28.5 C
Bogor
Friday, August 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 771

100 Persen Peserta Bimtek Sudah Mendapatkan Bantuan Alat Ortrad

0

Tenjo | Jurnal Bogor

Terobosan Dispora Kabupaten Bogor dalam menggelar Bimtek Ortrad dan pemberian alat Ortrad kepada SD di Kabupaten Bogor harus terus berlanjut pada tahun berikutnya.

Pasalnya, Bimtek dan Pemberian Alat Ortrad ke SD ini akan punya dampak positif pada pelestarian olahraga tradisional di Bumi Tegar Beriman.

Subkoord Ortrad dan Layanan Khusus Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi mengatakan, semua peserta Bimtek sudah 100 persen mendapatkan bantuan alat Ortrad.

Menurutnya, syarat utama sekolah yang.mendapatkan bantuan alat Ortrad adalah sekolah yang sudah mengirimkan perwakilannya pada kegiatan Bimtek Ortrad.

” Hari ini pembagian alat Ortrad merupakan yang terakhir di tahun 2022 dan semua peserta perwakilan SD di Kabuoaten Bogor sudah mendapatkan semua bantuan alat Ortrad,” ujar Subkoord Ortrad dan Layanan Khusus, Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi disela sela pembagian alat Ortrad di Wilayah Barat yang terpusat di Gedung PGRI Kecamatan Tenjo, Senin, 5 Desember 2022

Jadi, kata Dedi, sebelum mendapatkan bantuan alat Ortrad, maka semua sekolah harus mengikuti program Bimtek Ortrad.

Saat ini, tambahnya, semua sekolah yang sudah ikut BImtek Ortrad telah mendapatkan bantuan alat Ortrad

Untuk bantuan kali ini, kata Dedi, masih pada pembagian sumpitan dan tarompah panjang yang dilakukan di empat wilayah yang ada di Kabupaten Bogor.

” Mudah mudahan tahun berikutnya Bimtek Ortad akan kembali bergulir. Karena masih banyak SD di Kabupaten Bogor yang sangat antusias ikut dalam program Bimtek Ortrad ini,” ucap Dedi Supriadi. ( asep syahmid)

Dispora Kabupaten Bogor Kembali Salurkan Bantuan Alat Ortrad

0

Tenjo | Jurnal Bogor

Perhatian Pemkab Bogor melalui Dispora Kabupaten Bogor terhadap pelestarian dan pengembangan olahraga Tradisional ( Ortrad ) di Kabupaten Bogor sangat tinggi.

Hal itu terlihat dari intensnya SKPD yang punya leading sector keolahragaan di Pemkab Bogor menyalurkan bantuan alat Ortrad ke sekolah SD sederajat yang ada di Kabupaten Bogor.

Bahkan pada hari ini, Senin, 5 Desember 2022, Dispora Kabupaten Bogor kembali membagikan bantuan alat Ortrad kepada semua SD di Kabupaten Bogor yang sebelumnya sudah mengikuti Bimtek Ortrad yang dilakukan Bidang Pembudayaan Olagraga melalui SubKor Ortrad dan Layanan Khusus.

” Hari ini kami ( Dispora) Kabupaten Bogor kembali membagikan bantuan alat Ortrad ke SD yang sudah mengikuti Bimtek Ortrad,” ujar Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, disela sela pembagian alat Ortrad di Wilayah Barat yang dilakukan di Gedung PGRI Kecamatan Tenjo, Senin, 5 Desember 2022

Asnan AP menambahkan, program pembagian alat Ortrad ini sebagai bentuk nyata kalau Dispora dan Pemkab Bogor punya peran nyata dalam pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Bogor.

Ia melanjutkan, pembagian alat otrtad kali ini dilakukan di empat wilayah yakni di Gedung PGRI Tenjo, Stadion Mini Citeureup, Padepokan Judo Ciawi dan GOM Jonggol.

Saat ini, lanjut Asnan AP,, jumlah sekolah yang sudah mengikuti Bimtek Ortrad baru 307 sekolah dari jumlah 1861 SD yang ada di Kabupaten Bogor.

” Kalau di persentasekan baru sekitar 16,5 persen sekolah yang baru menerima bantuan alat Ortrad dari Dispora Kabupaten Bogor. Mudah mudahan tahun depan kami akan terus melanjutkan program ini,” beber Asnan AP

Disamping memberikan alat bantuan Ortad di Wilayah Barat, Asnan AP juga kembali mengingatkan pentingnya semua elemen masyarakat untuk ambil bagian dalam menggelorakan program Bogor Bugar yang memang sesuai dan selaras dengan tagline Pancakarsa

Pemberian alat Ortrad di Wilayah Barat, Asanan AP didampingi Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor, Elwi Sulistianto dan Kasie Ortrad dan Layanan Khusus, Dedi Supriyadi.

Sementara itu, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor, Elwi Sulistianto menambahkan, jenis barang atau nama barang bantuan Ortrad yang diberikan kali ini diantaranya Sumpitan ( 2 Buah) yang terdiri dari Mata Sumpitan ( Fiber Glass/ 20 Buah) Standing Frame ( Kayu/ 2 Buah), Sasaran Tembak (Bahan Fleksi / 2 Buah), Bantalan Sasaran Tembak ( Stereofoam / 2 buah).

Selain memberikan Sumpitan, kata Elwi, diberikan juga alat ortrad berupa Tarompah Panjang yang terbuat dari Kayu seoanjang 1,5 M dan Karet untuk kaki.

Elwi berharap, pemberian alat Ortad ini akan berdampak positif kepada pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Bogor.

Mudah mudahan, sambung Elwi, kedepannya Dispora Kabupaten Bogor akan terus melanjutkan program Bimtek Ortrad yang dilanjutkan pemberian alat Ortrad kepada semua sekolah yang telah mengirimkan pesertanya dalam Bimtek Ortrad. ( asep syahmid)

Brand Jewelry Pertama di Indonesia, The Palace Jeweler Jadi Mitra Kemenparekraf

0

Surabaya | Jurnal Bogor

The Palace Jeweler, brand perhiasan ternama di bawah bendera PT Central Mega Kencana (CMK), disahkan menjadi brand perhiasan pertama di Indonesia, sekaligus mitra co branding Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Penetapan sebagai mitra dari kementerian yang dipimpin Sandiaga Salahuddin Uno itu direalisasikan dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kota Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/11/2022) lalu, berbarengan dengan peresmian gerai ke 100 Central Mega Kencana (CMK) The Palace Jelewer Pakuwon Mall.

Sebagai informasi, selain memiliki brand perhiasan The Palace Jeweler, PT CMK merupakan pemilik sekaligus menaungi merek-merek tersohor, seperti Mondial, Frank & co. Pembukaan gerai CMK ke -100 itu merupakan tonggak paling penting pencapaian operasional ritel CMK, sekaligus mengabsahkan eksistensi The Palace Jelewer, sebagai produsen dan penyedia perhiasan berkualitas.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bidang Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf, Dedi Ahmad Kurnia mengapresiasi penandatangan PKS antara The Palace Jeweler, sebagai co branding produk perhiasan dengan Kemenparekraf.

“Kerja sama The Palace Jeweler dan Kemenparekraf, co-branding Wonderful Indonesia akan semakin menggaung dan menjadikan produk perhiasan tanah air tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus mendukung gerakan #belikreatiflokal sekaligus menunjukkan kepada dunia internasional, the Wonderful Indonesia Jeweller,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (06/12).

COO CMK, Petronella Soan mengatakan, kemitraan co-branding antara Kemeparekraf dengan The Palace Jeweler, tujuannya mempromosikan ke-Indonesia-an di kancah internasional melalui fine jewelry.
“Kerja sama ini sebuah upaya kolektif yang berusaha mengedukasi masyarakat Indonesia,khususnya dalam hal kreasi perhiasan sebagai kekayaan bangsa, histori, budaya, dan negara,”ujarnya.

Bagian lain yang paling penting kata Petronelle, industri perhiasan Indonesia layak untuk berada sejajar dengan industri perhiasan atau merek-merek ritel perhiasan yang ada di negara-negara lain. “Kami dan Kemenperekraf akan merealisasikannya melalui program-program edukasi yang direncanakan dan dieksekusi bersama,”katanya.

Sementara itu, terkait gerai CMK ke 100 di Pakuwon Mall Surabaya, mengusung konsep megastore khas The Palace Jeweler. Konsep megastore ini untuk memberikan pengalaman berbelanja perhiasan yang unik dan tak terlupakan bagi para pelanggan.

“Sama seperti pada gerai-gerai sebelumnya, The Palace Jeweler juga menjadikan gerai terbaru ini sebagai sebuah “one stop shopping destination”. Artinya, konsumen tidak perlu berpindah-pindah gerai untuk bisa menemukan perhiasan yang diinginkan,” jelas Petronella.

Petronella menyebut, konsep megastore ditunjang dengan layanan terbaik dari The Palace Jeweler. Di mana seluruh staf yang bertugas sudah lolos proses training agar mereka bisa memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi para pelanggan.
“Di samping itu, interior gerai juga didesain agar membuat konsumen merasa nyaman selama berbelanja perhiasan di gerai perhiasan The Palace Jeweler Pakuwon Mall Surabaya,”tutupnya.

** m.yusuf

DLH Kabupaten Bogor Sosialisasi Pengurangan Sampah, Warga: Positif dan Bermanfaat

0

Megamendung | Jurnal Bogor

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan sosialisasi pengurangan sampah diikuti sebanyak 60 orang peserta mewakili 3 kecamatan yakni Ciampea, Ciawi dan Megamendung. Kepala DLH Ade Yana didampingi Kasi Penanggulangan Sampah melakukan sosialisasi di aula Cahaya Village Hotel, Jalan Raya Puncak KM 60 Desa Cipayung, Megamendung, Selasa (6/12/2022).

“Pesertanya ada 60 orang masing-masing mewakili Kecamatan Ciampea, Ciawi dan Megamendung diikuti unsur kader Posyandu, staf desa, karang taruna dan pegiat lingkungan,” ucap Kasi Penanggulangan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Nur dikutip dari Penapublik.

Diakui Nur, terkait peserta dalam kegiatan tersebut lebih diprioritaskan untuk kategori pemula dalam penerapan program dan sosialisasi pengurangan sampah. “Paling tidak yang sudah menerapkan program Bank Sampah di lingkungannya bisa sharing wawasan keilmuan dengan teman-teman didalam kegiatan ini,” tuturnya.

Salah seorang peserta mewakili Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi Samsul, mengatakan kegiatan yang digagas oleh DLH Kabupaten Bogor dalam upaya pengurangan sampah diakuinya cukup bermanfaat dan positif.

Namun demikian kata Samsul, alangkah baiknya semua desa dilibatkan dalam kegiatan tersebut kedepannya. “Di Desa Banjarsari saja soal tempat penampungan sampah cukup kewalahan karena hanya ada 1 tempat pembuangan sampahnya sementara warga dari mana-mana buang disitu,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi pengurangan sampah tersebut, ia dan rekan-rekannya berharap adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) skala kecamatan.

“Penerapan Bank Sampah sedikit banyak bisa mengurai permasalahan sampah di lingkungan meskipun mungkin tidak maksimal tetapi setidaknya ada upaya dari warga masyarakat seperti di Desa Banjarsari salah satunya disana ada Bank Sampah LIBBS di RT 2 RW 03 yang sudah berjalan 2 tahun belakangan ini dan cukup terlihat aktif sampai sekarang,” pungkasnya.

Asep.S.Sayyev|*

Kepsek SDN 01 Babakan Dayeuh Tabrak Aturan Jual Buku LKS

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Meski sudah tak diizinkan dan tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 18 1a tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang menyatakan pendidikan dan tenaga kependidikan, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, LKS, maupun pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan.

Namun Peraturan Pemerintah tersebut justeru ditabrak oleh Kepala Sekolah SDN 01 Babakan, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang sampai saat ini masih terus melakukan penjualan LKS dan siswa membeli di toko dekat sekolah yang sudah ditunjuk atau bekerja sama.

Salah satu siswa Oni (bukan nama sebenarnya) mengaku sejak kelas satu sampai saat ini masih membeli LKS. “Soalnya pelajaran ngambilnya dari LKS, kadang guru hanya menjelaskan buka halaman 10 kerjakan di LKS, terus dikumpulin,” ujar siswa yang masih polos tersebut.

Sementara Zul (53) salah satu orang tua siswa yang turut membenarkan adanya penjualan LKS yang terus menerus di sekolahan tersebut sejak anaknya kelas 1 SD sampai saat ini, padahal ia hanyalah buruh serabutan yang mempunyai penghasilan tidak tentu.

“Untuk anak pasti saya pentingin, walaupun anak saya sudah piatu karena ibunya sudah meninggal. Hanya terkadang keberatan aja dengan harga 150 ribu yang harus dibayar cash dan sering sekali beli LKS di sekolah itu,” keluhnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (06/12).

Padahal, sambung Zul, sudah ada dana BOS yang bisa dipakai untuk membeli buku seperti di sekolah teman anaknya yang tidak pernah membeli LKS. “Teman saya anaknya gak pernah beli LKS, karena gurunya ngasih PR dari buku tema yang dipinjamkan, kok di SDN 01 Babakan ini malah beli LKS melulu, ” ungkapnya.

Sementara Kepala Sekolah SDN 01 Babakan Yahya Wahyu membenarkan sekolah yang dipimpinnya menjual LKS. “Ya di sekolah ini jual LKS, tapi dititip di toko dan untuk siswa miskin dan yatim kami bebaskan,” singkatnya enteng.

Untuk diketahui, larangan penjualan buku, baik yang dilakukan secara perorangan ataupun kolektif. Selain tertuang dalam Peraturan Pemerintah juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 2008 tentang buku.

** Nasir/ Nay 

Warga Curugbitung Protes PKH Dipotong

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) yakni program pemberian bantuan sosial untuk keluarga miskin di Kampung Cibeber Kidul RW 08, Desa Curugbitung, Nanggung, Kabupaten Bogor diwarnai protes. Puluhan ibu-ibu yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM)  mengeluhkan adanya dugaan pemotongan PKH yang mereka terima.

Informasi yang diperoleh, oknum ketua kelompok PKH di lingkup RW 08 diduga melakukan pemotongan PKH sebesar Rp100 ribu. Salah satu penerima bantuan PKH yang tidak bersedia disebut namanya melalui pesan suara WhatShapp mengaku keberatan dengan pemotongan tersebut.

“Kami mewakili KPM di Cibeber Kidul tidak terima kalau dipotong duluan, sebelum datang ke tangan para KPM,” paparnya, Selasa (6/12).

Sejumlah KPM kata dia mengaku bersedia akan memberikan alakadarnya tanpa harus dipotong dahulu. Ia menerangkan di wilayah RW 08 ada 20 KPM. “Kami minta tolonglah untuk pihak-pihak terkait masalah ini  untuk segera dibereskan,” pintanya.

Sementara Ketua Kelompok PKH RW 08 Desa Curugbitung saat dikonfirmasi perihal dugaan pemotongan bantuan PKH itu tak merespons. Begitu juga dengan pendamping PKH Desa  Curugbitung.

** Arip Ekon

Warga Desa Jonggol Korban Abrasi Siap Relokasi 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebanyak 14 rumah korban abrasi Kali Cipamingkis, Desa Jonggol, Jonggol, Kabupaten Bogor siap untuk direlokasi ke Kampung Jeprah, Desa Jonggol, yang lokasinya tergolong aman.

Kepala Desa Jonggol, Yofie M Safri mengatakan, saat ini sedang dilakukan perataan untuk lahan yang menjadi tempat relokasi 14 rumah tersebut. Dimana mereka memang sudah secepatnya harus segera direlokasi.

“Alhamdulilah anggaran sudah turun sebesar 60 juta untuk 1 unit tanah dan bangunan, kami dari Pemdes berusaha dengan anggaran yang pas-pasan tersebut agar warga bisa memiliki tempat tinggal lagi yang layak,” papar Yofi sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (06/12).

Walupun sudah ada lokasi untuk relokasi, sambung Yofi, namun pihaknya masih punya PR lagi. Mengingat, tidak semua rumah itu posisinya di pinggir jalan sehingga dengan anggaran yang demikian juga dipikirkan agar warga bisa ada akses jalan menuju rumahnya.

“Rencana akan kami buat berhadapan seperti kavling perumahan pada umumnya, jadi row jalan itu hanya ada di tengah. Ya, jika memang anggaran yang diberikan DPKPP ini tidak mencukupi maka Pemdes akan mengalokasikan untuk pembanguan jalan memakai anggaran DD (dana desa),” ujarnya.

Sementara Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, jika nanti sudah direlokasi diminta masyarakat untuk tidak kembali lagi ke lahan yang terkena abrasi Sungai Cipamingkis tersebut. Walaupun statusnya lahan itu masih milik warga, tapi tidak untuk jadi tempat tinggal.

“Sudah kita himbau, dan kami akan minta RT dan RW untuk aktif mengingatkan jika nantinya ada warga yang bandel dan nekat tinggal disana. Mengingat, musibah bisa kapan saja terjadi, pemerintah sudah menyiapkan tempat untuk tinggal yang lebih aman,” paparnya.

Andri mengajak sama-sama mengingatkan, jangan sampai warga desa yang sudah direlokasi kembali lagi ke tanahnya yang terkena abrasi. “Harus saling jaga dan saling mengingatkan, jangan menunggu ada korban jiwa,” pungkas Andri.

** Nay Nur’ain

Kades Bendungan Minta Masyarakat Dukung Program Keolahragaan Desa

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Bendungan, Jonggol, Kabupaten Bogor, meminta tokoh  masyarakat dan pemuda berperan aktif dalam membantu pembinaan dan pengembangan olahraga.

Kepala Desa Bendungan Hj.Nemi Nuraeni mengatakan, keterbatasan dana yang dimiliki Pemerintah Desa menuntut sinergi antara pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta untuk mengembangkan olahraga prestasi dan olahraga rekreasi di Desa Bendungan.

“Pemerintah Desa belum bisa berdiri sendiri, perlu dukungan dari kalangan tokoh masyarakat, pemuda, para RT dan RW,” ucap Hj.Nemi kepada Jurnal Bogor, Selasa (06/12).

Untuk saat ini, ujar Hj.Nemi, Pemdes Bendungan baru melakukan pembinaan terhadap 2 jenis cabang olahraga yakni sepakbola dan bola voli. Dimana keduanya adalah olahraga yang merakyat.

Menurutnya, dukungan dari tokoh masyarakat hingga kini masih dinilai minim sehingga Pemerintah Desa berharap muncul kesadaran untuk membantu Pemdes mewujudkan program di masyarakat.

” Impian saya Desa Bendungan bisa menjadi percontohan bagi desa lain di Kecamatan Jonggol terutama dalam bidang olehraganya,” harapnya.

“Sejauh ini, KONI Kabupaten Bogor sudah memberikan arahan mengenai pengembangan olahraga di Desa Bendungan. Kami pun berharap ada dukungan dari pihak luar untuk pengembangan program ini,” tandasnya.

** Ramses/Nay 

Balon Kades Cipambuan Lebih, Pemcam Adakan Ujian Tambahan 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Cipambuan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, akan dilakukan ujian tambahan selain verifikasi data administrasi bagi para bakal calon (balon) kepala desa.

Sekretaris Kecamatan Babakan Madang, Iskandar mengatakan, penilaian tambahan dilakukan setelah PAW Kepala Desa Cipambuan maksimal 3 calon baru bisa dilakukan pemilihan.

“Untuk Desa Cipambuan ini ternyata ada 4 bakal calon yang mendaftar, maka dari itu kami akan melakukan ujian pengetahuan sebagai nilai tambahan,” papar Iskandar kepada Jurnal Bogor, Selasa (06/12).

Menurutnya, dengan diadakannya ujian tambahan ini akan menentukan siapa yang lolos verifikasi administrasi. Walaupun secara administrasi yang ditentukan sebagai syarat calon kepala desa semua bakal calon sudah memenuhi syarat.

“Namun, karena bakal calon jumlahnya berlebih, kita harus merampingkan sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Iskandar berharap bagi bakal calon nantinya yang belum berkesempatan menjadi calon untuk legowo. Karena tahapan yang kami lakukan sudah sesuai dengan aturan dan administrasi yang ditentukan oleh Peraturan Bupati Bogor.

“Saya harap, ujian tambahan besok bisa sukses tanpa ekses. Begitupun untuk bakal calon yang tidak lolos agar bisa legowo dan tidak mengerahkan massa demi kenyamanan bersama,” pungkasnya penuh harap.

** Nay Nur’ain.

Warga Leuwisadeng Hampir Jadi Korban Pembegalan di Jalan Raya Cibungbulang 

0

Cibungbulang| Jurnal Bogor 

Bagi pengguna jalan harus hati-hati saat melintas di Jalan Raya Cibungbulang KM 15, Desa Leuweungkolot, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. 

Pasalnya, seorang pengendara roda empat, pada Senin (5/12/2022) sekitar pukul 21.15 WIB hampir saja menjadi korban diduga pembegalan oleh orang tak dikena (OTK).

Hal itu dialami Fahri (37) yang merupakan warga Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng saat pulang bersama istri dan anaknya yang masih belia dari arah Bogor menuju Leuwiliang.

Saat itu kondisi jalanan di wilayah tersebut masih ramai lalu lalang kendaraan maupun aktivitas masyarakat. Tetapi dari arah berlawanan, muncul satu kendaraan roda dua yang berboncengan tiga orang.

Awalnya ia tak menaruh curiga kepada pengendara yang berbonceng tiga tersebut, tapi ternyata dugaannya salah.

Pengendara roda dua tersebut kemudian mengambil lajurnya dengan posisi hampir bertabrakan dan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam berupa golok yang diarahkan kepada dirinya.

“Saya kaget dia tiba-tiba ngeluarin golok langsung nyabet mobil saya, saya reflek banting stir ke kiri, akhirnya sabetan dia kena spion kanan mobil saya,” katanya.

Fahri menyampaikan, beruntung dalam kejadian tersebut hanya mengenai cover pelindung spion mobil saja, sedangkan dia beserta anak dan istrinya dalam kondisi baik-baik saja.

“Mungkin kalau saya engga banting stir ke kiri, itu kena kaca depan mobil saya, kan bisa bahaya kalau kacanya pecah,” katanya.

Fahri menyayangkan, aksi yang sangat membahayakan tersebut masih bisa terjadi.

“Sayangnya saat kejadian tak sempat melihat dengan jelas ciri-ciri dari pelaku penyerangan tersebut,” tukasnya.

** Andres