29 C
Bogor
Saturday, August 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 817

Kalah Praperadilan, Kejari Kabupaten Bogor Tidak Kendor Berantas Korupsi di SMK Generasi Mandiri

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Djuanda mengaku tidak akan kendor dalam pengusutan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Generasi Mandiri, Mustofa Kamil, meski kalah dalam praperadilan di Pengadilan Negeri Cibinong pada 10 Oktober 2022 lalu.

“Kita akan terus melanjutkan perkara ini menjadi tuntas sampai adanya putusan Pengadilan Tipikor Bandung yang berkekuatan hukum tetap. Putusan tersebut (praperadilan) tidak membuat kendor dan malah menambah semangat tim jaksa penyidik untuk mengusut perkara ini sampai ke akar-akarnya,” tegas Djuanda kepada wartawan, Selasa (18/10/22).

Djuanda menilai, dalam putusan hakim tersebut ada kejanggalan dalam konstruksi hukum yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam memutus perkara quo, yang diajukan oleh pemohon. Putusan dalam praperadilan Pengadilan Negeri Cibinong hanya menunda waktu penyusunan administrasi penangan perkara tetapi tidak membatalkan proses penyidikan yang berjalan.

“Namun begitu, kami selaku termohon menghormati apa yang menjadi kewenangan dari hakim praperadilan di Pengadilan Negeri Cibinong tersebut,” ujarnya.

Menurut Djuanda, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor tetap berkomitmen untuk melakukan pemberantasan perkara tindak pidana korupsi khususnya di dunia pendidikan.

“Karena pendidikan merupakan amanat konstitusi yang harus kita jaga marwahnya, jangan sampai ada yang mencederai, sehingga pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus betul-betul dirasakan oleh siswa peserta didik dan tidak menjadi bancakan sekelompok orang saja,” papar Juanda.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) ini menjelaskan bahwa jajarannya sangat memahami kondisi yang dihadapi oleh hakim praperadilan dan keterbatasan pemahaman dan pengetahuan dalam melihat perkembangan teori hukum dan administratif hukum dalam penangangan perkara tindak pidana korupsi.

“Sehingga putusan yang diberikan tidak progresif dan cendrung kepada upaya penghambatan penanganan perkara korupsi di Bumi Tegar Beriman. Tetapi, sekali lagi saya katakan hal tersebut tidak menyurutkan langkah kami dalam penanganan perkara Tipikor,” jelasnya. 

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Cibinong telah membacakan amar putusan terkait permohonan gugatan praperadilan dari pemohon Mustopa Kamil dengan tergugat Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, pada hari Senin tanggal 10 Oktober 2022 lalu Hakim tunggal PN Cibinong Ahmad Taufik, S.H., dalam perkara Gugatan Praperadilan No. 9/Pid. Pra/2022/PN. Cbi.

Dimana dalam amar putusannya pada pokoknya hakim sidang pra peradilan Pengadilan Negeri Cibinong Ahmad Taufik mengabulkan sebagian dari permohonan praperadilan dari pemohon dan menyatakan penetapan tersangka pemohon tidak sah dan tidak berdasarkan atas hukum.

** Nay Nur’ain

Dapat Dua Penghargaan, Ini Kata Dewan untuk Pemdes Bojongkulur 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Desa (Pemdes) Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menerima dua penghargaan sekaligus dalam acara gala dinner Teknologi Tepat Guna Nusantara XXIII di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon, Selasa (18/10/22) malam.

Piagam penghargaan yang pertama dari Kementerian Desa (Kemendes), Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) tentang pemberian penghargaan Desa Status Mandiri Tahun 2022 dan menganugerahkan Lencana Desa Mandiri. 

Piagam penghargaan yang kedua dari Gubernur Jawa Barat atas Pencapaian Strata Desa Mandiri dan IDM Tertinggi Nasional dan Jawa Barat Tahun 2022. 

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Menteri Desa PDTT RI, Drs Abdul Halim Iskandar dan disaksikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Cirebon, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi, serta Kepala Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Renaldy.

Kepala Desa Bojongkulur Firman Riansyah mengucapkan terimakasih kepada semua lembaga dan elemen masyarakat yang sudah bekerja keras selama ini, serta tetap kompak dan solid demi kemajuan Desa Bojongkulur.

“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada semua warga dan lembaga-lembaga desa yang telah bersama-sama bergerak, bersatu, dan berkolaborasi dalam membangun Desa Bojongkulur dalam berbagai bidang,” ujar Firman Riansyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/10).

Menurutnya, masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus dibenahi, maka dengan ini Pemdes Bojongkulur meminta kepada semua elemen masyarakat serta lembaga-lembaga yang ada agar bisa saling bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Masih banyak yang harus kita benahi dan tingkatkan terus, upaya kita mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Bojongkulur lahir dan batinnya,” jelasnya.

Selain itu dirinya juga mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kementrian Desa, dan Gubernur Jawa Barat ke Desa Bojongkulur.

“Atas nama kepala Desa Bojongkulur dan pribadi, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi–tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik secara langsung, maupun tidak langsung terhadap pencapaian ini. Khususnya kepada Gubernur Jawa Barat dan Menteri Desa PDTT yang telah memberikan penghargaan kepada Desa Bojongkulur,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni mengucapkan selamat serta memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Pemdes Bojong Kulur.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi atas prestasi Pak Kades Bojong Kulur dan jajaran. Ini adalah prestasi bersama Pemdes dengan seluruh warga Bojong Kulur. Semoga menjadi pertanda meningkatnya kemajuan dan kesejahteraan warga,” ucap Fathoni sapaan akrabnya.

Politisi PKS yang berasal dari daerah pilih (Dapil) 2 itu menambahkan, sebagai Anggota DPRD dirinya selalu siap untuk bersinergi dengan Pemdes Bojongkulur. 

“Sebagai salah satu wakil rakyat dari Dapil 2, saya selalu siap bersinergi dan membantu Pemdes serta warga Bojongkulur untuk terus memajukan desanya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Hadirkan Pagelaran Festival Budaya Musim Gugur Jepang

0

Sentul | Jurnal Bogor
Merayakan dua tahun beroperasionalnya, AEON MALL Sentul City mengadakan event “1st ANNIVERSARY MATSURI”, acara yang bertemakan festival budaya musim gugur Jepang dari tanggal 21 – 30 Oktober 2022 di Canal Stage, Ground Floor.

Acara yang akan diselenggarakan selama periode event seperti Halloween Cosplay Competition, Idol Performance, Japanese Culture Workshop & Exhibition seperti Onigiri Workshop, Cosplay Competition dan masih banyak lainnya.

“Dengan seluruh rangkaian acara dan juga exhibition stand kegiatan ini, kami berharap AEON MALL Sentul City memberikan pengalaman mengenai Budaya Jepang yang menarik kepada seluruh pengunjung. Tanpa harus jauh-jauh ke Jepang, pengunjung dapat merasakan Budaya Jepang yang khas disini” jelas Bayu Tunggul Aji, General Manager Mall Operation,  AEON MALL Sentul City. 

Sebagai puncak acara, pada tanggal 30 Oktober 2022, AEON MALL Sentul City akan menggadakan Halloween Coswalk Competition di Canal Plaza, Ground Floor, yang berhadiah jutaan rupiah. Kompetisi cosplay yang akan dinilai oleh juri tingkat nasional yaitu Ola Aphrodite, Asai & Ibun (pemenang World Cosplay Summit 2018).

Selain itu, AEON MALL Sentul City juga akan melakukan acara daring dengan AEON MALL Hanyu – Jepang, yaitu penampilan seni teater tradisional Jepang, Kabuki. Riasan dan penampilan para pemain Kabuki yang mencolok, selalu menarik perhatian para penonton.

Ini adalah acara hybrid pertama di AEON MALL Sentul City. Ditambah lagi, para pecinta Budaya Jepang Modern akan dimanjakan dengan Cosplay Cabaret oleh Tekitou Record dan Idol Performance oleh Shojo Complex.

Selama periode event “1st ANNIVERSARY MATSURI”, AEON MALL Sentul City akan mengadakan program belanja “HAPPY TUMMY CASHBACK”, pengunjung Food Terrace (food court, 2F) berhak mendapatkan cashback hingga Rp. 25.000 dengan minimum pembelanjaan Rp. 50.000 dengan menggunakan pembayaran e-wallet aplikasi AEON MALL Indonesia.

Tidak hanya itu, AEON MALL Sentul City juga mengadakan program “BALOON DART” bagi member aplikasi AEON MALL Indonesia. Dengan berbelanja minimal Rp 500.000, pengunjung berhak untuk bermain baloon dart dengan hadiah yang menarik.

**handymehonk

Kementan Ajak Insan Pertanian Miliki Sense of Crisis

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian mengajak seluruh insan pertanian untuk memiliki sense of crisis di saat kondisi seperti ini. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) bertema Solusi Pupuk Mahal yang dilaksanakan tanggal 26 – 28 Oktober mendatang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan situasi secara global saat ini telah mempengaruhi kondisi di tanah air.

“Dampaknya adalah meningkatnya harga-harga komoditas, termasuk juga pupuk. Inilah yang harus sama-sama kita antisipasi dan sikapi dengan sebaik mungkin,” kata Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, saat Sosialisasi ToT Solusi Pupuk Mahal melalui aplikasi Zoom, Selasa (18/10/2022) menyatakan

“Saat ini kita menghadapi kondisi yang penuh dengan VUCA, atau volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Yaitu, kondisi yang bersifat cepat berubah, tidak pasti, semakin kompleks/rumit dan gamang,” terangnya. 

Menurut Dedi ada empat hal yang turut mempengaruhi kondisi tersebut.

“Kondisi ini secara umum dipengaruhi oleh empat hal utama, yaitu berakhirnya pandemi covid-19, perubahan iklim, perang Rusia-Ukraina, serta degradasi lahan pertanian,” ujar Dedi.

Dalam kondisi inilah, menurut Dedi, insan pertanian harus memiliki sense of crisis

“Menanggapi kondisi ini, kita harus memiliki sense of crisis atau kesadaran akan krisis dengan segala resiko yang di depan mata. Dan risiko yang paling dahsyat dampaknya adalah kekurangan pangan,” terangnya.

Dedi menjelaskan jika ToT dilangsungkan agar peserta dapat menjelaskan tentang solusi pupuk mahal. 

“Selain itu, agar peserta ToT dapat menyusun bahan ajar tentang solusi pupuk mahal, juga mendiseminasikan informasi tentang solusi pupuk mahal, termasuk mendapat wawasan inovasi kambing dan domba,” kata Dedi.

Dedi Nursyamsi juga menyampaikan pentingnya pertanian untuk menyangga hidup dan kehidupan.

“Utamanya saat ini, di saat krisis pangan global yang luar biasa. di dalam kondisi krisis pangan global ini ternyata sektor pertanian lah yang menyelamatkan kita dari keterpurukan,” kata Dedi. 

Ia menambahkan, banyak negara di dunia yang disinyalir lebih dari 60 negara, mengalami krisis pangan. 

“Dan lebih dari 300 juta orang mengalami krisis pangan. Harga pangan melejit tentu disebabkan karena pasokan pangan berkurang signifikan. dampak utamanya karena Covid-19, climate change, serta perang Rusia-Ukraina,” ujar Dedi. 

“Dalam kondisi seperti ini banyak saudara kita yang tak mampu mengakses pangan dengan baik, bahkan banyak yang mengalami stunting,” sambung Dedi.

Dedi mengatakan, krisis pangan tidak bisa kita remehkan karena bersifat global. kita mesti keluar dari kondisi krisis ini. 

“Kita harus antisipasi krisis pangan global, kita kendalikan inflasi yang disebabkan komoditas yang sering mengungkit inflasi, kita mengendalikan produksinya, olahannya, distribusinya,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati, menerangkan jika tujuan dilaksanakannya ToT ini memang untuk dosen, widyaiswara, penyuluh dan masyarakat. 

“Melalui dosen itu resonansinya sudah luar biasa, kalau 1 dosen dalam 1 tahun mengajar 500 mahasiswa, 500 mahasiswa pada saat melaksanakan merdeka belajar, kampus merdeka pasti juga tersosialisasi kepada petani saat mereka melakukan praktek kerja lapangan maupun pengabdian masyarakat,” kata Siti.

Menurutnya, ToT ini turut serta melatih para penyuluh di seluruh indonesia khususnya para penyuluh di tingkat kecamatan. 

“Kami harapkan para penyuluh di balai penyuluhan pertanian bisa mengikuti secara individu, setelah mengikuti pelatihan ini mereka melalui tugasnya melakukan pendampingan dan pengawalan kemudian sharing dan diseminasi informasi terbaru bisa disampaikan kepada para petani,” ujar Leli.

Leli menjelaskan, strategi yang digunakan adalah mendorong seluruh penyuluh pertanian seluruh indonesia mengikuti ToT ini secara online.

** Kementan

Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Siapkan SDM Pertanian Lewat TOT Solusi Pupuk Mahal

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Tanda-tanda krisis pangan secara global sudah semakin terasa. Kementerian Pertanian pun telah menyiapkan SDM-SDM pertanian untuk menghadapi hal itu. Salah satunya melalui Training of Trainer (TOT) bertema Solusi Pupuk Mahal yang dilaksanakan tanggal 26 -28 Oktober mendatang di BBPKH Cinagara, Jawa Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ToT adalah sarana untuk menyiapkan SDM pertanian menghadapi mahalnya pupuk imbas dari situasi global, seperti perang Ukraina-Rusia.

“Kita tidak tinggal diam. Kita siapkan SDM-SDM agar kondisi pupuk mahal ini bisa diantisipasi. Salah satunya melalui ToT. Lewat ToT ini, peserta kita harapkan dapat menjelaskan tentang solusi pupuk mahal,” ujarnya. 

Selain itu, agar peserta ToT dapat menyusun bahan ajar tentang solusi pupuk mahal, juga mendiseminasikan informasi tentang solusi pupuk mahal, termasuk mendapat wawasan inovasi kambing dan domba.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, saat Sosialisasi kegiatan melalui aplikasi Zoom, Selasa (18/10/2022) mengatakan saat ini tanda-tanda krisis semakin nyata.

“Tanda-tanda krisis saat ini sudah kita rasakan. Harga-harga bahan pangan meningkat tajam sehingga banyak sekali negara-negara yang telah mengalami inflasi sangat tinggi, bahkan mencapai rekor seperti di Turki dan Argentina,” kata Dedi. 

Dijelaskannya, kelangkaan ini dipengaruhi salah satunya oleh kelangkaan pupuk yang diperkirakan berkontribusi pada kelangkaan pangan tahun depan.

“Dengan latar belakang ini, maka diperlukan berbagai terobosan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang semakin langka, di antaranya melalui pemakaian pupuk organik serta pemupukan berimbang,” kata Dedi. 

Dedi menegaskan, ToT Solusi Pupuk Mahal akan menjawab hal tersebut. “Kita akan memberi solusi untuk mengatasi hal ini,” ujar Dedi.

** Cha/Kementan

Rapat Kunjungan Industri Mendadak, Komite Dinilai Tidak Siap  

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kunjungan industri yang dikhususkan untuk kelas 11 SMKN 1 Gunung Putri menuai pro dan kontra di kalangan orang tua siswa. Pasalnya kunjungan industri yang menjadi program SMKN 1 Gunung Putri diadakan terkesan mendadak dan minim perencanaan.

Seperti hal yang disampaikan oleh salah satu wali siswa Ida Mulya yang hadir saat rapat komite tersebut mengatakan, dia  menanggapi hasil rapat tersebut cukup dinamis dalam rangka membahas kunjungan industri.

“Kenapa saya bilang dinamis karena memang ketika dibukanya sesi tanya jawab banyak orang tua yang menyampaikan pertanyaan-pertanyaan seputar kunjungan industri ini, banyaknya pertanyaan dari orang tua ini menandakan pihak sekolah atau dalam hal ini adalah komite tidak siap untuk melaksanakan kunjungan industri ini,” papar Ida Mulya kepada Jurnal Bogor, Selasa (18/10).

Apa buktinya tidak siap, sambung dia, yang pertama undangan untuk mengadakan rapat tersebut diedarkan secara mendadak, yaitu satu hari menjelang pelaksanaan baru dikirimkan atau disampaikan kepada orang tua, yang kedua, tujuan dari kunjungan industri itu ke perusahaan-perusahaan ternyata belum jelas kemana perusahaan yang akan dituju. Bahkan, pihak travel ketika mempresentasikan hanya menyampaikan pengalaman tahun lalu, bukan yang akan direncanakan saat ini kemana tujuannya.

“Harusnya itu langsung dipaparkan, misalnya jurusan elektro mau ke perusahaan apa?,  jurusan RPL mau kunjungan ke PT mana?, jurusan kimia mau ke PT yang mana?,  jadi seperti itu. Nah, sampai dengan rapat terakhir pihak komite itu hanya menggantung jawaban,” cetusnya.

Dan yang menjadi kekecewaan dirinya dan yang lain adalah tidak adanya kesempatan atau opsi yang diberikan kepada orang tua untuk memilih tujuan atau paket yang lain di luar paket tour yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah. Saat itu, sambung ia, pihak travel menyampaikan ada tiga jenis paket tour dan angkanya. Paket 1 biayanya Rp2,7 pada akhirnya turun sampai ke 2.6, paket 2 sekitar 3 juta, dan paket 3 dengan angka diatas 3 juta.

” Artinya kami tidak diberikan pilihan tujuan yang sesuai dengan kondisi keuangan, dalam arti sudah ditetapkan. Tidak diberikan pilihan opsi diluar yang ditetapkan, Misalnya, masih di seputar Jawa Barat jadi biaya pun masih terjangkau,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, ketika memang benar-benar berangkat dalam rangka kunjungan industri, kunjungan industrinya harus tepat manfaat untuk anak-anak dan tidak memberatkan bagi orang tua, makanya kami berharap kunjungan industri ini benar-benar penuh dengan pengetahuan dan pengalaman untuk anak-anak bukan hanya sekedar jalan-jalan apalagi jalan-jalan untuk para guru.

“Itu yang kami sangat jaga semoga memang niat baik dalam rangka kunjungan industri ini untuk menambah pengalaman anak-anak, baik untuk ke industri maupun ke tempat-tempat yang lain tidak hanya untuk sekedar jalan-jalan,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Putri Juniartini mengatakan kunjungan industri ini untuk pionir sekolah-sekolah yang lainnya, mengingat di Kabupaten Bogor itu ada 369 sekolah dan sekolah negeri hanya 11. Tujuannya, supaya anak-anak betul paham sebelum terjun di lapangan kerja.

“Paham apa itu perusahaan?. Hingga anak tahu dulu tentang perusahaannya. Serta membuka wawasan pabrik itu seperti apa?, kerjanya seperti apa?,  kemudian anak juga wawasannya terbuka, dan berani untuk keluar dari Gunung Putri. Sehingga pada saat PKL, siap ditempatkan di manapun. Begitu juga memberikan pemahaman kepada orang tua,” ujarnya.

” Selama inikan budaya di Gunung Putri yang saya tahu itu, PKL harus sekitar Gunung Putri, dibawa jauh aja ke Sentul orang tuanya langsung protes dan anak menolak. Maka dari itu, kunjungan industri ini dalam rangka membuka wawasan, jadi wawasan lebih terbuka lagi juga mengedukasi orang tua bahwa anak itu harus apa agar berani keluar wilayah,” paparnya.

Jika ini tidak dimulai, sambung dia, bagaimana dengan program sekolah yang ingin menerbangkan 120 anak ke Jepang, dan sekarang lagi program diklat. Sementara anak tidak dibekali pengalaman keluar dari Gunung Putri, maka dari itu dicoba untuk membuka wawasan terbiasa  berangkat jauh dan terbiasa jauh dari orang tua.

“Memang secara akademik tidak terlihat saat ini, tapi kunjungan ini bisa memotivasi anak untuk bekerja di tempat ini, bekerja di tempat itu, lebih ke membangun keinginan dalam diri anak,” paparnya.

Senada disampaikan oleh Ketua Komite SMKN 1 Gunung Putri Dimas. Rapat ini adalah rapat komite bukan rapat sekolah, karena yang mengundang itu komite, sekolah hanya memfasilitasi, mengingat kegiatan kunjungan industri ini sudah masuk masuk dalam program.

Saat ditanya soal seruan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar komite tidak melakukan perkumpulan atau mengumpulkan orang tua siswa, Ketua Komite menyampaikan ini bukan soal biaya.

“Ini ngumpul bukan soal iuran ya, soal rencana kunjungan industri, nanti saya berikan paparan hukumnya,” singkatnya sambil berjalan.

** Nasir / Nay 

Lelang KMP Diduga Berbau Korupsi, Gempar Laporkan DPUPR ke KPK

0



Ciawi | Jurnal Bogor
Lagi instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (Gempar). Kali ini, giliran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang dilaporkan ke lembaga anti rasuah tersebut, Senin (17/10).

Ketua Gempar, Putra Nur Pratama mengatakan, kedatangannya ke Gedung Merah Putih untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di DPUPR Kabupaten Bogor.

Menurutnya, dugaan korupsi yang dilaporkan Gempar, terkait adanya rekayasa dan pengkondisian dalam paket Konsultan Manajemen Proyek (KMP) yang dilaksanakan DPUPR.

“Makanya kita sudah melaporkan dugaan korupsi dalam paket KMP tersebut kepada KPK,” kata Putra kepada Jurnal Bogor melalui pesan WhatsApp, Selasa (18/10).

Putra menyatakan, indikasi telah terjadi dugaan korupsi itu, karena selama lima tahun berturut-turut, paket kegiatan KMP hanya dimenangkan oleh satu perusahaan saja yakni, PT Angelia Oerip Mandiri.

“Masa selama lima tahun paket proyek KMP hanya dikuasai oleh satu perusahaan saja,” ujarnya.

Adanya hal tersebut, lanjutnya, Gempar sudah melakukan kajian untuk memperoleh data akurat mengenai adanya kejanggalan dalam pelaksanaan paket proyek KMP.

Berdasarkan data yang didapat Gempar, sambung Putra, setiap kali dilaksanakan lelang paket KMP, dimenangkan secara tunggal atau hanya satu perusahaan saja.

“Anehnya lagi, harga penawaran yang diajukan PT Angelia Oerip Mandiri sangat kecil, kurang dari satu persen. Sedangkan nilai proyek KMP sendiri mencapai miliaran,” jelasnya.

Putra berharap, melalui laporan Gempar terhadap adanya indikasi yang mengarah kepada korupsi saat pelaksanaan lelang paket KMP, KPK segera menindaklanjuti. Sehingga, tidak ada lagi dinas yang bermain-main dalam kegiatan lelang proyek.

“Kami sangat berharap, KPK bisa menindaklanjuti laporan kami ini. Kalau memang masih membutuhkan tambahan data, kami siap untuk memberikannya,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

Akibat Curah Hujan Tinggi, TPT Halaman SMAN 1 Sukajaya Ambruk Timpa Motor Siswa

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Tebing Penahan Tanah (TPT) selebar 20 meter dan tinggi sekitar 5 meter di SMA Negeri 1 Sukajaya, Desa Sukajaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor ambrol dan menimpa 8 motor milik sejumlah siswa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (18/10/2022) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Kepala Desa Sukajaya Mamat, mengatakan, kejadian TPT yang ambrol di area parkir SMAN 1 Sukajaya itu terjadi diduga akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah sukajaya.

Akibat kejadian itu, sebanyak 8 kendaraan motor milik siswa yang diparkir tak jauh dari TPT tersebut tertimbun material longsoran.

“Tebingan dengan lebar sekitar 20 meter dan tinggi sekitar 5 meter menyebabkan 8 motor milik siswa yang diparkir tertimbun,” kata Kades Sukajaya Mamat.

Dia mengatakan, pihak desa, kecamatan, Kapospol Sukajaya bersama warga dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor melakukan evakuasi terhadap 8 motor yang tertimbun tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sukajaya, Tirta Juwarta membenarkan kejadian tersebut. Di lokasi kejadian sudah ada TRC DBPD Kabupaten Bogor.

“Iya benar ada TPT yang longsor di lokasi parkir menimpa beberapa motor siswa yang di parkir di area parkir,” katanya.

Tingginya curah hujan akir-akhir ini, Sekcam Tirta Juwarta mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana.

“Dalam artian ketika turun hujan ataupun sebelumnya lebih kepada hati-hati dan menghindari daerah-daerah yang memang rawan longsor,” katanya.

Selain itu, Tirta Juwarta meminta kepada semua pihak untuk tanggap bencana dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita juga terus menerus mensosialisasikan untuk tetap waspada di lingkungan masyarakat. Alhamdulillah seperti kejadian barusan kepala desa sudah di lokasi SMA Sukajaya di TKP dan selalu mengimbau kepada RT maupun RW di grup (WA) RT/RW agar menyebarluaskan agar selalu selalu dan selalu waspada,” tukasnya.

** Andres 

Masa Pengerjaan Jalan Raya Ace Tabrani Panjaungan Habis Sisakan Keresahan

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Pengerjaan jalan raya Ace Tabrani Panjaungan-Nanggung, Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan lantaran telah habis masa kalender. Kondisi jalan tersebut masih dibiarkan rusak seiring  tidak adanya pekerja proyek di jalan itu.

Ketua Umum Gerakan Nasional Padjajaran (Genpar) Sambas Alamsyah mengungkapkan jalan raya Ace Tabrani itu seharusnya sudah selesai dibangun atau minimal sedang dalam tahap pengerjaan, namun kini terlihat masih dalam keadaan banyak yang berlubang.

“Dengan waktu yang ditentukan seharusnya pengerjaan jalan tersebut telah selesai. Namun kami lihat  pekerjaan jalan tersebut hanya baru sebatas penggalian bahu jalan dan badan jalan,” ujar Sambas.

Sementara di papan informasi jalan sepanjang 325×300 meter  merupakan proyek peningkatan jalan Panjaungan-Nanggung tercatat nominal anggaran sebesar Rp1.987.506.300 dengan batas waktu pengerjaan 120 hari dengan pihak pelaksana CV Nusantara Sentosa dengan konsultan PT Demensi Ronakon.

Menurut Sambas, ada beberapa titik bekas galian terutama di badan jalan, tepatnya di wilayah Desa Parakanmuncang sangat membahayakan bagi para pengguna jalan. “Apalagi sekarang musim penghujan, nampak terlihat galian di badan jalan digenangi air seperti kolam ikan,” cetusnya.

Masih kata Sambas, sekitar sebulan yang lalu pernah ada pengerjaan pengerasan memakai mesin.

“Waktu itu saya lihat sudah ada pekerjaan pengerasan bahkan sampai menggunakan mesin, dibarengi juga dengan dilakukannya proses penggalian di badan jalan, tetapi entah kenapa sampai saat ini belum juga ada tindakan untuk ke tahap selanjutnya, yaitu pembangunan jalan yang informasinya akan ditingkatkan dengan cara dibetonisasi,” ujarnya

Dia pun meminta kepada pihak terkait agar segera melakukan perbaikan jalan raya Ace Tabrani dan jangan sampai kondisinya bertambah parah.

Hal serupa dikatakan warga sekitar, Dudu Kamal, surat perintah pelaksanaan kerja dari DPUPR untuk proyek bangunan jalan  terhitung dari 16 Juni 2022  selama 120 hari masa kelender sampai hari ini masa kerja sudah habis. Sedangkan pengerjaan jalan belum banyak dilakukan dan hanya sebatas penggalian bahu jalan dan badan jalan.

“Kami warga merasa resah. Sebab penggalian badan jalan itu kerap membahayakan para pengguna jalan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Mie Gacoan Kena SP Satpol PP

0

JURNAL INSPIRASI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor melayangkan Surat Perungatan (SP) 1 kepada pemilik restoran Mie Gacoan di Jalan Brigjend Saptaji, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (18/10).

Langkah tersebut diambil lantaran restoran tersebut belum mengantungi izin seperti yang diatur dalam Perda 2 Tahun 2019 tentang Bangunan Gedung dan Izin Mendirikan Bangunan serta Perda 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penertiban Bangunan Gedung.

“Kami sudah layangkan SP 1 agar restoran itu segera menghentikan aktivitas pembangunan,” ujar Kasatpol PP, Agustian Syach kepada wartawan, Selasa (18/10).

Menurut dia, Mie Gacoan harus segera memroses perizinan yang diperlukan dan menunjukan bukti perizinan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP.

Mantan Camat Bogor Tengah ini menegaskan, apabila pemilik tetap keukeuh melanjutkan pembangunan tanpa mengindahkan peringatan Satpol PP, maka pihaknya akan melakukan tindakan polisional.

“Tindakannya berupa penyegelan atau penggembokan hingga resto tersebut mengantungi seluruh perizinan. Kami meminta agar yang bersangkutan mematuhi peringatan itu,” tegasnya.

Agus menegaskan bahwa Pemkot Bogor sangat terbuka dengan kehadiran investor, terutama pasca pandemi Covid-19. Namun, harus sesuai dengan regulasi yang diterapkan di ‘Kota Hujan’.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bogor Supriantona Siburian mengapresiasi langkah yang sudah diambil pasukan penegak perda tersebut.

Menurut dia, apapun alasannya. Jika belum mengantongi izin, maka jangan dulu melakukan pembangunan. “Kalau masih mengajukan proses perizinan, tunggu dulu sampai izin tersebut keluar,” ujar Anto.

Menurut dia, apabila di lokasi yang kabarnya akan dibangun tempat usaha Mie Gacoan, ternyata sudah berdiri bangunannya meski belum selesai pembangunannya.

“Ya, tentu dipertanyakan soal bangunan yang sudah berdiri itu, memakai dasar hukum apa. Jika izinnya sedang diproses, apakah sudah pasti akan keluar izinnya. Jadi, sebaiknya tunggu dulu sampai berkas izin keluar semua,” ungkapnya.

Kata dia, apabila pada akhirnya harus dibongkar karena dianggap melanggar aturan, sambung Anto, maka pihaknya mendukung juga langkah tersebut, agar menimbulkan efek jera kepada pengusaha lainnya yang akan berpikir keras saat akan melakukan pembangunan, jika belum mengantongi berkas perizinan sama sekali.** Fredy Kristianto