31.7 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 717

Jembatan Sungai Cibodas Amblas, Warga Desak Perbaikan

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Tingginya curah hujan dan meningkatnya debit air Sungai Cibodas membuat Jembatan Sungai Cibodas yang menjadi penghubung Kecamatan Jonggol dan Klapanunggal amblas. Jembatan yang terletak di Desa Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor tersebut kini sudah tidak bisa lagi dilintasi oleh warga dan warga harus menggunakan akses lain untuk beraktivitas. 

Warga berharap segera ada tindakan dari Pemkab Bogor untuk memperbaiki jembatan tersebut, mengingat jembatan tersebut menjadi salahsatu fasilitas penting bagi masyarakat dalam beraktivitas.

“Karena kemarin hujan deras dan air Sungai Cibodas juga naik akibatnya bibir sungai dan jembatan amblas tergurus air. Karena memang jembatan ini bentuknya masih sementara saja belum jembatan permanen yang kuat menahan arus air,” kata Samsul salah satu warga Bojong Klapanunggal kepada Jurnal Bogor, Senin (2/1/23).

Menurut dia, jembatan tersebut merupakan salahsatu sarana penting bagi masyarakat di Kecamatan Jonggol dan Kecamatan Klapanunggal. Pasalnya, jembatan tersebut banyak dilintasi oleh warga dari dua kecamatan yang memiliki keperluan di Jonggol atau Klapanunggal. 

“Jembatan ini memang jadi salah satu akses penghubung dua kecamatan, jadi banyak dilintasi oleh warga. Memang dari dahulu kondisi jembatan yang seperti itu saja, tidak pernah diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojong, Adi Nurdiana mengatakan, jembatan yang melintas di atas Sungai Cibodas tersebut memang kondisinya sudah tidak layak. Jadi pada saat curah hujan dan debit air sungai naik maka tidak kuat menahan arus dan amblas. 

Menurutnya, sejak 2016 Pemerintah Desa Bojong sebenarnya sudah mengajukan ke Pemda Bogor untuk dilakukan perbaikan atau pembangunan jembatan yang layak, namun hal itu tidak pernah direspon oleh Pemkab Bogor.

“Dari 2016 sampai sekarang memang belum ada program perbaikan atau pembangunan jembatan ini. Walaupun pemerintah desa sudah mengajukan tapi belum direspon,” bebernya.

Adi berharap, mengingat kondisi jembatan sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi, Pemkab Bogor harus segera turun tangan untuk melakukan perbaikan. Pasalnya, aktivitas warga di dua kecamatan menjadi terganggu lantaran jembatan tersebut sudah tidak bisa dilintasi.

“Kami sudah sampaikan ke pihak kecamatan dan Pemkab Bogor mengenai kondisi jembatan yang amblas ini. Kami berharap, dalam waktu dekat dapat segera dilakukan perbaikan,” tandasnya.

** Taufik/Nay 

Akses ke Pangradin Terputus, Lebakhuni Alami Pergeseran Tanah

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Pergeseran tanah di kampung Lebakhuni, Desa Jugalajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. menyebabkan akses jalan milik kabupaten tidak bisa dilalui kendaraan.

Pasalnya, jalan tembus Desa Pangradin tersebut mengalami amblas dengan panjang 25 meter dan lebar 5 meter dengan kedalaman 1.5 meter.

Pergeseran tanah itu awalnya diakibatkan Intensitas hujan terus mengguyur yang cukup tinggi pada Senin (26/12/22) malam, sekitar pukul 22.00 wib terjadi retakan, disusul amblasnya jalan, Kamis (29/12/22) sore sekitar pukul 18.00 wib. 

TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Juweni mengatakan, bencana pergeseran tanah tersebut tepatnya di daerah perbatasan Desa Jugalajaya dan Desa Pangradin kondisi tanahnya labil.

“Tanah di sekitar labil sehingga pergeseran tanah ini makin melebar  dan jalan akan semakin dalam amblesnya,” katanya.

Disebutkan, jalan tersebut ambles akibat pergerakan tanah yang dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut cukup lama.

Saat ini pihak Kecamatan Jasinga melalui  Pol PP bersama Kapolsek Jasinga telah meninjau lokasi.

“Ini sangat beresiko bagi warga yang rumahnya berada di dekat lokasi jalan Kabupaten yang bergeser,” paparnya.

Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban. Namun, sekitar ada 7 rumah kategori terancam. 3 unit rumah di wilayah Kampung Lebak Huni Desa Jugala Jaya,  4 unit rumah di wilayah desa Pangradin dengan total 7 KK 20 jiwa.

“Saya menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi kondisi cuaca di akhir tahun ini, karna bencana bisa datang kapan saja tanpa kita tau,” paparnya.

Sementara itu, Camat Jasinga, Santoso membenarkan kejadian tersebut. Tanah longsor mengakibatkan jalan pada ruas jalan penghubung itu alami retakan.

“Longsor sehingga jalan menjadi retak retak. Kami melakukan imbauan waspada di jalan tersebut kepada masyarakat yang mengendarai roda empat dan roda dua  dikhawatirkan jalan itu terputus nantinya,” katanya.

“Kalau jalan itu terputus kan jadi akses terisolir karena tidak ada jalan lagi,” tambahnya.

Menurut dia, bahwa saat ini pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak PUPR dalam penanganan keretakan jalan tersebut.

“Sambil kami berkoordinasi dengan pihak PU (Pekerjaan Umum)  untuk supaya antisipasi agar jalan tersebut jangan terputus. Sudah kami laporkan ke BPBD Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Andres 

Jalan Kampung Kubang Mirip Kolam Ikan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Persoalan infrastruktur yang tidak layak di wilayah Bogor Timur sepertinya memang bukan sekedar isapan jempol semata. Pasalnya, rusaknya infrastruktur, khususnya jalan merupakan fakta otentik yang tidak terbantahkan.

Salah satunya adalah kondisi ruas Jalan Kampung Kubang Desa Jatisari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang berlobang dan mirip kolam ikan. Akses penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Bekasi tersebut kondisinya sangat memprihatinkan dan dapat membahayakan pengguna jalan. Meski demikian, sampai saat ini ruas jalan tersebut belum juga mendapat perbaikan dari Pemkab Bogor.

“Lihat saja kondisi jalan berlobang dan genangan air dimana-mana sudah mirip kolam ikan kecil. Motor aja susah kalau lewat sini dan harus pelan-pelan kalau tidak mau jatuh,” kata Imran salahsatu warga Desa Jatisari kepada Jurnal Bogor, Senin (02/01).

Menurut dia, kondisi jalan rusak tersebut sebenarnya sudah sering dikeluhkan oleh warga. Namun tidak pernah mendapat respon dari pemerintah setempat. Puncaknya adalah pada saat musim hujan sekarang dan mengakibatkan ruas jalan banyak tergenang air. 

“Sebenarnya warga sudah lama mendesak agar dilakukan perbaikan. Tapi sampai saat ini belum dilakukan juga. Akhirnya ya sekarang lebih nampak lagi kerusakan jalan, karena lobang dan genangan air dimana-mana sudah tidak seperti jalan lagi,” paparnya.

Imran mengatakan, seharusnya pemerintah lebih peduli terhadap kondisi infrastruktur jalan, khususnya jalan utama yang menjadi penghubung desa, kecamatan atau dengan kabupaten lain. Pasalnya, kualitas jalan menjadi penilaian utama terkait kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

“Kami bayar pajak, kalau telat di denda. Tapi giliran jalan rusak tidak diperhatikan bahkan perbaikan juga ditunda-tunda. Kalau tidak bisa semua yang paling tidak setengahnya terlebih dahulu sebagai bukti kalau pemerintah peduli. Tapi ini sampai sekarang tidak ada perbaikan dan yang ada malah semakin rusak,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Dana Insentif Lembaga Kemasyarakat Desa Diduga Dipotong

0

Jasinga| Jurnal Bogor 

Insentif lembaga kemasyarakatan desa diantaranya ketua  Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), anggota Linmas serta Kepala Dusun (Kadus) bahkan guru ngaji diduga dipotong oleh salah satu perangkat desa.

Kejadian pemotongan ini terjadi di Desa Wirajaya, Jasinga, Kabupaten Bogor. beberapa lembaga kemasyarakatan desa tersebut, membuat surat pernyataan resmi keberatan.

Menurut penuturan Ketua LSM Genpar Sambas Alamsyah yang mendapat surat kuasa pendampingan mengatakan, pihaknya menindak lanjuti dengan melengkapi berkas serta bukti-bukti.

“Beberapa lembaga kemasyarakatan desa di antaranya RT, RW, anggota Linmas dan Kadus bahkan guru ngaji mereka menyatakan bahwa merasa keberatan dengan adanya dugaan potongan insentif sampai 50 persen dari total yang harus mereka dapat,” katanya.

Yang seharusnya per satu semester atau 6 bulan mendapatkan 3 juta rupiah bagi lembaga RT. Namun, kata Sambas, di rekening bank BRI milik lembaga desa itu hanya dapat 1,5 juta.

“Ini kental sekali adanya dugaan penggelapan insentif yang diduga dilakukan oleh bendahara desa,” tutur Sambas kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dia menegaskan, akan menindak lanjuti hal tersebut kepada aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian.

“Ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) No 31 tahun 2022 disana jelas bahwa uang tersebut non tunai. Ini terindikasi ada main antara pihak bank dan pihak aparat  Pemdes Wirajaya,” tegasnya.

Dia berharap pihak terkait untuk segera melakukan langkah kongkret dan diberikan efek jera. Meski keberadaan wilayah yang jauh dari pantauan, namun perlu diketahui masyarakat di wilayah tersebut juga sudah paham akan aturan dan regulasi.

“Agar di kemudian hari  hal-hal yang seperti ini baik di wilayah yang saat ini terjadi apapun di wilayah Pemkab Bogor,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Wirajaya saat konfirmasi perihal tersebut tidak merespons.

** red/jb-03

Bhabinkamtibmas Wanaherang Aktifkan Ronda di Tiap RT

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Dalam meningkatkan keamanan di lingkungan Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Bhabinkamtibmas Desa Wanaherang, Polsek Gunung Putri mengajak ketua lingkungan aktifkan kembali ronda. 

Bhabinkamtibmas Desa Wanaherang, Aiptu Andi Haryanto mengatakan, rawannya kejahatan yang terjadi saat ini menjadi alasan agar lebih diketatkan keamanan kepada masing-masing Ketua RT, RW, dan Kadus, se-Dusun 3, yang berada diperbatasan, Wanaherang – Cileungsi yang dianggap rawan kejahatan. 

“Dalam pertemuan malam tadi dengan para ketua lingkungan yang berada di Dusun Tiga Desa Wanaherang, untuk mengajak dan meningkatkan keamanan serta ketertiban dilingkungan,” kata Aiptu Andi kepada Jurnal Bogor, Minggu (01/01).

“Alhamdulillah pertemuan ini direspons baik oleh Ketua lingkungan, dan masing-masing ketua lingkungan akan kembali menggalakkan ronda untuk mengantisipasi tindakan kejahatan yang sering terjadi di wilayah Kampung Cikuda ini,” tambah Andi.

Selanjutnya ia juga meminta kepada masyarakat untuk mengambil langkah, antisipasi kejadian pembegalan kendaraan bermotor yang pernah terjadi di jalur jalan raya Cikuda Wanaherang ini. 

“Kehadiran saya dalam pertemuan ini, untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat, mengingat sekarang ini sering terjadi tawuran pelajar, dan tindakan kejahatan  yang semakin rawan. Maka dari itu saya meminta pada ketua lingkungan, aktifkan kembali penjagaan malam seperti halnya ronda,” harapnya.

** Nay Nur’ain 

Kontrakan di Tlajung Hangus Terbakar Diduga Korsleting Listrik

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Diduga akibat korsleting listrik, rumah kontrakan di Kampung Momonot RT 02 RW 10, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ludes dilalap si jago merah, Senin (2/1). 

Akibatnya rumah kontrakan milik almarhum Nadi mengalami rusak berat akibat terjadinya kebakaran yang diduga korslting listrik yang berasal dari kabel kulkas, api dapat dipadamkan oleh warga dan 2 unit pemadam kebakaran dari Unit Cileungsi. Dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa, dan kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. 

Babinkamtibmas Desa Tlajung Udik Aiptu Ari Hidayat turun langsung kelapangan untuk memastikan ada rumah kontrakan yang terbakar di wilayahnya. 

“Ya benar ada rumah kontrakan yang terbakar pagi tadi, yang diakibatkan oleh konslting listrik yang diduga berasal dari kabel kulkas yang sedang terpasang,” ucap Aiptu Ari Hidayat kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, api dapat dipadamkan warga  dan dua unit pemadam kebakaran yang turun ke lokasi, dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 

“Alhamdulillah dengan kerja kerasnya warga dan ditambah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Unit Cileungsi, akhirnya api dapat dipadamkan, dalam kejadian kebakaran ini tidak ada korban jiwa, hanya rumah kontrakan saja yang rusak,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian kebakaran ini Ia menghimbau kepada warga, untuk selalu berhati-hati, dan selalu waspada dengan pemasangan kabel listrik. 

“Intinya sih harus waspada dengan pemasangan kabel listrik jangan sampai sembarangan, bila berpergian jauh sebaiknya dimatikan pemasangan yang berkaitan dengan listrik, semua demi keamanan kita semua,” pesannya.

** Nay Nur’ain

Longsor, Lahan Relokasi Huntap Dikeluhkan

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Lahan relokasi di Kampung Legok Heulang RT04/12 Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami pergerakan tanah hingga longsor.

Akibatnya, puluhan rumah hunian tetap (huntap) yang baru di tempati 18 bulan itu terendam material lumpur longsoran.

Kejadian longsor tersebut terjadi pada Jumat (30/12/2022) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari. Sebelumnya, longsor pernah terjadi pada November lalu.

Warga sekitar Antawi mengatakan, longsornya tanah tebingan itu di akibatkan Intensitas hujan terus mengguyur yang cukup lama, tebing setinggi 20 meter mengalami longsor yang membuat retakan tanah sepanjang 70 meter.

Bahkan kejadian yang kedua kalinya itu dikeluhkan oleh warga. Pasalnya, saat ini belum ada penanganan terkait longsornya tebingan tersebut.

“Ini sudah yang kedua kalinya, pertama terjadi pada bulan November 2022 lalu, sampai sekarang belum ada penanganan perbaikan terhadap tebingan, hingga longsor yang kedua kalinya,” katanya.

Dia menduga, lahan yang jadi tempat relokasi tanahnya labil menyebabkan tanah tersebut longsor. Akibatnya beberapa warga mengalami trauma.

“Warga menempati rumah relokasi baru 18 Bulan dengan kejadian ini kami trauma, saya mohon untuk kembali dipindahkan ke lokasi yang aman,” katanya.

Menurutnya, ada 14 dari total 84 unit rumah yang terdampak akibat bencana longsor tersebut. Dia berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah untuk segera menanggulangi hal ini agar tidak terjadi longsor susulan yang bisa kapan saja terjadi.

“Kejadian ini membuat kami takut bermalam di rumah. Kami berharap kepada pihak terkait agar tanggap dan segera turun ke lokasi untuk dapat memberikan solusi atas bencana ini,” tukasnya.

** Andres / Arif Ekon 

Kepergok, Motor Warga Leuwisadeng Nyaris Raib

0

Leuwisadeng| Jurnal Bogor

Aksi nekat pria hendak mencuri sepeda motor di siang bolong terekam kamera pengawas CCTV. 

Dalam rekaman video itu pria yang kenakan topi hitam,  awalnya duduk di motor yang jadi incarannya tengah terparkir di teras rumah.

Tak lama dia mengeluarkan benda di dalam saku hingga mencongkel kontak motor tersebut. Beruntung usaha pelaku dipergoki oleh pemilik. 

Kejadian itu dibenarkan oleh korban yang mana peristiwa itu terjadi di Kampung Sindang Sari Rt05/02, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

“Kejadiannya tadi siang Minggu (31/12) sekitar pukul 12.00 WIB,” kata Risno (38) yang memergoki pelaku saat dihubungi Jurnal Bogor.  

Menurut dia, aksi itu dilakukan oleh 2 orang, awalnya dirinya curiga terhadap pria yang duduk di motor milik korban yang baru saja datang dari dealer terparkir di depan teras rumah.

“Sepeda motor saudara saya itu diluar, berjajar sama motor saya, posisi saya didalam rumah. Namun, pada saat saya mau keluar, saya curiga ada orang yang duduk di atas motor saudara saya, saya perhatikan dulu orang itu ternyata dia sedang mencoba merusak konci motor saudara saya, lalu saya menghampirinya dan menanyakan, sedang apa kamu, awas jangan macam-macam disini, lalu pelaku langsung naik motor teman nya yang memang sudah siap kabur,” katanya.

Saat ini korban belum melakukan pelaporan kepada pihak berwajib motor yang akan dicuri.

“Saya sempat lihat plat nomor yang digunakan pelaku F 6334 jenis Beat,” tukasnya.

** Andres 

Gus M Kawal Janji Kampanye Bima

0

Bogor | Jurnal Bogor

Akhmad Saepul Bakhri (Gus M) menjadi Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor. Menurutnya, ia akan meneruskan apa yang sudah dilakukan serta dirancang sebelumnya di Komisi IV sebelumnya, agar target yang belum selesai dapat tercapai.

Awalnya, sambung Gus M, akan melakukan rapat intenal dengan anggota lain untuk merumuskan apa yang menjadi program kerja ke depannya.

“Nanti, akan ada terobosan atau inovasi baru yang akan dijadikan acuan program kerja kita selama menjabat,” katanya.

Gus M menuturkan, meski akan bersinergi dengan Pemkot Bogor untuk beberapa program kerja. Namun, pihaknya bakal memaksimalkan fungsi pengawasan. Untuk itu, aspirasi masyarakat wajib direspon cepat, agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut terdongkrak lewat maksimalnya fungsi pengawasan dewan.

“Kami tidak akan asal ‘teriak’ ke dinas-dinas yang ada di Pemkot Bogor. Tapi, itulah bentuk pengawasan dari kita yang salahsatu tujuannya agar PAD bisa ikut naik,’’ ungkapnya.

Gus pun berjanji, akan mengawal penuh serta memastikan, anggaran layanan dasar bagi rakyat seperti pendidikan dan kesehatan sesuai yang diatur dalam regulasi.

“Terakhir, kita juga akan mengawal janji kampanye pasangan Wali Kota Bogor yakni Bima Arya-Dedie A Rachim kepada masyarakat. Mana yang sudah terealisasi dan mana mana yang tidak mungkin teralisasi. Karena, sisa waktu jabatan mereka sebentar lagi berakhir. Nanti, kita akan beberkan semuanya ke teman-teman media hasil temuan Komisi IV soal janji kampanye tersebut,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Tutup Tahun 2022, Warga Menteng Gelar Khataman Quran

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jelang pergantian tahun baru, warga Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “1.000 Warga Menteng Khataman Al Quran” yang berlokasi di Taman Manunggal, Sabtu (31/12).

Ketua Panitia, Rismanto Haris Suwanda mengatakan bahwa kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachin ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sepanjang 2022, dan berharap agar pada tahun 2023 berjalan dengan baik.

“Kami ingin menutup tahun 2022 dengan kebaikan, sekaligus memanjatkan rasa syukur lantaran revitalisasi Taman Manunggal telah rampung. Kami juga ingin ada revolusi mental warga dengan adanya kegiatan ini,” ujar Rismanto kepada wartawan.

Menurut dia, Taman Manunggal kini telah menjadi ikon Kelurahan Menteng, sehingga diharapkan kedepan Menteng akan menjadi lebih maju.

Rismanto nenuturkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh seribu warga yang berasal dari 20 RW se-Kelurahan Menteng. “Karang Taruna, LPM, PKK, Majelis Ta’lim juga terlibat di dalamnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sambung Rismanto, setiap peserta dari masing-masing RW wajib menghafal satu juz Al Quran. “Sebelum ada kegiatan ini pun, Kelurahan Menteng sudah menyelenggarakan Menteng Bershalawat,” katanya.

Ia berharap, acara tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk menyelenggarakan kegiatan positif yang dapat mencegah perilaku negatif di warganya. “Jadi acara ini merupakan bagian edukasi kepada masyarakat. Dan Insya Allah agenda ini menjadi giat tahunan,” ungkap Rismanto.

*Fredy Kristianto