27.9 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 737

Rektor Institut Tazkia Diwisuda

0

Bogor | Jurnal Bogor

Rektor Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin diwisuda untuk tingkat doktor yang kedua kalinya. Murniati sebelumnya sudah menjalankan doktor pertamanya di University of Glasgow, UK tahun 2014.

“Saya suka sekolah, sejak kecil bahkan walau sedang demam tetap memaksakan diri ke sekolah hingga guru saya memaksa saya untuk pulang ke rumah,” kenang Murniati.

Murniati menempuh pendidikan S3 dalam bidang Ilmu Al-Qur’an & Tafsir di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta dengan penelitian yang berjudul Politik Ekonomi Syariah dalam Perspektif Al-Qur’an (Analisis Sektor Industri Halal di Indonesia). Murniati menyelesaikannya kurang dari tiga tahun dengan predikat Terpuji dengan IPK 3,68.

“Saya juga menyelesaikan program doktor pertama kurang dari tiga tahun juga” ujar Murniati dalam keterangan tertulisnya, Junat (2/12).

“Masih semangat mau kuliah lagi karena setelah studi justru makin bodoh, merasa kerdil, tidak tahu apa-apa” katanya.

Menurut Murniati yang didampingi sang suami, Dr. Luqyan Tamanni yang merupakan Kepala Bank Syariah (BSI) Indonesia Institute dan juga dosen senior Institut Tazkia ini mengatakan bahwa sebagai Muslim harus terus menimba ilmu, baik secara formal maupun informal, karena kita dianjurkan untuk menimba ilmu dari buaian hingga ke liang kubur, uthlubal ‘ilma minal mahdi ilal lahdi.

Peserta wisuda Selasa (29/11) berjumlah 791 wisudawan terdiri dari Program Sarjana (522 wisudawan), Magister (190 wisudawan), dan Doktor (79 wisudawan).

Rektor PTIQ, Prof Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal mengumumkan beberapa prestasi Institut PTIQ termasuk telah disetujuinya Institut PTIQ menjadi Universitas PTIQ bulan Desember ini. Turut diwisuda da’i kondang: Ustazah Oki Setiana Dewi, Ustaz Muhammad Subki, dan Ustaz Syamsuddin Nur.n Fredy Kristianto |*

KPA dan Dinkes Satukan Langkah Cegah HIV-AIDS

0

Peringatan Hari AIDS se-Dunia di Kabupaten Bogor

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bogor bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memperingati Hari AIDS se-Dunia di Hotel Darmawan Park, Babakan Madang, Kamis (1/12). Keberadaan lembaga ini untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi di bumi Tegar Beriman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Drg.Mike Kaltarina, MARS menyatakan target zero 2030 telah dimulai oleh berbagai pihak. “Masalahnya HIV AIDS seperti fenomena gunung es. Kalau jumlah yang terdata sekarang banyak berarti metode pelacakannya sekarang ini lebih bagus. Kami tidak bisa bekerja sendirian, ada lembaga yang membantu seperti Lekas Bogor,” jelas Kadinkes.

Sementara Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Bogor Sugara,SE menyebutkan, saat ini HIV-AIDS telah menginfeksi usia produktif.

“Perlu kontrol orang tua dan masyarakat juga harus punya kesadaran agar- anaknya terhindar HIV-AIDS. Sekrang ini sudah eranya digital dengan sau genggaman saja seperti gadget akses lebih mudah,” jelasnya.

Sementara upaya yang dilakukan KPA dan Dinkes adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan remaja. Lalu bisa tertanggulanginya infeksi dan penularan HIV-AIDS, perempuan dan remaja secara aktif melakukan upaya pencegahan infeksi dan penularan HIV-AIDS bagi diri dan lingkungannya .

Kemudian upaya lainnya adalah meningkatnya keberpihakan dan kesetaraan dalam menyediakan layanan pencegahan, tes, dan pengobatan HIV-AIDS berkualitas untuk semua orang. Namun meningkatnya penggerakan sumber daya dalam mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan target zero 2030 diakui Drg.Mike Kaltarina, MARS mesti tercapai karena infeksi HIV masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Kasus HIV di kawasan Asia Tenggara menyumbang 10% dari total beban HIV di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi HIV di sebagian besar wilayah adalah 0,26%, sementara di Papua dan Papua Barat mencapai 1,8%.

Dengan demikian, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir telah terjadi kemajuan dalam penanggulangan HIV-AIDS di dunia, termasuk di Indonesia.

Dari keterangan KPA, secara global epidemi HIV mengalami penurunan sekitar 33% sejak tahun 2001, sehingga pada tahun 2012 diperkirakan terjadi sekitar 2.3 juta infeksi baru pada dewasa dan anak. Kematian yang dikaitkan dengan AIDS menurun sampai 30% sejak 2005 karena peningkatan akses pengobatan ARV, termasuk kematian yang dikaitkan dengan TBC, juga menurun sampai 30% sejak 2004.

Kematian terkait AIDS menurun dari puncaknya pada tahun 2004 dengan 1.7 juta kematian terkait AIDS per tahun menjadi 770 ribu kematian terkait AIDS pada tahun 2016. Terjadinya penurunan infeksi baru HIV dan kematian terkait AIDS tercatat sebagai dampak akselerasi pengendalian yang berfokus pada intervensi pencegahan dan ekspansi berskala besar terapi anti retroviral.

Namun demikian disadari bahwa penurunan infeksi baru dan kematian ini masih belum mencapai target penurunan yang diharapkan. Terjadinya Pandemi COVID-19 sejak 2020 telah nyata memperlambat upaya eliminasi HIV-AIDS tahun 2030. Bahkan dalam 2 tahun terakhir, tercatat tidak banyak kemajuan berarti yang didapat di banyak negara. Indonesia bersama negara-negara lain di seluruh dunia berupaya mencapai Ending AIDS pada tahun 2030.

Upaya pengendalian dilakukan dengan menerapkan strategi promosi kesehatan, pencegahan, penemuan kasus, dan penanganan kasus, didukung berjalannya transformasi kesehatan,termasuk penguatan layanan primer, pencapaian cakupan kesehatan semesta, dan pelibatan masyarakat/komunitas. Tantangan penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia cukup besar. antara lain upaya pencegahan yang belum optimal, retensi pengobatan ARV yang rendah, masih dirasakannya ketidaksetaraan dalam layanan HIV khususnya pada perempuan, anak, dan remaja, serta masih dirasakannya stigma dan diskriminasi.

Diperlukan dukungan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan tersebut, baik oleh pemerintah pusat dan daerah, akademisi/praktisi, masyarakat, swasta, dan media.

Seperti diketahui, Hari AIDS Sedunia (HAS) pertama kali diperingati pada 1 Desember 1988. Sejak itu, tanggal 1 Desember, diperingati sebagai Hari AIDS se-Dunia. Pada peringatan Hari AIDS se-Dunia, orang-orang di seluruh dunia menunjukkan dukungan bagi mereka yang hidup dengan HIV, juga untuk mengingat mereka yang kehilangan nyawa karena AIDS. Peringatan Hari AIDS Sedunia di Indonesia dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat, khususnya perempuan dan remaja, dalam pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS melalui penggerakan sumber daya yang melibatkan semua sektor.

** Asep Saepudin Sayyev

Kabupaten Bogor Runner up Peparda Jabar

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kontingen Kabupaten Bogor meraih peringkat kedua atau runner up Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VI Jawa Barat 2022, setelah tuan rumah Kabupaten Bekasi merebut juara umum dari Kabupaten Bogor pada Peparda 2018.

“Kami bangga dan mengapresiasi perjuangan atlet serta dukungan semua pihak,” ujar Ketua Kontingen Peparda Kabupaten Bogor Bambang W.Tawekal (BWT), Kamis (1/12).

Peparda 2022 sendiri ditutup Bunda Asuh Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil di Hotel Nuanza Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/11) malam. Bagi Kabupaten Bogor yang mengoleksi 209 medali emas, 92 perak dan 54 perunggu, pencapaian Peparda yang sama finis seperti Pekan Olahraga Provinsi Jabar (Porprov) diperingkat kedua dijelaskan BWT beda beberapa medali saja.

“Secara pencapaian raihan medali meningkat. Porda 2018 meraih 191 emas. Namun terlepas dari berhasil atau tidaknya, ada factor X tuan rumah,” jelasnya.

Sementara Atalia Praratya Kamil juga mengaku bangga para atlet yang berlaga sangat menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan yang diikuti. Menurutnya, kemenangan dan medali saja tidak cukup. Maka dari itu rasa sportivitas dalam dunia olahraga harus ditanamkan kepada diri atlet.

“Saya bahagia dan bangga sekali dengan atlet Peparda Jabar yang alhamdulillah menunjukkan upaya terbesar yang mereka lakukan dengan cara sportif,” ujar Atalia.

Pemerintah kata dia terus memberikan dukungan kepada seluruh atlet disabilitas yang bertanding. Apalagi Pemda Provinsi Jabar berkolaborasi dengan NPCI Jabar mendorong para atlet agar bisa menunjukkan prestasi yang maksimal di kancah nasional maupun internasional.

“Bagaimana dukungan dari pemerintah termasuk juga para atlet, termasuk NPCI yang luar biasa ini mampu untuk mendorong supaya para atlet untuk terus mampu untuk menunjukkan prestasi terbaiknya,” ungkap Atalia.

“Jadi ini adalah satu upaya yang luar biasa saya melihat dukungan pemerintah juga terlihat nyata dengan cara tidak membeda-bedakan atlet apakah disabilitas atau bukan, mereka mendapatkan hak yang sama juga,” tambahnya.

Dengan adanya ajang Peparda ini, Atalia mengapresiasi perjuangan atlet disabilitas yang tak pernah lelah meraih prestasi.

** Asep Saepudin Sayyev

Warga Tolak Rambu RSIA Medika Kenari

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Pemasangan rambu unik RSIA Medika Kenari mendapat penolakan dari warga setempat. Pasalnya, pemasangan rambu tersebut dianggap sepihak dan tidak pernah mendapatkan persetujuan dari warga. 

Selain itu pemasangan rambu tersebut dianggap mengganggu para pengguna jalan yang akan melintas. Warga pun mendesak agar rambu unik milik RSIA Medika Kenari tersebut segera dicopot.

“Kami tidak pernah mendapat pemberitahuan kalau ada pemasangan rambu ini. Karena yang kami tahu, tiba-tiba rambu itu sudah terpasanga dan warga banyak yang menolak karena mengganggu,” kata salahsatu warga setempat, Yuyung Junaedi kepada Jurnal Bogor,Kamis (01/12).

Menurut dia, warga tidak mengetahui apakah pemasangan rambu tersebut sudah mendapat persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor atau belum. Namun yang jelas, warga tidak pernah dimintai persetujuan dari pihak RS Medika Kenari terkait pemasangan rambu tersebut.

“Ini jelas tindakan arogan dari pihak RS Medika Kenari. Rambu ini kan jelas kepentingan pihak rumah sakit, seharusnya mereka melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan warga,” tukasnya.

Yuyung mengaku, warga setempat dan pemilik ruko di sekitar berdirinya rambu tersebut menyatakan penolakan terhadap keberadaan rambu tersebut dan meminta rambu tersebut segera dicabut. Karena, warga dan pemilik ruko beranggapan jika keberadaan rambu tersebut mengganggu para pengguna jalan dan kendaraan yang akan parkir.

“Warga dan pemilik ruko menolak keberadaan rambu ini karena merugikan dan mengganggu. Apalagi pihak RS Medika Kenari tidak pernah meminta izin kepada warga untuk memasang rambu ini. Oleh karena itu, kami meminta agar segera dicabut,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Nunggak 10 Miliar, Tiga Kontraktor Hentikan Sementara Pembangunan TPPAS Nambo

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Proyek Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, diblokir sejumlah kontraktor. Hal itu dilakukan lantaran PT Jabar Bersih Lestari (JBL) belum membayarkan hak kontraktor senilai Puluhan Milyar.

Sebanyak tiga Kontraktor yang belum dibayar oleh PT JBL yang menjadi rekanan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk mengerjakan proyek TPPAS Lulut Nambo, ialah PT Cahaya Fajar Mitratama (CFM), KSO Delta Citra Abadi (DCA), PT Bumi Beam Center (BBC).

Saat ketiganya belum mendapat pembayarannya masing-masing, PT JBL justru malah mempekerjakan kontraktor baru bernama PT AMA di kawasan komposting. Oleh karenanya, ketiga kontraktor sebelumnya melakukan penutupan area agar kontraktor baru tidak melakukan pengerjaan.

Kontraktor memasang plang dan spanduk bertuliskan pembangunan sementara dihentikan dan tuntutan agar pembayaran dilakukan. Wilayah yang operasionalnya dihentikan sementara berada kawasan komposting, atau tempat menaruh sampah dari berbagai daerah sebelum diolah.

Kuasa Hukum PT CFM, Marojahan Panjaitan mengatakan, penutupan atau pemasangan plang di Areal Komposting TPPAS Lulut Nambo itu merupakan upaya terakhir dari kliennya dan kontaktor lain. Pasalnya, beberapa upaya administrasi penagihan yang dilakukan selalu menemui jalan buntu dan tidak ada solusi.

“Penutupan atau demo di TPPAS ini merupakan langkah yang terakhir. Karena pihak JBL beberapa kali ditagih selalu mengingkari janji. Terakhir PT JBL berjanji akan membayar tagihan kepada klien kami dengan dana pinjaman, namun hingga tenggang waktu hari ini tidak juga dibayarkan,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/11).

Marojahan menjelaskan, penutupan sementara ini dilakukan sampai PT JBL melakukan pembayaran terharap kliennya. Ketika hak para kontraktor dibayar, maka plang dan spanduk penutupan yang terpasang akan segera dicabut.

“Ya kita berharap begitu (tidak ada aktivitas selama penutupan), mereka juga harus mematuhi hukumlah. Ada sanksi apabila mereka mencabut atau membongkar pemblokiran ini,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Kuasa Hukum PT DCA, Darwin Steven Siagian, mengatakan pihaknya sudah melakukan somasi beberapa kali. Di samping itu, kontraktor yang baru yakni PT AMA mengaku tidak mengetahui ada permasalahan yang belum selesai antara PT JBL dan tiga kontraktor lama.

“Padahal belum ada serah terima berita acara. Somasi juga tidak pernah digubris (oleh PT JBL),” ujarnya.

Darwin menyebutkan, adapun luas daerah operasional yang ditutup sekitar 54 hektare. Area yang ditutup merupakan area komposting yang akan menjadi tempat sampah-sampah dibongkar, disortir, dan kemudian dipindah ke tempat fabrikasi.

Jika langkah ini tak juga ditanggapi oleh PT JBL, dia mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum baik pidana dan perdata. “Karena (PT JBL) berani menunjuk kontraktor untuk bekerja tapi tidak punya dana,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT JBL, Rilo, mengaku sudah melaporkan hal ini ke pimpinan PT JBL. Ke depan, masalah ini akan ditindaklanjuti oleh manajemen dan direksi terkait.

“PT JBL sudah tahu, masih menunggu dari pimpinan saja. Kita ikuti prosedurnya saja dulu, nanti gimana manajemen pusat saja,” kata Rilo.

Adapun untuk hutang PT JBL yang harus dibayarkan kepada kontraktor yakni, sebesar Rp3,1 miliar kepada PT CFM, kemudian kepada PT DCA sebesar Rp6,7 miliar dan PT BBC sebesar Rp8,5 miliar.

** Nay Nur’ain

KP2C Apresiasi Kinerja BBWS CC di Sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor  

Dalam rangka Hari Bakti PUPR ke-77 Tahun 2022 yang jatuh pada 3 Desember 2022, KP2C (Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas) memberikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dalam penanganan Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas dan Kali Bekasi.

Ketua KP2C Puarman mengatakan, KP2C yang beranggotakan 32.000 lebih masyarakat korban banjir, sepenuhnya mendukung program pengendalian banjir Kementerian PUPR yang sedang dan akan dilakukan di ketiga sungai tersebut.

” Menurut catatan KP2C, saat ini normalisasi sungai sedang dilakukan di Kali Bekasi dalam wilayah Kota Bekasi (Jawa Barat),  sepanjang 11,6 km, dimulai dari P2C (Pertemuan Cileungsi Cikeas) hingga Bendung Bekasi,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/12).

Program normalisasi ini, sambung ia, selanjutnya akan diperluas hingga ke area Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Keduanya berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

” Dalam hal Operasi dan Pemeliharaan, menurut Ketua KP2C, Puarman, BBWSCC dengan sigap telah  melakukan penggantian pintu air yang rusak dan penanganan Tanggap Darurat,” paparnya.

Dan yang tak kalah pentingnya, lanjutnya, BBWSCC telah dan akan membangun beberapa dermaga bronjong untuk mendukung kegiatan pelestarian sungai di Sungai Cikeas.

” masyarakat akan senang jika instansi pemerintah memberikan respon cepat atas permasalahan yang terjadi,” paparnya.

” Tentu saja, harapan masyarakat sejalan dengan komitmen dan tekad Kepala BBWS CC Bapak Ir. R.R. Bambang Heri Mulyono, M.Si untuk mewujudkannya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

46 Warga Desa Singasari Terima Bantuan PKH BNPT dan BBM

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebanyak 746 keluarga penerima manfaat atau KPM warga Desa Singasari, Jonggol, Kabupaten Bogor, menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM.

Kepala Desa Singasari Eulis Sujana mengatakan, program bantuan oleh pemerintah tersebut disalurkan melalui kantor Pos, di Aula Desa Singasari.

“ Bantuan ini berupa uang tunai sebanyak Rp.900,000,00/ KPM, kepada warga yang sudah masuk ke dalam Data Terpadu Kesejateraan Sosial  (DTKS ) dari KemenSos ” ujar Eulis kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/12). 

Menurutnya, bantuan yang disalurkan ini tidak ada pemotongan biaya. Sebab dalam penyalurannya Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah bekerjasama dengan PT Pos Indonesia.

“ Kami dari Pemdes Singasari berharap, bantuan berupa uang tunai tersebut dapat digunakan sesuai dengan peruntukan. Dimana uang itu dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan bisa meringankan  beban dari masyarakat akibat dampak dari kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu,” pesannya.

Sementara, Mak Ina (60) warga penerima manfata dari Kp.Ciukuy RT.02 RW.04 megucapkan syukur alhamdulilla karena dirinya menerima bantuan BLT. Bantuan sangat bermanfaat bagi dirinya untuk meringankan kebutuhan sehari hari.

” Harapan kami pemerintah pusat  dapat melanjutkan program BLT  tahun depan ,” pintanya.

Sebagai warga kurang mampu, sambung dia, bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah  sangat bermanfaat dan mengurangi beban  untuk memenuhi kebutuhan setiap hari

“Saya sebagai warga kurang mampu meminta, program  BLT dapat dilanjutkan  tahun depan,” tutupnya.

** Ramses/Nay 

Truk Bermuatan Batu Nyungsep di Depan Pom Bensin, Ini Penyebabnya 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Diduga tidak kuat menahan berat truk bermuatan batu seberat 43 ton, tanah saluran air yang berada di Jalan Raya Gunung Putri, Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor amblas, mengakibatkan setengah badan truk bermuatan batu tersebut masuk kesaluran air hingga menimpa truk didepannya.

Truk bermuatan batu kelingker bernomor polisi H 8031QA dari arah Citeureup, menuju Gunung Putri, sedang parkir didepan Pom Bensin tepat dekat pintu tol Gunung Putri. Akibat tidak kuat menahan beban truk bermuatan batu tersebut tanah dibibir saluran air itupun amblas. 

” Truk nyungsep kedalam saluran air hingga menimpah truk Box didepannya hingga mengalami kerusakan dibagian depan,” kata Panit Lantas Polsek Gunung Putri IPDA Agung kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/12).

Ipda Agung mengatakan penutupan dua lajur, dari arah Citeureup menuju Gunung Putri ditutup saat evakuasi mengangkatan truk bermuatan batu keringkel dari dalam drainase menggunakan crane.

” Evakuasi mengalami kesulitan, karena tonase yang cukup berat. Sempat menjadi kendala, namun akhirnya evakuasi masih berjalan,” ujarnya.

Akibat penutupan jalan tersebut, sambung Ipda Agung, kemacetan pun tak terhindarkan. Karena banyak pengendara yang didominasi roda dua mamaksa masuk dan berhenti sekedar ingin melihat kejadian. Mencegah kemacetan berkepanjangan petugas kepolisian lalu lintas pun diterjunkan untuk mengurai kemacetan dilokasi kejadian.

“Buka tutup jalur dilakukan saat evakuasi berlangsung, dari dua arah, arah dari Citeureup menuju Gunung Putri, hingga Sebaliknya,”jelasnya

” Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sopir kedua truk saat ini sedang dimintai keterangan oleh anggota kepolisian,” pungkasnya. 

** Nay Nur’ain

Pelaku Peduli Lingkungan Diganjar Penghargaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Para pelaku peduli lingkungan di Kabupaten Bogor mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Penghargaan Kampung Ramah Lingkungan  tahun 2022 di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Kamis (1/12).

“Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari Plt. Bupati Bogor terhadap masyarakat yang melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Terima kasih pula saya ucapkan kepada pelaku usaha yang telah banyak membantu dalam kegiatan pengelolaan lingkungan hidup khususnya dalam peningkatan peran serta masyarakat dan pendidikan di Kabupaten Bogor,” ujar Kepala Dinasi Lingkungan Hidup (DLH) Ade Yana.

Sementara desa ramah lingkungan dengan nominasi Kecamatan Ramah Lingkungan. Selanjutnya, nominasi pelestari situs, penggiat pengelolaan sampah dan Satgas Teladan.

Menurut Plt Iwan Setiawan, untuk kategori yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat atau pemerintah provinsi, terdiri dari  Sekolah Adiwiyata tingkat nasional sebanyak 8 sekolah, Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi sebanyak 28 sekolah. Lalu Kampung Proklim utama penerima trofi sebanyak 1 Kampung Proklim dan Kampung Proklim Utama penerima trofinya sebanyak 3 Kampung Proklim.

“Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk dukungan, dari Plt. Bupati Bogor terhadap masyarakat yang melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Terima kasih pula saya ucapkan kepada pelaku usaha yang telah banyak membantu dalam kegiatan pengelolaan lingkungan hidup khususnya dalam peningkatan peran serta masyarakat dan pendidikan di Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Sedangkan berbagai kegiatan lingkungan yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor antara lain pengelolaan sampah, perbaikan sanitasi, penataan lingkungan, penanaman pohon, pembuatan lubang biopori, mitigasi dan adaptasi lingkungan, serta mendorong pemanfaatan potensi serta kearifan lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan lingkungan secara berkesinambungan.

** Asep Saepudin Sayyev

Sampah Berserakan di Jalan Hambaro-Kalongliud

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sampah yang berserakan menimbulkan bau yang tidak sedap, tepatnya di jalan kabupaten Kalongliud-hambaro, Nanggung, Kabupaten Bogor. Kondisi itu memperparah tempat tersebut menjadi kumuh.

Kondisi itu membuat pengguna jalan yang melintas harus tutup hidung dan tak sedikit masyarakat mengeluhkan  keberadaan sampah-sampah tersebut.

Menurut pengguna jalan Ari mengatakan, bahwa keberadaan tumpukan sampah-sampah itu sudah menahun dan membuat aromanya mengganggu saat dirinya acap kali melintas.

“Tumpukan sampah ini sudah lama setiap saya melintasi jalan ini pasti aromanya tidak sedap,” katanya kepada JurnalBogor, Kemarin.

Dirinya berharap sampah-sampah yang mayoritas plastik itu untuk segera di bersihkan oleh dinas terkait. Pasalnya sampah tersebut berada di dijalan Kabupaten. 

“Harusnya dinas terkait untuk segera menangani hal ini,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengatakan, bahwa pihaknya telah berupaya maksimal baik sudah melakukan kordinasi dengan RW setempat maupun sosialisasi dengan warga Kalongliud.

Menurut Jani, diduga pelaku pembuang sampah yang tidak bertanggung jawab itu merupakan oknum warga, bisa jadi warga diluar wilayah Nanggung yang membuangnya. 

Selain itu, kata Jani, pihaknya sudah memasang plang pemberitahuan agar untuk tidak membuang sampah ke tempat tersebut.

“Diduga oknum warga diluar wilayah Nanggung yang buang sampah sembarangan ini, sejauh ini tidak pernah kelihatan kalau kelihatan pas membuangnya pasti kita berikan teguran,” paparnya. 

Menurut Jani,  jalan itu jauh ke permukiman sehingga menjadi pemanfaatan para oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Itu tepat di jembatan bawahnya itu kali, tempatnya jauh sama pemukiman sehingga dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.

** Andres