32.2 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 774

TPST3R MBR Panen Bawang dan Jadi Pusat Pembelajaran

0

Bawang merah, biasanya banyak dihasilkan dari wilayah Brebes. Namun kini dengan bantuan teknologi pertanian, bawang merah dapat dipanen di Kota Bogor. Setidaknya, itulah yang telah dibuktikan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Mutiara Bogor Raya (MBR). Akhir September lalu mereka berhasil memanen bawah merah, yang ditanam dengan menggunakan teknologi pertanian Smart Agriculture System bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BRI Jabar.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, yang menyaksikan panen tersebut mengatakan,  atas bantuan BRIN dan BI Jabar, ada pengembangan semacam pupuk organik dari kasgot yang ternyata hasilnya bisa meningkatkan kualitas panen dari bawang merah. “Ada perbedaan dimana yang sebelumnya memakai pupuk non-organik, kemudian sekarang menggunakan pupuk hasil penelitian BRIN hasilnya luar biasa berbeda. Dan mudah – mudahan meningkatkan produktivitas hasil panennya,” kata Dedie.
Dampaknya, sambung Dedie, masyarakat sekitar tidak perlu lagi membeli bawang ke tempat lain. Bawang yang dihasilkan di KWT Berkah MBR ini selain memiliki kualitas yang baik dan organik, juga memiliki harga yang bisa ditekan lebih murah. “Sehingga tingkat inflasi di Kota Bogor juga bisa semakin menurun. Nah, harusnya ini bisa direplikasi di KWT yang lain. Produksi bawang merah, putih, cabai itu diperlukan. Tiga komoditas pertanian ini menjadi pemicu inflasi selain BBM,” ungkapnya.
Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Ahmad Fathoni mengatakan, pihaknya sudah melakukan sinergi dengan KWT Berkah MBR untuk mengimplementasikan apa yang sudah dihasilkan di dunia riset dan teknologi. “Yang kita kenalkan saat ini adalah tekonologi mikroba pembenah tanah dan juga pupuk organik hayati. Untuk aplikasi ke bawang merah, ada pengurangan pupuk yang selama ini digunakan petani disubtitusi oleh teknologi kami,” kata Ahmad Fathoni.

Inovasi teknologi ini menjadi prototype dan role model yang nantinya bisa diaplikasikan lebih luas lagi di Kota Bogor. Tak hanya dengan KWT Berkah MBR, BRIN juga bisa berkolaborasi dengan stakeholder lainnya untuk mengembangkan inovasi teknologinya. “Kami ingin teknologi kami bisa betul – betul dirasakan masyarakat. Ada impact lewat tagline nasional kita yakni kedaulatan pangan dan energi. Sehingga teknologi bisa tepat guna,” bebernya.
Ketua KWT Berkah MBR, Karsiati menambahkan, berawal dari sinergitas KWT dengan BRIN dan BI Jabar ini diharapkan ada solusi bagi penanaman bawang merah secara hidroponik untuk mendapatkan hasil panen yang optimal. Karsiati juga berharap akan ada riset lainnya untuk perkembangan KWT Berkah MBR ke depan.

KWT Berkah MBR adalah komunitas yang menjadi bagian dari TPST3R MBR, Katulampa Bogor. Menurut Ketua TPST3R MBR, Bandung Sahari, saat ini lembaganya tidak hanya sebatas mengelola sampah, melainkan juga mengembangkan pertanian perkotaan. “Kami memanfaatkan lahan  terlantar untuk bersama-sama warga di perumahan MBR mengelola sampah dari 3 RW secara terpadu,” katanya. Keterpaduan itu yang membuat tempat ini multi fungsi. Selain mengolah sampah, juga ada kegiatan menanam sayur termasuk bawang merah, memproduksi pupuk organik, mengembangkan magot sampai beternak lele dan burung puyuh.

Tetapi setelah lebih dari 10 tahun beroperasi, menurut Bandung, TPST3R MBR juga telah berfungsi sebagai sebuah learning center. “Alhamdulillah, kami telah memperoleh banyak kepercayaan dari tamu  berbagai kalangan untuk mempelajari berbagai hal disini,” katanya. Mulai dari lembaga-lembaga pemerintah, para pelajar, mahasiswa sampai komunitas-komunitas sejenis.
Mereka tidak hanya tamu dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, seperti Australia dan Korea Selatan. “Baru-baru ini kami juga menerima kunjungan belajar mahasiswa dari Natinal University of Singapore,” katanya. Mereka yang datang dalam dua gelombang antara lain mempelajari manajemen urban farming. Terakhir juga datang rombongan mahasiswa dari Malaysia. Sedangkan dari dalam negeri, selain IPB, juga ITB dan UI serta UIN Jakarta. Sebagian dari mereka juga melakukan penelitian-penelitian.

Menurut Bandung, pencapaian kinerja TPST3R MBR hingga sejauh ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Bogor. Namun yang tak kalah penting adalah adanya semangat kebersamaan, kerjasama dan kekompakan diantara sesama warga perumahan MBR. Inilah keunikan yang dimiliki TPST3R MBR, bagaimana kebersamaan antar warga bisa terkelola dengan baik. “Semoga kami bisa mempertahankan ke-guyuban ini, untuk bisa menghasilkan banyak kemanfaatan bagi kami sendiri maupun warga Kota Bogor lainnya,” harap Bandung.  (Advertorial)

Kekurangan Guru PNS Dikeluhkan SDN Parakanmuncang 02

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Kepala Sekolah SDN Parakanmuncang 02, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor Ondeng Sofwanudin mengeluhkan kondisi kekurangan tenaga guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di sekolahannya. 

Pasalnya, saat ini sekolah negeri tersebut hanya memiliki 6 guru PNS dan dibantu 4 guru honorer. Sementara jumlah murid  memiliki 430 lebih, jika di bagi rombel itu satu berbanding 28 murid sebanyak 14 rombel.

“Kita minta sekolah ini ditambah lagi guru PNS-nya, karena guru yang masih dinyatakan honor ada 3 dan 7 PNS dengan kepala sekolah,” kata Ondeng Sofwanudin kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dia menjelaskan, dengan kekurangan PNS dari sisi hitungan waktu siswa belajar di kurangi. Idealnya satu orang guru memegang satu ruang kelas.

Dengan kekurangan ini guru harus merangkap atau memegang dua kelas atau dua rumble.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas pendidikan Kabupaten Bogor bisa memfasilitasinya. 

“Ada 4 guru yang merangkap. Artinya dari sisi efektif dan efisiennya seorang guru mencurahkan perhatiannya kepada siswa berkurang dan membuat proses belajar mengajar terhambat,” tukasnya.

** Andres

Tim Atletik Kabupaten Bogor Siap Wujudkan Target 12 Medali Emas

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Cabang olahraga atletik termasuk salah satu lumbung medali emas bagi Kontingen Kabupaten Bogor pada tiap pelaksnaan event Porda atau Porprov Jabar.

Pada Porda Jabar 2018 lalu yang digelar di Kabupaten Bogor, tim atletik Bumi Tegar Beriman mampu mendulang 11 medali emas.

Ketua PASI Kabupaten Bogor, Algusri secara tegas mengatakan, tim atletik Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022 mentargetkan 12 medali emas.

” Kami hanya mentargetkan 12 emas saja dan itu juga tidak kami hitung dengan nomor estafet,” ujar Algusri, Rabu, 26 Oktober 2022.

Algusri menambahkan, pada Porprov Jabar 2022 kali ini tim atletik Kabupaten Bogor akan berkekuatan 26 atlet terbaiknya.

” Kami optimis untuk 12 medali emas masih bisa kami raih dari nomor perorangan pada Porprov Jabar 2022,” tegas Algusri.
Namun, tambahnya, raihan medali emas bisa bertambah dengan nomor nomor estafet.

” Intinya target 12 medali emas pada Porprov Jabar 2022 masih sangat realistis, karena mayoritas skuad atletik Kabupaten Bogor masih diperkuat para atlet peraih medali emas Porda Jabar 2018,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin yang akrab disapa Junsam minta cabor atletik bisa mendulang sekitar 18.medali emas.

” Saya yakin tim atletik Kabupaten Bogor bisa meraih banyak medali emas pada Porprov Jabar 2022. Bahkan untuk 18 medali emas juga bisa tercapai,” tuntas Junsam.

** asep syahmid

Tim Tenis Meja Akan All Out Wujudkan Target Tiga Emas

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Cabor tenis meja Kabupaten Bogor telah mematok target tiga medali emas pada pelaksanaan Porprov Jabar 2022. Pada pelaksanaan Porprov Jabar 2022, Tim Tenis Meja Kabupaten Bogor akan menurunkan sembilan pemain terbaiknya

” Target kami hanya 3 emas dan peluangnya sangat.terbuka lebar untuk mewujudkan target itu, ” ujar Ketua PTMSI Kabupaten Bogor, H. Nurdin, Selasa (25/10/2022.

Nurdin menambahkan, kekuatan.pada cabang.olahraga Tenis Meja sudah sangat merata di Jawa Barat.

” Intinya kami dan semua pemain akan all out memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022, ” bebernya

Nurdin menambahkan, PTMSI Kabuoaten Bogor sudah menggelar TC Tim Tenis Meja yang akan berangkat ke Porprov Jabar 2022 sejak bulan Oktober 2022 di Hotel Mars, Megamendung.

Selain itu, kata Nurdin, menghadapi Porrov Jabar 2022, tim Tenis Meja Kabupaten Bogor akan berkekuatan sembilan pemain.

Sembilan pemain tenis meja yang akan tampil pada Porprov Jabar 2022 diantaranya terdiri dari empat pemain putra seperti Daniel, Febri, Syakur dan Arjuna .

” Sedangkan lima pemain putri yang akan membela Tim Tenis Meja Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022 yakni Wiwin, Lani, Gina, Gading dan Meilaisania,” pungkasnya.

** asep syahmid

Program Digitalisasi Pasar, Padagang Pasar Cibinong Siap Terapkan QRIS

0

Bogor | Jurnal Bogor

Program digitalisasi pasar yang dijalankan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bank Indonesia (BI) mulai diterapkan di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor. Di Pasar terbesar yang berlokasi di Jalan Raya Jakarta – Bogor itu semua pedaganganya sudah siap menerima transaksi non tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Asisten Direktur Bank Indonesia Yusi Yuliana mengatakan di era kecanggihan teknologi digitalisasi saat ini sudah merambah semua sektor, termasuk dalam perdagangan. Makanya, BI kata Yuli mengajak, semua semua pedagang di pasar tradisional mulai menerapkan pembayaran non tunai.

“Penggunaan QRIS untuk pembayaran non tunai ini tentunya akan meningkatkan daya saing pasar tradisional, sekaligus memudahkan konsumen yang selama ini melakukan pembayaran tidak cash. Apalagi digitalisasi perintah atau amanat dari Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi di Daerah,” kata Yuli, di Pasar Cibinong, Selasa (25/10).

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Haris Setiawan mengatakan, digitalisasi pasar merupakan salah satu program utama yang sedang dicanangkan perusahaan. Saat ini sudah ada 8 dari 30 pasar yang ada di Kabupaten Bogor yang sedang dalam progress struktur digital.

“Kedelapan pasar itu, diantaranya Cibinong, Ciawi , Cariu, Cisarua, Cigombong ,Leuwiliang, Ciluar dan Ciseeng. Program digitalisasi pembayaran non tunai ini berkolaborasi dengan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Nah, untuk Pasar Cibinong, kami berkolaborasi dengan Bank Mandiri,” jelas Haris.

Kolaborasi dengan Bank Mandiri ini, kata Haris, sebelumnya dilakukan dalam program elektronik Kartu Tanda Berdagang (e-KTB), dimana Bank Mandiri bertindak sebagai supporting e-KTB. Di era sekarang ini sambung Haris, pasar tradisional saatnya melek digital.

“Program digitalisasi tentunya butuh dukungan dari perbankan, makanya kita menjalin dengan Himbara, pedagang pun secara bertahap kita ajak untuk hijrah agar semua sistem pembayaran tak lagi tunai, tapi diarahkan dengan memanfaatkan QRIS,”pinta Haris menutupi.

** Mochamad Yusuf

Antam Pongkor dan Warga Jaga Kelestarian Air

0

Bogor | Jurnal Bogor
PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Penambangan Emas (UPBE) Pongkor, bersama warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, berkolaborasi menjaga kelestarian ekosistem dan kemurnian air Sungai Ciguha dan Cikaniki.

Kolaborasi tersebut sudah membuahkan hasil, bahkan Sungai Ciguha, saat ini sudah menjadi kawasan wisata sungai. Peresmian kawasan wisata itu dilakukan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, awal tahun 2022 ini, saat orang nomor dua di Provinsi Jawa Barat bertandang ke Bogor.

“Kolaborasi antara PT Antam UBPE Pongkor dengan masyarakat berhasil, pengelolaan lingkungan hidup di sekitar Gunung Pongkor sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Uu, dalam sambutannya disela peresmian kawasan wisata Sungai Ciguha.

Selain Ciguha, di Kecamatan Nanggung, ada satu sungai lagi yang bernama Cikaniki. Sungai Cikaniki lokasinya berada pada radius yang lebih jauh dari area Antam dibandingkan dengan sungai Ciguha yang lebih dekat.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pakar bernama Dr. Sc. Agr. Yudi Nurul Ihsan, dalam laporan Studi Kualitas Perairan Sungai Cikaniki, membuktikan kualitas air di aliran tersebut masih alami.

Pengambilan sampel air dilakukan pada Maret 2022 di lima titik Sungai Cikaniki, di mana titik yang airnya diambil jadi sampel areanya didominasi pemukiman dan persawahan di sekitar sungai.

Berdasarkan kajian analisis parameter yang meliputi bidang fisika, kimia dan biologi, secara umum dapat disimpulkan bahwa kondisi perairan sungai Cikaniki masih berada dalam kondisi yang baik ditandai dengan tidak ditemukannya bahan yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, baik yang berasal dari industri tambang maupun kegiatan rumah tangga dan pertanian.

Antam, yang memiliki wilayah operasi di sana juga memastikan pengelolaan lingkungan di wilayah operasinya sudah sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku dan telah menerapkan kebijakan dan prosedur pengelolaan limbah berdasarkan karakterstiknya.

Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie menekankan Antam UBPE Pongkor melakukan pengawasan yang ketat dalam pengelolaan lingkungan.

“Kami selalu melakukan pemantauan lingkungan secara rutin, sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan. Khusus pengelolaan air, berbagai program dalam upaya penurunan beban pencemaran air dan efeisiensi air dilakukan guna memastikan air yang mengalir keluar dari wilayah operasi sudah sesuai standarisasi baku mutu,” papar Faisal.

Faisal menambahkan, melalui instalasi advanced water treatment plant sebagai upaya meningkatkan kualitas air olahan IPAL yang menjadi air bersih dan aman digunakan. “Antam memanfaatkan air dari pengolahan itu untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, cuci dan kakus,” tutup Faisal.

Keberhasilan Antam UBPE Pongkor mengelola lingkungan 29 September 2022 lalu, Antam UBPE berhasil meraih penghargaan “Aditama” dari Dirjen Minerba, Kementerian ESDM sebagai apresiasi atas keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup yang baik.

Adapun Antam UBP Emas juga menyabet dua penghargaan pada kategori lain yaitu peringkat “Utama” pada aspek pengelolaan teknis dan pengelolaan konservasi. Melalui pemberdayaan masyarakat, Antam UBP Emas tanggal 13 Oktober 2022 juga mendapatkan penghargaan ISDA 2022 kategori Platinum atas kontribusinya dalam pencapaian SDGs 15 Ekosistem Daratan dengan program berbasis pelestarian Lingkungan di Kampung Cisangku, Desa Malasari.

** Mochamad Yusuf

Kejuaraan Futsal Antar Pelajar Siap Dimulai, Total Hadiah Rp50 Juta 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kejuaraan Futsal Antar Pelajar Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Bogor, yang digelar oleh pengusaha muda sekaligus tokoh masyarakat Gunung Putri, Acang Suryana akan dimulai.

Dalam turnamen tersebut, para peserta akan memperebutkan Piala dan Piagam Kadispora Kabupaten Bogor, Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Kecamatan Gunung Putri dan Kepala Desa Tlajung Udik.

Kegiatan olahraga itu akan dimulai pada Kamis, 27-30 Oktober 2022 di Gedung Olahraga Masyarakat (GOM) Gunung Putri yang terletak di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Acang Suryana inisiator kegiatan tersebut mengatakan, untuk kesiapannya saat ini sudah sangat matang. Bahkan, perizinan pemakaian GOM pun sudah didapat dari Kadispora Kabupaten Bogor. Lalu sarana dan prasarana kegiatan sudah tersedia dan siap untuk digunakan saat pertandingan nanti.

“Semuanya sudah selesai dan siap untuk dimulai pertandingannya. Dari mulai tempat kegiatan hingga hadiah sudah tersedia, jadi tinggal bertanding saja. Izin lingkungan pun dari warga lingkungan stempat, RT RW dan diketahui kepala desa sudah ada,” katanya kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

Menurutnya, untuk peserta sudah terseleksi sebanyak 16 tim terbaik dari SMP dan 16 tim SMA se-Kabupaten Bogor. 

“Alhamdulillah dari beberapa tim yang mendaftar, kini sudah ada 16 tim yang terseleksi dapat mengikuti turnamen futsal ini,” jelasnya.

Menurutnya, hadiah yang bersumber dari kantong pribadinya itu dirasa cukup fantastis. “Untuk hadiah sudah saya sediakan sebesar Rp 50 juta,” beber Acang sapaan akrabnya.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan guna meningkatkan skill bermain bola bagi para pelajar. Selain itu, untuk mempererat tali silaturahmi antat siswa, dimana saat ini sedang maraknya aksi tawuran di kalangan pelajar.

“Tujunnya untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan skill para pelajar. Apalagi saat ini sedang marak aksi tawruan. Nah, dengan adanya kegiatan olahraga ini mudah – mudahan dapat meminimalisir kegiatan yang negatif dan merugikan tersebut,” harapnya.

** Nay Nur’ain

UPT 2 Dishub Cileungsi Bakal Tertibkan Parkir Liar Bogor Timur

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Maraknya keberadaan parkir liar di wilayah Bogor Timur membuat Dinas Perhubungan akan mengambil tindakan tegas dengan melakukan penertiban. Hal itu lantaran, potensi pajak parkir di wilayah Bogor Timur belum terserap secara maksimal karena banyaknya lokasi parkir ilegal.

Kepala UPT 2 Dishub, Jaya mengatakan, rencananya UPT Dishub Bogor Timur akan melakukan penertiban secara berkelanjutan untuk menekan keberadaan oknum yang mencari keuntungan pribadi dari keberadaan tempat parkir.  

“Kita akui memang sejauh ini masih banyak lokasi parkir ilegal di beberapa titik yang sampai saat ini masih berjalan.  Umumnya memang parkir tersebut dikelola oleh lingkungan, tapi sejauh ini memang tidak ada koordinasi dengan kami dari Dishub apalagi sampai ada setoran retribusi,” kata Jaya kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

Menurut dia, UPT 2 secara kelembagaan memang memiliki target retribusi yang harus disetorkan ke kas daerah sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu sumbernya adalah pengelolaan parkir tepian jalan umum dan lokasi parkir lainnya sebagaimana ditetapkan oleh peraturan daerah Kabupaten Bogor.

“Ke depan kami akan lebih optimalkan lagi pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir ini,” ucapnya.

Jaya mengatakan, langkah penegakan aturan dan penertiban lokasi parkir ilegal akan segera dilakukan bekerjasama dengan aparatur terkait, baik dari pihak kepolisian, kecamatan, maupun desa. Hal ini, guna mengurangi praktik pungutan liar dari lokasi parkir yang saat ini masih marak.

“Tentunya kita arahkan agar keberadaan lokasi parkir ini memenuhi aturan dan bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Jadi ke depan tidak ada lagi praktik pungutan liar dari lokasi parkir yang hanya menguntungkan oknum dan segelintir pihak,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Depan RSUD Ciawi Terus Dijaga Ketat Petugas Gabungan

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Pasca ditertibkan oleh Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ciawi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, area depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi terus dijaga ketat.

Penjagaan depan RSUD Ciawi agar tidak ada lagi para pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar kendaraan itu dilakukan petugas dari Dishub dengan anggota Satpol PP Kabupaten Bogor.

Raka, anggota Satpol PP Kecamatan Caringin mengaku, setelah adanya penertiban enam hari lalu, lokasi depan RSUD Ciawi terus dilakukan penjagaan oleh petugas gabungan.

Bahkan, lanjutnya, tidak hanya Satpol PP Kecamatan Ciawi maupun Kabupaten Bogor saja yang terlibat dalam pengamanan area depan rumah sakit tersebut, anggota Satpol PP yang bertugas di kecamatan wilayah selatan juga ikut diperbantukan.

“Seperti saya yang tugas di Kecamatan Caringin, diminta untuk ikut menjaga area depan rumah sakit agar tidak ada lagi pedagang dan parkir liar kendaraan,” aku Raka, kepada wartawan saat membagikan surat pemberitahuan kegiatan di Desa Ciderum, Selasa (25/10).

Raka mengungkapkan, setiap hari puluhan petugas gabungan antara Satpol PP dan Dishub diturunkan untuk bertugas melakukan penjagaan secara bergilir.

“Kalau petugas yang berjaga pagi, batas waktunya itu sampai sore. Penjagaan langsung dilanjutkan petugas yang giliran malam,” ungkapnya.

Raka mengaku tidak tahu sampai kapan penjagaan itu dilakukan petugas gabungan. Alasannya, karena belum ada informasi atau pemberitahuan dari pimpinan.

“Sampai kapan waktunya, saya tidak tahu. Yang jelas setiap hari penjagaan dilakukan secara bergilir dengan petugas berbeda-beda,” paparnya.

Diberitakan Jurnal Bogor edisi Senin (19/10), Camat Ciawi, Sutisna mengatakan, dalam melaksanakan penertiban pedagang dan parkir liar kendaraan pengunjung RSUD yang setiap hari mengganggu arus lalin ini, pihak kecamatan bekerjasama dengan Dishub dan Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Kami ingin sekitar depan rumah sakit tidak ada lagi PKL maupun parkir liar kendaraan pengunjung di jalan,” ungkapnya kepada wartawan saat ikut melakukan penertiban didepan RSUD Ciawi.

Mantan Camat Ciomas itu pun menyatakan, untuk mengantisipasi adanya aktivitas para pedagang dan parkir liar kendaraan pengunjung kembali, pihaknya melalui anggota Satpol PP kecamatan beserta Dishub melakukan penjagaan di sekitar depan RSUD.

“Jadi setiap hari akan ada penjagaan dari anggota Satpol PP bersama Dishub di sekitar lokasi depan rumah sakit. Tentunya penjagaan itu akan dilakukan sampai tidak ada lagi pedagang atau pun kendaraan yang parkir di jalan,” jelas Sutisna.

** Dede Suhendar  

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik UI Ditutup Pembagian Sembako

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) melakukan pembagian sembako  kepada warga Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor sebagai salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.  

Ketua Tim Mahasiswa Tito yang tergabung dalam wadah Metal Lenner Daya mengatakan, aksi nyata yang dilakukan berupa pemeriksaan kesehatan warga dan memberikan pengetahuan umum ke para siswa SDN Sirnagalih dan membagikan 30  paket sembako untuk warga yang dilaksanakan di Kantor Desa Sirnagalih.

“Penyerahan sembako dibagikan oleh beberapa perwakilan mahasiswa yang diberikan langsung kepada 30 perwakilan  kepala keluarga dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh perangkat desa, dan sebagai akhir dari kegiatan pengabdian masyarakat yang memang wajib kami lakukan,” ujar Tito kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

PJS Kades Sirnagalih Dadang mewakili Pemerintahan Desa Sirnagalih mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang sudah bersedia melakukan aksi nyata ke desa dengan memberikan sembako dan memberikan pengetahuan umum di bidang teknik.

“Saya berharap kegiatan aksi nyata dapat dilanjutkan tahun depan sehingga warga Desa Sirnagalih bisa mendapat lebih ilmu pengetahuan yang diberikan oleh adik-adik mahasiswa,” pungkas Dadang.

** Ramses/ Nay