28.5 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 711

Kavling Bungaran Beroperasi, Pemerintah Kecamatan Tutup Mata

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Praktik jual beli kavling kebun di wilayah Bogor Timur kian marak. Meski Pemkab Bogor telah menegaskan bisnis tersebut melanggar aturan dan tidak diperbolehkan, namun faktanya bisnis kavling malah semakin subur. Salahsatunya adalah kehadiran Kavling Bungaran di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang baru menawarkan kavling beberapa pekan terakhir. 

“Iya ada kavling baru di Desa Sukamakmur, kalau gak salah namanya Kavling Bungaran,”kata Imran, salah satu warga Desa Sukamakmur kepada Jurnal Bogor, Senin (09/01/23).

Menurutnya, di Sukamakmur memang sedang marak bisnis kavling. Tidak hanya di Sukamakmur, di wilayah Jonggol juga banyak pengusaha kavling yang terus menawarkan kavling kepada konsumen.

“Kalau dari Jonggol ke Sukamakmur, pasti tahu banyak kavling yang dijual. Karena memang posisinya biasanya dekat jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Tama salah satu marketing Kavling Bungaran mengatakan, pihaknya berani menjual kavling lantaran telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Desa dan Kecamatan Sukamakmur.

“Alhamdulilah kalau izin lingkungan sudah ada. Silahkan cek ke desa atau kecamatan,”singkatnya.

Sedangkan Camat Sukamakmur, Bakri Hasan dikomfirmasi terkait izin dari kecamatan sebagai dasar beroperasinya usaha Kavling Bungaran belum bisa dihubungi dan pesan singkat yang disampaikan juga belum direspons.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam menegaskan sesuai Perda Kabupaten Bogor untuk usaha kavling tidak diperbolehkan. “Jadi kalau ada yang menjual kavling kebun dan sebagainya ketika dia memproses perizinan tanpa bangunan itu tidak diizinkan. Kata siapa? Ya kata Perda yaitu nomor 3 tahun 2018,” jelas Cecep Imam.

Kemudian, sambung Cecep Imam, kepada mereka yang masih melakukan usaha jual beli kavling, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pengusaha untuk memeriksa perizinan.

“Ketika tidak memiliki perizinan ya akan kita hentikan kegiatan. Untuk kavling yang sudah dijual silakan saja, tapi nantinya akan terbentur dengan proses perizinan ketika akan membangun,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kavling itu berada di satu hamparan, misalkan dalam 2 hektar dijual kavlingnya 200 atau 300 meter itu tidak diperbolehkan karena nanti akan mentok di perizinnannya.

** Taufik / Nay 

Galian Tanah Ilegal di Bantar Kuning Jatuhkan Pengendara Motor, Kanit Pol PP Cariu: Baru Berjalan 2 Bulan

0

Cariu | Jurnal Bogor

Pengendara sepeda motor berjatuhan setelah terpeleset akibat tanah merah yang tercecer di jalan yang berasal dari truk pengangkut tanah di Desa Bantar Kuning, Cariu, Kabupaten Bogor.

Warga sekitar Sino mengatakan, keluar masuk kendaraan truk pengangkut tanah galian di Desa Bantar Kuning, jalan raya Cariu menjadi becek dan licin. Dalam 1 jam pengendara sepeda motor yang berjatuhan lebih dari 15 orang pengendara. 

” Saya sempat berhenti disini sekitar 1 jam, dan melihat banyaknya pengendara sepeda motor yang berjatuhan, ada sekitar 15 lebih pengendara yang jatuh, soalnya jalan ini penuh sama tanah jadi licin, katanya sih ada pengangkut tanah galian disini,” ucap Sino kepada Jurnal Bogor, Senin (09/01/23).

Dirinya juga meminta kepada dinas terkait agar bisa turun langsung ke lapangan melihat kondisi jalan yang dipenuhi tanah dan juga menindak tegas pengelola galian tanah yang menyebabkan jalan menjadi licin dan menimbulkan korban pengendara sepeda motor berjatuhan. 

“Saya berharap kejadian seprti ini tidak terulang kembali, kepada dinas terkait agar segera mengambil tindakan secepatnya, agar para hak pengguna jalan nyaman melintasi jalan ini, dan tidak ada lagi korban pengendara sepeda motor yang jatuh. Untuk lokasi penambangan tanah segera ditertibkan,” harapnya.

Sementara, Plt Kanit Pol PP Kecamatan Cariu Kamto mengatakan bahwa lokasi yang sedang digali tersebut merupakan lahan untuk relokasi bagi warga Cariu yang berdampak akan pembangunan bendungan.

“Yang jatuh hanya dua orang, dan tidak parah. Galian sendiri baru berjalan dua bulan, dan akibat adanya insiden jatuh warga kemarin, akhirnya galian baru kita tutup,” pungkas Kamto dikonfirmasi Jurnal Bogor perihal tersebut.

** Nay Nur’ain

Polsek Cileungsi Amankan 5 Orang Pelaku Judi Sambung Ayam di Gandoang 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor  

Unit Reskrim Polsek Cileungsi menggrebek tempat perjudian sabung ayam yang berada di wilayah Desa Gandoang, Cileungsi, Kabupaten Bogor. 

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu (7/1/23) tersebut, diamankan 5 orang yang berada di lokasi berikut barang bukti 7 ekor ayam, selembar kalangan ayam dan 50 unit sepeda motor.

Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen mengatakan, penggerebekan kasus perjudian sabung ayam tersebut berawal dari informasi yang didapatkan Polsek Cileungsi.

“Berdasarkan Informasi tersebutlah kami mendatangi lokasi yang menjadi tempat dilakukannya perjudian sabung ayam,” kata Kompol Zulkarnaen kepada wartawan, Senin  (9/1/23).

Menurut Zulkarnaen, beberapa pelaku yang sedang asyik melakukan judi sabung ayam itu melarikan diri lantaran keterbatasan personil Polsek Cileungsi.

“Dari lokasi tersebut kami berhasil mengamankan 5 orang yang berada di lokasi. Namun akibat keterbatasan personil kami di lapangan puluhan pelaku lainnya berhasil melarikan diri,” ujarnya. 

Sementata itu, kelima pelaku yang diamankan saat ini tengah dimintai keterangannya guna penanganan lebih lanjut.

** Nay Nur’ain

PT Suntory Garuda Berikan CSR untuk Betonisasi Jalan Desa dan Drainase

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

PT Suntory Garuda meresmikan pembangunan jalan desa yang anggarannya dari dana CSR perusahaan. Peresmian disaksikan Pemerintah Desa Cicadas dan Camat Gunung Putri di jalan Pembangunan 3 Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (09/01/23).

Melalui CSR PT Suntory Garuda membantu pembangunan jalan desa dengan betonisasi jalan sepanjang 185 meter dengan lebar 4,5 meter, beserta perbaikan drainase. 

Corporate Communication PT Suntory Garuda, Efelin mengatakan, peresmian jalan desa bantuan dari PT Suntory Garuda dilakukan karena sudah rampung dikerjakan, dan diresmikan oleh Pemerintah Desa dan Kecamatan. 

“Kita meresmikan jalan desa yang telah rampung dibangun, dengan bantuan CSR yang telah dikeluarkan oleh perusahaan kami, dan kami juga mengundang pihak desa dan kecamatan, dalam peresmian ini,” ucap Efelin kepada Jurnal Bogor, Senin (9/1/23). 

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak, dan sering menimbulkan banjir kalau musim hujan sebenarnya sudah ada komunikasi dengan pihak desa, namun terkendala dengan anggaran. 

“Sebenarnya sudah ada wacana dari desa untuk perbaikan jalan ini namun belum terlaksana, karena kendala dengan anggaran, sehingga kami respons dengan program CSR perusahaan,” jelasnya. 

Ia memaparkan, berdirinya pabrik di Cicadas sudah lama, dan kalau dihitung sudah bertahun-tahun sehingga harus lebih bisa memberikan manfaat untuk masyarakat di daerah sekitar pabrik. 

“Sejauh ini kita juga sudah mengeluarkan beberapa CSR diantara dengan DLH Kabupaten Bogor, dengan pengembangan komunitas hijau, di beberapa titik di daerah sekitar pabrik ini, kemudian kami juga memberikan air bersih kepada beberapa sekolah disini, kita berikan fasilitas untuk konservasi air,” tutupnya. 

Sementara Kepala Desa Cicadas Dian Hermawan menyampaikan terimakasih kepada perusahaan yang telah menurunkan CSR-nya untuk pembangunan jalan desa, dan perbaikan drainase di wilayahnya. 

“Saya sebagai Pemerintahan Desa Cicadas mengucapkan terimakasih kepada PT Suntory Garuda, yang telah berpartisipasi melalui CSR membangun jalan desa ini, dan baru kali ini perusahaan menggunakan CSR yang besar untuk pembangunan infrastruktur jalan desa,” ucapnya. 

Dirinya berharap untuk kedepannya perusahaan-perusahaan lain yang ada di Desa Cicadas bisa lebih peduli terhadap lingkungan dan bisa lebih bersinergi dengan Pemerintah Desa untuk memajukan pembangunan insfrastruktur. 

“Semoga perusahaan-perusahaan yang ada di Desa Cicadas bisa berkontribusi melalui CSR untuk pembangunan insfrastruktur, dan lainnya demi kemajuan desa dan kepentingan masyarakat,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Bantu Penanganan Gempa Cianjur, Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Mengawali tahun 2023, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong yang merupakan unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), mendapatkan penghargaan dari Kementerian ESDM pada Jumat, 6 Januari 2023. Penghargaan ini diberikan atas dukungan perusahaan dalam membantu penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, November 2022 lalu.

“Kami sangat berterima kasih dan menyambut baik atas apresiasi yang diberikan kepada SBI. Ini merupakan salah satu bentuk perwujudan pilar strategis perusahaan dalam menunjukkan rasa kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan melalui program SBI Peduli. Kami juga turut prihatin dengan bencana yang terjadi di Cianjur dan berharap para korban dapat segera pulih dari trauma serta daerah yang terdampak bisa berangsur membaik”, sahut Nur Lailiyah, General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong. 

Menurutnya, gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, telah menimbulkan rasa solidaritas dari berbagai pihak untuk turut berpartisipasi dalam membantu korban bencana demi mempercepat pemulihan dari dampak yang dihasilkan. Lebih lanjut Laily menyampaikan, menjaga sinergi antar pihak-pihak terkait dengan baik merupakan kunci utama dalam mempermudah penanganan bencana. 

“Bencana alam dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu kita perlu tetap waspada dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan dapat terdistribusi dengan baik dan strategis”, sambung Laily.

Sejak terjadinya gempa di Kabupaten Cianjur, 21 November 2022, sambung Lily , SBI melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Pabrik Narogong langsung bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan Dinas ESDM, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta BPBD Kabupaten Cianjur terkait kebutuhan yang diperlukan.

” Selain itu, SBI pun menyalurkan berbagai jenis bantuan seperti kebutuhan medis dan non-medis, hingga pelayanan kesehatan di beberapa posko bencana,” pungkasnya

 ** Nay Nur’ain

Warga Garisul Sambut 2023 dengan Lomba Kreativitas

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Untuk mempererat silaturahmi dan menggali potensi, masyarakat Kampung Garisul RW 05 Desa Kalongsawah, Jasinga, Kabupaten Bogor kembali gelar serangkaian acara menyambut awal tahun 2023 dengan kegiatan positif.

Ketua RW 05 Asep Supardi mengatakan, bahwa kegiatan gebyar awal tahun tersebut merupakan kali kedua yang diselenggarakan oleh segenap masyarakat Kampung Garisul.

“Alhamdulillah gebyar awal tahun ini adalah yang kedua kali dilaksanakan, dengan penuh antusias masyarakat yang mendukung,” katanya, kemarin.

Menurut dia, dari serangkaian kegiatan gebyar awal tahun diantaranya adalah beragam perlombaan dan hiburan sebagai penutup.

“Kegiatan kita ada perlombaan dari olahraga raga, tata boga, sampai kreativitas dalam menggali potensi generasi muda,” ucapnya.

Dirinya merasa berterimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam suksesnya acara gebyar awal tahun tersebut.

“Terimakasih juga kepada semua pihak yang turut membantu, mulai dari pemerintah desa, donatur dan khususnya para panitia penyelenggara yang sudah bekerja keras untuk suksesnya acara ini,” tukasnya.

** Andres

Biadab, Ayah Residivis Tega Perkosa Anak Kandungannya

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor 

Pria residivis penggelapan kendaraan bermotor, di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, tega memperkosa anak kandungnya sendiri.

Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Yohannes Redhoi Sigiro membenarkan telah terjadinya pemerkosaan terhadap anak kandung yang dilakukan oleh seorang residivis tersebut. 

“Iya, di Kecamatan Tanjungsari,” kata Giro dikonfirmasi Poskota dan Jurnal Bogor via telepon, Sabtu (7/1/23).

Diketahui, korban adalah seorang gadis dibawah umur. Saat ini pihak kepolisian telah mengamankan pria bejat yang tega perkosa anak kandungnya tersebut. Dari kejadian tersebut, pihak kepolisian pun menangkap pelaku di kediamannya, usai korban membuat laporan polisi.

“Sudah buat laporan polisi, pelakunya pun sudah kita tahan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, hubungan tubuh sedarah tersebut didasari oleh pemaksaan dari pelaku.

“Intinya telah terjadi tindak pidana dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dan melakukan pencabulan, sebagaimana pasal 81 dan 82 Undang-undang perlindungan anak,” jelasnya.

** Nay Nur’ain

2 Dusun Dibuat Mulus Udin Saputra dari Anggaran Samisade 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor merealisasikan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2022 memuluskan jalan desa dengan betonisasi di tiga titik. 

Program Samisade Desa Ciangsana dengan betonisasi jalan di tiga titik diantaranya Dusun 01, RT 002 RW 002, sepanjang 245 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 15 centimeter. Di RT 001 RW 002, panjang 339 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 15 centimeter. Dan di Dusun 02 dengan panjang 572 meter, lebar 2 meter, tinggi 15 centimeter. 

Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra mengatakan, pembangunan betonisasi jalan desa menggunakan Samisade di tiga titik sudah terealisasikan pada akhir tahun 2022. Diantaranya, Dusun 01, RT 002 RW 002, dengan volume P 245 M x L 3 M x T 0,15 M, titik yang kedua di RT 001 RW 002, dengan volume P 339 M x L 3M x T 0,15M, dan titik yang ketiga di Dusun 02 dengan volume P 572 M x L 2 M x T 0,15 M.

” lhamdulillah program Samisade sudah rampung dan terselesaikan 100 persen,” ucap Udin Saputra kepada Jurnal Bogor, Minggu (8/01/23).

Dirinya berharap dengan adanya pembangunan insfrastruktur jalan di Desa Ciangsana ini bisa memudahkan warga masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. 

“Jalan yang sudah dibangun ini agar digunakan warga masyrakat Ciangsana sebaik mungkin, saya juga meminta warga untuk bantu merawat jalan ini untuk kepentingan, dan kelancaran kita semua, dalam menjalankan aktivitas,” cetusnya.

Kepala Desa Ciangsana yang juga Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri ini mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, yang sudah menurunkan anggaran Samisade untuk pembangunan insfrastruktur desa. 

“Bantuan dana dari Pemerintah Daerah ini sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, saya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bogor yang sudah memprogramkan Samisade ini, kedepannya semoga masih berlanjut,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Masyarakat Apresiasi Pelayanan Puskesmas Cigudeg 

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cigudeg, Kabupaten Bogor dinilai masyarakat telah memberikan pelayanan cukup maksimal.

Pasalnya, pusat kesehatan yang terletak di Desa Cigudeg tersebut selain tenaga medis selalu standby, pelayan kesehatan dalam menjalani hubungan dengan pasien pun cukup baik.

Hal itu diutarakan salah satu pasien yang merupakan warga sekitar, Rizky Qnoy bahwa dari jam operasional yang selalu ada petugas yang bersiap, berikut respons positif yang diberikan pelayan kesehatannya dirasa cukup memuaskan.

“Jadi tenaga medis disini ramah, kepala puskesmas maupun dokter tidak segan menyambangi pasien secara langsung, guna menjelaskan dan memberi arahan terkait standar pelayanan,” kata Rizky yang juga merupakan Sekjen PAC Pemuda Pancasila Cigudeg, kemarin.

Menurut dia, ini perlu adanya  komunikasi dan kerjasama instansi kesehatan itu guna mengembangkan strategi pelayanan yang notabene di area Kecamatan Cigudeg.

“Secara pribadi informasi ini perlu dipublikasikan ke khalayak umum agar tidak canggung serta berprasangka negatif tentang pelayanan,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Cigudeg Dr Arvid Suhanda menyatakan, dengan adanya apresiasi dari masyarakat pihaknya kedepan akan berbenah untuk yang lebih oftimal.

“Pelayanan seperti itu biasa standar mungkin saat ini kedepan kita tinggal berbenah, untuk yang  lebih baik terus lebih humanis terutama. Saya ucapkan banyak terimakasih sudah ada apresiasi dari masyarakat,” ucapnya. 

Jadi kata dia, dalam pelayanan kesehatan pihaknya tidak membeda-bedakan pasien yang akan berobat ke puskesmas.

Dia menegaskan, bila ada pasien darurat, akan tetap terima di IGD. Pasien yang datang diluar jam pelayanan juga akan tetap dilayani.

“Kita tidak membeda-bedakan pasien, kita juga optimalkan pelayanan terhadap semua pasien, sementara untuk pelayanan umum kita pisahkan antara ibu hamil, anak dan lansia,” pungkasnya. 

** Andres

Amin Sugandi: Implementasi Samisade Harus Sesuai Regulasi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Kabupaten Bogor sudah masuk realisasi tahap kedua. Seluruh desa yang mendapat bantuan dana stimulan tersebut diharapkan dapat memaksimalkan bantuan keuangan tersebut untuk meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat di desa, melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan pengembangan potensi ekonomi. Sehingga program Samisade dapat tepat sasaran dan dijalankan sesuai dengan Peraturan Bupati.

“Samisade di Kabupaten Bogor merupakan program yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan desa, baik dari sisi infrastruktur maupun perekonomian. Dimana alokasi pemanfaatan dana Samisade sudah diatur dalam Peraturan Bupati,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Amin Sugandi kepada Jurnal Bogor, Minggu (08/01/23).

Menurutnya, pengalokasian dana samisade di setiap desa harus mendapat pengawasan yang ketat dari masyarakat, LSM, media, DPRD dan Pemkab Bogor sendiri. Sehingga dalam implementasinya tidak ada penyelewengan dan upaya untuk menguntungkan segelintir pihak.

“Kalau ada temuan segera laporkan ke DPRD atau dinas untuk segera ditindaklanjuti. Jangan sampai program baik ini menjadi proyek bagi segelintir pihak yang mencari keuntungan,” tegasnya.

Secara pribadi, lanjut Amin, dirinya kerap melakukan komunikasi dengan Kepala Desa di wilayah Dapil 2 terkait realisasi Samisade. Ia juga mengaku kerap berpesan kepada Kepala Desa untuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran Samisade, karena semua sudah diatur melalui Peraturan Bupati. Dimana semua perencanaan hingga pengawasan sudah ada regulasinya.

“Saya selalu komunikasi dengan Kepala Desa terkait Samisade ini. Karena Samisade harus benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan, selama dirinya menjabat setiap tahunnya Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran bantuan keuangan infrastruktur desa sekitar Rp 400 miliar melalui program Samisade. Bantuan diberikan Rp 1 miliar untuk satu desa, namun Kepala Desanya harus punya niat untuk membangun demi kepentingan masyarakat.

“Di Indonesia, kabupaten tidak ada yang berani memberikan anggaran untuk desa sebesar Rp 1 miliar, kecuali Kabupaten Bogor. Ini kebanggaan kita, di tahun 2023 persiapkan kembali proposal pengajuan anggaran Samisade untuk membangun desa masing-masing. Namun saya ingatkan kepada para Kades, jangan buat yang aneh-aneh,” tandas Iwan.

** Taufik / Nay