27 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 738

Peduli Bencana Cianjur, Pemdes Cibanteng Salurkan Logistik 

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Babinmas Polsek Ciampea, Desa Cibanteng, Ciampe, Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Desa mengunjungi korban gempa Cianjur dengan membawa ratusan karung beras, mie instan dan puluhan air mineral serta bantal dan tikar, Rabu (30/11).

Babinmas Bripka Yuliono mengatakan, nerkat bantuan ini sumbangsih dari para donatur dan pemerintah desa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban gempa Cianjur.

“Untuk bantuan ada 200 karung beras, 100 dus Indomie, 50 air mineral, 50 tiker dan 50 bantal,” kata Bripka Yuliono dihubungi wartawan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada titik pengungsian di Kampung Sudi RT 01 RW 12, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.

“Disana langsung ketemu para pengungsi dan kami juga sempat menghibur anak anak korban bencana mereka merasa senang dan mengucapkan terimakasih,” katanya.

Sementara itu, informasi sementara tim gabungan pencarian dan penyelamatan gempa bumi Cianjur berhasil menemukan 4 jenazah di lokasi pencarian pada Selasa (29/11).

Penemuan tersebut menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 327 orang.

Korban hilang pasca gempa bumi M5,6 di Kabupaten Cianjur bertambah menjadi 13 orang. Hal tersebut dikarenakan adanya laporan baru orang hilang dari kepala desa sebanyak 8 orang.

Selanjutnya untuk korban luka berat yang masih dirawat di RS wilayah Cianjur tersisa 68 orang, artinya 40 pasien luka berat yang sebelumnya masih dirawat saat ini sudah pulang dan melakukan rawat jalan.

BNPB bersama Kemen PPPA dan UNFPA terus melanjutkan validasi jumlah titik pengungsian per hari ini pukul 15.00 WIB menjadi 39.985. Total pengungsi berjumlah 108.720 dengan rincian pengungsi laki-laki 52,987 dan pengungsi perempuan 55,733 jiwa.

** Andres

Ketersediaan Beras  Melimpah, KTNA – PERHIPTANI- FKP4S Tolak Impor Beras

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Rencana pemerintah untuk mengimpor beras, dalam rangka memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Perum Bulog dalam waktu dekat mendapat tanggapan dari berbagai pihak

Saat di temui di ruang kerjanya (1/12) Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Fathan Al Rasyid mengatakan Pemerintah tidak perlu impor beras karena cadangan beras yang ada di masyarakat cukup.

“Tidak perlu impor beras, karena sebeneranya barangnya (gabah) ada di tangan petani, yang perlu dilakukan adalah gerakan penyerapan gabah dari petani. Ujar Fathan

“Tidak perlu emosional dalam menghadapi isu ini, cadangan beras di masyarakat cukup, petani dalam rangka ketahanan pangan keluarga punya stok, pedagang pengecer juga punya stok, begitupun penggilingan, sedangkan di Bulog itu kan cuma 5% papar Fathan

“Bulog mungkin kesulitan karena tidak punya pasukan (personil) di tingkat lapangan untuk proses penyerapan gabah nya, dan yang punya adalah Menteri (Kementan), Penyuluh dan kita punya koperasi. DPP Perhiptani sekarang sudah punya koperasi yang salah satu tujuannya adalah untuk membantu pemerintah dalam mencukupi cadangan nasional dan juga untuk komersial lanjutnya.

Jadi kesimpulannya, Kita tidak perlu Impor, yang perlu dipikirkan itu bagaimana kita menjadi negara pengekspor beras selain mencukupi kebutuhan pangan sendiri, kita sebenarnya sudah cukup, sekarang bagaimana memikirkan kita bisa ekspor. Tidak usah buka hutan untuk lahan baru, kalau mau menanam padi di pinggir sungai (sawah terapung) hitung saja berapa banyak kita punya sungai yang bisa di manfaatkan. Tandas Fathan

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi (FK) Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Andi Burhan Badurahman.

“Tidak Perlu Impor beras, walaupun cadangan beras di Bulog menipis, namun cadangan beras di masyarakat masih banyak” ujar Andi

Solusi nya agar tidak impor adalah dengan menerapkan pertanian presisi dan regeneratif perlu di terapkan tambah Andi

Tanggapan juga dating dari Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Yadi Sofyan Noor. Dalam keterangan tertulisnya Yadi Sofyan Noor mengatakan’

“Bulog bisa memenuhi gudangnya sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan jika mau membeli Gabah Kering Giling (GKG) atau beras petani dengan harga pasar. kata Yadi Sofyan Noor.

Dari pantauan di lapangan saat ini, Yadi Sofyan Noor mengatakan, rata rata harga beras di penggilingan sebesar Rp 10.300/kg, sementara harga yang ditetapkan Bulog masih diangka Rp 9.700/kg. Harga di penggilingan ditentukan oleh harga gabah di lapangan, rata rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sudah mencapai harga Rp 5.800/kg.

“Kita sudah sepakat untuk memakai satu sumber data yakni data BPS. Dan data BPS mencatat bahwa produksi beras tahun 2022 mengalami kenaikan. BPS menghitung berdasarkan data dari produksi gabah atau beras secara nasional,” ujar Yadi Sofyan Noor.

Menurut data luas panen dan produksi padi yang dirilis BPS pada Oktober 2022, total luas panen padi 2022 diperkirakan mencapai 10,61 juta hektar atau naik 1,87 persen dari 2021. Dari luas panen tersebut, diperkirakan total produksi padi mencapai 55,67 juta ton gabah, meningkat 2,31 persen dari 2021.

“Jika dikonversi, produksi beras diproyeksi mencapai 32,07 juta ton, meningkat 2,29 persen dari produksi tahun lalu. Jadi tidak ada alasan untuk impor beras karena stok dari panen 2022 mencukupi,” cetusnya.

Menurut Yadi, kenaikan harga BBM memicu secara berantai kenaikan sarana produksi untuk budidaya tanaman padi. Jadi wajar saja jika kemudian harga gabah ataupun beras ikut naik karena petani harus menutupi biaya produksinya.

“Ini saatnya pemerintah membuktikan kepeduliannya kepada petani, melalui BULOG untuk membeli produksi padi petani dengan harga yang ekonomis, meskipun kita sama sama mengetahui harga beras impor lebih murah.”

Masalah pangan adalah masalah kedaulatan bangsa. Ada semacam ketidakadilan bagi petani padi pada saat BBM naik. Petani ingin menjual padinya dengan harga wajar untuk menutupi biaya produksi namun selalu dibayang-banyangi oleh impor beras.

“Kita juga tidak bisa mengatakan kepada petani, ’kalau tidak untung menanam padi kenapa tidak menanam komoditi lain yang menguntungkan.”

Ditambahkan, sebagian petani masih melakukan kegiatan panen di sentra-sentra produksi padi mulai di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sampai di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sebagian lagi sudah tahap tanam dan masih ada yang tahap pengolahan tanah untuk tanam bulan Desember ini. tandas Yadi Sofyan Noor.

** BPPSDMP/Kementan

Kafe Bajawa Ingin Hadirkan Fourtwnty, Begini Kata Kasatpol PP

0

Bogor | Jurnal Bogor

Terbentur perihal perizinan yang belum rampung, Resto dan Kafe Bajawa Flores Bogor terus memantik persoalan baru yang membuat jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kota Bogor semakin kecolongan.

Selain nekat beroperasi ditengah pengurusan izin, pasalnya kafe yang berada di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu malah nekat mengundang sejumlah bintang tamu dari kalangan band musik berkelas.

Diketahui, teranyar Bajawa Flores Bogor akan mengundang salah satu band hits nasional yakni, Fourtwnty yang dijadwalkan bakal tampil pada Sabtu, 3 Desember 2022 mendatang.

“Kita minta supaya pengurus perizinan jangan dulu mengadakan acara yang mengundang aktifitas banyak orang,” ungkap Kepala SatPol PP Kota Bogor Agustian Syach saat dihubungi, Rabu 30 November 2022.

Dia mengaku, sejatinya pihaknya telah menghargai sejumlah upaya dan itikad baik pihak pengelola Bajawa Flores yang saat ini tengah melengkapi terkait perizinan yang belum lengkap.

“Kita menghargai mereka karena mereka sedang mengurus izin, kita menghargai itu,” sebutnya.

Dengan begitu, pihaknya mendorong agar kafe yang berada di bekas Bioskop Presiden Theatre itu untuk tidak mengacuhkan himbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk bersama menciptakan suasana kondusif.

Dirinya juga berharap, agar pihak pengelola memikirkan rasa legowo Pemkot Bogor yang memberi lampu hijau untuk beroperasi, bahkan adanya rencana penyegelan pun telah dibatalkan.

“Izin belum keluar, jadi selesaikan dulu izin itu. Harapan kita jangan dulu membuat aktifitas tambahan, arahan kita seperti itu,” tegasnya.

“Mereka urusin dulu perizinannya, jangan dulu mengundang aktifitas yang memang sifatnya di luar operasi mereka. Izinnya dulu beresin lah. Biar enak semua. Kita sudah menghargai mereka untuk tidak kita segel,” sambung dia lagi.

Dengan begitu, Agustian Syach berjanji, akan coba melakukan komunikasi terkait adanya kegiatan yang mengundang bintang tamu tersebut.
Ketika ditanya sanksi apa yang akan dilayangkan jika memang Bajawa Flores Bogor terbukti mengundang sejumlah bintang tamu atau artis, dirinya tak banyak komentar.
“Semoga kita imbau mereka mengerti lah, kita lihat kedepan seperti apa. Saya ga mau ngomong banyak dulu ke media massa nanti salah. Terkait acara ini mereka belum ada komunikasi, mereka cuma progress perizinan mereka saja. Karena untuk izin acara itu bukan dari kami tapi dari Intelkam,” pungkas dia.n Fredy Kristianto

KONI: Kami Mohon Maaf

0

Cibinong | Jurnal Bogor

KONI Kabupaten Bogor memberikan penjelasan seputar pencapaiannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XIV 2022 baru-baru ini. Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar kali ini gagal mempertahankan juara umum dengan menempati peringkat kedua dibawah Kabupaten Bekasi yang menyandang titel juara umum.

“Kami mohon maaf tak bisa memenuhi harapan masyarakat Kabupaten Bogor mempertahankan juara umum,” ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor Junaidi Samsudin saat memberikan keterangan pers usai rapat evaluasi, Rabu (30/11).

Namun demikian, Junsam menyatakan telah berupaya memberikan yang terbaik untuk prestasi olahraga Kabupaten Bogor dan juga tak bermaksud mencari kambing hitam dengan anggaran Rp70 miliar (43,6 miliar KONI dan 26,4 miliar untuk kontingen. Kabupaten Bogor pada Porprov 2022 sebagai runner up mengoleksi 139 medali emas, 130 perak dan 123 perunggu. Sedangkan Kabupaten Bekasi meraih 189 emas, 139 perak dan 123 perunggu dari 5 kategori cabor yaitu cabor terukur, beladiri, permainan, cabor penilaian dan beregu.

“Target kami itu minimal 160 emas, target sedang 170 dan target maksimal tak terhingga. Rencana ini telah disusun program sejak 2020 dan memberikan insentif atau tunjangan kepada atlet yang berpotensi meraih emas berdasarkan usulan dari pengcab setiap bulannya,” kata dia.

Pada saat memasuki babak kualifikasi (BK Porprov), KONI telah memperhatikan cabang olahraga dan mengevaluasinya. Mengenai kendala, hasil kajian KONI nomor-nomor andalan yang dipredikasi meraih emas diambil Kabupaten Bekasi. “Ketika target diambil Bekasi banyak faktor. Cabor-canor penilaian atau subjektif habis diambil Kabupaten Bekasi dan nomor-nomor yang merajai (perolehan medali) diambil Bekasi. Kami terlalu polos, cabor bagus pun kalau tidak dikawal meleset,” jelasnya.

Sedangkan kendala ketiga adalah cabor baru tidak ikut padahal banyak nomor pertandingannya. Keempat adalah faktor tuan rumah, walaupun beberapa cabor unggul mengalahkan tuan rumah. Atlet-atlet kita yang diambil Bekasi kita gugat ke pengadilan dan sekarang masih proses persidangan.

Junsam juga memastikan bahwa anggaran Rp70 miliar bukan soal cukup atau tidaknya. Tapi KONI tetap menerima anggaran yang diberikan Pemkab Bogor. “Secara keseluruhan bagus dibandingkan daerah lain di Jabar,” kata dia.

** Asep Saepudin Sayyev

Mahasiswa Teknik Sipil UIKA Bangun Mushola Annur

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Kepala Program Studi Teknik Sipil Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Ir Hj Nurul Chayati, M.T meresmikan Mushola Annur di Lebak Ela, Desa Cidokom, Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (29/11). Mushola ini dibangun mahasiswa teknik sipil UIKA yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UIKA.

Mushola ini telah berlangsung kurang lebih 3 bulan lamanya. Kegiatan peresmian ini diawali dengan pembacaan Maulid Adiba’i yang dipimpin oleh tim hadroh Ponpes Al Mujahidin dan dilanjutkan dengan pembacaan tawasul oleh ustadz Zaenal lalu pembacaan ayat Alquran Puput serta tausyiah agama yang disampaikan oleh K.H Taufiqurrahman S.Q alias Ustadz Pantun

Sementara acara berlangsung dengan khdimat dan khusyu. Selain dari itu juga kegiatan ini merupakan kegiatan yang bertujuan mengasah kemampuan para mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu kesipilan yang telah didapat di kampus.

Tak hanya itu kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

**manda/rls-uik

Survei Kepuasan Pelanggan ‘Versi’ Unpak, Tirta Pakuan Dapat Nilai Baik

0

Bogor | Jurnal Bogor

Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menyampaikan hasil survei kepuasan pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2022, hasilnya kepuasan secara agregat menunjukkan nilai sangat baik yaitu 86 bagi produk dan jasa sebesar 85 persen atau dapat dikatakan sangat memuaskan.

Hasil survei ini juga dijadikan landasan Tirta Pakuan untuk mengembangkan bidang usaha lain agar bisa menghasilkan income selain dari pembayaran tarif.

Rektor Unpak Kota Bogor, Prof. Didik Notosudjono mengatakan, kegiatan ini bentuk implementasi agreement pihaknya dengan Perumda Tirta Pakuan yang jalankan, tentunya ada di bidang kajian dan penelitian. Spesial yang khusus digelar dengan Tirta Pakuan, kerjasama bukan tanda tangan saja tapi bagaimana bisa diimplementasikan. 

“Kegiatan yang masuk dalam agreement ini kegiatan dalam hal pemberdayaan, ini Sangat penting bagaimana kontribusi perguruan tinggi terhadap Tirta Pakuan yang melayani masyarakat. Ini merupakan yang penting dan ini kepercayaan Tirta Pakuan kepada kami,” ungkap Didik, saat menggelar jumpa pers atas hasil survei ini, Rabu (30/11/2022).

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengamini, yang disampaikan rektor Unpak Kota Bogor soal kerjasama antara perusahaan dengan institusi akademik, terkadang pejabat dan karyawan Tirta Pakuan lupa baca dan upgrade teori karena sibuk. Ini tempat untuk upgrade knowledge.

“Dari laporan-laporan survey kami banyak belajar dan banyak hal yang kami temukan. Dilihat dari hasilnya kami tidak punya tantangan karena hasilnya bagus dan bagus banget dan penilaian masyarakat. Indikatornya pilihannya ada empat yaitu Baik, Baik Sekali, Tidak Baik dan Tidak Baik Sekali. Hasilnya alhamdulilah baik sekali, ini merupakan hasil dari treatmen manajemen. Ini juga akan menjadi dasae bagaimana untuk pengembangan perusahaan kedepannya dengan hasil survei yang bagus,” tutur Rino.

“Insya Allah kedepannya Perumda Tirta Pakuan tidak hanya bergantung ke tarif saja, tapi ada income subsidi yang dihasilkan dari bidang lainnya. Kami membuat tim pengembang usaha dan bisnis untuk memberdayakan aset kami. Ada master plan bisnis. Kami juga sudah buat anak perusahaan dibidang jasa kontruksi bekerjasama dengan BUMN, pasarnya seluruh PDAM di Indonesia dan kerjasama dengan BUMD Jawa Barat untuk pembuatan es kristal,” tambah Rino.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Survei Kepuasan Pelanggan Tirta Pakuan Universitas Pakuan, Dr. Herman memaparkan, kepuasan pelanggan menunjukkan performa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan kepuasan terhadap pelayanan perusahaan. Maka dari itu, Customer Satisfaction Survei (CSS) penting untuk dilakukan setiap tahun. CSS dilakukan terhadap dua jenis pelayanan, yaitu kinerja pelayanan produk dan jasa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Stratified and Systematical Unproporsional Sampling. 

“Metode pengolahan menggunakan lmportance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Dalam melakukan penilaian, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mengidentifikasi karakteristik pelanggan Perumda Tirta Pakuan didasarkan pada informasi yang disampaikan oleh 2.300 pelanggan yang menjadi responden dalam kegiatan survei tahun 2022. Selain itu juga dilakukan klasifikasi kelompok pelanggan berdasarkan zona, wilayah administratif dan golongan tarif,” ungkapnya.

Herman membeberkan, zona terbagi menjadi 6 yang meliputi Zona 1 sampai dengan Zona 6. Wilayah administratif terbagi menjadi 6 yang meliputi Kabupaten Bogor, Tanah Sareal, Kecamatan Bogor Utara, Kecamatan Bogor Selatan, Kecamatan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Timur. Golongan tarif meliputi sosial (S), rumah tangga (R), instansi pemerintah (IP), niaga (N), dan industri (I).

Survei dilakukan sepanjang bulan September dan Oktober 2022, menghasilkan banyak informasi yang diterima, dan dapat menunjang keberlangsungan Perumda Tirta Pakuan. Nilai Kepuasan dari secara agregat menunjukan nilai yang sangat baik, yaitu 86 bagi produk, dan jasa sebesar 85 atau dapat dikatakan Sangat Memuaskan. selain itu, juga ditanyakan mengenai keinginan dan kesiapan pelanggan apabila menggunakan air siap minum, yang instalasinya dipasang di setiap rumah. 

“Pelanggan yang merasa perlu untuk menggunakan ini, walaupun jumlahnya sangat sedikit, namun dapat menjadi indikasi, bahwa market bagi pelanggan yang menginkan air yang langsung dapat diminum itu ada, sangat mungkin untuk diwujudkan. Selain perhitungan secara agregat, yang menunjukan produk dan jasa, juga dilakukan yang lebih detil terkait kondisi berdasarkan 5 variable yaitu, Assurance, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Tangibles,” tuturnya.

Ia melanjutkan, variabel assurance menghasilkan nilai IKP sebesar 83,8 yang artinya kinerja Tirta Pakuan sangat baik untuk kepastian akan produk dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Variabel reliability adalah 86,26 yang berarti bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan kinerja yang baik serta dapat memenuhi harapan dari pelanggan terkait kualitas air yang diberikan. Variabel responsiveness menghasilkan nilai IKP 83,95 yang berarti bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan kinerja yang baik khususnya dalam memberikan pelayanan kepada konsumen atau pelanggan.

“Variabel emphaty menghasilkan 85,42 yang menyatakan bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan kesan baik kepada para pelanggan melalui channel komunikasi pelanggan yang ada secara verbal dan non-verbal. Variabel tangibles menghasilkan nilai sebesar 83,81 yang berarti bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan kinerja yang sangat baik, terhadap pelayanan yang dapat dirasakan interaksinya secara langsung,” beber Herman.

Herman juga mengungkapkan, adapun rekomendasi yang perlu diperhatikan oleh Tirta Pakuan di tahun 2022 ini antara lain yaitu, pertama perlu mempertahankan kualitas, dan apabila memungkinkan untuk juga meningkatkan pelayanan administrasi, kemampuan teknis petugas, kecepatan petugas lapang, kedisiplinan petugas, kemampuan petugas pelayanan, kemampuan petugas call center, jadwal waktu pelayanan, kemudahan pembayaran tagihan serta kenyamanan tempat pembayaran. Hubungan dari hasil yang menyangkut tiap wilayah yang tergambarkan dalam setiap zona dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi pelayanan dari semua aspek guna pengembangan.

“Kedua melakukan pengembangan pelayanan berbasis spasial yang diintegrasikan dengan Customer Relationship Management (CRM) perlu diterapkan di Tirta Pakuan. Setiap permasalahan yang terjadi di pelanggan dapat terekam melalui CRM dan dilakukanfollow up terus menerus dan terdata secara spasial, antara pelanggan, lokasi, permasalahan distribusi, dan pelayanan jasa yang diberikan,” tuturnya.

Masih kata Herman, ketiga peningkatan komunikasi Whatsapp dan instagram menjadi media yang banyak dilihat oleh pelanggan, dengan demikian komunikasi dengan pelanggan sebaiknya lebih banyak menggunakan media tersebut. Karena akan tepat sasaran dan dapat meminimumkan distorsi informasi. Selain itu, Whatsapp karena kecepatannya untuk memviralkan suatu informasi, maka dapat dijadikan sebagai bagian dari early warning system (EWS) bagi Tirta Pakuan untuk para pelanggan apabila terjadi hal teknis dan non teknis yang berkaitan dengan pelanggan yang berkaitan dengan pelayanan.

“Kami juga merekomendasikan adanya reward diskon pembayaran atau satu strategi lain bagi pelanggan yang taat bayar. Kami menghilangkan punishment tapi harus dicari cara bagaimana pelanggan tidak menunda pembayaran. Salah satunya sistem token seperti listrik PLN untuk menghindari keterlambatan pembayaran,” pungkasnya.

** Handy Mehonk

Miliki Tunggakan, SMP Bina Bangsa Mandiri Tahan Ijazah

0

Murid tak Bisa Melanjutkan Sekolah ke Jenjang Berikutnya 

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

M (50), seorang ibu mengeluhkan penahanan ijazah putranya oleh pihak sekolah di SMP Bina Bangsa Mandiri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Iya, ijazah SMP anak saya di Bina Bangsa Mandiri di tahan karena ada tunggakan,” kata wanita paruh baya tersebut kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

“Imbasnya dari penahanan ijazah tersebut anak saya yang lulus pada tahun 2019 tidak bisa meneruskan ke jenjang berikutnya. Dan saat ini mau melamar pekerjaan pun tidak bisa,” sambungnya.

Menurutnya, walaupun ada kebijakan dari pihak yayasan Bina Bangsa Mandiri tersebut dengan cara menyicil tetap saja dirinya yang berjuang seorang diri tidak sanggup untuk mencicil karena harus memenuhi kebutuhan hidup.

“Jelas saya tak mampu juga untuk menyicil apalagi melunasinya. Karena masih ada tanggungan anak yang duduk di bangku SMP,” ucap M dengan mata berkaca-kaca.

Ketua DPC Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Kabupaten Bogor, Julianda Effendi mengatakan menahan ijazah dengan alasan adanya sangkut paut administrasi sekolah seperti SPP sangat miris.

“Ya miris saya melihat ulah pihak sekolah yang menahan ijazah muridnya karena hal di atas. Seharusnya dengan dana bos yang diterima per siswa Rp1,2 juta itu bisa dimanfaatkan untuk membantu meringankan beban orang tua yang tidak mampu. 

Julianda menegaskan, ijazah itu hak setiap murid yang telah menyelesaikan kewajibannya sebagai pelajar. “Kok malah ditahan ijazahnya. Padahal jelas anak tersebut penerus bangsa, malah menjadi korban,” ucapnya.

“Penahan ijazah tersebut merupakan tindakan melawan hukum dan telah melanggar hak azasi manusia karena ijazah itu hak siswa. Dalam hal ini saya akan melaporkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Bina Bangsa Mandiri Acep Azhari mengakui bahwa klarifikasi dari tata usaha ijazah tersebut belum diberikan ke murid karena adanya sangkutan.

“Hal itu benar, dan karena alasan tunggakan itulah ijazah belum diserahkan. Segera saya rapatkan dengan pihak yayasan,” jelas Acep saat ditemui di ruangan kerjanya.

** Nay Nur’ain

Puraseda Miliki Ikon Gula Aren

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Mayoritas warga di Kampung Gunung Perang, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor merupakan petani penghasil gula aren atau yang lebih terkenal gula merah yang menjadi salah satu ikon desa tersebut.

Guna mendorong ekonomi para petani gula aren tersebut, pihak desa terus mendorong, baik dari segi produksi, kualitas, pengemasan hingga penjualan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Terlabih dimasa pemulihan ekonomi masyarakat akibat Covid-19 yang melanda beberapa tahun ke belakang.

Salah satunya upaya Pemerintah Desa Puraseda saat ini tengah membangun dua jembatan penghubung yang bersumber dari bantuan infrastruktur Program Samisade untuk mempermudah mobilisasi warga di Kampung Gunung Perang dan Kampung Cisaat yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Desa Puraseda, Asep Ruhiyat mengatakan,  mayoritas warganya yang berada di Kampung Gunung Perang merupakan petani gula aren.

“Jadi, disamping mereka bercocok tanam, mengolah tanah atau lahan perkebunan, ada waktu-waktu untuk mengambil air nira untuk dijadikan gula sren,” kata Asep Ruhiyat kepada wartawan, Rabu (30/11/22).

Dia menjelaskan, pohon aren yang mengeluarkan air nira itu kemudian diolah menjadi gula aren. Pengolahan gula aren itu sudah berlangsung sejak lama yang merupakan warisan turun temurun yang masih dipertahankan hingga sekarang. “Jadi, salah satu ikon desa kami yaitu petani gula aren,” katanya.

Dalam satu hari, Asep Ruhiyat, satu orang petani itu bisa memproduksi sekitar 20 kilogram gula aren dalam bentuk batangan.

Selama ini warga menjual hasil pembuatan gula aren itu kepada para pengepul yang datang langsung kepada para petani.

“Insya Allah mudah-mudahan rencana kami di tahun 2023 mendatang bahwa gula aren ini akan dimasukan dalam Program BUMDes,” katanya.

Nantinya, kata Asep Ruhiyat, gula aren yang awalnya di etak berbentuk batangan itu akan kembali di oleh menjadi gula aren berbentuk serbuk dan dikemas dengan kemasan yang menarik.

“Dan kami sudah mencoba itu di RW 12 alhamdulillah dipenuhi pesanan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Asep Ruhiyat mengatakan, para petani biasanya menjual hasil pembuatan gula aren kepada pengepul itu per-kilogram.

“Kurang lebih 1 kilogram di harga 18 ribu sedangkan ketika gula aren itu dijadikan gula semut atau gula aren serbuk itu yang 600 mili itu bisa mencapai 20 ribu. Jadi kan ada nilai tambah bagi para petani tersebut,” paparnya.

Untuk itu, Asep Ruhiyat memaparkan, tahun 2023 mendatang pemerintah desa akan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk lebih meningkatkan, baik sisi produksi, pengemasan hingga penjualan untuk meningkatkan pendapatan lebih bagu warga petani tersebut.

“Karena memang melimpah ruahnya pertumbuhan tanaman aren itu di wilayah tersebut. Sifat pohonnya itu dapat bertahan sampai puluhan tahun,” tukasnya.

** Andres

SMAN 1 Cariu Abaikan Perintah Gubernur

0

Cariu | Jurnal Bogor 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat ini tengah fokus menyoroti banyaknya kasus pungutan liar di lembaga pendidikan yang dikelola oleh Pemprov Jabar. Dalam sebuah kesempatan di Bekasi, Gubernur Jabar bahkan membuat statement jika dibutuhkan partisipasi biaya pendidikan dari orang tua siswa harus mendapat persetujuan gubernur. Hal itu dilakukan Gubernur guna membatasi dan tidak memperbolehkan lagi adanya pungutan di sekolah dalam bentuk apapun.

Namun, instruksi gubernur tersebut sepertinya tidak dihiraukan oleh pihak SMAN 1 Cariu. Pasalnya, praktik pungutan liar di sekolah negeri tersebut masih tetap terjadi.

“Saya sangat menyayangkan jika masih saja ada pungutan liar di sekolah negeri yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Karena, Gubernur sudah sangat jelas mengeluarkan instruksi jika tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apapun di lembaga pendidikan yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat,” kata Ketua Umum Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rana kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

Menurut dia, praktik pungutan liar di tingkat lembaga pendidikan menengah atas seperti sudah mendarahdaging dan menjadi budaya yang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Pihak sekolah, kerap melakukan berbagai upaya untuk menarik pungutan dari orang tua siswa dengan alasan sudah mendapat persetujuan komite.

“Tidak adanya tindakan tegas dari Dinas Pendidikan Jawa Barat membuat praktik pungutan liar di wilayah Bogor, khususnya Bogor Timur semakin menjadi-jadi dan jauh dari pengawasan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Oleh karena itu, sambung ia, dirinya meminta agar Dinas Pendidikan Jawa Barat mengusut tuntas kasus pungli di SMAN 1 Cariu.

Hafis mengatakan, dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh pihak SMAN 1 Cariu dijelaskan pihak sekolah akan segera melaksanakan kegiatan ujian akhir semester. Untuk, itu seluruh siswa harus melunasi iuran peserta didik baru yang belum lunas dibayar ke pihak sekolah.

“Inikan jelas, jika pihak sekolah memungut iuran peserta didik baru walaupun tidak dituliskan jumlahnya. Ini jelas sudah bukti pelanggaran yang harus diusut dan ditindak tegas,” kata Hafiz.

Sementara itu, HN, salahsatu orang tua siswa SMAN 1 Cariu mengatakan, pungutan tersebut harus dilunasi sebelum pelaksanaan ujian akhir sekolah. Jika tidak dilunasi maka peserta didik tidak bisa mendapatkan kartu untuk mengikuti ujian.

“Jadi harus lunas dulu semua baru anak saya dapat kartu ujian, kalau tidak maka tidak bisa ikut ujian,” katanya.

HN yang merupakan buruh serabutan sangat keberatan dengan kebijakan kepala sekolah tersebut, apalagi ada batas waktu yang ditentukan. “Dengan masih adanya desakan bayar iuran dari sekolah ini saya jadi ragu dengan ucapan Gubernur, apakah hanya pencitraan saja, soalnya sekolah ini sudah ngambil pungutan dari tahun ke tahun aman-aman saja,” keluhnya.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 1 Cariu Sapto saat dikonfirmasi meminta penjelasan nomor yang diberikan sudah tidak aktif.

** Taufik/Nay

Pekerjaan Jalan Sukamakmur Milik CV.Aquila Mangkrak, Ini Kata Achmad Fathoni 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Mendapati adanya laporan terkait pekerjaan Jalan Sukamakmur – Sukawangi, Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang dikerjakan oleh CV.Aquila Elektrindo dengan anggaran sebesar Rp3,8 miliar, anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni angkat bicara.

Menurutnya, banyak pekerjaan infrastruktur khususnya jalan di 2022 yang mangkrak, progresnya tidak sesuai schedule. Data dari PUPR yang disampaikan ada 41 pekerjaan yang deviasinya lebih dari 10 % dan 40 pekerjaan yang lewat masa pekerjaan. Hal ini jadi 40 % lebih dari seluruh pekerjaan di 2022.

“Saya sampaikan bahwa proses memperjuangkan usulan program itu panjang dan tidak mudah. Karena memang anggaran terbatas sementara usulan program begitu banyak. Satu program bisa masuk dan disetujui dalam APBD prosesnya sampai 2-3 tahun. Jadi saya mewakili rakyat sangat sedih jika tinggal pengerjaannya saja kemudian sampai gagal,” cetusnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

Oleh karena itu, sambung Fathoni, dirinya  meminta DPUPR dan para penyedia jasa berkomitmen untuk bisa menyelesaikan pekerjaan yang sudah dianggarkan dan di SPK kan. 

“Saya minta Desember semua bisa diselesaikan, jangan sampai kemudian gagal dan harus ditunda 2 tahun berikutnya, karena tidak mungkin lagi masuk 2023. Kasihan warga Kabupaten Bogor yang tertunda lama menikmati hasil pembangunannya,” tegas politisi PKS tersebut

Terkait berbagai kesulitan penyedia jasa, lanjutnya, diminta DPUPR bisa mencarikan solusi tentu tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

“Saya juga setuju untuk 2023 agar ada perencanaan dan perbaikan sehingga kejadian seperti tahun ini bisa dicegah,” pungkasnya.

“Dan saya masih terus monitor perkembangannya, walaupun sudah lewat masa kontrak harus diselesaikan. Saya akan terus desak dan monitor jangan sampai gagal, tapi tetap dengan mutu pekerjaan yang baik,” sambungnya.

** Nay Nur’ain