29.1 C
Bogor
Sunday, August 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 712

Bukan Cuma Cuaca, Lambannya Samisade Karena Ulah Pihak Ketiga

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang menjadi program primadona Pemerintah Kabupaten Bogor untuk periode ke-2 ini kembali menjadi sorotan. Pasalnya, sampai dengan berubah tahun anggaran masih ada beberapa desa yang belum membuat laporan pertanggungjawaban untuk program Samisade tersebut.

Namun penyebab para Kepala Desa belum membuat laporan pertanggungjawaban tersebut beraneka ragam. Ada yang beralasan cuaca hingga menjadia kendala pengecoran, ada yang beralasan dananya terpakai dan ada pula yang beralasan pekerjaan oleh pihak ketiga.

Seperti hal yang dialami oleh 3 desa yang ada di Kecamatan Jonggol. Proyek pekerjaan Samisade mereka terhambat bukan semata karena cuaca dan lokasi yang ekstrem, tapi hal yang paling mengejutkan adalah pekerjaannya terhambat karena diserahkan kepada pihak ketiga bekas pekerja PPE.

“Jujur saya kecewa, memang kesalahan kami terlalu mempercayakan pihak ketiga yang merupakan bekas pekerja PT PPE, hingga mengakibatkan pekerjaan Samisade ini terlambat,” keluh Kades Sukanegara Ahmad Yani.

Menurutnya, semua dana Samisade diserahkan kepada pihak ketiga untuk mengerjakan betonisasi jalan dan TPT, pada program Samisade periode 2022 ini. Dan perjanjian dibuat tidak memakai nama perusahaan melainkan nama pribadi.

“Jadi perjanjian dalam pekerjaan ini bukan antara Pemdes dengan PPE. Tapi dengan pribadinya sendiri,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (21/02).

Tapi, lanjut Ahmad Yani, lagi-lagi dirinya kecewa karena pekerjaan harus molor dari waktu yang seharusnya. Dia menjelaskan, memang kondisi kontur tanah dan jalur lokasi yang saat ini sedang dijalankan program Samisade agak ekstrem karena sering dipakai jalur offroad, baik oleh motor maupun mobil.

“Saya minta waktu kepada Pak Camat sampai tanggal 28 bulan Februari 2022 ini, dan saya pun sudah mengultimatum kepada Sandi untuk sesegera mungkin menyelesaikan sisa pekerjaan yang belum dilaksanakan,” kesalnya.

Jadi, lanjut Ahmad Yani, untuk pekerjaan Samisade di Desa Sukanegara sendiri terlambat bukan karena faktor cuaca saja, melainkan faktor pihak ketiga yang molor dan tidak sesuai dengan yang diucapkannya.

“Mudah-mudahan selesai sampai tanggal 28, untuk saat ini yang belum selesai tinggal 300 meter lagi. Dan saya pun meminta waktu pemeliharaan kepada pihak ketiga  selama 1 tahun setelah pekerjaan ini selesai,” cetusnya.

Untuk saat inipun, sambungnya, dirinya harus merogoh kantong pribadi untuk membeli basecouse dan sirtu, karena tidak adanya action dari pihak ketiga sedangkan waktu terus berjalan.

“Saya inisiatif melakukan perataan dari dana pribadi, saya juga sudah sampaikan ke pihak ketiga untuk mengganti uang saya, karena semua dana Samisade sudah saya serahkan kepadanya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Massa Pendukung Asan Umar Geruduk Panitia Pilkades Tajurhalang

0

Tajurhalang | Jurnal Bogor 

Ratusan partisipasi pendukung salah satu calon kepala desa menggeruduk kantor sekretariat panitia Pilkades Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, belum lama ini.

Dalam aksinya, massa menuntut Asan Umar agar diloloskan menjadi calon Kepala Desa.

Pantauan di lokasi, setiba di halaman Kantor Desa Tajurhalang, puluhan massa itu membawa bermacam-macam spanduk dan membawa keranda mayat. 

Sementara pihak Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) menerima massa aksi tersebut.

Ketua Panitia Pilkades Tajurhalang, Asmajati mengatakan, massa aksi itu sudah dilakukan mediasi untuk memberikan keterangan dari panitia mengenai ketidaklolosan atas nama Asan Umar. 

Panitia sendiri sudah menjelaskan, mengenai nama bersangkutan yang sudah cacat hukum.

“Bahwa pada tahun 1999, bener yang bersangkutan, atas nama Asan Umar, datang bersama E. Aman memohon kepada Pak Napis Sunarya selaku kepala sekolah yang menjabat saat itu,” ujarnya kepada wartawan.

Masih kata Asmajati, kedatangannya untuk dibuatkan surat keterangan pengganti ijazah sekolah dasar yang hilang. Namun kepala sekolah bernama Napis Sunarya tidak langsung mengabulkan permohonan tersebut. Karena masih mencari buku induk di sekolah sebagai dasar untuk pengganti ijazah.

“Sehingga keberadaan buku induk sekolahan juga tidak ditemukan keberadaanya. Karena adanya pengakuan dari Asan Umar sendiri bahwa ijazah sekolah dasarnya hilang dan dikuatkan oleh laporan kepolisian,” kata Asmajati.

Asmajati menjelaskan, akan tetapi tidak dilampirkan foto kopi Ijazahnya yang hilang, hanya dilengkapi dengan 2 orang saksi teman sekolahnya. 

Panitia melihat ada kejanggalan dalam surat keterangan pengganti ijazah tersebut dengan tidak adanya nomor seri Ijazah.

“Serta tidak adanya lampiran fotokopi ijazah yang dikeluarkan dari sekolah asal tersebut. Tugas panitia hanya verifikasi, klarifikasi keputusan-keputusan ini. Kalau tidak puas silakan tempuh jalur hukum ke pengadilan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Tajurhalang, Fikri Ihsani mengaku, panitia sudah menjalankan tahapan demi tahapan, penelitian, verifikasi dan klarifikasi. 

Menurutnya, putusan yang diambil oleh panitia itu sudah berdasarkan penelitian, verifikasi dan klarifikasi. Sehingga panitia itu, berkordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Baik itu Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan lain sebagainya. Keputusan yang diambil panitia, sifatnya final dan mengikat. Kita juga sudah mengarahkan, jika punya bukti kuat, untuk menempuh jalur hukum,” pungkasnya.

** Andres

Kementan Cetak SDM Kompeten Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) membekali SDM pertanian untuk memiliki kompetensi pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui bimbingan teknis (bimtek) dan ujian sertifikasi kompetensi. Kegiatan tersebut juga bertujuan agar proses pengadaan barang dan jasa pemerintah independen, transparan dan dijamin akuntabilitasnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mendorong seluruh jajaran dan staf Kementan untuk terus bekerja keras mengelola kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah agar tercipta transparansi publik.Hal tersebut perlu didukung pula dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM dalam pengelolaannya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural, dan mendorong mereka mempunyai sertifikasi kompetensi.

“Sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi. Acuannya, standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan atau standar khusus,” kata Dedi

Peningkatan kapasitas SDM menjadi agenda penting Kementan dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Karenanya Kementan terus mendorong lahirnya SDM pertanian yang unggul profesional, dan adaptif.

Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP dalam kesempatan membuka bimtek di PPMKP Ciawi, Selasa (21/02) menekankan pada peserta untuk benar-benar memanfaatkan pelatihan/bimtek untuk belajar.

“Belajar lebih baik lagi, menggali sedalam-dalamnya, manfaatkan tiga hari ini untuk berdiskusi mengenai pengelolaan barang dan jasa pemerintah”, ujar Idha.

Bimtek dan ujian sertifikasi kompetensi PBJ merupakan hasil kerjasama antara Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP dengan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), ditujukan bagi Petugas Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). Berlangsung selama 3 hari, dari 21 hingga 23 Februari 2023 mendatang dan ujian sertifikasi kompetensi pada Jumat (24/02). Diikuti oleh 40 orang peserta.

** Nita/PPMKP

Keutamaan Adab Lebih Tinggi Daripada Ilmu

0

Bogor | Jurnal Bogor

Adab adalah sesuatu yang harus didahulukan sebelum ilmu. Makna adab adalah setiap sikap, tingkah laku atau cara hidup yang mencerminkan nilai-nilai kesopanan, kepekaan, kebaikan, budi pekerti atau akhlak.

Seperti yang dikatakan Yusuf bin Al Husain,

بالأدب تفهم العلم

“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

Kecerdasan tidak ada artinya jika tidak memiliki adab (etika). Ilmu menjadi berbahaya bagi pemiliknya dan orang lain jika tidak dihiasi dengan akhlak.

Adab sangat penting sehingga Allah SWT menjadikannya yang paling penting. Karena kecerdasan pun tidak ada artinya jika tidak beradab. Informasi tersebut mungkin berbahaya bagi pemilik dan orang lain karena tidak ada hubungannya dengan adab.

Kita juga perlu memahami peran penting penanaman adab dalam membangun karakter yang baik, karena di zaman modern ini akhlak dan budi pekerti mulai memudar seiring berjalannya waktu.

Sedikit sikap beradab lebih penting dan perlu daripada banyak ilmu. Karena orang yang berilmu belum tentu beradab, tetapi jika sopan santunnya cukup mutakhir dan derajat akhlak lebih tinggi dari ilmu.

Seperti yang dikatakan Imam Malik dari pesannya kepada kaum Quraisy yaitu, “Belajar adab sebelum belajar ilmu” dapat kita lihat bahwa sangat penting mempelajari adab terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu.

** Qurratul Ain Arifah B/mg-jb

Apa Itu Down Syndrome?

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sindrom Down atau Down Syndrome merupakan kelainan genetik yang terjadi akibat kelebihan kromosom.

Normalnya, manusia memiliki 46 kromosom di setiap selnya dengan 23 diwarisi dari ibu dan 23 lainnya dari ayah.

Namun, penderita Down Syndrome memiliki kelebihan kromosom pada kromosom 21 sehingga mereka memiliki 47 kromosom di setiap selnya. Kelebihan kromosom ini memengaruhi ciri fisik dan kemampuan intelektual penderita Down Syndrome.

Pada sebagian kasus, anak yang lahir dengan Down Syndrome juga memiliki masalah medis lainnya, seperti penyakit jantung, gangguan pendengaran, atau penglihatan.

Down Syndrome merupakan kondisi seumur hidup yang tidak dapat disembuhkan. Meskipun demikian, perawatan yang tepat dapat membantu penderita Down Syndrome tumbuh dengan sehat dan produktif bagi lingkungan.

Merangkum Better Health Channel dan Penn Medicine, setiap penderita Down Syndrome memiliki karakteristik fisik yang khas, seperti:

• Ukuran kepala lebih kecil dan bagian belakang kepala datar
• Mata sedikit naik ke atas dengan lipatan kulit keluar dari kelopak mata atas dan menutupi sudut mata bagian dalam
• Muncul bercak atau bintik-bintik putih pada bagian hitam mata yang disebut Brushfield spot
• Bentuk wajah yang berbeda dari orang normal, seperti tulang hidung yang rata dan telinga yang kecil
• Berat dan tinggi badan lebih rendah dibandingkan rata-rata, seperti berat bayi lahir rendah
• Otot kurang terbentuk dengan sempurna sehingga otot menjadi lemah dan sangat lentur
• Kulit di belakang leher terlihat kendur
• Telapak tangan lebar dengan satu garis tangan
• Mulut kecil
• Tungkai kecil dan jari-jari pendek

Perkembangan fisik anak dengan Down syndrome cenderung lebih lambat daripada anak sebayanya yang tidak menderita Down Syndrome.

Down Syndrome disebabkan oleh kelebihan kromosom akibat adanya satu salinan ekstra dari kromosom nomor 21.

Kromosom atau struktur pembawa informasi genetik, normalnya berpasangan dan diwariskan dari masing-masing orang tua. Ketika sel-sel bayi berkembang, setiap sel seharusnya menerima 23 pasang kromosom dengan total 46 kromosom.

Pada penderita Down Syndrome, kromosom 21 memiliki satu salinan ekstra sehingga menjadi tiga dari yang seharusnya dua. Kromosom ekstra inilah yang menyebabkan gangguan pada fisik dan kecerdasan anak.

Tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah Down Syndrome. Namun, seseorang yang berisiko memiliki anak dengan Down Syndrome dapat melakukan konseling genetik untuk mengetahui peluang kelainan bawaan yang mungkin diturunkan.

Source: klikdoter

** Disya Firnanda/mg-jb

Mantan Pemain Chelsea, Christian Atsu jadi Korban Gempa Turki

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemain Hatayspor Christian Atsu ditemukan meninggal dunia setelah dikabarkan hilang seusai gempa yang terjadi di Antakya, Hatay, Turki pada 6 Februari lalu. Peman berusia 31 tahun, mantan pemain Chelsea dan Newcastle itu ditemukan di bawah puing-puing bangunan yang ditinggalinya pada Sabtu 18 Februari 2023.

“Dengan hati terberat saya harus mengumumkan kepada semua simpatisan bahwa jenazah Christian Atsu telah ditemukan pagi ini,” Nana Sechere, agen dari Christian Atsu, menulis di Twitter. “Belasungkawa terdalam saya untuk keluarganya dan orang-orang terkasih.”

Nana Sechere juga mengatakan Atsu telah ditemukan di Provinsi Hatay di selatan Turki, salah satu daerah yang paling parah terkena gempa.

Klubnya juga membenarkan kabar tersebut dan mengatakan dia sedang dipulangkan ke Ghana.

“Kami tidak akan melupakanmu, Atsu. Assalamu’alaikum, beautiful person, ”kata Hatayspor dalam sebuah pernyataan di Twitter pada akhir pekan kemarin.

Atsu termasuk di antara ribuan orang yang hilang sejak 6 Februari ketika gempa dengan magnitudo 7,8 melanda Turki dan Suriah. Dia mencetak gol kemenangan timnya dalam pertandingan melawan Kasimpasa, hanya beberapa jam sebelum gempa.

Atsu juga merupakan anggota tim Piala Dunia Ghana pada tahun 2014, menghabiskan sebagian besar karirnya dengan klub-klub Eropa, dan menandatangani kontrak dengan Porto, Chelsea, dan Newcastle United. Dia bergabung dengan Hatayspor tahun lalu.

Belasungkawa mengalir di media sosial, termasuk dari Newcastle United, Liga Premier dan FIFA, badan pengatur sepak bola dunia. Asosiasi Sepak Bola Ghana mengatakan bahwa pertandingan akhir pekan mengheningkan cipta untuk Atsu.

Lebih dari 45.000 orang tewas dalam gempa bumi di Turki dan Suriah, menurut otoritas Turki dan dari PBB, dan jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat.

** Intan Husna Fahrunnisa/mg-jb

DPR Dukung Percepatan Normalisasi Sungai Cileungsi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Banjir yang kerap terjadi di wilayah sekitar aliran Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw. Ia pun mendukung akselerasi normalisasi kawasan Sungai Cikeas dan Cileungsi yang berdasarkan laporan dari warga sekitar, banjir bandang dikawasan tersebut kerap terjadi hampir setiap tahun tanpa adanya penanganan yang berarti. Maka, jika dibiarkan bertahun-tahun hal itu tentunya akan sangat merugikan.

“Banjir ini harus ditangani segera. Tidak bisa hanya ditangani oleh satu instansi saja. Maka kami minta juga partisipasi dari pemerintah daerah. Ini kan tidak mungkin kami akan paksakan buat tanggul setinggi-tingginya. Itu berbahaya,” ujar Roberth.

Menurutnya, DPR akan mengawasi proses pelaksanaan normalisasi sungai tersebut. Kementerian pekerjaan umum dan perumahan Rakyat (PUPR) diminta untuk segera melakukan studi Land Acquisition And Resettlement Plan (LARAP). Hasil studi tersebut akan menjadi sebuah kajian menyeluruh dan nantinya menjadi landasan untuk melahirkan solusi yang tuntas.

“Normalisasi kawasan Sungai Cikeas dan Cileungsi ini adalah untuk kepentingan masyarakat umum. Ini adalah untuk kepentingan kita semua,” kata Roberth

Ia menegaskan, untuk melaksanakan normalisasi kawasan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, para pengembang properti disekitar kawasan tersebut harus terlibat dan mendukung. Tidak hanya itu, masyarakat sekitar juga harus terlibat, dengan demikian masing-masing pemangku kepentingan bisa saling berkolaborasi untuk menjaga keberlangsungan proses penanganan normalisasi sungai.

Sementara itu, Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia mengatakan bahwa salah satu solusi untuk menuntaskan masalah banjir dikawasan Sungai Cikeas dan Cileungsi adalah dengan menerapkan kebijakan Zero Delta Q. Oleh karena itu, demi menerapkan kebijakan ini, dukungan pemerintah daerah menjadi sangat krusial.

“Kebijakan Zero Delta Q telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang diterbitkan tanggal 10 Maret 2008. Kebijakan ini menegaskan agar tiap bangunan tidak mengakibatkan bertambahnya debit air ke sistem saluran drainase atas sistem aliran sungai,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Drainase tidak Berfungsi, Warga Citeko Kebanjiran 

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Akibat drainase yang berada di bahu jalan di wilayah Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor tidak berfungsi dengan baik, wilayah tersebut acap kali banjir kala musim penghujan. Kondisi ini membuat masyarakat kewalahan dan kecewa. 

Seperti yang terjadi di jalan alternatif Cikopo Selatan, tepatnya di wilayah Desa Citeko, Cisarua. Sejak satu pekan ini masyarakat disana selalu disibukkan dengan air yang masuk ke rumah, akibat luapan air dari badan jalan yang menggenang seperti sungai.

“Di lokasi ini tidak ada drainase, ditambah banjir di setiap turun hujan ini terjadi akibat ada tembok benteng setinggi 2 meter, hingga disaat hujan air memenuhi badan jalan,” kata warga sekitar Edi, Minggu (19/02).

Untuk mengatasi banjir tersebut, kata dia, warga sudah berupaya dengan membuat lubang pembuangan. Namun kondisinya tidak maksimal hingga jika volume air besar, dan saluran itu menjadi tersumbat.

Terkait hal ini, warga dan pengendara berharap adanya langkah kerja dari instansi terkait.

“Ini tidak bisa dibiarkan, instansi PUPR Ciawi harus turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini,” harap warga lain, Heri.

 Dengan terjunnya petugas teknis, sambungnya, diyakini banjir disini akan tertangani.

“Selain membuat tidak nyaman, juga bisa merugikan pemerintah. Karena badan jalan yang tergenang air layaknya sungai akan merusak kondisi badan jalan itu sendiri,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, petugas pengawas dari PUPR wilayah Ciawi, Yanto mengatakan, di tahun ini Pemkab Bogor akan melakukan penangan terhadap perbaikan badan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua.

“Perbaikan drainase dan betonisasi badan jalan akan dilaksanakan di tahun ini. Titiknya adalah ruas jalan yang mau ke Pasar Cisarua,” tukasnya.

** Andres

Perbaikan Jalan Provinsi di Botim Jadi Prioritas

0

Cariu | Jurnal Bogor

Keluhan masyarakat Bogor Timur terkait rusaknya sejumlah jalan milik Provinsi mendapat perhatian dari anggota DPRD Jawa Barat, Prasetyawati. Sebagai anggota legislatif, ia berjanji akan memprioritaskan dan memperjuangkan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera melakukan perbaikan jalan tersebut. Pasalnya, hal itu berkaitan dengan keselamatan para pengguna jalan yang kerap melintas, seperti di Jalan Raya Cibubur-Jonggol dan Jalan Raya Narogong.

“Jalan Provinsi yaitu jalan Cibubur – Jonggol akan segera dilakukan perbaikan karena kondisi jalan yang rusak dan kerap itu menyebabkan terjadi kecelakaan. Kondisi jalan yang rusak dan membahayakan para pengguna ini harus menjadi prioritas agar segera dilakukan perbaikan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Prasetyawati kepada wartawan, Senin (20/02).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki anggaran kurang lebih Rp 1 triliun guna perbaikan infrastruktur jalan. Salah satunya, kata dia, adalah ruas jalan Provinsi yang ada di Kabupaten Bogor. 

“Kesiapan anggaran ini merupakan atensi dari pemerintah guna meningkatkan

pelayanan dan pembangunan infrastruktur yang layak guna menunjang aktivtitas masyarakat,” ujarnya.

Prasetyawati mengatakan, pihak Pemerintah Provinsi Jabar melalui DBMTR Jabar, perlu segera melakukan pemetaan terkait kerusakan jalan provinsi, termasuk di Kabupaten Bogor, khususnya wilayah Bogor Timur. Dari hasil pemetaan itu, lanjutnya, seluruh jalan Provinsi yang masuk kategori rusak dan membahayakan pengguna jalan harus menjadi prioritas dan segera dilakukan kegiatan pemeliharaan berkala.

“Dalam APBD Provinsi Jabar tahun 2023, pemeliharaan berkala itu mencapai 748,347 KM. Dari target itu bisa menyelesaikan kerusakan jalan provinsi dalam kategori kecelakaan tinggi,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Rampas Sepeda Motor di Jalan Berakhir Bui

0

Rancabungur | Jurnal Bogor

Modus pelaku perampasan sepeda motor di tengah jalan berakhir di jeruji besi. Pasalnya, dua pria yang merupakan pelaku spesialis perampasan sepeda motor dan handphone ini sebelum berurusan dengan pihak kepolisian berpura-pura jadi korban salah paham hingga harus babak belur dihajar massa.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, baru-baru ini. Menurut Ahmad, warga Rancabungur, Ikhwal kejadian tersebut terjadi saat dua orang pelajar yang masih SMP hendak pulang diberhentikan paksa oleh dua orang pelaku di tengah perjalanan.

“Jadi pelaku ini memberhentikan anak sekolah ditengah jalan, dengan  modus matanya terkena debu rokok yang diisap korban, salah satu pelaku yang merupakan eksekutor mencekik salah satu korban dari belakang lalu meminta handphone dan juga sepeda motor agar diserahkan,” katanya. 

Namun kata Ahmad, salah satu pelajar lolos dari sekapan para pelaku dan meminta pertolongan kepada warga sekitar dan menghubungi keluarganya. Setelah itu warga mempertanyakan kepada para pelaku yang masih berada di lokasi. Akan tetapi para pelaku mengelak apa yang diceritakan oleh korban. 

“Saya tanya kepada anak sekolah ini karena mereka menangis, tapi pelaku mengelak hingga pelaku akhirnya terpojok dan mulai ketakutan, kemudian salah satu pelaku yang duduk di motor melarikan diri,” ucap Ahmad. 

Kejadian itu pun menjadi perhatian warga dan pelaku jadi bulan-bulan warga, hingga pihak kepolisian datang ke lokasi bersama salah satu pelaku yang diduga para pelaku menyiapkan skenario.

“Pelaku yang melarikan diri tadi ternyata ke kantor polisian, dengan dalih menjadi korban salah paham. Kedua pelaku itu langsung diamankan oleh kepolisian Polsek Rancabungur, saat dimintai keterangan, dua pelaku membalikan fakta seakan dirinya korban salah paham,” kata Ahmad. 

Setelah ramai informasi ini, ternyata ada korban lain yang sama-sama korbannya merupakan anak-anak yang mengenali muka pelaku. Jadi kata dia, Pelaku merupakan DPO Polsek Tanah Sareal Kota Bogor.

“Korban lainnya datang ke Polsek Rancabungur dengan membawa sejumlah barang bukti dan disitu pelaku tidak bisa mengelak dan akhirnya mengakui perbuatannya,” katanya.

Pelaku yang merupakan DPO Polsek Tanah Sereal, kata dia langsung diserahkan dengan barang bukti berupa enam buah handphone hasil perampasan dan obat-obatan berjenis tramadol.

“Pelaku merupakan warga Kota Depok sudah diamankan Polsek Tanah Sereal untuk pengembangan kasusnya,” katanya.

Sementara Kapolsek Rancabungur Iptu Hartono membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Akan tetapi pelaku dilimpahkan ke Polsek Tanah Sareal. 

“Kalau di kita belum terjadi tindak pidana pelaku ini. Karena kronologisnya baru memberhentikan dengan cara motor di palang melintang menghalangi dan nanya kepada korban dengan alasan mata kelilipan,” katanya.

Tetapi korban, kata dia merasa  curiga kemudian meminta bantuan warga kemudian warga menghubungi Polsek Rancabungur, dan petugas datang ke lokasi membawa kedua pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan interogasi bahwa melakukan tindakan pidana tersebut di daerah Kayu Manis, kebetulan korban disana masih mengenali kedua pelaku tersebut, sehingga kini dibawa ke Polsek Tanah Sareal,” pungkasnya. 

** Andres