pergub nomor 44 tentang Komite Sekolah perihal sumbangan sekolah.

Sumbangan berdasarkan rapat  komite kemudian pihak sekolah mengajukan proposal kebutuhan yang belum ter-cover  Rencana Kerja Sekolah (RKS)  oleh BOS atau dari Bantuan Operasional Perencanaan Daerah (BOPD). “Sehingga dibikin kesepakatan, sebenarnya bukan disepakatkan tetapi harus dirapatkan dulu mengenai jumlah sumbanganya. Memang ada jumlah cluster A B C D  bila anak itu tidak mampu, bisa menunjukan surat keterangan tidak mampu, itu boleh,” lanjut Yanwar menambahkan.

Ia memaparkan, Pergub baru yang seminggu turun, disitu ada opsi-opsi  dan poin  tertulis seperti yang mengatur sumbangan sekolah tersebut. “Tinggal kesepakatan orang tuanya, kalau wali murid keberatan dengan sumbangan tersebut tinggal ditolak boleh,” ucap Yanwar.

Meski demikian, dia mengaku masih mengkaji Pergub Nomor 44 yang baru turun tersebut. “Adapun orang tua murid merasa keberatan dengan sumbangan itu boleh menolak. Karena tidak menjadi keharusan,” tandasnya.

** Arip Ekon

Desa Balekambang Pertahankan Lagi Juara Umum MTQ

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Kembali mendapatkan juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Jonggol, Pemerintahan Desa Balekambang akan terus pertahankan prestasi yang dilaksanakan setiap tahun ini.

Kepala Desa Balekambang, Anap Setiawan bersyukur karena masih bisa mempertahankan juara umum.

 “Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Desa Balekambang mengucapkan terima kasih kepada pengasuh Ponpes Al Jalaliyah dan semua  pihak, terutama kepada para kafilah dan para pembimbing yang telah memberikan yang terbaik buat desa,” ujar Anap kepada Jurnal Bogor, Jumat (9/09/22).

Dia berharap prestasi yang berhasil diukir ini pun bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari para kafilah nantinya. “Membaca Al-Qur’an bukan hanya untuk dijadikan ajang perlombaan, namun merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam, mengingat Al-Qur’an ialah pedoman bagi semua umat muslim,” ujarnya.

Camat Jonggol Andri Rahman didampingi  tokoh agama menyerahkan piala bergilir MTQ tingkat Kecamatan Jonggol  kepada  Kades Balekambang Anap Setiawan pada acara penutupan MTQ yang dipusatkan di halaman kantor kecamatan  yang berakhir pada Selasa malam lalu.

Pada kegiatan penutupan tersebut, Andri Rahman mengucapkan selamat kepada Desa Balekambang yang berhasil mempertahankan gelar juara umum MTQ Kecamatan Jonggol  ke-44 tahun 2022 ini.

“Semoga tahun-tahun berikutnya pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Jonggol terus ditingkatkan sehingga mampu mencetak para kafilah yang berprestasi,” ujar Andri biasa disapa.

 Dia pun mendongkrak semangat untuk pemerintah desa lain agar bisa menyabet piala bergilir yang sudah lama menginap di Desa Balekambang. “Mari untuk pemerintah desa yang lain lebih semangat lagi dan terus tingkatkan prestasinya agar piala juara umum tidak menjadi milik Desa Balekambang seumur hidup,” candanya.

Menurutnya, semua kafilah sangat mengagumkan dalam menghafal dan melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. “Saya sangat mengagumi semangat anak muda-mudi yang gemar membaca Al-Qur’an, karena ada istilah alah bisa jadi biasa jika dibiasakan membaca Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari insya Allah kedepannya bisa selamat dunia akhirat,” ungkapnya mengakhiri.

** Ramses/Nay 

Banyak Gedung SDN di Nanggung Rusak Berat, Ketua DPRD: Ini Atensi Buat Saya

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Banyaknya gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang rusak di Kecamatan Nanggung kini direspons serius Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto. Fasilitas sekolah yang sudah tak layak  itu menjadi atensi baginya yang harus diperbaiki.

Rudy Susmanto

“Ini menjadi atensi buat saya,” ujar wakil rakyat dari Fraksi Gerinda kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Informasi yang diperoleh Jurnal Bogor, kerusakan gedung SDN di wilayah Nanggung diantaranya SDN Parakanmucang 01 Desa Parakannuncang, SDN Parigi Desa Cisarua, SDN Ciketug Desa Pangkaljaya, 4. SDN Pabangbon Desa Malasari, SDN Malasari 04 Desa Malasari, toilet siswa dan guru di SDN Pasireurih Desa Hambaro  sudah lama tak berfungsi karena rusak berat dan toilet siswa di SDN Pasirpeuteuy Desa Nanggung yang sudah 2 tahun juga tak berfungsi lantaran telah mengalami kerusakan yang cukup berat, serta kurangnya ruang belajar di SDN Sidamulya Desa Cisarua dari 328 siswa terdapat hanya 6 ruangan belajar saja.

Sebelumnya disebutkan, salah satu tenaga pengajar di SDN Sidamulya, Rohadi  menjelaskan, pada 2020 lalu,  penambahan RKB itu sudah direncanakan bahkan lokasi lahan yang akan dijadikan bangunan RKB itu  sudah disurvei olah  konsultan perencana. “Sudah 2022 ini bangunan RKB itu tak kunjung dibangun,” kata Rohadi.

Pihak sekolah mengharapkan RKB itu untuk segera dibangun, karena 328 siswa selama kegiatan belajar terpaksa harus berdesakan karena dari 6 ruang belajar itu rata rata diisi sebanyak 58 siswa dengan satu meja 3 siswa. “Belum lagi kegiatan belajar dijadwalkan menjadi 2 shift,” terang Rohadi.

Belum lama ini, dikatakan juga Plt Kepala SDN Pasirpeuteuy Sukadir imbas ketiadaan toilet di sekolahnya sehingga banyak siswa sering buang air kencing di sembarang tempat. “Dari tahun 2020 toilet tak berfungsi  karena telah rusak berat,” kata Plt Kepala Sekolah Pasirpeuteuy Sukadir.

Begitu juga dengan ruangan perpustakaan SDN Pasirpeuteuy yang semestinya sudah direnovasi karena sudah lapuk.

** Arip Ekon

Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Tingkatkan Kapasitas Petani

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitro) Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis untuk  peningkatan kapasitas petani, di Halaman Kantor Balai Penelitian Pertanian wilayah XI Jonggol, Jumat (09/09/22).

Bimtek yang mengangkat tema “ Sumber Alam dan Sumber Daya Air Terstandarisasi  Untuk Pertanian ” ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari petani dan penyuluh pertanian. Bimtek ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi DR Rahmawati  M.Sc, dari Kementan RI dan Kepala Bidang Distanholkitura Kabupaten Bogor Ir.Sri Widianingsih, serta Koordinator Balai Penyuluhan  Perrtanian  wilayah XI Jonggol  Jajang SP.

Kepala Balai Penelitian Agroklikmat dan Hidrologi Dr. Rahmawati.M.Sc mengatakan, bimtek ini mampu meningkatkan pengetahuan penyuluh dan petani serta dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Kabupaten Bogor khusunya di wilayah XI BPP Jonggol.

“Banyak hal yang mungkin belum diketahui oleh petani dan penyuluh, atau sudah diketahui namun diabaikan, padahal hal-hal kecil yang dianggap sepele itu sangat berpengaruh dengan hasil produksi pertanian, maka dari itu kami adakan kerjasama bimtek ini untuk menambah pengetahuan bagi petani dan penyuluh khususnya,” papar Dr.Rahmawati.

Ditempat yang sama disampaikan Ir.Sri Widia Ningsi.M.Si mewakili Kepala Distanhortikitura Kabupaten Bogor yang verterima kasih kepada Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balai  Klimat ) yang telah menyelenggarakan bimtek di Kabupaten Bogor  serta meminta kepada peserta bimtek agar dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh pemateri. 

“Ilmu pengetahuan yang disampaikan untuk keberlangsungan para petani ini saya harap tidak disia-siakan,” harapnya.

Hal senada disampaikan Jajang SP,  Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian wilayah XI Jonggol mengatakan, mewakili para petani dan penyuluh pertanian mengucapkan terima kasih kepada para narasumber khususnya kepada DR Rahmawati yang sudah bersedia memberikan bimtek kepada para petani dan penyuluh pertanian.

“Pada pemeparannya tadi narasumber menyampaikan perihal mengenal karakteristik kejadian hujan  untuk mendukung peningkatan produksi pertanian  dan pemanfaatan informasi Agroklimat dan pengembangan  teknologi hemat air, ini sangat penting diketahui oleh penyuluh dan petani, mengingat kondisi keberadaan air sangat berpengaruh pada hasil dan kualitas pertanian itu sendiri, ” ujarnya. 

** Ramses/Nay 

Berikan Kenyamanan Warga, Pemdes Sukaluyu Renovasi Aula dan Kantor Desa

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi warganya, Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor merealisasikan dana Bantuan Provinsi Jawa Barat  untuk merenovasi aula dan kantor desa.

Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan mengatakan, renovasi dilakukan karena bagian atas bangunan kantor telah lapuk, maka anggaran Banprov Jabar direalisasikan untuk merenovasi kantor desa.

“Kantor Desa Sukaluyu yang merupakan bangunan gedung satu atap  dan menyatu dengan ruangan aula. Nah, aula yang biasa digunakan untuk agenda kegiatan rapat koordinasi kini diperluas sepanjang dua meter. Yang nantinya  luasan ruang aula itu bertambah menjadi sekitar 7×12 meter,” ujar Aos Hermawan, Minggu (11/9).

Tampak saat renovasi LPM, BPD, RT, dan RW. Hadir juga anggota Linmas dan tokoh masyarakat. Aos menjelaskan, anggaran Banprov yang turun ke pihak desa selain untuk merenovasi kantor desa dan aula juga digunakan untuk bidang lainnya seperti pemberian operasional program kesehatan Posyandu.

“Dari  11  Posyandu di Sukaluyu mendapat operasional dari Banprov, termasuk pengalokasian Banprov untuk operasional mitra kerja pemerintah desa, yaitu Badan Permusyawaratan desa (BPD),” tukasnya.

** Arip Ekon