29.8 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 771

Manjakan Distributor, Anniversary ke-3 Justmine Beauty Bagikan Hadiah Emas Hingga Travelling Luar Negeri

0

Bogor | Jurnal Bogor

Produk kecantikan Justmine Beauty yang sudah berkembang selama 3 tahun di Indonesia mengadakan Anniversary ke-3 yang bernuansa Bollywood di Ballroom Green Forest  Hotel Pamoyanan, Kota Bogor, Minggu (30/10).

Acara Anniversary Justmine Beauty dihadiri oleh artis papan atas diantaranya vokalis Dadali Dirga Dadali, Ruli Repvblik, Trio Macan, host Njie serta kurang lebih 200 tamu undangan, di antaranya para distributor, asisten owner, dan 30 anak yatim piatu.

“Wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah dapat membantu masyarakat untuk mengatasi permasalahan kulit. Tidak hanya itu, tema ini membawa harapan agar masyarakat dapat terus bersinar dengan kulit sehatnya bersama Justmine Beauty,” ujar owner Justmine Beauty Ria Maryani kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, Justmine Beauty meluncurkan 5 produk terbaru, lips cream, sunscreen, serum, parfume, pink jelly. Serta memberikan penghargaan kepada 30 orang master distributor.

“Tujuannya memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap produk kami, memahami kebutuhan kulit masyarakat Indonesia dan mengembangkan kualitas produk secara efektif melalui masukan pada review tersebut, ” paparnya.

Selain itu, sambung dia, dalam momen perayaan Anniversary ke-3 Justmine Beauty  juga diwarnai semarak pembagian hadiah doorprize kepada distributor setianya.

” Hadiah kami berikan berupa emas dan travelling di berbagai tempat dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Sementara, Rafi Ramadhan tim manajemen berharap Justmine Beauty skincare semakin maju dan berkembang, serta para member-membernya semakin banyak.

“Semoga semakin laris di pasaran, dan produk kami disenangi konsumen hingga bisa menambah member dan distributor,” pungkasnya penuh harap.

**Nay

Dibebani Masalah Keluarga, Warga Jasinga Gandir di Rumahnya 

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Pria berinisial Uk (51) warga Desa Neglasari, Jasinga, Kabupaten Bogor diduga memiliki masalah keluarga dan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri (gandir) di rumahnya.

Dijelaskan Hielmy Padilah, saksi mata peristiwa yang terjadi pada Kamis (27/10) lalu itu bahwa dia mencari korban yang sempat bertamu di rumahnya di kampung Pondok Gedong, sekitar pukul 17 :30 WIB. Namun pada malam hari dia mencari keberadaan korban yang tak kunjung pulang sejak pamit keluar rumahnya.

“Jadi saksi Hielmy yang mencoba mencari keberadaan korban UK di rumah korban yang berada di kampung Pondok Kelapa mendapati rumahnya dalam keadaan terkunci. Dirinya yang mencoba masuk melalui pintu samping dikagetkan dengan ditemukannya UK dalam keadaan tergantung dengan kabel dan telah meninggal dunia, atas temuan tersebut dirinya pun langsung melaporkannya ke tetangga dan pihak kepolisian,” tutur Kapolsek Jasinga Kompol Dedi Hermawan.

Dia menjelaskan, dari gelar olah TKP yang pihaknya lakukan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara itu pihak kelurga korban menolak untuk dilakukannya autopsi dengan menerima kejadian ini merupakan sebagai sebuah musibah.

Dari keterangan yang diberikan keluarga, bahwa korban juga sebelumnya pernah melakukan hal yang sama dengan meminum obat warung dengan jumlah yang banyak dengan tujuan over dosis, namun korban masih dapat diselamatkan. “Diduga penyebab korban melakukan bunuh diri karena adanya permasalahan di dalam keluarga,” tungkasnya.

** Andres

Jalan Setapak Dilebarkan Pemdes Wargajaya

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Wargajaya, Cigudeg, Kabupaten Bogor melakukan pelebaran jalan setapak yang kini statusnya menjadi jalan desa dengan panjang 1.200 dan lebar 5 meter. Tak hanya itu Desa Wargajaya juga melanjutkan pengerasan jalan lingkar Babakan Kebonpedes sepanjang 600 meter.

Pembangunan jalan tersebut menggunakan dana Samisade (Satu Miliar Satu Desa) dari Pemkab Bogor. Pasalnya, persoalan akses jalan yang ada di wilayah Wargajaya menjadi persoalan penting yang harus dituntaskan.

Kepala Desa Wargajaya Eman Suryatman menjelaskan, salah satu target pembangunannya masih fokus pada progres pengerasan jalan lingkar Babakan Kebonpedes yang merupakan penghubung Desa Cigudeg menuju jalan jalur provinsi. Upaya ini kata dia agar perekonomian masyarakat menjadi meningkat lagi.

Pantauan di lokasi, puluhan warga desa tampak sangat antusias mendukung pembangunan jalan di lingkungannya. “Mereka (warga) sadar bahwa kegiatan pelebaran jalan ini adalah untuk kepentingan lingkungan mereka,” ujar Kades Wargajaya Eman Suryatman kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Diakuinya pembangunan jalan setelah melalui perencanaan yang matang dengan rapat Musdesus (Musyawarah Desa Khusus). “Kami memutuskan untuk segera melakukan aksi konkret  untuk mengawali pembangunan pengkerasan  jalan yang didanai APBD Kabupaten Bogor melalui program Samisade,” jelasnya.

Ditargetkdan, jalan lingkar Babakan Kebonpedes pada 2023 nanti dilakukan betonisasi. “Mudah-mudahan pada 2023 mendatang masyarakat  dapat menikmati hasil pembangunan,” harapnya.

Sekretaris Camat Cigudeg Suparman ditemui di lokasi pembangunan Samisade Wargajaya menjelaskan, dari 16 desa yang ada di Cigudeg, baru 8 desa yang sudah memulai pembangunan. Saat ini kata dia, Samisade lebih ke betonisasi dan pengerasan jalan. Pihak kecamatan pun sebagai tim verifikasi meminta untuk disesuaikan dengan RAB yang sudah ada.

“Saya berpesan dana yang sudah turun untuk segera dilaksanakan pembangunan  secepatnya dan tepat waktu dengan dana 60 persen yang pertama dan 40 persen di akhir,” kata Suparman.

Dia berharap program Samisade tidak terhenti di masa periode Bupati Ade Yasin. Pasalnya, desa dengan adanya program Samisade ini merasa terbantu melakukan pembangunan. “Dampaknya ditasakan masyarakat, meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama jalan-jalan poros di perkampungan akan lancer,” paparnya.

“Seperti halnya kondisi jalan setapak jika dibuka tentu sangat menunjang dan memperlancar aktivitas perekonomian  masyarakat,” tambah Ketua BPD Desa Wargajaya, Tata Sasmita.

“Setelah dibangun akses jalan diharapkan masyarakat bisa merawat dan menjaga. Karena pemerintah sudah berusaha untuk meningkatkan pembangunan ini otomatis mempermudah masyarakat,” tukasnya.

** Arip Ekon

Berada di Lahan LP2B, Satpol PP Buka Segel Lenirra Villa dan Resort

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Belum juga satu bulan, Lenirra Villa dan Resort yang ada di Kampung Kaungluwuk, Desa Cijeruk, Cijeruk, Kabupaten Bogor, disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lantaran tidak berizin dan berada di lahan LP2B. Namun pada Kamis (27/10) malam, segel yang dipasang di pintu masuk dan di bangunan restoran Lenirra, kini sudah kembali dibuka oleh anggota Satpol PP.

“Ada dua hari lalu segel ini dibuka oleh beberapa anggota Satpol PP dari Kabupaten Bogor,” kata salah seorang penjaga Lenirra Villa dan Resort yang namanya tidak mau disebutkan kepada wartawan, Jumat (28/10) lalu.

Menurutnya, pascadibuka lagi gerbang masuk Lenirra ini, untuk pengunjung masih sepi. Alasannya, karena para pengunjung belum mengetahui saat ini pintu gerbang depan dan restoran sudah dibuka lagi.

“Dua hari setelah buka, paling ada satu dua tamu saja yang datang. Saya bersyukur permasalahannya sudah selesai dan sekarang sudah bisa kerja lagi,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Cecep Imam membenarkan segel yang dipasang di pintu gerbang maupun restoran di Lenirra Villa dan Resort sudah dibuka anggotanya.

Dibukanya segel tersebut, lanjut Cecep, sesuai dengan hasil rapat tim teknis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang, bahwa pengusaha Lenirra bisa membangun lahannya seluas 1,17 hektar dari jumlah luas keseluruhan 4,6 hektar.

“Hasil rapat tim teknis dan Bappeda Litbang, pengusaha Lenirra harus tetap mempertahankan lahan basah atau LP2B seluas 3,5 hektar. Lahan seluas 3,5 hektar tidak boleh dialihfungsikan, tetap harus sesuai dengan peruntukan yakni lahan basah,” paparnya saat dihubungi melalui WhatsApp.

Cecep pun menegaskan, sanksi lain yang sudah diberikan kepada pengusaha, yaitu sanksi administrasi. Dimana, pengusaha Lenirra harus membayar sanksi tindak pidana ringan sebesar Rp50 juta sesuai hasil keputusan sidang.

“Belum lagi nanti akan ada sanksi denda juga untuk bangunannya yang sudah berdiri sebelum mengantongi perizinan,” jelasnya.

Sementara, pejabat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor yang saat itu ikut menyaksikan penyegelan Lenirra Villa dan Resort, malah tidak tahu menahu adanya pencabutan segel di lokasi Lenirra.

“Waduh saya tidak tahu. Coba saja tanya ke Satpol PP,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) pada DPMPTSP, Ruslan.

Sebelumnya, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Dace Supriadi mengatakan, keberadaan Lenirra villa dan resto ini terbagi dua titik. Dimana untuk lokasi titik pertama, Lenirra berada di lahan seluas 11,700 meter, sedangkan di lokasi titik ke dua memiliki lahan seluas 3,6 hektar atau setara 36000 meter.

Dari ke dua titik tersebut, lanjutnya, untuk titik pertama seluas 11,700 meter, pengusaha bisa menggunakan lahannya untuk dibangun villa dan resto, karena sesuai dengan tata ruangnya lahan tersebut masuk kedalam lahan kering dan kebun.

“Kalau di lokasi lahan pertama, diperbolehkan pengusaha membangun sekitar 60 persen, sisanya untuk ruang terbuka hijau,” ungkap Dace kepada wartawan usai menyaksikan penyegelan Lenirra villa dan resto, Rabu (5/10).

Berbeda dengan lahan seluas 3,6 hektar yang dimiliki pihak Lenirra, menurutnya, lokasi kedua yang saat ini sedang tahap pembangunan itu, masuk kedalam kawasan lahan basah atau pertanian yang biasa disebut LP2B. Sehingga, tidak diperbolehkan ada bangunan berdiri di lahan tersebut.

“Ini masuk kedalam pelanggaran berat yang dilakukan pihak pengusaha, karena sudah ngeyel dengan tetap membangun di lahan LP2B. Makanya Satpol PP langsung menyegel serta memasang pita kuning di pintu masuk utama Lenirra dan bangunan-bangunan lainnya yang berdiri di lahan pertanian,” tegas Dace.

** Dede Suhendar/Deni Pratama  

Peringati Maulid Nabi Muhammad, Banyuresmi Bershalawat

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Karang Taruna (Katar) Pelita Banyuresmi bersama Forum Pemuda dan Pemerintah Desa Banyuresmi, Cigudeg, Kabupaten Bogor menggelar shalawatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (29/10).

Acara yang digelar di lapangan Kampung Citampuan itu dibuka langsung oleh Kepala Desa Banyuresmi Dena Suryani dan jajarannya serta ratusan masyarakat setempat dengan  cukup antusias. Sebelum acara puncak tabligh akbar, juga digelar pada sore harinya festival pawai dongdang tingkat desa.

Ketua Panitia Wawan Wijaya mengatakan, kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama antara pemerintah desa setempat dan dukungan para pemuda yang peduli terhadap kegiatan-kegiatan sosial.

“Alhamdulillah, acara ini terlaksana dengan kekompakan para pemuda dan dukungan pemerintah Desa Banyuresmi,” kata Wawan Wijaya yang juga merupakan Ketua Katar Desa Banyuresmi.

Dia menjelaskan, Banyuresmi Bershalawat yang diisi dengan zikir ini, diwarnai festival lomba kreatif dongdang dari empat RW dan menjadi bukti kekompakan warga Desa Banyuresmi.

“Alhamdulillah dengan hal ini sudah ada bukti kekompakan dari masing-masing RW untuk menampilkan kreatif dongdang,” ucapnya.

Menurut Wawan, festival dongdang tersebut, bukan ajang untuk merebut kejuaraan, tetapi semata-mata menunjukkan kecintaannya kepada baginda Nabi Muhammad. Di samping itu untuk menjalin silaturahmi dan menjaga kekompakan para pemuda di setiap RW.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh para pemuda, yang sudah menampilkan kreatif dongdang untuk memeriahkan acara ini,” katanya.

Kedepannya dia berharap,  Desa Banyuresmi bisa lebih maju lagi tidak hanya di bidang olahraganya, tetapi dari segi kerohaniannya dan tetap kompak serta berkelanjutan.

“Kedepan kegiatan ini semoga bisa lebih menampilkan banyak dongdang dan lebih maju lagi. Saya berpesan kepada jajaran pengurus membantu pergerakan kita untuk mendongkrak semangat pemuda Banyuresmi,” harap Wawan.

Sementara itu Kepala Desa Banyuresmi Dena Suryani mengucapkan terimakasih kepada masyarakat terutama kepada sejumlah pengurus kepemudaan yang sudah mensukseskan acara tersebut.

Dia mengaku hal seperti itu patut diapresiasi, terlebih dikepemimpinannya yang baru tiga tahun menjabat, pertama kali dilaksanakan acara semeriah dan sekompak ini.

“Alhamdulillah, ini sangat luar biasa meriah, walaupun masih banyak yang tidak ikut dalam helaran festival dongdang tetapi saya sangat mengapresiasi,” katanya.

Dia berharap, kegiatan tersebut berkesinambungan dan kedepan meningkat dalam kekompakannya para pemuda maupun masyarakatnya.

“Saya melihat dengan kekompakan masyarakat cukup antusias. Dengan ini kita bersilaturahmi, kebersamaan dalam rangkaian menjaga persatuan dan kesatuan,” tukasnya.

Sementara dalam Tabligh Akbar yang dimulai pada pukul 20:00 wib menghadirkan mubaligh Alhabib Ja’far Shodiq Bin Salim Alatas,  Habib Fauzi Bin Fuad Alatas, Drs. KH. Guswan Sego, Kiyai UJ Mud dengan mengusung tema “Hikmah Dibalik Sedekah”.

** Andres

HADITS HARI INI

0

Janganlah mencela makanan

Sahih al-Bukhori:4989

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:

مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ. إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ.

Dari Abu Hurairah, ia berkata:

Nabi saw tidak pernah mencela makanan sekalipun. Jika beliau suka maka beliau memakannya, dan jika tidak suka maka beliau meninggalkannya.

Pesan :
Makanan adalah nikmat dari Allah swt, karena itu janganlah sekali-kali kita mencelanya. Jika anda suka maka makanlah, namun jika tidak maka tinggalkanlah. Ingatlah, bisa jadi makanan yang tidak anda sukai itu sangat diharapkan oleh seseorang yang kurang mampu yang harus banting tulang bekerja keras hanya untuk mendapat sesuap makan.

Kepala Desa Citayam Siap Cetak Talenta Pesepakbola Handal dan Potensial Lewat Klub RDC

0

Tajurhalang | Jurnal Bogor

Cabang olahraga sepakbola merupakan salah satu olahraga favorit dan paling digemari semua kalangan yang ada di Kabupaten Bogor.

Sosok Mamun Murod adalah salah satu Kepala Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor yang sangat konsen dan peduli pada sepakbola di wilayahnya.

Bahkan, saat ini Mamun Murod tercatat sebagai salah satu pembina klub sepakbola RDC, salah satu klub anggota Forum Komunikasi Sekolah Sepakbola (FKSSB) Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, Mamun Murod juga sangat mendukung event Liga FKSSB KU 10 dan KU-12 yang tengah digelar di salah satu lapangan yang ada di desanya.

“Saya sangat menyukai sepakbola dan saya senang generasi muda atau anak usia dini di Citayam banyak yang hobi pada sepakbola, ” ujar Mamun Murod, Sabtu, 29 Oktober 2022 yang sudah 12 tahun lamanya membina klub RDC Citayam.

Ia menambahkan, RDC Citayam adalah klub kebanggan yang ada di wilayahnya dan siap menjadi wadah bagi generasi muda atau usia dini di Citayam untuk mengembangkan bakat dan potensinya.

“RDC Citayam akan berusaha jadi salah satu klub di Kabupaten Bogor yang harus bisa mencetak pemain handal dan potensial masa depan sepakbola Kabupaten Bogor, ” beber Mamun Murod yang banyak dapat dukungan dari para voters untuk maju jadi salah satu satu Exco PSSI Askab Bogor pada KLB PSSI Askab Bogor dalam waktu dekat.

Selanjutnya, kata Mamun Murod, RDC Citayam juga sudah memiliki tim dari berbagai Kelompok Umur dan selalu tampil pada setiap event sepakbola yang ada di Kabupaten Bogor.

** asep syahmid

Inilah Sasaran KKGO Kecamatan Gunung Putri Gelar Festival Atletik Kids

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Mencari potensi atlet atletik yang potensial harus dilakukan dari usia dini atau usia anak anak Sekolah Dasar.

Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam mencari potensi atlet dari anak usia dini harus banyak dilakukan festival olahraga terkait.

Seperti halnya yang akan dilakukan KKGO (Kelompok Kerja Guru Olahraga) Kecamatan Gunung Putri yang akan menggelar event Festival Atletik Kids.

Ginanjar Sopian, S.Pd selaku Ketua KKGO Kecamatan Gunung Putri mengatakan, Festival Atletik Kids adalah salah satu cara dari KKGO Gunung Putri mengenalkan dan menggali potensi atlet atletik kepada siswa SD se-Gunung Putri.

Menurutnya, menggali potensi atlet harus dilakukan dari usia dini dan dilanjutkan dengan pembinaan selanjutnya.

“Proses pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan akan menjadi salah satu kunci sukses dalam pembinaan atlet potensial,” ujar Ginanjar Sopian yang juga sebagai guru di SDN Bojong Kulur 02.

Ia menambahkan, Festival Atletik kids kecamtan Guungputri mempertandingkan empat nomor yakni Lari Gawang, Formula 1, Lempar Turbo dan Lompat Katak.

“Peserta kegiatan ini adalah 60 siswa siswi kelas 4 dan 5 SD yang berasal dari 25 SD se-Gunung Putri, ” paparnya.

Selanjutnya, kata Ginanjar, setiap nomor omba di ambil juara 1,2,3 putra dan putri Juara 1 mendapatkan medali, sertifikat dan sepatu.

” Sememtara untuk para Juara 2 dan 3 akan mendapatkan medali + sertifikat. Event ini akan kami lakukan di Lapangan Polsek Gunung Putri pada tanggal 5 November 2022, ” pungkasnya.

** asep syahmid

Menggelar Liga KU -10 dan KU -12, FKSSB Kabupaten Bogor Bangkit dari Tidur Panjang

0

Citayam | Jurnal Bogor

Atmosfir sepakbola di Kabupaten Bogor tak pernah berhenti dari berbagai kegiatan sepakbola usia dini.

Denyut konoetisi sepakbola usia dini di Kabupaten Bogor saat ini kembali ditandai dengan kebangkitan Forum Komunikasi Sekolah Sepakbola (FKSSB) Kabupaten Bogor

FKSSB Kabupaten Bogor yang diketuai Yayan Mulyana kembali menggelar event sepakbola KU -10 dan KU -12 dengan format kompetisi penuh atau sistem Liga

“FKSSB bangun dari tidur panjang. Ada 36 tim yang ambil bagian dalam event Liga FKSSB 2022 yang kami gelar mulai 29 Oktober 2022 hingga awal Februari 2023,” ujar Yayan Mulyana disela sela Kick Off pekan pertama Liga FKSSB di Lapangan Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu, 29 Oktober 2022

Yayan menambahkan, untuk KU-10 tahun diikuti 16 tim dan KU -12 diikuti sebanyak 12 tim yang semuanya berasal dari Kabupaten Bogor.

Selanjutntya, kata Yayan, dari ajang ini diharapkan lahir talenta sepakbola potensial dari Kabupaten Bogor yang bisa berbicara di kancah nasional dan internasonal.

“”Kami sudah terlalu lama tidur. Event kali ini adalah jawaban kerinduan semua klub yang ada di FKSSB Kabupaten Bogor ataupun klub lainnya yang ada di Kabupaten Bogor,” papar Yayan Mulyana

Ketua Panitia Liga FKSSB 2022, Agung Nugroho mengatakan, 36 tim yang ambil bagian dalam Liga FKSSB kali ini sangat antusias dan siap mengikuti semua laga dengan penampilan terbaiknya.

Agung menambahkan, Liga FKSSB U-10 dan U-12 akan berlangsung selama 4 bulan dan pertandingannya berlangsung tiap 2 pekan sekali.

” Tiap habis pertandingan kami akan menayangkan klasemen sementara tiap KU beserta Top Skor nya, ” ucap Agung.

Lebih lanjut, tambah Agung, pihaknya juga akan membuat penilaian Tim Fair Play pada Liga kali ini.

Agung juga bangga dan terimakasih dengan suport yang telah diberikan Manager Rans U-18, Gautama Bayu Rendy Wahyudi yang telah mendukung event Liga FKSSB kali ini.

” Kami senang Pak Bayu berada di FKSSB lagi. Karena beliau dulu memang sudah aktif di sepakbola sejak Persikabo era Rachmat Yasin,” tegasnya

Insya Allah, kata Agung, pada pekan kedua nanti Pak Bayu akan datang dan kumpul bersama para panitia Liga FKSSB 2022.

Sementara itu, kades Citayam, Ma Mun Murod mengaku sangat mendukung dengan adanya event Liga FKSSB yang dilangsungkan di wilayahnya.

Ma mun optinis dari event ini kedepannya akan lahir para pemain potensial dan berbakat yang jadi bagian penting sepakbola Kabupaten Bogor ataupun sepakbola nasional.

Kepala desa yang juga sebagai pembina klub RDC Citayam berharap dari desa Citayam juga akan melahirkan para pesepakbola handal dan tangguh yang bisa berkiprah pada klub Liga 1 atau Liga 2 Nasional.

” Pada intinya saya akan terus suport semua event sepakbola yang akan dilakukan di Desa Citayam termasuk RDC yang jadi klub kebanggaan di Citayam,” pungkasnya.

** asep syahmid