31.7 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 716

DPKPP tak Tahu Huntap 2 Kali Diterjang Longsor

0

Sudah 18 Bulan, Diisi 40 Rumah dari 84 Huntap

Nanggung| Jurnal Bogor 

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor  mengaku tidak tahu perihal puluhan bangunan hunian tetap (huntap) tepatnya di Kampung  Legok Heulang RT 04 RW 12 yang longsor baru-baru ini dan pernah terdampak bencana alam gempa bumi pada 2018 lalu. Diketahui huntap tersebut telah dua kali diterjang longsor. 

“Seingat saya, kalau di Malasari kita gak membikin hunian tetap. Termasuk, sampai sekarang belum ada surat yang masuk terkait adanya  longsornya  di lahan relokasi itu,” kata Sekretaris Dinas (Sekdis) DPKPP Kabupaten Bogor Irma Lestia saat dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (3/1).

Bahkan Sekdis DPKPP mempertanyakan siapa yang membangun huntap yang baru dan di huni oleh warga selama 18 bulan itu. “Tolong tanyakan ya, yang bikinnya siapa dan tanahnya milik siapa?,” tanya dia 

Sebelumnya, puluhan rumah huntap yang baru di tempati 18 bulan itu terendam material lumpur longsoran. Kejadian longsor tersebut terjadi pada Jumat (30/12) sekitar pukul 03.00 Wib. Sebelumnya, longsor pernah terjadi pada November lalu.

Warga sekitar Antawi mengatakan, longsornya tanah tebingan itu diakibatkan intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur dan  cukup lama, sehingga tebing setinggi 20 meter mengalami longsor yang membuat retakan tanah sepanjang 70 meter.

Bahkan kejadian yang kedua kalinya itu dikeluhkan oleh warga. Pasalnya, saat ini belum ada penanganan terkait longsornya tebingan tersebut.

“Ini sudah yang kedua kalinya, pertama terjadi pada bulan November 2022 lalu, sampai sekarang belum ada penanganan perbaikan terhadap tebingan, hingga longsor yang kedua kalinya,” katanya.

Dia menduga, lahan yang jadi tempat relokasi tanahnya labil menyebabkan tanah tersebut longsor. Akibatnya beberapa warga mengalami trauma. “Warga menempati rumah relokasi baru 18 Bulan dengan kejadian ini kami trauma, saya mohon untuk kembali dipindahkan ke lokasi yang aman,” katanya.

Menurutnya, ada 14 dari total 84 unit rumah yang terdampak akibat bencana longsor tersebut. Dia berharap pemerintah desa maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk segera menanggulangi hal ini agar tidak terjadi longsor susulan yang bisa kapan saja terjadi.

“Kejadian ini membuat kami takut bermalam di rumah. Kami berharap kepada pihak terkait agar tanggap dan segera turun ke lokasi untuk dapat memberikan solusi atas bencana ini,” tukasnya.

** Andres/ Arip E

Polsek Jonggol Usut Kasus Penganiayaan yang Viral di Medsos

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Kasus dugaan penganiayaan dan penusukan di Jonggol, Kabupaten Bogor yang videonya sempat viral di medsos masih dalam penyelidikan Polsek Jonggol.

Kapolsek Jonggol, Kompol Mulyadi Asep Fajar mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin, 2 Januari 2023. Awalnya, pelaku berinisial W sedang menyelesaikan masalah dugaan perselingkuhan dengan pria berinisial U di lokasi proyek perumahan. 

“U disangka memiliki hubungan dengan istri W,” kata Asep dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (03/01/23).

Kemudian, sambung Kompol Asep, datang korban berinisial A yang langsung menanyakan permasalahan tersebut kepada W. Korban bertanya alasan rekannya U dipukuli.

“Saat itu W merasa tidak terima atas pertanyaan yang disampaikan oleh A, sehingga W kesal dan akhirnya sempat berselisih paham dengan A. Kemudian U sempat melerai keduanya,” jelas Asep.

Hingga akhirnya, pelaku W berlari membawa pisau sambil menyabetkannya ke arah korban U sebanyak tiga kali. Pelaku lainnya berinisial D ikut melemparkan batu dan mengenai kening korban hingga terjatuh.

“Pada saat posisi terjatuh, pelaku W kembali menusuk A dengan menggunakan sebilah pisau,” ujarnya.

Selanjutnya, korban A langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Karena mengalami luka sobek di pelipis mata, kening, dan leher belakang. 

“Korban sudah lapor, ini masih dalam lidik, mudah-mudahan (cepat terungkap),” pungkasnya.

** Taufik / Nay 

Rumpun Bambu Longsor Timpa Pengendara Sepeda Motor

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Rumpun bambu yang berada di tebingan bahu jalan Kampung Cikaung, Desa Banyuresmi, Cigudeg, Kabupaten Bogor mengalami longsor dan menimpa seorang pengendara sepeda motor yang hendak pulang dari pasar.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (3/01/22). Beruntung dalam kejadian itu tidak menelan korban. Namun, pengendara sempat mendapat penanganan di Puskesmas Cigudeg. 

Ketua Katar Desa Banyuresmi yang ikut dalam evakuasi kejadian tersebut Wawan Wijaya mengatakan, korban merupakan warga Banyuresmi hendak pulang dari pasar. Korban yang berboncengan dengan anaknya itu. Kata dia, kondisi cuaca di lokasi sedang tidak bersahabat.

“Jadi pas korban lewat tebingan yang ada di bahu jalan longsor. Korban hendak pulang dari pasar masih warga Banyuresmi,” katanya.

Dia langsung mengevakuasi korban dan langsung membersihkan material rumpunan bambu yang menutupi badan jalan desa tersebut. 

“Alhamdulillah anaknya tidak kenapa-napa, mungkin tadi pas jatoh ketiban bambu itu anaknya masih bisa keluar dari runtuhan bambu. Kalau mamahnya tidak bisa gerak, sekarang korban sudah pulang ke rumahnya dari puskesmas,” paparnya.

Dia menghimbau kepada warga agar selalu waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah terutama saat cuaca sedang tidak bersahabat. 

“Sebaiknya pada saat hujan deras atau cuaca buruk lainnya, berlindung di dalam rumah. Guna mencegah dan menghindari hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.

** Andres 

Soal Sampah Pasar Cileungsi, UPT Siap Angkut

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Polemik menumpuknya sampah di Pasar Cileungsi sedikit menemui solusi. Pasalnya, pihak pengelola pasar baru menjalin kerjasama pengangkutan sampah dengan UPT Kebersihan Wilayah II Jonggol. Dalam kesepakatan tersebut, pihak UPT bersedia untuk melakukan pengangkutan sampah pasar dan membuang ke TPA Galuga menggunakan armada milik UPT Kebersihan.

“Jadi memang kerjasama pengangkutan sampah Pasar Cileungsi baru ditanda tangani, jadi masih dalam proses peralihan. Jadi ke depan, tanggung jawab untuk mengangkut sampah Pasar Cileungsi akan dilakukan oleh UPT Kebersihan,” kata Kepala UPT Kebersihan Wilayah II Jonggol, Heri kepada Jurnal Bogor, Selasa (03/01/23).

Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan armada khusus yang nantinya akan menangani sampah Pasar Cileungsi agar tidak menumpuk. Armada tersebut, menurutnya akan beroperasi setiap hari guna meningkatkan kualitas kebersihan di Pasar Cileungsi.

“Untuk armada kami sudah siapkan. Jadi nanti tinggal kami arahkan untuk melakukan pengangkutan sampah Pasar Cileungsi secara rutin,” tukasnya.

Namun Heri menegaskan, salah satu persoalan di Pasar Cileungsi sehingga sampah pasar berserakan adalah tidak adanya tempat pembuangan sementara atau bak sampah. Hal itu mengakibatkan banyak titik yang seharusnya untuk kendaraan justeru dijadikan sebagai tempat penampungan sampah sementara.

“Kami minta kepada pengelola pasar untuk menyiapkan TPS atau bak sampah, jadi penanganan sampah langsung ke satu titik dan tidak berserakan dimana-mana,” ujarnya.

Terkait biaya kontrak kerjasama dengan pengelola Pasar Cileungsi, Heri mengatakan, pihaknya mengikuti aturan yang berlaku terkait retribusi sampah yang sudah ditetapkan dalam Perda Kabupaten Bogor.

“Kalau untuk besaran biaya pengangkutan kami sesuaikan dengan Peraturan Daerah yang berlaku terkait retribusi pengangkutan sampah,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Kapolsek Cigudeg Jenguk Korban yang Tertimpa Rumpun Bambu

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Kapolsek Cigudeg Kompol Wagiman pasca kejadian warga  tertimpa serumpun Bambu di jalan Banyuresmi pada Selasa (3/01), langsung mendatangi lokasi dan melihat kondisi korban  di rumahnya Kampung Tajul, Desa Banyuresmi.

“Tadi bersama anggota mengecek ke lokasi kejadian dan langsung melihat kondisi korban, korban mengalami ringan bagian muka dan pada bagian pinggang,” kata Kapolsek Cigudeg Kompol Wagiman dalam keterangannya kepada wartawan.

Kompol Wagiman pun menjelaskan kronologi kejadian saat itu korban bersama anaknya pulang dari pasar sekira pukul 11.00 WIB korban melewati tempat kejadian pada saat bersamaan serumpun bambu ambruk menimpa korban.

“Korban sempat dibawa ke Puskesmas dan sekarang sudah dirumahnya,” katanya.

Kepala Puskesmas Cigudeg, dr Arvid Suhanda mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan  untuk kondisi korban hanya mengalami luka ringan dan saat itu sadar  saat dibawa ke Puskesmas.

“Pasien sadar dan stabil, tadi udah dipulangkan dengan saran ronsen kepala dan diharapkan kontrol kembali jika ada yang dirasa,”ungkapnya.

Untuk korban tertimpa serumpun bambu itu ada dua seorang ibu dan anaknya. “Kalau yang tadi diperiksa itu ibunya dan anaknya dalam keadaan sehat gak kenapa napa,” tukasnya.

** Andres

Milad Ke-3 Garda Pasundan Santuni Puluhan Yatim

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Pengurus Garda Pasundan Kabupaten Bogor menggelar syukuran peringatan HUT ketiga Garda Pasundan Kabupaten Bogor di kantor DPD Garda Pasundan Kabupaten Bogor, Desa Pasir Angin, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (03/01/2023).

Selain syukuran, kegiatan juga diisi dengan kegiatan santunan yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial DPD Garda Pasundan terhadap anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian.

“Hari ini kami menggelar syukuran HUT DPD Garda Pasundan Kabupaten Bogor yang ketiga. Sengaja kami isi acara dengan kegiatan santunan bagi yatim dan piatu agar ke depan pengurus dan anggota DPD Garda Pasundan Kabupaten Bogor memiliki kepedulian sosial yang tinggi, khususnya terhadap anak yatim piatu,”kata Ketua DPD Garda Pasundan Kabupaten Bogor, Husni Soleh kepada Jurnal Bogor, Selasa (03/01/23).

Ia berharap, ke depan DPD Garda Pasundan Kabupaten Bogor lebih solid dalam melaksanakan berbagai program organisasi.

“Saya juga berpesan kepada pengurus di tingkat kecamatan dan desa agar lebih solid dan fokus dalam menjalankan program organisasi,”kata dia.

Sekretaris DPD Garda Pasundan Kabupaten Bogor, Azis Mulyadi mengatakan, Garda Pasundan Kabupaten Bogor akan terus melakukan pembenahan internal organisasi, khususnya pembentukan kepengurusan DPD di tiap kecamatan di Kabupaten Bogor.

“Pembentukan pengurus di tingkat kecamatan dan desa menjadi salahsatu agenda utama kami dalam melakukan pembenahan organisasi satu tahun ke depan. Sehingga Garda Pasundan dapat lebih solid lagi,”ujarnya.

Terkait program organisasi dalam rangka kontribusi kepada masyarakat Kabupaten Bogor, Azis mengatakan, Garda Pasundan Kabupaten Bogor siap bersinergi dengan pemerintah dalam upaya melaksanakan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, Garda Pasundan juga akan fokus dalam pemberdayaan masyarakat dan mensinergikan dengan dunia industri di Kabupaten Bogor.

“Di Kabupaten Bogor banyak potensi yang dapat disinergikan dengan masyarakat. Sehingga pemberdayaan masyarakat dapat lebih maksimal yang nantinya akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

** Taufik / Nay 

Tramadol Sering Disalahgunakan untuk Teler

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Dari sekian banyak jenis obat, tramadol adalah salah satu obat yang cukup sering disalahgunakan. Bahkan, tak jarang juga yang mengkonsumsinya mengalami kecanduan.

Obat tranadol sering dijadikan sebagai alternatif bagi orang yang ingin merasakan sensasi teler seperti sedang mabuk alkohol.

Kecanduan obat bukanlah hal yang baik, termasuk pada kasus kecanduan tramadol. Menurut beberapa sumber, orang yang kecanduan tramadol  biasanya memiliki keinginan kuat untuk terus mengkonsumsi obat tersebut.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bunar, Kecamatan Cigudeg, Ropiyudin mengungkapkan, bila dikonsumsi tidak sesuai dengan dosis, obat itu bisa menimbulkan efek seperti penggunaan narkotika, dan jika melebihi dosis, pemakai obat tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bahkan bisa berujung pada kematian.

“Efek mengkonsumsi tramadol (tanpa resep dokter) dapat menyebabkan muntah, sembelit, pusing, kantuk dan sakit kepala. Bahkan, yang paling parahnya, kecanduan tramadol dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi otak, hingga kematian,” kata Ropiyudin kepada wartawan. Selasa (03/01/2023).

Informasi yang didapat, biasanya dalam peredarannya, oknum penjual obat jenis tramadol itu berkedok warung sembako.

Untuk itu, dia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga untuk melindungi dari penyalahgunaan obat yang dapat merugikan masa depan generasi bangsa.

“Dalam hal ini tentu seluruh elemen harus bersama-sama menjadi generasi bangsa dari pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” Imbuhnya

“Sebab generasi bangsa saat ini adalah pemimpin di masa depan yang menentukan maju mundurnya bangsa dan negara,” tukasnya.

** Andres 

Revitalisasi Pasar Rakyat, Bima Ajak Diskusi Pedagang

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana akan melakukan penataan beberapa pasar rakyat di Kota Bogor. Sebelumnya, rencana tersebut sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan para pedagang.

Untuk memastikan kondisi bangunan yang akan dilakukan revitalisasi, Wali Kota Bogor, Bima Arya kembali melakukan pengecekan sambil mendengar masukan dari para pedagang.

Titik pertama yang dikunjungi adalah Plaza Bogor di Jalan Suryakencana, namun sebelum menuju ke sana ia lebih dulu melihat kondisi sekitar di Jalan Pedati.

Di Jalan Pedati, Bima Arya meminta semua steril dan bersih karena trotoar merupakan hak pejalan kaki.

Di Plaza Bogor Bima Arya mendengar masukan dari para pedagang yang kemudian melihat kondisi bangunan hingga ke lantai paling atas.

“Ya, 2023 ini kita akan pastikan yang menjadi target dituntaskan ini semua dikoordinasikan dengan rapi termasuk kegiatan yang sudah selesai, ya harus betul-betul dijaga. Tadi Lawang Seketeng, Pedati saya pastikan juga dibersihkan steril pedagang sesuai dengan rencana untuk tidak berjualan lagi di jalan,” katanya, Senin (2/1).

Di Plaza Bogor dan Pasar Bogor, Bima Arya melihat kondisi bangunan sudah sangat tidak layak dan direncanakan akan dilakukan pembongkaran bersamaan dengan pembangunan Pasar Jambu Dua, Pasar Merdeka dan Pasar Sukasari.

“Jadi tahun ini tahun revitalisasi pasar. Nanti ini akan kita koordinasikan agar bisa menampung teman-teman pedagang yang masih berjualan di jalan,” katanya.

Untuk waktu pembongkaran saat ini semua sedang dilakukan koordinasi dengan TNI-Polri, Forkompinda serta mendengar aspirasi dari para pedagang dan

Ke depan kata Bima Arya, Plaza Bogor dan sekitarnya akan dibuat bangunan sebagai pusat belanja, namun bukan pasar basah.

Bahkan, rencananya juga akan dibangun masjid yang saat ini desainnya masih dalam tahap finalisasi.

“Intinya ini tidak boleh menjadi pasar karena ini di pusat kota, ini tidak cocok lagi. Nanti akan semrawut akan macet. Kemudian ada bangunan parkir juga ada fasilitas untuk parkir juga. Ada ruang terbuka hijau juga, jadi nanti ada ruang terbuka ada untuk UMKM, intinya konsepnya itu tidak sama lagi. Konsepnya itu bukan untuk pasar basah berbelanja bukan. Tapi konsep yang lebih rapi lah,” katanya.

Di hari yang sama, Bima Arya juga sempat meninjau kondisi Pasar Jambu Dua dan Pasar Merdeka. Di sana ia juga mendengarkan aspirasi dari para pedagang.* Fredy Kristianto

PAN dan PPP Tolak Proporsional Tertutup

0

Bogor | Jurnal Bogor

Opsi penerapan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 yang digaungkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari, terus mendapat respon negatif.

Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin menilai bahwa apabila sistem pemilu dikembalikan ke proporsional tertutup, maka hal itu merupakan bentuk inkonsistensi negara.

“Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2009 memutuskan untuk mengubah proporsional tertutup ke terbuka. Saya nggak tahu, isu pengembalian itu keinginan siapa, tetapi yang jelas, jika diubah menandakan sistem politik Indonesia belum stabil,” ujar Zaenul kepada wartawan, Selasa (3/1).

Menurut dia, apabila sistem pemilu selalu berubah-ubah, hal ini menandakan adanya kepentingan terselubung.

“Sejauh ini DPP PPP belum bersikap. Tapi secara pribadi dan Kota Bogor, kami menginginkan terbuka, agar masyarakat dapat memilih mana yang layak dan tidak untuk dipilih,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Partai DPD PAN Kota Bogor, Safrudin Bima menegaskan bahwa sistem pemilu proporsional tertutup merupakan bentuk kemunduran demokrasi, dan salah satu upaya menjauhkan kedaulatan rakyat.

“Selama ini koneksi antara kader partai dan rakyat pemilih sudah terbangun. Kalau sistem tetutup tidak ada rasa mengikat dengan rakyat,” ucapnya.

Seharusnya, kata dia, dalam politik modern harus memperkuat civil society dan kedaulatan rakyat.

“Pemilu tertutup menyebabkan daya jual calon legislatif rendah, sebab semua terpaku pada nomor urut satu. Imbasnya, di luar nomor itu nggak mau berjuang. Terbuka harus dilakukan agar kader partai yang terpilih punya hubungan emosional. Jadi mesti realistis melihat kedepan, demokrasi modern harus terbuka,” tuturnya.* Fredy Kristianto

AHY Kritik Perppu Cipta Kerja, Hukum Dibentuk untuk Melayani Kepentingan Rakyat, Bukan Kepentingan Elite

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik tajam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu Cipta Kerja, Senin (2/1).

“Perppu No.2/ 2022 tentang Cipta Kerja ini tidak sesuai dengan Amar Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020, yang menghendaki pelibatan masyarakat dalam proses perbaikannya. Selain terbatasnya pelibatan publik, sejumlah elemen masyarakat sipil juga mengeluhkan terbatasnya akses terhadap materi UU selama proses revisi,” ujar AHY.

Menurutnya proses yang diambil tidak tepat dan tidak ada argumen kegentingan yang tampak dalam Perppu tersebut.

“Setelah dinyatakan inkonstitusional bersyarat, jelas MK meminta perbaikan melalui proses legislasi yang aspiratif, partisipatif dan legitimate. Bukan justru mengganti UU melalui Perppu. Jika alasan penerbitan Perppu harus ada ihwal kegentingan memaksa, maka argumen kegentingan ini tidak tampak di Perppu ini. Bahkan, tidak tampak perbedaan signifikan antara isi Perppu ini dengan materi UU sebelumnya,” jelas AHY.

AHY menegaskan bahwa keluarnya Perppu Cipta Kerja ini adalah kelanjutan dari proses legislasi yang tidak aspiratif dan tidak partisipatif.

“Lagi-lagi, esensi demokrasi diacuhkan. Hukum dibentuk untuk melayani kepentingan rakyat, bukan untuk melayani kepentingan elite. Janganlah kita menyelesaikan masalah, dengan masalah,” tegas AHY.

Terakhir AHY mengingatkan untuk jangan sampai terjerumus ke dałam lubang yang sama.

“Terbukti, pasca terbitnya Perppu ini, masyarakat dan kaum buruh masih berteriak dan menggugat lagi tentang skema upah minimum, aturan outsourcing, PKWT, aturan PHK, TKA, skema cuti, dan lainnya. Mari terus belajar. Janganlah kita terjerumus ke dałam lubang yang sama,” tutup AHY.

Putusan MK pada 2020 mengamanatkan UU Cipta Kerja inkonstitusional dan harus direvisi dalam waktu dua tahun. Namun kini, bukan revisi yang dilakukan, melainkan Perppu yang dikeluarkan pemerintah agar UU Cipta Kerja tersebut tetap berlaku.

**ass/gp/rs-pd